• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DESKRIPTIF INDIKATOR GROSS DEATH RATE (GDR) DAN NET DEATH RATE (NDR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS DESKRIPTIF INDIKATOR GROSS DEATH RATE (GDR) DAN NET DEATH RATE (NDR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

i

ANALISIS DESKRIPTIF INDIKATOR GROSS DEATH RATE (GDR) DAN NET DEATH RATE (NDR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

TAHUN 2010 – 2014

KARYA TULIS ILMIAH

Disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar

Diploma (Amd, PK) dari Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Oleh :

LEONARDO BUDI KUSUMA D22.2012.01185

PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

2015

(2)

ii

HALAMAN HAK CIPTA

©2015

Hak Cipta Karya Tulis Ilmiah ada pada Peneliti

(3)

iii

HALAMAN PERSETUJUAN

ANALISIS DESKRIPTIF INDIKATOR GROSS DEATH RATE (GDR) DAN NET DEATH RATE (NDR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2010 – 2014

Disusun oleh :

LEONARDO BUDI KUSUMA D22.2012.01185

Disetujui untuk dipertahankan dalam ujian Karya Tulis Ilmiah Tanggal : 30 Juli 2015

(4)

iv

HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS DESKRIPTIF INDIKATOR GROSS DEATH RATE (GDR) DAN NET DEATH RATE (NDR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2010 – 2014

KARYA TULIS ILMIAH

TAHUN 2015 Disusun oleh :

LEONARDO BUDI KUSUMA NIM : D22.2012.01185

Karya tulis ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Semarang , 3 Agustus 2015

(5)

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

† BERKAH DALEM

Puji Tuhan

Akhirnya aku bisa sampai pada titik ini,

Karya Tulis Ilmiah ini ku persembahkan untuk :

1. Tuhan Yesus Kristus, terimakasih untuk kasih-Mu yang selalu melimpah dalam kehidupanku, yang senantiasa memberikan kelancaran, kemudahan, dalam semangat penuh juang.

2. Bapak, My father, My super hero, penyemangatku, motivasiku, terimakasih karna do’a yang tak pernah kering yang slalu mengalir di setiap hariku.

3. Ibu, My mother, yang tersenyum manis di surga, terimakasih untuk segala perngorbanan yang telah kau berikan.

4. My sister, brother , clevy my nephew, yang senantiasa mendoakan dan memberi semangat, terimakasih

5. Dosen pembimbing KTI Bu Kriswi yang tak kenal lelah dengan sabar, membimbing, memberikan pengarahan dengan baik, semoga Tuhan Yesus slalu memberkati bu kriswi dan keluarga bu kriswi.

6. Untuk teman” RMIK, Okik, Deta, Dika, Raza, Megi, Putrii, Alika, Vika, Ulna, Anggi, Maysya, Fanny, Rahma, Elsa, Nayla, Alvin, Fiska, Silvi, Ardan , Ella, & smua teman medical record udinus 2012 berjuta kenangan tlah kita ukir bersama, D22.12 , D22.21, D22.31, D22.41, D22.51 best of the best class hehe.. 

AND FOR SADEWA 1 NO 41 Kamar no 1 My Little home …..

Diberkatilah orang yang mengandalakan TUHAN, yang menaruh harapannya pada Tuhan ! (YEREMIA 17:7)

(6)

vi

RIWAYAT HIDUP

Nama : Leonardo Budi Kusuma

Tempat & Tanggal Lahir : Metro, 05 Juni 1993 Jenis Kelamin : Laki – laki

Agama : Katholik

Alamat :Dsn IV RT/RW:014/007, Kel Tempuran, Kec Trimurjo, Kab Lampung Tengah

Riwayat Pedidikan :

TK Pertiwi Metro Lulus tahun 2000 SDN 1 Tempuran Lulus tahun 2006 SMPN 1 Trimurjo Lulus tahun 2009 SMA Kristen 1 Metro Lulus tahun 2012

DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang (2012-sekarang)

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah rahmat dan karuniaNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan judul “Analisis Deskriptif Indikator Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR) di RSUD Tugurejo Semarang Tahun 2010 – 2014”.

Adapun tujuan dari penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk memenuhi syarat dalam menyelsaikan pendidikan Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah ini, penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini kepada :

1. Dr.dr. Sri Andarini Indraswari, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang, yang telah memberikan izin serta dukungan penuh dalam proses pembutan Karya Tulis Ilmiah ini.

2. Arif Kurniadi, M.Kom selaku Ketua Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang, yang telah memberikan dukungan dan bimbingan dalam proses pembuatan KTI.

3. Kriswiharsi Kun Saptorini, SKM, M.Kes (Epid) selaku dosen pembimbing yang telah bersedia dengan sabar membimbing dan memberikan dukungan serta masukan kepada penulis atas penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.

4. Maryani Setyowati SKM, M.Kes selaku dosen reviewer dan dosen wali saya terimakasih untung bimbingan dan ilmu yang telah diberikan

5. Rony Rahman, Amd.PK selaku Kepala Bagian Rekam Medis Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang.

6. Orang tua dan keluarga yang tak henti memberi semangat dan tak pernah kering untuk doa yang diberikan untukku

(8)

viii

7. Seluruh teman-teman RMIK 2012 yang telah memberikan dukungan untuk berjuang bersama dalam perkuliahan dan proses pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini

8. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan laporan praktik ini.

Dalam pembuatan KTI ini, penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan oleh karena itu, penulis berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang baik dan bersifat membangun agar KTI ini dapat menjadi lebih baik lagi.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada semuanya dan semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semuanya khususnya bagi para perekam medis.

Semarang, 30 Juli 2015

Penulis

(9)

ix

Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2015 ABSTRAK

ANALISIS DESKRIPTIF INDIKATOR GROSS DEATH RATE (GDR) DAN NET DEATH RATE (NDR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2010 – 2014

LEONARDO BUDI KUSUMA

xvi + 60 halaman + 10 tabel + 2 gambar + 2 grafik + 11 lampiran

Indikator yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan medis di rumah sakit adalah GDR dan NDR. GDR (Gross Death Rate) adalah angka kematian kasar , untuk tiap – tiap 1000 penderita keluar baik hidup/ mati. NDR (Net Death Rate) adalah angka kematian ≥48 jam setelah di rawat untuk tiap – tiap 1000 penderita yang keluar baik hidup / mati. Standar ideal yang ditetapkan Depkes yaitu untuk GDR = ≤45‰ dan untuk NDR = ≤25‰. GDR pada tahun 2010 sebesar 17,42‰, GDR tahun 2011 sebesar 48,40

, NDR pada tahun 2010 sebesar 12,29‰, NDR tahun 2011 sebesar 30,79‰. Hasil perhitungan tahun 2010 dan 2011 tersebut, menunjukkan nilai angka indikator GDR dan NDR semakin tahun semakin tinggi.

Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan retrospektif yaitu melihat data rekapitulasi laporan dari tahun 2010 - 2014. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, grafik dan narasi.

Terjadi Kecenderungan kenaikan nilai GDR di RSUD Tugurejo Semarang dari tahun ke tahun, dengan nilai GDR tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai sebesar 51,99‰. Indikator NDR lebih mencerminkan mutu pelayanan medis karna hanya pasien yang mati >48 jam, yang berarti pasien sudah mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit. Angka NDR di RSUD Tugurejo pada tahun 2010 – 2014 menunjukkan kecenderungan kenaikan dari tahun ke tahun dengan nilai NDR tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai 36,66‰.

Dari hasil penelitian disarankan perlu meneliti lebih lanjut melalui pembuktian secara statistik tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan meningktanya angka Indikator Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR).

Kata kunci : Gross Daeth Rate (GDR), Net Death Rate (NDR), Deskripsi Kepustakaan : 12 (1991-2010).

(10)

x

Medical Record and Health Information Programme Health Faculty Dian Nuswantoro University

Semarang 2015 ABSTRACT

DESCRIPTIVE ANALYSIS INDICATORS GROSS DEATH RATE ( GDR ) AND NET DEATH RATE ( NDR ) IN RSUD TUGUREJO SEMARANG 2010 - 2014

LEONARDO BUDI KUSUMA

xvi + 60 pages + 10 table + 2 pictures + 2 graphics + 11 appendix

Indicators used to assess the quality of medical services in hospitals is GDR and NDR. GDR (Gross Death Rate) is the crude mortality rate, for each - per 1000 patient out. NDR (Net Death Rate) is the death rate ≥48 hours after being treated for each - per 1000 patients. Ideal standards set by the Ministry of health is = ≤45 ‰ for GDR and for NDR = ≤25 ‰. Based on the initial survey observation in RSUD Tugurejo, the GDR in 2010 amounted to 17.42 ‰, the GDR in 2011 amounted to 48,40 ‰. NDR in 2010 amounted to 12.29 ‰, NDR in 2011 amounted to 30.79 ‰.

Based on the calculation of 2010 – 2011, the indicator that value of GDR and NDR were increased.

This type of research was descriptive.The method used was observation. The approach used was retrospective approach based on recapitulation report from 2010 - 2014. The data were analyzed descriptively in the form of tables, graphs and narrative.

The tendency of increase the value of GDR in RSUD Tugurejo Semarang occured, with the highest value of the GDR in 2013 with a value of 51.99 ‰. NDR indicate better reflect the quality of medical services because only patients who die>

48 hours, which means that patients have received medical care at the hospital.

Figures NDR in hospitals Tugurejo in 2010 - 2014 showed a tendency that increase from year to year with the highest value of NDR in 2013 with a value of 36.66 ‰.

From the research results suggested further research through statistical evidence about the factors associated with the increasing Gross Death Rate (GDR) and Net Death Rate (NDR).

Keywords: Gross Death Rate (GDR), Net Death Rate (NDR), Descriptive Bibliography: 12 (1991-2010).

(11)

xi DAFTAR ISI

Halaman Judul... i

Halaman Hak Cipta... ii

Halaman Persetujuan ... iii

Halaman Pengesahan ... iv

Halaman Persembahan ... v

Halaman Riwayat Hidup ... vi

Kata Pengantar ... vii

Abstrak ... ix

Daftar Isi ... xi

Daftar Lampiran ... xiii

Daftar Tabel ... xiv

Daftar Gambar ... xv

Daftar Grafik ... xvi

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 4

E. Lingkup Penelitian ... 4

F. Keaslian Penelitian... 5

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA A. Rekam Medis ... 8

B. Definisi Statistik ... 11

C. Pengertian Statistik Kesehatan ... 12

(12)

xii

D. Pengertian Statistik Rumah Sakit ... 13

E. Manfaat Statistik Rumah Sakit ... 14

F. Istilah – istilah Dalam Statistik Rumah Sakit ... 17

G. Statistik Mortalitas ... 21

H. Sensus Pasien Rawat Inap ... 25

I. Standar Rumah Sakit ... 26

J. Indikator Penilaian Pelayanan Rumah Sakit ... 27

K. Indikator Kinerja Rumah Sakit ... 28

L. Indikator Kualitas Mutu Pelayanan Rumah Sakit ... 29

M. Analisa Trend ... 31

N. Kerangka Teori ... 34

O. Kerangka Konsep... 35

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 36

B. Variabel Penelitian ... 36

C. Definisi Operasional ... 37

D. Objek Penelitian ... 38

E. Instrumen Penelitian ... 38

F. Pengumpulan Data ... 38

G. Cara Pengolahan Data ... 39

H. Analisis Data ... 39

BAB IV : HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum RSUD Tugurejo Semarang ... 40

B. Hasil Pengamatan ... 43

C. Pembahasan ... 51

BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 56

B. Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA... 60

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Rekapitulasi Kunjungan Pasien Rawat Inap Tahun 2010 2. Rekapitulasi Kunjungan Pasien Rawat Inap Tahun 2011 3. Rekapitulasi Kunjungan Pasien Rawat Inap Tahun 2012 4. Rekapitulasi Kunjungan Pasien Rawat Inap Tahun 2013 5. Rekapitulasi Kunjungan Pasien Rawat Inap Tahun 2014 6. Indeks Kematian Tahun 2010 - 2014

7. Standar Prosedur Operasional (SPO) Analising dan Reporting Rekam Medis 8. Standar Prosedur Operasional (SPO) Pembuatan Laporan Bulnanan Internal 9. Perhitungan GDR (Gross Death Rate)

10. Perhitungan NDR (Net Death Rate) 11. Surat Persetujuan Penelitian 12. Pedoman Observasi

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Pasien Keluar Hidup Tahun 2010 - 2014 ... 43

Tabel 4.2 Pasien Mati < 48 jam Tahun 2010 – 2014 ... 44

Tabel 4.3 Pasien Mati >48 jam Tahun 2010 – 2014 ... 44

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan GDR Tahun 2010 – 2014 ... 45

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan NDR Tahun 2010 – 2014 ... 47

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Trend GDR Tahun 2010 – 2014 ... 49

Tabel 4.7 Hasil Perhtungan Trend NDR Tahun 2010 – 2014 ... 50

Tabel 4.8 Analisa Pelayanan Medis Indikator GDR... 52

Tabel 4.9 Analisa Pelayanan Medis Indikator NDR ... 54

Tabel 4.10 Jumlah Indeks Kematian Paling Tinggi 2010-2014 ... 54

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori ... 34 Gambar 2.2 Kerangka Konsep ... 35

(16)

xvi

DAFTAR GRAFIK

Grafik Gross Death Rate (GDR) Tahun 2010 - 2014 ... 46 Grafik Net Death Rate (NDR) Tahun 2010 - 2014 ... 48

(17)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit merupakan salah satu institusi pemberi pelayanan kesehatan yang mengutamakan pelaksanaan pelayanan kesehatan melalui upaya penyembuhan pasien, rehabilitasi, pencegahan dan gangguan kesehatan. Hal ini tercantum dalam surat keputusan menteri kesehatan republik Indonesia No. 983 tahun 1992. Surat keputusan tersebut berisi tentang tugas rumah sakit secara umum, yaitu melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna.(1)

Rumah sakit harus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat semakin yakin dan percaya untuk menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan di rumah sakit tersebut.

Pengelolaannya juga harus baik, keberhasilan pengelolaan kualitas mutu pelayanan kesehatan dapat di nilai dengan melihat angka kematian di rumah sakit, jika angka kematian di rumah sakit tersebut tinggi maka kualitas pelayanannya dapat dinilai kurang baik, dan sebaliknya jika angka kematian rendah maka kualitas pelayanannya dapat dinilai baik. Indikator yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan medis adalah GDR dan NDR.

GDR (Gross Death Rate) adalah angka kematian kasar , untuk tiap – tiap

(18)

2

1000 penderita keluar baik hidup/ mati. NDR (Net Death Rate) adalah angka kematian ≥48 jam setelah di rawat untuk tiap – tiap 1000 penderita yang keluar baik hidup / mati. Standar ideal yang ditetapkan Depkes untuk masing – masing indikator yaitu untuk GDR = ≤45

dan untuk NDR =

≤25

(2)

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa jarang sekali didapat angka-angka yang ideal dan sesuai standar yang telah di tetapkan Depkes untuk kedua indikator tersebut. Banyak faktor – faktor yang berpengaruh dalam kematian tersebut , tingkat keparahan suatu penyakit , kecekatan dan kesigapan pelayanan perawatan, serta ketepatan terapi atau pengobatan, menjadi hal yang sangat diperhatikan dan berpengaruh dalam pengelolaan rumah sakit.(3)

RSUD Tugurejo merupakan salah satu rumah sakit pemerintah di Kota Semarang bertipe B non pendidikan. Berdasarkan pengamatan survey awal didapat data dari laporan rekapitulasi kunjungan pasien rawat inap atau RL 1 untuk perhitungan GDR dan NDR pada tahun 2010 – 2011, kecenderungan terjadinya peningkatan indikator GDR dan NDR yaitu : GDR pada tahun 2010 sebesar 17,42

, GDR tahun 2011 sebesar 48,40

‰,

NDR pada tahun 2010 sebesar 12,29

‰,

NDR tahun 2011 sebesar 30,79‰

Berdasarkan hasil perhitungan tahun 2010 dan 2011, menunjukkan nilai angka indikator GDR dan NDR semakin tahun semakin tinggi dan melebihi standar, oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian dengan

(19)

3

judul “Analisis Deskriptif Indikator GDR dan NDR di RSUD Tugurejo Semarang Tahun 2010 – 2014” .

