• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KETAHANAN NASIONAL PROVINSI BANTEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KETAHANAN NASIONAL PROVINSI BANTEN"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KETAHANAN NASIONAL

PROVINSI BANTEN

2014

LABORATORIUM PENGUKURAN KETAHANAN NASIONAL

LEMHANNAS RI

(2)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten     i   

KATA PENGANTAR

Ass. Wr. Wb.

Buku Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten Tahun 2014 ini dibuat

berdasarkan MOU antara Gubernur Provinsi Banten dengan Gubernur Lemhannas RI

No. 100/1-Huk/2010 - PKS/03/I/2010 Tanggal 13 Januari 2010. Buku memuat tentang

potret ketahanan nasional provinsi tahun 2014 yang merupakan updating dari potret

ketahanan nasional provinsi tahun 2013.

Potret Ketahanan Nasional yang disajikan dalam buku ini adalah potret

ketahanan nasional secara agregat, per gatra, variabel, maupun indikator

berdasarkan sistem pengukuran ketahanan nasional yang dikembangkan Lemhannas

RI. Pembuatan potret ketahanan nasional ini didasarkan pada hasil koordinasi yang

cukup intensif dengan para akademisi dan pemangku kepentingan baik pada tingkat

pusat, maupun daerah melalui Focus Group Discussion (FGD), serta analisis

mendalam terhadap data sekunder yang kami peroleh.

Ada dua macam data yang digunakan, yaitu data kuantitatif (berkaitan dengan

kinerja pembangunan) dan data kualitatif (berkaitan dengan kebijakan). Data

kuantitatif sebagian besar berbasis pada data tahun 2013 yang diperoleh dari BPS,

Bank Indonesia, BPS Provinsi dan Bappeda Provinsi. Sedangkan data kebijakan

berbasis pada data tahun 2014 yang diperoleh dari hasil FGD baik dengan jajaran

Pemerintah (Kementerian, BPS, Bappenas, TNI dan Polri), maupun Pemerintah

Daerah (Bappeda Provinsi dan BPS Provinsi) serta Akademisi.

Keberhasilan kami menyajikan potret Ketahanan Nasional Provinsi ini sangat

tergantung pada kelengkapan dan akurasi data yang dikirimkan oleh masing-masing

Provinsi kepada kami. Oleh karena itu kami berharap Provinsi Banten selalu

mengirimkan data yang kami perlukan tersebut tepat waktu, sehingga kami dapat

segera mengirim Profil Ketahanan Nasional Provinsi yang selalu up to date.

Kami juga berharap masukan dari pembaca dalam rangka penyempurnaan

buku ini.

Semoga informasi yang disampaikan dalam buku ini bermanfaat.

Wass. Wr. Wb.

Gubernur Lemhannas RI

(3)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Pengertian Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamik suatu bangsa meliputi

seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan

ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan

nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,

hambatan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang

langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas,

kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan

nasionalnya (Lemhannas RI, 2008). Ketahanan nasional dapat digolongkan

menjadi delapan gatra, meliputi gatra geografi, demografi dan sumber

kekayaan alam sebagai gatra alamiah (natural determinants) serta gatra

ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan

sebagai gatra sosial (social determinants).

Ketahanan nasional dapat didekati melalui dua pendekatan, yakni

pendekatan enjiniring (engineering approach) dan pendekatan sosial (social

approach). Pendekatan enjiniring melihat ketahanan nasional sebagai suatu

kemampuan untuk cepat kembali ke bentuk dan posisi semula pada saat terjadi

tekanan, benturan atau pembengkokan. Pendekatan sosial memandang

ketahanan nasional sebagai kemampuan merespon, beradaptasi dan

berinteraksi dengan lingkungan (Muladi, 2007).

1.2

Model Pengukuran Ketahanan dan Simulasi Kebijakan

Model pengukuran ketahanan nasionaldan simulasi kebijakan berkaitan

dengan; dimensi pengukuran, penentuan bobot, penentuan skor (peringkat),

dan simulasi kebijakan.

(4)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

2

1.2.1

Dimensi Pengukuran

Pengukuran ketahanan nasional meliputi 3 dimensi, yaitu (1) dimensi

gatra, (2) dimensi wilayah/spasial, dan (3) dimensi waktu.

Dimensi gatra adalah pengukuran ketahanan nasional melalui

pengukuran ketahanan masing-masing gatra, kemudian diagregasikan menjadi

ketahanan nasional. Berdasarkan dimensi ini ketahanan nasional adalah

resultante dan agregasi menyeluruh dari ketahanan masing-masing gatra.

Setiap gatra dirinci menjadi beberapa aspek, aspek dirinci menjadi beberapa

variabel, dan variabel dirinci lagi menjadi beberapa indikator. Secara umum

dinamika dari setiap variabel diukur dengan melihat dua indikator penting, yaitu

(a) indikator kebijakan dan (b) indikator kinerja. Oleh karena itu dalam setiap

variabel selalu ada indikator kebijakan dan indikator-indikator kinerja yang

merupakan implikasi dari kebijakan tersebut. Setiap indikator dinilai

berdasarkan parameter yang terukur.

Aspek, variabel dan indikator masing-masing gatra berbeda satu sama

lain sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing gatra. Jumlah aspek,

variabel dan indikator untuk setiap gatra dapat dilihat pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1

Jumlah Aspek, Variabel dan Indikator dalam Gatra

No Gatra Aspek Variabel Indikator

1

Geografi

7

9

52

2

Demografi

3

7

47

3

Sumber Kekayaan Alam

3

8

146

4 Ideologi

5

14

99

5 Politik

6

18

108

6 Ekonomi

5

20

127

7 Sosial Budaya

4

12

132

8 Pertahanan danKeamanan

4

20

110

Jumlah

37

108

821*

* Mengingat ketersedian data, jumlah indikator yang disertakan dalam

perhitungan baru mencapai 421 indikator.

(5)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

3

Dimensi wilayah/spasial adalahpengukuran ketahanan nasional

melalui pengukuran ketahanan pada masing-masing wilayah yang berada

dalam lingkup nasional atau negara. Ketahanan nasional adalah resultante

menyeluruh dari ketahanan pada masing-masing wilayah.

Dimensi waktu. Pengukuran melalui pendekatan ini bermakna bahwa

kondisi ketahanan nasional sangat tergantung pada waktu pengukuran

ketahanan nasional tersebut dilakukan. Oleh karena itu pengukuran ketahanan

nasional perlu dilakukan secara periodik dalam rangka mengetahui posisi

ketahanan nasional pada saat itu dan kecenderungannya.

1.2.2

Penentuan Bobot

Setiap indikator, variabel, dan gatra diberi bobot sesuai dengan

kontribusi masing masing terhadap ketahanan nasional. Bobot indikator

ditentukan sesuai dengan besarnya kontribusi indikator tersebut terhadap

ketahanan suatu variabel. Bobot variabel ditentukan sesuai dengan kontibusi

variabel tersebut terhadap ketahanan suatu gatra. Demikian juga bobot gatra

ditentukan sesuai dengan kontribusi gatra tersebut terhadap ketahanan

nasional atau ketahanan nasional di daerah. Bobot pada masing-masing

wilayah dapat berbeda tetapi dapat juga samadengan bobot pada tingkat

nasional tergantung dari karakteristik indikator, variabel atau gatra pada

masing-masing wilayah.

Ada tiga metode yang digunakan untuk menentukan bobot gatra,

variabel, maupun indikator. Pertama, metode ranking atau skala prioritas,

kedua, metode expert judgment (penilaian pakar), dan ketiga metode

kombinasi (Pidd, 2003; Robert, dkk, 1989).

Metode ranking. Metode ini dilakukan dengan tahapan sebagai

berikut. Pertama, ditentukan ranking gatra, variabel, atau indikator. Kedua,

dilakukan konversi terhadap ranking skala prioritas tersebut. Ketiga, ditentukan

bobotnya. Metode ini mengandung kelemahan yaitu dimungkinkan adanya

perbedaan besaran yang ekstrim antara bobot untuk ranking pertama dengan

(6)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

4

bobot ranking terakhir manakala jumlah gatra, variabel, atau indikatornya

banyak.

Metode expert judgment. Dengan metode ini bobot ditentukan secara

langsung melalui judgment pakar (dalam hal ini adalah dewan pakar) yang telah

teruji dan diakui kepakarannya. Metode ini digunakan untuk mengatasi

kelemahan di dalam metode ranking. Kelemahan utama dari metode ini adalah

bobot tergantung dari objektivitas dan kompentensi para pakar. Oleh karena itu

penentuan bobot harus dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang

melibatkan para pemangku kepentingan, berlandaskan pada fakta, pengalaman

dan pengetahuan masing-masing peserta FGD.

Metode kombinasi. Metode ini dilakukan dengan mengkombinasikan

antara metode ranking dengan expert judgment. Metode ini digunakan untuk

mengatasi kelemahan-kelemahan dari kedua metode sebelumnya. Prosedur

metode ini adalah sebagai berikut. Pertama, penentuan bobot dilakukan

berdasarkan metode ranking. Kedua, bobot yang dihasilkan berdasarkan

metode ranking tersebut divalidasi kembali oleh para pakar dan pemangku

kepentingan.

