Fakultas Ilmu Komputer
Studi Penggalian Pengalaman Guru di SMA Negeri 4 Madiun dalam Pembelajaran Daring di Masa Covid-19
Giovani Hasna Indriani1, Diah Priharsari2, Yusi Tyroni Mursityo3 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
Pandemi covid-19 telah merubah proses pembelajaran secara tatap muka menjadi pembelajaran daring.
Pembelajaran daring merupakan salah satu metode pembelajaran untuk mengatasi permasalah yang terjadi saat ini. Dengan penerapan pembelajaran daring dari rumah, guru diharuskan mengubah rencana pembelajaran semula tatap muka menjadi bergantung pada proses tanpa tatap muka langsung. Persoalan banyaknya keluhan di SMA Negeri 4 Madiun bisa berasal dari fitur teknologi yang membingungkan, atau bisa berasal dari individu guru, maupun dari organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali pengalaman guru selama mengajar di SMA Negeri 4 Madiun, seperti menggali proses pembelajaran, perasaan guru ketika mengajar secara daring, permasalahan yang dihadapi saat proses pembelajaran.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur, serta analisa data kualitatif tersebut menggunakan thematic coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran daring di SMA Negeri 4 madiun sudah berjalan dengan baik, siswa dan guru dapat menggunakan teknologi dan media pembelajaran; (2) Pengalaman menyenangkan yaitu pembelajaran lebih fleksibel, memperoleh ilmu baru, dan siswa yang disiplin; (3) Pengalaman tidak menyenangkan yaitu kurang interaksi antara guru dan siswa, siswa tidak mengikuti pembelajaran dan banyak kendala saat proses pembelajaran; (4) siswa yang berkendala jaringan dapat menggunakan fasilitas sekolah serta siswa yang tidak mengikuti pembelajaran daring dilakukan home visit/panggilan orang tua; (5) Pembelajaran daring dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka, pemberian jam konsultasi, penggatian PR dengan kuis.
Kata kunci: covid-19, pembelajaran daring, guru, thematic coding Abstract
The COVID-19 pandemic has changed the face-to-face learning process to online learning. Online learning is one of the learning methods to solve current problems. With the implementation of online learning from home, teachers are required to change the original face-to-face learning plan to rely on a process without face-to-face. The problem with the many complaints at SMA Negeri 4 Madiun can come from confusing technological features, or it can come from individual teachers, or from organizations. The purpose of this study was to explore the experiences of teachers while teaching at SMA Negeri 4 Madiun, such as exploring the learning process, the feelings of teachers when teaching online, the problems faced during the learning process. The data was collected using structured interview techniques, and the qualitative data was analyzed using thematic coding. The results showed that: (1) online learning at SMA Negeri 4 Madiun has been going well, students and teachers can use technology and learning media; (2) a pleasant experience, namely more flexible learning, gaining new knowledge, and disciplined students; (3) unpleasant experiences, namely lack of interaction between teachers and students, students not participating in learning and many obstacles during the learning process; (4) students with network constraints can use school facilities and students who do not participate in online learning have a home visit / call from parents; (5) Online learning is combined with face-to-face learning, giving consultation hours, replacing homework with quizzes.
Keywords: covid-19, online learning, teacher, thematic coding.
1. PENDAHULUAN
Mewabahnya Corona Virus Disease atau COVID-19 semakin meluas menyebabkan lembaga pendidikan juga terkena dampaknya.
Untuk mengurangi persebaran virus ini pemerinah telah memberikan beberapa kebijakan seperti social and physical distancing dan isolasi mandiri. Sehingga kondisi ini mewajibkan semua masyarakat untuk tetap beraktifitas di rumah saja seperti beribadah, bekerja dan juga belajar.
