1
Universitas Kristen Petra
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam dunia kerja yang sudah berkembang seperti saat ini, banyak perusahaan-perusahaan yang berkembang dan bersaing dalam meraih pangsa pasar sebesar-besarnya sehingga kemajuan dan perkembangan jaman yang pesat terhadap dunia bisnis maupun teknologi jaman sekarang membuat sumber daya manusia juga selangkah lebih modern.
Peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia tidak mungkin terjadi tanpa disertai dengan usaha dan kerja keras. Agar dapat bekerja dengan maksimal tentunya dibutuhkan kondisi fisik yang baik. Sediaan bahan alam sebagai warisan budaya nasional bangsa Indonesia dirasa cukup berperan dalam pola kehidupan masyarakat dari sisi kesehatan maupun perekonomian. Masyarakat terbiasa menggunakan sediaan obat bahan alam dan semakin percaya akan kemanfaatannya bagi kesehatannya.
Sediaan bahan alam sebagai warisan budaya nasional bangsa Indonesia dirasa cukup berperan dalam pola kehidupan masyarakat dari sisi kesehatan maupun perekonomian. Masyarakat terbiasa menggunakan sediaan obat bahan alami dan semakin percaya akan kemanfaatannya bagi kesehatan. Di sisi lain banyaknya dampak negative penggunaan bahan-bahan sintetik menyebabkan kecenderungan masyarakat untuk kembali kebahan alam sebagai alternative utama dalam pengobatan, pemeliharaan kesehatan dan untuk tujuan kosmetika. Oleh karena itu, banyak resep racikan jamu sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara turun temurun sampai saat ini.
Menurut BPOM jamu merupakan bahan atau ramuan bahan yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Dan kata jamu itu sendiri berasal dari orang Jawa yang merupakan
2
Universitas Kristen Petra
sebutan terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai zat adiktif.
Sebutan “jamu” ini diperkenalkan pada publik oleh seorang yang disebut juga dengan “tabib”, ahli pengobatan tradisional jaman dulu. Dari sinilah tradisi minum jamu memasyarakat. Dan sekarang, diperkirakan 80% penduduk Indonesia pernah menggunakan jamu. Sebagaimana masyarakat barat mengenal susu, jamu sangat popular bagi masyarakat Indonesia.
Dengan bahan-bahan yang alami, jamu dipercaya dapat memelihara kesehatan, mengobati berbagai jenis penyakit, dan juga mempercantik wajah dan tubuh. Dan karena menggunakan bahan-bahan yang langsung dari alam (seperti dari akar, daun, buah, bunga, maupun kulit kayu tumbuhan), jamu tidak memberikan efek samping, berbeda dengan obat-obatan modern yang menggunakan zat kimia.
Sedangkan untuk PT.Payung Pusaka Mandiri ini sendiri merupakan perusahaan jamu yang berada di daerah Kediri, Indonesia. Perusahaan jamu ini memproduksi beberapa produk jamu dengan bahan-bahan alami dan menggunakan rempah-rempah yang berkualitas dalam meracik produknya dan jamu yang ditawarkan oleh PT.Payung Pusaka Mandiri ini dalam bentuk kapsul, seduh. Selain itu, PT.Payung Pusaka Mandiri memiliki beberapa produk yang menjadi unggulan di tiap-tiap daerah seperti jamu dalam bentuk kapsul yang paling dicari oleh orang yaitu asam urat. Untuk produk jamu dalam bentuk seduh yang paling di gemari yaitu pegel linu lalu sepet wangi. Untuk produk jamu dalam bentuk minuman yang paling digemari yaitu JTG (Jahe Telor Ginseng).
