Kamis, 04 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
PERKIRAAN PASAR HARI INI
IHSG berpotensi rebound mengikuti pergerakan indeks global
Indeks global ditutup menguat pada perdagangan tadi malam. Dow menguat 0,36% ke level 18.076, S&P menguat 0,21% ke level 2.114, dan FTSE100 menguat 0,32% ke level 6.950. Lain halnya dengan indeks zona Asia yang mayoritas ditutup melemah, dimana Nikkei melemah 0,34% ke level 20.474 sedangkan Hangseng menguat 0,69% ke level 27.657.
Seiring dengan itu di pasar komoditas, harga komoditas dunia ditutup bervariasi. Saat ini minyak dunia diperdagangkan di level USD 59,67 per barrel.
Adanya optimisme pelaku pasar terkait penyelesaian masalah krisis utang Yunani, mampu menopang indeks global ke teritori positif. Indeks global mampu berbalik menguat pasca pernyataan dari ECB mengenai rencana pembelian obligasi guna menopang peningkatan ekonomi di zona Eropa dan pencapaian tingkat inflasi yang lebih tinggi di wilayah tersebut. Selain itu, katalis positif lainnya yang turut menopang indeks AS ke zona hijau adalah rilis data ekonomi AS yang mayoritas positif. Ini menandakan bahwa ekonomi AS semakin membaik pasca mencatatkan perlambatan di 1Q15. Pelaku pasar menanti rilis data pengangguran di AS yang rencananya akan dirilis malam ini.
Tingkat pengangguran di AS di prediksikan akan turun menjadi 276.000 dari sebelumnya 282.000.
Pada indeks domestik, IHSG kemarin ditutup melemah 1,6%
ke level 5.130. Investor asing masih tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 522 miliar. Pelemahan indeks domestik pada perdagangan kemarin karena terkena imbas negatif dari pergerakan indeks global dan regional yang mayoritas melemah. Kami memprediksikan indeks hari ini berpotensi rebound mengikuti pergerakan indeks global.
Adapun pilihan saham hari ini adalah UNTR, UNVR, TLKM, ADRO, dan PGAS dengan rentang indeks antara 5.155 – 5.200.
Analyst: Thennesia Debora ([email protected])
PERKEMBANGAN INDUSTRI / PERUSAHAAN
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bakal membuka 14 gerai baru . HOLD. Analyst: Ankga Adiwirasta.
ADRO kejar proyek PLTU US$4,5 miliar. Rekomendasi BUY TP Rp1.090. BUY. Analyst: Yasmin Soulisa.
Sektor Transportasi – Prospek Industri Maritim Indonesia.
OVERWEIGHT. Analyst: Thennesia Debora.
Sektor Perbankan Berniat Melakukan Revisi Target FY15.
Penutupan Prb %Prb %Ytd P/E
Americas
INDU Index 18,076.27 64.33 0.36 1.42 15.61 SPX Index 2,114.07 4.47 0.21 2.68 18.68 CCMP Index 5,099.23 22.707 0.45 7.67 #N/A N/A IBOV Index 53,522.91 -713.52 -1.32 7.03 32.69 EMEA
UKX Index 6,950.46 22.19 0.32 5.85 21.86 CAC Index 5,034.17 29.71 0.59 17.82 25.97 RTSSTD Index 10,889.75 -83.27 -0.76 17.11 5.91 IBEX Index 11,267.60 -3.8 -0.03 9.61 19.78 FTSEMIB Index 23,608.83 32.67 0.14 24.18 80.67 AEX Index 487.74 1.24 0.25 14.91 22.52 SMI Index 9,253.30 49.21 0.53 3.00 19.61 Asia / Pacific
