7 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Penelitian Terdahulu
Penelitian Ariska (2016), yang berjudul “Analisis Demand Masyarakat Pesisir terhadap Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Di Kecamatan Puger Kabupaten Jember Tahun 2016”. Dengan tujuan untuk menganalisis demand masyarakat pesisir terhadap kepesertaan pada Jainan Kesehatan Nasional di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan teknis analisis data uji Chi Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel umur tidak berhubungan dengan demand masyarakat pesisir terhadap kepesertaan jaminan kesehatan nasional. Variabel jumlah anggota keluarga, pendidikan, pengetahuan dan pendapatan berhubungan dengan demand masyarakat pesisir terhadap kepesertaan jaminan kesehatan nasional.
Penelitian Rhoza et al. (2016), yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengambilan keputusan Dalam Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung Tahun 2016” memiliki tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengabilan keputusan dalam kepesertaan JKN di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung Tahun 2016. Dengan menggunakan analisis data univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square, sehingga memberikan hasil bahwa variabel pendidikan, jumlah anggota keluarga dan
pengetahuan tidak berhubungan dengan partisipasi pengambilan keputusan dalam kepesertaan JKN.
Sayekti (2020), melakukan penelitian dengan judul “Analisis Demand BPJS Kesehatan Pada Pedagang Di Pasar Klaten Kabupaten Klaten Jawa Tengah”. Dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi demand BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Klaten Kabupaten Klaten,
Jawa Tengah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji Kendall Tau dan diperoleh hasil yang menyatakan bahwa variabel pendapatan, pendidikan dan paparan informasi memiliki berhubungan dengan demand BPJS Kesehatan. Dan variabel umur tidak memiliki berhubungan dengan demand BPJS Kesehatan.
Pangestika et al. (2017), melakukan penelitian yang berjudul “Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepesertaan Sektor Informal Dalam BPJS Kesehatan Mandiri Di Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan”. Memiliki tujuan unutk mengidentifikasi dan menganalisis faktor- faktor yang berhubungan denganpartisipasi sector informal dalam kepesertaan BPJS Kesehatan Mandiri. Teknik analisis data dilakukan secara univariat dan menggunakan uji Chi Square sebagai uji statistik. Dan mendapatkan hasil yang menyatakan bahwa variabel pengetahuan dan pendapatan tidak berhubungan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri pada sektor informal.
Malawat (2018), dengan judul “Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Demand Masyarakat Menjadi Peserta BPJS Mandiri Di Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan” memiliki tujuan untuk menjelaskan pengaruh
karateristik keluarga dan sosial ekonomi terhadap demand masyarakat menjadi peserta BPJS mandiri di Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Dengan menggunakan analisis data uji Chi Square dan uji regresi logistic berganda, mendapatkan hasil bahwa pendapatan berhubungan dengan demand masyarakat menjadi peserta BPJS mandiri di Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan.
Kemudian berdasarkan uji regresi logistic berganda menyatakan bahwa pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap demand masyarakat menjadi peserta BPJS mandiri di Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan.
Rafidah et al. (2019) dengan judul “Faktor Predisposing, Enabling dan Reinforcing Dengan Keputusan Pembelian Premi BPJS Kesehatan” memiliki
tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor predisposing, enabling dan reinforcing dengan keputusan pembelian premi BPJS Kesehatan di Kecamatan
Klojen Kota Malang. Menggunakan analisis data uji regresi logistic bersama- sama yang menghasilkan bahwa pendidikan, pengetahuan dan pendapatan memiliki hubungan dengan keputusan pembelian premi.
Relevansi dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang yaitu :
1. Pada penelitian Nova Ariska terdapat sedikit perbedaan pada variabel yang digunakan untuk penelitian dan juga lokasi penelitian. Jika pada penelitian Nova Ariska menggunakan variabel umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, keterjangkauan, dan kebutuhan. Dan juga lokasi penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir
di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan variabel usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, paparan informasi dan pendapatan dengan lokasi penelitian di Kota Malang.
2. Pada penelitian yang dilakukan Novia Rhoza terdapat perbedaan pada variabel dan lokasi yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitiannya menggunakan variabel pendidikan, jumlah anggota keluarga, pengetahuan, persepsi, dukungan lingkungan sosial dan kemudahan mendapatkan informasi dengan lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan variabel usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, paparan informasi dan pendapatan dengan lokasi penelitian di Kota Malang.