B. Rumusan Masalah:

Akibat adanya peningkatan indikator GDR dan NDR pada tahun 2010 – 2014 hal ini memunculkan pertanyaan penelitian mengenai :

“Bagaimana hasil analisis gambaran indikator GDR dan NDR di RSUD Tugurejo pada tahun 2010 – 2014 ?”

C. Tujuan Penelitian :

1. Tujuan Umum :

Mengetahui analisis deskriptif indikator GDR dan NDR di RSUD Tugurejo pada tahun 2010 – 2014

2. Tujuan Khusus :

a. Mengetahui jumlah pasien keluar hidup tahun 2010 - 2014 b. Mengetahui jumlah pasien mati <48 jam tahun 2010 - 2014 c. Mengetahui jumlah pasien mati >48 tahun 2010 - 2014 d. Menghitung indikator GDR tahun 2010 - 2014

e. Menghitung indikator NDR tahun 2010 - 2014

f. Menganalisis hasil perhitungan indikator GDR dan NDR tahun 2010 - 2014

(20)

4

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti

Memberikan wawasan pengetahuan ilmiah dan pengalaman tentang aplikasi teori mata kuliah statistik rumah sakit, khususnya mengenai indikator GDR dan NDR.

2. Bagi rumah sakit

Sebagai bahan masukan bagi upaya perencanaan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit pada masa yang akan datang.

3. Bagi akademik

Sebagai bahan referensi perpustakaan dan informasi untuk kepentingan ilmu pengetahuan tentang statistik rumah sakit dan sarana untuk menilai sejauh mana mahasiswa menerapkan ilmu yang diterima pada perkuliahan, dan sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa khususnya.

E. Lingkup Penelitian

1. Lingkup keilmuan : ilmu rekam medis dan informasi kesehatan 2. Lingkup materi : materi statistik rumah sakit

3. Lingkup lokasi : RSUD Tugurejo Semarang 4. Lingkup metode : deskriptif observasional 5. Lingkup waktu : mulai bulan Mei 2015

(21)

5

F. Keaslian Penelitian

N o

Nama Judul Penelitian Metode Penelitian

Variabel Penelitian Hasil

1 Retno Dewi Gambaran mutu pelayanan

kesehatan di RSUD Banyumas yang ditinjau indikator GDR

dan NDR

pertriwulan pada tahun 2002

Deskriptif 1. GDR 2. NDR

3. Jumlah pasien mati pertriwulan tahun 2002 4. Jumlah pasien

keluar mati <48 jam pada tahun 2002

5. Jumlah pasien keluar mati>48 jam pertriwulan tahun 2002 6. Jumlah pasien

keluar hidup pertriwulan pada tahun 2002

TW I : GDR : 42‰, NDR : 23‰ =Baik TW II :

GDR :44‰, NDR :20‰ =Baik TW III:

GDR :35‰ , NDR:18‰ = Baik TW IV: GDR:51‰, NDR:26‰ = Kurang Baik

(22)

6 N

o

Nama Judul penelitian Metode penelitian

Variabel Penelitian

Hasil

2 Irkham abdullah Azam (D22.2010.0 0969)

Analisis Deskriptif NDR dan GDR di RSU Kardinah kota Tegal periode Triwulan I

Deskriptif 1. NDR 2. GDR

3. Jenis kelamin 4. Jenis kasus 5. Umur kasus 6. Cara datang 7. Lama perawatan 8. Kelas perawatan

GDR TW I : 35,1 NDR TW II: 60,6

Jenis kelamin Laki-laki : 59,3%

Perempuan 40,7%

Jenis kasus Penyakit dalam paling tinggi : 43,8%

Umur

Golongan orang tua

>50 tahun : 58,5%

Cara datang Paling baanyak yaitu pasien rujukan : 51,5 %

(23)

7

Lama dirawat Pasien yang meninggal paling banyak memiliki masa dirawat antara 3-12 hari (94,6%

Perbedaan :

1. Tempat penelitian rumah sakit : RSUD Tugurejo Seamarang 2. Tahun : 2015

3. Variabel :

a) Jumlah pasien keluar hidup tahun 2010 – 2014

b) Jumlah pasien keluar mati > 48 jam tahun 2010 – 2014 c) Jumlah pasien keluar mati < 48 jam tahun 2010 – 2014 d) GDR (Gross Death Rate)

e) NDR ( Net Death Rate)

(24)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Rekam Medis

1. Pengertian Rekam Medis

a. Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan RepubIik Indonesia No.749a/Menkes/PER/XII/1989 tentang rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan.(1)

b. Rekam medis adalah siapa, apa, dimana, dan bagaimana perawatan pasien selama dirumah sakit, untuk melengkapi rekam medis harus memiliki data yang cukup tertulis dalam rangkaian kegiatan guna menghasilkan suatu diagnosis, jaminan, pengobatan dan hasil akhir.(2) c. Menurut Huffman E.K, Rekam Medis adalah rekaman atau catatan

mengenai siapa, apa, mengapa, bilamana, pelayanan yang diberikan kepada pasien selama masa perawatan yang memuat pengetahuan mengenai pasien dan pelayanan yang diperolehnya serta memuat info yang cukup untuk mengidentifikasi pasien, memberikan diagnosis dan pengobatan serta merekam hasilnya. (4)

d. Menurut petunjuk teknis penggunaan rekam medis, yang di maksud dengan Rekam Medis adalah keterangan baik yang menyangkut identitas pasien, anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa serta segala

(25)

9

pelayanan medis yang diberikan kepada pasien dari pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan, maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.(5)

2. Tujuan, Kegunaan, dan Manfaat Rekam Medis a. Tujuan Rekam Medis

Tujuan utama pelayanan di rumah sakit adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan kesehatan rumah sakit.(5)

b. Kegunaan Rekam Medis

Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain : 1) Aspek Administrasi /Administration

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan para medis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.

2) Aspek Hukum / Legal

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum, atas dasar keadilan dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.

(26)

10 3) Aspek Keuangan / Financial

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya mengandung data / informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek financial

4) Aspek Penelitian / Research

Mempunyai nilai penelitian karena isinya menyangkut data / informasi yang dapat digunakan sebagai penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.

5) Aspek Pendidikan / Education

Mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut data / informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien, informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan / referensi pengajaran di bidang profesi pemakai.

6) Aspek Dokumentasi/ Documentation

Mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya menyangkut sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan rumah sakit (5)

(27)

11 c. Manfaat Rekam Medis

Penggunaan Rekam Medis menurut petunjuk dari Direktorat Jendral Pelayanan Medik No. 78/yanmed/RS/RSUmedik/YMU/1/91 sebagai berikut

1) Sumber infromasi medis dari pasien yang berobat ke rumah sakit guna keperluan pengobatan dan pemeliharaan kesehtan pasien.

2) Alat komunikasi antar dokter dengan dokter lainnya, antar dokter dengan para medis dalam usaha memberikan pelayanan, pengobatan dan perawatan

3) Bukti tertulis tentang pelayanan yang telah diberikan rumah sakit dan untuk keperluan lain.

4) Alat untuk analisa dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang telah diberikan RS.

5) Alat untuk melindungi kepetingan umum bagi pasien, dokumen, tenaga kesehtan lainnya di rumah sakit

6) Untuk penelitian dan pendidikan

7) Untuk perencanaan dan pemanfaatan sumber daya

8) Untuk keperluan lain yang ada kaitannya dengan rekam medis.(6)

B. Definisi Statistik

1. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya statistika adalah ilmu yang berkenaaan dengan data.

