20 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendeketan kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya, meskipun datanya dapat dihitung dan disampaikan dalam angka- angka sebagaimana dalam sensus. Penelitian kualitatif merujuk padaanalisis data non-matematis, yang menghasilkan temuanmelalui data-data yang dikumpulkan dengan beragam sarana,antara lain wawancara, pengamatan, dokumen atau arsip, dantes (Corbin, 2007).
Alasan menggunakan metode dalam penelitian ini adalah untuk melihat data dilapangan secara empirik, dan realistis dalam terjadinya sebuah proses variabel yang diteliti yakni dalam mengimplementasikan metode Jigsaw di MI Muhammadiyah 16 Brondong secara langsung, Dalam kasus semacam itu, metodekualitatif dapat memahami sesuatu di balik fenomena yangbelum diketahui, dan sulit ditangkap dan diungkapkan melaluimetode kuantitatif (Corbin, 2007).
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classrom Action Research), PTK adalah penelitian tindakan yang dalam prakteknya dapat dilihat, dirasakan, dan dihayati kemudian muncul pertanyaan apakah praktik-praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan memiliki efektifitas yang tinggi,PTK juga dilakukan beberapa kali siklus untuk memvalidasi untuk menyimpulkan hasil atau jalan keluar permasalahan, PTK dalam penelitian ini menggunakan model Kurt Lewin yang kemudian diadopsi oleh Kemmis dan Mctaggart, pada jurnal (Susilowati, 2018)tahapannya terdiri atas:
1. Perencanaan
Dalam kegiatan planning adalah sebagai berikut: Identifikasi masalah, perumusan masalah, dan analisis penyebab masalah dan pengembangan intervensi (action/ solution).
2. Tindakan
Tindakan dilaksanakan peneliti untuk memperbaiki masalah. Langkah-langkah praktis tindakan. Pada saat pelaksanaan ini (acting), guru harus mengambil peran
21
dalam pemberdayaan siswa sehingga mereka menjadi agen of change bagi diri dan kelas.
3. Observasi
Pada tahap ini kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret sejauh mana efek tindakan telah mencapai sasaran. Efek dari suatu intervensi (action terus dimonitor secara reflektif).
4. Refleksi
Pada tahap terakhir ini mengulas secara kritis (reflective) tentang perubahan yang terjadi 1.pada siswa, 2.suasana kelas, 3.guru. Pada tahap ini, guru sebagai peneliti menjawab pertanyaan mengapa (why), bagaimana (how), dan sejauh mana (to what extent) intervensi/ tindakan telah menghasilkan perubahan secara signifikan/ meyakinkan.
Siklus dalam penelitian ini memiliki 2 siklus setiap siklus sudah melewati 4 tahapan perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan setiap siklus mempelajari 2 bab yang membahas 4 Khulafaurrasyidin dengan masing masing tahapan dilakukan sesusai prosedur model penelitian yang telah dipilih oleh peneliti yakni PTK model Kurt Lewin, Kemmis Mctaggart.
Pada tahap perencaan peneliti menemukan permasalahan pada metode yang digunakan guru dengan demikian peneliti mengadakan Intervensi dengan bentuk implementasi metode Jigsaw, disamping itu juga mengadakan diskusi dengan guru pengampu mata pelajaran SKI demi kelancaran penelitian yang akan dilakukan.
Pada tahap tindakan dilakukan dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar selama semester genap dengan mengimplementasikan metode Jigsaw di lembaga MIM 16 Brondong, diiringi dengan pembiasaan dan sosialisasi pihak sekolah.
Pada tahap observasi peneliti menyaring , memilah data yang diperoleh di lembaga MIM 16 Brondong dengan teknik analisis, keabsahan data yang telah dijelaskan pada bab 3 ini.
Tahap yang terakhir peneliti mengevaluasi penelitian yang dilakukan pada siklus pertama yang masih belum dikategorikan data yang valid dan diinginkan, kemudian menggali ulang data dengan mengadakan siklus keduadengan memikirkan modifikasi metode, penyebab belum lancarnya implementasi metode Jigsaw, dan apa yang didapat selama penelitian.
22 3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi dalam penelitian ini adalah di sekolah MI Muhammadiyah 16 Brondong tepatnya di Jl. RA. Kartini dusun Jompong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, lembaga sekolah ini memiliki luas sekitar 240 m2.dengan kelas berjumlah 6 yang memiliki fasilitas papan tulis, dan meja kursi, memilik tenaga pendidik 12 orang, serta total 85 peserta didik seluruh kelas, adapun laboratorium memiliki satu laboratorium, jumlah perpustakaan 1 ruangan, dan 1 kantin yang berdampingan dengan kantor kepala sekolah, lembaga ini dipimpin oleh Bapak Abdul Mustajab S.pd.
3.3 Kehadiran Peneliti
Sesuai dengan jenis penelitian yang peneliti lakukan, untuk memperoleh data sebanyak mungkin dan mendalam selama kegiatan penelitian di lapangan dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain, karena peneliti sebagai instrument utama dalam penelitian (Nugrahani, 2014).
Peneliti akan melakukan observasi langsung, melakukan wawancara pada saat jam Istirahat kepada guru dan murid sekolah MI Muhammadiyah 16 Brondong Lamongan, setelah saling tanya jawab peneliti akan mengamati kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. dengan demikian dapat menyimpulkan data dari gabungan hasil wawancara dan pengamatan secara langsung, Selain itu untuk mengambil data tambahan maka penulis mengambil dokumentasi dari sekolah seperti daftar nilai dalam periode tertentu. perlu digaris bawahi peneliti menggunakan alat bantu tulis seperti buku, polpen, dan alat berbasis IT demi memudahkan untuk input data yang diperoleh.
3.4 Sumber Data
Sumber data adalah bagian yang sangat penting bagi peneliti, karena ketepatan dalam memilih dan menentukan jenis sumber dataakan menentukan ketepatan, kedalaman, dan kelayakan informasi yang diperoleh, dalam penelitian ini menggunakan sumber data berupa data primer merupakan sumber data yangmemuat data utama yakni data yang diperoleh secara langsung di lapangan, misalnya narasumber atau informant. Sumber data sekunder merupakan sumber data tambahan yang diambil tidak secara langsung di lapangan, melainkan dari sumber yang sudah dibuat orang lain, misalnya: buku, dokumen, foto, dan statistik.
23
Sumber data sekunder dapat digunakan dalam penelitian, dalam fungsinya sebagai sumber data pelengkap ataupun yang utama bila tidak tersedia narasumber dalam fungsinya sebagai sumber data primer (Nugrahani, 2014).
Pada penelitian implementasi metode Jigsaw sumber data digali dengan cara:
1) Data primer: wawancara, pengamatan langsung dikelas, tes atau quis 2) Data sekunder: dokumen nilai PTS, foto siswa saat penelitian
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data berkaitan dengan teknik yang akan digunakan, misalnya dengan cara observasi atau survei, penyebaran angket, dan wawancara, dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen sekaligus pengumpul data, dalam (Anggara, 2015) adapun teknik pengumpulan data dalam ada 3 yakni:
A. Observasi
Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena yang diselidiki, observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala-gejala atau fenomena (kejadian atauperistiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan, pada penelitian ini khususnya memberlakukan observasi langsung (direct observation), serta observasi partisipan yakni observasi yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap objek yangditeliti, seperti mengadakan observasi langsung terhadap proses belajar mengajar di kelas, dengan melibatkan peneliti pada objek yang diteliti.
B. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden, dan jawaban responden dicatat atau direkam, dalam konteks penelitian ini mennggunakan wawancara langsung dengan narasumber tanpa perantara.
C. Dokumentasi
Dokumentasi adalah Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian, tetapi melalui dokumen, teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder (data yangtelah dikumpulkan orang lain). Secara prosedural, teknik ini sangat praktis karena menggunakan benda-
24
benda mati, yang pada penelitian ini salah satu dokumen penting adalah raport atau daftar nilai sekolah.
D. Tes
Tes adalah rangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukurketerampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Adapun untuk menilai kognitif siswa dalam tes seeperti nilai rata-rata, dan persentase siswa yang tuntas atau tidak menggunakan rumus berikut:
Keterangan:
Menghitung Rata-Rata Nilai Peserta Didik X = Σ𝑥
Σ𝑛
X= nilai rata-rata Σ𝑥= jumlah semua nilai
Σ𝑛= jumlah semua peserta didik
Menghitung Persentase Peserta Didik Tuntas/Tidak Tuntas
P =Fx 100%
𝑁
Keterangan:
P= persentase dari jumlah peserta didik yang tuntas atau tidak tuntas F= jumlah peserta didik yang tuntas atau tidak tuntas
N= jumlah seluruh peserta didik
3.6 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah mengelompokkan, membuat urutan, memanipulasiserta menyingkatkan temuan data sehingga mudah untuk dibaca, bagipeneliti, analisis data merupakan kegiatan menjawab suatupermasalahan(Anggara, 2015).Maksud utama penelitian adalah untuk memuat data itu mudah dimengerti, sehingga penemuan yang telah ada mampu dikomunikasikan ke orang lain. dalam hal ini peneliti menggunakan teknik analisis data dengan mencari ketuntasan pada setiap siklus. Adapun criteria ketuntasan dapat dijelaskan dalam tabel berikut ini:
25 Tabel 3. 1
Kriteria tingkat skala penilaian tes Tingkat nilai rata-rata kelas kriteria
80-100 Sangat tinggi
70-79 tinggi
60-69 sedang
50-59 rendah
<50 Sangat rendah
Pada penelitian ini peneliti membagi 2 siklus yang setiap siklus terdapat 4 tahap yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dan menyusun data menggunakan narasi dalam implementasi metode Jigsaw disertai dengan tabel nilai setiap peserta didik dalam setiap siklus.
3.7 Pengecekan Keabsahan Data
Dalam buku (Nugrahani, 2014) sebuah penelitian ada yang namanya keabsahan data hal ini dimaksudkan untuk memvalidasi data yang diperoleh dalam sebuah penelitian, dalam konteks ini keabsahan temuan ada 4 kriteria yakni kredibilitas, kepercayaan,ketergantungan,kepastian dari 4 kriteria ini memiliki beberapa teknik yakni perpanjangan temuan, diskusi dengan teman sejawat, dan triangulasi, untuk lebih detailnya saya mengklasifikasikannya dengan penjelasan masing masing agar lebih mudah dipahami oleh pembaca, berikut adalah penjelasan mengenai 3 teknik tersebut:
1) perpanjangan pengamatan
Dalam penelitian sulit mempercayai data di lapangan yang hanya sekali saja ke tempat kejadian, meskipun dengan dalih bahwa data dalam waktu selama dilapangan dikumpulkan dengan sebanyak banyaknya. peneliti harus melanjutkan pengamatan dengan durasi tambahan karna hanya datang sekali sulit memperoleh hubungan dengan sumber data atau informan. adanya durasi tambahan dalam penelitian ini atau yang disbeut dengan perpanjangan pengamatan dapat memungkinkan adanya hubungan antara peneliti dengan sumber data atu informan
26
sehingga data yang diterima dari narasumber lebih terbuka dan tidak ada yang ditutup tutupi, maka dari itu peneliti bisa menggali data sedalam dalamnya. perlu diingat bahwa adanya perpanjangan pengamatan juga melihat siituasi dan kondisi di lapangan, dismaping itu adanya perpanjangan pengamatan membuat data menjadi lebih valid.
Penelitian ini telah dilakukan 1 bulan lebih dengan mengimplementasikan metode Jigsaw di lembaga MIM 16 Brondong mulai dari tanggal 15 februarisampai 12 april dengan pengulangan siklus Kurt Lewin, sampai dengan wawancara ulang demi memperoleh data yang valid.
2) triangulasi
Data merupakan hasil dari statement informan maka tidak dapat dipungkiri bahwa adanya kekeliruan itu sangat memungkinkan, adanya pengaruh dari kredibilitas informan merupakan faktor adanya kekeliruan tersebut.
Dalam penelitian ini peneliti membandingkan data data dari hasil wawancara dengan data lain seperti data observasi, serta dengan data dari dokumen yang merupkaan sumber data sekunder. disamping tindakan demikian peneliti mengadakan pengecekan drajat kepercayaan beberapa subjek penelitian sebagai sumber data dengan metode yang sama juga.
Dalam observasi pra penelitian dapat ditemukan data dari hasil wawancara dengan para siswa MIM 16 Brondong, dari data hasil wawancara itu peneliti membandingkan dengan data dokumentasi nilai PTS pada awal bulan oktober 2021 yang lalu, dari hasil perbandingan 2 data tersebut memang relevan bahwa terdapat permasalahan dalam pembelajaran yang mempengaruhi kognitif siswa.
Dalam tindakan akhir penelitian peneliti juga mengadakan wawancara ulang dengan para siswa mengenai implementasi metode jigsaw apakah efektif, menyenangkan, menarik bagi mereka atau tidak, dari wawancara itu peneliti membandingkan dengan data nilai kognitif dari 2 siklus implementasi Jigsaw yang telah diadakan oleh peneliti.
3) diskusi dengan teman sejawat
27
seorang peneliti harus memiliki rekan dalam penelitian sebagai bahan diskusi mengenai masalah yang diteliti, namun tidak sembarang rekan harus memeiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. dalam diskusi ini diharapkan agar memperoleh perbandingan, persamaan, perbedaan persepsi sehingga dapat mempengaruhi validitas data yang diperoleh.
Dalam proses penelitian peneliti mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan guru yang bersangkutan, dan membahas mengenai rancangan pembelajaran, silabus, waktu penelitian atau pembelajaran, nilai, data menggunakan perangkat Handphone maupun diskusi secara tatap muka di lembaga MIM 16 Brondong
3.8 Tahap-tahap Penelitian 1. Penentuan Lokasi Penelitian
Dalam tahap ini peneliti memeriksa permasalahan yang akan diteliti, objek yang diteliti, waktu yang diperlukan, perizinan pihak terkait, sarana prasarana, dan sebagainya yang dibutuhkan dalam penelitian.
2. Penentuan Metode Penelitian
Peneliti dalam tahap ini menentukan metode penelitian yang akan digunakan tergantung permasalahan yang diperoleh dan keinginan peneliti dalam membentuk hasil penelitiannya apakah berupa angka, atau bersifat konstruktivisme.
3. Penentuan Sumber Data
Peneliti harus menentukan bentuk sumber data yang akan diambil, baik dalam bentuk dokumen, angket, atau apapun yang akan menentukan data yang diperoleh.
4. Tahap Orientasi
Dalam tahap ini, peneliti akan mengumpulkan data secara umum, hal ini dilakukan dengan wawancara dan observasi untuk memperolehinformasi yang luas tentang objek penelitian.
5. Tahap Eksplorasi
28
Peneliti dalam tahap ini dituntut untuk mengumpulkan data yang lebih spesifik, observasi dilakukan pada hal-hal yang berhubungan dengan fokuspenelitian. Wawancara dilakukan lebih terstruktur dan mendalam.
Olehkarena itu, diperlukan informasi dan pengetahuan yang banyak tentangmasalah penelitiannya.
6. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data peneliti menentukan metode pengumpulan data berkaitan dengan teknik yang akan digunakan, misalnya dengan cara observasi atau survei, penyebaran angket, dan wawancara.
7. Analisis Data
Dalam tahap ini peneliti menentukan cara dalam mneginterpretasi data yang diperoleh agar dapat dipahami oleh orang lain.
8. Teknik Pemeriksaan Data
Dalam tahap ini peneliti menentukan cara untuk memeriksa validitas data yang diperoleh melalui diskusi dengan teman sejawat, triangulasi, atau perpanjangan penelitian, review informan (Anggara, 2015).