1.2.3

Penentuan Skor (Peringkat)

Setiap indikator dinilai dan diberi skor (peringkat), yaitu: (1) Rawan, (2)

Kurang tangguh, (3) Cukup tangguh, (4) Tangguh dan (5) Sangat tangguh

dengan menggunakan parameter terukur. Penentuan skor dilakukan dengan

menggunakan benchmark dengan

”competitors”, norma atau perbandingan

dengan masa lalu.

Peringkat ketahanan pada level variabel, gatra, dan agregasinya

dilakukan dengan perhitungan matematik sehingga diperoleh konversi indeks

dan simbol warna seperti terlihat pada Tabel 1.2.

(7)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

5

Tabel 1.2

Peringkat Ketahanan

Peringkat Ketahanan

Konversi

Indeks

Simbol

Warna

Makna Strategis

Rawan

1,0 – 1,8

Merah

Alert

Kurang Tangguh

> 1,8 – 2,6

Kuning

Warning

Cukup Tangguh

> 2,6 – 3,4

Hijau

Moderate

Tangguh

> 3,4 – 4,2

Biru

Sangat Tangguh

> 4,2 – 5,0

Ungu

Sustainable

Makna dari kelima peringkat ketahanan tersebut adalah sebagai

berikut.

Rawan. Ketahanan nasional dikatakan rawan apabila kondisi dinamik

nasional yang berisi keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi dan

mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang

datang dari luar maupun dari dalam berada pada kondisi yang sangat lemah.

Dalam kondisi ini ancaman sekecil apapun dapat membahayakan integritas,

identitas dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Kondisi ini disebut juga

alert.

Kurang Tangguh. Ketahanan nasional dikatakan kurang tangguh

apabila keuletan dan ketangguhan bangsa berada pada kondisi lemah.

Maknanya adalah dalam jangka pendek negara masih dapat bertahan dari

berbagai macam tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang

berasal dari luar maupun dalam. Namun apabila tidak segera ada perbaikan

yang signifikan terhadap kondisi dinamik yang lemah tersebut, maka dalam

jangka panjang ancaman dan gangguan tersebut akan menggoyahkan

stabilitas nasional. Kondisi ini disebut juga warning.

Cukup Tangguh. Ketahanan nasional dikatakan cukup tangguh

apabila keuletan dan ketangguhan bangsa berada pada kondisi cukup

memadai dalam menghadapi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan

baik yang berasal dari luar maupun dari dalam. Setiap pilar kehidupan

berbangsa dan bernegara juga cukup memadai dalam merespon berbagai

tuntutan perubahan yang muncul. Namun ada beberapa kelemahan internal

(8)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

6

yang perlu segera diperbaiki agar ancaman dan gangguan tidak sampai

melemahkan stabilitas dan integritas nasional. Kondisi ini merupakan tahap

awal dari kondisi moderate.

Tangguh. Ketahanan nasional dikatakan tangguh apabila keuletan

dan ketangguhan bangsa berada pada kondisi baik. Dalam kondisi ini segenap

tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dari luar maupun dari

dalam dapat diatasi. Setiap pilar kehidupan berbangsa dan bernegara berada

pada posisi baik dalam merespon berbagai tuntutan perubahan yang muncul.

Akan tetapi harus tetap diwaspadai adanya gangguan dan ancaman yang

berkepanjangan baik dari luar maupun dari dalam,yang akan melemahkan

stabilitas dan integritas nasional. Kondisi ini lebih baik dari kondisi cukup

tangguh, masih berada dikelompok moderate, dalam pemantapan menuju ke

sustainable.

Sangat Tangguh. Ketahanan nasional dikatakan sangat tangguh

apabila keuletan dan ketangguhan bangsa berada pada kondisi sangat baik

dan prima. Dalam kondisi ini segenap tantangan, ancaman, hambatan dan

gangguan baik dari luar maupun dari dalam yang mengancam integritas,

identitas dan kelangsungan hidup bangsa dan negara dapat diatasi dengan

baik. Ancaman dan gangguan tersebut tidak akan menggoyahkan ketahanan

nasional, bahkan dapat diubah menjadi peluang (opportunity). Kondisi ini

disebut juga sustainable.

1.2.4

Simulasi Kebijakan

Simulasi kebijakan dilakukan dengan mencari hubungan korelasional

dan kausalitas antar indikator, variabel, dan gatra. Hubungan korelasional

diperlukan untuk menganalisis seberapa kuat dan bagaimana arah dari

hubungan masing-masing indikator, variabel dan gatra. Hubungan kausalitas

antar indikator diukur menggunakan persamaan regresi. Hubungan kausalitas

ini yang digunakan sebagai basis dalam melakukan simulasi kebijakan publik.

(9)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

7

Simulasi kebijakan publik dilakukan dalam rangka:

1.

Merumuskan isu-isu strategis baik pada tingkat nasional maupun wilayah

berdasarkan hasil pengukuran, penyebab serta implikasinya.

2.

Menganalisis alternatif kebijakan publik berdasarkan isu-isu strategis dan

simulasi.

3.

Memprediksi dampak potensial dari kebijakan tersebut sehingga dapat

dilakukan langkah-langkah antisipatif baik yang bersifat pencegahan

maupun penanggulangan.

(10)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

8

BAB II

HASIL PENGUKURAN DAN SIMULASI

Berdasarkan hasil studi tahun 2014, hasil pengukuran ketahanan

nasional untuk wilayah Provinsi Banten adalah sebagai berikut; skor agregat

untuk indeks ketahanan nasional provinsi ini adalah 2,77 atau cukup tangguh

(moderate). Skor tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan skor rata-rata

provinsi (2,76).

Pada halaman-halaman berikut ini disajikan hasil pengukuran

ketahanan nasional dalam bentuk grafik, tabel, dan peta beserta rekomendasi

kebijakan publik dengan rincian sebagai berikut:

1.

Indeks Ketahanan Nasional dan Posisi Provinsi (Studi Tahun 2014)

2.

Indeks Ketahanan Nasional: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

3.

Indeks Ketahanan Gatra Geografi dan Posisi Provinsi (Studi Tahun 2014)

4.

Indeks Ketahanan Gatra Geografi: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

5.

Indeks Ketahanan Gatra Demografi dan Posisi Provinsi (Studi Tahun

2014)

6.

Indeks Ketahanan Gatra Demografi: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

7.

Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam dan Posisi Provinsi

(Studi Tahun 2014)

8.

Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam: Hasil Studi 4 Tahun

Terakhir

9.

Indeks Ketahanan Gatra Ideologi dan Posisi Provinsi (Studi Tahun 2014)

10. Indeks Ketahanan Gatra Ideologi: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

11. Indeks Ketahanan Gatra Politikdan Posisi Provinsi (Studi Tahun 2014)

12. Indeks Ketahanan Gatra Politik: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

13. Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi dan Posisi Provinsi (Studi Tahun 2014)

14. Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

15. Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya dan Posisi Provinsi (Studi Tahun

2014)

16. Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya: Hasil Studi 4 Tahun Terakhir

17. Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan dan Posisi Provinsi

(11)

Profil Ketahanan Nasional Provinsi Banten

9

18. Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan: Hasil Studi 4 Tahun

Terakhir

19. Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah Provinsi Banten

20. Indeks Ketahanan Gatra Geografi Provinsi Banten

21. Indeks Ketahanan Gatra Demografi Provinsi Banten

22. Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam Provinsi Banten

23. Indeks Ketahanan Gatra Ideologi Provinsi Banten

24. Indeks Ketahanan Gatra Politik Provinsi Banten

25. Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi Provinsi Banten

26. Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya Provinsi Banten

(12)

INDEKS KETAHANAN NASIONAL DAN POSISI PROVINSI 32 Cukup Tangguh 1 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 32 97,0% Kurang Tangguh 1 3,0% Total: 33 100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah (Provinsi)

1,0 1,8 2,6 3,4 4,2 5,0

IKG DEMOGRAFI IKG EKONOMI

IKG GEOGRAFI

IKG IDEOLOGI

IKG PERTAHANAN DAN KEAMANAN

IKG POLITIK IKG SOSIAL BUDAYA

IKG SUMBER KEKAYAAN ALAM

2,87 2,98 2,45 2,12 2,75 2,68 1,92 2,56

Komposisi Gatra dalam Indeks Ketahanan Nasional

4 Cukup Tangguh 4 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 4 50,0% Kurang Tangguh 4 50,0% Total: 8 100,0%

Komposisi Gatra dalam Indeks Ketahanan Nasional

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,56

Indeks Ketahanan Nasional

ACEH 2,65 SUMATERA UTARA 2,75 SUMATERA BARAT 2,90 RIAU 2,77 JAMBI 2,76 SUMATERA SELATAN 2,76 BENGKULU 2,72 LAMPUNG 2,82

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2,82

KEPULAUAN RIAU 2,74 DKI JAKARTA 2,76 JAWA BARAT 2,78 JAWA TENGAH 2,91 BANTEN 2,77 JAWA TIMUR 2,72 D.I. YOGYAKARTA 2,98 BALI 2,90

NUSA TENGGARA BARAT 2,76

NUSA TENGGARA TIMUR 2,64

KALIMANTAN BARAT 2,66 KALIMANTAN TENGAH 2,71 KALIMANTAN SELATAN 2,73 KALIMANTAN TIMUR 2,80 SULAWESI UTARA 2,74 SULAWESI TENGAH 2,71 SULAWESI SELATAN 2,77 SULAWESI TENGGARA 2,73 GORONTALO 2,79 SULAWESI BARAT 2,81 MALUKU 2,73 MALUKU UTARA 2,70 PAPUA 2,55 PAPUA BARAT 2,62