Di SMA Negeri 4 sendiri Guru diwajibkan untuk bisa menggunakan media pembelajaran daring menggunakan Google Classroom dan Google Meet. Karena tidak sedikit Guru di SMA Negeri 4 Madiun ini mengeluhkan prosedur bagaimana cara penggunaan dan pemakaian pada media pembelajaran tersebut. Kebanyakan dari para guru hanya menggunakan fitur chat seperti Whatsapp dan aplikasi Facebook dan banyak juga masih memerlukan bantuan untuk pembuatan akun ataupun pembuatan email (gmail). Tidak sedikit guru menanyakan hal-hal tersebut kepada rekan sesama guru, guru yang ahli di bidang IT atau bertanya pada anak-anak mereka yang lebih paham dengan teknologi saat ini. Pada masa pandemi ini Guru juga banyak mendapat seminar online yang dapat diakses di media Youtube atau seminar yang menggunakan aplikasi Zoom.
Permasalahan tersebut merupakan permasalahan yang berkaitan dengan bidang Sistem Informasi. Persoalan dari sistem informasi sangat berkaitan erat dengan persoalan antara manusia dengan teknologi, persoalan sistem informasi juga memperlajari bagaimana penggunaan serta pengembangan dari teknologi yang telah diimplementasikan dalam berbagai bidang (Priharsari and Liliana, 2020). Maka pada penelitian ini masih dikategorikan dalam cakupan persoalan di bidang Sistem Informasi.
Hal ini dikarenakan topik dari pembahasan penelitian yaitu pembelajaran daring (pembelajaran jarak jauh secara online) tidak hanya dilibatkan oleh manusia saja tetapi keberadaan teknologi informasi, dan aspek dari organisasi masih terlibat di dalamnya.
Persoalan banyaknya keluhan di SMA Negeri 4 Madiun bisa berasal dari fitur teknologi yang membingungkan, atau bisa berasal dari individu guru, maupun dari organisasi. Maka pada penelitian ini dilakukan analisis penggalian pengalaman guru selama pembelajaran dari di
SMA Negeri 4 Madiun. Kasus penelitian ini, yaitu menggali pengalaman guru saat proses pembelajaran daring, seperti media apa saja yang digunakan, bagaimana prosedur selama proses pembelajaran daring dan saat ulangan daring, juga menggali kesenangan dan keluhan yang dirasakan oleh guru di SMA Negeri 4 Madiun.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang difokuskan untuk menggali informasi terkait pelaksanakan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19 di SMA Negeri 4 Madiun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur, serta analisa data kualitatif tersebut menggunakan thematic coding.
2. LANDASAN KEPUSTAKAAN 2.1 Tinjauan Pustaka
Dalam suatu proses pembelajaran, siswa dapat melaksanakan proses belajar secara mandiri atau kolaboratif. Dalam konteks pembelajaran daring yang didasarkan pada metode pembelajaran kolaboratif, penggunaan fasilitas komunikasi sangat dibutuhkan untuk mendukung interaksi antar peserta dalam proses pembelajaran. Penelitian pertama dilakukan dengan cara menguji hipotesis pada beberapa aspek antara lain Analisis Persepsi Peserta Didik (Learners), mengenali kekuatan dan kelemahan penerapan e-learning, perbedaan yang signifikan dalam mereview pencapaian atau pencapaian akhir peserta didik, dan metode yang disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran berbasis e- learning. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa e-learning dan pembangunanya masih sangat dibutuhkan dan dikembangkan diperkaya metode pembelajaran (Rengasamy & dkk, 2009).
Pada penelitian kedua dengan judul
“Aplikasi Penugasan Berbasis Web”. Dalam Penelitian ini terdapat beberapa layanan yang digunakan untuk mengikuti penugasan offline dan online, artikel, agenda, dan konsultasi.
Diskusi tentang tugas offline dan online dalam penelitian dalam penelitian ditentukan sebagai berikut: untuk tugas offline soal dalam bentuk file yang dapat di download oleh mahasiswa yang mengambil perkuliahan yang diambil oleh dosen yang terlibat dan tidak ada tenggat waktu pengumpulan tugas, sedangkan tugas formulir pertanyaan online berupa pilihan ganda dan essay, presentasi pilihan ganda disajikan masing-masing satu pertanyaan random dan
diberi batasan waktu untuk menjawab pertanyaan yang tidak dapat diatur oleh dosen (Sinangnjaya, 2009).
3. METODOLOGI 3.1. Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yaitu dengan identifikasi masalah yang ada saat ini dan studi literatur untuk menentukan studi literatur, selanjutnya dibutuhkan pengumpulan data, setelah pengumpulan data kemudian analisis hasil dari pengumpulan data, kesimpulan dan saran.
Gambar 2. Metodologi Penelitian
Peneliti mengidentifikasi masalah yang ada saat ini, dengan adanya pembelajaran jarak jauh ini bisa diambil sebagai topik permasalahan pada skripsi ini. Setalah menentukan topik dan permasalahan, mencari literatur guna mencari dasar-dasar teori yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Setelah itu dilakukan observasi untuk pengumpulan data. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, wawancara dilakukan peneliti dengan guru sebagai sumber datanya. Setelah data wawancara terkumpul kemudian menganalisa
hasil yang didapatkan menggunakan teknik analisis data thematic coding. Pada tahap menganalisis data peneliti melakukan transkrip hasil wawancara kemudian melakukan pengcodingan data. Selanjutnya setelah data dianalisis kemudian akan menghasilkan suatu kesimpulan dan saran.
3.2. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara
3.2.1 Wawancara
Teknik wawancara yang dipilih pada penelitian ini yaitu dengan teknik wawancara terstruktur, dimana peneliti
telah menyiapkan
instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan.Melalui teknik wawancara ini peneliti dapat menggali informasi, data dan rangkaian keterangan dari subjek penelitian terkait Pembelajaran daring SMA Negeri 4 Madiun.
Pengumpulan data wawancara dilakukan secara offline dengan berkunjung ke SMA Negeri 4 Madiun dan bertanya secara langsung dengan para guru di SMA Negeri 4 Madiun, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berfokus pada rumusan masalah dalam penelitian ini yang sudah terlampir pada halaman 107 lampiran daftar wawancara. Untuk pencarian responden berdasarkan perwakilan dari guru mata pelajaran yaitu mata pelajaran bahasa indonesia, bahasa inggris, ekonomi, matematika, PPKn, Geografi, dan sejarah.
Dalam proses wawancara peneliti merekam semua jawaban dari responden yang nantinya akan ditranskrip oleh peneliti untuk menganalisis hasil dari wawancara tersebut.
3.3 Analisis Hasil Pengumpulan Data
Untuk menunjang kebutuhan analisis dan data, peneliti membutuhkan data pendukung di SMA Negeri 4 Madiun. Teknologi pengumpulan data didasarkan pada jenis data ini dengan menggunakan analisis thematic coding.
3.3.1 Analisis Thematic Coding
Thematic coding adalah bentuk analisis kualitatif yang melibatkan rekaman wawancara atau identifikasi berupa teks wawancara atau gambar yang dikaitkan dengan tema umum untuk mengindeks teks ke dalam sebuah kategori
dan kode.
3.3.2 Critical Success Factor
Analisis Critical Success Factors memberikan gambaran dari sebuah perusahaan atau lembaga tentang aspek yang kritis, yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan atau lembaga di setiap aktivitas dan proses bisnis dari perusahaan dalam pencapaian visi dan misi mencapai keberhasilan bersama. Tujuan critical success factors untuk menafsirkan objek yang lebih jelas untuk menentukan informasi apa saja yang dibutuhkan juga aktivitas yang dilakukan.
4. HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian studi lapangan yang yang berhubungan dengan data penelitian meliputi gambaran umum responden, pengumpulan data, dan data analisis thematic coding.
4.1 Karakteristik Responden
Jumlah guru yang di wawancarai dalam penelitian ini adalah sebanyak 9 dari 55 guru di SMA Negeri 4 Madiun. Untuk karakteristik masa kerja Adapun karakteristik Guru SMA Negeri 4 Madiun berdasarkan masa kerja selama mengajar di SMA Negeri 4 Madiun dan bidang mata pelajaran terlihat pada tabel 1.
Tabel 1. Karakteristik Responden ID
Responden
Responden Masa Kerja
Mata Pelajaran
R1 Responden
1
5 Tahun
Bahasa Indonesia
R2 Responden
2
16 Tahun
Bahasa Inggris
R3 Responden
3
33 Tahun
Ekonomi
R4 Responden
4
3 Tahun
Matematika
R5 Responden
5
27 Tahun
PPKn
R6 Responden
6
1 Tahun
Matematika
R7 Responden
7
5 Tahun
Bahasa Inggris
R8 Responden
8
4 Tahun
Geografi
R9 Responden
9
1 Tahun
Sejarah
4.2 Critical Success Factor
Factor Literatures
Catego ry
Code Fre q
Teache r Teache
r Attribu tes
Pengala man penggun aan media daring
Belum pernah menggun akan
8 [1], [2], [3], [4], [5], [7], [8], [9]
Sudah pernah menggun akan
1 [6]
Pengala man mengajar daring
Pengala man menyena ngkan
9 [1], [2], ,[3], [4], [5], [6], [7], [8], [9]
Pengala man tidak menyena ngkan
9 [1], [2], [3], [4], [5], [6], [8], [9]
Kendala Kendala lingkung an
2 [1], [8]
Kendala teknologi
5 [1], [2], [5], [7], [8]
Solusi Panggila n orang tua
3 [3], [5], [6]
Saran Menamb
ah wawasan IT
2 [1], [9]
Kombina si pembelaj aran tatap muka
6 [4], [5], [6], [7], [8], [9]
Online learnin g conten ts
Bosan 3 [4], [5],
[6]
Fleksibel 2 [1], [5]
Kurang dipahami
2 [3], [4]
Kurang efektif
2 [2], [5]
Kurang interaksi dengan siswa
6 [1], [2], [4], [5], [6], [8]
Media Pembelaj aran
Dapat diterapka n oleh guru dan siswa
2 [6], [9]
Memaha mi teknologi informasi
3 [6], [8], [9]
Siswa disiplin
1 [2]
Siswa tidak disiplin
5 [1], [3], [4], [5], [6]
Tidak mengeta hui karakter siswa
1 [8]
Tidak perlu mengore ksi ulangan
3 [2], [3], [5]
Syste m Suppor t
Mengiku ti worskho p
1 [1]
Techn ology Infrast ructur e
Menggun akan fasilitas sekolah
2 [2], [9]
Instruc tors Attribu tes
Bimbinga n wali kelas dan guru BK
3 [2], [6], [8]
Orang tua memant au anak
2 [1], [3]
Institu al Mana geme nt Suppo rt
Panggila n ke sekolah
3 [3], [5], [6]
Teacher Attribut : temuan terhadap pengalaman guru selama mengajar menggunakan media pembelajaran daring baik pengalaman yang dirasa menyenangkan atau pengalaman yang dirasa tidak menyenangkan.
Online learning contents : hasil yang dianggap berpengaruh pada pembelajaran jarak jauh (daring) interaktivitas pelaksanaan proses pembelajaran, fleksibilitas pembelajaran, apa yang dirasakan selama menjalani proses pembelajaran hingga faktor yang paling penting
yaitu bagaimana pemberian materi pembelajaran dalam proses pembelajaran jarak jauh.
System support : tolak ukur terhadap dukungan yang berkaitan dengan teknis, konten, maupun bantuan lain yang diberikan terkait sistem pembelajaran.
Instructors Attributes : berkaitan dengan peran penting instruktur atau tenaga pendidik dalam keberhasilan pembelajaran jarak jauh
Techonology Insfractructure: peran dari infrastruktur teknologi harus dapat diandalkan serta memiliki fungsi dan tujuan yang dapat membantu kelancaran proses pembelajaran.
Institutional Management Support : keberhasilan proses pembelajaran jarak jauh. Sebuah lembaga atau institusi harus mendukung keberlangsungan dari pembelajaran jarak jauh.
5. PEMBAHASAN
5.1 Proses Pembelajaran daring
Gambar 3. Proses Pembelajaran Daring
Dari hasil wawancara proses pembelajaran daring di SMA Negeri 4 Madiun sudah berjalan dengan lancar dimana para guru dan siswa dapat menggunakan media pembelajaran yang sudah
ditentukan oleh sekolah itu sendiri. Media pembelajaran yang digunakan yaitu Google Classroom, Google Meet, Zoom Metting dan aplikasi Whatsapp.
Gambar 4. Proses Ulangan Daring
Kemudian saat diadakan ulangan daring, proses dari ulangan daring tersebut dilakukan dengan menggunakan Google form. Guru akan memberitahu materi apa yang akan diujikan, durasi dari ulangan tersebut serta berapa jumlah soal. Bila siswa ada kendala seperti laptop mati, browser tertutup atau internet mati harus segera lapor ke guru untuk bisa mendapatkan token yang baru. . Nilai dari ulangan pilihan ganda bisa langsung dilihat oleh siswa ketika sudah selesai mensubmit semua jawaban, serta guru juga bisa langsung mengetahui skor nilai dari siswa tanpa mengoreksi satu persatu, otomatis nilai siswa akan muncul di google spreedsheet. Jika ulangan essay siswa akan diberikan soal kemudian
menjawab menggunakan ms.word atau memfoto jawaban kemudian di upload pada google classroom.
Dengan adanya pembelajaran daring ini tentu banyak perbedaan ketika belajar secara tatap muka (offline) dengan daring di SMA Negeri 4 Madiun. Perbedaan secara media yang biasa ketika siswa berada di kelas hanya mencatat menggunakan buku, sekarang harus mencatat ketika melakukan google meet atau zoom meeting kemudian menulis ulang kembali ke laptop karena pengerjaan dari PR harus dikumpulkan secara online.
Penetapan media di SMA Negeri 4 Madiun saat pembelajaran selama daring sudah ditentukan dari acara workshop yaitu menggunakan media google classroom, google meet, zoom meeting dan aplikasi whatsapp, dikarenakan media tersebut bisa digunakan dengan mudah. Karena pemilihan media ini juga memperhitungkan bagi guru-guru yang sudah berusia ditakutkan dengan menggunakan media yang lebih compleks akan cenderung kesusahan untuk menerapkannya.
5.2 Pengalaman Menyenangkan
Pengalaman menyenangkan berdasarkan dari thematic coding dan proses pembelajaran sebagai berikut:
Gambar 5. Pengalaman Menyenangkan 1. Fleksibel, dikarenakan proses
pembelajaran daring ini jadwal pemberian presensi dan materi dapat diatur sebelum pembelajaran dimulai, serta saat proses pembelajaran daring juga dapat dilakukan dimana saja asalkan tersambung internet.
2. Mendapatkan ilmu baru, dikarenakan saat proses pembelajaran berlangsung guru dapat menerapkan pembelajaran daring menggunakan teknologi (Laptop atau handphone) dan media (google meet, google classrom, atau zoom meeting) untuk mengupload materi, tugas, absensi, dan informasi secara online. Dikarenakan sebelum adanya pandemi guru hanya
memberikan informasi secara langsung di sekolah saat kelas berlangsung.
3. Para siswa disiplin dalam mengikuti pembelajaran daring, seperti selalu mengikuti pembelajaran melalui sinkron maupun asinkron dengan baik, mendengarkan penjelasan guru dan bertanya jika dirasa kurang dimengerti dan pengumpulan tugas yang tepat waktu, dengan siswa disiplin guru dapat dengan mudah menilai siswanya tanpa guru harus mengingatkan kembali kepada siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
5.3 Pengalaman Tidak Menyenangkan
Gambar 6. Pengalaman Tidak Menyenangkan
1. Guru merasa kurang berinterasi dengan para siswa, dikarenakan durasi saat proses pembelajaran yang hanya 30 menit saja dan terhalang teknologi.
2. Siswa banyak yang tidak disiplin, seperti saat pembelajaran sinkron banyak siswa yang beralasan ketiduran ataupun saat kelas asinkron banyak siswa yang beralasan lupa.
3. Faktor lingkungan juga mempengaruhi proses dari pembelajaran daring, dikarenakan guru selama masa pembelajaran daring ini tetap masuk ke sekolah, maka dari itu guru tetap menggunakan fasilitas sekolah.
4. Segi siswa banyak juga kendala dalam mengikuti pembelajaran, seperti siswa yang tempat tinggalnya jauh dari perkotaaan untuk sinyal internet pasti lebih susah, kemudian ketika kuota internet habis, meskipun sudah diberi bantuan oleh pemerintah berupa kuota belajar akan tetapi untuk aplikasi seperti whatsapp, line atau browser (chrome, mozilla firefox) tetap harus menggunakan kuota reguler.
5. Dari segi orang tuanya juga banyak yang tidak diberikan motivasi belajar kepada siswa sehingga banyak yang tidak teratur ketika mengikuti proses pembelajaran.
5.4 Solusi Guru Menyelesaikan Permasalahan
1. Bila siswa ada kendala dalam jaringan atau teknologi solusinya bisa datang ke sekolah dan menggunakan fasilitas dari sekolah, seperti komputer dan wifi, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan.
2. Bila siswa yang sudah sering tidak mengikuti pembelajaran daring diharuskan dipanggil ke sekolah atau home visit.
3. Dikarenakan pembelajaran daring ini terbatas oleh teknologi dan hanya bisa dilakukan secara virtual / daring, diharapkan orang tua memantau belajar siswa selama mengikuti pembelajaran daring agar siswa tetap mengikuti pembelajaran daring dengan baik, pembelajaran pembelajaran sinkron ataupun asinkron dan juga pengumpulan tugasnya.
4. Diharapkan guru mengikuti workshop supaya media dan metode dalam pembelajaran daring bisa lebih bervariasi lagi untuk mengatasi kebosanan dan kemalasan para siswa.
5.5 Saran Pembelajaran Daring agar Lebih Baik
1. Pembelajaran daring dibuat lebih menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan dengan menambah variasi animasi dengan menggunakan aplikasi powtoon.
2. Mengkombinasikan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka.
3. Diadakan jam untuk sesi konsultasi bersama guru Bimbingan Konseling, bimbingan dengan guru BK.
4. Mengelompokkan siswa yang kurang mampu, diharapkan sekolah dapat memberikan kemudahan dengan memberikan fasilitas, bisa dengan menggunakan fasilitas sekolah atau yang lainnya.
5. Untuk mengurangi tingkat stres saat mengerjakan pekerjaan rumah (PR) pada siswa Guru dapat sesekali mengganti pemberian PR dengan memberikan kuis kepada siswa setelah menjelaskan materi, dengan kuis tersebut guru dapat menilai kemampuan siswa.
6. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dari rumusan masalah dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Proses pembelajaran daring di SMA Negeri 4 Madiun sudah berjalan dengan baik, meski banyak perbedaan dengan pembelajaran tatap muka tetapi para guru dan siswa dapat menggunakan teknologi dan media pembelajaran ( Google Classroom, Google Meet dan Zoom meeting ) dengan baik.
2. Pengalaman yang dirasa menyenangkan saat pembelajaran daring yaitu pembelajaran lebih fleksibel, guru di SMA Negeri 4 Madiun mendapatkan ilmu baru dalam menggunakan teknologi, dan ketika ada siswa yang disiplin saat mengikuti proses pembelajaran.
3. Pengalaman tidak menyenangkan ketika melakukan proses pembelajaran kurang adanya interaksi antara guru dan siswa, beberapa siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, banyaknya kendala dalam proses pembelajaran daring
4. Siswa yang berkendala dalam jaringan internet, dapat menggunakan fasilitas dari sekolah, siswa yang tidak mengikuti pembelajaran daring dengan baik maka akan dilakukan home visit atau panggilan orang tua, untuk itu orang tua dihimbau untuk memantau belajar putra-putrinya.
5. Pembelajaran daring dapat dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka, adanya pemberikan jam sesi konsultasi yang dibimbing oleh guru BK, serta mengganti PR dengan pemberian kuis untuk mengurangi tingkat stres siswa ketika mengerjakan PR dan untuk mengurangi rasa kebosanan dan kejenuhan dari para siswa.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, peneliti mengajukan beberapa saran.
Saran tersebut sebagai berikut:
1. Setiap masing-masing guru lebih mengembangkan metode dan strategi dalam mengajar, tidak hanya terpatok
dengan media daring yang disarankan oleh sekolah saja, tetapi lebih mengeksplor lagi media-media pembelajaran daring yang bisa digunakan untuk para siswa supaya materi yang diajarkan lebih dimengerti oleh siswa.
2. Peran dari guru lebih berpengaruh terhadap karakter dari para siswa untuk mengikuti pembelajaran daring ini sehingga guru harus menjadi panutan dan teladan yang baik untuk lebih memotivasi dan memberikan nasehat kepada para siswa.
3. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian analisis tentang pengalaman pembelajaran daring pada masa Covid-19, akan lebih baik jika topik penelitian diperluas lagi seperti, melibatkan semua jenjang pendidikan yang ada untuk memperoleh hasil yang luas terkait pengalaman pembelajaran daring pada situasi ini.
7. DAFTAR PUSTAKA
Almaiah, M. A., Al-Khasawneh, A. and Althunibat, A. (2020) ‘Exploring the critical challenges and factors influencing the E-learning system usage during COVID-19 pandemic’,
Education and Information Technologies.
Education and Information Technologies, 25(6), pp. 5261–5280. doi:
10.1007/s10639-020-10219-y.
Braun, V. and Clarke, V. (2006) ‘Using thematic analysis in psychology’, Qualitative Research in Psychology. doi:
10.1191/1478088706qp063oa.
Jalal, M. (2020) ‘Kesiapan Guru Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Covid- 19’, SMART KIDS: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), p. 35. doi:
10.30631/smartkids.v2i1.61.
Lu, H. P. and Dzikria, I. (2019) ‘Critical success factors (CSFs) of distance learning systems: A literature assessment’, Proceedings - International Joint Conference on Information, Media, and Engineering, IJCIME 2019, (December 2019), pp. 182–187. doi:
10.1109/IJCIME49369.2019.00044.
Munir (2009) Pembelajaran Jarak Jauh berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK).
Napitupulu, R. M. (2020) ‘Dampak pandemi Covid-19 terhadap kepuasan pembelajaran jarak jauh’, Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 7(1), pp. 23–33.
doi: 10.21831/jitp.v7i1.32771.
Pakpahan, R. and Fitriani, Y. (2020) ‘Analisa Pemafaatan Teknologi Informasi Dalam Pemeblajaran Jarak Jauh Di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19’, JISAMAR (Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Researh), 4(2), pp. 30–36.
Pane, A. (2017) ‘Belajar dan Pembelajaran Aprida Pane Muhammad Darwis Dasopang’, Fitrah, 03(2), pp. 333–352.
Priharsari, D. and Liliana, D. Y. (2020)
‘Persoalan Sistem Informasi dan Metode yang Dapat Dipilih untuk Mempelajarinya’, Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi (JUST-SI), Vol 1, No., pp. 70–78.
Rijali, A. (2019) ‘Analisis Data Kualitatif’, Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah,
17(33), p. 81. doi:
10.18592/alhadharah.v17i33.2374.
Rini, M. dkk (2020) TEACHING FROM HOME : dari Belajar Merdeka Menuju Merdeka Belajar.
Sari, W., Rifki, A. M. and Karmila, M. (2020)
‘Analisis Kebijakan Pendidikan Terkait Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Darurat Covid 19’, Jurnal MAPPESONA, (1), p. 12.
Simanihuruk, L. D. (2019) E-Learning:
Implementasi, Strategi, dan Inovasinya.
“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003” diterbitkan tahun 2003, https://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/7308/
UU0202003.htm
“Surat Edaran Mendikbud No.4 Tahun 2020,”
diakses Maret 24, 2020, https://pusdiklat.kemdikbud.go.id/surat- edaran-mendikbud-no-4-tahun-2020- tentang-pelaksanaan-kebijakan- pendidikan-dalam-masa-darurat- penyebaran-corona-virus-disease-covid- 1-9/