• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA AKSI BKTM MAKASSAR TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA AKSI BKTM MAKASSAR TAHUN 2021"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

2021

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas Rahmat dan Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Dokumen

Rencana Aksi Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar Tahun 2021

Rencana Aksi BKTM Makassar merupakan rencana pembangunan di bidang kesehatan masyarakat khususnya bidang kesehatan tradisional selama tahun 2021 yang disusun untuk menjadi pedoman dan arahan bagi seluruh pelaksana kegiatan BKTM Makassar dalam upaya mencapai sasaran-sasaran pembangunan bidang kesehatan masyarakat khususnya bidang kesehatan tradisional yang telah ditetapkan.

Dokumen Rencana Aksi merupakan dokumen yang berisi analisis situasi dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mencapai tujuan/sasaranya pada tahun 2021. Dengan adanya dokumen ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan arahan dalam pelaksanaan kegiatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada program kesehatan masyarakat, mulai dari penyusunan kebijakan, perencanaan, penganggaran, dan evaluasi program / kegiatan tahun 2021.

Atas segala masukan dan sumbangan pemikiran semua pihak yang telah berpartisipasi mewujudkan Rencana Aksi BKTM Makassar Tahun 2021 disampaikan penghargaan dan terima kasih. Semoga

(3)

berkepentingan dalam pembangunan kesehatan melalui penyelenggaraan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Akhir kata, semoga dokumen ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam mengevaluasi kinerja Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar.

Makassar, Juli 2021

Dr. dr. Anna Khuzaimah, M.Kes NIP 197104062002122001

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 2

C. Landasan Hukum ... 2

BAB II KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI ... 4

A. Struktur Organisasi ... 4

B. Jenis dan Kedudukan ... 6

D. Tugas pokok dan Fungsi ... 6

D. Pembagian Tugas ... 7

BAB III VISI, MISI, TUJUAN ... 9

A. Visi dan Misi ... 9

B. Tujuan ... 10

BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN ... Error! Bookmark not defined. A. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran ... 17

BAB V P E N U T U P ... 24

(5)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005–

2025, mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi–tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, manusia usia lanjut dan keluarga miskin. Untuk mewujudkan tujuan tersebut pemeliharaan kesehatan secara tradisional dengan baik dan benar diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermakna.

Rencana Aksi Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar memuat program–program kesehatan tradisional yang bersifat indikatif yang akan dilaksanakan selama tahun 2021 yang merupakan penjabaran dari Rencana Aksi Kegiatan tahun 2020-2024.

Rencana Kerja Tahunan ini bersifat dokumen perencanaan jangka pendek dan mempunyai peran yang sangat penting terutama dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai dasar penilaian kinerja pimpinan instansi.

Sebagai dokumen yang menjadi pedoman pelaksanaan

(6)

Masyarakat (BKTM) Makassar maka Rencana Kerja Tahunan ini memuat: Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan serta Indikator yang selanjutnya diuraikan di dalam program dan kegiatan.

B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud

Penyusunan Rencana Kerja Tahunan ini dimaksudkan sebagai acuan bagi penanggung jawab kegiatan di lingkup Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar dalam pelaksanaan kegiatan dalam kurun waktu tahun 2021.

2. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan BKTM Makassar tahun 2021 yaitu mendukung dan selaras dengan arah tujuan dari Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan masyarakat sehat produktif, mandiri, dan berkeadilan untuk menuju Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

C. Landasan Hukum

1. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional

2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Kesehatan

3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan 4. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah

5. Permenkes nomor 25 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan

6. Permenkes Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis

(7)

7. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 31 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat.

8. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 374/Menkes/SK/V/2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional 9. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor

375/Menkes/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang di Bidang Kesehatan RI 2005 – 2025.

(8)

BAB II

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI A. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 31 Tahun 2020, tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat. Struktur Organisasi Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat Makassar terdiri dari :

1. Kepala

2. Subag Administrasi Umum 3. Instalasi dan

4. Kelompok Jabatan Fungsional

Instalasi yang ada di BKTM Makassar yaitu Instalasi Pengembangan Model Pelayanan dan Instalasi Kemitraan dan Fasilitasi Rujukan Penapisan yang dipimpin oleh kepala instalasi.