(28)

12

Istilah ’statistika’ (bahasa inggris : statistics) berbeda dengan ‘statistik’

(statistic). Statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data, sedangkan statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data ; ini dinakamakan statistika deskriptif.(2)

2. Statistik merupakan pembahasan metode – metode ilmiah untuk pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan anlisa ,maupun untuk menarik kesimpulan yang valid dan membuat putusan yang dapat di terima berdasarkan analisa .(4)

3. Kata statistik dapat diartikan dalam berbagai macam arti, salah satu arti telah disebutkan dan arti lainnya adalah sebagai “angka” yaitu gambaran suatu keadaan yang dituangkan dalam angka. Angka dapat diambil dari laporan, penelitian atau sumber catatan medik. Statistik dapat juga diartikan sebagai hasil dari perhitungan seperti rerata, median deviasi, dan lain – lain, arti lainnya adalah statistik merujuk pada metode / teknik statistik dan teori.(7)

C. Pengertian Statistik Kesehatan

Statistik kesehatan merupakan applied science , bukan basic science yaitu aplikasi metode statistik terhadap masalah – masalah di bidang kesehatan, aplikasi dibidang kesehatan ini antara lain :

1. Mengukur vital event dalam masyarakat.

(29)

13

2. Mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetahui masalah kesehatan, dalam berbagai kelompok masyarakat.

3. Membandingkan status kesehatan di suatu tempat dengan tempat lain di masyarakat sekarang dengan masyarakat yang lain, meramal status kesehatan masyarakat dimasa yang akan datang.

4. Mengevaluasi tentang perjalanan keberhasilan dan kegagalan suatu program atau pelayanan kesehatan yang sedang dilaksanakan.

5. Mengestimasi kebutuhan masyarakat terhadap masalah – masalah kesehatan, KB, lingkungan hidup dan lain-lain.

6. Keperluan penelitian terhadap masalah – masalah kesehatan, KB, lingkungan hidup dan lain – lain.

7. Perencanaan dan sistem administrasi.

8. Keperluan publikasi dan media masa.(8)

D. Pengertian Statistik Rumah Sakit

1. Statistik rumah sakit yaitu statistik yang bersumber pada data rekam medis, sebagai informasi kesehatan yang digunakan untuk memperoleh kapasitas bagi praktisi kesehatan, manajemen & tenaga medis dalam pengambilan keputusan.(2)

2. Statistik rumah sakit yaitu statistik yang menggunakan dan mengolah sumber data dari pelayanan kesehatan di rumah sakit untuk menghasilkan informasi ; fakta ; dan pengetahuan yang berkaitan dengan pelayanan di rumah sakit. Dalam pelayanan pasien di rumah sakit, data dikumpulkan

(30)

14

setiap hari dari pasien rawat inap, rawat jalan, dan rawat darurat. Data tersebut berguna untuk memantau perawatan pasien setiap hari, minggu, bulan, dan lain lain. Informasi dari statistik rumah sakit digunakan untuk berbagai kepentingan antara lain: perencanaan, pemantauan, pendapatan, dan pengeluaran dari pasien oleh pihak manajemen rumah sakit, pemantauan kinerja medis, pemantauan kinerja non medis. (7)

3. Statistik rumah sakit merupakan statistik kesehatan yang bersumber pada data rekam medis sebagai info kesehatan yang digunakan untuk memperoleh kepastian bagi praktisi kesehatan, manajemen dan tenaga medis dalam pengambilan keputusan. (4)

E. Manfaat Statistik Rumah Sakit

1. Statistik kesehatan

Statistik kesehatan merupakan sekumpulan keterangan berbentuk angka yang berhubungan dengan masalah kesehatan. Statistik kesehatan ini digunakan untuk :

a. Menentukan ada dan besarnya masalah kesehatan b. Menentukan prioritas masalah

c. Membuat perencanaan program kesehatan

d. Mengadakan evaluasi pelaksanaan program kesehatan

e. Dokumentasi untuk mengadakan perbandingan dimasa yang akan datang

(31)

15

f. Mengadakan penelitian masalah kesehatan yang belum diketahui dan menguji kebenaan suatu masalah kesehatan

g. Memberikan penerangan tentang kesehatan kepada masyarakat.(2)

2. Manfaat data statistik di rumah sakit

a. Membandingkan penampilan antara rumah sakit masa lalu dan masa sekarang

b. Merupakan acuan untuk perencanaan dan pengembangan rumah sakit atau klinik di masa yang akan datang

c. Menilai penampilan kerja tenaga rekam medis perawatan dan staf lain d. Mengetahui biaya rumah sakit atau teknis jika disponsori oleh

pemerintah , serta untuk melakukan penelitian.

e. Sebagai sumber penelitian. (8)

3. Informasi

Dengan mempelajari dan menggunakan statistik rumah sakit , kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang sangat berguna , misalnya : a. Mengetahui alasan pasien berobat

b. Biaya yang dibutuhkan untuk pelayanan terhadap pasien c. Kualitas dari pelayanan yang diberikan

d. Berbagai informasi yang dibutuhkan oleh pihak penentu akreditasi e. Berbagai infomasi yang dibutuhkan oleh pihak penanggung biaya

pelayanan

(32)

16 f. Penentuan prioritas pelayanan

g. Mengelola keberagaman layanan dokter spesialis h. Sumber Data untuk Statistik Rumah Sakit

i. Macam Data dan Sumbernya(7)

Data di rumah sakit atau puskesmas atau klinis yang dikumpulkan secara rutin disebut sebagai data rutin. Sementara data yang didapat dari pengumpulan data yang sifatnya temporer, atau sewaktu saja disebut data ad hoc. Survai adalah sumber pengumpulan data yang sifatnya temporer atau sewaktu-waktu. Apabila data baik rutin ad hoc telah dikumpulkan oleh pihak institusi , kemudian ada pihak lain ingin menggunakanya , maka data yang dipakai adalah data sekunder. Hal ini berbeda bila seorang peneliti misalnya menginginkan pengumpulan data yang memang belum terkumpul baik di pihak institusi atau fasilitas manapun dan dilakukan pengukuran sesuai dengan kebutuhannya , maka dikatakan bahwa data yang dipakai adalah data primer. Jadi pembedaan data primer dan sekunder lebih dikaitkan dengan sumber datanya.

Data primer adalah data yang diperoleh dari proses pengumpulan yang dilakukan sendiri langsung dari sumber datanya yaitu subjek yang ditelti

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari institusi yang telah mengumpulkan datanya, jadi tidak langsung dikumpulkan dari sumber data yaitu subjek yang diteliti.

(33)

17

Beberapa hal yang dapat menjadi sumber data untuk penghitungan statistik rumah sakit, yaitu:

Sumber data primer : rekam medis

Sumber data sekunder : Indeks penyakit , indeks operasi, indeks pasien, dan berbagai indeks lainnya, hasil sensus pasien, aktifitas dalam unit kerja / unit pelayanan.(7)

F. Istilah – istilah Dalam Statistik Rumah Sakit

Definisi yang dipakai pengumpulan data statistik di rumah sakit bermacam – macam di setiap negara, berikut daftar beberapa definisi yang digunakan pada beberapa Negara :

1. Kunjungan / Attendance ( bukan pasien rawat inap)

Kunjungan yaitu setiap kedatangan pengunjung (pasien) ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan yang tersedia di rumah sakit tersebut. Istilah ini umumnya digunakan untuk pasien yang mendapatkan pelayanan bukan di rawat inap.

2. Admisi / Admission

Proses resmi yang dialami sesorang pada saat diterima oleh rumah sakit dengan tujuan untuk memberikan pelayanan pengobatan pada pasien tersebut. Jika pasien tersebut keluar secara resmi dari rumah sakit dan kemudian kembali untuk pengobatan yang lebih lanjut, proses admission berulang kembali dan admission kedua tercatat pada statistik.

(34)

18 3. Pasien keluar / Discharge

Menunjukkan proses formal keluarnya seorang pasien rawat inap meninggalkan rumah sakit, dan menandai akhir episode perawatannya.

Jumalah pasien meliputi pasien yang pulang ke rumah, dirujuk ke sarana pelayanan kesehatan lain, dan pasien yang meninggal.

4. Tempat Tidur yang Tersedia / Bed Count / Available bed / Bed Complement

Istilah ini menunjukkan jumlah tempat tidur (TT) yang tersedia dan siap digunakan sewaktu – waktu untuk pelayanan rawat inap. Jumlah ini merupakan total jumlah TT yang sedang dipakai maupun masih kosong 5. Pasien Rumah Sakit (Hospital Patient)

Meliputi pasien rawat jalan dan rawat inap yang mendapat layanan kesehatan di rumah sakit tersebut, meliputi semua jenis layanan yang dibutuhkan oleh pasien dan dilaksanakan oleh petugas rumah sakit.

