• Tidak ada hasil yang ditemukan

;iiji; : a. bahwa berdasarkan pasal 2. - f":"t p.mofra# {erul, Air Bawah lanah Oen" Air pernukaan. : 1. t_indane-undang Nomor 13 Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan ";iiji; : a. bahwa berdasarkan pasal 2. - f":"t p.mofra# {erul, Air Bawah lanah Oen" Air pernukaan. : 1. t_indane-undang Nomor 13 Tahun"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KABiitfrTI-}{ {)AIRAI* T].C(.{T,

It

pA?r

NCI{OR

i ZZ

T.AI{UN t998 SERI

A hr0.

8

= :=====:===::========

======:============================

PERAT-I.]RAI.{ DAERAS KABUPATTN DAmAH TII.JGKAT

II

PATI

hryOR 6 TArrN 199g TA$AIX3

PAJAK PBi{A}truATAI\t AIR BAWAH

ATR FE-RMLKAAN

TAI{AII DAN

Menimbang

Mengingat

DF}iGAI'I RAT&{AT TGIAN YAI\6 },fAHA Es,{

B[]PA?I KEPAIA DAERAII

TI}IGKAT

II

PATI

: a.

bahwa berdasarkan

huruf f tindang_*A*u-L*r

pasal

2 ayat

1g Tahun(Zl

1997 tgntSru

- puj*

Daeralr

Retribusi,

dan

{erul, f":"t p.mofra#

Air rerupakan-

Bawah

lanah jenis pajak -ilr"d

Oen"

Air

pernukaan

Tinekat

II ; --J\

b.

bahwa

unjuk-

memungut pajak sebagai_

nana dimaksud

furuf " puitu ;iiJi;

kan dengan peraturan

o"I."n.

: 1.

t_Indane-undang

tentang

penbentukan Nomor

13

Daerab_daerahTahun 1950 Kabupaten

dr.lT

Lingkungan propinsi Jawa Tengah

ie5o )

;

( nerit-a i.g.r,

Tahun

(2)

2

2.

Undang-undang

l.Iomor 5

Tahun 1974

tentang pokok-pokok pemerihtahan Di

Daerah

(t-enbaran Negara

Tahun

lg74

Nonor 38,

Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 3037) ;

3.

Llndang-undang

Irtcnor 17

Tahun 1997

tentang

Badan

peqyelesaian

Sengketa Pajak

(

Lenbaran

Negara Tahun

lggT Nomor 4O, Ta.mbahan

Lenbaran

Negara Nonor 368a);

4.

IJndang-undang

Nomr lB Tahun

lggT

tentang

Pajak Daerah

dan Retribusi Daerah ( Lembaran

Negara Nonor 97

Nonor 41,

Tanbairan Lenbaran Negara Nonor 3685

)

;

5.

Undane-undang

I'iomr 19 Tahun

1gg7

tentang

Penagihan pajak dengan Surat Paksa

(

tembaran Negara

Tahun

IggT Nonor

42,

Taabahan

Lenbaran

Negana Noraor 3686

)

t

6-

Peraturan Pemerintah

Nomr

19 Tahun

l9t7

tentang

pajak

Daerah

(

Lenbaran Negara

Tahun

l99T lrbn<rr

54,

Tanbafian Lenbaran Negara Nomr 3691

)

;

7" Keputusan ilrenteri Dalao

Negeri Norn>r

84 Tahun

1993 tentang Bentuk Peraturan llaerah dan peraturan Daerah

Perub*han;

legalitas.org

(3)

Menteri Dalat

Negeri

Itbrcr

120 Tahun

.tggl t;;;.rg

pedoan Tata Cara PrneutEn najafr-naErafr ;

9.