Kepala Instalasi Pengembangan Pelayanan Model dibantu oleh Koordinator Keterampilan, Ramuan, dan Gizi. Sementara Kepala Instalasi Kemitraan dan Fasilitasi Rujukan Penapisan dibantu oleh Koordinator Kemitraan dan Koordinator Penapisan. Untuk lebih jelasnya struktur organisasi BKTM Makassar dapat dilihat pada diagram berikut ini:

(9)

KEPALA BKTM

KOORDINATOR FASILITASI RUJUKAN

PENAPISAN KOORDINATOR

KEMITRAAN

INSTALASI KEMITRAAN DAN

FASILITASI RUJUKAN PENAPISAN INSTALASI PENGEMBANGAN

PELAYANAN MODEL

KASUBAG TU

KOORDINATOR RAMUAN

KOORDINATOR GIZI

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL APOTEKER

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN APOTEKER

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL PERAWAT

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL FISIOTERAPI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL NUTRISIONIS

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ANALIS

LABORATORIUM KESEHATAN KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL DOKTER

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL PROMKES KOORDINATOR

KETERAMPILAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

ADMINKES

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL UMUM

Gambar 1

Struktur Organisasi BKTM Makassar

(10)

B. Jenis dan Kedudukan

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat, BKTM Makassar secara administratif dibina oleh Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Sehubungan dengan adanya reorganisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan berdasarkan Permenkes nomor 64 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan maka saat ini BKTM Makassar berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, secara administratif dibina oleh Sekertariat Direktorat Kesehatan Masyarakat.

Pada tahun 2020 terjadi reorganisasi kembali di lingkup Kementerian Kesehatan RI dengan diterbitkannya Permenkes nomor 25 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Kemudian untuk melaksanakan ketentuan Pasal 267 Permenkes Nomor 25 tahun 2020 maka ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Permenkes Nomor 31 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat. Dengan demikian saat ini organisasi dan tata laksana BKTM Makassar berpedoman pada Permenkes Nomor 31 Tahun 2020.

D. Tugas pokok dan Fungsi 1. Tugas Pokok

Tugas pokok dari BKTM Makassar adalah melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelayanan kesehatan tradisional.

(11)

2. Fungsi

a. Penyusunan rencana program kegiatan pemantauan dan evaluasi pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer;

b. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer;

c. Fasilitas pengembangan dan penerapan model dan metode pelayanan kesehatan tradisional;

d. Fasilitas rujukan penapisan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer;

e. Pemberian bimbingan teknis pelayanan kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer;

f. Pelaksanaan kemitraan di bidang kesehatan tradisional, alternatif, dan komplementer, dengan lintas program dan lintas sektor terkait termasuk dunia usaha; dan

g. Pelaksanaan urusan ketata usahaan.

D. Pembagian Tugas 1. Kepala BKTM

a. Kepala balai mempunyai tugas pokok melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelayanan kesehatan tradisional.

b. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Kepala balai secara administratif dibina oleh Sekretaris Jenderal Kesehatan Masyarakat.

2. Sub Bagian Tata Usaha

Subag Administrasi Umum dipimpin oleh seorang kepala subbagian yang mempunyai tugas pokok melakukan penyusunan program dan laporan, keuangan, kepegawaian, urusan tata usaha, perlengkapan dan rumah tangga.

(12)

3. Instalasi

Instalasi dipimpin oleh seorang kepala sebagai jabatan nonstruktural yang mempunyai tugas mengkoordinasikan dan bertanggungjawab dalam penyelenggaraan kegiatan dan fasilitas pelayanan pada instansi.

4. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

(13)

BAB III VISI, MISI, TUJUAN A. Visi dan Misi

1. Visi

Memperhatikan visi kedua Presiden RI “Pembangunan SDM dengan menjamin Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Usia Sekolah“ dan Visi kementerian Kesehatan “Terwujudnya Masyarakat Sehat, Produktif, Mandiri, dan Berkeadilan untuk menuju Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong” serta berdasarkan analisis lingkungan strategis, maka dirumuskan Visi Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar berikut :

2. Misi

Untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan misi sebagai berikut:

1. Kami adalah Unit Pelaksana Teknis di Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat

2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara holistic berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi melalui integrasi pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional

“ Pusat Penggerak Pembangunan dan Pengembangan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional

Indonesia”

(14)

3. Berkontribusi dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat, mandiri, dan berkeadilan

4. Berjuang mewujudkan generasi unggul dan berdaulat

B. Tujuan 1. Tujuan

Tujuan dalam dokumen Rencana Aksi Tahun 2021 yaitu menentukan target yang akan dicapai dalam waktu satu tahun kedepan. Adapun tujuan BKTM Makassar dalam mendukung Visi dan Misi yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional dalam rangka menciptakan masyarakat sehat, mandiri, dan berkeadilan. Dalam rangka mewujudkan tujuan maka BKTM Makassar berupaya agar pelayanan kesehatan tradisional dapat diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan konvensional. Pada tahap awal BKTM Makassar berupaya untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisional ke dalam program kesehatan masyarakat di puskesmas. Dengan demikian tujuan BKTM Makassar yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional di fasyankes di wilayah jejaring BKTM Makassar.

Selain tujuan di bidang kesehatan tradisional, BKTM Makassar sebagai UPT yang secara administrasi dibina oleh Sekertariat Jenderal Kesehatan Masyarakat memiliki perjanjian kinerja dengan Sekertariat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Oleh karena itu ditetapkan pula tujuan yang mendukung tujuan Sekertariat Jenderal Kesehatan Masyarakat pada tahun 2021 ini yaitu Nilai Penerapan Reformasi Birokrasi sebesar 57,5% dan Presentasi kinerja RKAKL sebesar 82,5%.

2. Sasaran

Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional, maka BKTM Makassar berupaya agar pelayanan kesehatan

(15)

kesehatan masyarakat yang ada di psukesmas. Dengan demikian ditetapkan sasaran yaitu puskesmas yang melaksananan yankestrad integrasi di wilayah provinsi jejaring BKTM Makassar.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tercapainya Nilai Reformasi Birokrasi dan Persentasi Kinerja RKAKL maka ditetapkan sasaran yaitu meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen di lingkup BKTM Makassar.

3. Indikator

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2358/MENKES/PER/XI/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat, BKTM Makassar secara administratif dibina oleh Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak dan secara teknis fungsional dibina oleh Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer. Sehubungan dengan adanya reorganisasi di lingkungan Kementerian Kesehatan, berdasarkan Permenkes nomor 64 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan maka saat ini BKTM Makassar berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, secara administratif dibina oleh Sekertariat Direktorat Kesehatan Masyarakat.

Pada tahun 2020 terjadi reorganisasi kembali di lingkup Kementerian Kesehatan RI dengan diterbitkannya Permenkes nomor 25 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Kemudian untuk melaksanakan ketentuan Pasal 267 Permenkes Nomor 25 tahun 2020 maka ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Permenkes Nomor 31

(16)

Teknis Bidang Kesehatan Tradisional Masyarakat. Dengan demikian saat ini organisasi dan tata laksana BKTM Makassar berpedoman pada Permenkes Nomor 31 Tahun 2020.

Berdasarkan Permenkes Nomor 31 Tahun 2020 BKTM Makassar merupakan UPT di bidang kesehatan tradisional masyarakat yang memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang kesehatan tradisional. Oleh karena itu BKTM Makassar berupaya untuk menjalankan tugas dan fungsi di bidang kesehatan tradisional dan juga melakukan upaya-upaya yang mendukung fungsi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Untuk itu BKTM Makassar menggunakan 2 jenis indikator sebagai upaya dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang kesehatan tradisional serta sebagai upaya untuk mendukung fungsi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat yaitu IKU dan Indikator Kinerja Antara.

Kepala balai memiliki perjanjian kinerja dengan sasaran program/ kegiatan yaitu meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian Kesehatan. Guna mengukur pencapaian sasaran/program tersebut maka digunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu nilai reformasi birokrasi dan persentase kinerja RKAKL.

Untuk mendukung tercapainya sasaran program/kegiatan tadi maka ditetapkan dua kinerja utama kepala balai yaitu: 1) terwujudnya layanan dukungan manajemen satker dan layanan perkantoran; 2) terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional.

Lalu kinerja utama pertama diturunkan menjadi kinerja adum yang terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu: 1) terlaksananya koordinasi penyusunan rencana, program, dan anggaran; 2) terlaksanaya kegiatan pelaksanaan urusan adminidtrasi UPT; 3)

(17)

Ketiga kegiatan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari indikator antara.

Kinerja utama kepala balai yang kedua yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional. Guna mencapai kinerja utama tersebut maka dilaksanakan empat kegiatan yaitu: 1) fasilitasi pengembangan model yankestrad; 2) fasilitasi rujukan penapisan; 3) bimbingan teknis yankestrad; dan 4) kemitraan di bidang yankestrad. Keempat kegiatan tersebut juga merupakan perwujudan dari fungsi BKTM Makassar yang tertuang dalam Permenkes nomor 31 tahun 2020 yang sekaligus ditetapkan sebagai indikator antara. Kegiatan-kegiatan tersebut diturunkan menjadi kinerja jabatan fungsional dan jabatan pelaksana yang ada di Instalasi Pengembangan Model Yankestrad serta Instalasi Penapisan dan Fasilitasi Rujukan Penapisan.

Tercapaianmya indikator kinerja antara tersebut secara tidak langsung juga mendukung pencapaian indikator kinerja utama yang telah ditetapkan dalam perjanjian kinerja kepala balai.

Keterkaitan antara tujuan, sasaran, indikator, serta pembagian peran antara kepala balai, kasubag adum, dan JF/JP ditampilkan pada skema berikut ini:

(18)

Terwujudnya Pelayanan Kesehatan

Tradisional Terwujudnya Layanan

Dukungan Manajemen Satker dan Layanan Perkantoran KINERJA

UTAMA KEPALA BALAI IKU

Nilai penerapan reformasi birokrasi lingkup Direktorat

Jenderal Kesehatan Masyarakat

Persentase kinerja RKAKL lingkup Direktorat Jenderal

Kesehatan Masyarakat

INDIKATOR KINERJA ANTARA

Terlaksananya fasilitasi pengembangan model

yankestrad KINERJA JF & JP

Terlaksananya fasilitasi rujukan penapisan

Terlaksananya bimbingan teknis

yankestrad

Terlaksananya kemitraan di bidang

yankestrad KINERJA ADUM

Terlaksanaya pembangunan ZI di

lingkup BKTM Makassar Terlaksanya

Koordinasi penyusunan rencana

,program dan anggaran

Terlaksanya kegiatan pelaksanaan urusan

administrasi UPT

Meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen

Kementerian Kesehatan SASARAN

PROGRAM/

KEGIATAN

Gambar 2

(19)

Sasaran program yaitu meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian Kesehatan. Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran tersebut maka ditetapkan indikator kinerja yang tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK) yaitu:

1) Nilai Penerapan Reformasi Birokrasi pada Lingkup Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat

2) Presentasi kinerja RKAKL Lingkup Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat

Sasaran dan indikator kinerja utama yang tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja merupakan pemberian dari eselon 1 yaitu milik Sekertariat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. BKTM Makassar sebagai salah satu UPT yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan turut berkontribusi dalam pencapaian sasaran tersebut melalui pencapaian sasaran di lingkup BKTM Makassar sehingga sasaran yang digunakan menjadi koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen. Dengan demikian indikator yang digunakan untuk mengukur capaian beserta target tahun 2021 menjadi sebagai berikut:

Tabel 1

Target Indikator Kinerja BKTM Makassar Tahun 2021

N O

SASARAN PROGRAM/

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA

TARGET 2021 1 Meningkatnya

koordinasi

pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan

1 Nilai Penerapan Reformasi Birokrasi

57,5%

2 Presentasi kinerja RKAKL

82,5%

(20)