6. Pasien Rawat Inap (Inpatient)

Seseorang yang menggunakan tempat tidur rumah sakit untuk tujuan mendapatkan layanan kesehatan. Jika seseorang pasien sudah terdaftar sebagai pasien rawat inap tapi meninggal atau keluar sebelum sempat dihitung dalam sensus hari tersebut, maka pasien ini tetap diperhitungkan sebagai pasien rawat inap, walaupun tindakan pelayanan yang telah direncanakan belum sempat dilaksanakan. Misalnya pasien meninggal di ruang operasi atau di ruang pemulihan, atau operasi belum dapat dilaksanakan karena alasan teknis maupun alasan administrative.

(35)

19 7. Pasien rawat jalan (outpatient)

Pasien rawat jalan yaitu seorag pasien yang menerima pelyanan di rumah sakit tanpa terdaftar di unit rawat inap atau sejenisnya.

8. Sensus

Menunjukkan jumlah pasien rawat inap pada satu waktu tertentu .Sensus selalu dilaksanakan pada waktu yang tetap setiap harinya, misalnya menjelang tengah malam Jadi, hasil sensus menunjukkan jumlah pasien yang sedang dirawat inap pada saat penghitungan sensus dilaksanakan.

9. Sensus Harian Rawat Inap (SHRI) / Daily census (daily inpatient census) Menunjukkan jumlah pasien yang dirawat inap pada saat dilakukan penghitungan sensus, ditambahkan dengan jumlah pasien admisi, setelah dilakukan sensus yang lalu dan pulang sebelum dilakukan sensus berikutnya.

10. Persalinan / Delivery

Menunjukkan jumlah pasien yang dirawat inap pada saat dilakukan penghitungan sensus, ditambah dengan jumlah pasien admisi setelah dilakukan sensus yang lalu dan pulang sebelum dilakukan sensus berikutnya

11. Lahir hidup / Live birth

Setiap hasil pengeluaran lengkap dari rahim seorang wanita yang merupakan hasil konsepsi, tanpa memperhitungkan umur kehamilan, yang mana setelah dikeluarkan menunjukkan adanya nafas atau tanda kehidupan lainnya.

(36)

20 12. Lahir mati (Fetal Death)

Menunjukkan kondisi di mana janin yang dilahirkan atau dikeluarkan dari ibunya sudah dalam keadaan mati.

13. Kematian Ibu / Maternal death

Merupakan kematian dari seorang wanita yang sedang hamil atau dalam kurun waktu 42 hari setelah penghentian kehamilan, tanpa melihat umur dan lokasi kehamilan atau pengelolaan kehamilannya, tetapi bukan karena kecelakaan atau penyebab incidental.

14. Kematian Neonatal

Periode neonatal yaitu periode sejak kelahiran hingg 28 hari kemudian . kematian neonatal yaitu kematian neonatal kematian bayi yang terjadi dalam masa sejak kelahiran hingga usia 28 hari.

15. Kematian perinatal / Perinatal death

Masa perinatal dibatasi sejak masa kehamilan 22 minggu (154 hari), yaitu saat berat janin umumnya meencapai 500 g, hingga 7 hari setelah kelahiran.

16. Lama di rawat / Length of stay (discharge days)

Menunjukkan jumlah hari di mana seorang pasien mendapatkan layanan rawat inap.

17. Jumlah lama di rawat / Total length of stay (total discharge days)

Menunjukkan jumlah hari dimana sekelompok pasien rawat inap telah mendapat layanan sejak admisi hingga keluar .

(37)

21 18. Hari perawatan (Inpatient bed day)

Jumlah pasien yang ada saat sensus dilakukan ditambah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama pada hari sensus di ambil.

19. Jumlah hari perawatan / Total patient days (total inpatient service days) Merupakan satuan hari perawatan dari setiap hari dalam periode waktu tertentu. Angka ini bisa didapatkan dari formulir sensus.

20. Transfer

Menunjukkan Jumlah pasien yang pindah dari satu unit perawatan ke unit perawatan lainnya dalam satu rumah sakit. Jika transfer ditujukan ke rumah sakit lain maka dihitung sebagai “keluar” (discharges).(7)

G. Statistik Mortalitas

Salah satu pembeda antara angka kematian dengan angka sensus adalah bahwa angka sensus menyatakan tentang hal yang sedang terjadi (misalnya jumlah pasien yang masih dirawat inap) sedangkan angka kematian lebih menyatakan tentang hal yang sudah terjadi (misalnya jumlah pasien yang sudah meninggal).

Statistik kematian atau mortalitas di rumah sakit, yaitu proporsi dari jumlah pasien rawat inap yang meninggal dalam perawatan. Angka ini umumnya diekspresikan dalam bentuk persentase atau permil. Jadi angka ini menunjukkan tingkat kejadian kematian dalam kelompok pasien rawat inap dalam periode waktu tertentu. Secara umum, kematian di rumah sakit disebut juga sebagai hospital death rate atau gross death rate

(38)

22

Statistik kematian RS sangat penting untuk mengevaluasi kualitas pelayanan medis di rumah sakit. Selain bagi pihak manajemen rumah sakit, angka ini juga penting bagi pihak-pihak lain misalnya peneliti bidang pelayanan kesehatan, pendidikan tenaga kesehatan, asuransi kesehatan, dan sebagainya.

Dalam penghitungan ini, jumlah pasien keluar selalu diasumsikan termasuk pasien yang keluar dalam keadaan mati juga merupakan bentuk atau kondisi pasien keluar (discharge). Hal ini selalu berlaku kecuali ada ketentuan khusus dari pihak manajemen rumah sakit yang bersangkutan.

Jika kematian bayi baru lahir (newborn) dimasukkan sebagai bagian dari jumlah pasien yang meninggal (numerator) maka jumlah pasien keluar juga harus termasuk pasien bayi baru lahir (denominator). Umumnya, bayi baru lahir ikut dihitung dalam penghitungan statistik kematian ini, kecuali ada ketentuan tersendiri dari manajemen rumah sakit, yang ingin memisahkan hitungan kematian bayi baru lahir.

Pasien yang sudah meninggal saat di bawa dan masuk rumah sakit (dead on arrival = DOA) tidak ikut dihitung dalam statistik ini, karena DOA tidak dianggap sebagai jumlah pasien rawat inap

Pasien yang meninggal di bagian pelayanan rawat darurat tidak dihitung dalam statistic ini karena mereka tidak termasuk sebagai pasien rawat inap

(39)

23

Pasien yang meninggal di rumah sakit pada saat mereka sedang dilayani sebagai pasien rawat jalan juga tidak ikut dihitung dalam statistik ini karna belum terdaftar sebagai pasien rawat inap.

Bayi yang lahir sudah dalam kondisi mati (fetal death) tidak ikut dihitung dalam statistic ini , tapi bisa dihitung secara tersendiri dan terpisah.(7)

1. Gross Detah Rate (GDR)

Gross Death Rate atau angka kematian kasar menunjukkan proporsi seluruh pasien rawat inap yang meninggal dalam periode waktu tertentu , termasuk bayi baru lahir yang kemudian meninggal Untuk menghitung GDR digunakan rumus sebagai berikut (7) :

Menurut Depkes nilai GDR sebaiknya ≤ 45 , indikator GDR memberikan penilaian terhadap mutu pelayanan rumah sakit, meskipun nilai GDR sangat di pengaruhi oleh jumlah pasien mati <48 jam yang pada umumnya adalah kasus gawat darurat

Semakin tinggi kelas rumah sakit, maka angka kematian kasarnya (GDR) semakin besar. Hal ini dikarenakan fungsinya sebagai tempat rujukan dalam menangani kasus-kasus yang tidak dapat ditangani oleh rumah sakit dibawahnya.(8)

(40)

24 2. Net Death Rate (NDR)

Net death rate (NDR) atau angka kematian bersih menunjukkan proporsi seluruh pasien rawat inap yang meninggal setelah mendapat perawatan lebih dari atau sama dengan 48 jam dalam periode waktu tertentu , termasuk bayi baru lahir (BBL) yang kemudian meninggal. Jadi , pasien yang meninggal sebelum 48 jam perwatan inap tidak dimasukkan dalam hitungan statistik ini.

