• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI (PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA FMIPA UNPAD)

UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA

JATINANGOR 2022

Edisi revisi 2022

(2)

i

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

(Program Studi S-1 Matematika FMIPA Unpad)

Tim Penyusun :

1. Edi Kurniadi, M.Si., Ph.D 2. Prof. Dr. H. Sudradjat, MS

3. Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana, MS 4. Dr. Ema Carnia, M.Si

5. Dr. Endang Rusyaman, MS

6. Dr. Sri Purwani, M.Sc

7. Firdaniza, M.Si

8. Badrulfalah, MS

9. Riaman, M.Si

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke Hadlirat Allah Subhanahu Wata’ala karena berkat pertolongan-Nya buku pedoman penulisan skripsi bagi mahasiswa Program Studi S-1 Matematika dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam.

Buku pedoman penulisan skripsi ini merupakan edisi revisi dari buku pedoman skripsi sebelumnya. Beberapa revisi dilakukan seperti tata tulis, cara membuat sitasi, penulisan definisi, teorema, lema, akibat, pembuatan daftar pustaka dan penyesuaian spasi. Khususnya untuk sitasi dan daftar pustaka, dalam penulisan skripsi ini digunakan sistem Harvard (Harvard Style).

Kaidah penulisan buku pedoman skripsi ini merujuk pada Peraturan Rektor Unpad No. 391/H6.1/KEP/PP/2011 tentang Pedoman Penyusunan dan Penulisan Skripsi Program Sarjana Universitas Padjadjaran. Peraturan ini kembali ditegaskan dalam Perakturan Rektor Unpad No. 16/2016 tentang Penulisan Tugas Akhir pada Jenjang Pendidikan Sarjana dan Sarjana Terapan di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

Penulis menyadari bahwa penyusunan buku pedoman penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, masukan yang sifatnya konstruktif senantiasa diharapkan. Akhir kata, semoga buku ini bermanfaat khususnya bagi mahasiswa Program Studi S-1 Matematika yang sedang dalam tahapan menyususn skripsi.

Jatinangor, Juni 2022

Penulis

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I SISTEMATIKA SKRIPSI ... 1

1.1 Bagian Awal ... 1

1.2 Bagian Inti ... 7

1.3 Bagian Akhir ... 14

BAB II TATA CARA PENULISAN SKRIPSI ... 15

2.1 Bahan yang digunakan ... 15

2.2 Pengetikan ... 15

2.2.1 Lay-Out/Tata Letak Kertas ... 16

2.2.2 Cara Pengetikan ... 16

2.2.3 Spasi ... 17

2.3 Kutipan ... 18

2.4 Tajuk ... 19

2.5 Abstrak ... 20

2.6 Penomoran Bab, Subbab, sub subbab, Definisi, Teorema, Lema, Sifat, Akibat, Contoh, dan Persamaan 22 2.7 Penomoran halaman ... 23

2.8 Pengaturan Halaman sampul Skripsi Luar dan Dalam ... 25

2.9 Halaman Lembar Pengesahan ... 29

2.10 Sitasi Pustaka ... 30

(5)

iv

2.10.1 Cara Sitasi Kutipan Langsung ... 33

2.10.2 Kutipan yang sebagian dihilangkan ... 34

2.10.3 Cara merujuk kutipan tidak langsung... 35

2.11 Penulisan Daftar Pustaka ... 36

2.11.1 Pustaka Dalam Bentuk Buku ... 37

2.11.2 Pustaka Dalam Bentuk Artikel/Paper ... 45

2.11.3 Pustaka dari Laman/Website ... 48

2.11.4 Pustaka dari Koran atau Majalah ... 52

2.11.5 Rujukan dari dokumen Resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa pengarang dan tanpa lembaga... 53

2.11.6 Rujukan berupa skripsi, tesis, atau disertasi .. 54

2.11.7 Rujukan berupa makalah yang disajikan dalam seminar, penataran, atau lokakarya ... 55

2.11.8 Rujukan dari internet berupa e-mail pribadi . 55 2.12 Penulisan Tabel dan Gambar ... 56

2.12.1 Tabel ... 56

2.12.2 Gambar ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 59

(6)

1

BAB I

SISTEMATIKA SKRIPSI

Sistematika penulisan skripsi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

1. bagian awal, 2. bagian inti, dan 3. bagian akhir.

1.1 Bagian Awal

Bagian awal terdiri dari bagian-bagian berikut ini : A. Halaman sampul luar.

B. Halaman sampul dalam.

C. Halaman lembar pengesahan.

D. Halaman abstrak (versi bahasa Indonesia).

E. Halaman abstract (versi bahasa Inggris).

F. Halaman kata pengantar.

G. Halaman daftar isi.

H. Halaman daftar tabel (jika ada).

I. Halaman daftar gambar (jika ada).

J. Halaman daftar grafik (jika ada).

K. Halaman daftar diagram (jika ada).

L. Halaman daftar istilah/Glossary (jika ada ).

M. Halaman daftar notasi/simbol matematika ( jika ada).

N. Halaman daftar lampiran (jika ada).

Berikut adalah penjelasan tiap-tiap bagian yang termasuk ke dalam bagian awal skripsi.

(7)

2

A. Halaman Sampul Luar

Halaman sampul luar skripsi harus memuat bagian-bagian berikut ini :

1. Judul (dan subjudul) skripsi.

2. Tulisan kata ”SKRIPSI”.

3. Informasi penulisan skripsi.

4. Nama dan NPM penulis.

5. Logo resmi Unpad.

6. Universitas, fakultas, dan program studi penulis.

7. Tempat sidang.

8. Tahun kelulusan.

B. Halaman Sampul Dalam

Halaman sampul dalam ditulis sama dengan halaman sampul luar skripsi dan memuat bagian-bagian seperti halnya dalam halaman sampul luar.

C. Halaman Lembar Pengesahan

Halaman lembar pengesahan memuat bagian-bagian berikut ini :

1. Tulisan kata ”LEMBAR PENGESAHAN”.

2. Judul (subjudul) skripsi.

3. Nama lengkap penulis.

4. NPM penulis.

5. Tempat dan waktu pelaksanaan sidang.

6. Pembimbing dan ketua program studi.

(8)

3

D. Halaman Abstrak

Halaman abstrak memuat 5 bagian penting berikut ini : 1. Latar belakang penelitian secara ringkas.

2. Tujuan.

3. Metode penelitian.

4. Hasil dan simpulan penelitian.

5. Diskusi.

Abstrak merupakan sari tulisan yang dibuat secara ringkas serta jelas dan padat. Abstrak ditulis 150 s.d. 300 kata dan tidak memuat rumus-rumus matematika serta dilengkapi dengan maksimal 7 kata kunci.

E. Halaman Abstract

Abstract merupakan versi bahasa Inggris dari abstrak dalam bahasa Indonesia dan ditulis secara ringkas dan mengikuti tata tulis bahasa Inggris serta kaidah waktu bahasa Inggris yaitu dalam bentuk past tenses, kecuali untuk bagian justifikasi masalah.

Bagian-bagian abstrak ini sama dengan abstrak dalam bahasa Indonesia yaitu ditulis 150 s.d. 300 kata dan tidak memuat rumus-rumus matematika serta dilengkapi dengan maksimal 7 kata kunci.

.

F. Halaman Kata Pengantar

Kata pengantar memuat pernyataan penulis dalam penulisan skripsi misalnya berupa ucapan terima kasih kepada semua pihak terkait pihak yang telah memberikan kontribusi kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsinya. Ditulis

(9)

4

dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Judul skripsi dalam kata pengantar diapit oleh tanda kutip (“…“), ditulis dalam format regular, tidak dicetak tebal, dan kata pertama saja dari judul yang menggunakan huruf kapital kecuali proper nouns.

Nama dosen pembimbing, dekan, kepala departemen, ketua program studi harus dilengkapi dengan gelar akademik yang benar tanpa kata bapak atau ibu. Di bagian akhir kata pengantar, penulis mencantumkan kota dan bulan penulisan skripsi dan ditulis kata “Penulis” di bagian bawahnya. Ukuran huruf yang digunakan adalah 12 pt dengan jarak antar barisnya adalah 2 spasi.