Kegttusan ilen

!73 i;h,;*$;i: ,#tr.."ff* H;

Feneriksaan

di

BidanS

n"r=r*'i,*rah

; 10.

peraturan kT.h lbbupaten

Daerah

Tingkat rr eali- r_r"roi*j*r*hun

rgsg

.l?"tY-1,:Yiait redwai i*euli sipir

il'#iHffitr',mi'f*.,f;;

kngan

persetui

N"uip"te,,"ffi#i"ff*ffiT, #il*tt* Ragat kerarr

MEMUTUSKAN

:

PERA1IJRAN

DtyAI{

KABUPATB{ DAERAH

TI}I}(AT II

PATI

-lEI\TrA}6,-.;ffi"

Pg{A},I_

FAATAN AIR BAPAI{ rar,qan nall ar*',nrxmxoo*

Menetapkan

r**ffi*t**

Pasal

1

FI*

peraturan Daerah

ini

yang

dengan :

a. Tingkat $.erah adalah

Kabupaten

II pati ; '--r-=v"

dimaksud Daerah

(4)

b.

C.

d.

e-

4

Pemcrintah Daerah

adatah penerir:tah

Kabupatcn

Daerah Tingknt

II pati

;

Bupati Kepala Daerah adale.h Bupa.ti Kepala Daeralr

Tingkat

It pati

t

Dinas Pendapatan Daerah adalah Dina.s pendapaian Daerah Kabupaten Dacrah Tingkat

II pati

;

Pajak

Pemanfaatan

Air Bawah

Tanah dan

Air

pernukaan ya*g selanjutnya disebut

pajak

adaiah

Pungutan Daerah atas penanfaatan

air

barah tanatr dan

air

permukaan ;

Air

bawah tanah adalah

air

yang

berada

diperut

buni,

termasuk mata

air yang nuncul slcar*

alamiah

diatas

pernukaan tanah ;

Air

pernukaan adalah

air

yang berada dipernukaan

buni tidak

ternasuk

air laui

;

Surat Penberitahum pajak ttaerah

yang

selanjutnya

disingkat

spTpD adalah Surat

penlerf

t"ltl* dari f,tajib Fajaft yang berisi

besa.rnya

jumlah

Air

Bawah Tanatr

dan alau air

persukaan

yang

dianbil

Wajib pajak dala-n suatu nasa pajak;

Surat Setoran pajak

Daeratr,

yang

selan3uinya

disingkat

SSPD, adalah

surat

yrng aieunatan otefr

*ajib

Pajak, untuk

relakukan penbayaran

atau penyetoran

pajak yang terutang

ke l(as Daerah

atau

ke

ternpat

lain

yang ditetapkan oleh Bupati Kepala Daerah;

*t?t

, Ketetapan pajak

herah

yang selanjutnya

disingkat

SKPD

adalah

Surat - treputusan

y;g

benentukan besarnya junlatr pajak yang

terutang

;

g.

h.

f

1.

J.

legalitas.org

(5)

k.

Surat Ketetapan PejEk llaerah Kurang

Bayar

yang

selanjutnya disingkat

SKPOT(B

adnlah

Surat

Keputusan yang Gnentukan besarn5m

junlah

Pajalc

yarg terutang, juslah kredit pajak,

junlah

kekurangan

penbayaran pokok pajak,

besarrtya sanksi

ndministrasi,

dan

junlah

yang

rasih

harus

dibayar

;

I. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang

Bayar Tambahan

yang selanjutnya disingkat

SKPDfiBT

adalah Surat Keputusan

yang

menetukan tarbatran ata^s

jurilah

Pajak yang

telah ditetapkan

;

n. Surat

Ketetapan Pajak Daerah I-ebih Bayar, yang

selanjutnya disinekat

SKPDLB,

adalatr

Surat

Keputusan yang

nenentukan

junlah

kelebilran

pembayaran

pajak karena junlah kredit

pajak

Iebih

besar

dari pajak

yang

terutang atau

tidBk seharusnya

terutang

;

n. Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil,

yang

selanjutnya disingkat

SKPD,I,

adalah

Surat Keputusan

yang

nenentukan

jumlah pajak

yang

terutang

sana besarnya

dengan

junlah kredit pajak,

atau

pajak tidak terutang

dan

tidak

ada

kredit

pa.jak ;

o. Surat Tagihan Pajak

Daerah

yang

selanjutnya

disingkat

STPD,

adalah surat untuk

nelakukan

tagihan pajak atau

sanksi

adninistrasi

berupa bunga dan atau denda ;

p. Pejabat adalah pejabat yang ditunjuk

oleh Bupati Kepala Daerah.

