PENGUJIAN FAMA-FRENCH FIVE FACTOR MODEL TERHADAP EXCESS RETURN PADA SAHAM YANG TERDAFTAR DI JAKARTA
ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2012-2018
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana
Ekonomi (SE)
Oleh:
Siti Mega Murdiana (11150810000083)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1441 H/2020
ii
PENGUJIAN FAMA-FRENCH FIVE FACTOR MODEL TERHADAP EXCESS RETURN PADA SAHAM YANG TERDAFTAR DI JAKARTA
ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2012-2018
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Persyaratan Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
Disusun Oleh:
Siti Mega Murdiana NIM: 11150810000083
Dibawah Bimbingan:
Pembimbing I
Murdiyah Hayati, S.Kom., MM NIP. 197410032003122001
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2020 M/1441 H
iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI
Hari ini, Rabu, 22 Januari 2020 telah dilakukan Ujian Skripsi atas mahasiswa:
1. Nama : Siti Mega Murdiana 2. NIM : 11150810000083 3. Jurusan : Manajemen (Keuangan)
4. Judul Skripsi : Pengujian Fama-French Five Factor Model terhadap Excess Return Pada Saham yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2018
Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama proses ujian skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan LULUS dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 2019
1. Dr. Titi Dewi Warninda, S.E., M.Si.
NIP. 197312212005012002
2. Faizul Mubarok, MM NIDN. 2014058801
3. Murdiyah Hayati, S.Kom., MM
NIP. 197410032003122001
iv
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF
Hari ini Kamis, 11 April 2019 telah dilakukan Ujian Komprehensif atas mahasiswa:
1. Nama : Siti Mega Murdiana 2. NIM : 11150810000083 3. Jurusan : Manajemen (Keuangan)
4. Judul Skripsi : Pengujian Fama-French Five Factor Model terhadap Excess Return Pada Saham yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2018
Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan LULUS dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Ujian Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 11 April 2019
1. Dr. Indoyama Nasaruddin., SE., MAB NIP. 197411272001121002
2. Deni Pandu Nugraha, SE., M.Sc.
NIDN. 2012108503
v
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
ILMIAHSaya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Siti Mega Murdiana NIM : 11150810000083 Jurusan : Manajemen (Keuangan) Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Dengan ini menyatakan bahwa dalam penelitian skripsi ini, saya:
1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan mempertanggungjawabkan.
2. Tidak melakukan plagiasi terhadap naskah karya orang lain.
3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau tanpa izin pemilik karya.
4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data.
5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggungjawab atas karya ini.
Jikalau dikemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memang benar ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan ini, maka saya siap dikenakan sanksi berdasarkan hukum yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.
Jakarta, Februari 2020 Yang Menyatakan
Siti Mega Murdiana
vi
DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. IDENTITAS PRIBADI
1. Nama : Siti Mega Murdiana
2. Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 21 Mei 1997 3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Alamat : Jl. Cemara II No. 105
Pamulang Barat, Tangerang Selatan
5. Agama : Islam
6. Telepon : 087781089205
7. Email : [email protected]
II. PENDIDIKAN
1. 2002 – 2008 : MI Nurul Hidayah
2. 2008 – 2011 : SMPN 4 Tangerang Selatan 3. 2011 – 2014 : SMAN 6 Tangerang Selatan
4. 2014 – 2019 : S1 Manajemen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
III. PENGALAMAN ORGANISASI
1. Anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen UIN Jakarta 2016/2017.
2. Sekretaris LPM Ratoh Jaroe Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta
2017/2018.
vii ABSTRACT
The purpose of this research is to know the influence of Fama-French Five Factor Model variables (Market Factor, Size Factor, Book-to-Market Ratio, Profitability, and Investment) in explaining portfolio in Indonesia which is represented by the shares of the company listed on Jakarta Islamic Index (JII).
This research used panel data regression analysis with Eviews version 9. The result shows that independent variable (market factor, SMB, HML, RMW, and CMA) simultaneously have significant effect towards Excess Return.