Detail penulisan kata pengantar dapat dilihat dalam lampiran 6.

G. Halaman Daftar Isi

Daftar isi dapat digunakan oleh pembaca untuk memberikan gambaran atau petunjuk tentang isi keseluruhan skripsi. Bagian ini cukup penting sehingga penulis harus benar- benar memperhatikan tata cara penulisan daftar isi ini. Jika penulis menggunakan Microsoft Word, maka penulisan daftar isi harus otomatis menggunakan fitur software tersebut dan tidak boleh ditulis secara manual. Mahasiswa yang menggunakan Latex, dapat menggunakan bibliografi untuk membuat halaman daftar isi.

Penulisan daftar isi dapat dilihat dalam lampiran 7.

Penulisan daftar isi harus dibuat otomatis dengan memanfaatkan feature yang ada di Microrosoft Word.

(10)

5

H. Halaman Daftar Tabel (jika ada)

Halaman daftar tabel adalah daftar isi yang memuat nomor dan judul tabel-tabel jika dalam skripsi mencantumkan tabel. Cara penulisannya akan dijelaskan kemudian.

I. Halaman Daftar Gambar (jika ada)

Halaman daftar gambar adalah daftar isi yang memuat nomor dan judul gambar jika dalam skripsi mencantumkan gambar. Cara penulisannya akan dijelaskan kemudian.

J. Halaman Daftar Grafik (jika ada)

Halaman daftar grafik adalah daftar isi yang memuat nomor dan judul grafik jika dalam skripsi mencantumkan grafik.

Cara penulisannya akan dijelaskan kemudian.

K. Halaman Daftar Diagram (jika ada)

Halaman daftar diagram adalah daftar isi yang memuat nomor dan judul grafik jika dalam skripsi mencantumkan diagram. Cara penulisannya akan dijelaskan kemudian.

L. Halaman Daftar Istilah (jika ada)

Dalam menulis skripsi, kadang kala muncul istilah-istilah yang sifatnya tidak umum. Untuk memudahkan pembaca memahami istilah-istilah/glossary tersebut, penulis dapat membuat halaman daftar istilah.

(11)

6

M. Halaman Daftar Notasi/Simbol Matematika (jika ada)

Sama halnya dengan halaman daftar istilah, dalam menulis skripsi, kadang kala muncul notasi-notasi atau lambang/simbol matematika yang sifatnya tidak umum. Notasi-notasi atau lambing/simbol tersebut dapat penulis jelaskan terlebih dahulu dengan membuat halaman daftar notasi atau lambing/simbol matematika.

N. Halaman Daftar Lampiran

Dalam hal ini, untuk memperjelas hasil yang diperoleh, penulis dapat membuat lampiran yang berisi proses atau argument tambahan. Misalnya, penulis dapat mencantumkan listing program jika dalam proses penelitian menggunakan alat bantu software seperti Maple, Phyton, Matlab, data mentah untuk penelitian, dan lain-lain. Penulis juga dapat membuat lampiran untuk bukti suatu teorema, lema, akibat jika ke tiga dalil tersebut bukan merupakan hasil utama dalam penelitiannya.

(12)

7

1.2 Bagian Inti

Pada umumnya, bagian inti skripsi memuat bagian-bagian berikut ini :

A. BAB I PENDAHULUAN

Dalam bagian ini, penulis harus mendeskripsikan bagian- bagian berikut ini :

1.1. Latar Belakang.

1.2. Identifikasi Masalah.

1.3. Batasan Masalah.

1.4. Tujuan Penelitian.

1.5. Kegunaan Penelitian.

1.6. Metodologi Penelitian.

1.7. Sistematika Penulisan.

B. BAB II LANDASAN TEORI

Bagian ini memuat teori-teori yang diperlukan dalam merumuskan suatu hipotesis atau rancangan percobaan. Penulis hanya mencantumkan teori-teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Selain itu, dalam bagian ini, penulis dapat mencantumkan dugaan (Conjecture) terhadap permasalahan yang ada.

C. BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Dalam bagian ini, penulis menyajikan secara detail tentang objek dan metode/langkah-langkah penelitian yang dilakukannya.

Dalam bagian ini, prosedur dan pengumpulan data dapat

(13)

8

diuraikan dengan jelas dan diberikan ilustrasi seperti gambar, foto, tabel, grafik, diagram alir.

D. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini merupakan bagian paling penting dalam penulisan skripsi. Hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk data atau teori. Selanjutnya, untuk memperjelas hasil penelitian, penulis dapat menambahkan ilustrasi berupa gambar, foto, tabel, grafik, diagram alir, dan lain-lain. Penyajian dalam bentuk ilustrasi tersebut harus memuat semua keterangan hasil penelitian dan bersifat representatif/self explanatory sehingga pembaca dapat memahami hasil penelitian tersebut dengan jelas. Yang dimaksud dengan pembahasan adalah arti data atau teori yang diperoleh.

Pembasan juga harus dikaitkan dengan tujuan penelitian.

E. BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan merupakan kristalisasi hasil interpretasi dan analisis suatu penelitian sedangkan saran merupakan lanjutan dari simpulan.

Berikut ini adalah penjelasan setiap bagian yang ada dalam bagian inti skripsi.

(14)

9

A. BAB I PENDAHULUAN.

Bagian ini sangat penting kedudukannya karena dalam bagian ini penulis harus memperkenalkan pengembangan ide serta peran penting penelitiannya. Oleh karena itu, bagian pendahuluan ini harus menjadi motivasi dan daya tarik sehingga pembaca dapat lebih jauh memperdalam isi skripsi secara keseluruhan.

Berikut adalah penjelasan bagian-bagian dalam Bab I Pendahuluan .

1.1 Latar belakang

Paragraf ini sering disebut sebagai motivator atau pendorong dilakukannya penelitian dalam skripsi. Hal ini bisa bermakna sebagai berikut :

1. sebagai pendorong bagi peneliti untuk melaksanakan penelitiannya,

2. sebagai pendorong bagi orang lain untuk membaca bagian- bagian selanjutnya dari skripsi ini. Dengan kata lain, uraian- uraian pada paragraf ini harus dapat menggugah minat baca pembaca.

Lebih jauh dalam pendahuluan bisa didasarkan pada W7H yaitu :

1. why (mengapa), 2. what (apa), 3. where (di mana), 4. when (kapan), 5. who (siapa),

6. what if (apa yang akan terjadi kalau).

7. how (bagaimana).

(15)

10

Pada paragraf ini perlu juga diuraikan sejauh mana masalah tersebut sudah diteliti. Masalah yang akan diteliti harus memiliki kesahihan (validity) dan keterandalan (realiability).

Empat komponen latar belakang masalah yang perlu diperhatikan adalah :

1. sinyalemen atau konsistensi masalah yang akan diteliti.

2. relevansi dan intensitas pengaruh masalah yang diteliti terhadap aspek matematika.

3. keserasian pendekatan metodologi yang digunakan.

4. gambaran kegunaan hasil penelitian.

Dari pihak peneliti, pengungkapan bagian ini dapat didasarkan atas pertanyaan-pertanyaan berikut :

1. apa yang telah diketahui, teoritis maupun faktual, dari masalah yang diteliti ?

2. adakah permasalahan di situ; apakah ada “keraguan” yang terdapat pada permasalahan itu ?

3. bagian mana yang menarik dari permasalahan yang diteliti ? 4. apakah mungkin secara teknis masalah itu diteliti ?

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah adalah aspek abstraksi dan pemilihan yang tepat terhadap aspek yang diteliti. Dengan perkataan lain, identifikasi masalah adalah inti fenomena permasalahan yang diteliti sebagai akibat adanya gap teori dan realitas. Identifikasi masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya.

(16)

11

1.3 Batasan Masalah

Agar lingkup permasalahan tidak meluas, maka rumusan masalah dalam penelitian perlu dibatasi. Batasan masalah dituliskan pada subbab ini.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengetengahkan indikator-indikator (sifatnya terukur) apa yang hendak ditemukan dalam penelitian.

Dengan demikian, kalimat-kalimat yang menjadi tujuan harus dapat dijawab dalam hasil penelitian. Tujuan ditulis dalam bentuk kalimat aktif, yaitu diawali dengan awalan “me”.

