• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA/ TERM OF REFERENCE KEMENKEU CORPU OPEN CLASS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KERANGKA ACUAN KERJA/ TERM OF REFERENCE KEMENKEU CORPU OPEN CLASS"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE KEMENKEU CORPU OPEN CLASS

“Pengembangan Kompetensi Kerja Sama untuk Pelaksana Guna Persiapan Menghadapi Uji Kompetensi”

I. Latar Belakang

Salah satu isu yang mengemuka seiring dengan disahkannya Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara adalah manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mensyaratkan adanya penerapan sistem merit. Penerapan sistem merit ini bertujuan untuk memastikan jabatan yang ada di birokrasi pemerintah diduduki pegawai yang memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai. Sehingga melalui penerapan sistem merit, tujuan pembangunan bidang SDM Aparatur untuk mewujudkan pegawai ASN yang profesional, berintegritas, netral dan berkinerja tinggi dapat diwujudkan.

Mengacu kepada pengaturan dalam UU ASN tersebut, telah diterbitkan PP No 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan PP No 30 tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS yang selanjutnya diikuti dengan pengaturan dalam bentuk Permenpan-RB No 38 tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan dan Permenpan-RB No 40 tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Merit. Dalam peraturan-peraturan tersebut, pengangkatan, mutasi, promosi, penggajian, penghargaan dan pengembangan karier pegawai harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja pegawai.

Kompetensi yang dimaksud terdiri dari tiga kelompok kompetensi yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosio-kultural.

Serangkaian peraturan tersebut di atas membawa konsekuensi bagi para ASN dalam mengelola diri dan kinerjanya agar tetap dapat eksis dalam karir dan pekerjaannya. Hal ini perlu diperhatikan mengingat setiap ASN akan selalu dievaluasi kinerja dan kompetensinya tatkala menjalankan amanah selaku ASN. Agar profil ASN yang profesional, berintegritas, netral, dan berkinerja tinggi tersebut dalam dipenuhi, setiap ASN wajib memperhatikan pemenuhan kompetensi yang dipersyaratkan dalam jabatan yang diembannya dan melakukan pengembangan kompetensi tersebut di masa depan sehingga dapat memenuhi kebutuhan jabatan pada level yang lebih tinggi.

Kompetensi manajerial adalah kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan,

ketrampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan untuk memimpin

dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi ini wajib dimiliki oleh ASN dengan level kompetensi

yang berbeda sesuai dengan jabatan yang diembannya. Jabatan adalah kedudukan yang

menunjukkan fungsi, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang pegawai ASN dalam

(2)

suatu satuan organisasi. Untuk jabatan pelaksana, setiap ASN yang mengemban jabatan tersebut harus memiliki delapan kompetensi manajerial dengan tingkat/level kemahiran minimal 1 yang berarti ASN tersebut sudah paham atau dalam masa pengembangan kompetensi-kompetensi tersebut yang ditandai dengan kriteria-kriteria berikut:

1. mengindikasikan kemampuan melaksanakan tugas/pekerjaan teknis sederhana dengan proses dan aturan yang jelas, memerlukan pengawasan langsung/bantuan dari orang lain;

2. mengindikasikan penguasan pengetahuan dan keterampilan yang tidak memerlukan pelatihan khusus;

3. mengindikasikan memiliki pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip teori dan praktek, namun masih memerlukan pengawasan langsung dan/atau bantuan pihak lain; dan

4. mengindikasikan kemampuan bertanggungjawab atas pekerjaan sendiri.

Selanjutnya kriteria-kriteria tersebut dioperasikan melalui indikator perilaku-perilaku tertentu yang mencerminkan penguasaan level kompetensi tersebut secara lebih spesifik sebagaimana telah diatur dalam kamus kompetensi manajerial.