Keywords : Fama-French Five Factor Model, Excess Return, market factor,
SMB, HML, RMW, CMA
viii ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel Fama-French Five Factor Model (Market Factor, Size Factor, Book-to- Market Ratio, Profitability, dan Investment) dalam menjelaskan portofolio di Indonesia yang diwakilkan dengan saham perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan program Eviews versi 9 dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen (market factor, SMB, HML, RMW, dan CMA) memiliki pengaruh signifikan terhadap Excess Return.
Kata Kunci: Fama-French Five Factor Model, Excess Return, market factor,
SMB, HML, RMW, CMA
ix
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman yang terang benderang seperti saat ini. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa telah mendapat banyak dukungan, bantuan, bimbingan serta semangat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, membimbing, dan mendukung dalam penyusunan skripsi ini, yaitu:
1. Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar dan baik hingga selesai.
2. Kedua orang tua tercinta dan tersayang, Bapak Abdul Kadir, Ibu Siti Murtini, dan saudara-saudara penulis, Habib Zidan Abdullah dan Muhammad Naufal Alfalah yang selalu mendoakan dengan ikhlas, memberikan kasih sayang yang tulus serta selalu memberikan dukungan kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini.
3. Ibu Prof. Dr. Hj. Amany Burhanudin Umar Lubis, Lc., MA. selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Prof. Dr. Amilin, SE., M.Si., Ak., CA., BKP., QIA. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Ibu Murdiyah Hayati, S.Kom., M.M. selaku Ketua Jurusan Manajemen dan
Ibu Amalia, S.E., M.S.M. selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah
mengesahkan secara resmi judul penelitian sebagai bahan skripsi dan telah
membantu memberikan izin kepada penulis sehingga penulisan skripsi
berjalan dengan lancar.
x
6. Ibu Murdiyah Hayati, S.Kom., MM. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan waktu, ilmu, bimbingan serta arahan kepada penulis selama penulis menyusun skripsi.
7. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya Bapak dan Ibu Dosen Manajemen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis selama masa perkuliahan.
8. Sahabat-sahabat penulis yaitu MOTIVASIQUEH (Diana, Yunita, Shahara, dan Ubai), Ajeng, CHSC (Najla, Lintang, Isma, Risma, Lia), dan Nirkibi (Ersha, Soraya, Selvy, Susthira) terima kasih untuk bantuan, dukungan dan motivasi agar segera menyelesaikan skripsi ini. Semoga kita selalu diberikan kemudahan dan dilancarkan dalam segala urusan di masa depan.
9. Kak Disti dan Karin selaku rekan kerja dan sahabat selama di kantor, terima kasih atas doa, dukungan dan motivasi yang diberikan kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini.
10. Rekan-rekan tim Lingkar9 yang selalu memberikan semangat, doa dan pengertian kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini.
11. Seluruh teman-teman Manajemen angkatan 2015 khususnya Manajemen Keuangan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang selalu memberikan semangat dan dukungan dari awal perkuliahan hingga saat ini.
12. Semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu namun tidak mengurangi rasa terima kasih penulis.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak. Semoga segala bantuan yang telah diberikan mendapat pahala berlipat dari Allah SWT. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis serta pembaca.
