BAB I : PENDAHULUAN
E. Lingkup Penelitian
1. Lingkup keilmuan : ilmu rekam medis dan informasi kesehatan 2. Lingkup materi : materi statistik rumah sakit
3. Lingkup lokasi : RSUD Tugurejo Semarang 4. Lingkup metode : deskriptif observasional 5. Lingkup waktu : mulai bulan Mei 2015
5
F. Keaslian Penelitian
N o
Nama Judul Penelitian Metode Penelitian
6 N
o
Nama Judul penelitian Metode penelitian
7
Lama dirawat Pasien yang meninggal paling banyak memiliki masa dirawat antara 3-12 hari (94,6%
Perbedaan :
1. Tempat penelitian rumah sakit : RSUD Tugurejo Seamarang 2. Tahun : 2015
3. Variabel :
a) Jumlah pasien keluar hidup tahun 2010 – 2014
b) Jumlah pasien keluar mati > 48 jam tahun 2010 – 2014 c) Jumlah pasien keluar mati < 48 jam tahun 2010 – 2014 d) GDR (Gross Death Rate)
e) NDR ( Net Death Rate)
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Rekam Medis
1. Pengertian Rekam Medis
a. Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan RepubIik Indonesia No.749a/Menkes/PER/XII/1989 tentang rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan.(1)
b. Rekam medis adalah siapa, apa, dimana, dan bagaimana perawatan pasien selama dirumah sakit, untuk melengkapi rekam medis harus memiliki data yang cukup tertulis dalam rangkaian kegiatan guna menghasilkan suatu diagnosis, jaminan, pengobatan dan hasil akhir.(2) c. Menurut Huffman E.K, Rekam Medis adalah rekaman atau catatan
mengenai siapa, apa, mengapa, bilamana, pelayanan yang diberikan kepada pasien selama masa perawatan yang memuat pengetahuan mengenai pasien dan pelayanan yang diperolehnya serta memuat info yang cukup untuk mengidentifikasi pasien, memberikan diagnosis dan pengobatan serta merekam hasilnya. (4)
d. Menurut petunjuk teknis penggunaan rekam medis, yang di maksud dengan Rekam Medis adalah keterangan baik yang menyangkut identitas pasien, anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa serta segala
9
pelayanan medis yang diberikan kepada pasien dari pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan, maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.(5)
2. Tujuan, Kegunaan, dan Manfaat Rekam Medis a. Tujuan Rekam Medis
Tujuan utama pelayanan di rumah sakit adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan kesehatan rumah sakit.(5)
b. Kegunaan Rekam Medis
Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain : 1) Aspek Administrasi /Administration
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan para medis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
2) Aspek Hukum / Legal
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum, atas dasar keadilan dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.
10 3) Aspek Keuangan / Financial
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya mengandung data / informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek financial
4) Aspek Penelitian / Research
Mempunyai nilai penelitian karena isinya menyangkut data / informasi yang dapat digunakan sebagai penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
5) Aspek Pendidikan / Education
Mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut data / informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien, informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan / referensi pengajaran di bidang profesi pemakai.
6) Aspek Dokumentasi/ Documentation
Mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya menyangkut sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan rumah sakit (5)
11 c. Manfaat Rekam Medis
Penggunaan Rekam Medis menurut petunjuk dari Direktorat Jendral Pelayanan Medik No. 78/yanmed/RS/RSUmedik/YMU/1/91 sebagai berikut
1) Sumber infromasi medis dari pasien yang berobat ke rumah sakit guna keperluan pengobatan dan pemeliharaan kesehtan pasien.
2) Alat komunikasi antar dokter dengan dokter lainnya, antar dokter dengan para medis dalam usaha memberikan pelayanan, pengobatan dan perawatan
3) Bukti tertulis tentang pelayanan yang telah diberikan rumah sakit dan untuk keperluan lain.
4) Alat untuk analisa dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang telah diberikan RS.
5) Alat untuk melindungi kepetingan umum bagi pasien, dokumen, tenaga kesehtan lainnya di rumah sakit
6) Untuk penelitian dan pendidikan
7) Untuk perencanaan dan pemanfaatan sumber daya
8) Untuk keperluan lain yang ada kaitannya dengan rekam medis.(6)
B. Definisi Statistik
1. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya statistika adalah ilmu yang berkenaaan dengan data.