Sesuai dengan tugas dan fungsi BKTM Makassar yang tertuang dalam Permenkes Nomor 31 Tahun 2020, di mana BKTM Makassar merupakan UPT di bidang kesehatan tradisional masyarakat, maka telah ditetapkan tujuan yang selaras dengan tugas dan fungsi BKTM di bidang kesehatan tradisional yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional di fasyankes di wilayah jejaring BKTM Makassar. Guna mencapai tujuan tersebut maka ditetapkan beberapa kegiatan rutin setiap tahunya yang merupakan perwujudan tugas dan fungsi BKTM Makassar sekaligus ditetapkan sebagai indikator kinerja antara.

Adapun indikator kinerja antara yang telah ditetapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2021 sebagai berikut:

Tabel 2

Target Indikator Anata BKTM Makassar Tahun 2021

N o

INDIKATOR KINERJA ANTARA TARGET 2020 1 Penyusunan rencana, program, dan

anggaran

2 kegiatan

2 Fasilitasi pengembangan dan penerapan model yankestrad

1 kegiatan 3 Fasilitasi rujukan penapisan yankestrad 1 kegiatan 4 Bimbingan teknis yankestrad 2 kegiatan 5 Pelaksanaan kemitraan di bidang

kesehatan tradisional

2 kegiatan

6 Pelaksanaan urusan administrasi UPT bidang kesehatan tradisional masyarakat

7 kegiatan

(21)

BAB IV RENCANA AKSI

A. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran

Strategi pencapaian tujuan dan sasaran merupakan penjabaran operasional dari kebijakan dan program sebagai upaya pencapaian target unit kerja. Oleh karena itu dalam mencapai tujuan dan sasaran dari BKTM Makassar diperlukan kebijakan- kebijakan sebagai sebuah strategi untuk mencapai target dari indikator kinerja yang telah ditentukan.

Tujuan BKTM Makassar yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional dalam rangka menciptakan masyarakat sehat, mandiri, dan berkeadilan. Dalam rangka mewujudkan tujuan maka BKTM Makassar berupaya agar pelayanan kesehatan tradisional dapat diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan konvensional.

Pada tahap awal BKTM Makassar berupaya untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisional ke dalam program kesehatan masyarakat yang ada di puskesmas. Untuk itu ditetapkan sasaran yaitu puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan tradisional integrasi di wilayah provinsi jejaring BKTM Makassar.

Selain tujuan di bidang kesehatan tradisional, BKTM Makassar sebagai UPT yang secara administrasi dibina oleh Sekertariat Jenderal Kesehatan Masyarakat memiliki perjanjian kinerja dengan Sekertariat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Oleh karena itu ditetapkan pula tujuan yang mendukung tujuan Sekertariat Jenderal Kesehatan Masyarakat yaitu Nilai Reformasi Birokrasi pada Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Presentasi kinerja RKAKL pada Program Pembinaan Kesehatan

(22)

Berdasarkan analisis TOWS yang telah dilakukan, guna mencapai tujuan dan sasaran tersebut maka ditetapkan strategi BKTM Makassar yang dijabarkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang akan di laksanakan di tahun 2021 yaitu :

a) Penyusunan rencana program dan anggaran di bidang kesehatan tradisional

b) Sinkronisasi rencana program antara BKTM Makassar dan daerah

c) Pelaksanaan layanan kesehatan tradisional dalam rangka pengembangan model

d) Pelaksanaan kegiatan penguatan kelembagaan di bidang kesehatan tradisional

e) Pelaksanaan kegiatan pengembangan model pelayanan kesehatan tradisional di fasyankes kab./kota

f) Sosialisasi dan advokasi kesehatan tradisional

g) Pelaksanaan kegiatan fasilitasi rujukan penapisan pelayanan kesehatan tradisional

h) Kegiatas fasilitasi & pemanfaatan TOGA

i) Asuhan mandiri pemanfaatan ramuan dan akupresur

j) Kegiatan identifikasi sasaran kemitraan di bidang kesehatan tradisional

k) Kegiatan pertemuan sasaran kemitraan di bidang kesehatan tradisional

l) Peningkatan SDM BKTM Makassar dalam pelaksanaan tugas teknis pelayanan kesehatan tradisional

m) Pembangunan budaya kerja & pola pikir di lingkungan BKTM Makassar

n) Pelaksanaan pembangunan zona integritas di lingkup BKTM Makassar

o) Pelaksanaan urusan administrasi UPT

(23)