(13)

INDEKS KETAHANAN NASIONAL: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014 Indeks Ketahanan Nasional di Provinsi

25 Cukup Tangguh 8 Kurang Tangguh 2011 27 Cukup Tangguh 6 Kurang Tangguh 2012 29 Cukup Tangguh 4 Kurang Tangguh 2013 32 Cukup Tangguh 1 Kurang Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Nasional pada 33 Provinsi

2011 2012 2013 2014 2,61 2,68 2,72 2,66 2,70 2,74 2,69 2,62 2,66 2,81 2,65 2,70 2,72 2,70 2,60 2,71 2,87 2,73 2,73 2,73 2,68 2,65 2,75 2,90 2,77 2,76 2,76 2,72 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(14)

2,70 2,68 2,72 2,76 2,69 2,89 2,77 2,68 2,69 2,96 2,63 2,54 2,56 2,78 2,66 2,71 2,69 2,60 2,69 2,58 2,73 2,72 2,55 2,58 2,51 2,55 2,68 2,69 2,68 2,64 2,77 2,69 2,92 2,97 2,64 2,67 2,87 2,77 2,48 2,54 2,74 2,65 2,72 2,69 2,59 2,69 2,69 2,74 2,75 2,61 2,57 2,53 2,55 2,69 2,78 2,72 2,68 2,76 2,74 2,85 2,97 2,69 2,72 2,87 2,71 2,53 2,61 2,67 2,68 2,74 2,69 2,66 2,70 2,71 2,74 2,80 2,66 2,66 2,58 2,54 2,71 2,82 2,82 2,74 2,76 2,78 2,91 2,98 2,72 2,77 2,90 2,76 2,64 2,66 2,71 2,73 2,80 2,74 2,71 2,77 2,73 2,79 2,81 2,73 2,70 2,62 2,55 2,76 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(15)

INDEKS KETAHANAN GATRA GEOGRAFI DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,45

Indeks Ketahanan Gatra Geografi

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 Batas Wilayah Bentuk Wilayah Penggunaan Lahan Kepadatan Penduduk Iklim Risiko Bencana

Sarana dan Prasarana

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)

1,29 2,25 2,43 4,33 4,78 2,88 1,47 2,50

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Geografi 22 Cukup Tangguh 11 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 22 66,7% Kurang Tangguh 11 33,3% Total: 33100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Geografi di Wilayah (Provinsi)

1 Cukup Tangguh 2 Sangat Tangguh 2 Rawan 3 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 1 12,5% Sangat Tangguh2 25,0% Rawan 2 25,0% Kurang Tangguh3 37,5% Total: 8100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Geografi

ACEH 2,79 SUMATERA UTARA 2,47 SUMATERA BARAT 2,93 RIAU 2,89 JAMBI 2,83 SUMATERA SELATAN 2,69 BENGKULU 2,64 LAMPUNG 2,82

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2,94

KEPULAUAN RIAU 2,38 DKI JAKARTA 1,99 JAWA BARAT 3,05 JAWA TENGAH 2,98 BANTEN 3,08 JAWA TIMUR 2,44 D.I. YOGYAKARTA 2,19 BALI 3,04

NUSA TENGGARA BARAT 2,56

NUSA TENGGARA TIMUR 2,28

KALIMANTAN BARAT 3,04 KALIMANTAN TENGAH 3,29 KALIMANTAN SELATAN 3,12 KALIMANTAN TIMUR 2,68 SULAWESI UTARA 2,51 SULAWESI TENGAH 2,85 SULAWESI SELATAN 2,89 SULAWESI TENGGARA 2,51 GORONTALO 2,97 SULAWESI BARAT 2,43 MALUKU 2,57 MALUKU UTARA 2,77 PAPUA 2,99 PAPUA BARAT 3,24

(16)

INDEKS KETAHANAN GATRA GEOGRAFI: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Geografi di Provinsi

24 Cukup Tangguh 9 Kurang Tangguh 2011 24 Cukup Tangguh 9 Kurang Tangguh 2012 25 Cukup Tangguh 8 Kurang Tangguh 2013 22 Cukup Tangguh 11 Kurang Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Geografi pada 33 Provinsi

2011 2012 2014 2013 2,79 2,51 2,66 2,62 2,83 2,79 2,64 2,79 2,59 2,83 2,62 2,83 2,74 2,64 2,79 2,52 2,93 2,62 2,83 2,74 2,64 2,79 2,47 2,93 2,89 2,83 2,69 2,64 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(17)

2,94 2,86 2,40 2,41 3,05 3,01 2,45 2,86 2,97 3,00 2,59 2,28 2,77 3,29 2,74 2,82 2,51 2,46 2,76 2,87 2,62 2,75 2,41 2,72 3,04 3,12 2,74 2,68 2,86 2,10 2,50 3,05 3,01 3,19 2,23 2,98 2,84 2,83 2,28 2,72 3,29 2,95 2,82 2,51 2,49 2,72 2,73 2,81 2,75 2,45 2,41 3,26 3,15 2,75 2,85 2,94 2,41 2,20 3,05 2,83 2,69 2,44 3,08 3,02 2,68 2,28 3,04 3,29 3,00 2,74 2,51 2,85 2,69 2,31 2,97 2,75 2,53 2,71 3,24 3,08 2,77 2,82 2,94 2,38 1,99 3,05 2,98 2,19 2,44 3,08 3,04 2,56 2,28 3,04 3,29 3,12 2,68 2,51 2,85 2,89 2,51 2,97 2,43 2,57 2,77 3,24 2,99 2,75 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(18)

INDEKS KETAHANAN GATRA DEMOGRAFI DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,87

Indeks Ketahanan Gatra Demografi

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 Fertilitas Mortalitas Komposisi Penduduk Morbiditas Partisipasi ekonomi Mobilitas Spasial Mobilitas Sosial 2,93 3,38 4,65 2,67 3,62 2,63 2,73

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Demografi 1 Tangguh 31 Cukup Tangguh 1 Kurang Tangguh Tangguh 1 3,0% Cukup Tangguh 31 93,9% Kurang Tangguh 1 3,0% Total: 33100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Demografi di Wilayah (Provinsi) 1 Tangguh 5 Cukup Tangguh 1 Sangat Tangguh Tangguh 1 14,3% Cukup Tangguh 5 71,4% Sangat Tangguh1 14,3% Total: 7100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Demografi ACEH 2,65 SUMATERA UTARA 2,76 SUMATERA BARAT 2,93 RIAU 2,79 JAMBI 2,86 SUMATERA SELATAN 3,00 BENGKULU 2,89 LAMPUNG 3,26

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 3,12

KEPULAUAN RIAU 3,17 DKI JAKARTA 3,39 JAWA BARAT 2,97 JAWA TENGAH 3,14 BANTEN 3,07 JAWA TIMUR 2,89 D.I. YOGYAKARTA 3,45 BALI 3,22

NUSA TENGGARA BARAT 2,68

NUSA TENGGARA TIMUR 3,00

KALIMANTAN BARAT 2,69 KALIMANTAN TENGAH 2,88 KALIMANTAN SELATAN 2,86 KALIMANTAN TIMUR 2,76 SULAWESI UTARA 2,98 SULAWESI TENGAH 2,75 SULAWESI SELATAN 3,03 SULAWESI TENGGARA 2,93 GORONTALO 2,89 SULAWESI BARAT 2,85 MALUKU 2,67 MALUKU UTARA 2,89 PAPUA 2,46 PAPUA BARAT 2,88

(19)

INDEKS KETAHANAN GATRA DEMOGRAFI: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Demografi di Provinsi

1 Kurang Tangguh 32 Cukup Tangguh 2011 1 Kurang Tangguh 31 Cukup Tangguh 1 Tangguh 2012 2 Kurang Tangguh 30 Cukup Tangguh 1 Tangguh 2013 1Kurang Tangguh 31 Cukup Tangguh 1 Tangguh 2014

Kurang Tangguh Cukup Tangguh Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Demografi pada 33 Provinsi

2011 2012 2013 2014 2,88 2,93 2,77 3,01 3,04 2,98 3,11 2,88 2,83 2,92 2,76 3,03 3,06 2,90 2,65 2,73 3,01 2,87 2,86 3,00 2,89 2,65 2,76 2,93 2,79 2,86 3,00 2,89 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(20)

3,17 2,92 3,20 3,37 2,89 3,17 3,40 2,98 3,07 3,10 2,73 2,76 2,68 3,11 3,01 2,91 3,21 2,77 3,06 3,01 3,15 2,70 2,62 2,63 2,57 2,64 2,96 3,18 2,92 3,19 3,40 2,89 3,33 3,68 3,07 3,01 3,06 3,09 2,68 2,64 3,02 3,02 2,91 3,21 2,74 3,13 3,13 3,16 2,71 2,77 2,63 2,58 2,65 2,98 3,26 2,81 3,02 3,42 2,97 3,16 3,40 3,01 3,07 3,32 2,81 2,66 2,70 2,89 3,05 2,79 2,90 2,72 2,95 2,93 2,89 2,86 2,57 2,79 2,88 2,46 2,92 3,26 3,12 3,17 3,39 2,97 3,14 3,45 2,89 3,07 3,22 2,68 3,00 2,69 2,88 2,86 2,76 2,98 2,75 3,03 2,93 2,89 2,85 2,67 2,89 2,88 2,46 2,93 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(21)