NKY Index 20,526.76 53.25 0.26 17.63 23.21 HSI Index 27,647.02 -10.45 -0.04 17.12 11.32 SHCOMP Index 4,859.88 -50.096 -1.02 50.24 24.30 TWSE Index 9,541.06 -15.46 -0.16 2.51 14.37 KOSPI Index 2,069.62 6.46 0.31 8.04 17.37 JCI Index 5,130.50 -83.317 -1.60 (1.85) 22.87 SET Index 1,482.07 5.2 0.35 (1.04) 19.79 PCOMP Index 7,541.28 -20.39 -0.27 4.30 20.85 SENSEX Index 26,837.20 -351.18 -1.29 (2.41) 21.46 FSSTI Index 3,350.37 0.53 0.02 (0.44) 15.12 Deskripsi Terakhir Sebelumnya %Prb Kapitalisasi Pasar (IDR Triliun) 5,197.62 5,277.01 -1.50 Volume Transaksi (Juta Saham) 3,486.00 3,095.92 12.60 Nilai Transaksi (IDR Juta) 5,289.00 3,288.07 60.85 Nilai/ saham (IDR) 1,517.21 1,062.06 42.86 Net Asing (IDR Juta) (521,610.50) (24,687.75) 2,012.83
Komoditas Terakhir Sebelumnya %Prb
Nikel/Nickel (US$/Ton) 13,000.00 13,050.00 -0.38 Tembaga/Copper (US$/Ton) 6,011.00 6,040.00 -0.48 Timah/Tins (US$/Ton) 15,600.00 15,530.00 0.45 Minyak/Oil (US$/BBL) (*) 59.64 61.26 -2.64 Gas (US$/MMBTU) 2.04 2.13 -4.23 Batu Bara/Coal (US$/Ton) (**) 57.95 57.75 0.35 Emas/Gold (USD/OZ) 1,183.70 1,185.05 -0.11 CPO PALMROTT(USD/ton) 682.50 680.00 0.37 CPO MALAYSIA(RM/ton) 2,293.00 2,240.00 2.37 (*) WTI Cushing
(**) McCloskey Newscatle
Terakhir % Konversi (US$) Prb (Rp)
Saham Kode Last (US$) %Change Conv (Rp) Last (Rp) Telkom TLK US 43.07 -0.21 0.00 2,875.00
Saham Pilihan Hari Ini Rekomendasi TP (Rp) PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) HOLD 17,800
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) BUY 1,090
Sektor Transportasi OVERWEIGHT
Sektor Perbankan NETRAL
Bloomberg Code
Terakhir ADR Stocks (Rp)
Kamis, 04 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
RINGKASAN BERITA
PT Modernland Realty Tbk (MDLN) akan meluncurkan kluster baru di kawasan Jakarta Garden City (GJC) yang bertajuk Iyara pada pertengahan bulan Juni 2015. Dari kluster baru tersebut, perseroan mengincar pra penjualan atau marketing sales Rp 250 miliar.
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) terus memacu diversifikasi bisnis di bidang energi, khususnya proyek pembangkit listrik. Tahun ini, ADRO menargetkan bisa menuntaskan proses financial closing dua mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Proyek yang pertama adalah PLTU Batang, di Jawa Tengah dengan kapasitas 2x1.000 Mega Watt (MW) dengan biaya sekitar US$ 4 miliar. Proyek kedua adalah PLTU berkapasitas 2x100 MW di Tabalong, Kalimantan Selatan senilai US$ 450 juta hingga US$ 550 juta.
PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) terus mengejar target kontrak baru. Per akhir Mei 2015, kontrak baru NRCA telah mencapai Rp 2 triliun atau 50% dari target kontrak baru tahun ini senilai Rp 4,1 triliun.
PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) sebar dividen sebanyak Rp 3,174 Miliar kepada pemegang saham. Ini setara 5,22 persen dari laba bersih sebesar Rp60,75 miliar di 2014.
PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) menambah modal melalui mekanisme rights issue dengan menerbitkan 400.000 saham baru senilai Rp125 per saham.
PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) menargetkan penjualan tahun ini tumbuh 15,27% menjadi Rp1,72 triliun dari perolehan tahun lalu yang sekitar Rp1,49 triliun.
PT PP Properti Tbk (PPRO) mengantongi laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp80,32 miliar, setara dengan 27,5% dari total target sepanjang tahun Rp292 miliar.
PT PP (Persero) Tbk meraih kontrak baru sebesar Rp9,8 triliun sampai dengan akhir Mei 2015. Jumlah tersebut diklaim melebihi target yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp8,6 triliun.
PT Astra Intenational Tbk (ASII) dan PT Toyota Motor Corporation (TMC) sepakat untuk melaksanakan sejumlah inisiatif bersama untuk memperkuat peranan PT Toyota Astra Motor (TAM), perusahaan patungan antara Astra dan TMC dengan kepemilikan 51%-49%.
(Sumber : IQplus, Kontan, Indonesia Finance Today)
No Stock Top Value (IDR)
1 BBRI IJ 641,916,700,000 2 BBCA IJ 433,143,100,000 3 BMRI IJ 384,897,900,000 4 ASII IJ 308,514,200,000 5 BBNI IJ 245,621,800,000
No Stock Top Volume (Shares)
1 BWPT IJ 232,400,700.00
2 SIAP IJ 209,447,300.00
3 PWON IJ 190,729,000.00
4 TMPI IJ 140,200,000.00
5 MYRX IJ 134,026,800.00
No Top Gainers % change
1 MREI IJ 25
2 ALKA IJ 24.16
3 MTSM IJ 16.67
4 PLIN IJ 10.94
5 LMPI IJ 8.16
No Top Losers % change
1 SCMA IJ -18.78
2 CEKA IJ -16.14
3 GSMF IJ -9.43
4 MEGA IJ -9.09
5 CMNP IJ -7.84
No Leading Movers % change
1 UNTR IJ 4.99
2 UNVR IJ 0.93
3 TLKM IJ 1.05
4 ADRO IJ 5.11
5 PGAS IJ 1.16
No Lagging Movers % change
1 BBCA IJ -3.72
2 BBRI IJ -4.05
3 ASII IJ -3.75
4 SCMA IJ -18.78
5 BBNI IJ -4.14
1,590 4,270 6,950 9,630 12,310 14,990
3,000 3,500 4,000 4,500 5,000
1-Jan 11-Mar 20-May 29-Jul 7-Oct
Volume (RHS) (Bn Shares) JCI (LHS)
Kamis, 04 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
PERKEMBANGAN INDUSTRI / PERUSAHAAN
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bakal membuka 14 gerai baru
Berita:
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana akan membuka 12 hingga 14 gerai baru pada tahun ini. Di semester I 2015, LPPF menargetkan membuka Sembilan gerai baru. Hingga tiga bulan pertama tahun ini, LPPF sudah membuka tiga gerai.
Ketiga gerai tersebut berlokasi di Singkawang, Kalimantan Barat; Bau Bau, Sulawesi Tenggara dan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Menurut manajemen, tahun ini alokasi untuk belanja modal sebesar Rp 500 miliar, dimana setengahnya akan digunakan untuk gerai baru. Selain itu, LPPF juga terus melakukan efisiensi. Menurut Richard Gibson, CFO LPPF, pada 1Q15, tingkat pertumbuhan penjualan dari gerai yang sama (SSSG) sebesar 5,4%. (Sumber : Kontan)
Pandangan Analis:
Secara umum sektor konsumsi dan retail mengalami pelemahan seiring dengan melemahnya perekonomian nasional yang pada 1Q15 tumbuh 4,71%. Namun demikian kami masih memiliki padangan positif terhadap LPPF yang tebukti mampu bertahan serta mencetak laba positif ditengah-tengah perlambatan ekonomi nasional. Sebagai gambaran pendapatan LPPF di 1Q15 naik 9,52% secara yoy menjadi Rp 1,61 triliun. Sedangkan laba bersih melejit 50,25% menjadi Rp 184,97 miliar. Per akhir 2014, SSSG LPPF 10,7%. Secara historis, rata-rata pertumbuhan pendapatan tiap tahun sama. Efisiensi yang baik dari perusahaan beberapa waktu yang lalu terbukti berimplikasi positif terhadap kinerja perusahaan. Saat ini LPPF diperdagangkan pada PE senilai 34,25 x dan PBV 147,27 x dimana nilai ini relative lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri retail domestik, namun demikian LPPF masih dapat mencetak EPS 1 year growth sebesar 23% yang menjadi katalis positif perusahaan dapat terus tumbuh. Kami merekomendasikan HOLD dengan TP Rp 17.800 per lembar saham.
