KERANGKA ACUAN PROGRAM PEMBELAJARAN
NAMA PROGRAM
Pelatihan Jarak Jauh Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
DESKRIPSI PROGRAM
TUJUAN PROGRAM
Membentuk pegawai yang memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari Tindak Pidana Kepabeanan dan/atau cukai serta penanganan harta kekayaan yang berasal dari TPPU
KEBUTUHAN STRATEGIS UNIT PENGGUNA YANG AKAN DICAPAI
Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis dalam penyidikan TPPU yang berasal dari kepabeanan dan/atau cukai serta penanganan harta kekayaan yang berasal dari TPPU
SASARAN (TARGET LEARNERS)
Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang bertugas sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
MODEL PEMBELAJARAN v Tatap Muka
Non Tatap Muka (NTM)
e-learning (untuk studi mandiri)
Bimbingan di tempat kerja (untuk action learning) Pelatihan jarak jauh
Magang ...
STANDAR KOMPETENSI a. Menjelaskan Kewenangan PPNS DJBC
b. Menjelaskan Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai c. Menjelaskan Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai
d. Menjelaskan TPPU
e. Menjelaskan Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh Instansi Lain f. Menyimulasikan Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh PPNS DJBC
g. Menjelaskan Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU dan Tindak Pidana Asal KOMPETENSI DASAR
a. Menjelaskan Kewenangan PPNS DJBC 1) Menjelaskan tugas dan fungsi DJBC
2) Menjelaskan kewenangan PPNS DJBC untuk menyidik TPPU
3) Menjelaskan permintaan informasi/data/dokumen dalam rangka pembuktian b. Menjelaskan Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai
1) Menjelaskan mekanisme penanganan perkara 2) Menjelaskan skema penanganan perkara
3) Menjelaskan langkah-langkah penanganan perkara sesuai KUHAP c. Menjelaskan Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai
1) Menjelaskan unsur pasal pidana kepabeanan 2) Menjelaskan unsur pasal pidana cukai
v
3) Menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan guna pemenuhan unsur pasal dalam proses penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai
4) Menjelaskan bedah kasus delik pidana kepabeanan dan cukai d. Menjelaskan TPPU
1) Menjelaskan unsur delik Tindak Pidana Pencucian Uang
2) Menjelaskan tipologi dan macam-macam modus operandi dalam Tindak Pidana Pencucian Uang
3) Menjelaskan analisis transaksi keuangan
4) Menjelaskan “Follow the Money” vs “Follow the Suspect”
5) Menjelaskan penanganan alat bukti digital forensik 6) Menjelaskan asset tracing hasil tindak pidana
7) Menjelaskan penanganan harta kekayaan hasil tindak pidana dalam hal pelaku tindak pidana tidak ditemukan
e. Menjelaskan Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh Instansi Lain 1) Menjelaskan tatacara penyidikan TPPU pada instansi Polri
2) Menjelaskan tatacara penyidikan TPPU pada instansi Kejaksaan f. Menyimulasikan Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh PPNS DJBC
1) Menjelaskan tatacara penyidikan TPPU oleh PPNS DJBC 2) Menjelaskan bedah kasus TPPU
3) Menjelaskan pengungkapan kasus TPPU yang tindak pidana asalnya dari tindak pidana Kepabeanan dan Cukai
4) Menjelaskan sinergitas antara PPATK dengan DJBC
5) Menjelaskan proses pengembalian aset hasil tindak pidana (asset recovery) 6) Menyimulasikan penyidikan TPPU (dummy cases)
g. Menjelaskan Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU dan Tindak Pidana Asal
LAMA PELATIHAN EFEKTIF DAN DAFTAR MATA PELAJARAN
No Topik Jam Pelajaran Sekuen
/Urutan TM NTM TOTAL
1 Kewenangan PPNS DJBC 2 - 2 1
2 Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai 2 - 2 2
3 Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai 2 - 2 3
4 Tindak Pidana Pencucian Uang 7 3 10 4
5 Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh Instansi
Lain 4 2 6 5
6 Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh PPNS
DJBC 8 6 14 6
7 Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU
dan Tindak Pidana Asal 4 - 4 7
29 11 40
Ceramah
8 Ceramah Current Issue 2 - 2 -
TOTAL JAM PELAJARAN 42JP
Ujian/Evaluasi Peserta Komprehensif = 3 JP
Keterangan:
Penceramah current issue diutamakan dari OJK atau Perbankan, dengan piihan tema yang dapat disampaikan adalah Peran Lembaga Keuangan dalam Penyidikan TPPU (transaksi keuangan Perbankan/ OJK dalam rangka mendukung penyidikan TPPU)
Ujian Komprehensif dilakukan dalam bentuk Studi Kasus
DILAKSANAKAN DALAM ±6 Hari JENIS DAN JENJANG PROGRAM
Pelatihan ini merupakan tingkat lanjutan
PERSYARATAN PESERTA
a. Pegawai DJBC minimal Gol III/a yang bertugas sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) b. Sehat jasmani dan rohani
c. Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin d. Tidak sedang mengikuti diklat lain
e. Ditunjuk oleh Sekretaris DJBC Persyaratan lain
-
KUALIFIKASI PENGAJAR 1. Persyaratan Pengajar Internal (DJBC/Pusdiklat BC):
a. Menguasai materi yang akan diajarkan/memiliki pengalaman dalam materi yang diajarkan.