INDEKS KETAHANAN GATRA SUMBER KEKAYAAN ALAM DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,56

Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 Ketersediaan Pangan

Energi (gatra SKA)

Sumber daya air

Mineral

Sumber daya laut hayati

Hutan dan hasil hutan

Komoditi Perkebunan

Kondisi lingkungan hidup

3,48 2,81 2,25 1,73 2,33 3,09 1,88 2,00

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam

4 Cukup Tangguh 29 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 4 12,1% Kurang Tangguh 29 87,9% Total: 33 100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam di Wilayah (Provinsi) 1 Tangguh 2 Cukup Tangguh 1 Rawan 4 Kurang Tangguh Tangguh 1 12,5% Cukup Tangguh 2 25,0% Rawan 1 12,5% Kurang Tangguh4 50,0% Total: 8100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam ACEH 2,58 SUMATERA UTARA 2,78 SUMATERA BARAT 2,71 RIAU 2,20 JAMBI 2,10 SUMATERA SELATAN 2,26 BENGKULU 2,26 LAMPUNG 2,57

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2,04

KEPULAUAN RIAU 1,95 DKI JAKARTA 2,12 JAWA BARAT 2,56 JAWA TENGAH 2,70 BANTEN 2,18 JAWA TIMUR 2,76 D.I. YOGYAKARTA 2,16 BALI 2,42

NUSA TENGGARA BARAT 2,58

NUSA TENGGARA TIMUR 2,22

KALIMANTAN BARAT 2,37 KALIMANTAN TENGAH 2,32 KALIMANTAN SELATAN 2,28 KALIMANTAN TIMUR 2,57 SULAWESI UTARA 2,35 SULAWESI TENGAH 2,35 SULAWESI SELATAN 2,50 SULAWESI TENGGARA 2,45 GORONTALO 2,22 SULAWESI BARAT 2,10 MALUKU 2,17 MALUKU UTARA 2,07 PAPUA 2,15 PAPUA BARAT 2,15

(22)

INDEKS KETAHANAN GATRA SUMBER KEKAYAAN ALAM: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam di Provinsi 2 Cukup Tangguh 31 Kurang Tangguh 2011 4 Cukup Tangguh 29 Kurang Tangguh 2012 5 Cukup Tangguh 28 Kurang Tangguh 2013 4 Cukup Tangguh 29 Kurang Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam pada 33 Provinsi 2011 2012 2013 2014 2,53 2,52 2,35 2,16 2,19 2,39 2,11 2,52 2,58 2,75 2,06 2,19 2,36 2,36 2,46 2,75 2,71 2,31 2,10 2,37 2,26 2,58 2,78 2,71 2,20 2,10 2,26 2,26 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(23)

2,67 2,05 1,92 1,92 2,53 2,59 2,09 2,68 2,07 2,23 2,29 2,08 2,33 2,44 2,43 2,36 2,12 2,28 2,45 2,12 2,01 2,22 2,11 1,96 2,21 2,26 2,26 2,69 2,05 1,94 2,02 2,53 2,56 2,25 2,70 2,09 2,19 2,44 2,17 2,42 2,44 2,68 2,43 2,12 2,28 2,57 2,44 2,15 2,23 2,11 1,96 2,20 2,19 2,32 2,70 2,05 1,90 1,99 2,56 2,66 2,16 2,76 2,18 2,25 2,46 2,06 2,35 2,25 2,38 2,59 2,35 2,25 2,50 2,45 2,22 2,10 2,17 2,17 2,15 2,16 2,33 2,57 2,04 1,95 2,12 2,56 2,70 2,16 2,76 2,18 2,42 2,58 2,22 2,37 2,32 2,28 2,57 2,35 2,35 2,50 2,45 2,22 2,10 2,17 2,07 2,15 2,15 2,34 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(24)

INDEKS KETAHANAN GATRA IDEOLOGI DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,12

Indeks Ketahanan Gatra Ideologi

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 Religiusitas dan Ketakwaan

Toleransi Kesamaan Hak dalam konteks Kehidupan Sosial

Kewajiban Sosial Solidaritas Sosial Persatuan Bangsa (nasionalisme) Kesatuan Wilayah Kekeluargaan Kesetaraan akses Kesetaraan (gatra Ideologi)

1,50 2,00 1,33 1,38 1,92 3,62 2,25 1,67 3,22 1,80

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Ideologi 17 Cukup Tangguh 16 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 17 51,5% Kurang Tangguh 16 48,5% Total: 33 100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Ideologi di Wilayah (Provinsi) 1 Tangguh 1 Cukup Tangguh 5 Rawan 3 Kurang Tangguh Tangguh 1 10,0% Cukup Tangguh 1 10,0% Rawan 5 50,0% Kurang Tangguh 3 30,0% Total: 10 100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Ideologi

ACEH 2,28 SUMATERA UTARA 2,92 SUMATERA BARAT 2,63 RIAU 2,84 JAMBI 2,64 SUMATERA SELATAN 2,85 BENGKULU 2,46 LAMPUNG 2,45

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2,51

KEPULAUAN RIAU 2,79 DKI JAKARTA 2,65 JAWA BARAT 2,39 JAWA TENGAH 2,92 BANTEN 2,48 JAWA TIMUR 2,42 D.I. YOGYAKARTA 2,83 BALI 2,73

NUSA TENGGARA BARAT 2,52

NUSA TENGGARA TIMUR 2,43

KALIMANTAN BARAT 2,52 KALIMANTAN TENGAH 2,65 KALIMANTAN SELATAN 2,39 KALIMANTAN TIMUR 2,71 SULAWESI UTARA 2,67 SULAWESI TENGAH 2,57 SULAWESI SELATAN 2,77 SULAWESI TENGGARA 2,92 GORONTALO 2,70 SULAWESI BARAT 2,68 MALUKU 2,55 MALUKU UTARA 2,49 PAPUA 2,27 PAPUA BARAT 2,40

(25)

INDEKS KETAHANAN GATRA IDEOLOGI: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Ideologi di Provinsi

17 Cukup Tangguh 16 Kurang Tangguh 2011 15 Cukup Tangguh 18 Kurang Tangguh 2012 17 Cukup Tangguh 16 Kurang Tangguh 2013 17 Cukup Tangguh 16 Kurang Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Ideologi pada 33 Provinsi

2011 2012 2013 2014 2,29 2,79 2,38 2,80 2,57 2,93 2,65 2,37 2,79 2,50 2,90 2,57 2,81 2,63 2,33 2,92 2,63 2,89 2,64 2,85 2,46 2,28 2,92 2,63 2,84 2,64 2,85 2,46 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011 1

(26)

2,44 2,48 2,73 2,53 2,44 2,97 2,67 2,50 2,67 2,78 2,36 2,31 2,61 2,87 2,42 2,75 2,66 2,73 2,43 2,44 2,86 2,63 2,38 2,50 2,63 2,20 2,59 2,44 2,48 2,67 2,51 2,44 3,00 2,69 2,51 2,54 2,78 2,33 2,30 2,25 2,80 2,34 2,75 2,66 2,59 2,64 2,77 2,74 2,63 2,46 2,54 2,51 2,11 2,58 2,47 2,51 2,79 2,65 2,39 2,97 2,72 2,49 2,48 2,84 2,52 2,43 2,47 2,63 2,48 2,57 2,67 2,69 2,77 2,95 2,70 2,73 2,57 2,55 2,40 2,27 2,62 2,45 2,51 2,79 2,65 2,39 2,92 2,83 2,42 2,48 2,73 2,52 2,43 2,52 2,65 2,39 2,71 2,67 2,57 2,77 2,92 2,70 2,68 2,55 2,49 2,40 2,27 2,61 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011 2

(27)

INDEKS KETAHANAN GATRA POLITIK DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,68

Indeks Ketahanan Gatra Politik

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0

Kapasitas Pemerintah Hubungan Pusat-Daerah dan antar daerah Politik Luar Negeri Keterwakilan Fungsi Budgeting Fungsi Pengawasan Kepastian Hukum Sistem Kepartaian Kapasitas Kepartaian Media Massa Kelompok Bisnis/Usaha Asosiasi Pekerja Ormas Pemuda Masyarakat awam 2,40 2,94 4,10 4,00 2,88 3,33 1,00 4,33 3,55 3,00 1,86 2,50 3,09 3,57

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Politik

30 Cukup Tangguh 3 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 30 90,9% Kurang Tangguh 3 9,1% Total: 33 100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Politik di Wilayah (Provinsi)

4

Tangguh

5

Cukup Tangguh

1

Sangat TangguhRawan1 3 Kurang Tangguh Tangguh 4 28,6% Cukup Tangguh 5 35,7% Sangat Tangguh 1 7,1% Rawan 1 7,1% Kurang Tangguh 3 21,4% Total: 14100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Politik

ACEH 2,63 SUMATERA UTARA 2,81 SUMATERA BARAT 3,23 RIAU 2,93 JAMBI 3,04 SUMATERA SELATAN 3,21 BENGKULU 2,94 LAMPUNG 2,74

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 3,05

KEPULAUAN RIAU 2,58 DKI JAKARTA 2,75 JAWA BARAT 2,95 JAWA TENGAH 3,13 BANTEN 2,85 JAWA TIMUR 2,87 D.I. YOGYAKARTA 3,35 BALI 2,79