Jakarta, 2019 Penulis
(Siti Mega Murdiana)
xi DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ... iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ... iv
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... v
ABSTRACT ... vii
ABSTRAK ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 15
C. Tujuan Penelitian ... 15
D. Manfaat Penelitian ... 16
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 17
A. Investasi... 17
1. Definisi Investasi ... 17
2. Tujuan Investasi ... 19
3. Proses Investasi ... 20
B. Pasar Modal ... 22
1. Definisi Pasar Modal ... 22
2. Instrumen yang Diperdagangkan di Pasar Modal ... 25
3. Indeks Pasar Modal ... 29
C. Saham ... 33
1. Definisi Saham ... 33
2. Return dan Risiko Saham ... 35
D. Capital Assets Pricing Model (CAPM) ... 38
E. Fama-French Factor Model ... 40
1. Fama-French Three Factor Model ... 40
2. Fama-French Five Factor Model ... 42
3. Excess Return ... 43
4. Market Factor ... 44
xii
5. Size Factor ... 44
6. Value Factor ... 45
7. Profitability Factor ... 46
8. Investment Factor ... 47
9. Hubungan Antar-Variabel ... 48
10. Konstruksi Portofolio ... 51
F. Penelitian Terdahulu ... 53
G. Kerangka Berpikir ... 60
H. Hipotesis ... 61
BAB III METODE PENELITIAN ... 63
A. Ruang Lingkup Penelitian ... 63
B. Populasi dan Sampel ... 63
1. Populasi ... 63
2. Sampel ... 64
C. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data ... 65
1. Jenis Data ... 65
2. Teknik Pengumpulan Data ... 66
D. Metode Analisis Data ... 66
1. Analisis Statistik Deskriptif ... 67
2. Pemilihan Model Regresi Data Panel ... 67
3. Penentuan Uji Model Regresi ... 69
4. Uji Asumsi Klasik ... 71
5. Uji Hipotesis ... 75
6. Uji Regresi Linier Berganda OLS ... 77
E. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 79
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN... 81
A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 81
1. Adaro Energy Tbk. ... 82
2. Astra International Tbk. ... 83
3. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. ... 84
4. Indofood Sukses Makmur Tbk. ... 85
5. Kalbe Farma Tbk. ... 85
6. Lippo Karawaci Tbk. ... 86
7. PP London Sumatra Indonesia Tbk. ... 87
xiii
8. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. ... 88
9. Semen Indonesia (Persero) Tbk... 88
10. United Tractors Tbk. ... 89
11. Unilever Indonesia Tbk. ... 90
B. Analisis Statistik Deskriptif ... 90
C. Seleksi Saham Kandidat Portofolio JII ... 92
D. Pembentukan Komposisi Portofolio JII ... 93
1. Penentuan Kelompok Size ... 93
2. Penentuan Kelompok Book-to-Market Ratio ... 94
3. Penentuan Kelompok Profitability ... 94
4. Penentuan Kelompok Investment ... 94
E. Perhitungan SMB, HML, RMW dan CMA ... 99
F. Uji Asumsi Klasik ... 103
1. Uji Normalitas ... 103
2. Uji Multikolinearitas ... 104
3. Uji Heteroskedastisitas ... 105
4. Uji Autokorelasi ... 106
G. Analisis Regresi Data Panel ... 108
H. Uji Hipotesis ... 110
1. Pengaruh Variabel Market Factor, SMB, HML, RMW, dan CMA Terhadap Excess Return secara Simultan (Uji F) ... 110
2. Pengaruh Variabel Market Factor, SMB, HML, RMW, dan CMA Terhadap Excess Return secara Parsial (Uji t) ... 111
3. Koefisien Determinasi (Adjusted R2) ... 112
4. Interpretasi Hasil Penelitian ... 113
BAB V PENUTUP ... 121
A. Kesimpulan ... 121
B. Saran ... 121
DAFTAR PUSTAKA ... 130
LAMPIRAN ... 134
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 53
Tabel 3.1 Penentuan Sampel Penelitian ... 64
Tabel 3.2 Sampel Penelitian ... 65
Tabel 3.3 Variabel Penelitian ... 80
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif ... 91
Tabel 4.2 Saham-Saham yang Konsisten Terdaftar di JII Periode 2012 – 2018 ... 93
Tabel 4.3 Komposisi Portofolio Size – B/M dan saham pembentuknya ... 96
Tabel 4.4 Komposisi Portofolio Size – Profitability dan saham pembentuknya ... 97
Tabel 4.5 Komposisi Portofolio Size – Investment dan saham pembentuknya ... 98
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Nilai SMB, HML, RMW dan CMA .... 99
Tabel 4.7 Excess Return Portofolio Size – Book-to-Market ... 100
Tabel 4.8 Excess Return Portofolio Size – Profitability ... 101
Tabel 4.9 Excess Return Portofolio Size – Invesment ... 102
Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolinearitas ... 104
Tabel 4.11 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 106
Tabel 4.12 Hasil Uji Autokorelasi ... 107
Tabel 4.13 Hasil Regresi Data Panel Common Effect Model ... 108
Tabel 4.14 Uji Signifikansi (F-Statistik) ... 110