Analyst: Ankga Adiwirasta ([email protected])
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
PERKEMBANGAN INDUSTRI / PERUSAHAAN
ADRO kejar proyek PLTU US$4,5 miliar. Rekomendasi BUY TP Rp1.090
Berita:
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memacu diversifikasi bisnis di bidang energi, khususnya proyek pembangkit listrik. ADRO menargetkan bisa menuntaskan proses financial closing dua mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Proyek pertama adalah PLTU Batang, di Jawa Tengah berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) dengan nilai investasi US$ 4 miliar. Proyek kedua, PLTU berkapasitas 2x100 MW di Tabalong, Kalimantan Selatan senilai US$ 450 juta hingga US$ 550 juta. Bukan cuma itu, ADRO melalui anak usahanya PT Adaro Power dan PT Bhakti Energi Persada (BEP) sudah meneken kesepakatan dengan China Shenhua Overseas Development and Investment Co Ltd. menggarap proyek batubara dan pembangkit listrik di Kalimantan Timur. Perusahaan itu akan mendirikan perusahaan patungan mengembangkan pembangkit listrik mulut tambang, dimiliki oleh Shenhua Overseas 51%, dan Adaro Power 49%. ADRO menargetkan produksi batubara 56 juta-58 juta ton pada tahun ini. Harapannya, kontribusi penjualan lokal meningkat. Nantinya, pendanaan untuk belanja modal dari kas internal.
Pandangan Analis:
Kami menilai positif diversifikasi yang dilakukan ADRO untuk mengantisipasi penurunan pendapatan dari jatuhnya harga komoditas batubara. Perusahaan menargetkan dalam jangka panjang, bisnis listrik akan menyumbang sepertiga dari total pendapatan ADRO, disamping bisnis batubara dan logistik. Saat ini saham ADRO diperdagangkan dengan PE 20x, dibawah dari rata-rata industri PE 25x. Kami memberikan rekomendasi BUY dengan target harga Rp1.090 per saham.
Analyst: Yasmin Soulisa ([email protected])
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
PERKEMBANGAN INDUSTRI / PERUSAHAAN
Sektor Transportasi – Prospek Industri Maritim Indonesia
Berita:
Pemerintah masih mengkaji pembebasan bea masuk impor komponen bagi industri galangan kapal di Indonesia. Pembebasan bea masuk impor komponen ini dkhususkan untuk komponen-komponen yang belum berproduksi di dalam negeri. Di Indonesia terdapat sekitar 250 perusahaan galangan kapal, dimana mayoritasnya terletak di daerah Batam dan Kepulauan Riau.
Hingga saat ini, industri galangan kapal di Indonesia masih sangat bergantung pada komponen-komponen impor untuk proses pembuatan kapalnya. Tidak hanya itu, teknologi pembuatan kapal yang masih konvensional dan fasilitas produksi yang sudah usang membuat industri galangan kapal di dalam negeri masih jauh tertinggal dari Negara lain.
Pandangan Analis:
Kami menilai potensi pertumbuhan industri maritim di Indonesia masih sangat besar. Apalagi pasca penerapan asas cabotage, peluang pertumbuhan pemain domestik di industri pelayaran meningkat signifikan. Ini dikarenakan asas cabotage mengharuskan kapal-kapal yang berada di perairan Indonesia harus berbendera Indonesia. Secara tidak langsung ini akan meningkatkan utilisasi kapal domestik dan memberikan manfaat bagi pemain domestik. Selain itu kami juga menilai, pertumbuhan industri pelayaran di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan energi di Indonesia. Apalagi sekarang ini banyak ditemukan ladang minyak dan gas baru di Indonesia, salah satunya adalah Blok Cepu yang sudah mulai berproduksi pada Maret 2015 lalu. Minyak mentah yang diperoleh dari Blok Cepu tentu saja memerlukan beberapa jenis Aframax dan kapal tipe MR untuk mengakomodir pengangkutan ke kilang domestik dan pendistribusiannya.
