• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 296 DAN 506 KUHP TENTANG MUCIKARI (SOUTENEUR) BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 296 DAN 506 KUHP TENTANG MUCIKARI (SOUTENEUR) BAB III"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Perbuatan main hakim sendiri merupakan salah satu bentuk tindak pidana sehingga pelaku yang melakukan perbuatan main hakim sendiri yang mengakibatkan korban meninggal

21 Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an, (TM.. Pelaku zina adalah mukallaf, artinya pelaku adalah orang yang telah cakap bertindak hukum, yang ditandai dengan telah

Kasus santet memang meresahkan, namun hukum pidana hendaknya dipertahankan sebagai salah satu sarana untuk “social defence” dalam arti melindungi masyarakat terhadap

Hukum Islam memandang bahwa perbuatan zina yang terdapat dalam pasal 284 KUHP adalah laki-laki atau wanita yang telah kawin melakukan zina, unsur ini kurang mendukung

Bahwa hukuman bagi pelaku melarikan perempuan di bawah umur dalam KUHP diancam dengan pasal 332 dalam putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh No.293/Pid/B/2015/PN.BNA,

Dengan demikian dalam perspektif hukum pidana Islam, setiap orang yang telah melakukan tindak pidana dan terhadap perbuatan pidana itu belum sampai dijatuhi hukuman, maka

Penegakkan hukum bagi pelaku kejahatan transnasional yang telah melakukan suatu kejahatan atau tindak pidana di yurisdiksi negara lain, terdapat dua upaya yang dapat

“orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara