• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL BELAJAR PENDIDIKAN BIOLOGI MATERI EVOLUSI

N/A
N/A
Husniyah

Academic year: 2022

Membagikan "JURNAL BELAJAR PENDIDIKAN BIOLOGI MATERI EVOLUSI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

A. Identitas Jurnal

Nama : Husniyah Sofdita

NPM : 1813024010

Nomor : 14 (empat belas) Mata Kuliah : Biologi Dasar Bobot (SKS) : 3 (2-1)

Dosen Pengampu : 1. Dr.Neni Hasnunidah, S.Pd., M.Si.

2. Ismi Rahmawati, S.Pd., M.Pd.

Disusun : Minggu, 5 November 2018 pukul 11.00

B. Pengantar

Hari Jum’at 30 November 2018, kami melaksanakan praktikum tentang Mekanisme Evolusi.Seperti biasa sebelum memulai praktikum kami melakukan pretest,yaitu pengujian terkait tema praktikum pada hari itu yang berjumlah biasanya 5 soal dan diberi waktu mengerjakan selama 5 menit. Masalah pada praktikum kali ini ialah Bagaimana mutasi pada DNA suatu organisme dapat menyebabkan evolusi? Tujuannya adalah untuk cara untuk menguji keabsahan dari penjelasan tentang mutasi pada DNA.Dan seperti biasa saya dan kelompok saya melakukan penyelidikan sesuai dengan masalah yang menjadi bahan diskusi kami. Pada hari Selasa 3 November 2018 kami melakukan argumentasi antar kelompok yang dibimbing oleh dan Ibu Neni dan Ibu Ismi,masing-masing kelompok menyiapkan Power Point data tentang hasil kerja kami,lalu setiap perwakilan kelompok berkunjung ke kelompok lain untuk bertukar argumen masing-masing.

C. Catatan Kuliah MEKANISME EVOLUSI

Evolusi pada makhluk hidup terjadi antara lain karena adanya:

1. Variasi genetik 2. Seleksi alam

3. Jangka waktu yang panjang

Variasi genetik terjadi oleh dua sebab utama, yaitu:

1. adanya mutasi gen

2. adanya rekombinasi gen-gen dalam satu keturunan. Rekombinasi gen terjadi karena gen-gen berpasangan secara bebas pada waktu pembentukan gamet.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

JURNAL BELAJAR

(2)

A. Mutasi Gen

Mutasi gen menyebabkan terjadinya penyimpangan sifat-sifat individu dari sifat yang normal. Terjadinya mutasi ini ada yang dipengaruhi oleh faktor luar, dan ada juga yang dipengaruhi oleh faktor dalam (rekombinasi gen-gen).

Mutasi gen yang tidak dipengaruhi oleh faktor luar mempunyai 2 sifat, yaitu:

1. Jarang terjadi, sebab tidak setiap rekombinasi gen menyebabkan mutasi 2. Kebanyakan tidak menguntungkan

Sekalipun demikian, mutasi ini tetap merupakan salah satu mekanisme evolusi yang sangat penting, termasuk dalam hal pembentukkan species baru dengan sifat-sifat yang lebih baik.

Jadi jika mutasi kita tinjau selama periode evolusi dari suatu species, maka tetap akan mendapatkan angka mutasi yang besar.

Hal ini terjadi karena:

1. Setiap gamet mengandung beribu-ribu gen

2. Setiap individu mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta gamet dalam satu generasi

3. Jumlah generasi yang dihasilkan oleh suatu species selama kurun waktu species itu ada banyak sekali.

Berdasarkan hal tersebut maka angka laju mutasi pada setiap species dapat diketahui.

Angka laju mutasi adalah angka yang menunjukkan berapakah jumlah gen yang bermutasi dari seluruh gamet yang dihasilkan oleh satu individu dari suatu species.

Sebagai contoh data sebagai berikut:

~ Angka laju mutasi per gen = 1 : 100.000

~ Jumlah gen dalam satu individu yang mampu bermutasi = 1000

~ Perbandingan mutasi yang menguntungkan dengan mutasi yang merugikan = 1 : 1000

~ Jumlah populasi setiap generasi = 200 juta

~ Jumlah generasi selama species itu ada = 5000

Pertanyaan yang muncul adalah berapakah kemungkinan terjadinya mutasi yang menguntungkan selama species itu ada?