Tabel 4.15 Uji t ... 111
Tabel 4.16 Koefisien Determinasi (R2) ... 113
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Grafik IHSG 2011-2017 ... 3
Gambar 1.2 Perkembangan Indeks JII 2011-2017 ... 13
Gambar 1.3 Perkembangan Kapitalisasi Pasar JII 2011-2017 ... 14
Gambar 2.1 Garis SML ... 40
Gambar 4.1 Grafik Hasil Uji Normalitas ... 104
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pasar modal merupakan salah satu tolak ukur kemajuan perekonomian suatu negara. Di dalam pasar modal, terdapat emiten-emiten yang merefleksikan kondisi sektor riil suatu perekonomian. Pasar modal berperan penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan fungsi sebagai sumber pendanaan usaha dimana perusahaan mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor) yang kemudian digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain (Kristin, 2015). Kondisi pasar modal yang maju menunjukkan bahwa suatu negara memiliki iklim industri yang terus tumbuh dan berkembang. Menurut Tandelilin (2010) pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal maka pihak yang kelebihan dana dapat memilih investasi mana yang akan diambil dengan memberikan tingkat pengembalian yang optimal.
Otoritas Jasa Keuangan (2019) mengatakan bahwa pasar modal (capital
market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang
yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham),
reksadana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal
merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain, dan
sebagai sarana bagi kegiatan investasi. Dengan demikian, pasar modal
2 memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
Pasar modal secara umum merupakan suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Dalam syariah, pasar modal memiliki pengertian yaitu pasar modal yang seluruh mekanisme kegiatannya terutama mengenai emiten, jenis efek yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (Tandelilin, 2010). Pasar modal yang membawahi kegiatan jual-beli surat berharga di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kementrian Keuangan Indonesia (2019) mengatakan bahwa peran pasar modal Indonesia dalam kemajuan bangsa tercermin dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menyatakan bahwa pasar modal mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat. Selain itu, dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa agar pasar modal dapat berkembang dibutuhkan adanya landasan hukum yang kukuh untuk lebih menjamin kepastian hukum pihak-pihak yang melakukan kegiatan di pasar modal serta melindungi kepentingan masyarakat pemodal dari praktik yang merugikan.
Dengan semakin berkembangnya pasar modal di Indonesia, tak heran
jika minat investasi juga semakin tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar
negeri. Investasi sendiri merupakan kegiatan penanaman modal pada suatu
3 aset atau instrumen yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi adalah komitmen saat ini atas uang atau sumber daya lain dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan (Bodie, et al., 2014: 1).
Sumber: website resmi OJK
Gambar 1.1
Perkembangan IHSG 2011-2017
Investasi dilakukan karena seorang investor termotivasi oleh suatu keuntungan yang akan diterima nantinya sesuai dengan investasi yang dijalankan. Selain itu investasi dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan investor, karena investasi memberikan suatu pilihan bagi investor untuk memutuskan saat kapan akan menginvestasikan dananya guna memperbesar jumlah keuntungan yang akan didapatkan nantinya (Made, 2016).
Kementerian Perindustrian (2019) menilai bahwa sampai saat ini Indonesia masih menarik bagi investor asing yang mau menanamkan investasinya dibandingkan negara ASEAN lain seperti Thailand dan Malaysia.
Hal ini disebabkan oleh kondisi Indonesia yang kini membuka diri terhadap
4 negara lain yang ingin menanamkan investasinya. Disamping itu, kondisi politik yang kondusif juga menjadi pertimbangan dan memunculkan rasa kepercayaan tinggi investor terhadap Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (2019) mengatakan bahwa instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksadana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain- lain. Seiring dengan perkembangan zaman di era globalisasi ini, investasi saham merupakan instrumen yang paling banyak dilakukan investor karena saham memberikan return yang cukup baik.
Saham adalah instrumen investasi yang sampai saat ini masih menjadi primadona investor yang berinvestasi di pasar modal. Dengan memiliki saham sebuah perusahaan, investor berarti telah ikut atau ambil bagian dalam penyertaan modal perusahaan. Sebagai gantinya, investor akan mendapatkan saham sebagai bukti kepemilikan (Hidayat, 2011).
Investasi saham sejatinya menjanjikan keuntungan yang besar. Dalam praktiknya, semakin besar risiko investasi semakin besar pula return yang akan didapatkan, begitu juga sebaliknya. Karena itulah, investor harus selalu siap dengan setiap kemungkinan investasi yang dapat terjadi. Pada dasarnya, keputusan investasi terdiri dari tingkat return yang diharapkan (expected return), tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Expected return adalah return yang diharapkan akan diperoleh di masa yang akan datang.
Sedangkan risiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak
5 menguntungkan. Ukuran perbedaan antara expected return aset berisiko di pasar saham dengan return aset tidak berisiko seperti misalnya suku bunga SBI disebut risk premium atau excess return (Bodie et al., 2011: 137).
Terdapat beberapa penelitian yang mengangkat excess return sebagai objek. Candika (2017) menguji kekuatan model Carhart empat faktor terhadap excess return saham di Indonesia. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini adalah market return, size, book-to-market ratio, dan momentum. Penelitian ini mengambil sampel seluruh perusahaan non- keuangan yang terdaftar di BEI. Hasilnya, keempat variabel Carhart berpengaruh positif signifikan terhadap excess return saham dan dapat digunakan dalam menilai harga saham di Indonesia.
Azwar, et al. (2011) menganalisa pengaruh faktor fundamental terhadap excess return saham syariah di Jakarta Islamic Index. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini adalah price earning ratio (PER), book value (BV), debt to equity ratio (DER), return on equity (ROE), tingkat sertifikat wadiah Bank Indonesia (SWBI), tingkat inflasi dan kurs terhadap excess return (saham) perusahaan utuk periode 2004 – 2006. Hasil dari penelitian tersebut adalah terdapat empat faktor yang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap excess return, yaitu BV, DER, ROE dan SWBI. Variabel yang paling dominan memengaruhi harga saham adalah variabel SWBI dengan nilai koefisien sebesar 34,64.
Sikap investor terhadap risiko akan dipengaruhi oleh preferensi investor
tersebut terhadap risiko (Tandelilin, 2010). Agar dapat meraih keuntungan
6 yang diharapkan, investor harus memiliki kemampuan dalam melihat peluang investasi yang menjanjikan.
Investor yang rasional akan memilih saham-saham yang memberikan tingkat pengembalian yang tinggi dengan risiko yang rendah. Investor selalu berupaya untuk memperoleh informasi dan melakukan berbagai analisis untuk mengurangi ketidakpastian dalam investasinya atau untuk mengurangi risiko yang ada. Untuk mendapatkan tingkat return yang diharapkan, seorang investor harus melakukan diversifikasi dengan cara mengkombinasikan berbagai sekuritas di bursa efek sehingga membentuk portofolio. Portofolio yang dibentuk pun haruslah portofolio optimal yang terdiri dari portofolio- portofolio yang efisien. Portofolio yang optimal merupakan bagian dari portofolio efisien, tidak berlaku sebaliknya, yakni jika portofolio efisien belum tentu portofolio optimal (Jogiyanto, 2014: 343). Menurut Rodoni dan Ali (2010) portofolio merupakan sekumpulan instrumen investasi yang dibentuk untuk memenuhi sasaran umum investasi. Portofolio juga dapat diartikan gabungan dari berbagai aktiva / surat-surat berharga / saham / kesempatan investasi.