3. Pada penelitian yang dilakukan Regina Claudine P. S. terdapat perbedaan pada variabel dan lokasi yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitiannya menggunakan variabel pendapatan, besaran premi, pendidikan, keterpaparan informasi dan umur dengan lokasi penelitian dilakukan pada pedagang pasar Klaten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan variabel usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, paparan informasi dan pendapatan dengan lokasi penelitian di Kota Malang.
4. Pada penelitian yang dilakukan Viona Febya P. terdapat perbedaan pada variabel dan lokasi yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitiannya menggunakan variabel pengetahuan, jumlah tanggungan keluarga,
pendapatan, pengeluaran rata-rata per bulan, kemampuan membayar, kemauan membayar dan dukungan keluarga dengan lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan variabel usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, paparan informasi dan pendapatan dengan lokasi penelitian di Kota Malang.
5. Pada penelitian yang dilakukan Amalia Shafira Malawat memiliki perbedaan variabel dan lokasi penelitian. Dalam penelitiannya, variabel yang digunakan adalah pendapatan dengan lokasi penelitian di Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan variabel usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, paparan informasi dan pendapatan dengan lokasi penelitian di Kota Malang.
6. Pada penelitian yang dilakukan Fauziah Rafidah dkk memiliki perbedaan variabel dan lokasi penelitian. Dalam penelitiannya, variabel yang digunakan adalah pendidikan, pengetahuan dan pendapatan. Dengan lokasi penelitian di Kecamatan Klojen Kota Malang. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan variabel usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, paparan informasi dan pendapatan dengan lokasi penelitian di Kota Malang.
B. Tinjauan Pustaka 1. BPJS Kesehatan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan merupakan suatu badan hukum yang menyelenggarakan jaminan kesehatan untuk masyarakat Indonesia dan memiliki tanggung jawab kepada Presiden.
Yang dibentuk berdasarkan Undang Undang No 24 Tahun 2011 dan ditetapkan pada tanggal 1 Januari 2014.
BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugasnya memiliki visi yaitu terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Dengan beberapa misinya yaitu memberikan layanan terbaik kepada setiap peserta, memperluas kepesertaan program jaminan kesehatan mencakup seluruh penduduk Indonesia dan bersama menjaga kesinambungan financial program jaminan kesehatan. (Humas BPJS Kesehatan, n.d.)
Undang-Undang BPJS telah menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan berfungsi untuk mengadakan program jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi social dan prinsip ekuitas dengan tujuan untuk menjamin para peserta mendapatkan manfaat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan.
2. Permintaan Konsumen
Dalam kehidupan ekonomi, permintaan merupakan jumlah suatu barang dan jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada harga yang sesuai dengan pendapatan dan waktu tertentu. Seseorang akan melakukan permintaan dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Untuk itu permintaan harus diseimbangan dengan pendapatan. Karena jika memiliki pendapatan tinggi, permintaan akan meningkat sedangkan jika pendapatan rendah, permintaan juga akan ikut menurun. (Febianti, 2017)
Menurut Ahman (2009:89), permintaan merupakan jumlah barang dan jasa yang mampu dibeli konsumen pada tingkat harga yang berbeda. Menurut
perspetif ekonomi, permintaan diartikan sebagai jumlah barang atau jasa yang diminta oleh konsumen dalam berbagai macam tingkat harga dan di suatu waktu. (Samuelson, 2003)
Menurut Mankiw (2003), pada dasarnya permintaan suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor , yang utama yaitu :
a. Harga barang tersebut
Apabila harga suatu barang mengalami kenaikan, maka konsumen akan mengurangi permintaan terhadap barang tersebut. Begitupun sebaliknya, jika harga barang menurun, konsumen akan menambah barang yang diminta.
b. Harga barang lain yang bersangkutan
Apabila harga barang lain mengalami penurunan, konsumen akan lebih membeli barang lain tersebut dari pada barang yang sebenarnya ingin dibeli.
c. Pendapatan rumah tangga
Pendapatan mempengaruhi konsumen terhadap konsumsi suatu barang. Apabila pendapatan rumah tangga meningkat, barang yang akan dibeli juga mengalami kenaikan. Begitupun sebaliknya, jika pendapatan menurun, barang yang dibeli juga sedikit.