Jawab:

Jumlah mutasi gen yang menguntungkan yang mungkin terjadi adalah:

~ Pada satu individu:

= 1/100.000 x 1000 x 1/1000 = 1/100.000

~ Pada tiap generasi:

1/100.000 x 200.000.000 = 2000

~ Selama species itu ada (5000 generasi) 2000 x 5000 = 10.000.000

Jadi terbukti, sekalipun mutasi tersebut jarang terjadi dan mutasi yang menguntungkan sangat kecil kemungkinannya, tetapi jika ditinjau selama periode evolusi suatu species maka kemungkinan terjadinya mutasi yang adaptif akan tetap besar.

Ada tiga fakta penting yang muncul pada peristiwa mutasi, yaitu:

1. Mutasi muncul secara spontan dan tidak di arahkan oleh alam 2. Mutasi dapat terjadi lagi pada mutan

3. Mutasi pada umumnya merugikan organisme yang mengalaminya.

B. Frekuensi Gen Dalam Populasi

(3)

Frekuensi gen adalah perbandingan antara gen yang satu dengan gen lainnya di dalam suatu populsi. Misal suatu populasi mempunyai gen dominan A dan gen resesif a. Kedua gen tersebut sama-sama adaptif. Maka generasi yang bergenotif AA, Aa maupun aa mempunyai daya fertilitas dan viabelitas yang sama.

Misalnya populsi tersebut dimulai dengan 50% AA jantan dan 50% aa betina, maka dalam generasi (F1) semua populasi bergenotif Aa.

Apabila dilakukan perkawinan F1 dengan F1 maka frekuensi genotif F2 adalah = 25 AA : 50 Aa : 25 aa atau ¼ AA : ½ Aa : ¼ aa

Berdasarkan perhitungan tersebut maka frekuensi keseimbangan genotif F2 adalah hasil kali frekuensi gen dari masing-masing induknya, yaitu :

(A + a)(A + a) = AA + 2 Aa + aa A2 + 2 Aa + a2

Demikian pula pada generasi F3 tetap seperti pada F2 yaitu 1 : 2 : 1. Jadi apabila setiap individu dari berbagai kesempatan melakukan perkawinan yang sama dan berlangsung secara acak, serta setiap genotif mempunyai variabilitas yang sama maka perbandingan antara genotif yang satu denganyang lainnya dari generasi ke generasi adalah tetap sama.

C. Hukum Hardy-Weinberg

Hardy nama lengkapnya Godfrey Harold Hardy adalah seorang ahli matematka Inggris dan Weinberg yang nama lengkapnya Wilhhelm Weinberg adalah seorang dokter dari jerman. Mereka secara terpisah menemukan hubungan matematika dari frekuensi gen dalam populasi, yang kemudian dikenal sebagai Hukum Hardy-Weinberg. Frekuensi gen dalam populasi adalah perbandingan alela gen tersebut dalam populasi.

Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi gen dan genotip dalam suatu populasi akan berada pada keadaan yang tetap atau konstan (sama) dari generasi ke generasi apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Genotip-genotip yang ada memiliki viabilitas (kemampuan hidup) dan fertilitas (kesuburan) yang sama.

2. Perkawinan antara genotip terjadi secara acak (random)

3. Tidak ada mutasi dari gen satu ke gen yang lain atau sebaliknya 4. Populasi harus cukup besar

5. Tidak terjadi migrasi antar populasi 6. Tidak terjadi seleksi alam

Apabila frekuensi gen yang satu dinyatakan dengan symbol p dan alelnya dengan symbol q, maka secara matematika hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut:

p + q = 1 atau sama dengan 100%

(p + q)2 = 1 atau sama dengan 100%

P2 + 2pq + q2 = 1 atau sama dengan 100%

Pp + 2pq + qq = 1 atau sama dengan 100%

Dimana:

pp = alela yang homozigot pq = alela heterozigot qq = alela homozigot resesif

D. Perubahan Perbandingan Frekuensi Gen

Hukum hardy-weinber tidak selalu menghasilkan angka perbandingan yang tetap dari generasi ke generasi. Ini berarti dalam populasi frekuensi gen dapat mengalami perubahan.