Untuk pendistribusian yang sudah dilakukan oleh PT.Payung Pusaka Mandiri sudah cukup tersebar luas khususnya di wilayah Indonesia seperti di Bengkulu, Makassar, Medan, Jakarta, Surabaya, Solo, Bandung, Malang, Semarang, Samarinda, Palu, Palembang, Pangkal Pinang (Sumatera). Sehingga diharapkan para masyarakat dapat membeli produk-produk jamu dari PT.Payung Pusaka Mandiri dengan mudah didapat di toko-toko jamu, toko obat, apotek, maupun supermarket. Tetapi masih ada masalah dalam hal pendistribusiannya
3
Universitas Kristen Petra
Sementara itu, produk minuman JTG (Jahe Telor Ginseng) merupakan produk minuman yang paling digemari bagi para peminum jamu yang gemar menikmati jamu tradisional tetapi brand awareness minuman JTG (Jahe Telor Ginseng) ini masih dapat dibilang rendah sehingga masih banyak masyarakat Indonesia yang masih kurang mengetahui produk dari PT.Payung Pusaka Mandiri dan selain itu target market yang ingin dituju oleh perusahaan masih belum jelas sehingga perusahaan PT.Payung Pusaka Mandiri ini ingin melakukan langkah-langkah Re- branding untuk menaikkan dan sekaligus memperjelas target market produk khususnya produk Jahe Telor Ginseng (JTG) yang akan dituju sehingga perusahaan dapat memberikan dan memenuhi kebutuhan para konsumennya.
1.2 Rumusan masalah
Rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Apakah Re-branding pada produk JTG (Jahe Telor Ginseng) sudah efektif?
1.3 Maksud dan tujuan pengambilan kasus
Dilihat dari latar belakang masalah yang ada, peneliti memberikan tujuan dari penelitian ini yaitu :
1. Meningkatkan Brand awareness produk JTG (Jahe Telor Ginseng) agar dapat mencapai target market yang dituju.
2. Menggunakan strategi re-branding terhadap kemasan produk JTG (Jahe Telor Ginseng) yang efektif agar mendapat hasil yang positif untuk perusahan jamu PT.Payung Pusaka Mandiri.
1.4 Manfaat penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi pihak penulis:
Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan baik dan benar yang akan digunakan sebagai salah satu syarat utama pembuatan Tugas Akhir untuk
4
Universitas Kristen Petra
mendapatkan gelar sarjana di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Pemasaran Universitas Kristen Petra.
2. Bagi pihak Universitas Kristen Petra:
a. Memberikan studi kepustakaan bagi Universitas Kristen PETRA sebagai referensi bagi para mahasiswa untuk membuat Tugas Akhir yang lebih baik dan benar.
b. Peneliti memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana dalam bidang pemasaran.
c. Dapat menjalin kerjasama yang baik antar pihak perusahaan yang terkait dan Universitas Kristen Petra.
3. Bagi pihak perusahaan:
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan brand awareness dan brand image yang positif dari produk JTG (Jahe Telor Ginseng) perusahaan jamu PT.Payung Pusaka Mandiri.
1.5 Metodologi Penelitian, Pendampingan dan Pelaksanaan
Dalam sebuah proses penelitian, tentu diperlukan sebuah metode yang tepat dan proses kerja yang sistematis, proses kerja yang telah dijalankan oleh penulis akan dijabarkan lebih lanjut.
1.5.1 Metodologi Penelitian a. Metode Penelitian
Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan data kuantitatif. Metode kuantitatif yang bertujuan untuk menunjukkan teori yang ada dan memperoleh pemahaman makna.
b. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu dengan menyebarkan kuisioner, dokumentasi, serta observasi langsung di lapangan.
5
Universitas Kristen Petra
c. Sumber Data
Data yang dibutuhkan dalam penelitian berasal dari dua sumber, yaitu :
a) Data primer, yang diperoleh dari perusahaan PT.Payung Pusaka Mandiri yaitu struktur organisasi perusahaan, observasi langsung di perusahaan PT.Payung Pusaka Mandiri, data penjualan seluruh macam jamu periode bulan Januari- Maret 2010.
b) Data sekunder, yang diperoleh dari hasil kuisioner terhadap target market yang kita tuju, referensi dari internet dan buku-buku referensi di perpustakaan maupun data-data yang menunjang untuk penunjang pengerjaan Tugas Akhir ini.
d. Populasi
Dalam penelitian kuantitatif diperlukan adanya populasi dan sample untuk menunjukkan hubungan antar variable yang satu dengan lainnya. Sedangkan populasi adalah suatu wilayah yang secara keseluruhan terdiri dari objek atau subyek penelitian yang ditentukan oleh peneliti.
1.5.2 Pendampingan
Pendampingan selama melakukan kerja praktek di PT.Payung Pusaka Mandiri dilakukan setelah penulis melakukan koordinasi dengan dosen pembimbing dari Universitas Kristen Petra dan pihak perusahaan PT.Payung Pusaka Mandiri.