d. Selera masyarakat
Berapapun harga barang yang turun, apabila konsumen tidak memiliki selera untuk menggunakan barang tersebut, maka tidak akan terjadi permintaan. Dan begitu pula sebaliknya.
e. Jumlah penduduk
Pada dasarnya dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, maka permintaan akan suatu barang juga akan terus meningkat. Tetapi pertambahan penduduk juga diringi dengan perkembangan kesempatan kerja. Sehingga ketika banyak orang memiliki pendapatan, maka akan meningkatkan daya beli masyarakat.
f. Ekspektasi keadaan di masa mendatang
Ramalan masyarakat akan naiknya harga suatu barang di masa depan akan menyebabkan konsumen membeli dengan jumlah yang banyak untuk menghindari naiknya harga di masa mendatang.
Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin rendah harga suatu barang atau jasa, maka permintaan akan barang atau jasa tersebut akan mengalami kenaikan. Dan sebaliknya, jika harga barang atau jasa naik, maka permintaan akan mengalami penurunan. Sedangkan faktor lainnya di anggap tetap (ceteris paribus).
Kurva permintaan merupakan suatu grafik yang menunjukkan hubungan antara harga barang atau jasa dengan jumlah permintaan barang atau jasa. Untuk membuat kurva permintaan, diperlukan daftar permintaan yang berisikan data-data yang menunjukkan jumlah barang atau jasa dalam berbagai tingkat harga. (Prawoto, 2015)
Tabel 2.1 Daftar Permintaan
No Harga Barang X Jumlah Permintaan 1 Rp 50.000 350
2 Rp 40.000 400 3 Rp 30.000 550 4 Rp 20.000 600 5 Rp 10.000 750 Sumber : data diolah 2021
Berdasarkan tabel 2.1 di atas, dijelaskan bahwa pada tingkat harga Rp 50.000,- permintaan akan barang tersebut sebesar 350. Sedangkan pada tingkat harga Rp 10.000,- permintaannya sebesar 750. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat harga pada suatu barang atau jasa, maka permintaan barang atau jasa tersebut semakin sedikit. Sebaliknya, jika semakin rendah tingkat harga suatu barang atau jasa, maka akan semakin meningkat permintaan barang atau jasa tersebut. Dari data daftar permintaan di atas, dapat digambarkan kurva permintaan sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kurva Permintaan
(Px)
Rp 50.000
(Dx)
1
Rp 40.000 2
Rp 30.000 3
Rp 20.000 4
Rp 10.000 5
(Qx)
350 400 550 600 750
Pada gambar 2.1 dapat dilihat bahwa kurva permintaan memiliki kemiringan yang negatif, yang artinya hubungan antara jumlah barang dengan harga barang berlawanan arah. Hal ini karena dalam memenuhi kebutuhannya, konsumen ingin memperoleh harga yang rendah dengan jumlah barang yang banyak.
Hubungan antara harga dan jumlah permintaan suatu barang atau jasa dapat juga dijelaskan dengan fungsi permintaan. Fungsi permintaan juga dapat menganalisis hubungan jumlah permintaan suatu barang atau jasa dengan variabel lain selain harga, misalnya pendapatan masyarakat, jumlah penduduk dan lainnya. Berikut fungsi permintaan yang sederhana :
Qdx = 𝑓(Px)
Qdx = Jumlah barang x yang diminta Px = Harga barang x
3. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Permintaan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan
Faktor demografi merupakan salah satu faktor yang dapat dijadikan acuan dalam mengklasifikasikan suatu pasar. Kotler, Philip (2000) menyatakan bahwa: Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan: variabel seperti usia, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras generasi, nasional, kelas sosial. Faktor kelompok ini merupakan dasar yang paling populer dalam mensegmentasi kelompok pelanggan.
Karakteristik sosial demografi adalah ciri yang menggambarkan perbedaan masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi, dan kelas sosial (Kotler dan Armstrong, 2001).