NUSA TENGGARA BARAT 3,34

NUSA TENGGARA TIMUR 3,02

KALIMANTAN BARAT 2,43 KALIMANTAN TENGAH 2,72 KALIMANTAN SELATAN 2,78 KALIMANTAN TIMUR 2,89 SULAWESI UTARA 3,04 SULAWESI TENGAH 2,91 SULAWESI SELATAN 2,74 SULAWESI TENGGARA 3,01 GORONTALO 3,00 SULAWESI BARAT 3,19 MALUKU 2,86 MALUKU UTARA 2,83 PAPUA 2,88 PAPUA BARAT 2,29

(28)

INDEKS KETAHANAN GATRA POLITIK: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Politik di Provinsi

31 Cukup Tangguh 2 Kurang Tangguh 2011 30 Cukup Tangguh 3 Kurang Tangguh 2012 30 Cukup Tangguh 3 Kurang Tangguh 2013 30 Cukup Tangguh 3 Kurang Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Politik pada 33 Provinsi

2011 2012 2013 2014 2,68 2,78 3,06 2,87 3,14 3,14 2,97 2,68 2,78 3,23 3,00 3,14 3,14 2,86 2,78 2,81 3,23 2,96 3,04 3,21 2,94 2,63 2,81 3,23 2,93 3,04 3,21 2,94 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(29)

2,86 2,96 2,72 2,81 2,92 3,12 3,07 2,87 2,85 3,31 2,96 2,89 2,33 2,64 2,80 2,89 2,92 2,83 2,74 2,73 2,93 3,16 2,73 2,93 2,32 2,77 2,87 2,81 2,96 2,58 2,84 2,92 3,15 3,22 2,87 2,85 3,19 3,26 2,79 2,38 2,67 2,72 2,83 2,92 2,82 2,63 2,95 2,83 3,06 2,75 2,91 2,32 2,79 2,87 2,91 3,05 2,58 2,86 2,95 3,13 3,27 2,87 2,85 2,92 3,34 3,02 2,43 2,71 2,80 2,88 3,04 2,92 2,74 3,05 3,00 3,23 2,86 2,91 2,29 2,88 2,92 2,74 3,05 2,58 2,75 2,95 3,13 3,35 2,87 2,85 2,79 3,34 3,02 2,43 2,72 2,78 2,89 3,04 2,91 2,74 3,01 3,00 3,19 2,86 2,83 2,29 2,88 2,90 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(30)

INDEKS KETAHANAN GATRA EKONOMI DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,98

Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0

Pangan (gatra Ekonomi) Sandang Perumahan Pertambahan Kekayaan Kemiskinan Kesempatan kerja Pemerataan Harga Umum Pasar Uang Pasar Modal Neraca Perdagangan Biaya Modal Energi (gatra Ekonomi) Infrastruktur Investasi Fiskal Daya Saing Nasional Teknologi Efisiensi Pasar Hak Kekayaan Intelektual

3,72 2,62 2,50 3,40 2,38 2,50 2,85 3,62 3,40 3,62 3,20 3,50 3,46 2,00 2,07 1,67 2,84 2,00 4,20 2,00

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi

33 Cukup Tangguh

Cukup Tangguh 33100,0%

Total: 33100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi di Wilayah (Provinsi) 6 Tangguh 6 Cukup Tangguh 1 Rawan 7 Kurang Tangguh Tangguh 6 30,0% Cukup Tangguh 6 30,0% Rawan 1 5,0% Kurang Tangguh 7 35,0% Total: 20100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi

ACEH 3,04 SUMATERA UTARA 3,05 SUMATERA BARAT 3,09 RIAU 3,15 JAMBI 3,01 SUMATERA SELATAN 2,94 BENGKULU 2,96 LAMPUNG 3,03

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 3,27

KEPULAUAN RIAU 3,15 DKI JAKARTA 3,37 JAWA BARAT 3,14 JAWA TENGAH 3,01 BANTEN 3,21 JAWA TIMUR 3,16 D.I. YOGYAKARTA 3,01 BALI 3,07

NUSA TENGGARA BARAT 2,99

NUSA TENGGARA TIMUR 2,82

KALIMANTAN BARAT 3,09 KALIMANTAN TENGAH 3,15 KALIMANTAN SELATAN 3,27 KALIMANTAN TIMUR 3,18 SULAWESI UTARA 3,09 SULAWESI TENGAH 3,12 SULAWESI SELATAN 3,18 SULAWESI TENGGARA 2,93 GORONTALO 3,09 SULAWESI BARAT 3,02 MALUKU 3,00 MALUKU UTARA 3,19 PAPUA 2,85 PAPUA BARAT 3,02

(31)

INDEKS KETAHANAN GATRA EKONOMI: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi di Provinsi

33 Cukup Tangguh 2011 32 Cukup Tangguh 1 Tangguh 2012 33 Cukup Tangguh 2013 33 Cukup Tangguh 2014

Cukup Tangguh Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Ekonomi pada 33 Provinsi

2011 2012 2013 2014 2,94 3,08 3,09 3,10 3,02 3,01 2,82 2,97 3,09 3,11 3,06 3,02 2,96 2,95 2,96 3,08 3,13 3,16 3,14 2,95 3,01 3,04 3,05 3,09 3,15 3,01 2,94 2,96 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(32)

2,93 3,14 3,14 3,37 3,05 3,10 2,90 2,98 3,23 3,39 3,04 2,87 2,96 3,15 3,01 3,07 3,27 2,95 3,16 2,95 2,95 3,11 2,88 3,06 3,01 2,83 3,05 3,05 3,14 3,13 3,43 3,05 3,00 2,98 3,02 3,21 3,28 3,00 2,83 3,05 3,15 3,07 3,11 3,27 2,96 3,04 2,96 2,95 3,20 2,95 3,08 2,98 2,79 3,06 3,05 3,23 3,15 3,37 3,14 2,94 3,13 3,13 3,21 3,14 2,87 2,82 3,14 3,15 3,15 3,10 3,09 3,07 3,18 3,06 3,09 3,07 2,98 3,19 3,02 2,85 3,08 3,03 3,27 3,15 3,37 3,14 3,01 3,01 3,16 3,21 3,07 2,99 2,82 3,09 3,15 3,27 3,18 3,09 3,12 3,18 2,93 3,09 3,02 3,00 3,19 3,02 2,85 3,08 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(33)

INDEKS KETAHANAN GATRA SOSIAL BUDAYA DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 1,92

Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 Eksklusi Sosial Pendidikan Kesehatan Keluarga Kerukunan Sosial Ketertiban Sosial Penyakit Sosial Nilai Tradisional dan Universal Perilaku Sosial Kreasi Manusia dan Manfaat Iptek Hak-hak sipil Pemberdayaan Perempuan 2,67 2,09 2,76 2,00 1,00 1,00 2,86 1,00 1,00 1,00 1,43 3,06

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya

10 Cukup Tangguh 23 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 10 30,3% Kurang Tangguh 23 69,7% Total: 33 100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya di Wilayah (Provinsi) 4 Cukup Tangguh 6 Rawan 2 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 4 33,3% Rawan 6 50,0% Kurang Tangguh 2 16,7% Total: 12100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya

ACEH 2,14 SUMATERA UTARA 2,28 SUMATERA BARAT 2,77 RIAU 2,40 JAMBI 2,64 SUMATERA SELATAN 2,34 BENGKULU 2,52 LAMPUNG 2,74

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2,43

KEPULAUAN RIAU 2,73 DKI JAKARTA 2,59 JAWA BARAT 2,21 JAWA TENGAH 2,71 BANTEN 2,32 JAWA TIMUR 2,25 D.I. YOGYAKARTA 3,29 BALI 2,80

NUSA TENGGARA BARAT 2,51

NUSA TENGGARA TIMUR 2,40

KALIMANTAN BARAT 2,33 KALIMANTAN TENGAH 2,00 KALIMANTAN SELATAN 2,21 KALIMANTAN TIMUR 2,61 SULAWESI UTARA 2,17 SULAWESI TENGAH 2,23 SULAWESI SELATAN 2,15 SULAWESI TENGGARA 2,24 GORONTALO 2,31 SULAWESI BARAT 2,87 MALUKU 2,64 MALUKU UTARA 2,18 PAPUA 2,10 PAPUA BARAT 2,17

(34)

INDEKS KETAHANAN GATRA SOSIAL BUDAYA: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya di Provinsi

7 Cukup Tangguh 26 Kurang Tangguh 2011 8 Cukup Tangguh 25 Kurang Tangguh 2012 8 Cukup Tangguh 25 Kurang Tangguh 2013 10 Cukup Tangguh 23 Kurang Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Sosial Budaya pada 33 Provinsi

2011 2012 2013 2014 2,26 2,40 2,78 2,30 2,46 2,51 2,70 2,24 2,28 2,77 2,39 2,46 2,48 2,72 2,12 2,30 2,78 2,35 2,56 2,34 2,49 2,14 2,28 2,77 2,40 2,64 2,34 2,52 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(35)

2,31 2,41 2,85 2,82 2,24 2,89 2,73 2,37 2,25 3,09 2,59 2,47 2,46 2,50 2,40 2,53 2,24 2,28 2,44 2,14 2,55 2,57 2,44 2,28 2,06 2,31 2,47 2,32 2,41 2,71 2,60 2,24 3,13 3,14 2,31 2,30 2,95 2,89 2,27 2,48 2,34 2,12 2,59 2,24 2,36 2,38 2,33 2,57 2,72 2,55 2,31 2,22 2,49 2,49 2,46 2,35 2,73 2,63 2,21 2,73 3,28 2,25 2,32 2,70 2,51 2,30 2,29 2,03 2,11 2,64 2,17 2,24 2,15 2,29 2,31 2,80 2,59 2,15 2,17 2,21 2,41 2,74 2,43 2,73 2,59 2,21 2,71 3,29 2,25 2,32 2,80 2,51 2,40 2,33 2,00 2,21 2,61 2,17 2,23 2,15 2,24 2,31 2,87 2,64 2,18 2,17 2,10 2,43 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(36)

INDEKS KETAHANAN GATRA PERTAHANAN & KEAMANAN DAN POSISI PROVINSI 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,75

Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan

0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0

Diplomasi Pertahanan Confidence Building Meassures (CBM) Diplomasi Preventif Alokasi Belanja Pertahanan di APBN Kemampuan Industri Pertahanan Kemandirian Pengadaan Alutsista Proses Transfer Teknologi Persenjataan Kebijakan Pertahanan Sistem Pertahanan Semesta Bela Negara Kekuatan TNI Kemampuan TNI Kemampuan OMSP (Operasi Militer Selain

Perang)

Gelar TNI Kepolisian Nasional Postur Kepolisian Nasional Kondisi terjaminnya keamanan dan ketertibanKondisi terselenggaranya perlindungan, pelayanan, dan pengayoman masyarakat

4,00 5,00 1,00 2,20 1,00 3,00 2,00 3,00 2,00 3,50 3,33 3,40 2,40 2,67 3,00 3,00 2,28 2,00

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan

33 Cukup Tangguh

Cukup Tangguh 33 100,0%

Total: 33 100,0%

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan di Wilayah (Provinsi) 2 Tangguh 7 Cukup Tangguh 1 Sangat Tangguh2 Rawan 6 Kurang Tangguh Tangguh 2 11,1% Cukup Tangguh 7 38,9% Sangat Tangguh 1 5,6% Rawan 2 11,1% Kurang Tangguh 6 33,3% Total: 18100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan ACEH 2,98 SUMATERA UTARA 2,84 SUMATERA BARAT 2,84 RIAU 2,84 JAMBI 2,80 SUMATERA SELATAN 2,78 BENGKULU 2,89 LAMPUNG 2,81

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2,96

KEPULAUAN RIAU 2,76 DKI JAKARTA 2,70 JAWA BARAT 2,95 JAWA TENGAH 2,76 BANTEN 2,84 JAWA TIMUR 2,78 D.I. YOGYAKARTA 3,02 BALI 2,99

NUSA TENGGARA BARAT 2,76

NUSA TENGGARA TIMUR 2,75

KALIMANTAN BARAT 2,74 KALIMANTAN TENGAH 2,84 KALIMANTAN SELATAN 2,84 KALIMANTAN TIMUR 2,82 SULAWESI UTARA 2,95 SULAWESI TENGAH 2,83 SULAWESI SELATAN 2,87 SULAWESI TENGGARA 2,82 GORONTALO 3,03 SULAWESI BARAT 2,94 MALUKU 3,00 MALUKU UTARA 2,94 PAPUA 2,73 PAPUA BARAT 2,79

(37)

INDEKS KETAHANAN GATRA PERTAHANAN DAN KEAMANAN: HASIL STUDI 4 TAHUN TERAKHIR 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2011 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2012 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2013 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2014

Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan di Provinsi 2 Cukup Tangguh 31 Kurang Tangguh 2011 1 Cukup Tangguh 32 Kurang Tangguh 2012 12 Cukup Tangguh 21 Kurang Tangguh 2013 33 Cukup Tangguh 2014

Cukup Tangguh Kurang Tangguh

Komposisi Indeks Ketahanan Gatra Pertahanan dan Keamanan pada 33 Provinsi 2011 2012 2013 2014 2,53 2,39 2,47 2,38 2,37 2,33 2,45 2,53 2,39 2,39 2,38 2,37 2,33 2,45 2,72 2,58 2,58 2,58 2,53 2,52 2,62 2,98 2,84 2,84 2,84 2,80 2,78 2,89 BENGKULU 7 SUMATERA SELATAN 6 JAMBI 5 RIAU 4 SUMATERA BARAT 3 SUMATERA UTARA 2 ACEH 1 2014 2013 2012 2011

(38)

2,44 2,51 2,45 2,42 2,50 2,40 2,62 2,36 2,42 2,57 2,32 2,39 2,29 2,43 2,42 2,36 2,47 2,42 2,40 2,40 2,63 2,53 2,59 2,45 2,34 2,38 2,44 2,40 2,51 2,35 2,46 2,50 2,31 2,57 2,33 2,39 2,51 2,31 2,35 2,29 2,39 2,42 2,35 2,47 2,42 2,40 2,37 2,62 2,49 2,57 2,48 2,34 2,33 2,42 2,59 2,70 2,50 2,52 2,68 2,50 2,76 2,52 2,58 2,71 2,50 2,49 2,48 2,58 2,57 2,54 2,69 2,57 2,61 2,56 2,77 2,68 2,74 2,66 2,53 2,50 2,60 2,81 2,96 2,76 2,70 2,95 2,76 3,02 2,78 2,84 2,99 2,76 2,75 2,74 2,84 2,84 2,82 2,95 2,83 2,87 2,82 3,03 2,94 3,00 2,94 2,79 2,73 2,85 Rata-Rata PAPUA 33 PAPUA BARAT 32 MALUKU UTARA 31 MALUKU 30 SULAWESI BARAT 29 GORONTALO 28 SULAWESI TENGGARA 27 SULAWESI SELATAN 26 SULAWESI TENGAH 25 SULAWESI UTARA 24 KALIMANTAN TIMUR 23 KALIMANTAN SELATAN 22 KALIMANTAN TENGAH 21 KALIMANTAN BARAT 20

NUSA TENGGARA TIMUR 19

NUSA TENGGARA BARAT 18 BALI 17 BANTEN 16 JAWA TIMUR 15 D.I. YOGYAKARTA 14 JAWA TENGAH 13 JAWA BARAT 12 DKI JAKARTA 11 KEPULAUAN RIAU 10

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 9 LAMPUNG 8 2014 2013 2012 2011

(39)

INDEKS KETAHANAN NASIONAL DI PROVINSI BANTEN

5 Cukup Tangguh 3 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 5 62,5% Kurang Tangguh 3 37,5% Total: 8 100,0%

Komposisi Gatra dalam Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,77

Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah

26 Tangguh 27 Cukup Tangguh 3 Sangat Tangguh 14 Rawan 27 Kurang Tangguh Tangguh 26 26,8% Cukup Tangguh 27 27,8% Sangat Tangguh 3 3,1% Rawan 14 14,4% Kurang Tangguh 27 27,8% Total: 97 100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah (Provinsi) 67 Tangguh 94 Cukup Tangguh 83 Sangat Tangguh 125 Rawan 78 Kurang Tangguh Tangguh 67 15,0% Cukup Tangguh 94 21,0% Sangat Tangguh 83 18,6% Rawan 125 28,0% Kurang Tangguh 78 17,4% Total: 447 100,0%

Komposisi Indikator dalam Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah (Provinsi) 1,0 1,8 2,6 3,4 4,2 5,0 IKG GEOGRAFI IKG DEMOGRAFI IKG SKA IKG IDEOLOGI IKG POLITIK IKG

EKONOMI IKG SOSIAL BUDAYA IKG HANKAM 3,08 3,07 2,18 2,48 2,85 3,21 2,32 2,84

Komposisi Gatra dalam Indeks Ketahanan Nasional di Wilayah

INDEKS KETAHANAN GATRA GEOGRAFI Diatas rata-rata provinsi

I N D E K S K E T A H A N A N G A T R A DEMOGRAFI

Diatas rata-rata provinsi

INDEKS KETAHANAN GATRA SUMBER KEKAYAAN ALAM

Dibawah rata-rata provinsi

INDEKS KETAHANAN GATRA IDEOLOGI Dibawah rata-rata provinsi

INDEKS KETAHANAN GATRA POLITIK Dibawah rata-rata provinsi

INDEKS KETAHANAN GATRA EKONOMI Diatas rata-rata provinsi

INDEKS KETAHANAN GATRA SOSIAL BUDAYA

Dibawah rata-rata provinsi

I N D E K S K E T A H A N A N G A T R A PERTAHANAN DAN KEAMANAN

(40)

INDEKS KETAHANAN GATRA GEOGRAFI PROVINSI BANTEN

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 3,08

Indeks Ketahanan Gatra Geografi

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 Batas Wilayah Bentuk Wilayah Penggunaan Lahan Kepadatan Penduduk Iklim Risiko Bencana Sarana dan Prasarana Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)

3,67 3,50 3,50 3,67 3,00 2,88 1,47 2,50

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Geografi

4 Tangguh 2 Cukup Tangguh 1 Rawan 1 Kurang Tangguh Tangguh 4 50,0% Cukup Tangguh 2 25,0% Rawan 1 12,5% Kurang Tangguh 1 12,5% Total: 8100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Geografi