Hubungan antara risiko dan return dikembangkan oleh Harry
Markowitz pada tahun 1952 dengan memperkenalkan proses pemilihan
portofolio. Markowitz menekankan bahwa investor menganalisis dan memilih
suatu sekuritas berdasarkan pada expected return dan varians return sekuritas
tersebut. Teori portofolio mengimplikasikan bahwa untuk dapat menerima
7 risiko yang lebih besar, investor harus dikompensasi dengan kesempatan untuk mendapatkan return yang besar pula (Fabozzi, 1995).
Salah satu metode untuk menentukan return dan risiko sebuah portofolio adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM) yang dikembangkan oleh Sharpe (1964), Lintner (1965), dan Mossin (1966) dua belas tahun setelah Markowitz mengemukakan teori portofolio modern. CAPM menjelaskan hubungan antara tingkat risiko sistematis dan tingkat return yang disyaratkan sekuritas portofolio (Sheila, et al., 2017). Risiko yang diperhitungkan adalah risiko sistematis yang diwakili oleh beta, karena risiko yang tidak sistematis bisa dihilangkan dengan cara diversifikasi (Komara, et al., 2016). Pada model CAPM, dapat dipahami bahwa investor ingin memperoleh kompensasi atas dua hal, yaitu nilai waktu uang yang dapat digambarkan melalui tingkat bunga bebas risiko dan risiko atas investasi yang tergambar melalui beta yang dibandingkan dengan tingkat return aset terhadap return pasar selama periode tertentu (Darmadji, 2010).
Dalam konsep CAPM, satu-satunya faktor yang mempengaruhi return saham adalah risiko pasar (market risk). Menurut beberapa peneliti, beta bukanlah satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi return. Smith dan Walsh (2013) menyatakan bahwa krisis keuangan global menyebabkan banyak akademisi mempertanyakan validitas CAPM, meskipun hingga sekarang konsep ini masih tetap digunakan.
Sudah banyak penelitian yang menggunakan model CAPM dalam
menentukan portofolio optimal. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Basu
8 (1977) menunjukkan bahwa portofolio dengan price earning ratio yang rendah memiliki tingkat return yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan data perusahaan sektor industri di New York Stock Exchange (NYSE) selama periode April 1957 - Maret 1971 (Djamaluddin, et al., 2017). Rosenberg dan Marathe (1977) menemukan bahwa beta dapat diprediksikan jauh lebih baik jika variabel lain seperti dividen, volume trading dan ukuran perusahaan diikutsertakan. Litzenberger dan Ramaswamy (1979) menemukan bahwa pasar mensyaratkan tingkat return yang tinggi pada ekuitas yang memberikan dividen tinggi (Sheila, et al., 2017).
Banz (1981) dan Reinganum (1981) menemukan bahwa ukuran perusahaan (size) merupakan hal yang penting dalam menentukan return saham. Perusahaan dengan ukuran kecil cenderung memberikan tingkat return abnormal yang tinggi. Selanjutnya, Swastha (1981) juga melakukan penelitian lebih lanjut menggunakan faktor revenue dan ukuran perusahaan. Hasil penelitian mengkonfirmasi hasil penelitian sebelumnya. Selain itu, hasil penelitian juga menyebutkan bahwa perusahaan dalam ukuran kecil (kapitalisasi pasar rendah) memiliki return yang lebih tinggi dibanding perusahaan besar (kapitalisasi pasar lebih tinggi).
Rosenberg, et al. (1985) melakukan penelitian menggunakan data harga
saham di NYSE dan bursa regional lainnya seperti ASE dan NASDAQ selama
periode 1980 - 1984. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif
antara expected return dengan rasio ekuitas book-to-market. Hal ini didukung
oleh penelitian yang dilakukan oleh Chan, et al. (1991) yang juga menemukan
9 bahwa book-to-market memiliki peran penting dalam menjelaskan expected return di Tokyo Stock Exchange Jepang, dengan periode data 1971 - 1988.
Beberapa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa CAPM masih memiliki kelemahan dalam memprediksi return saham.