B. Rencana Aksi

Dalam rangka mewujudkan tata kelola system perencanaan yang berkualitas, partisipatif, akuntabel, dan konsisten diperlukan rencana aksi sebagai instrumenya. Dalam matriks rencana aksi akan semakin jelas tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab yang menjadi pedoman individu sehingga pada akhirnya tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi dapat diwujudkan.Uraian rencana aksi tersaji dalam matriks berikut ini:

(24)

TAHUN 2021

N

O SASARAN INDIKATOR KEGIATAN TAR

GET AKSI

OUTPUT

PENANGGU

NG JAWAB ANGGARAN TW

I

TW II

TW III

TW IV

1 Meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen

Nilai penerapan reformasi birokrasi

Pembangunan Zona Integritas di lingkup BKTM Makassar

6 kegiat

an

Pembangunan Zona Integritas melalui 6 area perubahan

6

kegi ata n

Pokja WBK

Persentase RKAKL

Penyusunan rencana anggaran dan evaluasi penyerapan anggaran

2 kegiat

an

Melaksanakan penyusunan rencana anggaran dan program, revisi, refocusing

anggaran, serta konsultasi dan evaluasi program

1 kegia

tan

1

kegi ata n

Perencana &

Kasubag adum

2 Terwujudnya pelayanan kesehatan tradisional

Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengembangan model yankestrad

1. Layanan

kesehatan tradsional dalam gedung

12 bulan

Melaksanakan Kegiatan Layanan kesehatan tradsional dalam gedung

3 bula

n 3 bula

n 3 bula

n 3 bula

n

Kepala instalasi pengembanga

n model

Rp 812,394,000.00

2. Penguatan kelembagaan bidang Yankestrad

1 kegiat

an

Melaksanakan Penguatan kelembagaan bidang Yankestrad

1

kegi ata n

Adminkes Rp 45,000,000.00

(25)

3. Pengembangan Model yankestrad dalam gedung

2 kegiat

an

Melaksanakan Pengembangan Model yankestrad dalamgedung

1 kegia

tan 1 kegi

ata n

Kepala instalasi pengembanga

n model

Rp 14,790,000.00

4. Penetapan sasaran pengembangan model

1 kegiat

an

4. Terlasananya kegiatan Penetapan sasaran

pengembangan model

1 kegia

tan

Kepala instalasi pengembanga

n model

Rp 9,920,000.00

5. Pengembangan Model Yankestrad di Fasyankes

4 kegiat

an

5. Melaksanakan kegiatan Pengembangan Model Yankestrad di Fasyankes

2 kegia

tan 2 kegi

ata n

Kepala instalasi pengembanga

n model

Rp 76,643,000.00

6. Monitoring Evalausi Pasca Pengambangan Model Yankestrad di Fasyankes

13 kegiat

an

6. Melaksanakan Monitoring Evalausi Pasca

Pengambangan ModelYankestrad di Fasyankes

6

kegi ata n

7 kegi

ata n

Adminkes Rp 45,780,000.00

7. Diseminasi Informasi Impelemntasi Pengembangan Model di Fasyankes

2 kegiat

an

7. Terlasananya Diseminasi Informasi Impelemntasi Pengembangan Model di Fasyankes

2

kegi ata n

Adminkes Rp 31,080,000.00

8. Advokasi Prelayanan Kesehatan

3 kegiat

an

8. Advokasi Prelayanan Kesehatan

1

kegi ata

1 kegi

ata 1 kegi

ata

Adminkes Rp 81,900,000.00

(26)