(6)

6

BAB

II

},IAK.1, OIlytX IIAN SUByf,K pAJr\K

Pasal

2

(1)

Dengan narui!

pajak

peoanfaa.tan

Air

Bawah

Tanah dan

Air

permukean dipungut pajak atas

setiap

penanfaatan

air

baratr tanah dan

air

perrukaan.

(2)

Obyek Fajak adalah :

a.

pengasbilan

air

bawah tanah ;

b.

penganbilan

air

pernukaan.

Pasai

3

Dikecualikan

dari

obyek pajak adalah :

a,

Pengarrbilan

air

bawah tanah dan

atau air pernukaan oleh pererintatr pusat

dal

Pemerintah Daerah ;

b.

Penganbilan

air

pernukaan

oleh

B{IfrI yang

khusus didirikan untuk

nenyelenggarakan

usaha eksploita-si dan

peneliharaan pengairanrserta nengusahakan

air

dan sunber- sumber

air

;

c.

Penganbilan

air

bawah tanah

dan

atau

air pernukaan untuk kepentingan

pengairan

pertanian

rakyat

;

d.

Pengaebilan

air

bawah

tanah

dan atau

air

permukaan untuk keperluan dasar ruoah tangga;

e.

Penganbilan

air

bawah

tanah

dan atau

air pernuhaan lainnya yang diatur

dengan

Peraturan Daerah.

legalitas.org

(7)

(1)

(2)

pasal

4

Subyek

Pajak

adalah

or.ang

pribadi

atanr

l"dq yang

renganbi

I dhn-atau

neaanfaat_

kan air

barah tanah dan atau

air

perrukaan

wajib

Pajak adalah orang

pribadi

atau Badan

yang nengaobil air

bawah

tanah

dan

air

pernukaan.

BAB III

DASAR PEhXJENAAN DAN TARTP PAJAK

pasal

5

Dasar Pengenaan pajak adalah

nilai

perolehan ai

r.

(l)

(2) Nilai perolehan Air

sebagainana dinaksud pada

ayat

( l

) pasal ini dinyatakan

dala-u

rupiah

yang

dihitung

menurut sebagian atau

seluruh faktor-faktor

:

a. Jenig

suuber

air

;

b.

Lokasi susber

air

;

c.

Volune

air

yang dia.mbi

I

;

d. Kualitas air

;

c"

I-uas

areal

tenpat peoakaian

air

;

f

.

Musin pengarnbilan

air

;

g. Tingkat kerusakan

I

inehmgan

yang

diakibatkan oleh

pengasbitan- aan atail peuanfaatan

air.

(3) Cara nenghitung nilai perolehan air

sebagaimana dinaJrsud

pada ayat (2)

pasai

ini adalah nengalikan volure aii

yBng

dianbil

dengan harga dasar

air.

(8)

(4)

(s)

B

llarga Dasar

Air

sebagainana dinaksud pada

ayat (3) pasal ini ditetapkan s"Lr*

periodik oleh Bupati

Kepala

Daerah

re&_

perhatikan faktor-faktor

sebaginana

dinaksud pada

ayat (2) pasal ini.

Hasil perhitungan nilai perolehan air

sebagaimana dimaksud

ayat (2)

dan

(3)

pesal

ini

ditetapkan

oleh

Bupati Kepala Daerah.

/1\

(2)

Pasal

6

Tarip

Pajak ditetapkan sebesar ZO %

(

dua puluh persen)

BAB IV

WII-AYAFI PEMUISUTAN DA].I CARA PETIGHITUI{GN,I PAJAK

Pasal

7

Pajak yang ter:,itang dipungut

di

Wilayah Daerah.

Besarnya pajak yang

terutang dihitung

dengan

cara nengalikan tarif sebagaioana

dinaksud dalan

Pasal 6

dengan

nasai

pengenaan pajak

sebagaimana

dinaksud

dala^m

pasal 5

peratuian Daerah

ini.

,i

legalitas.org

(9)

BAB V

MASA PAJAK, SAAT PAJAK TERUT.4}G MI{

ST}RAT PEI'AERITA}IUAI,{ PAJAK NASRAn

Pa-sal 8

l'{asa Pajak rrdalah jangka ryaktu yang la,oanya

l(satu) buliur

takwist-

Pasal

9

pengisian SPTPD

Daerah.