Fama dan French (1992) melakukan penelitian untuk menguji model CAPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beta yang digunakan dalam CAPM tidak dapat menjelaskan perubahan return dengan kuat. Mereka mengungkapkan bahwa beta bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menjelaskan cross-section variation dalam return. Keduanya mengatakan bahwa size dan book-to-market juga dapat menjadi proksi atas faktor risiko yang tidak atau belum diobservasi dan mempengaruhi return. Size berasosiasi negatif terhadap return (perusahaan berukuran kecil memberikan return yang lebih tinggi daripada perusahaan berukuran besar). Sedangkan book-to-market berasosiasi positif terhadap return (Irawan dan Murhadi, 2012).
Pada tahun 1993, Fama dan French mulai memperkenalkan three factor model dengan menambahkan faktor size dan book-to-market. Fama-French Three Factor Model menyimpulkan bahwa kurva Security Market Line (SML) harus mempunyai tiga faktor, yaitu faktor yang mengukur risiko pasar (market risk) dari suatu saham, ukuran perusahaan (firm size) yang diukur dengan nilai pasar dari equity, dan nilai buku equity dibandingkan dengan nilai pasar dari equity yang disebut sebagai book-to-market ratio (B/M) (Surono, 2016).
Ukuran perusahaan menjadi salah satu faktor yang digunakan karena
perusahaan yang lebih kecil akan memiliki risiko saham yang lebih tinggi
10 dibanding perusahaan yang lebih besar sehingga investor akan mengharapkan return yang lebih besar. Rasio book-to-market menunjukkan keyakinan investor terhadap prospek masa depan suatu saham. Jika pasar lebih tinggi dibanding nilai buku, maka investor akan optimis terhadap prospek masa depan saham yang ia pegang, begitu juga sebaliknya. Saham dengan rasio book-to-market yang tinggi memiliki risiko yang relatif lebih tinggi dibanding dengan saham dengan rasio book-to-market rendah (Surono, 2016).
Di tahun 2015, Fama dan French menambahkan dua variabel ke dalam model sebelumnya, yaitu profitabilitas dan investasi. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian terbaru tersebut adalah perusahaan yang memiliki laba operasi tinggi akan memiliki kinerja yang lebih baik dibanding perusahaan dengan laba operasi rendah. Selain itu, perusahaan dengan total aset yang tinggi memiliki return rata-rata yang rendah, sedangkan perusahaan dengan total aset yang rendah memiliki return rata-rata yang tinggi (Djamaluddin, et al., 2017). Beberapa penelitian mengenai Fama-French Three Factor Model dan Fama-French Five Factor Model telah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.
Sudiyatno dan Irsad (2011) melakukan pengujian Fama-French Three Factor Model terhadap perusahaan yang sahamnya terdaftar di LQ45 untuk periode tahun 2007-2009. Hasil dari penelitian tersebut adalah return pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham yaitu sebesar 0,353.
Sedangkan dua variabel lainnya, yaitu SMB dan HML, berpengaruh negatif
dan tidak signifikan terhadap return saham dengan nilai masing-masing -0,131
11 dan -0,174. Penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno dan Irsad ini lebih mendukung teori CAPM dibanding dengan Fama-French Three Factor Model.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, Susanti (2013) melakukan pengujian Fama-French Three Factor Model terhadap perusahaan yang sahamnya terdaftar di LQ45 untuk periode tahun 2005 - 2009 dan mendapatkan hasil bahwa keseluruhan variabel Fama-French Three Factor Model memiliki pengaruh signifikan terhadap excess return saham LQ45.
Diketahui bahwa market return memiliki pengaruh yang besar terhadap excess return yaitu 10,65564 (signifikan berpengaruh). Firm size memiliki pengaruh yang kecil terhadap excess return yaitu sebesar -0,559605 (tidak signifikan berpengaruh). Book-to-market equity memiliki pengaruh yang kecil terhadap excess return yaitu sebesar -0,375290 (tidak signifikan berpengaruh). Secara simultan, keseluruhan variabel Fama-French Three Factor Model memiliki pengaruh yang sangat besar yaitu 0,998357 atau 99,8%.