Pendampingan yang dilakukan oleh perusahaan PT.Payung Pusaka Mandiri diserahkan kepada Bapak Rangga Prasetya selaku direktur utama dari perusahaan jamu PT.Payung Pusaka Mandiri.
Selama penulis menjalani proses magang di PT.Payung Pusaka Mandiri, penulis memperoleh bimbingan dan pengalaman-pengalaman kerja secara teoritis maupun praktikal. Beliau banyak memberikan pengarahan, materi-materi maupun pengalaman-pengalaman yang terjadi selama bekerja di PT.Payung Pusaka Mandiri.
Selain itu juga, para karyawan yang bekerja di PT.Payung Pusaka Mandiri juga bersikap sopan dan menghargai selama proses kerja praktek ini berlangsung,
6
Universitas Kristen Petra
khususnya dalam memperoleh data-data yang mendukung dan dibutuhkan oleh penulis untuk memenuhi kelengkapan data Tugas Akhir ini.
Pendampingan selama proses pembuatan Tugas Akhir ini dilakukan oleh dua dosen senior dari Universitas Kristen Petra yaitu Prof. Dr. Hatane Semuel MS. selaku dosen pembimbing pertama dan Bu Diah Dharmayanti SE., MSi., CPM. selaku dosen pembimbing kedua yang akan memberikan bimbingan sampai Tugas Akhir ini berakhir.
1.5.3 Pelaksanaan 1. Waktu pelaksanaan
08 maret 2010-08 mei 2010 2. Jam kerja
Senin-Jumat : 08.00-16.00 (8jam kerja) Sabtu : 08.00-14.00 (6jam kerja) 3. Tempat pelaksanaan
Ruko Pengampon Square F17-18 Jln. Semut Baru, Surabaya Tlp. (031) 3573341
Fax. (031) 3572937
1.6 Cakupan kerja praktek dan pendampingan
Job description yang penulis lakukan selama berlangsungnya kerja praktek periode 08 maret 2010-08 mei 2010 atau pendampingan perusahaan yang berada di Ruko Pengampon Square F17-18 adalah melakukan proses kerja yang selayaknya dilakukan oleh brand agency disini penulis melakukan suatu langkah Re-branding pada sebuah packaging salah satu produk minuman jahe yang diproduksi oleh perusahaan jamu PT.Payung Pusaka Mandiri yaitu JTG (Jahe Telor Ginseng) yang berada di Kediri, Indonesia. Penulis melakukan langkah Re-branding agar dapat
7
Universitas Kristen Petra
menaikkan jumlah penjualan sehingga lebih signifikan terhadap purna jual produk Jahe Telor Ginseng (JTG) ini.
1.7 Kerangka penulisan
Perumusan kerangka penulisan Tugas Akhir ini menggunakan model baku yang sudah ditetapkan oleh Universitas Kristen Petra. Penyusunan kerangka penelitian dalam Tugas Akhir yaitu sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Bab I menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, maksud dan tujuan pengambilan kasus, manfaat penelitian, metodologi penelitian, pendampingan dan pelaksanaan, cakupan kerja praktek dan pendampingan, serta kerangka penelitian.
BAB II Tinjauan Kepustakaan
Bab II menjelaskan tentang kerangka teori dasar, cuplikan atau kliping berita, pernyataan atau kutipan atau pengamat bisnis dan industry, artikel atau tajuk.
Penulisan dalam majalah terkemuka terkait.
BAB III Gambaran Umum Perusahaan
Bab III menjelaskan tentang sejarah atau latar belakang perusahaan jamu PT.Payung Pusaka Mandiri, kegiatan usaha perusahaan, struktur organisasi, visi, misi, tujuan dan strategi perusahaan, keterkaitan fakta dengan studi kasus.
BAB IV Analisis dan Pembahasan
Bab IV menjelaskan tentang bagan, sistem dan prosedur kerja pendampingan, proses pengumpulan data di lapangan, realisasi kerja dan temuan lapangan selama kerja pendampingan, analisa hasil kerja akhir.
BAB V Kesimpulan dan Saran
Bab V menjelaskan tentang kesimpulan dari inti penelitian yang sudah dilakukan oleh penulis, serta berisi saran-saran penulis yang ditujukan kepada pihak perusahaan yang bersangkutan sebagai bahan masukan untuk tujuan perbaikan ke arah yang lebih baik.