Pajak

terutang

dalan rnasa pajak

terjadi peda

saat pengambilan

air

bawah tanah dan

air

pernuk*an.

Pasal

10

( 1

)

Set i ap l{aj

ib

pajak wa j

ib

nengi s

i

SpTpD.

(2)

SPTPD sebagaimana

ini

harus

diisi

dengan dimaksud pads

jelas,

benar

ayat d; i";gk {1}

pasatp

serta ditandatangani oleh Sajib

pajak atau

Kuasanya.

(J]

SPTPD sebagaimana dimaksud pada ayat 91) pasat

ini harus disanpaikan

kepada

&rpati 'fepala Daerah

selanbat-lambatnya

15 { lina belas

}

hari setelai,

berai<hirnya masrr pnjak.

(4)

Bentuk,

isi dan tata

cara ditetapkan

oleh

Bupati Kepala

(10)

10

BAB VI

TATA CARA PERHIfi]I'IGAT'I DAN SENE:TAPAN PAJAK

Pasal

11

( 1

\

Rerdasarkan SPT?D sebagaipana

dinaksud

Pa'sal

"' ;i';;;;-iij p"i"turan

Daerah

ini'

Bupati

{ewia

Daerah

*n.t.fUt' pajak terutang

dengan

penerL'i

tkan

SKPD'

(2i

Apabi

ia

SKPD sebagaimana

disnksud

pada ayar

(1i

Pasal

ini tiaat-ata"

kurang dibayar setelah

lewat

waktu

-paling

lama 3o

(tiga puluh) hari

se

jak SKPD diterirna' dikenahan

sanksi

administrasi berupa

bunga sebesar 2

%

(dua

pi"*")

sebulan dan

ditagih

dengan nenerbitkan

STI'I}.

Pasal

12

(1) wajib Pajak ynng nembayar sendiri'

SPTPD

st:bagaimana di-maksud

dalas

Pasal 11

ayat

i1)

Peraiuran Daerah ini digunakan

untuk

rnenghitungn menperhitungkan

dan

senetspkan

pajak

sendiri

Yang terutang'

(2) Dalrm

iangka waktu

5 (liaa)

tahun sesudah sast

tenrtangnya pajak,

Bupat

i Kepala

llaerah

dapat trenerbitklut :

a.

SKPDIG ;

tr.

SKPDKLT| ;

q';

,

SI{PIN.

legalitas.org

(11)

(3) sffic

sebqga.inana

dilal$ud pada ayat

(2)

huruf a

Pasal

ini diterbitkan

3

&.

Apabila

berdasarkan

hasif

pereritsaan atau keterangan

lain pajak yang terutang tidst atau kurang dibayar, dikenakan

sanksi

adninistrasi

berupa bunga

sebesar

2

X (

dua

persen

) sebulan dihitrxrg dari

pajak yans

kurang

atau terlanbat

dibayar

untuk

jangka

waktu paling lana 24 (

dua Inrluh estrat )

bulan dihitung sejak sast

terutangnya pajak.

Apabila

SPTPD

tidak disaspaikan

dalan

janeka waktu yang

telatr

ditentukari dan telatr

ditegur secara tertulis,

dikenakan sanksi

arrninistrasi

berupa bunga sebesar 2

% (

dua

p€rsen

) sebulan dihitung dari pajak

yang

kurang

atau terla.nbat dibayar

untuk jangks waktu

paling lama 24 ( dua 1xrluh erpat

)

bulan

dihituns sejak saat

terutangnya pajak.

Apabila kewajiban nengisi SPI"D tidBk dipenuhi, pajak yang terutang dihitung

secara jabatan, dan dikenakan

sanksi

ndministrasi berupa kenaikan sebesar

25 % (dua

puluh

lima

persen) dari pokok

pajak

ditanbah "sanksi administrasi

berupa bunga sebesar sebesar 2 % (dua persen) sebuian

di- hitung dari pajak yang kurang

atau

terlambat

dibayar untuk jangka

raktu paling [araa 24

(dua puluh

empat) bulan dihitung sejak saat

terutangnya pajak.

b.

c.

