• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembentukan Identitas Komunitas Preman Super

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pembentukan Identitas Komunitas Preman Super"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

100

Pembentukan Identitas Komunitas Preman Super

Indah Kurnia Devvi Miranti1, Siti Khadijah2

1,2Fakultas Komunikasi, Sastra dan Bahasa, Universitas Islam “45” Bekasi, Indonesia Email Korespondensi: [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Identitas merupakan ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati diri. Sedangkan kata sosial merupakan yang berkenaan dengan masyarakat. Dengan demikian identitas sosial yakni ciri atau keadaan sekelompok masyarakat tertentu. Dalam membangun sebuah kelompok atau komunitas dibutuhkan sebuah pembentukan identitas sosial untuk menjadikan sebuah identitas atau jati diri bagi komunitas itu sendiri. Namun dalam nama komunitas Preman Super yang terbentuk pada tahun 2010 di kota Malang, Jawa Timur yang menjadi objek penelitian ini terdapat sebuah makna kiasan yang mengandung unsur negatif di dalamnya yang dapat mengakibatkan terbentuknya asumsi-asumsi masyarakat yang kurang baik. Proses dasar terbentuknya identitas sosial, yaitu Identifikasi Sosial, Kategorisasi Sosial dan Perbandingan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembentukan identitas komunitas Preman Super. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Preman Super merupakan sebuah nama kiasan yang berarti Perempuan Mandiri Sumber Perubahan yang memfokuskan pada kegiatan Kerajinan Tangan. Preman Super merupakan sebuah komunitas yang memiliki peran penting bagi perempuan untuk menyalurkan bakat dan minat serta mengasah potensi. Komunitas Preman Super memberikan pelatihan kepada anggotanya, diantaranya yaitu pelatihan handicraft (kerajinan tangan), memasak dan kesenian. Dampak dari adanya komunitas Preman Super membawa perubahan secara signifikan pada hal kreativitas dan perkembangan skill, para anggota Preman Super juga lebih kompeten di masing-masing bidang yang mereka tekuni karena para anggota diberikan pelatihan oleh dinas terkait yang bekerjasama dengan komunitas Preman Super.

Kata kunci: Komunikasi Kelompok; Komunitas; Pembentukan Identitas

ABSTRACT

Identity is a characteristic or special condition of a person or identity. Meanwhile, the word social refers to society. Thus social identity is the characteristic or condition of a certain group of people.

In building a group or community, a social identity formation is needed to make an identity or identity for the community itself. However, in the name of the Super Preman community which was formed in 2013 in the city of Malang, East Java, which is the object of this research, there is a figurative meaning which contains negative elements in it which can lead to the formation of unfavorable community assumptions. The basic process of forming social identity, namely Social Identification, Social Categorization and Social Comparison. This study aims to determine how the identity formation of the Super Preman community. In this study using descriptive qualitative methods by conducting interviews and observations. The result of the research shows that the

▸ Baca selengkapnya: contoh sk pembentukan komunitas belajar

(2)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

101

Preman Super community is a figurative name which means the Independent Woman, the Source of Change, which focuses on Handicraft activities. Super Preman is a community that has an important role for women to channel their talents and interests and hone their potential. The Super Preman Community provides training to its members, including training on handicrafts , cooking and the arts. The impact of the existence of the Super Preman community brings significant changes in terms of creativity and skill development, the Super Preman members are also more competent in their respective fields because the members are given training by related agencies in collaboration with the Super Preman community.

Keywords: Community; Group Communication; Identity Establishment

PENDAHULUAN

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup dengan sendirinya dan membutuhkan peran oranglain. Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia berkomunikasi dan melakukan aktivitas dengan cara berinteraksi dengan sesamanya. Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan elemen yang sangat penting dan setiap manusia pasti akan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Menurut Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson (dalam Inah, 2013) mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada oranglain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.

Manusia cenderung untuk membangun relasi dengan manusia lain, sebagai akibat dari hubungan yang terjadi diantara individu dengan individu yang lainnya maka lahirlah kelompok- kelompok sosial yang dilandasi oleh kepentingan yang sama. Menururt Smith (dalam Utami dan Silalahi, 2013) mengemukakan definisi kelompok dari segi persepsi berdasarkan asumsi bahwa anggota kelompok sadar dan mempunyai persepsi bersama akan hubungan mereka dengan anggota lain. Maka timbulah kelompok-kelompok sosial (social grup) didalam kehidupan manusia. Setiap perkumpulan atau himpunan manusia dapat dikatakan sebuah kelompok sosial jika memenuhi persyaratan, yaitu adanya kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwa mereka termasuk dalam bagian dari kelompok tersebut, adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya, terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antar anggota bertambah erat seperti memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.

(3)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

102

Masyarakat memiliki berbagai macam kelompok sosial yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Terdapat macam-macam kelompok dalam masyarakat antara lain: (a) Besar kecilnya kelompok atau ukuran kelompok, ada kelompok kecil dengan beranggotakan kurang dari 20 orang dan kelompok besar beranggotakan lebih dari 20 orang, (b) Tujuan, merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan anggota yang memiliki tujuan yang sama, misalnya kelompok belajar, (c) Value (nilai), merupakan kelompok yang terbentuk atas dasar orang-orang yang memiliki kesamaan nilai, misalnya kelompok agama, (d) Duration (waktu lamanya), ada kelompok yang jangka waktunya pendek dan juga kelompok dengan jangka waktunya lama, dan (e) Scope of activities, merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan jumlah aktivitasnya (Walgito, 2010).

Kelompok sosial mempunyai sub-sub kelompok yang memiliki nilai kultur dan ciri khas masing-masing seperti club, komunitas, fansclub, paguyuban dan sekte (P. Arungjagad, 2018).

Komunitas merupakan suatu perkumpulan dari beberapa orang yang memiliki kepentingan bersama, mempunyai visi dan misi yang sama, dan terdapat kesamaan interest atau values.

Kelompok juga memberi identitas terhadap individu, melalui identitas ini setiap anggota kelompok secara tidak langsung berhubungan satu sama lain. Melalui identitas ini individu melakukan pertukaran fungsi dengan individu lain dalam kelompok.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata identitas merupakan ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati diri. Sedangkan kata sosial merupakan yang berkenaan dengan masyarakat. Identitas sosial merupakan salah satu bentuk kesadaran diri yang secara khusus diberikan pada hubungan antar kelompok dan hubungan antar individu dalam kelompok.

Identifikasi sosial terkait dengan partisipasi, kepedulian, dan kebanggaan menjadi bagian dari suatu kelompok. Identitas tidak terbentuk sendiri, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan jati diri. Faktor-faktor yang membentuk identitas ini antara lain, yaitu kreativitas, ideologi kelompok, status sosial, media massa, kesenangan (Lisnia, 2011). Dalam konteks penelitian ini lebih difokuskan pada pembahasan komunitas yang membuat kerajinan tangan di Malang.

Kerajinan merupakan kegiatan usaha manusia untuk menciptakan karya ataupun barang kerajinan yang dikerjakan dengan keahlian tangan secara kreatif serta inovatif dengan ide dan daya cipta yang baru sehingga sehingga menghasilkan barang atau produk kerajinan yang indah serta memiliki nilai seni. Kerajinan tangan bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang yang

(4)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

103

berlebihan yang dapat diubah menjadi barang yang multifungsi dan berguna juga mengandung nilai estetika.

Komunitas Preman Super yang terbentuk pada tahun 2010 di kota Malang, Jawa Timur.

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata preman berarti sebutan kepada orang jahat (penodong, perampok, pemeras dan sebagainya) dan kata super berarti lebih dari yang lain, luar biasa dan istimewa. Jika disimpulkan tanpa mengetahui makna kiasan, nama komunitas Preman Super dapat diartikan sebagai komunitas yang mempunyai makna atau citra yang negatif. Namun pada dasarnya, komunitas Preman Super merupakan sebuah nama kiasan yang berarti Perempuan Mandiri Sumber Perubahan yang didirikan oleh Ibu Peni Budi Astuti. Awal terbentuknya komunitas ini berawal dari sebuah perkumpulan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki tujuan awal hanya sekedar bertukar ilmu serta keahlian. Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak orang yang tertarik untuk bergabung dan mendapatkan manfaat atau dampak yang positif dari perkumpulan tersebut. Preman Super merupakan sebuah komunitas yang memiliki peran penting bagi perempuan untuk menyalurkan bakat dan minat serta mengasah potensi yang dimilikinya sekaligus dapat membantu secara finansial atau menambah pendapatan bagi keluarganya.

komunitas Preman Super memberikan pelatihan kepada anggotanya, diantaranya yaitu pelatihan handicraft (kerajinan tangan), memasak dan kesenian. Dampak dari adanya komunitas Preman Super membawa perubahan secara signifikan pada hal kreativitas dan perkembangan skill, para anggota Preman Super juga lebih kompeten di masing-masing bidang yang mereka tekuni karena para anggota diberikan pelatihan yang biasa diadakan oleh dinas terkait.

Terdapat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yudi Firmansyah dan Femi Oktaviani (2018) dengan judul “Strategi Komunikasi Komunitas Punklung Dalam Membangun Citra Positif di Masyarakat” pada penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi komunitas punklung dalam membangun citra positif masyarakat di Parakan Muncang Kabupaten Sumedang dengan memfokuskan pada aspek perencanaan pesan, pemilihan media dan pendekatan komunikasi. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.

Hasil penelitian menemukan komunitas punklung melakukan strateginya dengan memberikan informasi dan pesan kepada masyarakat bahwa komunitas punklung yang berpenampilan urakan dapat melestarikan budaya calung, sekaligus dapat bermain calung dengan karya lagu yang mereka ciptakan. Pendekatan komunikasi yang dilakukan komunitas punklung dalam membangun citra positif dengan menunjukan tindakan yang terkesan ramah yaitu dengan menggunakan bahasa non

(5)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

104

verbal seperti menunjukan raut wajah yang ramah dan komunitas punklung menggunakan bahasa verbal seperti memberikan informasi mengenai calung dengan baik dan sopan sehingga pesan serta informasi yang akan disampaikan komunitas punklung dapat diterima baik oleh masyarakat.

Pemilihan media bagi komunitas punklung tidak hanya untuk memperkenalkan alat musik calung saja tetapi untuk membuktikan bahwa orang yang berpenampilan liar bahkan memaki tattoo, tindikan dan atribut punk tidak semunya melakukan tindakan yang dapat meresahkan masyarakat tetapi peduli terhadap budaya dan sosial melalui karya lagunya.

Berdeda dengan penelitian penulis, dalam penelitian ini menarik untuk diteliti karena dalam membangun sebuah kelompok atau komunitas dibutuhkan sebuah pembentukan identitas sosial untuk menjadikan sebuah identitas atau jati diri bagi komunitas itu sendiri. Namun dalam nama komunitas Preman Super ini terdapat sebuah makna kiasan yang mengandung unsur negatif di dalamnya yang dapat mengakibatkan terbentuknya asumsi-asumsi masyarakat yang kurang baik. Untuk itu penelitian ini memfokuskan penelitiannya untuk mengetahui bagaimana pembentukan identitas komunitas Preman Super.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Penelitian kualiatif mempunyai dua tujuan utama yaitu menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and explore) serta menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain) (Sukmadinata, 2011). Peneliti menggunakan penelitian deskriptif karena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini akan menghasilkan data tekstual baik lisan maupun tulisan, serta gambar. Melalui metode deskriptif kualitatif diharapkan temuan-temuan empiris dapat dijelaskan secara lebih rinci, jelas dan akurat.

Pada penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembentukan identitas komunitas Preman Super di Malang.

Unit Analisis

Penelitian ini mengambil kelompok atau komunitas Preman Super sebagai unit penelitian, untuk mengetahui bagaimana pembentukan identitas pada komunitas tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menentukan key informan untuk mendapatkan informasi lengkap yang dibutuhkan oleh peneliti yaitu Ibu Peni Budi Astuti selaku pendiri dan pembina komunitas Preman Super di

(6)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

105

Malang yang telah berdiri sejak tahun 2010. Informan dalam penelitian ini merupakan anggota komunitas Preman Super.

Teknik Peengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara yang dilakukan peneliti dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data terbagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan subjek penelitian dan dengan observasi atau pengamatan langsung di lapangan (Sugiyono, 2016). Adapun tahapan pengumpulan data primer dalam penelitian ini, yaitu metode wawancara dan metode observasi. Dan sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, referensi, jurnal, penelitian terdahulu, internet, dokumentasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Preman Super dan bahan tertulis lainnya yang berhubungan dengan tema penelitian.

Teknik Analisis Data

Menurut Miles & Huberman (dalam Nurdin, 2015) analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi.

Mengenai ketiga alur tersebut secara lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:

1) Reduksi Data

Reduksi data didefinisikan sebagai proses pemilihan, dengan fokus pada proses penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data asli yang dihasilkan dari catatan tertulis di tempat. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama proyek yang berorientasi penelitian kualitatif berlangsung. Reduksi data adalah bagian dari analisis.

Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang dapat mempertajam, mengklasifikasikan, mengarahkan, menghapus data yang tidak diperlukan dan mengatur data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat ditarik dan diverifikasi.

2) Penyajian Data

Suatu penyajian sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Mereka percaya bahwa representasi yang lebih baik adalah cara utama analisis kualitatif yang meliputi

(7)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

106

berbagai jenis matriks, grafik, jaringan, dan bagan. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih.

Dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran yang dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna.

3) Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi itu mungkin sesingkat pemikiran kembali yang melintas dalam pikiran penganalisis (peneliti) selama ia menulis, suatu tinjauan ulang pada catatan- catatan lapangan, atau mungkin menjadi begitu seksama dan menghabiskan tenaga dengan peninjauan kembali serta tukar pikiran di antara teman sejawat untuk mengembangkan kesepakatan intersubjektif atau juga upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data yang lain harus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya, yakni yang merupakan validitasnya. Kesimpulan akhir tidak hanya terjadi pada waktu proses pengumpulan data saja, akan tetapi perlu diverifikasi agar benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Keabsahan Data

Menurut Patton (dalam Afifuddin, 2009) terdapat empat jenis triangulasi sebagai teknik pengujian untuk mencapai keabsahan: (1) Triangulasi Data, yaitu menggunakan berbagai sumber data, seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda, (2) Triangulasi Pengamat, yaitu adaya pengamat diluar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data, (3) Triangulasi Teori, yaitu penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat, dan (4) Triangulasi Metode, yaitu penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi.

Berdasarkan keempat teknik pemeriksaan keabsahan, peneliti menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Triangulasi data menggunakan berbagai sumber data, seperti

(8)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

107

dokumen, arsip hasil wawancara, observasi atau dengan wawancara dengan beberapa subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda. Sedangkan triangulasi metode peneliti menggunakan beberapa metode untuk meneliti suatu hal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian wawancara dan observasi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Identifikasi Sosial

Menurut Ellemers (dalam Sholichah, 2016) identifikasi sosial mengacu pada sejauh mana seseorang mendefinisikan diri mereka (dan dilihat oleh orang lain) sebagai anggota kategori sosial tertentu. Sedangkan menurut Tajfel dan Turner (dalam Sholichah, 2016) identifikasi merupakan identitas sosial yang melekat pada individu, termasuk rasa memiliki kelompok, melibatkan emosi individu dan nilai penting kelompok.

Komunitas Preman Super merupakan sebuah perkumpulan dari Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ingin belajar dan mengasah kemampuannya dalam bidang kerajinan tangan agar dapat meningkatkan potensi yang terdapat dalam dirinya untuk memulai dan membangun sebuah usaha. Namun tidak sedikit pula anggota yang bergabung kedalam komunitas ini telah mempunyai sebuah usaha kecil yang sudah dijalankan. Komunitas Preman Super dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata preman berarti sebutan kepada orang jahat (penodong, perampok, pemeras dan sebagainya) dan kata super berarti lebih dari yang lain, luar biasa dan istimewa. Jika disimpulkan tanpa mengetahui makna kiasan, nama komunitas Preman Super dapat diartikan sebagai komunitas yang mempunyai makna atau citra yang negatif. Namun pada dasarnya, komunitas Preman Super merupakan sebuah nama kiasan yang berarti Perempuan Mandiri Sumber Perubahan yang didirikan oleh Ibu Peni Budi Astuti.

Komunitas Preman Super memberikan pelatihan kepada anggotanya, diantaranya yaitu pelatihan handicraft (kerajinan tangan), memasak dan kesenian. Dampak dari adanya komunitas Preman Super membawa perubahan secara signifikan pada hal kreativitas dan perkembangan skill, para anggota Preman Super juga lebih kompeten di masing-masing bidang yang mereka tekuni karena para anggota diberikan pelatihan yang biasa diadakan oleh dinas terkait. Preman Super merupakan sebuah komunitas yang memiliki peran penting bagi perempuan untuk menyalurkan bakat dan minat serta mengasah potensi yang

(9)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

108

dimilikinya sekaligus dapat membantu secara finansial atau menambah pendapatan bagi keluarganya.

Pembentukan komunitas Preman Super berawal dari kegiatan pendampingan kepada para pemulung yang dilakukan oleh Ibu Peni Budi Astuti selaku pendiri dan juga ketua dari komunitas Preman Super hingga saat ini. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, beliau memberikan pelatihan pendampingan dengan memberikan pelajaran mengenai kerajinan tangan, kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Ibu Peni tersebut bertujuan agar ibu-ibu yang berprofesi sebagai pemulung ini mempunyai kegiatan tambahan selain dari profesinya yaitu sebagai pemulung. Seiring berjalannya waktu, beberapa dari ibu-ibu pemulung tersebut mempunyai usaha sendiri dan dari hal tersebut banyak dari ibu rumah tangga di sekitar yang terinspirasi dan ingin ikut belajar keterampilan. Setelah kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, semakin banyak ibu rumah tangga yang ikut bergabung ke dalam perkumpulan tersebut. Karena banyaknya minat dari lingkungan sekitar mengenai kegiatan tersebut maka terbentuklah sebuah komunitas Preman Super pada tahun 2010. Komunitas Preman Super dibentuk dengan harapan agar dapat membuat para wanita sadar bahwa mereka memiliki potensi dan kemampuan untuk dikembangkan dan diasah demi terciptanya perempuan-perempuan tangguh, percaya diri, dan mampu berdaya saing yang unggul. Seperti Visi dan Misi yang terdapat pada komunitas Preman Super ini, yaitu:

1. Visi

Menjadi komunitas UMKM yang berpengaruh dalam menumbuhkan dan membesarkan anggota UMKM Preman Super khususnya dan UMKM secara luas yang berkualitas.

2. Misi

a) Menumbuhkan solidaritas dan rasa memiliki Komunitas UMKM Preman Super diantara anggota komunitas,

b) Membangun sistem dan perilaku yang positif serta mengacu pada prinsip- prinsip manajemen yang modern,

c) Meningkatkan kapasitas anggota guna mendukung gerakan ekonomi kreatif,

(10)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

109

d) Mengembangkan sumber daya komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak guna menciptakan sinergi,

e) Membesarkan anggota komunitas UMKM Preman Super menjadi suatu usaha yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan sesuai bidangnya.

Tujuan berdirinya komunitas Preman Super yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa membedakan gender, agama, ras, dan juga golongan.

Berikut merupakan tujuan utama dari terbentuknya komunitas Preman Super, yaitu:

1. Memperjuangkan dan membela hak-hak anggota untuk memperoleh perlindungan sosial serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya,

2. Meningkatkan kesadaran kritis dan kemampuan anggota dalam mengatasi permasalahannya,

3. Berperan aktif menggali dan memberdayakan potensi sumberdaya ekonomi yang ada di masyarakat yang kemudian secara kreatif dan professional dapat menciptakan karya kedalam bentuk wirausaha yang mandiri,

4. Menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,

5. Mempererat persatuan, semangat gotong royong dan kebersamaan anggota.

Terbentuknya sebuah instansi atau suatu organisasi kelompok tidak lepas dari adanya suatu struktur yang terdapat didalamnya. Dalam pembentukan komunitas Preman Super diperlukan adanya struktur organisasi sebagai penempatan posisi atau pengkoordinasian agar dapat mengatur ketertiban dan kelancaran dari kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Preman Super. Adapun struktur organisasi komunitas Preman Super sebagai berikut:

(11)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

110

No. Jabatan

1.

2.

3.

PUSAT

Pimpinan dan Pembina Sekretaris

Bendahara

1.

2.

3.

1.

2.

3.

4.

5.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

WILAYAH KOTA MALANG Ketua

Sekretaris Bendahara Divisi-divisi Divisi Advokasi

Divisi Pendidikan dan Pelatihan Divisi Ekonomi

Divisi Data dan Info Divisi Pengorganisasian Bidang-bidang

Bidang Hubungan Masyarakat Bidang Marketing online Bidang Pameran

Bidang Produk ManMin Bidang Produk Non ManMin Bidang Jasa

Bidang Kesehatan Bidang Lingkungan Bidang Keagamaan Bidang Seni dan Budaya

1.

2.

3.

1.

2.

3.

4.

5.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

WILAYAH KABUPATEN MALANG Ketua

Sekretaris Bendahara Divisi-divisi Divisi Advokasi

Divisi Pendidikan dan Pelatihan Divisi Ekonomi

Divisi Data dan Info Divisi Pengorganisasian Bidang-bidang

Bidang Hubungan Masyarakat Bidang Marketing online Bidang Pameran

Bidang Produk ManMin Bidang Produk Non ManMin Bidang Kesehatan

Bidang Lingkungan Bidang Keagamaan Bidang Seni dan Budaya

Tabel 1. Struktur Organisasi Komunitas Preman Super

Sumber: Komunitas Preman Super

(12)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

111

Dalam komunitas Preman Super juga terdapat Asas, Landasan, dan Sifat Berdirinya Organisasi sebagai berikut:

1. Komunitas Preman Super berasaskan kepada keutuhan Hak Asasi Manusia universal dengan lebih mengedepankan semangat gotong royong, kekeluargaan, kebersamaan dan musyawarah mufakat dalam pelaksanaannya,

2. Komunitas Preman Super berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, 3. Komunitas Preman Super bersifat independen, terbuka dan demokratis, tidak terlibat dalam kepentingan dan kegiatan politik praktis, terorisme dan hal-hal yang berbau SARA.

2. Kategori Sosial

Menurut Ellemers (dalam Sholichah, 2016) menyatakan bahwa kategori menunjukkan kecenderungan individu untuk menyusun lingkungan sosialnya dengan membentuk kelompok-kelompok atau kategori yang bermakna bagi individu. Sedangkan menurut Tajfel dan Turner (dalam Sholichah, 2016), kategori sosial membantu individu untuk menavigasikan dunia sosial dengan membedakan antara anggota ingroup dan outgroup.

Komunitas Preman Super mengkategorisasikan mereka sebagai sebuah perkumpulan yang berfokus dalam bidang kerajinan tangan. Menurut Yopi N. Nasir (dalam Aswari, 2017) kerajinan merupakan kegiatan seni yang mengolah bahan tertentu tidak hanya menjadi produk yang bermanfaat, tetapi juga nilai estetika. Kerajinan tangan biasanya mengutamakan keterampilan tangan sebagai media pembuatannya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Kerajinan tangan bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang yang berlebihan yang dapat diubah menjadi barang yang multifungsi dan berguna.

Komunitas ini memberikan pelatihan handicraft (kerajinan tangan), memasak dan kesenian kepada anggotanya. Kegiatan yang dilakukan oleh para anggota sesuai dengan potensi dan juga skill yang dimiliki oleh masing-masing individunya hal tersebut menjadikan mereka dapat mengasah serta meningkatkan kemampuannya dalam bidang tersebut.

Para anggota komunitas Preman Super mengkategorisasikan diri mereka sebagai komunitas karena memiliki tujuan yang sama dengan visi dan misi komunitas Preman Super yaitu pemberdayaan perempuan serta dapat menciptakan perubahan dan

(13)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

112

meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan menjadi pelaku usaha. Selain itu dengan bergabungnya kedalam komunitas akan dapat mempermudah proses kegiatan berusaha sekaligus menambah wawasan serta memperluas relasi dengan mengikuti pelatihan- pelatihan yang diadakan oleh dinas terkait.

Produk yang sudah dihasilkan oleh para anggota komunitas Preman Super terdiri dari berbagai macam olahan seperti dalam bidang fashion, garmen, makanan dan minuman.

Salah satunya yaitu brand Lakshmee Indonesia yang bergerak dalam bidang fashion ramah lingkungan, diproduksi oleh Ibu Levita Damaika. Beliau merupakan salah satu anggota dari komunitas Preman Super yang telah bergabung sejak tahun 2017. Lakshmee Indonesia merupakan suatu brand clothing ready to wear yang mengangkat fashion ramah lingkungan. Brand ini menggunakan kain, pewarnaan dan juga teknik ecoprinting yang dikerjakan oleh pengrajin lokal. Dibuat secara ekslusif dengan desain yang artistik.

Gambar 1. Proses Pembuatan Produk Lakshmee Indonesia (Komunitas Preman Super)

Sumber: Instagram @lakshmeeindonesia

(14)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

113

Selain dalam bidang fashion terdapat juga olahan produk makanan yaitu Mangathat yang diproduksi oleh Ibu Elvina Rosa. Produk olahan makanan ini menggunakan bahan dasar ikan dan ayam yang tidak menggunakan pengawet, MSG, dan terjamin kualitasnya serta sudah bersertifikat halal.

Ide pembuatan produk dalam komunitas Preman Super merupakan dari hasil masing-masing individu yang sesuai dengan kemampuan serta minatnya, namun komunitas ini juga membantu serta mendorong para angotanya dalam memberikan pembelajaran

Gambar 2. Produk Lakshmee Indonesia (Komunitas Preman Super)

Sumber: Instagram @lakshmeeindonesia

Gambar 3. Produk Mangathat (Komunitas Preman Super)

Sumber: Instagram @tongkolsuirtemurui

(15)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

114

dengan dinas-dinas terkait yang telah bekerja sama dengan komunitas Preman Super.

Proses pemasaran dan promosi produk yang dilakukan oleh komunitas Preman Super yaitu dilakukan dengan melakukan kegiatan workshop, menghadiri event pameran dan mempublikasikan kedalam website komunitas Preman Super yaitu www.ukmpremansuper.blogspot.com

3. Perbandingan Sosial

Dalam hal ini, setelah individu mengklasifikasikan dirinya sebagai bagian dari kelompok dan telah mengidentifikasi kelompoknya, maka langkah selanjutnya adalah individu tersebut membandingkan kelompoknya dengan kelompok lain. Menurut Tajfel dan Turner (dalam Sholichah, 2016), perbandingan sosial adalah proses dimana kita perlu menggunakan orang lain sebagai sumber perbandingan untuk mengevaluasi sikap dan kemampuan kita membentuk identitas sosial. Menurut Hogg dan Abrams (dalam Sholichah, 2016) melalui perbandingan sosial, identitas sosial dibentuk dengan menekankan pada perbedaan antara hal-hal yang terasa berbeda secara internal dan eksternal. Dalam perbandingan sosial, jika seorang individu bergabung dengan suatu kelompok, maka individu tersebut berusaha untuk memperoleh identifikasi yang positif.

Keinginan untuk meraih identitas yang positif dalam identitas sosial ini merupakan pergerakan psikologis dari perilaku individu dalam kelompok. Proses perbandingan sosial memungkinkan seseorang memperoleh penilaian atas posisi dan status kelompoknya.

Dibalik nama Preman Super terdapat sebuah makna kiasan yang berarti Perempuan Mandiri Sumber Perubahan. Nama tersebut terinspirasi ketika Ibu Peni mengikuti kegiatan program untuk kepemimpinan perempuan yang diadakan oleh pihak lain yang diikuti oleh seluruh Indonesia. Ibu Peni merupakan perwakilan dari Jawa Timur khususnya kota Malang. Kegiatan tersebut berlangsung kurang lebihnya selama 3 bulan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, mereka yang menjadi peserta akan bisa menjadi inspirator di wilayah masing-masing, termasuk Ibu Peni yang menjadi penggerak untuk perempuan di kota Malang. Terkait dengan nama Preman Super memang terkesan unik dan mengandung unsur yang negatif. Namun nama tersebut merupakan Perempuan Mandiri Sumber Perubahan yang sesuai dan sejalan dengan visi serta misi komunitas Preman Super mengenai pemberdayaan perempuan.

(16)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

115

Komunitas Preman Super memiliki peran penting bagi perempuan untuk menyalurkan minat dan bakatnya serta mengasah potensi yang dimiliki agar kelak dapat menciptakan sesuatu yang bernilai jual serta diharapkan agar komunitas ini mampu menghasilkan perempuan-perempuan yang tangguh, mempunyai skill, dan mendiri secara finansial serta menjadi sumber perubahan bagi keluarganya, memiliki kecakapan dihadapan publik dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Saat ini anggota komunitas Preman Super memiliki kurang lebihnya 85 anggota yang aktif dalam kegiatan yang terdiri dari ibu rumah tangga. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh komunitas ini yaitu secara tatap muka dan dilakukan secara rutin setiap minggunya, namun setelah adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan pembelajaran dialihkan menjadi daring (online) melalui aplikasi Zoom. Komunitas Preman Super tidak hanya memberikan pembelajaran kepada anggota komunitasnya saja, namun juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat sekitar agar mereka juga dapat mengembangkan skill serta potensi yang dimiliki dengan melakukan berbagai kegiatan didalam acara workshop dengan tujuan agar mereka dapat termotivasi dalam menciptakan perubahan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan menjadi pelaku usaha.

Komunitas Preman Super telah diundang ke stasiun pertelevisian Indonesia serta mempunyai banyak penghargaan yang didapatkan salah satunya, yaitu Anugrah Kepemimpinan Perempuan Indonesia Kategori UMKM dan Koperasi dari Pusat Kajian Gender Universitas Indonesia di Jakarta, 20 Finalis Ajang Citi Microentrepreneurship Awards Tahun 2017-2018 yang digelar oleh Citi Foundation bekerjasama dengan Mercy Corps, Kartini-Kartini Hebat tahun 2014 dalam acara Kick Andy sebagai Penggerak Ekonomi Perempuan Dalam Kegiatan Ekonomi Produktif, dan lain sebagainya.

Dengan bergabungnya kedalam komunitas Preman Super dapat menciptakan perubahan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan menjadi pelaku usaha, selain hal tersebut juga dapat mempermudah proses kegiatan berusaha sekaligus menambah wawasan serta memperluas relasi. Komunitas Preman Super telah bekerjasama dengan dinas-dinas terkait untuk mendukung kegiatan para anggotanya dalam memulai serta membangun usahanya, seperti dinas pengembangan bisnis, kepengurusan izin usaha, promosi dan pengemasan.

(17)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

116

KESIMPULAN

Komunitas Preman Super merupakan sebuah perkumpulan yang memfokuskan pada pemberdayaan perempuan yang di dirikan oleh Ibu Peni Budi Astuti pada tahun 2010 di kota Malang, Jawa Timur. Dengan adanya komunitas ini diharapkan dapat membawa perubahan terhadap kaum perempuan seperti visi dan misi serta nama yang terkandung dalam komunitas ini, yaitu Perempuan Mandiri Sumber Perubahan. Walaupun terdapat makna yang terkesan negatif di dalam singkatan nama Perempuan Mandiri Sumber Perubahan yaitu Preman Super, namun komunitas ini melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya kaum perempuan di kota Malang. Kegiatan yang di lakukan dalam komunitas ini meliputi pembelajaran mengenai pelatiahan handicraft (kerajinan tangan), memasak dan kesenian.

Tidak hanya para anggota yang diberikan pembelajaran, namun masyarakat sekitar juga dapat ikut serta dalam kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh komunitas seperti acara workshop.

Dengan dilakukannya kegiatan pembelajaran tersebut dapat menciptakan identifikasi sosial yang baik serta positif di masyarakat. Selain itu Para anggota komunitas Preman Super mengkategorisasikan diri mereka sebagai komunitas karena memiliki tujuan yang sama dengan visi dan misi komunitas Preman Super yaitu pemberdayaan perempuan serta dapat menciptakan perubahan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan menjadi pelaku usaha. Komunitas Preman Super bergerak dalam kegiatan kerajinan tangan, seiring berjalannya waktu komunitas ini menghasilkan usaha multiproduk karena anggota komunitas membuat usaha dalam bidang yang berbeda-beda seperti garmen, fashion, olahan makanan serta minuman dan sebagainya. Komunitas Preman Super telah bekerjasama dengan dinas-dinas terkait mengenai pengembangan bisnis, kepengurusan izin usaha, promosi dan pengemasan.

Dengan bergabungnya kedalam komunitas akan dapat mempermudah proses kegiatan berusaha sekaligus menambah wawasan serta memperluas relasi dengan mengikuti pelatihan- pelatihan yang diadakan oleh dinas terkait.Komunitas Preman Super memiliki penghargaan yang telah didapatkan salah satunya, yaitu: Anugrah Kepemimpinan Perempuan Indonesia Kategori UMKM dan Koperasi dari Pusat Kajian Gender Universitas Indonesia di Jakarta, 20 Finalis Ajang Citi Microentrepreneurship Awards Tahun 2017-2018 yang digelar oleh Citi Foundation bekerjasama dengan Mercy Corps, dan lainnya.

(18)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

117

UCAPAN TERIMA KASIH

Pada kesempatan ini, peneliti mengucapkan terima kasih kepada Ibu Peni Budi Astuti selaku pendiri serta pembina dari komunitas serta kepada anggota komunitas Preman Super Malang yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian ini serta telah meluangkan waktunya untuk mendukung penulisan penelitian ini. Rasa terima kasih yang tak luput pula penulis ucapkan sebesar-besarnya kepada Ibu Siti Khadijah, S.Sos,. M.Si. selaku dosen pembimbing yang dengan sabar membimbing serta memberikan arahan kepada penulis dalam penulisan penelitian ini. Serta kepada orangtua, keluarga dan teman-teman yang turut memberikan semangat serta dukungan kepeda peneliti sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar.

REFERENSI

Afifuddin. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Aswari, S. A. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Kerajinan Tangan Eceng Gondok ‘Iyan Handicraft’(Studi Di Dusun Kenteng, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta). Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses dari https://journal.uny.ac.id/index.php/jurnaldiklus/article/view/23870

Bimo, Walgito. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi.

Firmansyah, Y., & Femi Oktaviani. (2018). Strategi Komunikasi Komunitas Pungklung Dalam Membangun Citra Positif di Masyarakat. Jurnal Signal, 6(2), 274-292. Diakses dari http://jurnal.ugj.ac.id/index.php/Signal/article/view/1318

Inah, Ety Nur. (2013). Peranan Komunikasi Dalam Pendidikan. Jurnal Al-Ta,dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(1), 176-188. Diakses dari https://ejournal.iainkendari.ac.id/al- tadib/article/view/299

Nurdin, Ali. (2015). Komunikasi Magis: Fenomena Dukun di Pedesaan. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara.

P. Yuanda Arungjagad. (2018). Usaha Komunitas Motor Dalam Menjaga Komunitas di Kota Yogyakarta (Studi Pada Club Motor Kracker Jogja Supermoto). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diakses dari http://digilib.uin-suka.ac.id/33507/

Rakhmawati, L. Y. (2011). Hip Hop Jawa sebagai Pembentuk Identitas Kelompok Jogja Hip Hop Foundation. Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Pendidikan Sejarah. Diakses dari https://core.ac.uk/download/pdf/33520115.pdf

(19)

Indah Kurnia Devvi Miranti& Siti Khadijah

118

Sholichah, I. F. (2016). Identitas Sosial Mahasiswa Perantau Etnis Madura. PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi), 11(1), 40-52. Diakses dari http://journal.umg.ac.id/index.php/psikosains/article/view/635

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.

Utami, F. N. H., & Silalahi, B. Y. (2013). Hubungan antara identitas sosial dan konformitas pada anggota komunitas virtual kaskus regional Depok. Prosiding PESAT, 5. Diakses dari https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/pesat/article/view/954

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan objek penelitian adalah tiga sumber mata air di Desa Wonoharjo yang terdapat di Dusun I (Sriwidodo), Dusun II (Sridadi),

Setelah dianalisa dan dilakukan pembahasan terhadap data yang telah diperoleh, maka hasil penelitian secara parsial sesuai dengan teori Herzberg (1968) dimana factor

Temperatur kolektor terendah terjadi pada pukul 10.00 WIB disebabkan karena energi matahari yang dikumpulkan oleh reflektor masih sedikit sehingga semakin kecil pula

[r]

algoritma memprediksi sampel baru berdasarkan sampel sebelumnya. Selama fase pembaruan filter menyaring perkiraan ini berdasarkan sampel baru dari sistem. Jumlah titik referensi

Dengan model pembelajaran Word Square yang membuat siswa dapat berdiskusi dan bekerja sama untuk memahami materi yang dipadukan dengan media Puzzle sudah tepat

Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat diberikan saran: (1) bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia, sebaiknya hasil penelitian ini dijadikan sebagai alternatif materi