9. Singkronisasi Perencanaan Program pelayanan Kesehatan Tradsional antara Kab./Kota dan BKTM

1 kegiat

an

9. Singkronisasi Perencanaan Program pelayanan Kesehatan Tradsional antara Kab./Kota dan BKTM

1

kegi ata n

Adminkes Rp 18,800,000.00

Terlaksananya fasilitasi rujukan penapisan

Fasilitasi rujukan penapisan

1 kegiat

an

Melaksanakan penapisan yankestrad

1

kegi ata n

Koordinator penapisan

Terlaksananya bimbingan teknis yabkestrad

1. Fasilitasi pemanfaatan TOGA

Melaksanakan fasilitasi penanaman &

pemanfaatan TOGA di fasyankes kab./kota

6 pkm

6 pkm

6 pkm

Koordinator Kemitraan

Rp 245,700,000.00

2. Asuhan mandiri pemanfaatan akupresur & ramuan

2 kegiat

an

Bimbingan teknis bagi petugas puskesmas terlatih selfcare ramuan dan akupresur

1

kegi ata

n

Koordinator Kemitraan

Rp 32,800,000.00

Melaksanakan Sosialisasi yankestrad dalam menunjang Program GERMAS

1

kegi ata n

Koordinator Kemitraan

Rp 200,000,000.00

Terlaksananya kemitraan di bidang

1. Identifikasi sasaran kemitraan di bidang yankestrad

1 kegiat

an

Melaksanakan Identifikasi sasaran kemitraan di bidang

1

kegi ata

Koordinator

Kemitraan

Rp 14,415,000.00

(27)

2. Pertemuan sasaran kemitraan di bidang yankestrad

1 kegiat

an

Melaksanakan Pertemuan sasaran kemitraan di bidang yankestrad

1

kegi ata

n

Koordinator Kemitraan

Rp 32,070,000.00

3 Terwujudnya layanan dukungan manajemen satker dan layanan perkantoran

Terlaksananaya kegiatan layanan dukungan manajemen satker dan layanan perkantoran

1. Urusan kepegawaian

1 kegiat

an

Melaksanakan urusan kepegawaian

3 kegi

ata n

3 kegi

ata n

3 kegi

ata n

Subag Adum Rp 406,672,000.00

2. Urusan keuangan dan BMN

1 kegiat

an

Melaksanakan urusan keuangan dan BMN

3 bula

n 3 bula

n 3 bula

n 3 bula

n

Subag Adum Rp 684,140,000.00

3. Urusan Kearsipan

& kerumahtanggaan 1 kegiat

an

Melaksanakan urusan kearsipan &

kerumahtanggaan 3 bula

n 3 bula

n 3 bula

n 3 bula

n

Subag Adum Rp 8,299,538,000.00

4. Urusan ortala 1 kegiat

an

Melaksanakan urusan ortala

1 kegi

ata n

Subag Adum Rp 68,790,000.00

5. Pengelolaan data

& informasi

1 kegiat

an

Melaksanakan pengrlolaan data &

informasi

1 kegia

tan 1 kegi

ata n

1 kegi

ata n

1 kegi

ata n

Subag Adum

6. Pemantauan, pelaporan, evaluasi lingkup adum

1 kegiat

an

Melaksanakan pemaantauan, evaluasi pelaporan

1 kegia

tan 1 kegi

ata n

1 kegi

ata n

1 kegi

ata n

Subag Adum

7. Pembangunan zona integritas

1 kegiat

an

Melaksanakan pembangunan zona integritas

1 kegia

tan 1 kegi

ata 1 kegi

ata 1 kegi

ata

Subag Adum

(28)

P E N U T U P

Rencana Aksi Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar Tahun 2021 merupakan komitmen perencanaan yang memuat visi, misi,tujuan, sasaran, strategi, indikator program dan kegiatan, serta anggaran yang digunakan. Dokumen ini sekaligus memberikan arah kepada pemangku kepentingan (stakeholder) untuk berperan aktif dalam pembangunan kesehatan.