1.5 Kegunaan Penelitian

Paragraf ini menjelaskan tentang kegunaan penelitian dari aspek teoritis dan aspek praktis bagi masyarakat dan pengambil kebijakan. Kegunaan penelitian merupakan manfaat dari hasil pencapain tujuan penelitian.

1.6 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian mengungkapkan secara ringkas rancangan penelitian, prosedur penelitian, alat ukur yang digunakan, parameter yang diamati, sampel, teknik analisis, dan metode ujinya. Metodologi Penelitian terdiri dari studi literatur dan eksperimental

.

(17)

12

1.7 Sistematika Penulisan

Menguraikan tentang sistematika penulisan dari Bab I sampai dengan Bab V. Uraian singkat setiap bab ditulis dalam bentuk paragraf.

B. BAB II LANDASAN TEORI

Landasan teori berisi konsep/teori/generalisasi yang dapat dijadikan sebagai landasan berfikir bagi peneliti sehingga peneliti mempunyai landasan yang logis dalam penelitiannya bukan sekedar trial dan error. Pada umumnya bagian ini memuat konsep-konsep yang melandasi penelitian yang terdiri dari definisi-definisi, teorema, lema, pengertian-pengertian dan sifat- sifat yang diperlukan untuk pembahasan dalam bab-bab selanjutnya, terutama dalam Bab IV yaitu Hasil dan Pembahasan.

Jika diperlukan, pada bagian ini dapat memuat hipotesis yang lebih terfokus/ spesifik. Hipotesis (jika ada) memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (conjecture) terhadap masalah yang dihadapi, dan masih harus dibuktikan kebenarannya.

Dalam bab ini, penulis dapat menjelaskan teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti dan dapat pula berisi uraian data sekunder/tersier yang diperoleh baik hasil penelitian sebelumnya maupun dari jurnal-jurnal ilmiah.

(18)

13

C. BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN Jika topik Skripsi memungkinkan untuk dijabarkan dalam bentuk prosedur penyelesaian permasalahan, maka judul untuk Bab III adalah “Objek dan Metode Penelitian”. Jika tidak, judul untuk bab ini boleh saja langsung menyebutkan permasalahan yang dikaji. Pada bab ini dijelaskan permasalahan yang akan dibahas secara rinci dan atau model yang digunakan untuk menyelesaikannya.

Pada bab ini dideskripsikan secara lebih rinci dan runtut rancangan penelitian,prosedur penelitian, teknik penarikan sampel dan kriterianya (termasuk populasinya),penetapan variabel penelitian dan definisioperasional penelitian, teknik analisis dan metode lainnya

D. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan apa, bagaimana, dan hasil penelitian yang diperoleh. Pembahasan di sini harus bisa menjawab permasalahan yang dimunculkan pada Bab I terutama bagian tujuan penelitian. Uraian hasil penelitian ini diikuti dengan pembahasan, dan pada akhir bab dapat diberikan rangkuman hasil pembahasannya. Tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya harus terjawab dalam Bab IV ini.

E. BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan merupakan kristalisasi hasil analisis dan interpretasi. Simpulan dibuat dalam bentuk pernyataan yang jelas dan tidak mencantumkan rumus/formula matematika, sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain. Informasi yang

(19)

14

disampaikan dalam simpulan bisa berupa pendapat baru, koreksi atas pendapat lama.Simpulan ditulis dalam bentuk pointer/nomor yang sesuai dengan identifikasi masalah dan tujuan penelitian

Saran merupakan kelanjutan dari simpulan, berupa kebijakan atau konseptual. Saran hendaknya bersifat konkret, realistik, bernilai praktis, dan terarah (disebut saran-tindak). Saran juga dapat dibuat untuk penelitian lanjutan.

1.3 Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri atas :

1 Daftar Pustaka.

Daftar pustaka ditulis dalam format Harvard style dan ditulis menggunakan bantuan Mendeley atau yang sejenis. Penulisan daftar pustaka dalam Harvard style harus diurut secara alfabetis.

2 Lampiran-lampiran. Bagian ini berisi tabel, listing program, perhitungan statistik, contoh kuesioner, atau instrumen tertulis yang digunakan, dan sebagainya.

3 Riwayat hidup penulis.

(20)

15

BAB II

TATA CARA PENULISAN SKRIPSI

Dalam bab ini akan dijelaskan tentang proses layout sebuah skripsi seperti jenis huruf, ukuran, spasi, cara sitasi dalam Harvard style, pembuatan daftar pustaka, tabel, gambar, dan lain- lain.

2.1 Bahan yang digunakan

1. Kertas yang digunakan untuk mengetik atau mencetak skripsi adalah kertas HVS 80 gram ukuran A4 warna putih.

2. Untuk sampul luar (kulit luar) ditetapkan hard cover. Bahan yang digunakan adalah karton buffalo atau linen dengan warna dasar kuning agak tua (kuning UNPAD).

3. Untuk lembar pengesahan menggunakan kertas jeruk warna putih 90 gram.

4. Tiap bab diberi pembatas dengan kertas doorslag warna kuning muda yang memuat logo Unpad.

2.2 Pengetikan

Pengetikan dilakukan dengan komputer menggunakan perangkat lunak MS Word atau LATEX serta menggunakan template yang sudah disediakan.

(21)

16

2.2.1 Lay-Out/Tata Letak Kertas

Lay-out kertas adalah sebagai berikut :

 Pinggir/sisi atas : 4 cm dari tepi kertas.

 Pinggir/sisi kiri : 4 cm dari tepi kertas.

 Pinggir/sisi bawah : 3 cm dari tepi kertas.

 Pinggir/sisi kanan : 3 cm dari tepi kertas.

Untuk lebih jelas tentang tata letak/lay-out kertas, dapat dilihat dalam Lampiran 1.

2.2.2 Cara Pengetikan

1. Pengetikan hanya dilakukan pada satu muka kertas, tidak bolak-balik.

2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman.

3. Ukuran huruf yang digunakan 12 pt, kecuali tajuk bab dan angka penunjuk babnya (mulai bab 1 s.d. bab 5) berukuran 14. Untuk tajuk lainnya berukuran 12 pt.

4. Ukuran huruf dalam halaman abstrak adalah 11 dengan spasi tunggal dan tidak ada indent.

5. Setiap penulisan rumus atau notasi/lambing/simbol matematika harus menggunakan lingkungan equation editor atau mathtype jika dalam MS Word.

6. Untuk pencetakan, tinta yang digunakan untuk teks berwarna hitam, sedangkan untuk gambar atau grafik boleh berwarna.

(22)

17

2.2.3 Spasi

1. Dalam Bab I s.d. Bab V, jarak antara baris yang satu dengan baris berikutnya adalah dua spasi.

2. Jarak antara penunjuk bab—misalnya Bab I--dengan tajuk babnya—misalnya pendahuluan--adalah dua spasi.

3. Jarak antara tajuk bab (judul bab) dengan teks pertama yang ditulis, atau antara tajuk bab (anak bab) adalah empat spasi.

4. Setelah penulisan tajuk bab dan penunjuknya, mahasiswa bisa menambahkan narasi jika dianggap diperlukan tanpa pengulangan dari kalimat sebelumnya.

5. Jarak antara tajuk subbab dengan baris pertama teks adalah dua spasi.

6. Jarak antara baris akhir teks dengan tajuk subbab berikutnya adalah empat spasi.

7. Jarak antara baris akhir teks dengan tajuk sub subbab dari subbab berikutnya adalah dua spasi.

8. Jarak antara teks dengan judul tabel, gambar, grafik, diagram adalah tiga spasi.

9. Paragraf baru diketik menjorok ke dalam sejauh 1 Tabs (0,5 inchi) dari margin kiri teks. Jarak antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain adalah dua spasi.

10. Penunjuk bab dan tajuk selalu mulai dengan halaman baru.

11. Judul subbab ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata kecuali kata sambung dan kata depan. Judul subbab yang lebih dari satu baris diberi jarak satu spasi.

(23)

18

Pengaturan spasi dapat dilihat dalam Lampiran 13.

2.3 Kutipan

1. Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terdiri dari tidak lebih dari tiga baris, dimasukkan di dalam teks dengan jarak tetap dua spasi, diikuti dengan nama penulis, tahun, dan halaman.

2. Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terdiri dari empat baris atau lebih, diketik terpisah dari teks, dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk lima ketukan dari margin kiri teks, diikuti nama penulis, tahun, dan halaman.

3. Jarak antara baris teks dengan kutipan langsung tersebut pada butir (2) di atas, dan jarak antara baris kutipan langsung itu dengan baris awal teks berikutnya adalah dua spasi.

4. Penggunaan gagasan atau pemikiran seseorang penulis buku, artikel, dsb., walaupun disusun dengan menggunakan kata-kata sendiri, harus dibuat sitasinya dengan mengikuti kaidah penulisan sitasi.

5. Kutipan dapat ditulis berupa parafrase.

(24)

19

2.4 Tajuk

Dalam subbab ini dibahas tata cara penulisan tajuk seperti ukuran huruf dan spasi. Berikut adalah penjelasannya.

1. Tiap tajuk diketik di halaman baru dengan huruf kapital, cetak tebal, dengan posisi center, dan tidak diberi garis bawah.

2. Tajuk yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a. LEMBAR PENGESAHAN b. ABSTRAK

c. ABSTRACT

d. KATA PENGANTAR e. DAFTAR ISI

f. DAFTAR TABEL g. DAFTAR GAMBAR h. DAFTAR GRAFIK i. DAFTAR DIAGRAM j. DAFTAR NOTASI/SIMBOL k. DAFTAR LAMPIRAN l. BAB I PENDAHULUAN m. BAB II LANDASAN TEORI

n. BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN o. BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN p. BAB V SIMPULAN DAN SARAN

q. DAFTAR PUSTAKA r. LAMPIRAN

s. RIWAYAT HIDUP

Ukuran huruf pada tajuk l s.d. p (Bab I s.d. Bab V) dan angka penunjuknya berukuran 14.

(25)

20

2.5 Abstrak

Abstrak merupakan sari tulisan yang kedudukannya sangat penting. Dalam skripsi penulisan abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

a. Pengetikan Abstrak

1. Kata “ABSTRAK” ditulis dengan ukuran huruf 12 pt, cetak tebal, dan center.

2. Di bawah tulisan “ABSTRAK” ditulis Nama dan NPM dengan ukuran huruf 11 pt dan tidak dicetak tebal.

3. Spasi antara tulisan “ABSTRAK” dengan nama penulis adalah dua spasi, sedangkan spasi antara nama dan NPM penulis adalah satu spasi.

4. Jarak antara NPM penulis dengan teks pertama abstrak adalah empat spasi.

5. Isi abstrak ditulis dengan ukuran huruf 11 pt dan spasi antar baris dalam abstrak adalah satu spasi.

6. Tidak ada indent Paragraf dalam penulisan abstrak.

Paragraf dibuat rata kiri-kanan/justify.

7. Abstrak hanya dibuat dalam satu paragraph terdiri dari 150 s.d. 300 kata. Jika tidak bisa dihindari, dalam abstrak diperkenankan memuat simbol/lambang matematika tetapi tidak boleh memuar rumus matematika.

8. Setelah abstrak dibuat, penulis mencantumkan kata kunci maksimal 7 kata. Jarak kalimat terakhir dengan kata kunci

(26)

21

adalah 1 spasi. Kata “Kata kunci” dibuat cetak tebal dan ukuran hurufnya adalah 11 pt sedangkan kata-kata dalam kata kunci tidak cetak tebal dan antar katanya dipisahkan dengan titik koma (;).

b. Pengetikan abstract

Pada dasarnya halaman abstract dibuat sama dengan halaman abtrak seperti pada butir (a) di atas, tetapi judul ABSTRACT dan seluruh teks diketik dengan huruf miring atau italic dan menggunakan bahasa Inggris khususnya dalam bentuk past tense dan mengikuti aturan penulisan yang baik dan benar.

Contoh penulisan abstrak dan abstract dapat dilihat di lampiran 4 dan 5.

c. Panjang dan isi abstrak dan abstract

Abstrak dibuat singkat dan jelas maksimal 150 s.d. 300 kata baik versi bahasa Indonesia maupun versi bahasa Inggris.

Abstrak dan abstract penelitian harus memuat bagian-bagian berikut ini :

1. Latar belakang penelitian secara ringkas.

2. Tujuan.

3. Metode penelitian.

4. Hasil dan simpulan penelitian.

5. Diskusi.

Penulisan abstrak dan abstract dapat dilihat dalam Lampiran 7.

(27)

22

2.6 Penomoran Bab, Subbab, sub subbab, Definisi, Teorema, Lema, Sifat, Akibat, Contoh, dan Persamaan

1. Penomoran bab pada penunjuk bab (BAB I, Bab II, dst) menggunakan angka romawi kapital, pengetikannya diletakkan di tengah/center atau diatur supaya simetris, dan dicetak tebal/bold serta tidak diakhiri dengan titik.

2. Penomoran subbab/anak bab menggunakan angka arab, diketik pada margin sebelah kiri dan dicetak tebal/bold tanpa diakhiri titik. Semua kata diawali oleh huruf kapital kecuali kata depan dan kata penghubung. Jika judul subbab lebih dari satu baris maka ditulis satu spasi.

3. Penomoran subbab/anak bab disesuaikan dengan nomor bab.

Judul sub subbab diketik cetak tebal dengan kata pertama saja yang diawali oleh huruf kapital.

4. Penomoran definisi, teorema, lema, akibat, dan contoh berurutan sesuai bab atau subbab dan dibuat sebagai satu kesatuan. Kata definisi, teorema, lema, akibat, dan contoh dicetak tebal berikut nomornya sedangkan sitasinya (jika ada) ditulis regular. Isi definisi, teorema, lema, sifat, akibat harus ditulis miring/italic kecuali contoh. Spasi dalam definisi, teorema, lema, akibat, dan contoh adalah 1 spasi.

5. Pada penulisan bukti teorema, lema, proposisi, sifat, dan akibat diawali dengan kata “Bukti.” yang dicetak tebal.

Kalimat pertama berada pada baris kata “Bukti.” dan diakhir pembuktikan diberikan tanda kotak hitam (∎).

(28)

23

6. Penomoran persamaan berurutan sesuai nomor bab dan diikuti oleh urutan persamaan matematikanya. Nomor persamaan diketik dalam kurung dan ditempatkan di dekat batas tepi kanan. Misalkan ada persamaan ke 5 dalam bab II maka nomor persamaannya ditulis (2.5).

Penomoran bab, subbab, sub subbab, definisi, teorema, lema, akibat, contoh, dan persamaan dapat dilihat dalam Lampiran 14.

2.7 Penomoran halaman

Tata cara penomoran yang dimaksud adalah penomoran untuk halaman bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Berikut adalah penjelasannya.

a. Halaman Bagian Awal

1. Penomoran halaman menggunakan angka romawi kecil mulai dari halaman sampul dalam sampai dengan halaman sebelum bab 1.

2. Halaman sampul dalam dan halaman pengesahan tidak diberi nomor urut halaman, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan ii (nomor halaman tersebut tidak diketik).

3. Halaman abstrak sampai dengan halaman daftar lampiran diberi nomor dengan angka romawi kecil, yang merupakan kelanjutan halaman sampul dalam dan halaman pengesahan.

(29)

24

4. Pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari abstrak/abstract sampai dengan daftar lampiran, nomor halaman diletakkan pada lajur tengah sebelah bawah secara simetris.

b. Halaman Bagian Inti

Pemberian nomor pada bagian inti skripsi ditetapkan seperti di bawah ini.

1. Penomoran bagian inti skripsi, mulai dari Bab I PENDAHULUAN sampai dengan Bab V SIMPULAN DAN SARAN, menggunakan angka arab.

2. Untuk halaman yang memuat judul bab dan angka penunjuknya, nomor halaman ditulis pada bagian bawah dengan posisi center/simetris, sedangkan nomor untuk halaman-halaman berikutnya ditulis pada bagian kanan atas.

c. Halaman Bagian Akhir

Pemberian nomor pada bagian akhir Skripsi dilakukan sebagai berikut :

1. Penomoran bagian akhir skripsi, mulai dari DAFTAR PUSTAKA sampai dengan RIWAYAT HIDUP, menggunakan angka arab.

(30)

25

2. Pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari DAFTAR PUSTAKA sampai dengan RIWAYAT HIDUP, nomor halaman diletakkan pada lajur tengah sebelah bawah dengan posisi center/simetris.