Peningkatan yang signifikan terhadap permintaan kapal di Indonesia tentunya akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan akan galangan kapal di Indonesia. Sekarang ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan membentuk tim gabungan kemaritiman yang terdiri dari perbankan, perusahaan pembiayaan, asuransi, penjaminan, dan modal ventura. Dengan adanya tim gabungan ini, diharapkan industri keuangan bisa berkontribusi untuk meningkatkan kinerja industri kemaritiman. Oleh karena itu, kami optimis kinerja sektor maritim di Indonesia akan terus membaik dan meningkat secara signifikan seiring dengan dukungan dari pemerintah di sektor kemaritiman ini. Rekomendasi:
OVERWEIGHT.
Analyst: Thennesia Debora ([email protected])
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
PERKEMBANGAN INDUSTRI / PERUSAHAAN
Sektor Perbankan Berniat Melakukan Revisi Target FY15 (BANKING - NEUTRAL)
Berita:
Seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, beberapa perbankan akan melakukan revisi terhadap target FY15, meskipun belum ditentukan berapa besar penurunan yang akan dilakukan. Hal ini akan dilakukan oleh BBNI, yang sebelumnya optimis dengan pertumbuhan kredit pada kisaran 14-16% pada FY15 dengan mendorong pertumbuhan kredit korporasi, SME, dan konsumer. Bank-bank lain, seperti BNGA dan BBRI juga akan melakukan hal serupa.
Pandangan Analis:
Pelemahan ekonomi yang terjadi pada tahun ini diperkirakan akan mempengaruhi kinerja perbankan. Sektor perbankan merupakan sektor yang terpengaruhi bila industri riil mengalami pelemahan. Di industri riil, kita melihat pelemahan kinerja, yang menyebabkan terjadinya PHK dan pengurangan jam kerja di berbagai jenis industri. Bila industri mengalami pelemahan kinerja, perusahaan akan cenderung memerlukan modal kerja yang lebih sedikit dan ekspansi akan cenderung ditunda. Hal ini akan mengurangi kebutuhan kredit dari perbankan.
Pada awal tahun ini, regulator dan perbankan memasang target yang cukup optimis, dengan kredit perbankan diperkirakan tumbuh 15-17%. Namun, dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang direvisi hanya 5,1% (vs 5,4% sebelumnya) oleh Bank Indonesia, kami memperkirakan kredit tidak akan mampu bertumbuh sesuai ekspektasi regulator. Kredit korporasi dan komersial akan cenderung akan melambat pada tahun ini, di mana segmen ini cenderung sensitif terhadap economy cycle.
Namun, perbankan masih mampu meningkatkan kredit mikro, konsumer dan KPR meskipun di tengah daya beli masyarakat yang menurun, dengan promosi kredit kendaraan bermotor dan KPR yang dipromosikan akhir-akhir ini oleh beberapa bank.
Rencana penurunan uang muka untuk KPR yang akan diberlakukan 2H15, serta wacana turunnya uang muka kendaraan bermotor, akan membantu pertumbuhan kredit konsumer.
