• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESAN PESERTA DIDIK TERHADAP KEFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DARING DI SAAT PANDEMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KESAN PESERTA DIDIK TERHADAP KEFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DARING DI SAAT PANDEMI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

KESAN PESERTA DIDIK TERHADAP KEFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DARING DI SAAT PANDEMI

Andita Nurmaulia

Mahasiswa FKIP BK Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

ABSTRAK

Kemajuan pelatihan saat ini dipengaruhi oleh kemajuan pesat inovasi data dan surat menyurat.

Salah satu kemajuan data yang berperan dalam ranah pelatihan adalah pembelajaran internet.

Pembelajaran berbasis web berfungsi sebagai kontak antara guru dan siswa dengan jaringan web yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Media berbasis web yang digunakan oleh subjek eksplorasi berbeda-beda (WhatsApp, Microsoft Groups dan Zoom). Alasan peninjauan ini adalah untuk membedakan latihan pembelajaran berbasis web di rumah siswa sebagai upaya membantu program otoritas publik, lebih spesifik Study From Home selama Pandemi dan untuk membedah kecukupan pembelajaran berbasis web. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan informasi adalah survei penyebaran, wawancara dengan dosen dan mahasiswa bimbingan dan konseling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis web yang dilakukan di rumah membuat siswa lebih mandiri dan membuat inspirasi untuk belajar. Terlebih lagi, pembelajaran internet merupakan salah satu keberhasilan dalam melakukan social removal untuk membatasi perkembangan kelompok yang dianggap juga dapat menyebarkan virus Corona di lingkungan sekolah. Namun masih belum kuat dalam pelaksanaannya karena berbagai kendala seperti keterbatasan finansial, kewenangan inovasi, jumlah web, dan organisasi yang tidak mencukupi.

Kata Kunci: Efektifitas, Pembelajaran Internet, Virus Corona

PENDAHULUAN

Menjelang awal tahun 2020, Indonesia dan seluruh bangsa di muka bumi dihadapkan pada suatu keanehan yang ditandai dengan kondisi medis, khususnya Coronavirus dengan penularan yang begitu cepat. Virus corona menghadirkan kesulitan baru bagi dunia, baik dari segi kesejahteraan, ekonomi, maupun pendidikan. Dengan demikian, otoritas publik telah menetapkan strategi PSBB (Keterbatasan Sosial Lingkup Besar) yang mengubah kerangka kerja kesejahteraan dan instruksi (Chick et al., 2020).

Kemudian, untuk menjaga jagat persekolahan tetap berjalan baik dan untuk membantu otoritas publik melakukan pemisahan fisik di tengah Pandemi, otoritas publik telah mendidik untuk melanjutkan dengan latihan, review, dan cinta di rumah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutarbalikkan strategi tersebut dengan memberikan Surat Putaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Aturan Pelaksanaan Gain From Home Dalam Jangka Waktu Krisis Penyebaran Virus Corona. Strategi dan media untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dipisahkan menjadi 2 (dua) pendekatan: (1) pembelajaran jarak jauh online dan (2) pembelajaran jarak jauh terputus. Dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), satuan pendidikan dapat memilih suatu metodologi (on web atau disconnected atau campuran keduanya) yang ditunjukkan dengan aksesibilitas dan kesiapan kantor dan yayasan (Kemendikbud, 2020).

(2)

2

Latihan pembelajaran internet sepenuhnya dapat disesuaikan dengan alasan bahwa itu harus dimungkinkan tanpa terhalang oleh pengaturan umum. Sementara itu, pembelajaran internet saat ini merupakan kerangka kerja terbaik dan memiliki kemungkinan dalam kerangka pengajaran (Lenar et al, 2014). Pembelajaran berbasis web akan menemukan yang memanfaatkan jaringan web dengan ketersediaan, jaringan, kemampuan beradaptasi, dan kapasitas untuk meningkatkan berbagai jenis komunikasi pembelajaran (Moore et al., 2011).

Kapasitas pendidik untuk memasukkan pemanfaatan inovasi ke dalam pembelajaran pada dasarnya dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran (Nurlaela, 2016). Pembelajaran berbasis web dibantu melalui berbagai aplikasi yang dapat mendukung proses pengambilan mulai dari aplikasi dekat dan pribadi seperti Meet, Google Meet, dan aplikasi media berbasis internet lainnya seperti Microsoft Groups, Whatsapp Group, dll. Pembelajaran internet melalui Microsoft Groups metode untuk menurunkan tugas, mengumpulkan tugas, dan dalam hal apa pun, menilai tugas yang telah diserahkan. Selain itu, pengajar dapat memanfaatkan fitur Google Classroom sebagai wadah diskusi sehingga pengajar dapat membuka percakapan kelas yang dapat ditanggapi dan dikomentari oleh siswa (Kusuma dan Astuti, 2019). Berbagai penelitian yang telah dilakukan, misalnya oleh Hasanah, dkk (2020), Irawati dan Santaria (2020), Wicaksono dan Wakid (2016), Nuriansyah (2020) mengungkap bahwa pembelajaran internet mempengaruhi hasil belajar siswa. Sebagaimana penjajakan yang telah dipimpin oleh Hasanah, dkk (2020) menunjukkan bahwa pelaksanaan latihan pembelajaran berbasis web berjalan dengan sangat baik meskipun terungkapnya kendala dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian yang dipimpin oleh Irawati dan Santaria (2020) mengamati bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis web berjalan positif sesuai dengan tugas dan kapasitasnya bagi pendidik dan siswa. Hasil belajar dan gerakan siswa kemudian berkembang dengan penggunaan pembelajaran berbasis online (Wicaksono dan Wakid, 2016). Belajar hasil belajar kemudian pembelajaran berbasis web telah berkembang berbeda dengan sebelum penggunaan pembelajaran berbasis web (Nuriansyah, 2020).

Hasil penyebaran angket, observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, waka kurikulum dan perwakilan guru di SMK Negeri 2 Salatiga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis web menyulitkan pendidik untuk mengatur siswa pada umumnya untuk belajar.

Dengan cara ini, para pendidik perlu melacak pengaturan pilihan untuk terus menyelesaikan pembelajaran berbasis web yang layak tentang bagaimana mencapai hasil belajar siswa tradisional. Instruktur menggunakan aplikasi Microsoft Groups dan WhatsApp Group untuk mengirim materi untuk memberikan tugas, dan menggunakan aplikasi Meet untuk latihan berbasis internet dari dekat dan pribadi. Pemanfaatan yang bermacam-macam kegunaan direncanakan agar bahan ajar tersampaikan dengan tepat, sehingga siswa memperoleh pembelajaran yang sederhana. Pendidik memberikan materi tayangan sebagai rekaman dan selanjutnya materi Power Point sehingga siswa terbangun untuk berkonsentrasi dengan bebas.

Pembelajaran berbasis web memberikan kesulitan tersendiri bagi pendidik dalam menyusun ilustrasi agar hasil belajar siswa dapat tercapai, khususnya pada materi yang bermasalah. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa yang mencapai kulminasi sebesar 56,4% pada tahun ajaran 2019-2020 dan 2020-2021. Melihat jelas permasalahan yang telah dipaparkan, maka penting dilakukan penelitian langsung untuk membedah viabilitas

(3)

3

pembelajaran berbasis web yang dilakukan dalam penjemputan selama pandemi virus corona terhadap hasil belajar intelektual siswa, khususnya di SMK Negeri 2 Salatiga.

Konsentrat ini juga mengakui berbagai unsur yang mempengaruhi kecukupan pembelajaran internet, sehingga diharapkan nantinya hasil kajian ini dapat menjadi acuan bagi hasil belajar intelektual siswa di sekolah tersebut nantinya dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis web. Berdasarkan uraian di atas, maka alasan dilakukannya eksplorasi ini adalah untuk menentukan kelayakan pembelajaran berbasis web terhadap hasil belajar intelektual siswa kelas XI SMK Negeri 2 Salatiga.

KAJIAN TEORI

Kelangsungan Belajar

Yusufhadi Miarso (2004) berpendapat bahwa, "kelangsungan belajar adalah hal yang menghasilkan pembelajaran yang berharga dan disengaja bagi siswa, melalui teknik pembelajaran yang sesuai". Miarso melanjutkan percakapan tentang makna kecukupan dengan mengungkapkan bahwa kelangsungan belajar secara teratur diperkirakan oleh pencapaian target pembelajaran, atau ketepatan dalam menghadapi suatu keadaan.

Beberapa hal yang terkandung dalam definisi ini, khususnya kelayakan pembelajaran adalah tindakan instruktif yang memiliki atribut, khususnya (1) fundamental (mendasar), yang dibawa melalui tahapan penyusunan, perbaikan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyempurnaan.. (2) peka terhadap kebutuhan tugas belajar dan kebutuhan siswa. (3) kejelasan tujuan dan upaya yang sesuai dapat diakumulasikan untuk mencapainya. (4) berangkat dari kemampuan atau kekuatan siswa, guru, masyarakat, dan pemerintah.

Sedangkan menurut Astim Riyanto (2003) kecukupan belajar adalah “berbuah atau berhasil, atau mencapai tujuan atau mencapai tujuan belajar”. Untuk keadaan ini kelangsungan belajar atau keberhasilan belajar adalah suatu karya yang membuahkan hasil atau menciptakan pembelajaran yang bermanfaat dan disengaja bagi siswa, dengan menggunakan sistem yang pas. Dalam definisi ini kata kecukupan belajar mengandung dua petunjuk penting, khususnya peristiwa belajar pada siswa dan apa yang dilakukan instruktur. Dengan demikian, teknik pembelajaran yang digunakan oleh instruktur dan bukti siswa telah belajar akan menjadi titik fokus upaya untuk menumbuhkan kecukupan belajar (Yusufhadi Miarso (2004). Selain itu, seperti yang ditunjukkan oleh Gaff dalam Miarso (2004), "pembelajaran yang kuat mencakup bagaimana membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

Dari beberapa anggapan tersebut, dapat diduga bahwa kecukupan belajar adalah upaya belajar dengan ukuran daya tarik atau kenyamanan, yang menyiratkan bahwa dengan menggunakan beberapa atribut yang disimpan pendidik membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan, kecukupan adalah salah satu tanda proses pembelajaran yang layak.

Salah satu tanda kelangsungan belajar adalah pencapaian tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran tercapai secara ideal, sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran telah sampai pada kelangsungannya. Juga, asosiasi dinamis siswa menunjukkan kemahiran belajar. Proses pengajaran dan pembelajaran seharusnya menarik jika pembelajaran dapat mencapai tujuan normal dan siswa dapat menyerap topik dan mempraktikkannya. Teknik dan prosedur pembelajaran saat ini mengalami pergeseran dengan mendorong penyesuaian pandangan dunia instruktif. Hal ini mempengaruhi kapasitas instruktur sebagai fasilitator,

(4)

4

perantara dan inspirasi dalam sistem pembelajaran. Pendidik selama ini dianggap sebagai pusat pembelajaran, namun saat ini mereka telah menjelma menjadi siswa sebagai pembelajaran itu sendiri. Salah satu penyebabnya antara lain adalah pesatnya perkembangan inovasi data yang menuntut adanya perubahan cara pandang dalam sistem pembelajaran yang dilakukan oleh semua mahasiswa.

Pembelajaran dengan Media Internet

Pembelajaran internet sangat terkenal di kalangan masyarakat umum dan skolastik dengan istilah pembelajaran berbasis web. Istilah lain yang biasa dikenal adalah pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran berbasis web akan menemukan bahwa terjadi dalam sebuah organisasi di mana instruktur dan mereka yang dididik tidak bertemu mata. Isman (2016) berpendapat bahwa "pembelajaran berbasis web adalah pemanfaatan jaringan web dalam sistem pembelajaran". Sementara itu, menurut Meidawati, et al (2019) “Pembelajaran internet itu sendiri dapat diartikan sebagai pelatihan formal yang dikoordinasikan oleh sekolah di mana siswa dan pendidik (pengajar) berada di wilayah mandiri dengan tujuan bahwa mereka memerlukan kerangka telekomunikasi yang cerdas untuk antarmuka keduanya dan aset berbeda yang diperlukan di dalamnya". Pengambilan internet harus dimungkinkan dari mana saja dan kapan saja dengan mengandalkan aksesibilitas perangkat dan dukungan yang digunakan. (Albert Efendi Pohan, 2020).

Sebagian dari penilaian para ahli ini dapat dipertimbangkan oleh para guru ketika memimpin pembelajaran jarak jauh. Langkah Pembelajaran Jarak Jauh, sebagai beriku:

a) Langkah awal yang disarankan untuk dilakukan, adalah melanjutkan prospektus.

