• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pentingnya kelancaran lalu lintas sudah menjadi kebutuhan yang krusial bagi kemajuan suatu negara tak terkecuali di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang sedang mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan pada setiap harinya pergerakan masyarakatnya sangat tinggi yang oleh sebab itu dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kelancaran mobilitas masyarakatnya terutama fasilitas dari ruas jalan yang memadai. Dengan baiknya ruas jalan dan kapasitasnya berbanding lurus dengan lancarnya tingkat mobilitas dari masyarakat dan dapat mempermudah atau mempersingkat jarak yang diperlukan oleh manusia untuk berpindah tempatn dengan semakin cepatnya pergerakan masyarakat maka semakin besar pula tingkat pembangunan dan perekonomian di wilayah tersebut.

Melihat pentingnya peranan dari ruas jalan tersebut pemerintah membentuk dan

memberlakukan peraturan yang mengatur tentang lalu lintas didalam undang - undang

No. 22 tahun 2009, yang mana suatu lalu lintas didefinisikan sebagai pergerakan

kendaraan dan orang dalam satu ruang lalu lintas. Dalam lalu lintas itu sendiri terdapat

tiga komponen penting yang membuat terjadinya pergerakan yaitu manusia sebagai

pengguna, kendaraan sebagai alat dan adanya jalan yang saling berinteraksi dalam

pergerakan kendaraan yang memenuhi persyaratan dan aturan kelayakan yang

dikemudikan oleh pengemudi dengan mengikuti aturan lalu lintas yang ditetapkan

berdasarkan peraturan perundang-undangan yang menyangkut lalu lintas dan angkutan

jalan melalui jalan yang memenuhi persyartan geometrik (Wikipedia.com). Dengan

meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang

memadai tentunya akan mengakibatkan adanya titik kemacetan yang akan terjadi pada

ruas jalan tertentu yang tentunya mempengaruhi mobilitas masyarakat terutama akan

(2)

berimbas langsung pada bidang ekonomi dan lingkungan. Dari segi ekonomi, kemacetan mengakibatkan waktu perjalanan kendaraan menjadi terhabat dan lebih lama yang membuat biaya operasional menjadi tinggi, hal ini berbanding lurus dengan dampak lingkungan yang terjadi karena kadar polusi yang dihasilan akan lebih tinggi belum lagi polusi suara yang dihasilkan amat mengganggu aktivitas warga.

Kota Probolinggo merupakan sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Timur,

Indonesia. Kota ini berada pada ujung utara bagian timur dari pulau Jawa. Memiliki

luas wilayah sekitar 56,667 km

2

. Dan berbatasan langsung dengan Selat Madura di

utara, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo di sebalah Timur, Kecamatan Leces,

Wonomerto dan Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada sebalah

Selatan, serta pada sebelah barat wilayah Kota Probolinggo berbatasan dengan

Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggi. Secara Astronomis Kota Probolinggo

terletak pada 7° 43′ 41" sampai dengan 7° 49′ 04" Lintang Selatan dan 113° 10′ sampai

dengan 113° 15′ Bujur Timur serta memiliki keadaan geografis yang dapat

digambarkan dengan dataran rendah yang memilki ketinggian tanah kurang dari 50 m

dari atas permukaan air laut dan hampir seluruh wilayah Kota Probolinggo relative

berlereng (0-2%). Meskipun merupakan wilayah perkotaan, pola penggunaan tanah di

Kota Probolinggo ternyata masih terdapat lahan sawah seluas 1.967,70 hektare (21 %),

lahan bukan sawah seluas 3.699,00 hektare (39,5 %). Lahan bukan sawah terbagi atas

lahan kering 3.595,00 hektare (38,4 %) dan lahan lainnya (tambak) seluas 104 hektare