Menurut Wahyuni (2008), proses pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian akan diwarnai oleh ciri kepribadiannya, yaitu pendapatan, usia, dan gaya hidup. Yang termasuk kategori segmentasi demografi yaitu : 1. Jenis kelamin pria dan wanita mempunyai sikap dan perilaku yang
berbeda, sebagian berdasarkan susunan genetik dan sebagian karena sosialisasi. Misalnya, wanita cenderung lebih berpikiran komunal dan pria cenderung lebih ekspresif dan diarahkan oleh tujuan; wanita cenderung memperhatikan semua hal dalam lingkungan baru; pria cenderung berfokus pada bagian lingkungan yang membantu mereka mencapai tujuan. Tidak semua produk dapat dibedakan menurut segmen ini.
Makanan misalnya, jarang dibedakan menurut jenis kelamin/gender.
Tetapi produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup seperti ; pakaian, rokok, kendaraan, sepatu, dan peralatan rumah tangga, pembelian suatu produk pelengkap umumnya dapat menggunakan segmen ini.
2. Usia seseorang senantiasa bertambah dan dengan penambahan usia semakin banyak kejadian yang didengar, dilihat dan dialami, sehingga menambah pengalamannya tentang suatu obyek. Usia sesorang umumnya tingkat emosinya juga berbeda. Dalam memberikan respon terhadap suatu rangsangan, seorang konsumen bisa berbeda karena kemampuannya
mengendalikan emosi yang berbeda. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa sikap konsumen terhadap suatu obyek atau atribut dapat dipengaruhi oleh tingkat usia seseorang.
3. Pendapatan rata-rata per bulan. Kondisi seseorang dapat diukur dengan menggunakan konsep pendapatan yang menunjukkan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu. Definisi lain dari pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diperoleh dari hasil pekerjaan dan biasanya pendapatan seseorang dihitung setiap tahun atau setiap bulan. Dengan demikian pendapatan merupakan gambaran terhadap posisi ekonomi keluarga dalam masyarakat.
Pendapatan keluarga berupa jumlah keseluruhan pendapatan dan kekayaan keluarga, dipakai untuk membagi keluarga dalam tiga kelompok pendapatan, yaitu: pendapatan rendah, pendapatan menengah dan pendapatan tinggi. Pembagian di atas berkaitan dengan, status, pendidikan dan keterampilan serta jenis pekerja seseorang namun sifatnya sangat relative (Prayuda et al., 2014).
4. Pendidikan terakhir Menurut Dharma (1997:326), Pendidikan seseorang dapat mempengaruhi pemilihan suatu barang atau jasa. Semakin bagus pendidikan seseorang, mereka akan lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi maka akan memiliki pemikiran yang lebih baik dalam mengolah informasi sehingga dapat mempengaruhi pengetahuannya seperti dalam pengambilan keputusan untuk mengikuti BPJS.
5. Informasi yang diperoleh seseorang tentang suatu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor pendukung suatu kondisi layanan kesehatan menyebabkan wajib tersedia bagi individu, sehingga semakin banyak informasi yang diberikan dengan jelas melalui tenaga-tenaga yang dipercaya akan meningkatkan penggunaan BPJS yang disediakan. Sumber informasi tentang BPJS yang didapat masyarakat kelompok kasus mayoritas melalui tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat, sehingga mereka mengetahui secara langsung dan jelas mengenai informasi tersebut. Selain itu lokasi kota Malang yang strategis merupakan pusat kota dimana sangat memungkinkan untuk akses internet sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses internet melalui media online.
6. Jumlah anggota keluarga sangat menentukan jumlah kebutuhan keluarga.
Semakin banyak anggota keluarga berarti semakin banyak pula jumlah kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi.Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit anggota keluarga berarti semakin sedikit pula kebutuhan yang harus dipenuhi keluarga. Sehingga dalam keluarga yang jumlah anggotanya banyak, akan diikuti oleh banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi. Semakin besar ukuran rumahtangga berarti semakin banyak anggota rumahtangga yang pada akhirnya akan semakin berat beban rumahtangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Demikian pula jumlah anak yang tertanggung dalam keluarga dan anggota-anggota keluarga yang cacat maupun lanjut usia akan berdampak pada besar kecilnya pengeluaran suatu keluarga. Mereka tidak bisa menanggung
biaya hidupnya sendiri sehingga mereka bergantung pada kepala keluarga dan istrinya. Anak-anak yang belum dewasa perlu di bantu biaya pendidikan, kesehatan, dan biaya hidup lainnya. Menurut Mantra (2003) yang termasuk jumlah anggota keluarga adalah seluruh jumlah anggota keluarga rumah tangga yang tinggal dan makan dari satu dapur dengan kelompok penduduk yang sudah termasuk dalam kelompok tenaga kerja.Kelompok yang dimaksud makan dari satu dapur adalah bila pengurus kebutuhan sehari-hari dikelola bersamasama menjadi satu. Jadi, yang termasuk dalam jumlah anggota keluarga adalah mereka yang belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari karena belum bekerja (dalam umur non produktif) sehingga membutuhkan bantuan orang lain (dalam hal ini orang tua).