2.8 Pengaturan Halaman sampul Skripsi Luar dan Dalam

Bagian-bagian yang harus ada dalam halaman sampul luar mengacu Pada Bab I Subbab 1.1 bagian A buku pedoman ini, sedangkan bahan kertas untuk halaman sampul luar sesuai dengan ketentuan pada Bab II subbab 2.1. Penulisan dan penempatan judul skripsi, anak judul (kalau ada), tulisan SKRIPSI, nama dan NPM Mahasiswa, Simbol UNPAD, Nama Universitas, Fakultas, Program Studi , kota dan tahun penyusunan skripsi, pada sampul luar dan sampul dalam, mengikuti ketentuan berikut :

a. Judul dan Sub judul

Penulisan judul dan sub judul (jika ada) diatur sebagai berikut :

1. Judul dan anak judul (jika ada) ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menggambarkan isi skripsi yang lengkap. Judul harus bersifat informatif, singkat, dan jelas serta tidak multi tafsir dan tidak melebihi 16 kata.

2. Judul skripsi ditulis di baris paling atas, dengan huruf kapital semua, dengan jarak dari tepi atas kertas sekurang-kurangnya 6 cm dan dibuat center/simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan.

(31)

26

3. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran font 12 pt.

4. Judul yang panjang ditulis menjadi dua baris atau lebih, dengan pemotongan judul yang logis, sesuai dengan kaidah dan tata tulis bahasa Indonesia. Jarak antara kedua baris pada judul adalah 1 spasi.

5. Anak judul (kalau ada) ditulis di bawah judul, dengan huruf kapital semua dengan ukuran 11 pt dan diberi jarak dari judul sekitar satu setengah spasi.

6. Anak judul yang panjang ditulis menjadi dua baris atau lebih, dengan pemotongan judul yang logis, sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Jarak antara kedua baris adalah 1 spasi.

7. Judul maupun anak judul tidak diakhiri dengan tanda titik (.).

Contoh 2.1 (Besar huruf dan jarak spasi sesuai dengan ketentuan) ANALISIS KESTABILAN PADA SISTEM PREDATOR PREY

MENGGUNAKAN PRINSIP INVARIANT LASALLE

b. Tulisan Kata “SKRIPSI” dan Informasi Skripsi

1. Tulisan kata “SKRIPSI” ditulis dengan huruf kapital semua dan cetak tebal, diletakkan di tengah, dengan jenis dan besar hurufnya adalah 12 pt.

2. Letak tulisan “SKRIPSI” sekitar dua setengah cm di bawah judul atau anak judul (jika ada). Kalau tidak ada anak judul, letak tulisan SKRIPSI sekitar 5 cm dari batas judul yang paling bawah.

(32)

27

3. Di bawah tulisan “SKRIPSI”, dengan jarak sekitar 1 cm, dicantumkan kalimat penjelasan/informasi skripsi dengan jarak antar barisnya spasi 1 sebagai berikut :

Contoh 2.2 Informasi dalam skripsi

Diajukan untuk menempuh Ujian Sarjana pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Padjadjaran

Huruf pertama pada tiap kata ‘Diajukan’, ‘Ujian Sarjana’,

‘Fakultas’ dan nama fakultas, serta ‘Universitas Padjadjaran’

diketik dengan huruf kapital, lainnya ditulis dengan huruf kecil, ukuran huruf yang digunakan adalah 11 pt dan tidak diakhiri dengan titik.

c. Nama dan NPM Mahasiswa

Untuk penulisan nama dan NPM, dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini.

1. Nama mahasiswa dan NPM ditulis dengan huruf kapital semua dan cetak tebal, diletakkan di tengah, dengan ukuran hurufnya 12 pt. NPM ditulis tepat di bawah nama.

2. Letak tulisan nama mahasiswa sekitar 2,5 cm di bawah tulisan Universitas Padjadjaran pada butir 2.7.b(3) tentang informasi skripsi di atas.

3. Spasi antara nama dan NPM diatur 1 spasi.

4. Penulisan nama tidak boleh disingkat dan harus sesuai dengan nama yang akan ditulis dalam ijazah.

(33)

28

d. Simbol UNPAD

Simbol UNPAD bergaris tengah sekitar 3.5 cm. Titik tengahnya terletak kira-kira di tengah-tengah antara NPM Mahasiswa dengan baris nama Universitas (Univeristas Padjadjaran). Logo resmi Unpad dapat diunduh melalui laman berikut ini :

https://www.unpad.ac.id/universitas/identitas/logo-unpad/

e. Nama Universitas, Fakultas, Progran Studi, Kota, dan Tahun Penyusunan

1. Tulisan Universitas Padjadjaran, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi S-1 Matematika, kota, dan tahun penyusunan skripsi ditulis dengan huruf kapital semua, dicetak tebal, dengan ukuran hurufnya adalah 12 pt.

2. Jarak antar barisnya adalah 1 spasi.

3. Tahun penyusunan skripsi yang ditulis paling bawah, diletakkan sekitar tiga setengah cm dari tepi bawah kertas.

4. Hierarkhi penulisannya adalah universitas, fakultas, program studi, dan kota.

Contoh 2.3 Hierarkhi penulisan institusi, kota, dan tahun.

UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA

JATINANGOR 2022

(34)

29

Penempatan tulisan pada halaman sampul luar harus memperhatikan kesimetrisan terhadap keseimbangan jarak margin atas, bawah, kiri, dan kanan. Dalam kondisi tertentu yang tidak dapat mengacu pada pengaturan seperti di atas, lay-out halaman sampul luar mengacu pada baris judul (butir 2.7.a) dengan memperhatikan keseimbangannya.

f. Pengaturan Halaman Sampul Dalam

Pengaturan tata tulis halaman sampul dalam mengacu pada tata tulis halaman sampul luar sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Pengaturan halaman sampul luar dan halaman sampul dalam dapat dilihat dalam lampiran 2.

2.9 Halaman Lembar Pengesahan

Halaman lembar pengesahan mengacu pada hal berikut :

1. Tulisan “LEMBAR PENGESAHAN” ditulis center, cetak tebal, dan simetris terhadap margin kiri dan kanan.

2. Judul skripsi diketik dengan jarak empat cm dari tepi kertas bagian atas, semua kalimat judul diketik dengan huruf kapital, dengan jarak antar barisnya adalah 1 spasi.

3. Baris subjudul (jika ada) diketik di bawah judul, dengan jarak sekitar satu cm dari baris terakhir judul, semua diketik dengan huruf kapital.

(35)

30

4. Nama mahasiswa diketik di bawah subjudul, dengan jarak sekitar satu cm dari baris terakhir subjudul. Semua diketik dengan huruf kapital.

5. NPM diketik di bawah nama mahasiswa.

6. Ukuran huruf yang digunakan adalah 12 pt.

7. Waktu pemberian persetujuan hanya ditulis bulan dan tahunnya, diketik di belakang ‘Jatinangor’.

8. Lay-out “Menyetujui”, “Pembimbing Utama”, dan

“Pembimbing Pendamping” diatur dengan memperhatikan keseimbangan/kesimetrisan pada halaman tersebut. Nama pembimbing berjarak empat cm dari tepi kertas bagian bawah.

9. Lay-out “Mengetahui“ Ketua Program Studi S-1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pemgetahuan Alam Universitas Padjadjaran dibuat setelah lay-out persetujuan pembimbing.

10. Jarak antara nama pembimbing dan NIP-nya serta jarak antara nama ketua Program studi dan NIP-nya adalah 1 spasi.

Pengaturan lembar pengesahan dapat dilihat dalam lampiran 3.

2.10 Sitasi Pustaka

Secara umum cara merujuk penulisan karya ilmiah atau artikel ilmiah dapat dipilah menjadi tiga yaitu perujukan dengan menggunakan catatan kaki, perujukan dengan menggunakan catatan akhir, dan perujukan dengan menggunakan tanda kurung.