Analyst: Richard Jerry ([email protected])
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
TARGET HARGA SAHAM
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
TARGET HARGA SAHAM
Market EPS Growth PER PBV PEG DER (x) ROE (%) Total Return % of Free Rec TP (Rp/share)
Capitalization 1 Year FY15F FY15F Ratio 1 Year in 2013 Float Shares
Agriculture
AALI IJ Equity 40,825,264,125,000 20.20 12.65 2.89 0.63 20.42 22.87 47.06 20.32 BUY 35,200
BWPT IJ Equity 6,013,779,803,750 20.18 2.81 0.61 0.14 2.50 21.64 2.84 37.15 BUY 510
LSIP IJ Equity 15,419,672,560,900 17.66 9.96 1.35 0.56 0.16 13.61 23.59 40.52 BUY 2,300
SGRO IJ Equity 4,025,700,000,000 -6.24 15.07 0.73 -2.42 0.91 9.77 0.77 32.95 BUY 2,330
SIMP IJ Equity 14,630,086,750,000 80.99 7.01 0.58 0.09 0.82 8.33 -6.46 21.60 BUY 800
SMAR IJ Equity 19,818,134,225,400 25.53 11.48 3.64 0.45 3.04 31.70 19.91 2.80 BUY 9,975
Average 26.39 9.83 1.63 -0.09 4.64 17.99 14.62
Metal
ANTM IJ Equity 9,681,536,900,000 -148.77 22.91 0.71 n.a 0.88 3.10 -10.78 34.99 BUY 1,070
INCO IJ Equity 25,337,663,736,000 100.10 6.76 1.19 0.07 0.26 17.54 32.41 20.49 BUY 3,150
TINS IJ Equity 6,895,237,400,000 26.39 8.95 1.09 0.34 0.80 12.19 -9.91 35.00 BUY 1,395
Average 10.88 28.44 1.26 2.49 0.75 4.91 3.91
Mining
ADRO IJ Equity 36,943,786,110,000 -8.05 15.07 0.73 -1.87 0.91 4.86 -1.38 40.97 BUY 1,090
BUMI IJ Equity -30.64 29.27
HRUM IJ Equity 5,704,638,200,000 -5.38 28.39 0.98 -5.28 0.01 3.45 -26.57 34.93 SELL 1,090
ITMG IJ Equity 29,858,268,125,000 -18.76 9.34 1.75 -0.50 0.48 18.79 -37.08 29.34 HOLD 18,400
PTBA IJ Equity 25,633,466,831,250 -24.55 15.41 2.77 -0.63 0.74 17.71 -23.92 BUY 12,700
Average -14.19 17.05 1.56 -2.07 0.54 11.20 -40.25
Consumer
UNVR IJ Equity 227,180,000,000,000 10.65 35.74 39.20 2.71 0.26 99.40 36.70 15.01 HOLD 40,000
INDF IJ Equity 59,932,985,500,000 15.34 19.01 2.74 2.04 0.54 13.63 3.04 49.92 BUY 7,600
ICBP IJ Equity 58,467,398,600,000 15.72 31.60 5.19 2.01 0.10 20.60 35.46 19.47 HOLD 15,800
MYOR IJ Equity 26,206,731,039,500 14.05 23.89 7.18 1.70 1.12 31.00 -17.21 66.93 BUY 32,000
AISA IJ Equity 6,529,800,000,000 10.25 22.00 3.10 1.22 0.89 16.61 14.01 53.76 BUY 3,150
ROTI IJ Equity 7,060,452,000,000 40.06 48.81 7.94 1.22 0.45 21.50 4.88 29.25 BUY 1,450
GGRM IJ Equity 101,976,930,200,000 12.33 21.58 2.98 1.75 0.31 15.80 17.27 23.53 HOLD 60,000
Average 16.91 28.95 9.76 1.81 0.52 31.22 13.45
Market EPS Growth PER PBV PEG DER (x) ROE (%) Total Return % of Free Rec TP (Rp/share)
Capitalization 1 Year FY14F FY14F Ratio 1 Year in 2013 Float Shares
Pharmaceutical
KLBF IJ Equity 75,700,795,343,450 14.90 32.65 8.65 1.92 0.03 26.30 31.31 43.29 HOLD 2,000
KAEF IJ Equity 5,286,580,000,000 19.40 21.16 2.82 1.09 0.02 12.40 81.57 9.97 HOLD 1,450
Average 17.40 26.90 5.74 1.61 0.02 19.35 56.44
Retail
RALS IJ Equity 8,272,480,000,000 9.32 28.32 3.10 3.04 0.00 12.29 -44.73 40.46 HOLD 830
MAPI IJ Equity 17,420,000,000,000 20.10 26.60 4.26 5.24 0.91 13.20 -19.25 44.00 HOLD 5,370
Average 14.71 66.82 3.68 4.14 0.46 14.85 -31.99
Poultry
CPIN IJ Equity 50,997,780,000,000 -30.67 17.60 4.47 1.18 60.28 13.77 -18.05 44.47 BUY 5,110
JPFA IJ Equity 6,609,524,204,200 -44.59 14.30 1.42 1.07 136.85 1.22 -51.68 42.49 BUY 1,150
MAIN IJ Equity 2,990,970,000,000 0.00 19.71 2.93 1.02 174.96 -20.83 -43.56 44.07 BUY 1,750
Average -25.09 17.20 2.94 1.09 124.03 -1.95 -37.76
Crops
BISI IJ Equity 4,860,000,000,000 29.90 0.00 3.03 0.00 0.00 10.73 160.02 45.92 BUY 1,800