(12)

t2

(4)

StCpOXnf sebagaimana

dinaksud

pada

ayat

(Z)

huruf b Pasal ini diterbitkan

apabi

la diteuukan data baru atau data ysng

iemrla

belun terungkap yang

nenyebabkan .penasbahan

junlah pajak ysrg terutang, akan

dikenakan

sanksi administrasi berupa

kenaikan sebesar 100

% ( seratus persen ) dari

junlah

kekurangan

pajak

tersebut.

(5)

SKPDI.I

sebagainana dinaksud pada ayat

(2)

huruf c Fasal ini diterbitkan

apabila

ju-nlah pajak yang terutang sana

beiarnya

dengan junlah kredit pajak atau

pajak

tidak terutang

dan

tidnk

ada

hredit

pajak.

{6) Apabila kewajiban

menbayar

pajak

terutang dalan SKpDm dan SKpDIGT

sebagainana

dinaksud

pada

ayat (2) huruf a dan b pasal ini tidqk atau tidak

sepenuhnya

dibayar

dalan jangka waktu yang

telah ditentukan, ditagih

dengan

menerbitkan

STPD

dita.mbah dengan

sanksi

ndministrasi berupa

bunga 2 %

(

dua persen ) sebulan.

(7)

Penaobahan

junlah pajak yang

terutang

sebagaimana

dimksud pada ayat (4)

tida.k dikenakan

apabila wajib

pajak nelaporkan

sendiri

sebelun di lakukan t indakan peneriksaan.

legalitas.org

(13)

BAB VII

TATA CARA PEMBAYARAII

Pasal

13

(1)

Penbayaran pajak dilakukan

di I(.s Daerah

ateu

ditenpat lain yang ditunjuk

"iufr--nop*ti Kepala Daerah sesuai raktu yang

ditentukan dalan spTpD, sKpD,SKpDI(B,sIcDrGi

d; sT6.

--

(2) Apabila Iain

yang

ditunjukrhasi

pembayaran

pajak i

penerirann dilakukan ditenpat

p"j"t-n"ru"

disetor

ke

I.'s

Daerah

seraobat-ranu"inya-t'x

z+

jan atau dalan waktu yang ditentuian- ot"t, Bupati

IGpala Daerah.

(3)

Penbayaran

pajak

sebagainana

dinaksud

pada

ayat (1) dan ayat {2) pasal ini aiiatiian

dengan nenggunakan SSpD.

Pasal

14

(

1)

Penbayara,n

pajak harus

di

lalrukan

sekal igus

atau

lunas.

(2) Bupati Kelnla Daerah dapat

soenberikan

persetujuan kepada

vajib pajat

untuk

*r,g*U*.r, pajak terutang dalan kurun

waktu

teiteilu,

setelah nenenuhi persyaratan yang ditentukan.

(14)

l4

(j)

engsuran penbayaran

pajak

sebagainana diraksrwr

:

pada ayat

(2\

Pasal

ini,

harus

dilalukan

sessra

teratur dsn berturut-turut

dengan dikenskart

bunga sebesar

2 %

{

dua persen

)

setmlan

dari junlah

pajak yang belua atau kurang

dibayar' (4)

Bupati Kepala Daerah dapai'benberitan

persetuiu

an kepada Wajib Pajak

untuk

renurda penbayaran

pajall sampai batas waktu

yang

ditentukafl ietelah

memenuhi

persyaratan yang

ditentukan

dengari dikenakan bunga 2 % (dva persen) setnrlan

dari j";mlah pajak yang belum atau

kurang

ditayar

(5)

Persyaratan untuk clapat nengangsur

dan

EerilftCa

pembayaran

serta tata

cara penbayaran angsuran A*tt penundaan sebagaimana dinaksud

ayat (2)

dan

ayat (4) Pasal ini

ditetapkan oletr Bupati Kepala Daerah.

Pasal

15

{1) Setiap

penbayaran

pajak

sebagainana dicaksud dala-m

Pasal

15 Peraturan Daerah

ini diberikan

tanda

bukti

penbayaran dan

dicatat dalar

tnrku

penerimaan.