C. Hubungan Antar Variabel
1. Hubungan usia terhadap permintaan BPJS Kesehatan
Seseorang dengan usia cenderung memiliki peningkatan terhadap permintaan pelayanan kuratif. Berbanding terbaik dengan pelayanan preventif yang permintaannya menurun. Hal ini karena ketika manusia mendekati waktu kematian, mereka merasa jika keuntungan dari pelayanan kesehatan preventif lebih kecil dibandingkan jika saat usia muda. (Ariska, 2016)
2. Hubungan jumlah anggota keluarga terhadap permintaan BPJS Kesehatan Jumlah anggota keluarga dengan pendapatan yang sama akan membaginya dengan beberapa kebutuhan keluarga. Dalam hal konsumsi kesehatan yaitu kepesertaan BPJS Kesehatan, jumlah anggota keluarga yang banyak akan berpengaruh terhadap penghasilan keluarga yang akan digunakan untuk kebutuhan kesehatan. Berbeda dengan jumlah anggota keluarga yang lebih sedikit. Hal ini karena harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk iuran setiap bulannya. (Ariska, 2016)
3. Hubungan tingkat pendidikan terhadap permintaan BPJS Kesehatan
Pada umumnya, seseorang dengan tingkat pendidikan yang tinggi memiliki permintaan yang tinggi pula. Dalam hal kesehatan, seseorang yang memiliki pendidikan tinggi akan lebih sadar pentingnya status kesehatan dan konsekuensi dalam menggunakan pelayanan kesehatan. Mereka akan menganggap penting nilai kesehatan, sehingga akan mengkonsumsi pelayanan kesehatan yang lebih banyak. (Ariska, 2016)
4. Hubungan paparan informasi terhadap permintaan BPJS Kesehatan
Pada umumnya, seseorang yang berpendidikan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi pula. Informasi yang diperoleh seseorang tentang suatu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor pendukung suatu kondisi layanan kesehatan menyebabkan wajib tersedia bagi individu, sehingga semakin banyak informasi yang diberikan dengan jelas melalui
tenaga-tenaga yang dipercaya akan meningkatkan penggunaan JKN yang disediakan. (Slohanayani Berutu, 2019)
5. Hubungan pendapatan terhadap permintaan BPJS Kesehatan
Dalam menentukan permintaan terhadap suatu barang atau jasa, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pendapatan. Terdapat hubungan antara pendapatan dengan tingkat permintaan pelayanan kesehatan.
Jika pendapatan meningkat maka jumlah barang dan jasa juga meningkat.
Pada masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka akan memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu, jika telah terpenuhi lalu mengkonsumsi kesehatan. (Gitleman, 2014)
D. Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran merupakan garis besar alur dalam proses penyusunan sebuah penelitian. Dalam penelitian ini didapatkan kerangka penikiran sebagai berikut :
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran
E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas dan untuk memberikan arah dalam proses pengerjaan penelitian ini, maka didapatkan hipotesis penelitian sebagai berikut :
1. Diduga usia tidak berhubungan dengan permintaan BPJS Kesehatan Di Kota Malang.
Usia (X1)
Jumlah Anggota Keluarga (X2)
Tingkat Pendidikan (X3)
Pendapatan (X5) Paparan Informasi (X4)
Permintaan BPJS Kesehatan Di Kota Malang (Y)
2. Diduga jumlah anggota keluarga berhubungan dengan permintaan BPJS Kesehatan Di Kota Malang.
3. Diduga tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan permintaan BPJS Kesehatan Di Kota Malang.
4. Diduga paparan informasi berhubungan dengan permintaan BPJS Kesehatan Di Kota Malang.
5. Diduga pendapatan berhubungan dengan permintaan BPJS Kesehatan Di Kota Malang.