Di Program Studi S-1 Matematika FMIPA UNPAD, perujukan sitasi pustaka digunakan dengan style HARVARD dengan perangkat lunak Mendeley atau yang sejenis seperti

(36)

31

Zetero. Perujukan dengan syle Harvard adalah perujukan yang dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun yang dicantumkan di antara tanda kurung biasa.

1. Karya ilmiah yang ditulis oleh penulis tunggal.

 Kurniadi (2021) menyatakan…..

 Menurut Kurniadi (2021) bahwa………..

 Himpunan 𝑆 dikatakan bebas linear jika…..(Kurniadi, 2021).

2. Karya ilmiah yang ditulis oleh lebih dari 3 orang digunakan nama belakang (family name) penulis pertama saja diikuti dengan et al. atau dkk. Mahasiswa harus memilih salah satu (tidak boleh keduanya) et al. atau dkk. secara konsisten.

 Kurniadi et al. (2021) menyatakan bahwa…….

 Kurniadi dkk. (2021) menyatakan bahwa……..

3. Jika artikel ditulis oleh dua penulis, sitasi dilakukan dengan cara menyebut nama belakang/family name kedua penulis tersebut.

 Kurniadi dan Nurlaelasari (2021) menyatakan bahwa……

 Kondisi A mengakibatkan kondisi B ( Kurniadi dan Nurlaelasari, 2021).

4. Jika nama pengarang tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam sitasi adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, nama laman/website internet atau

(37)

32

nama koran. Untuk karya terjemahan, sitasi dilakukan dengan cara menyebutkan nama penulis aslinya. Sitasi dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung biasa dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.

Lebih detailnya akan dijelaskan kemudian.

5. Sitasi bukan dari sumber asli.

 Dalam Kurniadi dan Nurlaelasari (2021), Sukmawati menyatakan bahwa, jika terdapat……….

6. Jika sitasi menyebutkan lebih dari 2 pustaka, maka penulisannya dibuat dalam kurung () dan dipisahkan dengan titik koma (;) .

 Beberapa studi lanjut telah menginvestigasi fenomena-fenomena tersebut selama beberapa dekade terakhir (Singh, 2011; Davidson, 2015; Harding, 2018).

7. Jika sitasi berasal dari karya pustaka yang penulis dan waktunya sama, maka cara sitasi dapat diberikan huruf ‘a’ dan

‘b’ sebagai pembedanya.

 Hasil penelitian pertama (Kurniadi, 2018a) bersifat inconclusive, tetapi penelitian selanjutnya (Kurniadi, 2018b) diperoleh sangat jelas.

8. Khusus untuk sitasi buku, harus dicantumkan nomor halamannya. Untuk halaman tunggal digunakan ‘p’ dan untuk

(38)

33

halaman lebih dari satu digunakan ‘pp’.

 Pembangun minimal dalam suatu ruang vektor ekivalen dengan basis ruang vekor tersebut (Kurniadi, 2019, p. 5).

 Konsep pembangun minimal atau bebas linear maksimal ekivalen dengan basis suatu ruang vektor (Kurniadi, 2019, pp. 5 − 10).

2.10.1 Cara Sitasi Kutipan Langsung

A. Kutipan Kurang dari 40 Kata

Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip ("...") sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama dan diikuti nama penulisnya, tahun, dan nomor halaman. Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu kesatuan dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung dengan menambahkan ‘p’ atau ‘pp’. Perhatikan beberapa contoh berikut ini.

1. Nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu.

Contoh 2.4 Soebronto (1990, p. 123) menyimpulkan "ada korelasi yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar".

(39)

34

2. Nama pengarang disebut bersama dengan tahun, penerbitan dan nomor halaman.

Contoh 2.5

1. “Ruang hasil adalah himpunan dari seluruh hasil yang mungkin muncul dari suatu kejadian tak pasti” (Raymond, et al., 1999, p. 89).

2. “Premi risiko merupakan selisih antara nilai ekspektasi oleh ekivalen tetapnya” (Vinisina, 2000, p. 3; Klaisman, 1998, p. 35).

3. Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal ('...').

Contoh 2.6

Kesimpulan penelitian tersebut adalah "terdapat kecenderungan semakin banyak 'campur tangan' pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan" (Soewignyo, 1991, p. 101).

2.10.2 Kutipan yang sebagian dihilangkan

Jika dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.

(40)

35

Contoh 2.7

"Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru"

(Manan, 1995, p. 278).

Jika ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik.

Contoh 2.8 "Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan atau bagian tubuh lain …. Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap bola, menendang bola dan menggambar" (Asim, 1995, p. 315).

2.10.3 Cara merujuk kutipan tidak langsung

Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Nomor halaman hanya dituliskan jika sitasi bersumber dari buku sedangkan jika sitasi berasal dari artikel suatu jurnal maka nomor halaman tidak perlu disebutkan.

Perhatikan contoh berikut.

Contoh 2.9 Salimin (1990, p. 13) tidak menduga bahwa kondisisi A bisa mengakibatkan terjadinya kondisi B.

Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun

(41)

36

penerbitannya.

Contoh 2.10 Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin, 1990, p. 13).

2.11 Penulisan Daftar Pustaka

Daftar sitasi (daftar pustaka) merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyaknya sumber pustaka yang digunakan minimal 12 pustaka. Jumlah artikel dari jurnal bereputasi atau terakreditasi SINTA minimal 60% dalam jangka waktu 5 tahun terakhir dari waktu penelitian yang sedang dilaksanakan dan sisanya 40% bisa menggunakan sumber lainnya seperti buku. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak disitasi seyogyanya tidak dicantumkan dalam daftar pustaka, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturut- turut meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama belakang/family name, singkatan nama depan, dan nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan,

3. judul, termasuk subjudul, 4. tempat/kota penerbitan, dan 5. nama penerbit.

Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisnya lebih dari satu, cara

(42)

37

penulisannya sama dengan penulis pertama. Nama penulis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama depan, dan tengah (disingkat), diakhiri dengan titik.

Jika sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tahun penerbitan ditulis dalam kurung diakhiri dengan titik.

1. Nama penulis terdiri dari dua suku kata atau lebih.

Penulisannnya adalah nama paling belakang dulu/family name diikuti oleh koma dan diikuti singkatan nama-nama lainnnya.

Contoh 2.11

 Ahmad Firnanda ditulis : Firnanda, A.

 Ahmad B. Rumanto ditulis : Rumanto, A.B.

2. Nama yang memuat singkatan.

Penulisannnya adalah nama terakhir dulu diikuti dengan singkatan dan ditulis sebagai nama yang bersatu.

Contoh 2.12

 Ahmad Y.I. ditulis : Ahmad, Y.I.

 Ahmad Y. Rusmanto diitulis : Rumanto, A.Y.

2.11.1 Pustaka Dalam Bentuk Buku

Dalam sub subbab ini akan diuraikan bagaimana membuat daftar pustaka dari buku baik buku chapter, buku terjemahan, maupun edited book.

(43)

38

A. Buku

Urutan penulisannya adalah penulis, tahun, judul buku, volume (jika ada), edisi (jika ada), kota penerbit, dan nama penerbit. Tahun penerbitan ditulis dalam kurung setelah nama penulis, tidak diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring/italic, dengan huruf besar/kapital pada awal kata pertama saja, setelah itu hanya proper nouns saja yang huruf pertamanya huruf kapital. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:). Adapun template penulisannya sebagai berikut :

Contoh 2.13

Dekker, N. (1992) Pancasila sebagai ideologi bangsa: dari pilihan satu-satunya ke satu-satunya azas. Malang: FPIPS IKIP Malang.

Lee, P.Y. dan Vyborny, R. (2000) The Integral : An easy approach after Kurzweil and Henstock. Cambridge : Cambridge University Press.

Mitchell, J.A. dan Thomson, M. (2017) A guide to citation.

London : London Publishings.

Strunk Jr, W. dan White, E.B. (1979) The elements of style. New York : Macmillan.

Author surname, initial. (Year) Book title. City: Publisher.

(44)

39

Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya.

Contoh 2.14

Comet, L. dan Weeks, K. (1985a) Career ladder plans: trends and emerging issues-1985. Atlanta,GA : Career LadderClearinghouse.