Batasan 48 jam ini dimaksudkan sebagai gambaran bahwa pihak rumah sakit sudah mendapat cukup waktu untuk berusaha memberikan pelayanan dan pertolongan kepada pasien. Pasien yang meningggal sebelum mendapat perawatan 48 jam ,diasumsikan datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi sakit berat sehingga sangat dimungkinkan meninggalnya pasien tersebut bukan karena kurangnya mutu pelayanan medis tapi karena memang kondisi pasien yang sudah sakit berat.

Angka NDR lebih bisa menunjukkan kualitas pelayanan medis dibandingkan angka GDR.

Untuk menghitung NDR dalam suatu periode digunakan rumus sebagai berikut (7) :

Menurut Depkes nilai NDR sebaiknya ≤25 , indikator ini dapat member gambaran mutu pelayanan di rumah sakit, pada umumnya semakin tinggi kelas rumah sakit maka jenis pelayanan

(41)

25

yang diberikan semakin lengkap dan kasus-kasus yang ditangani juga semakin berat dengan resiko kematian lebih tinggi. (8)

H. Sensus Pasien Rawat Inap

1. Pengertian

Sensus pasien merupakan aktivitas yang rutin dilaksanakan di rumah sakit. Dalam konteks buku ini, sensus pasien difokuskan pada sensus pasien rawat inap, sensus pasien rawat inap berarti secara langsung menghitung jumlah pasien yang dilayani di unit rawat inap tersebut 2. Hari Perawatan

Hari perawatan ( HP =Inpatient bed day = bed day – patient day = inpatient service day)

Jumlah pasien yang ada saat sensus dilakukan ditambah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama pada hari yang sama pada sensus diambil. Jadi sama dengan jumlah pasien pasien yang menggunakan tempat tidur dalam periode waktu 24 jam. Angka ini juga menunjukkan beban kerja unit perawatan yang bersangkutan dalam suatu periode waktu.

3. Rekapitulasi Sensus

Proses rekapitulasi sensus harian dalam suatu periode. (misalnya satu bulan, selain sebagai tahapan menyatukan dan menjumlahkan hasil

(42)

26

dari sensus setiap harinya juga sebagai langkah mencocokan / memverifikasi data tersebut. (7)

I. Standar Rumah Sakit

Semakin baiknya tingkat sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat maka tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan nyaman semakin mendesak . Untuk dapat menilai mutu pelayanan rumah sakit diperlukan suatu standar pelayanan yang baku ,standar pelayanan di rumah sakit terdiri dari 2 hal yaitu :

1. Standar pelayanan rumah sakit : a. Administrasi dan manajemen b. Standar pelayanan medis c. Pelayanan gawat darurat d. Pelayanan Intensif e. Kamar Operasi

f. Pelayanan perrinatal resiko tinggi g. Pelayanan keperawatan

h. Pelayanan anesthesia i. Pelayanan radiologi j. Pemeliharaan sarana k. Perpustakaan

l. Pengendalian infeski di rumah sakit m. Pelayanan sentralisasi sentral

(43)

27 n. Pelayanan gizi

o. Pelayanan laboratorium p. Pelayanan rehabilitasi medik q. Pelayanan farmasi

r. Keselamatan kerja kebakaran dan kewaspadaan bencana.(9) 2. Standar Pelayanan Medis

a. Suatu pedoman yang di jalankan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis agar makin efektif dan efisien (9)

b. Efektifitas medis tercermin dari tingkat kematian , tingkat kelainan misalnya : Infeksi nosokomial dan beberapa indikator, pemberian obat khusunya antibiotika. (8)

c. Angka kematian di rumah sakit merupakan informasi yang penting untuk menilai atau mengevaluasi kualitas pelayanan yang di berikan (10)

J. Indikator Penilaian Pelayanan Rumah Sakit

Untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit dapat di lihat dari beberapa segi, yaitu :

1. Tingka pemanfaatannya 2. Mutu Pelayanan

3.Tingkat Efisiensi Pelayanan

Pelayanan rumah sakit sekurang – kurangnya mencakup 4 aspek pelayanan meliputi :

(44)

28 a. Pelayanan Medik

b. Pelayanan perawatan c. Pelayanan Penunjang d. Pelayanan Administrasi

Secara keseluruhan keberhasilan pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari indikator Gross death :

1) Death :Tingkat kematian , khususnya yang dapat dicegah dengan pelayanan yang memadai

2) Disease :Terutama berkaitan dengan komplikasi penyakit yang sebenarnya dapat dicegah atau bahkan yang bersifat latrogenik yakni justru bersumber dari pelayanan rumah sakit.

3) Disability : Kecacatan / keterbatasan fisik maupun mental karena penyakit

4) Discomfort : Persepsi kurang nyaman akibat penyakit dari pelayanan yang tidak memadai

5) Dissatisfaction : ketidakpuasan terhadap pelayanan

6) Divestitune : Berkaitan dengan kerugian ekonomis akibat dari perawatan di rumah sakit yang bersangkutan.(9)

K. Indikator Kinerja Rumah Sakit

Rumah sakit merupakan salah satu institusi pemberi pelayanan kesehatan yang mengutamakan pelayanan yang dikelola secara professional. Keberhasilan dalam pengelolaan rumah sakit didukung dengan

(45)

29

adanya sumber daya manusia sebagai tenaga kesehatan professional.

Sarana dan prasarana yang memadai serta beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dikenal dengan:

1. kepuasan pasien

2.kualitas pelayanan medis 3. Efisisensi pelayanan medis

4. kepuasan pegawai rumah sakit terhadap pekerjaan 5. kualitas limbah cair di rumah sakit

L. Indikator Kualitas Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit diperlukan beberapa indikator. Selain itu agar informasi dapat bermakna ada nilai parameter yang akan dipakai sebgai nilai banding antara standar yang diinginkan. Banyak sekali indikator yang dipakai untuk menilai rumah sakit, yang sering digunakan adalah :

1. Untuk menilai cakupan

a. BOR (Bed Occupancy Rate = Angka pengggunaan tempat tidur) Adalah prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%.

(46)

30

b. BTO (Bed Turn Over = Angka perputaran tempat tidur)

Adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada suatu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satuan waktu tertentu.

Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata diapakai 40-50 kali.

2. Untuk menilai efisiensi pelayanan

a. AvLOS (Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat) Adalah rata-rata lama dirawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang lebih lanjut, Indikator ini juga digunakan untuk menghitung tingkat penggunaan sarana(utilization management) dan untuk kepentingan financial. Secara umum yang ideal antara 6-9 hari

b. TOI (Turn Over Interval = Tenggang perputaran)

Adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari yang telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari

(47)

31 3. Untuk menilai mutu pelayanan

a. GDR (Gross Death Rate) menurut Depkes RI (2005)

Adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar.

Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan dirumah sakit.

Standar yang telah ditetapkan Depkes adalah >45‰ , jika melebihi batas standar maka kualitas mutu pelayanan dapat dinilai kurang baik , tetapi sebaliknya jika kurang dari standar maka kualitas mutu pelayanan baik

b. NDR (Net Death Rate) menurut Depkes RI (2005)

Adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan rawat inap di rumah sakit. Standar yang telah ditetapkan Depkes adalah >25‰, jika melebihi batas standar maka kualitas mutu pelayanan dapat dinilai kurang baik, tetapi sebaliknya jika kurang dari standar maka kualitas mutu pelayanan baik.(11)

M. Analisa Trend

Macam – macam analisis trend : 1. Trend linear ( trend garis lurus)

Trend linear dapat digunakan untuk menentukan nilai proyeksi suatu variabel pada periode yang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ada dua metode trend linear yaitu :

(48)

32

a. Metode setengah rata – rata (semi averages method)

Metode ini dalam menentukan nilai-nilai proyeksi atau nilai yang diharapkan(value of expected) mempergunakan sebuah rumus.