12
Istilah ’statistika’ (bahasa inggris : statistics) berbeda dengan ‘statistik’
(statistic). Statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data, sedangkan statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data ; ini dinakamakan statistika deskriptif.(2)
2. Statistik merupakan pembahasan metode – metode ilmiah untuk pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan anlisa ,maupun untuk menarik kesimpulan yang valid dan membuat putusan yang dapat di terima berdasarkan analisa .(4)
3. Kata statistik dapat diartikan dalam berbagai macam arti, salah satu arti telah disebutkan dan arti lainnya adalah sebagai “angka” yaitu gambaran suatu keadaan yang dituangkan dalam angka. Angka dapat diambil dari laporan, penelitian atau sumber catatan medik. Statistik dapat juga diartikan sebagai hasil dari perhitungan seperti rerata, median deviasi, dan lain – lain, arti lainnya adalah statistik merujuk pada metode / teknik statistik dan teori.(7)
C. Pengertian Statistik Kesehatan
Statistik kesehatan merupakan applied science , bukan basic science yaitu aplikasi metode statistik terhadap masalah – masalah di bidang kesehatan, aplikasi dibidang kesehatan ini antara lain :
1. Mengukur vital event dalam masyarakat.
13
2. Mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetahui masalah kesehatan, dalam berbagai kelompok masyarakat.
3. Membandingkan status kesehatan di suatu tempat dengan tempat lain di masyarakat sekarang dengan masyarakat yang lain, meramal status kesehatan masyarakat dimasa yang akan datang.
4. Mengevaluasi tentang perjalanan keberhasilan dan kegagalan suatu program atau pelayanan kesehatan yang sedang dilaksanakan.
5. Mengestimasi kebutuhan masyarakat terhadap masalah – masalah kesehatan, KB, lingkungan hidup dan lain-lain.
6. Keperluan penelitian terhadap masalah – masalah kesehatan, KB, lingkungan hidup dan lain – lain.
7. Perencanaan dan sistem administrasi.
8. Keperluan publikasi dan media masa.(8)
D. Pengertian Statistik Rumah Sakit
1. Statistik rumah sakit yaitu statistik yang bersumber pada data rekam medis, sebagai informasi kesehatan yang digunakan untuk memperoleh kapasitas bagi praktisi kesehatan, manajemen & tenaga medis dalam pengambilan keputusan.(2)
2. Statistik rumah sakit yaitu statistik yang menggunakan dan mengolah sumber data dari pelayanan kesehatan di rumah sakit untuk menghasilkan informasi ; fakta ; dan pengetahuan yang berkaitan dengan pelayanan di rumah sakit. Dalam pelayanan pasien di rumah sakit, data dikumpulkan
14
setiap hari dari pasien rawat inap, rawat jalan, dan rawat darurat. Data tersebut berguna untuk memantau perawatan pasien setiap hari, minggu, bulan, dan lain lain. Informasi dari statistik rumah sakit digunakan untuk berbagai kepentingan antara lain: perencanaan, pemantauan, pendapatan, dan pengeluaran dari pasien oleh pihak manajemen rumah sakit, pemantauan kinerja medis, pemantauan kinerja non medis. (7)
3. Statistik rumah sakit merupakan statistik kesehatan yang bersumber pada data rekam medis sebagai info kesehatan yang digunakan untuk memperoleh kepastian bagi praktisi kesehatan, manajemen dan tenaga medis dalam pengambilan keputusan. (4)
E. Manfaat Statistik Rumah Sakit
1. Statistik kesehatanStatistik kesehatan merupakan sekumpulan keterangan berbentuk angka yang berhubungan dengan masalah kesehatan. Statistik kesehatan ini digunakan untuk :
a. Menentukan ada dan besarnya masalah kesehatan b. Menentukan prioritas masalah
c. Membuat perencanaan program kesehatan
d. Mengadakan evaluasi pelaksanaan program kesehatan
e. Dokumentasi untuk mengadakan perbandingan dimasa yang akan datang
15
f. Mengadakan penelitian masalah kesehatan yang belum diketahui dan menguji kebenaan suatu masalah kesehatan
g. Memberikan penerangan tentang kesehatan kepada masyarakat.(2)
2. Manfaat data statistik di rumah sakit
a. Membandingkan penampilan antara rumah sakit masa lalu dan masa sekarang
b. Merupakan acuan untuk perencanaan dan pengembangan rumah sakit atau klinik di masa yang akan datang
c. Menilai penampilan kerja tenaga rekam medis perawatan dan staf lain d. Mengetahui biaya rumah sakit atau teknis jika disponsori oleh
pemerintah , serta untuk melakukan penelitian.