Evaluasi terhadap rencana aksi akan dilaksanakan setiap bulanya melalui pengukuran kinerja dan secara keseluruhan akan dievaluasi pada akhir tahun. Hasil dari evaluasi tersebut akan menjadi bahan untuk pengembangan instansi dimasa yang akan datang.

rencana aksi ini merupakan komitmen bersama seluruh pimpinan dan staf pada lingkup BKTM Makassar. Oleh karena itu perlu adanya tanggung jawab bersama untuk melaksanakannya.

(29)

Jl.Perintis Kemerdekaan Km.11 Telp : (0411)-584172, Fax : (0411)-84172 e-mail : [email protected]

KEPUTUSAN

KEPALA BALAI KESEHATAN TRADISIONAL MASYARAKAT MAKASSAR NOMOR: PR.03.1/1/717/2021

TENTANG

PENETAPAN RENCANA AKSI BALAI KESEHATAN TRADISIONAL MASYARAKAT TAHUN 2021

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALABALAI KESEHATAN TRADISIONAL MASYARAKAT MAKASSAR

MENIMBANG : a. bahwa dalam rangka pencapaian tujuan Rencana Kerja Tahunan BKTM Maakassar Tahun 2021 yang ditetapkan dengan keputusan Kepala BKTM Makassar, perlu disusun Rencana Aksi BKTM Makassar Tahun 2021 ;

b. bahwa Rencana Aksi merupakan tindak lanjut untuk mencapai tujuan yang dilaksankan secara efisien dengan meperhitungkan anggaran dan waktu pelaksanaan programdan kegiatan.

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, maka perlu menetapkan Perubahan Rencana Aksi Tahunan 2021 dengan Keputusan Kepala BKTM Makassar;

MENGINGAT : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5036);

5. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana

(30)

Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan ;

7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 31 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Kesehatan Tradsional;

8. Keputusan Kepala BKTM Makassar Nomor PR.03.1/1/724/2021 tentang Perubahan kedua Rencana Aksi BKTM Makassar Tahun 2020-2004.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN KEPALA BALAI KESEHATAN TRADISIONAL MASYARAKAT TENTANG PERUBAHAN PERTAMA RENCANA KERJA TAHUNAN BALAI KESEHATAN TRADISIONAL MASYARAKAT TAHUN 2021 KESATU : Rencana Aksi Balai Kesehatan Tradsional MasyarakatTahun 2021

merupakan dokumen perencanaan dengan serangkaian program dan kegiatan sebagai acuan dalam pencapaian target kinerja BKTM Makassar ;

KEDUA : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diubah dan dibetulkan sebagaimana mestinya

NIP. 19710406200122001 Tembusan :

1. Direktur Jenederal Kesehatan Masyarakat di Jakarta;

2. Sekretaris Jenderal Kesehatan Masyarakat Republik Indonesia di Jakarta;

Pada Tanggal, 09 Juli 2021 KEPALA BKTM

DR.dr. ANNA KHUZAIMAH,M.Kes

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya dapat pula dikelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja, pertama yaitu faktor internal yang berasal dari karyawan itu sendiri, seperti

Obyek yang nampak dalam kesadaran manusia disebut oleh Husserl dengan Noema.. Noema hanya satu meskipun penangkapan

Sebuah satelit memiliki berat 8.000 N ketika berada di permukaan bumi. Apabila satelit tersebut dibawa

• ?al ini dilakukan dengan menghubungkan diode +m seperti ditunjukkan pada gambar A@%a, dan diode ini disebut diode ree&heeling. • Gperasi rangkian dapat dibagi menjadi

Salah satu komponen penting yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran Abad 21 adalah kemampuan menggunakan hingga membuat sumber belajar berbasis

Kita dapat melihat bahwa penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika seorang manajer, spesialis informasi dan pemakai serta hukum yang berlaku.

Prestasi seorang pemain dalam permainan sepak bola ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah dengan menguasai teknik dasar, yakni dribbling, shooting, passing, throw-in

Hasil penilaian menggunakan fuzzy logic berbasis faktor-faktor keberlanjutan yang telah ditentukan menunjukan bahwa tingkat keberlanjutan fisik Kampung Arab (