b. Memiliki kemampuan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta.
c. Merupakan Narasumber yang direkomendasikan oleh Pusdiklat Bea dan Cukai atau unit teknis (DJBC) terkait.
2. Persyaratan Pengajar Eksternal/Narasumber:
a. Menguasai materi yang akan diajarkan
b. Memiliki kemampuan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta c. Memiliki pengalaman mengajar sesuai dengan mata diklat yang akan diajar
d. Metode pengajaran dapat dilakukan dengan menggunakan (apabila memenuhi ketentuan):
1. Team teaching
2. Di dampingi oleh asisten pengajar
BENTUK EVALUASI EVALUASI LEVEL 1
Evaluasi penyelenggaraan Evaluasi Pengajar
EVALUASI LEVEL 2 Komprehensif (Studi Kasus) a. Evaluasi peserta
Evaluasi peserta dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Unsur-unsur yang dinilai
Segala kegiatan/aktivitas selama siswa/peserta diklat mengikuti pembelajaran akan dinilai oleh pengajar/narasumber/panitia penyelenggara/lainnya yang ditunjuk oleh Pusdiklat Bea dan Cukai. Hal ini akan mempengaruhi kelulusan siswa/peserta diklat. Adapun unsur kegiatan/aktivitas yang akan dinilai adalah:
a) Kegiatan dan aktivitas belajar mengajar serta perilaku peserta pada proses pembelajaran akan dinilai oleh pengajar/ widyaiswara/ pengajar lainnya yang ditunjuk oleh Pusdiklat Bea dan Cukai berikut hasil evaluasi (ujian) peserta diklat.
b) Presensi dan kegiatan yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap tata tertib diklat, dan peserta selama diklat akan dinilai oleh panitia penyelenggara.
2) Tujuan Penilaian
a) Mengukur tingkat kepatuhan dan kedisiplinan serta perilaku peserta diklat selama proses pembelajaran.
b) Mengukur tingkat aktivitas dan perilaku peserta dalam penyelesaian tugas/ pada proses pembelajaran.
c) Mengukur tingkat keberhasilan penyerapan materi pelajaran.
d) Mengukur tingkat kesiapan implementasi dalam dunia kerja.
e) Menentukan kelulusan peserta berdasarkan standar nilai yang berlaku.
3) Sistem Penilaian
Setiap penilaian mengacu ketentuan sebagai berikut : a) Mata Pelajaran yang diujikan komprehensif:
No Mata Pelajaran JP Evaluasi
Peserta (Ujian) 1 Kewenangan PPNS DJBC
135 Menit 2 Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai
3 Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai 4 Tindak Pidana Pencucian Uang
5 Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh Instansi Lain
6 Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh PPNS DJBC
7 Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU dan Tindak Pidana Asal
▪ Disediakan evaluasi dua/ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertama belum memenuhi ambang batas kelulusan (evaluasi dua dilaksanakan di luar pelatihan sebelum pengumuman hasil pembelajaran).