Sutrisno dan Ekaputra (2016) melakukan penelitian untuk mengevaluasi performa Fama-French Three Factor Model dan Fama-French Five Factor Model di Indonesia serta menguji apakah faktor book-to-market bersifat redundant dalam menjelaskan excess return portofolio saham di Indonesia.
Hasil penelitian menjelankan bahwa Fama-French Five Factor Model lebih
kuat dalam menjelaskan excess return portofolio saham di Indonesia
dibanding Fama-French Three Factor Model, meskipun kedua model tersebut
12 tidak valid. Faktor book-to-market juga terbukti redundant dalam menjelaskan excess return portofolio saham di Indonesia.
Arora (2017) menguji Fama-French Three Factor Model terhadap perusahaan yang terdaftar di Indian Stock Market untuk periode 2011-2016.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketiga variabel Fama-French Three Factor Model dapat menjelaskan return saham lebih baik dari Single Index Model. Korelasi pearson antara pasar - SMB dan SMB - HML signifikan pada tingkat 5%. Fama-French Three Factor Model dapat menjelaskan cross-section dari stock return yang tidak dapat dijelaskan oleh Single Index Model. Fama-French Three Factor Model juga dianggap kuat karena secara statistik, nilai intercept alpha tidak signifikan dalam sebagian besar kasus portofolio. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Fama-French (1996) untuk portofolio AS.
Djamaluddin, et al. (2017) melakukan pengujian Fama-French Five Factor Model terhadap perusahaan yang terdaftar di LQ45 untuk periode 2011-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel Fama- French Five Factor Model berpengaruh positif terhadap return saham.
Seluruh variabel penelitian menunjukkan nilai koefisien positif.
Dari beberapa penelitian di atas, dapat kita ketahui bahwa sebagian besar penelitian Fama-French di Indonesia, baik tiga faktor maupun lima faktor, menggunakan indeks LQ45 sebagai populasi dan sampel. Padahal, masih banyak indeks dengan kinerja baik yang bisa dijadikan objek penelitian.
Salah satunya adalah Jakarta Islamic Index (JII).
13 Jakarta Islamic Index (JII) merupakan indeks saham yang dibuat berdasarkan syariat Islam. Dilansir dari situs resmi BEI (idx.co.id), konstituen JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.
Untuk dapat tercatat sebagai konstituen JII, suatu saham harus memenuhi kriteria likuiditas yang telah ditetapkan. Indeks ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur kinerja saham-saham berbasis syariah untuk lebih mengembangkan pasar modal syariah.
Sumber: data diolah
Gambar 1.2
Perkembangan Indeks JII 2011-2017
537.03
372.29
585.11
691.04
603.35
694.13 759.07
0 100 200 300 400 500 600 700 800
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Periode
Perkembangan Indeks JII
14
Sumber: data diolah
Gambar 1.3
Perkembangan Kapitalisasi Pasar JII 2011-2017
Dari kedua gambar di atas dapat dilihat bahwa indeks JII mengalami perkembangan yang cukup signifikan selama 6 tahun terakhir. Pun kapitalisasi pasar JII juga terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (kecuali tahun 2015).
Hal ini menunjukkan bahwa indeks JII semakin dipercaya oleh masyarakat untuk menanamkan modalnya pada saham yang terdaftar di indeks ini.
Dengan adanya data bahwa sebagian besar penelitian menggunakan indeks LQ45 sebagai objek, maka peneliti memilih untuk menggunakan indeks berperforma baik lainnya yaitu JII. Selain itu, penelitian mengenai Fama French Five Factor Model di Indonesia juga cukup jarang ditemukan sehingga hal ini memotivasi peneliti untuk menggunakan metode ini dalam penelitiannya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti memilih untuk menggunakan judul “Pengujian Fama-French Five Factor Model terhadap
1,414.98 1,671.00 1,672.10
1,944.53
1,737.29
2,035.19 2,288.02
0.00 500.00 1,000.00 1,500.00 2,000.00 2,500.00
Tahun 2011
Tahun 2012
Tahun 2013
Tahun 2014
Tahun 2015
Tahun 2016
Tahun 2017 Periode