Menilik kembali jadwal, itu dilakukan sebagai pekerjaan untuk melihat materi apa yang akan difokuskan untuk menjadi materi pertunjukan dan diperiksa oleh siswa.

Pendidik dapat memutuskan beratnya ilustrasi dan kemudian membuat strategi yang tepat untuk mengukur sejauh mana siswa bisa mendapatkan apa yang telah disampaikan. Apakah sudah memenuhi pedoman, atau ada yang perlu diatur lebih tegas.

b) Selanjutnya, mulailah menemukan dan menyadari inovasi apa yang tepat untuk melakukan pembelajaran tersendiri. Model pembelajaran ini sangat asing dan mungkin banyak yang belum terbiasa melakukannya. Instruktur harus memiliki pilihan untuk mengetahui bagaimana menggunakannya sepenuhnya untuk mengajar siswa.

Banyak inovasi pembelajaran internet sangat mudah digunakan. Mulai dari mengirimkan konsentrat pada materi, kemudian, pada saat itu, mengirimkan tugas sekolah, hingga bimbingan tatap muka. Untuk mengetahui inovasi mana yang masuk akal, tentunya sesuai kebutuhan.

c) Langkah ketiga, jangan memberikan tugas yang banyak kepada siswa. Saat ini belajar di rumah menjadi tugas kita semua untuk tetap waspada dan dijauhkan dari pandemi virus corona. Siswa dipulangkan, jadi mereka tidak berhubungan dengan orang lain.

Selain itu, mereka harus benar-benar menjaga kondisi dan kesehatan tubuh, seperti berolahraga, makan jenis makanan yang baik, dan tentu saja menenangkan jiwa.

Akan berisiko jika siswa, kita biarkan mereka disibukkan dengan tugas-tugas instruktur di sekolah. Oleh karena itu, gunakan strategi pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan jelas-jelas lugas.

(5)

5

Macam-macam Kemajuan Teknologi Pembelajaran Jarak Jauh, sebagai berikut:

Google Classroom

Google adalah pencari internet paling terkenal di dunia, selalu digunakan untuk melihat balasan tentang apa pun yang perlu anda ketahui. Pencari internet yang kompleks ini juga memberikan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran jarak jauh.

Google Study hall, mungkin terdengar asing di telinga, namun sangat mudah digunakan.

Pendidik dapat membuat latihan mengajar dan belajar lebih bermanfaat, dengan meningkatkan tugas, kemudian, pada saat itu, memperluas upaya terkoordinasi, dan mengikuti komunikasi dengan siswa. Instruktur dapat membuat kelas, membagikan tugas, mengirim kritik pada pekerjaan mereka, dan melihatnya di seluruh tempat. Jelas ini sangat sederhana. Selain itu, Google Classroom juga terintegrasi sempurna dengan fitur Google lainnya seperti Google Documents dan Google Drive.

Meet

Aplikasi Meet memberikan kesan sebagai pendamping ketika dengan orang-orang yang didekati untuk bekerja dan belajar di rumah. Disebut asisten karena Meet memiliki fitur konferensi video yang jauh, yang dapat dilakukan untuk pertemuan dengan kelompok kerja, dan juga untuk pengujian. Ini sangat berharga bagi pendidik yang ingin berbicara dengan banyak siswa.

Microsoft Gruop

Microsoft Groups adalah aplikasi korespondensi dan upaya terkoordinasi yang menggabungkan elemen diskusi kerja, pertemuan video, penimbunan dokumen, dan penggabungan aplikasi. Aplikasi ini tergabung dengan keanggotaan Office 365 dan juga dapat dikoordinasikan dengan item selain yang dibuat oleh Microsoft.

Pertemuan Whatsapp

Whatsapp Group dalam aplikasi WhatsApp umumnya digunakan sebagai tempat untuk berbagi antara studi, pasangan, keluarga, atau jaringan pertemanan. WhatsApp Group biasanya juga digunakan oleh klien untuk mengatur pekerjaan atau mempelajari latihan tertentu.