▪ Nilai batas minimal untuk ujian ≥ 65
b) Nilai Presentasi (NPR) merupakan nilai yang diperoleh dari gabungan beberapa komponen penilaian, dengan rincian:
➢ NPR yang mata pelajarannya diujikan secara komprehensif memiliki nilai patokan/bobot, komponen Nilai Presentasinya yaitu:
1) Nilai kehadiran peserta pelatihan (presensi), yang diberi simbol “P”, diberi bobot 30%.
2) Nilai penyelesaian tugas/aktivitas, yang diberi simbol “Q”, diberi bobot 70%.
Jika dirumuskan maka:
NPR = (P x 30) + (Q x 70) 100
c) Nilai Patokan (NP) adalah bobot yang diberikan pada setiap mata pelajaran pokok dan mata pelajaran penunjang yang menggambarkan tingkat pentingnya setiap mata pelajaranan berdasarkan kurikulum dan/atau lamanya jam pelatihan
Adapun NP masing-masing mata pelajaran adalah sebagai berikut:
No Mata Pelajaran NP
1 Kewenangan PPNS DJBC 5
2 Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai 5
3 Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai 5
4 Tindak Pidana Pencucian Uang 25
5 Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh Instansi
Lain 15
6 Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh PPNS
DJBC 35
7 Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU
dan Tindak Pidana Asal 10
Total 100
d) Nilai Tertimbang (NT) setiap mata pelajaran diperoleh dengan menggunakan rumus:
e) Nilai Komprehensif (NK) adalah nilai yang didapat dari hasil ujian untuk beberapa mata pelajaran tertentu yang digabungkan, diujikan secara komprehensif, dan individual.
Disediakan evaluasi dua ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertamanya belum memenuhi ambang batas kelulusan.
f) Nilai Akhir (NA) diperoleh dari jumlah Nilai Tertimbang (∑NT) yang diberi bobot 40% dan ditambah Nilai Komprehensif (NK) yang diberi bobot 60%, sehingga dirumuskan menjadi:
g) Syarat Kelulusan
Peserta pelatihan dinyatakan lulus bila memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Jumlah NA ≥ 65;
b. Nilai Komprehensif ≥ 65;
c. Nilai Presentasi (NPR) mata pelajaran pokok yang diujikan ≥ 65 d. ∑Nilai Tertimbang (NT) ≥ 65
NT = NRP X NP 100
NA = (∑NT X 40) + (NK x 60) 100
EVALUASI LEVEL 3 -
EVALUASI LEVEL 4 -
FASILITAS
a. Komputer/ laptop masing-masing peserta b. Jaringan internet
c. Materi dalam bentuk bahan ajar dan/ atau bahan tayang d. Fasilitas lainnya sesuai keperluan dalam pelatihan ini
Disahkan di Jakarta,
Pada Tanggal Agustus 2021 Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai
Ditandatangani secara elektronik Harry Mulya
LAMPIRAN A. Kegiatan Pembelajaran
1. Program pembelajaran bersifat pembelajaran jarak jauh tatap muka (Synchronus) dan non tatap muka (Asynchronus), serta kegiatan belajar mandiri dengan mengerjakan soal studi kasus secara kelompok. Total pembelajaran dilaksanakan selama 5 (lima) hari kerja, dengan kegiatan:
a. Pembelajaran tatap muka (synchronous) dan non tatap muka (Asynchronus) dilaksanakan selama 5 hari kerja.