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
RESEARCH TEAM
Research Division : +62 21 25543946 Fax No. : +62 21 57935831 [email protected]
Norico Gaman (Head of Research Division) [email protected]
ext: 3934
Investment Strategy
Andri Zakarias Siregar (Technical Analyst) [email protected]
ext: 2054 Market Strategy, Commodities, Currency, Bond & Stocks
Thendra Crisnanda (Equity Analyst)
ext: 209
Construction, Property, Infrastructure, Automotive, Cement
Yasmin Soulisa (Equity Analyst)
ext: 3987
Plantation, Coal Mining, Metal Mining, Oil & Gas
Ankga Adiwirasta (Equity Analyst)
ext: 3986
Consumer Goods, Pharmaceutical, Retail, Health Care
Richard Jerry (Equity Analyst) [email protected]
ext: 2032
Telecommunication, Tower Infrastructure, Banking
Dessy Lapagu (Equity Analyst) [email protected]
ext: 2051 Poultry, Crops
Thennesia Debora (Equity Analyst)
ext: 2132 Transportation
I Made Adi Saputra (Fixed Income Analyst)
ext: 3968
Fixed Income Market
Heru Irvansyah (Economist) [email protected]
ext: 2030
Macroeconomic and Financial Market
R. Venia Allani Meissalina (Research Assistant) [email protected]
ext: 2050
Data Administrator
Indah Lestari Permata (Research Assistant) [email protected]
ext: 2073
Data Administrator
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
EQUITY TEAM
CM : +62 21 25543946
Fax No : +62 21 57935831
Anthon ext. 3997 [email protected] Equity Division Head
Jufrani Amsal ext. 3957 [email protected] Channel Distribution Division Head
Entis Sutisman ext. 3945 [email protected] Head of Local Institution Department
Chandrawati ext. 3941 [email protected] Head of HO Retail Department
Yulinda ext. 3950 [email protected] Institutional Sales
Teguh Hendro ext. 3948 [email protected] Institutional Sales
Danovan Yazir ext. 3929 [email protected] Institutional Sales
Dharmawan P. ext. 3916 [email protected] Institutional Sales
Dini Desita ext. 3981 [email protected] Client Relation
Putri Erinasari ext. 3920 [email protected] Client Relation
Senin, 01 Juni, 2015
L A P O R A N H A R I A N
RESEARCH
MAIN OFFICE - JAKARTA PT BNI SECURITIES
Sudirman Plaza, Indofood Tower 16th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78 Jakarta 12910, Indonesia
Phone: (62-21) 25543946 (Hunting) Fax: (62-21) 57935831
e-mail: [email protected] (General) Website: http://www.bnisecurities.co.id
JAKARTA – PT BNI Securities Sudirman Plaza Indofood Tower Lt.16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78 Jakarta 12910
Phone: (62-21) 25543946 Fax: (62-21) 57935831 e-mail: [email protected]
JAKARTA - Mangga Dua Pertokoan Mangga Dua Blok E4 No. 7
Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta Utara Phone: (62-21) 6123804-5,62203890
Fax: (62-21) 6123806 e-mail: [email protected]
JAKARTA - Puri Indah Ruko Puri Kencana Blok K6 - 2K Lt.2
Puri Kembangan, Jakarta Barat Phone: (62-21) 58357464
Fax: (62-21) 58357465 e-mail: [email protected]
JAKARTA - Central Park Central Park, Office Tower Podomoro City
Jl. Letjen S. Parman Kav 28, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan Phone: (62-21) 29034215
Fax: (62-21) 29034216 email: [email protected]
BANDUNG Jl. Perintis Kemerdekaan 3
Bandung - 40117 Phone: (62-22) 4213375
Fax: (62-22) 4220604 e-mail: [email protected]
YOGYAKARTA
Jl. Laksda Adisucipto 137, Yogyakarta - 55282 Phone: (62-274) 581001-584032
Fax: (62-274) 584023 e-mail: [email protected]
SOLO
Jl. Honggo Wongso No. 24, Surakarta Phone: (62-271) 729667, 730525