Virus Corona

Coronavirus adalah infeksi yang tak tertahankan yang disebabkan oleh jenis penyakit yang baru ditemukan. Meski kebanyakan menyerang orang tua, penyakit ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Covid ini dapat menyebabkan lebih sedikit masalah pada sistem pernapasan, infeksi paru- paru yang parah, dan bahkan kematian. Penyakit Covid 2019 (Coronavirus) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Infeksi ini menyebar dengan cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan. Sehingga pada tahun 2020 WHO menyatakan episode ini sebagai pandemi di seluruh dunia.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan teknik tinjauan umum. Alat yang digunakan untuk pengumpulan informasi adalah survey melalui aplikasi

(6)

6

Google Structure yang dapat diakses oleh siswa. Ada 20 pertanyaan yang diajukan, antara lain gadget yang digunakan, jenis surat menyurat, reaksi terhadap teknik peragaan instruktur, hambatan yang terlihat selama pembelajaran internet dan hal-hal yang berkaitan dengan pemahaman siswa terhadap pembelajaran.

Area pelaksanaan eksplorasi ini berada di SMK Negeri 2 Salatiga. Eksplorasi ini diarahkan pada November 2021. Eksplorasi ini merupakan laporan yang jelas menggunakan teknik review yang diarahkan pada web. Pengumpulan informasi penting dalam tinjauan ini dipimpin oleh penyebaran jajak pendapat di web kepada 36 responden yang terdiri dari siswa kelas XI TAVB. Informasi diperoleh dengan mengisi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada seluruh responden sebagai Google Structure.

Informasi yang digunakan dalam review ini adalah informasi kuantitatif dan informasi subjektif. Informasi kuantitatif terdiri dari informasi hasil belajar intelektual siswa dan informasi tentang reaksi siswa terhadap pembelajaran berbasis web. Informasi subyektif sebagai informasi reaksi siswa dan pendidik tentang pembelajaran internet. Kedua jenis informasi tersebut ditangkap menggunakan survei yang tersebar menggunakan Google Structures.

Pengujian informasi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah dengan menggunakan model investigasi Miles dan Huberman (2014) yang terdiri dari tiga fase, yaitu penurunan informasi, penyajian informasi, dan penarikan dan pemeriksaan akhir.

Gambar 1: Tahapan Analisis data penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN

Wawancara

Mengingat hasil pertemuan dengan Pak Slamet selaku Guru BK di SMK Negeri 2 Salatiga, secara umum para pengajar telah menyelesaikan semua latihan pembelajaran berbasis web dengan baik, meskipun masih ada beberapa hambatan dalam pembelajaran, terlihat dari konsekuensi pertemuan dengan pendidik, hambatan yang dialami biasanya adalah hambatan yang ditimbulkan oleh harga kuota internet yan mahal dan jaringan eror selama pembelajaran. Hal ini dapat disiasati oleh pendidik secara tepat, dengan melakukan perencanaan bersama wali murid. Namun, hal tersebut bukanlah halangan yang sering terjadi pada penjemputan berbasis web selama pandemi virus corona saat ini. Dalam latihan belajar dan mengajar di masa pandemi ini, para pendidik menerapkan internet picking dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Groups, Meet, Google Classroom dan Whatshap Group sebagai media dalam pembelajaran. Pendidik juga mengikutsertakan wali murid dalam latihan-latihan pembelajaran, sehingga sistem pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan materi yang disampaikan oleh pengajar dapat tersampaikan dengan baik.

Angket Kuesioner

Angket Kuesioner diberikan kemudian siswa melakukan pengambilan internet dengan menyebarkan koneksi Google From dengan meminta bantuan dari salah satu siswa

Reduksi Data Display Data Penarikan dan

Verifikasi Kesimpulan

(7)

7

untuk berbagi antarmuka survei survei dengan orang lain. Berikutnya adalah informasi dari survei reaksi siswa yang diperoleh dari Google Form.

TABEL RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN DARING

NO. Pertanyaan Persentase Kualifikasi

1. Pelaksaanaan pembelajaran daring

dapat diakses dengan mudah 94.4% Ya

2. Saya memiliki perangkat yang memadai untuk mengikuti

pembelajaran daring

91.7% Ya

3. Saya tidak memiliki masalah dengan koneksi internet ketika mengikuti

pembelajaran daring

69.4% Ya

4. Aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran daring mudah digunakan untuk mengirim tugas dan

untuk memberikan tanggapan dalam pembelajaran

100% Ya

5. Bisakah Anda memahami materi

melalui pembelajaran daring? 63.9% Tidak

6. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat

bervariasi

75% Ya

7. Guru selalu menemani ketika

melakukan pembelajaran daring 69.4% Ya

8. Guru selalu memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya dan

berdiskusi

94.4% Ya

9. Guru selalu memberikan respon terhadap pertanyaan yang muncul

selama pembelajaran daring

91.7% Ya

10. Tingkat pemahaman anda terhadap materi yang disajikan selama

pembelajaran daring tinggi

55.6% Ya

11. Materi yang disediakan oleh guru mudah dipahamai dan tersedia

dengan baik

72.2% Ya

12. Apakah Anda mengalami masalah

serius dengan pembelajaran daring ? 88.9% Tidak

13. Media pembelajaran yang digunakan cukup efektif

91.7% Ya

14. Apakah belajar daring itu

menyenangkan? 72.2% Ya

15. Apakah orang tua memberikan dukungan yang baik selama

pembelajaran daring?

83.3% Ya

16. Apakah orang tua memberikan fasilitas selama pembelajaran

daring?

86.1% Ya

17. Apakah orang tua memotivasi Anda untuk belajar secara aktif?

83.3% Ya

18. Apakah materi yang di sampaikan guru melalui sudah tersampaikan

dengan baik ?

83.3% Ya

19. Hasil pembelajara daring mencapai

KKM 63.9% Ya

20. Pembelajaran daring berjalan secara

efektif 91.7% Ya

Berdasarkan informasi tinjauan jajak pendapat untuk 36 siswa tentang sistem pembelajaran, ditemukan bahwa selama pandemi, reaksi siswa terhadap pembelajaran berbasis web adalah positif (jawaban ya) atau pada tingkat yang layak, dan beberapa siswa menjawab tidak., khususnya 8,3%.

(8)

8

Pemanfaatan pembelajaran internet dalam kajian ini menunjukkan kelayakan hasil belajar intelektual siswa dengan hasil dominasi belajar siswa sebesar 63,9%. Sedangkan sisanya 36,1% hasil belajar siswa tidak sampai KKM sehingga dikenang untuk kelas yang terpecah-pecah. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa kelas XI TAVB secara tradisional telah mencapai kulminasi.

Informasi pemenuhan hasil belajar siswa sesuai dengan penelitian Nuriansyah (2020) yang menyatakan bahwa hasil belajar siswa nantinya pembelajaran internet telah berkembang berbeda dengan sebelum pembelajaran berbasis web diterapkan. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Nugraha dkk (2020) yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis online sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil belajar dan tindakan siswa telah berkembang kemudian pemanfaatan pembelajaran berbasis online, terbukti dengan nilai normal hasil belajar siswa yang memenuhi pemenuhan tradisional (Wicaksono dan Wakid, 2016).

Keberhasilan hasil belajar yang dicapai siswa ditopang oleh status belajar yang diselesaikan oleh pengajar. Pelaksanaan pembelajaran berbasis web yang handal dimulai dengan instruktur menyiapkan aplikasi dan media pembelajaran yang membantu sistem pembelajaran. Instruktur juga merencanakan materi pengajaran yang disesuaikan untuk menghilangkan kondisi pembelajaran, seperti menampilkan materi sebagai rekaman dan materi sebagai PowerPoint. Meskipun pembelajaran dilakukan secara online, latihan mata- ke-mata masih dilakukan untuk menjalin kerjasama antara pengajar dan siswa dan menyampaikan materi yang lebih mudah dipahami siswa.

Para peneliti menemukan bahwa pemanfaatan penggunaan dan inovasi dalam pembelajaran internet adalah pendorong utama dari hasil belajar yang lengkap yang diperoleh dengan tingkat jawaban 100%. Instruktur menggunakan aplikasi Microsoft Groups dan Whatsapp Group sebagai sarana untuk korespondensi antara pendidik dan siswa sehubungan dengan latihan pembelajaran. Microsoft Groups digunakan oleh para pendidik untuk mengirimkan materi tayangan sebagai rekaman dan materi pembelajaran PowerPoint.

Selain menyampaikan materi dan memberikan tugas, pengajar juga melakukan latihan jarak dekat dan personal berbasis web menggunakan aplikasi Meet.