b. Peserta akan menerima materi pembelajaran sesuai jadwal yang ditentukan c. Proses pembelajaran tatap muka (online) tersebut diakukan dengan metode:
- Presentasi/ ceramah narasumber terkait dengan materi
- Diskusi atas kasus-kasus atau masalah yang terjadi dalam pekerjaan sehari-hari - Tanya jawab
d. Evaluasi peserta (ujian komprehensif)
2. Pemberian penugasan dan/atau latihan baik berupa kuis ataupun sejenisnya sebagai salah satu nilai aktivitas peserta, dapat diberikan langsung oleh pengajar pada saat proses tatap muka. Khusus Mata Pelajaran Penyidikan TPPU yang dilakukan oleh PPNS Bea dan Cukai akan dibuat penugasan dengan skema sebagai berikut:
a. Belajar Mandiri dengan mengerjakan soal kasus TPPU secara kelompok (1 kelas dibagi menjadi 5 kelompok)
b. Pada hari terakhir hasil pengerjaan soal kasus TPPU tersebut dipresentasikan kepada pengajar
3. Evaluasi/ujian dilakukan per mata pelajaran untuk mata pelajaran yaitu a. Kewenangan PPNS DJBC
b. Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai c. Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai
d. Tindak Pidana Pencucian Uang
e. Praktik Penyidikan TPPU yang dilakukan oleh Instansi Lain f. Praktik Penyidikan TPPU yang dilakukan oleh PPNS DJBC
g. Penanganan Harta Kekayaan yang berasal dari TPPU dan Tindak Pidana Asal
Disediakan evaluasi dua/ ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertama belum memenuhi ambang batas kelulusan (evaluasi dua dilaksanakan di luar pelatihan sebelum pengumuman hasil pembelajaran)
4. Media Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat berupa namun tidak terbatas pada:
➢ Kemenkeu Learning Center;
➢ Google Classroom;
➢ Webex;
➢ Microsoft Teams;
➢ Zoom;
➢ Google Drive;
➢ Dropbox;
➢ Google Docs;
➢ Email;
➢ Whatsapp;
➢ Line;
➢ Telegram;
➢ Buku; dan / atau
➢ CD/DVD.
B. Rincian Mata Pelajaran
No Tujuan Materi JP Pokok Bahasan
1 Menjelaskan Kewenangan PPNS DJBC
Kewenangan PPNS DJBC
2 a. Tusi DJBC
b. Kewenangan PPNS DJBC atas TPPU c. Permintaan informasi/data/dokumen dalam
rangka pembuktian 2 Menjelaskan
Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai
Penanganan Perkara Pidana Kepabeanan dan Cukai
2 a. Mekanisme penanganan perkara b. Skema penanganan perkara
c. Langkah-langkah penanganan perkara sesuai KUHAP
No Tujuan Materi JP Pokok Bahasan 3 Menjelaskan Delik
Pidana
Kepabeanan dan Cukai
Delik Pidana Kepabeanan dan Cukai
2 a. Unsur pasal pidana kepabeanan b. Unsur pasal pidana cukai
c. Hal-hal yang perlu diperhatikan guna pemenuhan unsur pasal dalam proses penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai
d. Bedah kasus delik pidana kepabeanan dan cukai
4 Menjelaskan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
10 a. Unsur delik TPPU (Pasal 3, 4, dan 5 UU TPPU)
b. Tipologi dan macam-macam modus operandi dalam TPPU
c. Analisis transaksi keuangan
d. “Follow the Money” vs “Follow the Suspect”
e. Penanganan alat bukti digital forensik (Handphone, Komputer, Flashdisk, dll)
f. Asset Tracing hasil tindak pidana
g. Penanganan harta kekayaan hasil tindak pidana dalam hal pelaku tindak pidana tidak ditemukan
5 Menjelaskan Praktik Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh Instansi Lain
Praktik
penyidikan TPPU yang dilakukan oleh instansi lain
6 a. Tatacara Penyidikan TPPU pada instansi Polri
b. Tatacara Penyidikan TPPU pada instansi Kejaksaan
6 Menyimulasikan Penyidikan TPPU Yang Dilakukan oleh PPNS DJBC
Penyidikan TPPU yang dilakukan oleh PPNS DJBC
14 a. Tata cara Penyidikan TPPU oleh PPNS DJBC b. Bedah Kasus TPPU
c. Pengungkapan kasus TPPU yang tindak pidana asalnya dari tindak pidana Kepabeanan dan Cukai
d. Sinergitas antara PPATK dengan DJBC e. Proses pengembalian asset hasil tindak
pidana (asset recovery)
f. Simulasi penyidikan TPPU (dummy cases) 7 Menjelaskan
Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU dan Tindak Pidana Asal
Penanganan Harta Kekayaan Yang Berasal dari TPPU dan Tindak Pidana Asal
4 Praktik Penanganan Harta Kekayaan yang berasal dari TPPU dan TP asal