e. Sebagai sumber penelitian. (8)
3. Informasi
Dengan mempelajari dan menggunakan statistik rumah sakit , kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang sangat berguna , misalnya : a. Mengetahui alasan pasien berobat
b. Biaya yang dibutuhkan untuk pelayanan terhadap pasien c. Kualitas dari pelayanan yang diberikan
d. Berbagai informasi yang dibutuhkan oleh pihak penentu akreditasi e. Berbagai infomasi yang dibutuhkan oleh pihak penanggung biaya
pelayanan
16 f. Penentuan prioritas pelayanan
g. Mengelola keberagaman layanan dokter spesialis h. Sumber Data untuk Statistik Rumah Sakit
i. Macam Data dan Sumbernya(7)
Data di rumah sakit atau puskesmas atau klinis yang dikumpulkan secara rutin disebut sebagai data rutin. Sementara data yang didapat dari pengumpulan data yang sifatnya temporer, atau sewaktu saja disebut data ad hoc. Survai adalah sumber pengumpulan data yang sifatnya temporer atau sewaktu-waktu. Apabila data baik rutin ad hoc telah dikumpulkan oleh pihak institusi , kemudian ada pihak lain ingin menggunakanya , maka data yang dipakai adalah data sekunder. Hal ini berbeda bila seorang peneliti misalnya menginginkan pengumpulan data yang memang belum terkumpul baik di pihak institusi atau fasilitas manapun dan dilakukan pengukuran sesuai dengan kebutuhannya , maka dikatakan bahwa data yang dipakai adalah data primer. Jadi pembedaan data primer dan sekunder lebih dikaitkan dengan sumber datanya.
Data primer adalah data yang diperoleh dari proses pengumpulan yang dilakukan sendiri langsung dari sumber datanya yaitu subjek yang ditelti
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari institusi yang telah mengumpulkan datanya, jadi tidak langsung dikumpulkan dari sumber data yaitu subjek yang diteliti.
17
Beberapa hal yang dapat menjadi sumber data untuk penghitungan statistik rumah sakit, yaitu:
Sumber data primer : rekam medis
Sumber data sekunder : Indeks penyakit , indeks operasi, indeks pasien, dan berbagai indeks lainnya, hasil sensus pasien, aktifitas dalam unit kerja / unit pelayanan.(7)
F. Istilah – istilah Dalam Statistik Rumah Sakit
Definisi yang dipakai pengumpulan data statistik di rumah sakit bermacam – macam di setiap negara, berikut daftar beberapa definisi yang digunakan pada beberapa Negara :
1. Kunjungan / Attendance ( bukan pasien rawat inap)
Kunjungan yaitu setiap kedatangan pengunjung (pasien) ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan yang tersedia di rumah sakit tersebut. Istilah ini umumnya digunakan untuk pasien yang mendapatkan pelayanan bukan di rawat inap.
2. Admisi / Admission
Proses resmi yang dialami sesorang pada saat diterima oleh rumah sakit dengan tujuan untuk memberikan pelayanan pengobatan pada pasien tersebut. Jika pasien tersebut keluar secara resmi dari rumah sakit dan kemudian kembali untuk pengobatan yang lebih lanjut, proses admission berulang kembali dan admission kedua tercatat pada statistik.
18 3. Pasien keluar / Discharge
Menunjukkan proses formal keluarnya seorang pasien rawat inap meninggalkan rumah sakit, dan menandai akhir episode perawatannya.
Jumalah pasien meliputi pasien yang pulang ke rumah, dirujuk ke sarana pelayanan kesehatan lain, dan pasien yang meninggal.
4. Tempat Tidur yang Tersedia / Bed Count / Available bed / Bed Complement
Istilah ini menunjukkan jumlah tempat tidur (TT) yang tersedia dan siap digunakan sewaktu – waktu untuk pelayanan rawat inap. Jumlah ini merupakan total jumlah TT yang sedang dipakai maupun masih kosong 5. Pasien Rumah Sakit (Hospital Patient)
Meliputi pasien rawat jalan dan rawat inap yang mendapat layanan kesehatan di rumah sakit tersebut, meliputi semua jenis layanan yang dibutuhkan oleh pasien dan dilaksanakan oleh petugas rumah sakit.