Fax: (62-271) 729668 e-mail: [email protected]
SURABAYA Jl. Gubernur Suryo No. 36, Surabaya
Phone: (62-31) 5320912 Fax: (62-31) 5318425 e-mail: [email protected]
MALANG Jl. Buring No. 58, Malang Phone: (62-341) 321214,321213,321430
Fax: (62-341) 356876 e-mail: [email protected]
DENPASAR
Komplek Pertokoan Diponegoro Megah Blok A5-6 Lantai 2 Jl. Diponegoro No. 100, Denpasar - Bali
Phone: (62-361) 264376, 2753389 Fax: (62-361) 229170 e-mail: [email protected]
MEDAN
Jl. Pemuda No. 12, Medan - 20151 Phone: (62-61) 4579616
Fax: (62-61) 4579656 e-mail: [email protected]
PALEMBANG
Jl. Jend. Sudirman 132, Palembang - 30126 Phone: (62-711) 361969
Fax: (62-711) 319663 e-mail: [email protected]
PEKANBARU Jl. Riau, No. 124, Lt. 2, Pekanbaru
Phone: (62-761) 46757, 839698 Fax: (62-761) 856279 e-mail: [email protected]
MANADO
BNI KLN Megamas, Lt. 3, Kawasan Mega Mas Blok I C1 Jl. Piere Tendean, No. 20, Manado
Phone: (62-431) 847256 Fax: (62-24) 847256 e-mail: [email protected]
ACEH
Kantor Cabang BNI Banda Aceh Lt.2 Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 111, Banda Aceh
Phone: (62-651) 31109 Fax: (62-651) 31107
BANJARMASIN Gd. Bank BNI Antasari Lt. 2 Jl. Pangeran Antasari No. 44 RT 008, Banjarmasin
Phone: (62-511) 3253735 Fax: (62-651) 3253754 e-mail: [email protected]
Copyright 2009, BNI Securities. All rights reserved. This research report is prepared for the use of BNI Securities clients and may not be redistributed, retransmitted or disclosed, in whole or in part, or in any form or manner, without the express written consent of BNI Securities. BNI Securities research reports are distributed simultaneously to internal and client websites eligible to receive such research prior to any public dissemination by BNI Securities of the research report or information or opinion contained therein. Any unauthorized use or disclosure is prohibited. Receipt and review of this research report constitutes your agreement not to redistribute, retransmit, or disclose to others the contents, opinions, conclusion, or information contained in this report (including any investment recommendations, estimates or price targets) prior to BNI Securities's public disclosure of such information. The information herein (other than disclosure information relating to BNI Securities and its affiliates) was obtained from various sources and we do not guarantee its accuracy. BNI Securities makes no representations or warranties whatsoever as to the data and information provided in any third party referenced website and shall have no liability or responsibility arising out of or in connection with any such referenced website. his document is not intended to be an offer, or a satisfaction of an offer, to buy or sell relevant securities (i.e.
securities mentioned herein or of the same issuer and options, warrants or rights to or interest in any such securities). The information and opinions contained in this document have been compiled from or arrived at in good faith from sources believed to be reliable. No representation or warranty, expressed or implied, is made by BNI SECURITIES or any other member of the BNI Group, including any other member of the BNI Group from whom this document may be received, as to the accuracy or completeness of the information contained herein. All opinions and estimates in this report constitute our judgment as of this date and are subject to change without notice.