Microsoft Groups digunakan sebagai sarana koordinasi antara pendidik dan siswa.

Asosiasi pendidik dan siswa dalam latihan pembelajaran awal dibawa keluar melalui Microsoft Groups sebagai jenis apersepsi. Ini diharapkan untuk merencanakan siswa untuk mendapatkan topik berikut. Microsoft Groups digunakan dalam pembelajaran sebagai aplikasi untuk berbagi dan bertukar catatan antara siswa dan guru. Demikian pula, Microsoft Groups digunakan untuk berbagi materi ilustrasi sebagai rekaman dan PowerPoint, memberi/mengirimkan tugas dan dengan cerdas mengajukan pertanyaan. Pemanfaatan Microsoft Groups sebagai media pembelajaran sangat mempengaruhi perkembangan hasil belajar, minat dan inspirasi siswa dalam belajar serta menumbuhkan mental imajinatif siswa.

Latihan pembelajaran berbasis web juga dilengkapi dengan bantuan aplikasi Meet untuk pembelajaran yang layak. Hal ini memudahkan pengajar dan siswa untuk menyampaikan materi pembelajaran dan berkomunikasi sehingga siswa pasti dapat memahami materi sehingga hasil belajar dapat meningkat. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Mulyono (2020) yang menyatakan bahwa “pemanfaatan aplikasi Meet

(9)

9

sebagai pilihan berbeda dengan latihan pembelajaran virtual berhasil mengembangkan lebih lanjut hasil belajar siswa di tengah pengaturan pembelajaran jarak jauh”.

Reaksi 91,7% siswa menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi yang disurvei berubah. Pemanfaatan aplikasi yang berbeda ini pada dasarnya diharapkan dapat membantu membuat latihan pembelajaran lebih layak. Sesuai dengan hasil eksplorasi Chandrawati (2010) bahwa pengajar diharapkan memiliki kemampuan untuk memperkenalkan materi melalui aplikasi yang menarik dan menarik, memberikan arahan dan korespondensi melalui web, dan kemampuan penting lainnya. Kemudian lagi, masih ada siswa yang belum mencapai KKM, yaitu sebanyak 36,1%. Hasil belajar yang kurang baik tersebut disebabkan oleh rendahnya tingkat pemahaman materi yang diperkenalkan pada saat pembelajaran internet sehingga siswa mengalami kesulitan belajar, dengan taraf 36,1%. Kesulitan belajar ini menyebabkan metode yang terlibat dalam menjalankan internet mencari tahu bagaimana menjadi melelahkan bagi siswa dalam jangka panjang (Kurniasari, 2020). Penemuan Safriandi et al (2021) mengungkapkan bahwa ketidakmampuan pembelajaran berbasis web juga dapat diketahui melalui materi. Masih ada siswa yang mengeluhkan tidak adanya otoritas materi dalam pembelajaran berbasis web.

Mengenai kesulitan materi, Mustakim (2020) berpendapat bahwa “materi pembelajaran harus diperkenalkan sesaat, mengirimkan materi sebagai rekaman menggunakan bahasa yang lugas, benar-benar memberikan materi sebelum tugas, dan tidak memberikan tugas yang banyak”. Sesuai dengan unsur-unsur yang dikomunikasikan oleh siswa, Damayanthi (2020) menyatakan bahwa “Pembelajaran berbasis web yang tidak memadai disebabkan oleh ketidakmampuan pendidik dan siswa, baik dalam hal kemampuan untuk memanfaatkan inovasi maupun aksesibilitas kantor pembelajaran yang memadai, ketidakberdayaan asosiasi jaringan web di lingkungan kerja." penginapan, biaya, dan ketidakberdayaan pengajar dan siswa untuk menyesuaikan diri dengan strategi pembelajaran baru untuk dapat memberikan kondisi kelas yang menguntungkan secara virtual".