6. Pasien Rawat Inap (Inpatient)
Seseorang yang menggunakan tempat tidur rumah sakit untuk tujuan mendapatkan layanan kesehatan. Jika seseorang pasien sudah terdaftar sebagai pasien rawat inap tapi meninggal atau keluar sebelum sempat dihitung dalam sensus hari tersebut, maka pasien ini tetap diperhitungkan sebagai pasien rawat inap, walaupun tindakan pelayanan yang telah direncanakan belum sempat dilaksanakan. Misalnya pasien meninggal di ruang operasi atau di ruang pemulihan, atau operasi belum dapat dilaksanakan karena alasan teknis maupun alasan administrative.
19 7. Pasien rawat jalan (outpatient)
Pasien rawat jalan yaitu seorag pasien yang menerima pelyanan di rumah sakit tanpa terdaftar di unit rawat inap atau sejenisnya.
8. Sensus
Menunjukkan jumlah pasien rawat inap pada satu waktu tertentu .Sensus selalu dilaksanakan pada waktu yang tetap setiap harinya, misalnya menjelang tengah malam Jadi, hasil sensus menunjukkan jumlah pasien yang sedang dirawat inap pada saat penghitungan sensus dilaksanakan.
9. Sensus Harian Rawat Inap (SHRI) / Daily census (daily inpatient census) Menunjukkan jumlah pasien yang dirawat inap pada saat dilakukan penghitungan sensus, ditambahkan dengan jumlah pasien admisi, setelah dilakukan sensus yang lalu dan pulang sebelum dilakukan sensus berikutnya.
10. Persalinan / Delivery
Menunjukkan jumlah pasien yang dirawat inap pada saat dilakukan penghitungan sensus, ditambah dengan jumlah pasien admisi setelah dilakukan sensus yang lalu dan pulang sebelum dilakukan sensus berikutnya
11. Lahir hidup / Live birth
Setiap hasil pengeluaran lengkap dari rahim seorang wanita yang merupakan hasil konsepsi, tanpa memperhitungkan umur kehamilan, yang mana setelah dikeluarkan menunjukkan adanya nafas atau tanda kehidupan lainnya.
20 12. Lahir mati (Fetal Death)
Menunjukkan kondisi di mana janin yang dilahirkan atau dikeluarkan dari ibunya sudah dalam keadaan mati.
13. Kematian Ibu / Maternal death
Merupakan kematian dari seorang wanita yang sedang hamil atau dalam kurun waktu 42 hari setelah penghentian kehamilan, tanpa melihat umur dan lokasi kehamilan atau pengelolaan kehamilannya, tetapi bukan karena kecelakaan atau penyebab incidental.
14. Kematian Neonatal
Periode neonatal yaitu periode sejak kelahiran hingg 28 hari kemudian . kematian neonatal yaitu kematian neonatal kematian bayi yang terjadi dalam masa sejak kelahiran hingga usia 28 hari.
15. Kematian perinatal / Perinatal death
Masa perinatal dibatasi sejak masa kehamilan 22 minggu (154 hari), yaitu saat berat janin umumnya meencapai 500 g, hingga 7 hari setelah kelahiran.
16. Lama di rawat / Length of stay (discharge days)
Menunjukkan jumlah hari di mana seorang pasien mendapatkan layanan rawat inap.
17. Jumlah lama di rawat / Total length of stay (total discharge days)
Menunjukkan jumlah hari dimana sekelompok pasien rawat inap telah mendapat layanan sejak admisi hingga keluar .
21 18. Hari perawatan (Inpatient bed day)
Jumlah pasien yang ada saat sensus dilakukan ditambah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama pada hari sensus di ambil.
19. Jumlah hari perawatan / Total patient days (total inpatient service days) Merupakan satuan hari perawatan dari setiap hari dalam periode waktu tertentu. Angka ini bisa didapatkan dari formulir sensus.