2 Tangguh 7 Cukup Tangguh 6 Sangat Tangguh 6 Rawan 7 Kurang Tangguh Tangguh 2 7,1% Cukup Tangguh 7 25,0% Sangat Tangguh 6 21,4% Rawan 6 21,4% Kurang Tangguh 7 25,0% Total: 28100,0%

Komposisi Indikator dalam Indeks Ketahanan Gatra Geografi

Batas Wilayah Diatas rata-rata provinsi

Bentuk Wilayah Diatas rata-rata provinsi

Penggunaan Lahan Diatas rata-rata provinsi

Kepadatan Penduduk Dibawah rata-rata provinsi

Iklim Dibawah rata-rata provinsi

Risiko Bencana Dibawah rata-rata provinsi

Sarana dan Prasarana Dibawah rata-rata provinsi

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Sama dengan rata-rata provinsi 1,0 1,8 2,6 3,4 4,2 5,0 Batas Wilayah Bentuk Wilayah Penggunaan Lahan Kepadatan Penduduk Iklim Risiko

B Sarana dan Prasarana ALKI 3,67 3,50 3,50 3,67 3,00 2,88 1,47 2,50

(41)

Skor Skor

3,08 2,75

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

1

Persentase jumlah kecamatan yang mengalami bencana banjir terhadap jumlah kecamatan

seluruhnya 75,97 1 Rawan (Alert) 48,48 2

Kurang Tangguh (Warning) 2 Rasio terminal bus per 100.000 penduduk 0,12 1 Rawan (Alert) 0,86 1 Rawan (Alert)

3 Rasio stasiun kereta api per 100.000 penduduk 0,19 1 Rawan (Alert) 0,07 1 Rawan (Alert)

4 Rasio pelabuhan penyeberangan per 100.000penduduk 0,01 1 Rawan (Alert) 0,32 1 Rawan (Alert)

5 Rasio pelabuhan per 100.000 penduduk 0,08 1 Rawan (Alert) 0,84 1 Rawan (Alert)

6 Rasio bandara per 100.000 penduduk 0,02 1 Rawan (Alert) 0,46 1 Rawan (Alert)

7 Persentase luas tutupan hutan terhadap luaswilayah daratan 21,54 2 Kurang Tangguh (Warning)

34,46 3 Cukup Tangguh (Moderate)

8

Persentase jumlah kabupaten/kota yang mengalami bencana gempa berkekuatan >5 SR terhadap jumlah kabupaten/kota seluruhnya 12,50 2 Kurang Tangguh (Warning) 29,64 1 Rawan (Alert)

Profil Ketahanan Indikator dan Rekomendasi

Provinsi Banten

Gatra Geografi

Indeks Ketahanan Gatra Geografi

Provinsi Banten Rata-rata Provinsi

Posisi Posisi

Cukup Tangguh

(Moderate) Cukup Tangguh (Moderate)

Sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani

Urgen untuk segera ditangani

(42)

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

9

Persentase luas daratan terhadap luas wilayah seluruhnya (Luas wilayah daratan dibagi luas wilayah seluruhnya kali 100% = ... %) 46,46 3 Cukup Tangguh (Moderate) 3.073,66 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

10 Jumlah curah hujan dalam satu tahun (mm) 1,141 3

Cukup Tangguh (Moderate) 3.806,75 5 Sangat Tangguh (Sustainable) 11 Rasio ratusan penduduk terhadap luas lahan yangbisa dimanfaatkan (kepadatan agraris) 17,79 4 Tangguh (Moderate) 137,36 1 Rawan (Alert)

12

Persentase jumlah kecamatan yang mengalami bencana kebakaran (hutan) terhadap jumlah

kecamatan seluruhnya 3,25 4

Tangguh

(Moderate) 17,93 1 Rawan (Alert)

13

Persentase luas lahan pertanian pangan dan perkebunan terhadap luas wilayah daratan (Luas wilayah lahan pertanian dan perkebunan dibagi luas wilayah daratan kali 100% = ... %)

65,43 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

35,51 4 Tangguh (Moderate)

14Persentase luas lahan kritis terhadap luas wilayahdaratan 10,77 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

28,51 4 Tangguh (Moderate)

15 Persentase jumlah pulau yang hilang akibat aktivitasmanusia maupun alam terhadap jumlah pulau keseluruhan

0 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

0,35 4 Tangguh (Moderate)

16

Persentase jumlah gunung api yang aktif (tipe A) terhadap jumlah gunung api seluruhnya (Jumlah gunung api tipe A dibagi jumlah gunung api seluruhnya kali 100% = ... %) 0 5 Sangat Tangguh (Sustainable) 26,62 2 Kurang Tangguh (Warning)

(43)

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

17 Persentase jumlah pulau kecil terluar yang tidakberpenghuni terhadap jumlah pulau kecil terluar ** (%)

0 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

58,89 1 Rawan (Alert)

18

Persentase kabupaten/kota yang mempunyai konflik batas wilayah terhadap jumlah kabupaten/kota seluruhnya (%) 0 5 Sangat Tangguh (Sustainable) 33,70 1 Rawan (Alert)

(44)

INDEKS KETAHANAN GATRA DEMOGRAFI PROVINSI BANTEN

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 3,07

Indeks Ketahanan Gatra Demografi

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 Fertilitas Mortalitas Komposisi Penduduk Morbiditas Partisipasi ekonomi Mobilitas Spasial Mobilitas Sosial 3,33 3,38 3,71 2,78 4,12 2,67 3,53

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Demografi

3 Tangguh 4 Cukup Tangguh Tangguh 3 42,9% Cukup Tangguh 4 57,1% Total: 7 100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Demografi

7 Tangguh 12 Cukup Tangguh 6 Sangat Tangguh 4 Rawan 4 Kurang Tangguh Tangguh 7 21,2% Cukup Tangguh 12 36,4% Sangat Tangguh 6 18,2% Rawan 4 12,1% Kurang Tangguh 4 12,1% Total: 33 100,0%

Komposisi Indikator dalam Indeks Ketahanan Gatra Demografi

Fertilitas Diatas rata-rata provinsi

Mortalitas Diatas rata-rata provinsi

Komposisi Penduduk Dibawah rata-rata provinsi

Morbiditas Dibawah rata-rata provinsi

Partisipasi ekonomi Diatas rata-rata provinsi

Mobilitas Spasial Dibawah rata-rata provinsi

Mobilitas Sosial Diatas rata-rata provinsi

1,0 1,8 2,6 3,4 4,2 5,0 Fertilitas Mortalitas Komposisi Penduduk Morbiditas Partisipasi ekonomi Mobilitas Spasial Mobilitas Sosial 3,33 3,38 3,71 2,78 4,12 2,67 3,53

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Demografi

(45)

Skor Skor

3,07 2,93

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

1 Kasus penyakit baru AI (Avian Influenza )/H5N1 30 1 Rawan (Alert) 3,64 4 Tangguh (Moderate)

2 Komposisi(jiwa/km2) geografis kepadatan penduduk 1 1 Rawan (Alert) 2,88 3

Cukup Tangguh (Moderate)

3 Prevalensi DBD 3,391 1 Rawan (Alert) 3.108,94 1 Rawan (Alert)

4 Kebijakan daerah tentang mobilitas spasial 0 1 Rawan (Alert) 39,16 1 Rawan (Alert)

5 Kasus penyakit baru H1N1 30 2

Kurang Tangguh (Warning)

6,12 4 Tangguh (Moderate)

6 Usia harapan hidup (Tahun) 65,23 2

Kurang Tangguh (Warning) 68,90 3 Cukup Tangguh (Moderate)

7 Angka Kematian IBU (AKI) per 100.000 KH (KelahiranHidup) 220 2

Kurang Tangguh

(Warning) 288,77 1 Rawan (Alert)

8 Prevalensi TBC per 100.000 penduduk 140,04 3 Cukup Tangguh (Moderate)

123,63 4 Tangguh (Moderate)

Profil Ketahanan Indikator dan Rekomendasi

Provinsi Banten

Gatra Demografi

Indeks Ketahanan Gatra Demografi

Provinsi Banten Rata-rata Provinsi

Posisi Posisi

Cukup Tangguh

(Moderate) Cukup Tangguh (Moderate)

Sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani

Urgen untuk segera ditangani

(46)

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

9 Persentase penduduk perkotaan (urban) 67,01 3 Cukup Tangguh (Moderate)

42,38 4 Tangguh (Moderate)

10 Persentase perempuan tamat Perguruan Tinggi 7,90 3

Cukup Tangguh (Moderate)

9,43 4 Tangguh (Moderate)

11 Angka Fertilitas Total 2,31 3

Cukup Tangguh

(Moderate) 71,92 1 Rawan (Alert)

12 Prevalensi Pneumonia (%) 2,21 3

Cukup Tangguh

(Moderate) 5,19 1 Rawan (Alert)

13 Persentase migran keluar provinsi, penduduk usiaproduktif (15-59 tahun) 2,26 3 Cukup Tangguh (Moderate)

6,95 1 Rawan (Alert)

14 Persentase migran masuk provinsi, penduduk usiaproduktif (15-59 tahun) 3,74 4 Tangguh (Moderate) 7,51 5 Sangat Tangguh (Sustainable) 15 Angka pertumbuhan penduduk (%) 2,11 4 Tangguh (Moderate) 1,89 4 Tangguh (Moderate)