Rumus : Y = a + b X Keterangan :

Y = variabel terikat (dependent variable) X = variabel bebas (independent variable)

a = konstata, besarnya tetap tak dipengaruhi nilai variabel

b = koefisiensi arah garis yang menentukan tingkat kemiringan garis

b. Metode kuadrat terkecil (ordinary least square method)

Pada metode ini rumus persamaan trendlinear sama dengan metode setengah rata-rata yaitu : Y = a + b X, namun jumlah nilai X sama dengan nol.

2. Tren non linear (trend garis lengkung) Ada dua metode trend non linear yaitu :

a. Trend parabola

Trend parabola adalah tempat atau kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik focus dan sebuah garis lurus (direktriks).

Rumus : Y = a + b X + c X 2

(49)

33 b. Trend exponential / logaritma.

Metode digunakan untuk mengukur nilai proyeksi yang akan datang, dimana data mengalami perubahan yang tidak teratur dan memiliki perbedaan yang relatif besar.

Rumus untuk trend exponential : Y = abx

Rumus trend logaritma memanfaatkan rumus trend exponential yang diubah menjadi logaritma yaitu :

Y = abx

Log Y = log a + log b.(12)

(50)

34

N. Kerangka Teori

Gambar 2.1 Kerangka Teori INDIKATOR KUALITAS MUTU

PELAYANAN RS

Menilai Cakupan Pelayanan Menilai Efisiensi Pelayanan Menilai Mutu Pelayanan

GDR :Gross Death Rate NDR : Net Death Rate BOR : Bed Occupancy Rate

BTO : Bed Turn Over

AvLOS : Average Length Of Stay TOI : Turn Over Interval

Kualitas Rumah Sakit

(51)

35 O. Kerangka Konsep

Keterangan :

= Variabel Penelitian

= Bukan Variabel Penelitian

Gambar 2.2 Kerangka Teori Standar Depkes

GDR dan NDR Data Rekapitulasi kunjungan pasien

rawat inap (RL 1) :

Jumlah pasien keluar hidup Jumlah pasien keluar mati >48 jam Jumlah pasien keluar mati <48 jam

Kualitas Pelayanan Rumah Sakit

(52)

36

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

1. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif yaitu memanfaatkan hasil – hasil penelitian sebagai hasil dari observasi secara obyektif untuk memberikan gambaran yang jelas.

2. Metode yang digunakan adalah metode observasi, yaitu dengan melakukan penelitian secara langsung ke tempat penelitian

3. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan retrospektif yaitu melihat data rekapitulasi laporan dari tahun 2010 - 2014

B. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : 1. Jumlah pasien keluar hidup tahun 2010 - 2014

2. Jumlah pasien keluar mati >48 jam tahun 2010 - 2014 3. Jumlah pasien keluar mati <48 jam tahun 2010 - 2014 4. GDR ( Gross Death Rate)

5. NDR (Net Death Rate)

(53)

37

C. Definisi Operasional

No Variabel Definisi Operasional

1 Jumlah pasien keluar hidup Banyaknya pasien rawat inap yang keluar rumah sakit dalam keadaan hidup setelah dilakukan perawatan di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2010 - 2014.

Data ini di peroleh dari rekapitulasi laporan rawat inap.

2 Jumlah pasien keluar mati

>48 jam

Banyaknya pasien rawat inap yang keluar rumah sakit dalam keadaan mati setelah dilakukan perawatan selama >48 jam di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2010 - 2014. Data ini di peroleh dari rekapitulasi laporan rawat inap.

3 Jumlah pasien keluar mati

<48 jam

Banyaknya pasien rawat inap yang keluar rumah sakit dalam keadaan mati setelah dilakukan perawatan selama <48 jam di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2010 - 2014. Data ini di peroleh dari rekapitulasi laporan rawat inap.

4 GDR (Gross Detah Rate) Angka kematian kasar , untuk tiap – tiap 1000 penderita keluar baik hidup/ mati

Rumus:

Total pasien mati (<48 jam dan ≥48 jam) X 1000

Jumlah pasien keluar (H+M)

5 NDR (Net Death Rate) Angka kematian ≥48 jam setelah di rawat untuk tiap – tiap 1000 penderita yang keluar baik hidup / mati

(54)

38 Rumus:

Jumlah pasien mati ≥48 jam X 1000

Jumlah pasien keluar (H+M)

D. Objek Penelitian

Objek penelitian rekapitulasi bulanan kunjungan pasien rawat inap periode tahun 2010 - 2014 di RSUD Tugurejo Semarang.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :

Pedoman observasi yang berisi data tentang jumlah pasien keluar (H+M) , jumlah pasien mati (<48 jam dan >48 jam).

F. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yaitu dengan cara observasi data primer yaitu rekapitulasi bulanan kunjungan pasien rawat inap untuk mengumpulkan data tentang jumlah pasien keluar (H+M), jumlah pasien mati >48 jam , jumlah pasien mati <48 jam pada tahun 2010 - 2014.

(55)

39

G. Cara Pengolahan Data

Penelitian ini menggunakan pengolahan data dengan :

1. Editing yaitu data diperiksa keseragaman, kelengkapan data, kejelasan tulisan, dan kebenaran data yang dikumpulkan.

2. Klasifikasi yaitu mengelompokkan data yang sudah terkumpul.

3. Tabulasi yaitu memasukkan angka kedalam tabel, mengatur angka sehingga dapat dihitung jumlahnya dalam berbagai kategori.

4. Kalkulasi data yaitu menghitung data untuk mendapatkan angka GDR dan NDR.

H. Analisis Data

Menggunakan analisa deskriptif dengan cara yaitu :

1. Membandingkan hasil perhitungan GDR dan NDR yang ada di RSUD Tugurejo dengan standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan menurut Depkes yaitu <45

untuk GDR dan <25

untuk NDR.

2. Menjelaskan hasil perhitungan secara deskriptif.

(56)

40

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang

RSUD Tugurejo Semarang memiliki letak yang cukup strategis dari sisi geografis karena selain terletak pada ruas jalan utama yang merupakan rangkaian jalur pantai utara Jawa yang menghubungkan kota Semarang dengan kota Kendal, juga dikelilingi oleh pemukiman penduduk yang cukup padat serta dilingkupi oleh tiga daerah sentra industri besar, yaitu : Kawasan Industri Cilacap, Kawasan Tugu indah Industri, Kawasan Guna Mekar Industri.

Rumah sakit Tugurejo Semarang terletak pada ruas jalur utama Semarang – Jakarta pada koordinat LS : 06o 59’ 04,8” dan BT : 110o 21’ 22,7” yang merupakan jalur utama pantai utara Jawa antara Semarang dan Kendal, tepatnya pada jalan raya Walisongo Semarang

Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo merupakan Rumah Sakit kelas B non pendidikan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang terletak di Semarang Bagian Barat dengan kapasitas tempat tidur yang beroperasional saat ini 323 tempat tidur. Luas tanah 36.566 m2, luas bangunan 15.381 m2 terdiri dari gedung rawat jalan, gedung IGD, 8 bangsal perawatan, kamar bedah, kamar bersalin, bangunan penunjang, kantor, auditorium dan wisma.

(57)

41

Pada awal pendiriannya, Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit Kusta (Khusus) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi serta perkembangan penduduk yang mulai pesat, maka tanggal 26 Desember 2000 Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial melalui keputusannya nomor 1810/Menkes-Kesos/SK/XII/2000 merubah status Rumah Sakit Khusus Kusta menjadi Rumah Sakit Umum dengan status kelas C. Kemudian sejak tanggal 19 Nopember 2003 berdasarkan SK Menkes RI No. 1600/Menkes/SK/XI/2003 berubah menjadi Rumah Sakit Umum dengan status kelas B Non Pendidikan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Walaupun berubah menjadi rumah sakit umum, namun rumah sakit ini tetap mempertahankan kekhususannya dengan masih menerima pasien kusta.

Visi Rumah Sakit Umum Tugurejo adalah Rumah Sakit Prima, Mandiri dan Terdepan di Jawa Tengah. Untuk mewujudkan' visi tersebut, dijabarkan dalam Misi dan langkah-langkah strategik, dengan didasari oleh nilai-nilai luhur dan budaya kerja rumah sakit yang diyakini akan mampu memberikan inspirasi kepada segenap karyawan untuk bersama mewujudkan visi tersebut.