Comet, L. dan Weeks, K. (1985b) Planning career ladders:

lessons from the states. Atlanta, GA: Career Ladder ClearinghQuse.

B. Buku Terjemahan / Edited or Translated Book

Sitasi buku yang memuat kumpulan artikel yang ada editornya. Dalam hal ini ada translated book dan edited book.

Penulisan daftar pustaka dari sebuah buku terjemahan dapat dilakukan dengan mengikuti template sebagai berikut :

Contoh 2.15

Nádas, P. (1998) A book of memories. Diterjemahkan dari bahasa Hungaria oleh I. Sanders dan I. Goldstein. London:

Author surname, initial. (Year) Book title. Translated from the [language] by translator name. City: Publisher.

(45)

40

Vintage.

Selanjutnya, cara membuat daftar pustaka untuk edited book dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Ketika sebuah buku memiliki editor selain penulis utama, nama editor dimasukkan kemudian dalam referensi.

Format penulisannnya sebagai berikut :

Contoh 2.16

Alcott, L. M. (2008) Little women. Diedit oleh Alderson, V.

Oxford : Oxford University Press.

2. Ketika editor adalah penulis utama (yaitu ketika ada dalam sampul buku), nama mereka datang pertama. Penulisannnya menggunakan "ed." untuk satu editor dan "eds." jika ada beberapa editor.

Format penulisannnya sebagai berikut :

Contoh 2.17

Danielson, D. (ed.) (1989) The Cambridge companion to Milton.

Cambridge : Cambridge University Press.

Author surname, initial. (Year) Book title. Edited by Editor surname, initial. City: Publisher.

Editor surname, initial. (ed./eds.) (Year) Book title. City: Publisher.

(46)

41

C. Buku Chapter / Chapter Book

Nama pengarang artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel/chapter ditulis tegak (tidak miring) dan diberi tanda kutip. Nama editor ditulis dengan dimulai nama akhir/family name kemudian inisial dan diberi keterangan (ed.) bila hanya satu editor, dan (eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.

Template penulisannya adalah sebagai berikut :

Contoh 2.18

Greenblatt, S. (2010) ‘The traces of Shakespeare’s life’, dalam De Grazia, M. dan Wells, S. (eds.) The new Cambridge companion to Shakespeare. Cambridge : Cambridge University Press, pp. 1–14.

D. Buku Edisi/Volume / Edition atau Volume of a Book Jika buku yang disitasi berupa buku edisi ke dua atau ke tiga dan seterusny, maka dalam membuat daftar pustaka harus dicantumkan edisi buku yang digunakan.

Template yang digunakan sebagai berikut :

Author surname, initial. (Year) ‘Chapter title’, in Editor surname, initial. (ed./eds.) Book title. City: Publisher, pp. page range

Author surname, initial. (Year) Book title. Edition edn. City: Publisher.

(47)

42

Contoh 2.19

Pears, R. dan Shields, G. (2019) Cite them right: The essential referencing guide. 11th edn. London : MacMillan.

Selanjutnya jika mereferensi buku yang diterbitkan dalam beberapa volume maka jumlah volume harus dimasukkan dalam referensi.

Template penulisannnya sebagai berikut :

Contoh 2.20

Leggiere, M. V. (2015) Napoleon and the struggle for Germany:

The Franco-Prussian war of 1813 (2 vols). Cambridge:

Cambridge University Press.

Jika buku yang digunakan untuk disitasi terdiri dari beberapa volume tetapi hanya volume tertentu saja yang disitasi maka yang dibuat dalam daftar pustaka hanya hanya volume tertentu saja.

Template penulisannya sebagai berikut :

Contoh 2.21 .

Author surname, initial. (Year) Book title (number of volumes vols). City: Publisher.

.

Author surname, initial. (Year) Book title. Vol xx : Volume title.

City: Publisher.

(48)

43

Leggiere, M. V. (2015) Napoleon and the struggle for Germany:

The Franco-Prussian war of 1813. Vol. 2: The defeat of Napoleon. Cambridge : Cambridge University Press.

E. Buku Elektronik / E-book

Cara membuat daftar pustaka dari e-book dapat dilakukan dengan cara menambahkan laman yang diakses serta tanggal mengaksesnya.

Contoh 2.22

Mitchell, J.A., Thomson, M. dan Coyne, R.P. (2017) A guide to citation. E-book library [online]. Tersedia di: https://www.mendeley.com/reference-

management/reference-manager (Diakses : 10 September 2016)

Template lainnya yang dapat digunakan sebagai berikut :

Contoh 2.23 .

Author surname, initial. (Year) Book title. Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

(49)

44

Le Guin, U. K. (2017) The left hand of darkness. Tersedia di:

https://www.amazon.co.uk/Kindle-eBooks-

books/b?ie=UTF8&node=341689031 (Diakses: 8 Mei 2020).

F. Kamus dan Ensiklopedia

Kamus dan ensiklopedia merupakan sumber pustkaka yang sangat diperlukan. Kamus atau ensiklopedia yang ada penulisnya maka penulisannya mengikuti cara penulisan buku seperti di atas, sedangkan jika kamus dan ensiklopedia tersebut tidak memuat penulis, maka cara penulisannya dapat mengikuti Template berikut ini :

Contoh 2.24

Collins English dictionary (2019) 8th edn. Glasgow: Collins.

Untuk sitasi kamus dan ensiklopedia yang tidak memuat penulisnya dapat dilakukan sebagai berikut :

 Proper nouns adalah kata benda yang sifatnya khusus (Collins English dictionary, 2019, p. 45).

 Collins English dictionary (2019, p. 45) mengartikan proper nouns sebagai kata benda-kata benda khusus.

. Book title (Year) Edition edn. City: Publisher.

(50)

45

2.11.2 Pustaka Dalam Bentuk Artikel/Paper

Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul artikel. Penulisan judul artikel harus cetak tegak tidak boleh miring dan huruf pertamanya harus huruf besar hanya untuk kata pertamanya saja, kecuali proper nouns pada tiap awal kata hurufnya harus huruf besar. Judul artikel diberi kutip tunggal.

Nama jurnal ditulis dengan cetak miring/italic, dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata penghubung dan kata depan. Bagian akhir berturut-turut ditulis tahun jurnal, volume dan nomor issued (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.

A. Artikel dari Jurnal Cetak

Template penulisannnya dapat dijelaskan sebagai berikut :

Contoh 2.25

Gray, L. (2018) ‘Exploring how and why young people use social networking sites’, Educational Psychology in Practise, 34(2), pp. 175 − 194.

Maceachen, D. B. (1950) ‘Wilkie Collins and British law’, Nineteenth-Century Fiction, 5(2), pp. 121–139.

.

Author surname, initial. (Year) ‘Article title’, Journal Name, Volume(Issue), pp. page range.

(51)

46

B. Artikel dari Jurnal Daring/Online dengan DOI

Template penulisannnya dapat dijelaskan sebagai berikut :

Contoh 2.26

Adamson, P. (2019) ‘American history at the foreign office:

Exporting the silent epic Western’, Film History, 31(2), pp. 32–59. doi:10.2979/filmhistory.31.2.02.

C. Artikel dari Jurnal Daring/Online Tanpa DOI

Template penulisannnya dapat dijelaskan sebagai berikut :

Contoh 2.27

Theroux, A. (1990) ‘Henry James’s Boston’, The Iowa Review, 20(2), pp. 158–165. Tersedia di:

https://www.jstor.org/stable/20153016 (Diakses: 13 Februari 2020).

.

Author surname, initial. (Year) ‘Judul artikel ’, Nama jurnal, Volume(Issue), page range. DOI.

.

Nama belakang /family name, inisial. (Year) ‘Article title’, Journal Name, Volume(Issue), pagerange. Available at:

URL (Accessed: Day Month Year).

(52)

47

D. Artikel dari Jurnal Preprint

Template penulisannnya dapat dijelaskan sebagai berikut :

Contoh 2.28

Jeon, I., Lee, K. dan Park, J.-H. (2018) ‘Ramond-Ramond cohomology and O(D,D) T-duality’. Untuk dipublikasikan di Journal of High Energy Physics [Preprint]. Tersedia di:

http://arxiv.org/abs/1206.3478 (Diakses: 14 Mei 2020).