Kompetensi Kerja Sama merupakan salah satu nama kompetensi manajerial yang berhubungan dengan kemampuan dalam menjalin, membina, mempertahankan hubungan kerja yang efektif, memiliki komitmen saling membantu dalam penyelesaian tugas, dan mengoptimalkan segala sumberdaya untuk mencapai tujuan strategis organisasi. Setiap ASN pengemban jabatan pelaksana wajib memiliki kompetensi ini dengan kemahiran/penguasaan kompetensi di level 1. Di level 1, seorang pelaksana harus mampu berpartisipasi dalam kelompok kerja. Pemenuhan atas level 1 ini ditandai dengan adanya bukti perilaku yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memiliki kemampuan berpartisipasi sebagai anggota tim yang baik, melakukan tugas/bagiannya, dan mendukung keputusan tim serta mampu mendengarkan dan menghargai masukan dari orang lain dan memberikan usulan-usulan bagi kepentingan tim. Selain itu, yang bersangkutan juga harus terbukti bisa bekerja sama dalam interaksi formal dan informal.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, edukasi terkait dengan pengembangan kompetensi perlu dilakukan kepada para ASN pengemban jabatan pelaksana agar memiliki pemahaman yang tepat. Dengan pemahaman yang tepat, para ASN pengemban jabatan pelaksana diharapkan dapat terpacu untuk mengembangkan kompetensi pada level yang lebih tinggi dari tuntutan jabatan yang diemban saat ini. Kompetensi tinggi yang dimiliki para ASN akan memberikan dukungan kepada organisasi untuk mewujudkan pencapaian kinerja organisasi yang lebih tinggi pula. Selain itu, para ASN diharapkan memiliki sikap mental yang positip tatkala mengikuti proses asesmen kompetensi untuk dapat menampilkan kompetensi terbaik yang sudah dimilikinya sehingga akan memudahkan organisasi untuk mendapatkan profil kompetensi yang sesungguhnya dari para pegawainya dalam rangka pengembangan kompetensi dan rencana karir mereka.

(3)

II. Maksud dan Tujuan A. Maksud Kegiatan

Kegiatan Kemenkeu Corpu Open Class dengan tema “Pengembangan Kompetensi Kerja Sama untuk Pelaksana Guna Persiapan Menghadapi Uji Kompetensi” ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan edukasi terkait pengembangan Kompetensi Kerja Sama dan hubungannya dengan Uji Kompetensi kepada para ASN pengemban jabatan pelaksana.

B. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan membantu para ASN pengemban jabatan pelaksana untuk membantu dalam rangka pengembangan kompetensi terkait Kompetensi Kerja Sama serta mempersiapkan diri dalam menghadapi Uji Kompetensi.

III. Kegiatan yang Dilaksanakan A. Uraian Kegiatan

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Kemenkeu Corpu Open Class: Pengembangan Kompetensi Kerja Sama untuk Pelaksana Guna Persiapan Menghadapi Uji Kompetensi.

B. Peserta Kegiatan

Peserta Kegiatan ini adalah ASN pengemban jabatan pelaksana.

C. Narasumber

Narasumber kegiatan ini adalah Widyaiswara Balai Diklat Kepemimpinan Magelang:

Sampurna Budi Utama dan narasumber tamu yang direncanakan berasal dari KLIP Pajak dengan status pelaksana yang pernah mengikuti dan memenangkan pernghargaan pada ajang Contact Center Word Contest.

IV. Indikator Keluaran Kegiatan

Kegiatan Kemenkeu Corpu Open Class: Pengembangan Kompetensi Kerja Sama untuk Pelaksana Guna Persiapan Menghadapi Assessmen Kompetensi.

V. Cara Pelaksanaan Kegiatan A. Penyampaian Materi

Penyampaian materi oleh narasumber yang mencakup hal sebagai berikut:

1. Konsepsi Kerja Sama

2. Kompetensi Kerja Sama pada level 1 menurut Kamus Kompetensi.

3. Sharing pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan Kompetensi Kerja Sama.

B. Tanya jawab dan quiz

Sesi ini dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik dan mengukur pemahaman peserta

terkait materi yang disampaikan oleh narasumber.

(4)

VI. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan akan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2021 pukul 08.00-10.30 WIB.

VII. Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatan

A. Penanggungjawab kegiatan : Kepala Balai Diklat Kepemimpinan

B. Pelaksana kegiatan : Sampurna Budi Utama selaku Widyaiswara, narasumber tamu serta Pegawai BDPim sesuai dengan penugasan.

VIII. Jadwal Kegiatan

No. Pukul Kegiatan Keterangan

1. 08.00-08.15

Peserta memasuki Zoom Cloud Meetings

Tim Panitia

• Memastikan audio off pada saat KCOC dimulai

• Pertanyaan mulai dibagikan melalui slido

2. 08.15-08.20 Laporan Pembukaan Kepala Balai Diklat Kepemimpinan

Menyampaikan Laporan Pembukaan KCOC

08.20-08.35 Pembukaan Kepala Pusdiklat PSDM

Opening Speech

3. 08.35-10.05 Penyampaian Materi

• Sampurna Budi Utama

• Narasumber Tamu

Penyampaian Materi oleh Narasumber

4. 10.05-10.20 Tanya Jawab dan Quiz

Sampurna Budi Utama dan panitia

Berdasarkan hasil tanya jawab dan quiz, Doorprize akan diberikan kepada peserta yang memenuhi dua kriteria:

-skor quiz tertinggi (2 orang) -pertanyaan menarik (1 orang).

5. 10.20-10.30 Penutupan Tim Panitia Penutupan dan Foto Bersama

Catatan:

Hadiah doorprize akan dikirimkan via pos oleh Balai Diklatpim, hadiah merupakan donasi pribadi dari Narasumber.

Bentuk hadiah berupa 3 buah buku “Ubah Pola Pikir Anda: Rahasia Perubahan Hidup dan Transformasi Diri Menuju

Sukses” diberikan kepada pemenang quiz dan penanya terbaik.

(5)

IX. Pembiayaan

Segala pengeluaran biaya terkait penyelenggaraan Kemenkeu Corpu Open Class ini dibebankan pada DIPA Balai Diklat Kepemimpinan

Mengetahui,

Kepala Balai Widyaiswara

Referensi:

Undang-Undang No 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

Peraturan Pemerintah No 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Peraturan Pemerintah No 30 tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS.

Permenpan-RB No 38 tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan.

Permenpan-RB No 40 tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Merit.

Ditandatangani secara elektronik Sampurna Budi Utama

Ditandatangani secara elektronik Endang Widajati

Referensi

Dokumen terkait

b. bahan perencanaan pendayagunaan air tanah, terutama untuk penerbitan rekomendasi teknik penggunaan air tanah yang meliputi pemakaian air tanah dan pengusahaan air

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menstabilkan kandungan unsur logam berat dengan menggunakan proses hidrotermal, dimana dalam penelitian ini yang dikaji

Berdasarkan hasil di atas diketahui bahwa dari 25 responden, 3 responden pada kelompok kontrol yang mempunyai nilai NSDA di akhir penelitian lebih rendah

Pengiriman informasi dalam dunia teknologi informasi khususnya teknologi komunikasi data dengan menggunakan SMS sudah dianggap cukup cepat dan akurat, namun tetap

Laboratorium Hidrolika Lingkungan merupakan salah satu laboratorium yang ada di Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Andalas yang ditujukan untuk menunjang kegiatan

Objek Pajak Penghasilan adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak (WP), baik yang berasal dari Indonesia

Kata kunci: Badan Layanan Umum, peraturan Menteri Dalam Negeri No.61 tahun 2007, implementasi PPK-BLU, fleksibilitas PPK-BLUD, rasio keuangan, Indikator Kinerja Keuangan

Satgas RPIJM daerah perlu merumuskan strategi peningkatan investasi pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya, yang