1. Visi

Rumah Sakit Prima, Mandiri Dan Terdepan Di Jawa Tengah 2. Misi

a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.

(58)

42

b. Meningkatkan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang pelayanan medis dan memberikan kenyamanan kepada pasien, keluarga pasien dan karyawan.

c. Meningkatkan program pengembangan mutu pelayanan medis dan non medis secara berkesinambungan.

d. Mewujudkan kemandirian, efisiensi, efektifitas dan fleksibilitas pengelola keuangan.

e. Menjadi pusat pendidikan kedokteran dan kesehatan lain, serta penelitian dan pengembangan bidang kesehatan.

f. Mengembangkan pelayanan unggulan.

3. Motto

“Kesembuhan dan Kepuasan Anda Adalah Kebahagiaan Kami”

4. Nilai

Tuntunan dan pandangan umum orang yang bekerja di RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah.

Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang juga terdapat Instalasi Unit Rekam Medis yang terdiri dari fungsi assembling, koding, indeksing, filing, analising dan reporting. Di unit rekam medis inilah data diolah untuk membuat laporan harian, bulanan, tribulan, maupun tahunan yang dilaporkan kepada Direktur RSUD Tugurejo Semarang, Dinas Kesehatan, dan unit yang dilaporkan. Pengolahan data rumah sakit diwujudkan ke dalam statistik rumah sakit yang bermanfaat dalam

(59)

43

pengolahan manajemen rumah sakit antara lain BOR, LOS, TOI, BTO, GDR, NDR dan indikator rumah sakit lainnya.

B. Hasil Pengamatan

1.

Pasien Keluar Hidup Tahun 2010 – 2014

Tabel 4.1 Pasien Keluar Hidup di RSUD Tugurejo Semarang No Tahun Pasien Keluar Hidup

1 2010 14.946

2 2011 16.099

3 2012 16.944

4 2013 18.616

5 2014 19.174

JUMAH 85.779

Sumber : Laporan rekapitulasi kunjungan pasien rawat inap tahun 2010 – 2014

Pasien keluar hidup adalah jumlah pasien rawat inap yang keluar rumah sakit dalam keadaan hidup setelah dilakukan perawatan baik pemulangan pasien atau pemindahan ke rumah sakit lain. Berdasarkan tabel 4.1 total jumlah pasien keluar hidup tahun 2010 -2014 adalah 85.779 pasien. Dengan jumlah terendah berada pada tahun 2010 yaitu 14.946 pasien dan jumlah tertinggi berada pada tahun 2014 yaitu 19.174 pasien.

(60)

44

2.

Pasien Mati < 48 jam Tahun 2010 – 2014

Tabel 4.2 Pasien Mati <48 jam No Tahun Pasien keluar mati <48 jam

1 2010 78

2 2011 298

3 2012 234

4 2013 301

5 2014 322

JUMAH 1.233

Sumber : Laporan rekapitulasi kunjungan pasien rawat inap tahun 2010 – 2014

Pasien mati <48 jam adalah pasien rawat inap yang keluar rumah sakit dalam keadaan mati setelah dilakukan perawatan selama <48 jam.

Berdasarkan tabel 4.2 total jumlah pasien mati <48 jam pada tahun 2010 - 2014 sebesar 1.233 pasien. Dengan jumlah terendah pada tahun 2010 yaitu 78 pasien, dan jumlah tertinggi pada tahun 2014 dengan jumlah 322 pasien.

3.

Pasien Mati > 48 jam Tahun 2010 – 2014

Tabel 4.3 Pasien >48 Mati

No Tahun Pasien keluar mati <48 jam

1 2010 187

2 2011 521

3 2012 645

4 2013 720

5 2014 672

JUMAH 2.745

Sumber : Laporan rekapitulasi kunjungan pasien rawat inap tahun 2010 – 2014

(61)

45

Pasien keluar mati >48 jam adalah banyaknya pasien rawat inap yang keluar rumah sakit dalam keadaan mati setelah dilakukan perawatan >48 jam di rumah sakit. Berdasarkan tabel 4.3 total pasien mati > 48 jam adalah 2.745.

Dengan jumlah terendah pada tahun 2010 dengan jumlah 187 pasien, dan jumlah tertinggi pada tahun 2013 dengan jumlah 720 pasien.

4.

Perhitungan GDR (Gross Death Rate)

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan GDR tahun 2010 – 2014 di RSUD Tugurejo Semarang

Tahun Rumus

GDR Data

Hasil perhitungan

2010

265 x 1000 15211

17,42‰

2011 819 x 1000

16918

48,40‰

2012 879 x 1000

17823

49,31‰

2013 1021 x 1000

19637

51,99‰

2014 994 x 1000

15211

49,28‰

GDR (Gross Death Rate) adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar baik hidup atau mati . Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa GDR yang terendah adalah pada tahun 2010 dengan nilai 17,42‰ , sedangkan GDR tertinggi adalah pada tahun 2013 dengan nilai 51,99‰.

(62)

46

Berdasarkan hasil penghitungan GDR dapat disimpulkan bahwa selama tahun 2010 – 2015 dari 1000 pasien yang keluar rumah sakit terdapat 17 pasien sampai dengan 52 pasien yang keluar dari rumah sakit dalam keadaan meninggal.

Grafik 4.1 GDR pada tahun 2010 – 2014

Berdasarkan grafik GDR, 4.1 pada tahun 2010 – 2014 dapat diijelaskan bahwa pada tahun 2010 GDR berada pada angka 17,42 , kemudian pada tahun 2011 menunjukkan angka kenaikan yang drastis dari 17,42 menjadi 48,40, pada tahun 2012 masih menunjukkan kenaikan dari 48,40 menjadi 49,31, pada tahun 2013 masih tetap menunjukkan angka kenaikan yaitu dari 49,31 menjadi 51,99, dan pada tahun 2014 angka GDR menunjukkan penurunan dari 51,99 menjadi 49,28.

17,42

48,40 49,31 51,99

49,28

0 10 20 30 40 50 60

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

Tahun 2014

Gross Death Rate

Gross Death Rate

(63)

47 5.

Perhitungan NDR (Net Death Rate)

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan NDR tahun 2010 – 2014 di RSUD Tugurejo Semarang

Tahun Rumus

NDR Data

Hasil perhitungan

2010

187 x 1000 15211

12,29‰

2011 521 x 1000

16918

30,79‰

2012 645 x 1000

17823

36,18‰

2013 720 x 1000

19637

36,66‰

2014 672 x 1000

20168

33,32‰

NDR (Net Death Rate) adalah angka kematian >48 jam setelah dirawat untuk tiap – tiap 1000 penderita keluar baik hidup maupun mati..

Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa NDR terendah adalah pada tahun 2010 dengan nilai 12,29‰, dan yang tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai NDR 36,66‰ .

Berdasarkan hasil penghitungan NDR dapat disimpulkan bahwa selama tahun 2010 – 2014, dari 1000 pasien yang keluar rumah sakit terdapat 12 pasien sampai 37 pasien yang keluar dari rumah sakit dalam keadaan meninggal setelah dilakukan perawatan >48 jam.

(64)

48

Grafik 4.2 NDR pada tahun 2010 – 2014

Berdasarkan grafik 4.2, NDR pada tahun 2010-2014 dapat dideskripsikan bahwa pada tahun 2010 NDR berada pada angka 12,29, kemudian pada tahun 2011 mengalami kenaikan drastis dari 12,29 menjadi 30,79 , pada tahun 2012 masih mengalami kenaikan yang cukup drastis dari 30,79 menjadi 36,18, pada tahun 2013 mengalami kenaikan dari 36,18 menjadi 36,66, dan pada tahun 2014 menunjukkan angka penurunan dari 36,66 menjadi 33,32.

12,29

30,79 36,18

36,66

33,32

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

Tahun 2013

Tahun 2014

Net Death Rate

Net Death Rate

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Teori  INDIKATOR KUALITAS MUTU
Gambar 2.2 Kerangka Teori Standar Depkes
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan GDR tahun 2010 – 2014 di RSUD Tugurejo Semarang
Grafik 4.1 GDR pada tahun 2010 – 2014
+3

Referensi

Dokumen terkait