Faktor yang menyebabkan perubahan frekuensi gen adalah :

(4)

1. Mutasi

Terjadinya mutasi pada satu atau beberapa gen akan mengakibatkan adanya perubahan kesetimbangan gen-gen

2. Seleksi alam

Apabila gen A memiliki viabilitas lebih rendah dari gen a, atau gen A memiliki mempunyai daya fertilitas lebih baik dari gen a, maka jumlah individu dengan gen A dalam populasi itu akan bertambah, sedangkan individu dengan gen a akan berkurang.

Contoh untuk mutasi gen sekaligus seleksi alam adalah: Didanau buatan AS, selain katak normal (A) ditemukan pula katak berkaki banyak dan mandul (a). Jika populasi dari katak (Aa) saling mengadakan perkawinan, berapakah perbandingan genotip AA : Aa : aa dalam populasi tersebut pada generasi berikutnya bila diketahui:

~ keturunan dari populasi asal terdiri atas : 27 individu AA, 54 individu Aa, dan 27 aa

~ jumlah perkawina yang terjadi adalah 45

~ jumlah individu yang dihasilkan dari setiap perkawinan adalah 10 individu.

Jawab:

Perbandingan genotip keturunan populasi asal adalah 27 AA : 54 Aa : 27 aa = 1 : 2 : 1 Perbandinhan antara individu yang subur (normal) dengan mandul adalah (AA + Aa) : aa = (27 + 54) : 27 = 81 : 27 = 3 : 1

Berarti dari seluruh individu yang normal (subur) terdiri atas 1/3 bergenotip AA dan 2/3 Aa. Oleh karena itu kemungkinan terjadinya perkawinan antara induk-induk tersebut adalah:

Karena jumlah perkawinan adalah 45 maka jumlah perkawinan antara:

AA x AA = 1/9 x 45 = 5 AA x Aa = 2/9 x 45 = 10 Aa x AA = 2/9 x 45 = 10 Aa x Aa = 4/9 x 45 = 20

Setiap perkawinan menghasilkan 10 individu untuk masing-masing genotip:

Jadi perbandingan genotip AA : Aa : aa = 200 : 200 : 50 = 4 : 4 : 1 3. Migrasi (emigrasi dan Imigrasi)

Migrasi menyebabkan frekuensi gen akan berubah Contoh:

Xylopa nobilis (kumbang) antara daerah manado dengan kepulauan sangihe. Kumbang- kumbang di dua daerah tersebut menunjukkan perbedaan genetika. Karena sesuatu hal, kumbang kayu di pulau sangihe bermigrasi ke manado. Pada kumbang tersebut terjadi interhibridisasi sehingga terjadi perubahan frekuensi gen pada generasi selanjutnya.

4. Rekombinasi dan seleksi

Rekombinasi merupakan penggabungan gen-gen melalui perkawinan silang. Genotip rekombinan tidak sama dengan induknya. Sehubungan dengan itu rekombinasi gen menimbulkan perubahan gen pada generasi berikutnya.

5. Perubahan alam sekitar.

Perubahan alam sekitar dan adanya mekanisme isolasi dapat menyebabkan populasi dari species terpisah, akhirnya berkembang menjadi species-species baru.

Contoh:

~ Xylopa nobilis pulau sangihe dengan Xylocopa nobilis di menado

~ Burung finch di kepulauan Galapagos dengan burung Finch di daratan Amerika Selatan

(5)

D. Identifikasi Masalah

Dari praktikum yang saya dan kelompok saya lakukan tentang Mekanisme Evolusi,ada beberapa kendala saat melakukan percobaan. Masalah yang muncul yaitu ketika akan

menggunakan Simulasi Video (Online) tidak semua Laptop dapat menginstal Simulasi Video tersebut,dan juga ketika sudah di Instal untuk mulai melakukan penyelidikan terkadang perlu melakukan beberapa kali pengulangan,karena memang tidak mudah untuk mendapatkan data yang sesuai dengan hasil penyelidikan serta butuh juga kesabaran.