Pendidik dan siswa menemukan ada perspektif yang cenderung menganggap latihan pembelajaran internet ini akan dilanjutkan dalam latihan pembelajaran berikut. Seperti yang diusulkan dalam tinjauan ini, pendidik merekomendasikan agar mereka merencanakan materi pengajaran yang lebih sesuai. Siswa juga percaya bahwa sekolah dan otoritas publik akan memberikan layanan untuk mengakses web dan tidak menjadi beban sehingga pembelajaran berbasis web lebih menarik. Siswa juga menemukan bahwa latihan penilaian sebagai pekerjaan dianggap sebagai tugas yang banyak dan sulit dengan jangka waktu yang singkat. Efek samping dari ujian yang diidentifikasikan ini juga sesuai dengan hasil penelitian Kurniasari (2020) yang menyatakan bahwa jumlah tugas merupakan salah satu faktor yang membuat pembelajaran berbasis web menjadi tidak efektif.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, semua perspektif yang tercatat dalam survei reaksi siswa terhadap pengambilan internet selama Pandemi menunjukkan kategori yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki reaksi yang baik terhadap pembelajaran berbasis web selama Pandemi COVD-19, meskipun konsekuensi dari pertemuan menunjukkan bahwa masih ada beberapa hambatan dalam pembelajaran berbasis web, seperti sinyal, biaya kuota yang sangat sulit untuk para wali murid, namun ini bukanlah halangan sejati dalam

(10)

10

belajar, semua dapat diselesaikan dengan baik sehingga pembelajaran internet dapat diselesaikan dengan baik. Mengenai akibat dari pengujian di atas, diperlukan pendalaman lebih lanjut tentang reaksi siswa terhadap pembelajaran berbasis web dalam skala yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Eko kuntarto. (2017). Keefektifan model pembelajaran daring Dalam perkuliahan bahasa indonesia di perguruan tinggi. Universitas jambi. Journal indonesian language education and literature vol. 3, no. 1

Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.

Sobron, dkk. (2019). Persepsi siswa dalam studi pengaruh daring learning terhadap minat belajar ipa. Universitas veteran bangun nusantara sukoharjo. jurnal pendidikan islam dan multikulturalisme vol. 1, no. 2

Bilfaqih, Y. & Qomarudin, M.N. 2015. Esensi Pengembangan Pembelajaran Daring.

Deepublish. Yogyakarta.

Damayanthi, A. 2020. Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 pada Perguruan Tinggi Keagamaan Katolik. Jurnal Edutech. Vol. 19 (3). 189-210.

Kurniasari, Asrilia, dkk. 2020. Analisis Efektivitas Pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) selama Pandemi Covid-19. Jurnal Review Pendidikan Dasar (Daring). 6 (3) 246-253.

Kemendikbud. 2020. Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Mustakim. 2020. Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi Covid-19 pada Mata Pelajaran Matematika. 2 (2) 1-12.

Nuriansyah, Fazar. 2020. Efektifitas Penggunaan Media Online dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi saat Awal Pandemi Covid-19. Jurnal Pendididikan Ekonomi Indonesia. 1 (2) 61-65.

Safriandi, Syahriandi, Radhiah, Trisfayani. 2021. Keefektifan Perkuliahan Daring pada Masa Covid-19 di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Malikussaleh. Jurnal Dedikasi Pendidikan. 5 (1) 187-196.

Gambar

TABEL RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN DARING

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan studi lapangan yang telah dilakukan, diperoleh data produksi pabrik, jumlah order distributor ke pabrik, dan jumlah permintaan seluruh ritel sehingga

pangan dan untuk memperbaiki karakter pangan agar memiliki kualitas yang meningkat (Hartono, Rudi 2005). Zat adiktif makanan adalah bahan yang ditambahkan dan

penelitian terhadap karakteristik perbandingan bahan pengisi antara tepung tapioka dan pati jagung terhadap karakteristik sosis sintesis dari buah sukun yang diperkayaa

Berikut ini adalah hasil observasi akhir (pos test) anak autis di SLB Harmoni Sidoarjo yang mengalami hambatan dalam kemampuan bina diri memakai dan mengancing

Manfaat hasil penelitian ini adalah berupa kajian hasil penelitian yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi yang signifikan kepada masyarakat

Mengingat tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah mengetahui pesan dakwah apa saja yang terkandung dalam sinetron Catatan Hati Seorang Istri

Sejalan dengan pendapat tersebut bentuk penilaian yang diberikan kepada peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh/daring dimasa pandemi dilakukan pada saat

Permata Niaga II No. 73 Taman Royal I Tangerang, Telp./Fax.. WAHANA TRANS UTAMA sebagai perusahaan jasa transportasi terdepan di Indonesia yang didukung dengan pengelolaan