Selanjutnya, jika rencana publikasi jurnalnya tidak diketahui maka ‘To be published in Nama Jurnal ’ dapat dihilangkan dan format penulisannya dapat mengikuti format berikut ini :

Author surname, inisial. (Year) ‘Judul artikel’ [Preprint].

Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

Contoh 2.29

Le Bras, P. et al. (2020) ‘Visualising COVID-19 research’

[Preprint]. Tersedia di: https://arxiv.org/abs/2005.06380 (Diakses: 14 Mei 2020).

.

Author surname, initial. (Year) ‘Judul artikel’. To be published in Nama Jurnal [Preprint]. doi:DOI or Available at:

URL (Accessed: Day Month Year).

(53)

48

2.11.3 Pustaka dari Laman/Website

Sitasi terhadap sumber dari laman dibedakan menjadi 3 bagian yaitu : laman umum, blog, dan media social. Demikian juga dengan membuat daftar pustakanya.

A. Laman/Website Umum

Untuk membuat daftar pustaka dari sumber yang diambil dari laman umum, maka dapat digunakan template sebagai berikut :

Nama akhir/family name, inisial. (Tahun) Page Title. Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

Contoh 2.30

Google (2020) Google terms of service. Tersedia di: https://policies.google.com/terms?hl=en-US (Diakses:

11 Mei 2020).

Untuk sitasi dalam teks bisa digunakan (Google, 2020)

B. Blog atau Majalah/Koran/Majalah Daring

Untuk pustaka yang bersumber dari blog, penulisan daftar pustakanya dapat mengikuti template sebagai berikut :

Author surname, initial. (Tahun) ‘Judul artikel’, Nama Blog, Day

(54)

49

Month. Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

Contoh 2.31

Rakich, N. (2020) ‘How does Biden stack up to past Democratic nominees?’, FiveThirtyEight, 28 April. Tersedia di:

https://fivethirtyeight.com/features/how-does-biden- stack-up-to-past-democratic-nominees/ (Diakses: 29 April 2020).

Untuk pustaka yang bersumber dari Koran daring/online, penulisan daftar pustakanya dapat mengikuti format sebagai berikut :

Author surname, initial. (Tahun) ‘Judul artikel’, Nama Koran, Day Month. Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

Contoh 2.32

Rayner, G. (2020) ‘Boris Johnson sets out three-step plan to end lockdown on long road to freedom’, The Telegraph, 10

Mei.Tersedia di:

https://www.telegraph.co.uk/politics/2020/05/10/go-back- work-boris-johnson-says-britons-set-long-road-freedom/

(Diakses: 11 Mei 2020).

Selanjutnya untuk pustaka yang bersumber dari majalah daring/online, penulisan daftar pustakanya dapat mengikuti format Koran daring hanya ada beberapa tambahan seperti volume. Format yang digunakan adalah sebagai berikut :

(55)

50

Author surname, initial. (Tahun) ‘Judul artikel’, Nama Majalah, Volume(Issue) or (Bulan) or (Season). Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

Contoh 2.33

Taylor, P. (2020) ‘Susceptible, infectious, recovered’, London Review of Books, 42(9). Tersedia di:

https://www.lrb.co.uk/the-paper/v42/n09/paul-

taylor/susceptible-infectious-recovered (Diakses: 11 Mei 2020).

C. Media Sosial

Untuk pustaka yang bersumber dari media social seperti facebook, twitter, instagram, dll maka penulisan daftar pustakanya dapat mengikuti format sebagai berikut :

Nama belakang, inisial. [username] (Tahun) Judul or teks [Website name] Date. Available at: URL (Accessed:

Day Month Year).

Dalam kurung siku, sebutkan username penulis (jika ada) dan jika postingan memuat judul, maka penulisan judul harus miring/italic. Untuk kasus postingan yang tidak memuat judul, gunakan teks dalam postingan dan tidak cetak miring. Gunakan titik tiga (…) untuk memenggal teks jika terlalu panjang.

Perhatikan contoh berikut ini.

(56)

51

Contoh 2.34

Dorsey, J. [@jack] (2018) We’re committing Twitter to help increase the collective health, openness, and civility of public conversation … [Twitter] 1 Maret. Tersedia di:

https://twitter.com/jack/status/969234275420655616 (Diakses: 29 April 2020).

D. Multimedia

Pengertian multimedia di sini adalah gambar dan video.

Untuk gambar cara menulis daftar pustakanya sebagai berikut : Author surname, initial. (Year) Title [Medium]. Institution, City

or Available at: URL (Accessed: Day Month Year).

Gambar yang berada dalam buku maka cara sitasinya adalah buku itu sendiri, demikian juga gambar dalam laman/website. Dengan demikian, gambar yang dimaksud adalah gambar yang beridiri sendiri seperti poster, flyer, dsb. Dalam kurung dapat dituliskan ukuran gambar seperti medium, fotograf, dan oil on canvas, dll.

Contoh 2.35

Bosch, H. (1482) The last judgement [Triptych].

Groeningemuseum, Bruges.

Selanjutnya untuk video, format penulisannya dapat dilakukan sebagai berikut :

Nama belakang, inisial. (Tahun) Judul. Tanggal. Available at:

URL (Accessed: Hari Bulan Tahun).

(57)

52

Dalam hal ini, sumber video bisa berasal dari You Tube, Daily motion, facebook, instagram, dll.

Contoh 2.36

Vox (2020) The big lesson from South Korea’s coronavirus response. 10 April. Tersedia di: https://youtu.be/BE- cA4UK07c (Diakses: 29 April 2020).

2.11.4 Pustaka dari Koran atau Majalah

Format penulisan daftar pustaka yang berasal dari Koran sebagai berikut :

Author surname, initial. (Year) ‘Article title’, Newspaper Name, date, p. page number range.

Contoh 2.37

Butler, S. (2020) ‘Women’s fashion manufacturer to make reusable gowns for NHS’, The Guardian, 28 April, p. 10.

Sedangkan daftar pustaka yang berasal dari majalah, format penulisannya sebagai berikut :

Nama belakang, inisial. (Tahun) ‘Article title’, Magazine Name, Volume(Issue) or (Bulan) or (Season), pp. page range.

Contoh 2.38

Newman, J. (2020) ‘For autistic youths entering adulthood, a new world of challenges awaits’, National Geographic, (May), pp. 20–24.

(58)

53

Untuk sumber pustaka yang berasal dari Koran atau majalah tanpa penulis, maka penulisannya dapat dilakukan sebagai berikut. Nama koran ditulis di bagian awal, kemudian tahun, judul artikel/italic, dan ditulis dengan huruf besar pada kata pertamanya saja, tanggal dan terakhir nomor halaman.

Contoh 2.39

Jawa Pos (1995) Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri. 28 Juni, p. 8.

2.11.5 Rujukan dari dokumen Resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa pengarang dan tanpa lembaga

Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit.

Contoh 2.40

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (1990). Jakarta:

Diperbanyak aleh PT Armas Duta Jaya.

Sedangkan jika dokumen tersebut ditulis atas nama lembaga tersebut maka daftar pustakanya dapat ditulis sebagai berikut Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nama tempat

Referensi

Dokumen terkait

 riscul de piaţă – riscula actual sau viitor de afectare negativă a profiturilor şi capitalului determinat de fluctuaţiile pe piaţă ale preţurilor titlurilor de capital şi

Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penumpang kereta api gerbong khusus wanita secara umum merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh

bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler

Dengan pengembangan produk baru dilakukan dengan diciptakan berbagai macam jenis kain baru untuk mengisi pasar, operator mesin weaving ditingkatkan keahlian-nya dalam

Alamat : Rusunawa Blok B No. 415 Kampus Unhas Tamalanrea Makassar adalah mahasiswi Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, akan melakukan

Penyimpanan Telur Spodoptera litura Fabricus (Lepidoptera: Noctuidae) pada Suhu Rendah dan Kepadatan Betina Parasitoid, Telenomus remus Nixon (Hymenoptera: Scelionidae):

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan kecemasan belajar matematika antara siswa SMP dengan MTs, 2) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa SMP dengan MTs,

bermain aman dengan melihat penyebab dari adanya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi adalah adanya anggaran subsidi yang selama ini lebih besar dari kebutuhan