E. Catatan Hasil Ulasan Dosen

Dosen menjelaskan materi tentang Mekanisme secara efektif dan mudah dipahami. Dosen memberikan tiga kunci dalam pembahasan materi ini agar mudah dikuasai dan dipahami ketiga kata kunci itu ialah Mutasi DNA,Seleksi Alam dan Jangka waktu yang

panjang.Dimana ketika kita sudah menguasai ketiga kata kunci tersebut kita akan memahami materi dengan baik.Dengan materi yang diberikan Dosen kami lebih mengerti dan paham tentang Mekanisme Evolusi.

F. Refleksi Diri

Tuliskan penjelasan Anda untuk pertanyaan-pertanyaan berikut:

1) Apakah Anda benar-benar telah belajar tentang topik perkuliahan hari ini? disertai fakta konkret.

Jawab : Ya, saya mengerti tentang topik perkuliahan terkait Mekanisme Evolusi.

Tidak hanya dari buku dan teori yang saya baca, melainkan dari praktikum yang saya lakukan dan juga dari penjelasan dosen. Fakta konkretnya adalah saya paham dan mengerti tentang ketiga kata kunci yang menjadi Faktor-faktor adanya mekanisme evolusi.

2) Apakah Anda dapat mengikuti kegiatan belajar? disertai fakta konkret.

Jawab : Ya, saya dapat mengikuti kegiatan belajar dengan sangat baik. Berkat penjelasan dari dosen, bantuan dari asisten praktikum dan juga teman – teman. Fakta Konkretnya adalah dengan melakukan penyelidikan saya lebih tahu mengerti tentang ketiga kata kunci yang menjadi Faktor-faktor adanya mekanisme evolusi.Saya sudah bisa mengerti dari segi praktikum secara langsungnya dan juga juga materi yang ditambahkan oleh dosen setelah argumentasi.

3) Jika tidak, mengapa Anda tidak dapat belajar dengan baik? Apa penyebabnya?

Bagaimana alternatif solusinya Jawab : -

(6)

4) Bagaimana usaha dosen dalam mendorong mahasiswa yang tidak aktif untuk belajar?

Jawab : Usaha dosen dalam mendorong mahasiswa yang tidak aktif untuk belajar sangatlah baik. Dengan diadakannya diskusi argumen antar siswa dan dengan memanggil satu per satu siswa untuk menjelaskan beberapa penjelasan terkait hasil praktikum membuat siswa lebih aktif dan lebih mengerti tentang isi praktikum. Hal ini juga membuat siswa lebih mempersiapkan diri dengan cara mempelajari materi yang berkaitan dengan topik pembahasan sebelum praktikum berlangsung.

5) Pembelajaran berharga apa yang dapat dipetik dari observasi pembelajaran ini?

Jawab : Pembelajaran berharga yang dapat dipetik dari observasi pembelajaran tentang Mekanisme Evolusi membuat saya lebih mengerti dan memahami materi dengan baik dan bahwasanya apa yang dikatakan Dosen “Biologi itu tidak perlu dihapal dan cukup dipahami jikalau kalian telah menguasi Kata Kunci dalam Materi tersebut.”

Referensi

Dokumen terkait

Maka, dapat disimpulkan bahwa menurut data yang diperoleh dari siswa dalam penelitian ini, terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) antara

Pemberian layanan bimbingan kelompok tidak terjadwal (menunggu kelas kosong), tetapi biasanya pemberian layanan diberikan minimal 2 kali dalam 1 (satu) semester. Tujuan

Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran / bimbingan ( di kelas, labor dan atau di lapangan ) untuk mengebangkan potensi siswa pada tiap Bidang pengembangan di

Berdasarkan pengamatan peneliti, pemerintah kelurahan tidak terlalu memperhatikan keadaan ini, walaupun telah ada program kegiatan bersih-bersih lingkungan,

Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat

Dari sepuluh judul komik yang penulis analisis, enam judul menggunakan ukuran pocket book (12 x 17 Cm) (Doraemon, Detektif Conan, Crayon Sinchan, Dragon Ball, Kobo Chan,

Namun, jika dilihat dari elemennya, maka prosesi molonthalo harus memenuhi lima unsur, yaitu: pertama, unsur fardy (pribadi), kedua, unsur makani (tempat), ketiga, unsur zamani

(etika berjalan dalam tidur, baik selama episode atau keesokan harinya, mereka tidak dapat mengingat peristiwa yang  pernah terjadi dan tidak memiliki