16 Balita dengan Gizi Baik (%) 79,90 4 Tangguh (Moderate) 76,05 4 Tangguh (Moderate)

17 Prevalensi HIV-AIDS 207 4 Tangguh (Moderate) 396,67 4 Tangguh (Moderate)

18 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) (%) 65,03 4 Tangguh (Moderate) 67,01 4 Tangguh (Moderate)

(47)

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

20 Prevalensi Malaria 228 4 Tangguh (Moderate) 38.908,45 1 Rawan (Alert)

21 Komposisi alamiah Angka beban tanggungan(proporsi penduduk usia produktif : non produktif) 213,60 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

245,43 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

22 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Laki-Laki(%) 84,76 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

82,65 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

23 Migrasi antar provinsi (migran risen) 6,30 5

Sangat Tangguh (Sustainable) 4,18 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

24 Angka kematian Balita (0-4) tahun per 1.000 KH(Kelahiran Hidup) 31 5

Sangat Tangguh

(Sustainable) 36,85 4

Tangguh (Moderate)

25 TingkatPerempuan (%)Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 80,22 5

Sangat Tangguh (Sustainable) 51,19 3 Cukup Tangguh (Moderate)

26 Persentase perempuan yang menduduki stratapekerjaan profesional dan manajerial 21,44 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

13,17 3 Cukup Tangguh (Moderate)

(48)

INDEKS KETAHANAN GATRA SUMBER KEKAYAAN ALAM PROVINSI BANTEN 1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00 2,18

Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam

1,00 1,80 2,60 3,40 4,20 5,00

Ketersediaan Pangan Energi (gatra SKA) Sumber daya air Mineral Sumber daya laut hayati Hutan dan hasil hutan Komoditi Perkebunan Kondisi lingkungan hidup

2,49 2,29 2,25 1,67 2,67 1,73 1,91 2,00

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam 1 Cukup Tangguh 2 Rawan 5 Kurang Tangguh Cukup Tangguh 1 12,5% Rawan 2 25,0% Kurang Tangguh 5 62,5% Total: 8100,0%

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam 5 Tangguh 13 Cukup Tangguh 4 Sangat Tangguh 29 Rawan 14 Kurang Tangguh Tangguh 5 7,7% Cukup Tangguh 13 20,0% Sangat Tangguh 4 6,2% Rawan 29 44,6% Kurang Tangguh 14 21,5% Total: 65100,0%

Komposisi Indikator dalam Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam

Ketersediaan Pangan Dibawah rata-rata provinsi

Energi (gatra SKA) Diatas rata-rata provinsi

Sumber daya air Dibawah rata-rata provinsi

Mineral Dibawah rata-rata provinsi

Sumber daya laut hayati Diatas rata-rata provinsi

Hutan dan hasil hutan Dibawah rata-rata provinsi

Komoditi Perkebunan Dibawah rata-rata provinsi

Kondisi lingkungan hidup Dibawah rata-rata provinsi

1,0 1,8 2,6 3,4 4,2 5,0

Ketersediaan Pangan Energi (gatra SKA)

Sumber daya air

Mineral

Sumber daya laut hayati

Hutan dan hasil hutan Komoditi Perkebunan

Kondisi lingkungan hidu

2,49 2,29 2,25 1,67 2,67 1,731,912,00

Komposisi Variabel dalam Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam

(49)

Skor Skor

2,18 2,34

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

1 Persentase produksi gula terhadap kebutuhan 25,82 1 Rawan (Alert) 151,32 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

2 Persentase produksi jagung terhadap kebutuhan 1,54 1 Rawan (Alert) 2.238.992,90 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

3 Persentase produksi kedelai terhadap kebutuhan 10,50 1 Rawan (Alert) 176,22 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

4 Persentase produksi lokal sayuran terhadapproduksi nasional 0,34 1 Rawan (Alert) 24,03 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

5 Persentase produksi sayuran terhadap kebutuhan 5,28 1 Rawan (Alert) 13.693,45 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

6 Persentasekebutuhan produksi buah-buahan terhadap 36,91 1 Rawan (Alert) 130,72 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

7 Persentase produksi susu terhadap kebutuhan 0 1 Rawan (Alert) 2.580,57 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

Profil Ketahanan Indikator dan Rekomendasi

Provinsi Banten

Gatra Sumber Kekayaan Alam

Indeks Ketahanan Gatra Sumber Kekayaan Alam

Provinsi Banten Rata-rata Provinsi

Posisi Posisi

Kurang Tangguh

(Warning) Kurang Tangguh (Warning)

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

Sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani

(50)

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

8 Persentase potensi lokal batu bara terhadap potensinasional 0,01 1 Rawan (Alert) 10,29 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

9

Umur cadangan batubara: persentase jumlah cadangan batu bara terhadap rata-rata produksi per tahun (selama 5 tahun)

0 1 Rawan (Alert) 1,016 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

10 Persentase pemenuhan target produksi kakao(coklat) 44,06 1 Rawan (Alert) 8.851,98 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

11 Persentase produksi lokal kedelai terhadap produksinasional 0 1 Rawan (Alert) 2,95 3

Cukup Tangguh (Moderate)

12 Persentase potensi lokal emas terhadap potensinasional 0,05 1 Rawan (Alert) 4,34 3 Cukup Tangguh (Moderate)

13 Persentase potensi lokal perak terhadap potensinasional 0,08 1 Rawan (Alert) 6,37 3 Cukup Tangguh (Moderate)

14 Persentase produksi lokal jagung terhadap produksijagung nasional 0 1 Rawan (Alert) 2,78 2

Kurang Tangguh (Warning)

15 Persentase potensi lokal kelapa sawit terhadappotensi nasional 0 1 Rawan (Alert) 3,68 2

Kurang Tangguh (Warning)

16 Persentase potensi lokal karet terhadap potensinasional 0 1 Rawan (Alert) 3,90 2

Kurang Tangguh (Warning)

Sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani

(51)

Nilai Skor Posisi Nilai Skor Posisi

No. Indikator Provinsi Banten Rata-rata Provinsi Rekomendasi

17 Persentase potensi lokal kopi terhadap potensinasional 0 1 Rawan (Alert) 2,93 2 Kurang Tangguh (Warning)

18 Persentase potensi lokal kakao (coklat) terhadappotensi nasional 0 1 Rawan (Alert) 3,72 2

Kurang Tangguh (Warning) 19 Persentase potensi batu bara yang sudah diketahuidata cadangannya 0 1 Rawan (Alert) 16,57 1 Rawan (Alert)

20Persentase kebutuhan air untuk rumah tangga yangterpenuhi dari sumber air bersih PDAM 25,83 1 Rawan (Alert) 23,13 1 Rawan (Alert)

21 Persentase potensi emas yang sudah diketahui datacadangannya 4,99 1 Rawan (Alert) 10,76 1 Rawan (Alert)

22 Persentase potensi perak yang sudah diketahui datacadangannya 4,99 1 Rawan (Alert) 24,28 1 Rawan (Alert)

23 Tingkat pendataan potensi kayu 36,51 1 Rawan (Alert) 35,59 1 Rawan (Alert)

24

Keanekaragaman hayati (persentase luas hutan primer terhadap total luas hutan lindung ditambah

hutan konservasi) 0 1 Rawan (Alert) 26,23 1 Rawan (Alert)

25Persentase potensi lokal kayu terhadap potensinasional 1 Rawan (Alert) 10,37 5

Sangat Tangguh (Sustainable)

26 Persentase produksi lokal gula terhadap produksinasional 1 Rawan (Alert) 7,20 2 Kurang Tangguh (Warning)

27 Persentase produksi beras terhadap kebutuhan 79,07 2 Kurang Tangguh (Warning)

13.582,53 5 Sangat Tangguh (Sustainable)

Sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani terutama masalah pendataan

Sangat urgen dan mendesak untuk segera ditangani

Referensi

Dokumen terkait

Simbolisme dalam Upacara Adat Seblang di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi; Siswanto, 030210402085; 2007: 115 halaman; Jurusan Pendidikan Bahasa dan

Dengan menggunakan solusi SAP, Indofood dapat menganalisis transaksi data secara mendetail, untuk melihat perubahan pola yang terjadi dalam minat

Berdasarkan analisis hasil validasi dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika berbasis Kurikulum 2013 berupa silabus, RPP dan LKPD pada materi

Variabel dalam kajian ini yang berkaitan dengan dampak penambangan pasir besi terhadap kesehatan masyarakat sekitar daerah penambangan di Kabupaten Tasikmalaya,

Kembali saya bertanya kepada mu dengan pasti, kamu suka kecantikan sang Ratu, seperti apa wajahnya”, Senopati menjawab pelan, “Wajahnya sangat cantik, seumur hidup saya  belum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya pemasaran yang dikeluarkan perusahaan dari tahun 2002 sampai 2004, serta mengalokasikan biaya pemasaran tersebut ke dalam tiap

Dari hasil pengujian berat isi beton yang telah dilakukan terhadap benda uji menunjukkan adanya pengaruh penggunaan variasi copper slag sebagai pengganti sebagian

97 Lagu Donang Pada Permainan Rarak Calempong Onam Dalam Tradisi Khitanan Anak Pancar Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau..