1
Perancangan Gim Digital Merawat Kebersihan Gigi dengan Metode yang Tepat untuk Anak Usia 5-11 Tahun, Rina Kuswara, Universitas Multimedia Nusantara
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Noya (2018) dalam Alodokter.com, menjelaskan bahwa gigi merupakan bagian tubuh terkuat yang memiliki fungsi menghancurkan makanan sebelum masuk ke dalam tubuh. Selain untuk menghancurkan makanan, gigi juga berfungsi sebagai alat bantu untuk berbicara dengan jelas. Gigi harus dijaga kebersihannya karena memiliki peran yang penting dan untuk membantu menjaga gigi untuk bekerja secara optimal. Salah satu cara membersihkan gigi yaitu dengan menyikatnya setiap pagi dan malam. Gigi yang tidak dibersihkan akan menyebabkan beberapa kerusakan yang dapat menggangu aktivitas. Namun, kebiasaan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi pada anak-anak tidaklah mudah. Padahal kebiasaan membersihkan gigi harus ditanamkan sejak dini sehingga dapat terbawa sampai dewasa.
Berdasarkan pernyataan Dr. Hananto (2018) pada Unilever.com yang menjelaskan bahwa hanya 2,8% masyarakat berusia tiga tahun ke atas yang memiliki kebiasaan yang benar dalam menyikat gigi. Sebanyak 90% orang tua yang mengikuti survey yang diadakan oleh global Pepsodent menyatakan bahwa anak- anak mereka memiliki kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari. Sayangnya 24%
orang tua memperbolehkan anaknya untuk tidak menyikat gigi di malam hari.
Sebanyak 79% orang tua membawa anak-anaknya ke dokter gigi hanya karena ada masalah pada gigi anak-anaknya, bukanya sebagai kunjungan rutin yang umumnya dilakukan 6 bulan sekali. Hal ini menyebabkan anak-anak mudah terkena sakit gigi.
Sebanyak 90,2% anak berumur lima tahun mengalami gigi berlubang, dengan rata- rata kerusakan gigi setinggi 8,1 dilihat dari indeks dmf-t. Sementara itu terdapat sebanyak 72% anak berusia 12 tahun yang mengalami masalah gigi berlubang.
Data di atas didukung oleh Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menunjukan bahwa hasil persentasi anak di Indonesia yang mengalami karies
2
Perancangan Gim Digital Merawat Kebersihan Gigi dengan Metode yang Tepat untuk Anak Usia 5-11 Tahun, Rina Kuswara, Universitas Multimedia Nusantara
pada gigi sulung yaitu sebanyak 90,2%. Dalam indeks def-t yang merupakan salah satu indeks untuk mengukur karies gigi sulung, didapati skor 8,3 untuk anak perempuan usia 5 tahun dan 8,0 untuk anak laki-laki usia 5 tahun. Berdasarkan skor indeks def-t, maka dapat diartikan bahwa tiap anak memiliki 8 buah gigi sulung yang mengalami karies (Novia, Damajanty, & Pritartha, 2020).
Menurut Lesmana (2019) dalam Popmama.com, gigi susu anak yang berlubang dapat menyebabkan kerusakan pada tulang rahang anak. Jika dibiarkan, maka tulang tempat gigi tumbuh akan mengecil dan membuat susunan gigi anak berantakan. Gigi yang berantakan dapat memperburuk penampilan si anak sehingga menjadi tidak percaya diri. Selain itu gigi yang berlubang menimbulkan rasa sakit dan memiliki dampak penurunan nafsu makan anak. Anak yang sulit makan, akan kekurangan gizi dan pertumbuhannya menjadi terhambat sehingga menyebabkan berat badan berkurang. Gigi yang sakit karena berlubang dapat menganggu aktivitas anak dan mempengaruhi penampilan anak seperti gusi dan daerah mulut yang mengalami pembengkakan.
Dalam Bali Dental Jurnal oleh Indudewi, Rahaswanti, dan Sidiartha (2020), salah satu kegiatan mencegah kerusakan pada gigi yaitu dengan menyikat gigi yang seharusnya ditanamkan sejak dini. Kegiatan menyikat gigi harus dilakukan dengan metode yang benar dan dilakukan dalam durasi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Diambil dari Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, didapati 76,6%
penduduk Indonesia memiliki kebiasaan menyikat gigi pada saat mandi pagi dan sore hari. Kebiasaan menyikat gigi yang benar dilakukan setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Dalam Bali Dental Jurnal, penulis melakukan penelitian kepada 100 orang anak di SD Negri 3 Peguyangan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa kebiasaan seseorang dalam menyikat gigi mempengaruhi keadaan rongga mulut dan kesehatan giginya. Pernyataan penulis didukung oleh teori Blum, yaitu perilaku seseorang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi dan keadaan rongga mulut orang tersebut.
3
Perancangan Gim Digital Merawat Kebersihan Gigi dengan Metode yang Tepat untuk Anak Usia 5-11 Tahun, Rina Kuswara, Universitas Multimedia Nusantara
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada delapan orang anak berusia lima sampai sebelas tahun, hanya terdapat satu orang anak yang masuk ke dalam kategori menyikat gigi dengan metode yang tepat. Kategori tersebut dibuat berdasarkan metode yang peneliti dapatkan dari wawancara oleh dokter gigi, Cindy Felicia, S.KG. Dokter Cindy menyarankan untuk menggunakan metode menyikat gigi model modifikasi Bass dalam menyikat gigi sehari-hari. Metode modifikasi Bass yaitu metode menyikat gigi yang menempatkan sikat gigi dengan sudut 45 derajad sehingga tepi gusi dapat terpijat dengan sikat. Selanjutnya sikat akan digerakan dengan getaran-getaran kecil ke arah depan dan belakang selama sekitar 10 detik sampai 15 detik (Listrianah, 2017).
Berdasarkan masalah di atas, peneliti ingin merancang sebuah pembelajaran membersihkan gigi dalam bentuk gim digital. Target yang dituju yaitu pada anak berusia 5-11 tahun karena pada usia tersebut, mereka masih memiliki gigi susu yang lebih rawan terkena penyakit gigi. Penggunaan gim digital untuk proses belajar menurut Novia (2020) merupakan cara yang menyenangkan. Selain itu, pemanfaatan media game digital untuk edukasi semakin meningkat. Untuk lebih detailnya, gim digital yang peneliti akan gunakan yaitu berupa mobile gim.
Penentuan media tersebut berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Kominfo dalam Survey Penggunaan TIK (2017), didapati bahwa sebanyak 40,87% anak- anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar memiliki dan menggunakan mobile phone.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan dalam latar belakang, peneliti menyusun masalah seperti di bawah:
1) Tingginya tingkat kerusakan gigi berbentuk karies dan gigi berlubang pada anak usia 5- 11 tahun di Indonesia.
2) Kurangnya pengetahuan teknik membersihkan gigi yang benar sehingga tidak mendapatkan hasil yang optimal.
4
Perancangan Gim Digital Merawat Kebersihan Gigi dengan Metode yang Tepat untuk Anak Usia 5-11 Tahun, Rina Kuswara, Universitas Multimedia Nusantara
3) Tidak ada media yang mengajarkan anak usia 5-11 metode menyikat gigi yang tepat.
Melihat rumusan masalah di atas, maka peneliti mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1) Bagaimana perancangan gim digital menginformasikan teknik merawat gigi dengan metode yang tepat untuk anak usia 5- 11 tahun di Indonesia?
1.3 Batasan Masalah
Rancangan ini memiliki batasan-batasan dalam meneliti yaitu:
1) Demografis:
a) Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan b) Usia : 5- 11 tahun (sekolah dasar)
c) Tingkat ekonomi : kelas B (menengah- bawah) sampai A (menengah- atas) (pendapatan orang tua)
2) Geografis
Sekunder : seluruh Indonesia 3) Psikografis
Anak-anak yang keras kepala, tidak sabar, cerewet, senang bermain gim dan sulit menurut kepada orang tuanya. Selain itu, anak-anak yang tidak suka menyikat gigi dan anak-anak yang menyikat gigi tanpa mengetahui metode yang tepat untuk menyikat gigi.
1.4 Tujuan Tugas Akhir
Membuat perancangan game digital merawat kebersihan gigi yang dengan metode yang tepat untuk anak-anak usia 5-11 tahun di Indonesia. Selain itu, tujuan dari tugas akhir ini yaitu menghasilkan karya tulis ilmiah sebagai penyelesaian masalah desain pada masalah di latar belakang.
5
Perancangan Gim Digital Merawat Kebersihan Gigi dengan Metode yang Tepat untuk Anak Usia 5-11 Tahun, Rina Kuswara, Universitas Multimedia Nusantara
1.5 Manfaat Tugas Akhir
1) Bagi Peneliti
Peneliti mendapat pengetahuan baru mengenai kebersihan gigi yang tepat. Selain itu, menambah pengalaman penulis sebagai seorang desainer dan mengasah kemampuan penulis dalam membuat rancangan untuk masyarakat.
2) Bagi Masyarakat
Dengan adanya penulisan tugas akhir ini, diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan dampak buruknya jika gigi tidak terawat.
3) Bagi Universitas
Penulis berharap tugas akhirnya dapat bermanfaat sebagai refrensi mahasiswa lainnya yang ingin membuat rancangan tugas akhir mengenai kebersihan gigi untuk anak-anak.