20. Transfer
Menunjukkan Jumlah pasien yang pindah dari satu unit perawatan ke unit perawatan lainnya dalam satu rumah sakit. Jika transfer ditujukan ke rumah sakit lain maka dihitung sebagai “keluar” (discharges).(7)
G. Statistik Mortalitas
Salah satu pembeda antara angka kematian dengan angka sensus adalah bahwa angka sensus menyatakan tentang hal yang sedang terjadi (misalnya jumlah pasien yang masih dirawat inap) sedangkan angka kematian lebih menyatakan tentang hal yang sudah terjadi (misalnya jumlah pasien yang sudah meninggal).
Statistik kematian atau mortalitas di rumah sakit, yaitu proporsi dari jumlah pasien rawat inap yang meninggal dalam perawatan. Angka ini umumnya diekspresikan dalam bentuk persentase atau permil. Jadi angka ini menunjukkan tingkat kejadian kematian dalam kelompok pasien rawat inap dalam periode waktu tertentu. Secara umum, kematian di rumah sakit disebut juga sebagai hospital death rate atau gross death rate
22
Statistik kematian RS sangat penting untuk mengevaluasi kualitas pelayanan medis di rumah sakit. Selain bagi pihak manajemen rumah sakit, angka ini juga penting bagi pihak-pihak lain misalnya peneliti bidang pelayanan kesehatan, pendidikan tenaga kesehatan, asuransi kesehatan, dan sebagainya.
Dalam penghitungan ini, jumlah pasien keluar selalu diasumsikan termasuk pasien yang keluar dalam keadaan mati juga merupakan bentuk atau kondisi pasien keluar (discharge). Hal ini selalu berlaku kecuali ada ketentuan khusus dari pihak manajemen rumah sakit yang bersangkutan.
Jika kematian bayi baru lahir (newborn) dimasukkan sebagai bagian dari jumlah pasien yang meninggal (numerator) maka jumlah pasien keluar juga harus termasuk pasien bayi baru lahir (denominator). Umumnya, bayi baru lahir ikut dihitung dalam penghitungan statistik kematian ini, kecuali ada ketentuan tersendiri dari manajemen rumah sakit, yang ingin memisahkan hitungan kematian bayi baru lahir.
Pasien yang sudah meninggal saat di bawa dan masuk rumah sakit (dead on arrival = DOA) tidak ikut dihitung dalam statistik ini, karena DOA tidak dianggap sebagai jumlah pasien rawat inap
Pasien yang meninggal di bagian pelayanan rawat darurat tidak dihitung dalam statistic ini karena mereka tidak termasuk sebagai pasien rawat inap
23
Pasien yang meninggal di rumah sakit pada saat mereka sedang dilayani sebagai pasien rawat jalan juga tidak ikut dihitung dalam statistik ini karna belum terdaftar sebagai pasien rawat inap.
Bayi yang lahir sudah dalam kondisi mati (fetal death) tidak ikut dihitung dalam statistic ini , tapi bisa dihitung secara tersendiri dan terpisah.(7)
1. Gross Detah Rate (GDR)
Gross Death Rate atau angka kematian kasar menunjukkan proporsi seluruh pasien rawat inap yang meninggal dalam periode waktu tertentu , termasuk bayi baru lahir yang kemudian meninggal Untuk menghitung GDR digunakan rumus sebagai berikut (7) :
Menurut Depkes nilai GDR sebaiknya ≤ 45 , indikator GDR memberikan penilaian terhadap mutu pelayanan rumah sakit, meskipun nilai GDR sangat di pengaruhi oleh jumlah pasien mati <48 jam yang pada umumnya adalah kasus gawat darurat
Semakin tinggi kelas rumah sakit, maka angka kematian kasarnya (GDR) semakin besar. Hal ini dikarenakan fungsinya sebagai tempat rujukan dalam menangani kasus-kasus yang tidak dapat ditangani oleh rumah sakit dibawahnya.(8)
24 2. Net Death Rate (NDR)
Net death rate (NDR) atau angka kematian bersih menunjukkan proporsi seluruh pasien rawat inap yang meninggal setelah mendapat perawatan lebih dari atau sama dengan 48 jam dalam periode waktu tertentu , termasuk bayi baru lahir (BBL) yang kemudian meninggal. Jadi , pasien yang meninggal sebelum 48 jam perwatan inap tidak dimasukkan dalam hitungan statistik ini.
Batasan 48 jam ini dimaksudkan sebagai gambaran bahwa pihak rumah sakit sudah mendapat cukup waktu untuk berusaha memberikan pelayanan dan pertolongan kepada pasien. Pasien yang meningggal sebelum mendapat perawatan 48 jam ,diasumsikan datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi sakit berat sehingga sangat dimungkinkan meninggalnya pasien tersebut bukan karena kurangnya mutu pelayanan medis tapi karena memang kondisi pasien yang sudah sakit berat.
Angka NDR lebih bisa menunjukkan kualitas pelayanan medis dibandingkan angka GDR.
Untuk menghitung NDR dalam suatu periode digunakan rumus sebagai berikut (7) :
Menurut Depkes nilai NDR sebaiknya ≤25 , indikator ini dapat member gambaran mutu pelayanan di rumah sakit, pada umumnya semakin tinggi kelas rumah sakit maka jenis pelayanan
25
yang diberikan semakin lengkap dan kasus-kasus yang ditangani juga semakin berat dengan resiko kematian lebih tinggi. (8)
H. Sensus Pasien Rawat Inap
1. PengertianSensus pasien merupakan aktivitas yang rutin dilaksanakan di rumah sakit. Dalam konteks buku ini, sensus pasien difokuskan pada sensus pasien rawat inap, sensus pasien rawat inap berarti secara langsung menghitung jumlah pasien yang dilayani di unit rawat inap tersebut 2. Hari Perawatan
Hari perawatan ( HP =Inpatient bed day = bed day – patient day = inpatient service day)
Jumlah pasien yang ada saat sensus dilakukan ditambah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama pada hari yang sama pada sensus diambil. Jadi sama dengan jumlah pasien pasien yang menggunakan tempat tidur dalam periode waktu 24 jam. Angka ini juga menunjukkan beban kerja unit perawatan yang bersangkutan dalam suatu periode waktu.
3. Rekapitulasi Sensus
Proses rekapitulasi sensus harian dalam suatu periode. (misalnya satu bulan, selain sebagai tahapan menyatukan dan menjumlahkan hasil
26
dari sensus setiap harinya juga sebagai langkah mencocokan / memverifikasi data tersebut. (7)
I. Standar Rumah Sakit
Semakin baiknya tingkat sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat maka tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan nyaman semakin mendesak . Untuk dapat menilai mutu pelayanan rumah sakit diperlukan suatu standar pelayanan yang baku ,standar pelayanan di rumah sakit terdiri dari 2 hal yaitu :
1. Standar pelayanan rumah sakit : a. Administrasi dan manajemen b. Standar pelayanan medis c. Pelayanan gawat darurat d. Pelayanan Intensif e. Kamar Operasi
f. Pelayanan perrinatal resiko tinggi g. Pelayanan keperawatan
h. Pelayanan anesthesia i. Pelayanan radiologi j. Pemeliharaan sarana k. Perpustakaan
l. Pengendalian infeski di rumah sakit m. Pelayanan sentralisasi sentral
27 n. Pelayanan gizi
o. Pelayanan laboratorium p. Pelayanan rehabilitasi medik q. Pelayanan farmasi
r. Keselamatan kerja kebakaran dan kewaspadaan bencana.(9) 2. Standar Pelayanan Medis
a. Suatu pedoman yang di jalankan untuk meningkatkan mutu pelayanan medis agar makin efektif dan efisien (9)
b. Efektifitas medis tercermin dari tingkat kematian , tingkat kelainan misalnya : Infeksi nosokomial dan beberapa indikator, pemberian obat khusunya antibiotika. (8)
c. Angka kematian di rumah sakit merupakan informasi yang penting untuk menilai atau mengevaluasi kualitas pelayanan yang di berikan (10)
J. Indikator Penilaian Pelayanan Rumah Sakit
Untuk menilai tingkat keberhasilan atau memberikan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit dapat di lihat dari beberapa segi, yaitu :
1. Tingka pemanfaatannya 2. Mutu Pelayanan
3.Tingkat Efisiensi Pelayanan
Pelayanan rumah sakit sekurang – kurangnya mencakup 4 aspek pelayanan meliputi :
28 a. Pelayanan Medik
b. Pelayanan perawatan c. Pelayanan Penunjang d. Pelayanan Administrasi
Secara keseluruhan keberhasilan pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari indikator Gross death :
Secara keseluruhan keberhasilan pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari indikator Gross death :