(1,11%).Melihat potensi dan pemanfaatan wilayah demikian itu, banyak alternatif yang

bisa dipilih untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pemberdayaan potensi daerah

kota, guna mewujudkan visi Kota Probolinggo sebagai kota tujuan investasi yang

perspektif, kondusif dan partisipatif. Tercatat jumlah penduduk Kota Probolinggo pada

tahun 2018 sebanyak 235,111 jiwa. Karena fungsinya sebagai penghubung antar

kabupaten/kota dan provinsi keberadaan suatu ruas jalan yang memenuhi standar

kelayaan pakai dan keamanan menjadi kebutuhan yang penting dari perkembangan

perekonomian dan pembangunan suatu wilayah di Indonesia, tak terkecuali pada

sepanjang Jalan Prof. Dr. Hamka yang terletak pada Kecamatan Kademangan, Kota

(3)

Probolinggo. Sebagai jalan penghubung antar kota yang menghubungkan Kota Probolinggo dengan Kabupaten Probolinggo dan Lumajang ini keberadaan ruas Jalan Jalan Prof. Dr. Hamka memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah karena pada sepanjang jalan ini terdapat kawasan pertokoan dan pasar yang tentunya dapat mengangkat perekonomian warga sekitar, selain itu di sepanjang jalan ini juga terdapat beberapa sekolah yang memerlukan akses yang mudah dicapai untuk membantu kelancaran proses belajar dan mengajar. Dalam beberara tahun terakhir jumlah penduduk di Kota probolinggo terus mengalami kenaikan hingga bulan Oktober tahun 2019 jumlah penduduk Kota Probolinggo sudah menyentuh angka 237,208 jiwa angka ini sudah mengalami kenaikan sebesar 0,84% dari jumlah penduduk pada 2018 dengan jumlah penduduk sebesar 235,211 jiwa hal ini berbanding lurus dengan tingkat kepadatan yang terjadi pada arus lalu lintas yang terjadi karena tidak dibarengi dengan penambahan kapasitas jalan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat. Hal ini tentunya dapat menggangu mobilitas dan perekonomian karena waktu tempuh yang dibuhkan menjadi semakin lama yang membuat biaya operasial menjadi lebih tinggi. Jalan Prof. Dr. Hamka ini sendiri merupakan jalan arteri yang terdapat di kecamatan Kademangan Kota Probolinggo dengan tingkat pergerakan masyarakat yang tinggi yang diakibatkan oleh potensi wilayahnya yang memiliki area persawahan dan perkebunan yang cukup luas. Jalan Prof. Dr. Hamka memiliki tipe jalan 2 lajur – 2 arah (2/2 UD) dengan Panjang 4800 meter dan lebar 6 meter.

Disepanjang ruas jalan terdapat area perdagangan, pendidikan serta pemukiman warga.

Dengan semakain berkembanganya Kota Probolinggo terutama pada Kecamatan

Kademangan yang memiliki potensi di bidang pertanian dan perkebunan dan

berbatasan langsung dengan Lumajang yang memiliki destinasi wisata andalan yitu

waisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menimbulkan beberapa

permasalahan yang terjadi khususnya pada sepanjang Jalan Prof. Dr. Hamka dengan

banyaknya truk yang melewati jalan ini membuat waktu tempuh kendaraan tidak bisa

optimal karena kecepatan kendaraan menjadi lebih lambat dari biasanya, disamping itu

juga terdapat area perdagangan dan pendidikan yang membuat kendaraan berhenti di

(4)

sepanjang ruas jalan terutama pada waktu pagi dan sore hari yang merupakan waktu puncak pergerakan masyarakat. Dengan kompleksnya permasalahan yang terjadi di ruas Jalan Prof. Dr. Hamka ini yang melatarbelakangi penelitian ini guna mengetahui nilai kapasitas dan tingkat kemacetan di wilayah ini serta dapat menemukan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan yang terjadi sehingga ruas Jalan Prof. Dr.

Hamka dapat beroperasi dengan semestinya tanpa hambatan yang dapat mengganggu pergerakan lalu lintas.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Banyaknya kendaraan yang keluar masuk ruas Jalan Prof. Dr. Hamka.

2. Lebar jalan yang tidak memenuhi standar yang telah ditentukan SNI

3. Bahu jalan diarea sekitar pasar digunakan untuk kendaraan berhenti sejenak maupun parkir

4. Volume kendaraan berat yang melewati ruas Jalan Prof. Dr. Hamka cukup tinggi yang memperlambat laju kendaraan.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaiman kinerja ruas jalan Profesor Dr. Hamka kota Probolinggo pada saat ini ? 2. Bagaimana kinerja jalan Profesor Dr. Hamka kota Probolinggo untuk 5 tahun yang

akan datang?

3. Bagaimana alternatif cara untuk meningkatkan kinerja ruas jalan Profesor Dr.

Hamka kota Probolinggo ?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari study ini adalah :

1. Mengetahui kinerja ruas jalan Prof. Dr. Hamka kota Probolinggo pada saat ini.

2. Mengetahui kinerja ruas jalan Prof. Dr. Hamka kota Probolinggo untuk 5 tahun yang

akan datang.

(5)

3. Mengetahui alternatif pemecahan masalah lalu lintas yag terjadi untuk meningkatkan kinerja ruas jalan Profesor Dr. Hamka kota Probolinggo.

1.5 Manfaat Penelitian

Diharapkan penulisan penelitian ini dapat membantu penulis dalam menerapkan ilmu Teknik sipil yang sudah dipelajari serta dapat menambah wawasan bagi penulis selain itu juga memberikan gambaran keadaan lalu intas pada ruas jalan Profesor Dr.

Hamka kota Probolinggo serta mampu memberikan pemecahan masalah lalu lintas guna menigkatkan efektifitas dan pergerakan masyarakat kota Probolinggo pada khususnya, dan menjaga tingkat pelayanan jalan yang baik.dan juga sebagai pertimbangan instansi terkait untuk mengambil kebijakan dalam peningkatan kinerja ruas jalan yang ada.

1.6 Batasan Masalah

1. Lokasi penelitian di Jalan Prof. Dr. Hamka kota Probolinggo Provinsi Jawa Timur pada STA 0+000 – Sta. 2+500

2. Volume puncak dibatasi pada saat jam sibuk pagi pukul 06.00-08.00 dan sore pukul 15.00-16.00

3. Prosedur perhitungan kinerja ruas jalan perkotaan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Dirjen Bina Marga, februari 1997.

4. Hanya mengidentifikasi mengenai geometrik jalan, karakteristik lalu lintas dan

pengguna jalan pada ruas Jalan Prof. Dr. Hamka.

Referensi

Dokumen terkait

Seluruh percobaan adorpsi yang digunakan menggunakan karbon aktif kulit jeruk mengikuti model isoterm adsorpsi Temkin dan model kinetika adsorpsi pseudo orde dua,

Sharp (1964), Litner (1965), Mossin (1966) memperkenalkan Capital Asset Pricing Model (CAPM) yang merupakan salah satu model penilaian aset yang menggambarkan hubungan

Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang pengembangan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi yang berbasiskan pada 4 subtansi kajian yakni Pancasila,

Metode wavelet nonlinier yang disebut juga sebagai metode wavelet thresholding merupakan suatu metode wavelet yang didasarkan pada prinsip penyusutan koefisien-koefisien

Namun dalam praktiknya pada proses pembubaran Perseroan Terbatas dan likuidasi banyak terdapat permasalahan-permasalahan yang tidak tertampung dalam

Seperti dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa sekularisasi yang dilancarkan Mustafa Kemal tidak bemaksud menghilangkan agama, tetapi menghilangkan kekuasaan

setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih- lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”. Dari ayat tersebut dapat

KSPPS Tamzis cabang Ujungberung Bandung adalah satu lembaga keuangan yang bergerak dengan sistem syariah yang tidak lepas dari Fatwa DSN sebagai legalitas produk-produk