{2) Bentuk, jenis, isi, ukuran tanda

b'ttkti

pembayaran

dan buku penerinaan.

pajak

iebdgainana

dinaksud pada ayat (1)

Irassl

ini, ditetapkan

oleh

hrpati

Kepala Daerah'

legalitas.org

(15)

MB

V} TI

TATA CARA PENA{}ITIAN F/{JAX

Pasal

16

(

1)

pel.ak$.rna.an.

surat lain Suret {lujrrir} hriri

TegSrran yang

scjak*sast penagiha* lrajat. sejenis seb*gai atau

jai,ot.,

Surs,t

r**rrr'ro,u,rlJ-oi"*r.

l*ringxta* ..ff-li"c"t"" Ji*--r""rlt*,* :

&tan

t2) atau l}alagt tanggal surat surat jamgka *aktu ? {tujuhi hari ?eguran

atau

surai-p*riJe*t*r,

ser.etsl;

.lain ys.ng

se3enis,

Wajif;

p*jak

harus melunasi pajak

y*ie t**tang-

{3) Surat lain yarng sejenis Teguran, Surat sebag*imaria

pering*tan

atau

dircaksutlsrjr"at

pada ayat (l) Fasal ;ni dikeluarken

cleh Pcjabat.

posal

t7

(1) Ar-bila junlah.p"i"!

dengan

Perinsatan junlah ditentukan dalam tidak dilunasi pajak ysns atau

Aaian

surat"-:r"grrr*, atau surat harus-

yang

j;;i_

masih

lait yrg--;liii*, dib;t;; "jii&in

waktu

harus

sebagaieasradibayarSurat

Surat paksa.

(2) Pejabat nenerbitkan Surat paksa

segera

setelah lewat Zt ( dua puluh

""t" l--f,u,ri

Sejak tanggal surai_ i"grrr* atau

Surat Peringatan atau

surat Iain ians

sejenis.

(16)

16

Pasal

18

Apabilapajakyangharusdibay.artidakdilunasi a"fur jungka waktu

2 X

24 jan

sesudah tanggal

p"*U.rii"tt"an

Surat Paksa, Pejabat segera

nenerbit-

'kan

Surat Perintatr lr{elaksanakan Penyitaan'

Pasal

19

Setelah dilakukan penyitaan dan

wajib Pajak

belun

j*; nelunasi

utang

pajakrya, setelah lewat

10

i-iepulutr ) hari sejak tanggal

pelaksanaan Surat

peiintatr

!,lelaksanakan Penyitaan, Pejabat nengajukan

pernintaan

penetapan

tanggal pelelangan

kepada Kantor Lelang Negara.

Pasal

20

Setelah Kantor Lelang

Negara nenetapkan

hari' l"negaf jan

dan

t

enpat pelaksanaan

lelang'

Juru

iiti-*rUlritahukan

dengan

segera secara tertulis

kepada Wajib Pajak-

Pasal

2l

B,entuk,

jenis dan isi formulir

yang-dipergunakan

untuli trrlaksanaan penagihan Pajak

Daerah

ditetapkan

oleh Btrpati Kepala Da€rah'

legalitas.org

(17)

BAB PEtlGlRAlrcAI.I, KERIIftAIIAN

Pasal

PEMBEBASAI'I PAJAK

(1) Bupati Kepala

Daerah berdasarkan perrctnnan

Wajib Pajak dapat renberikan

pengur&rgan' keringanan dan penbebasan pajak.

(2) Tata cara

pemberian pengurangan, keringanan

dan

penbebasan

pajak

sebagainana dinaksud pa.da

ayat (1)

Pasal

ini,ditetapkan oleh

Bupati Kepala Daerah.

BAB X

TATA CARA PEMBETULAIiI, PEMBATALAI{,

PEI.UIRAIrcA.I KEfgfApAl{' DA{ PE}TXIAPIISAI*I ATAU PEISURAIGAI{ SAI.IKSI AIIIINISTRA.SI

Pasal

23

t1i Bupati Xepala Daerah karena jabatan

atau atas permobnan

flajib

Paiak daPat :

a.

nembetulkan SKPD atau S!(PXB

atau

SKPDI(BT

atau STPD yang dalao pe*erbitarmya terdapat

kesalahan tulis, kesalahan hitung'

dan

atau kekeliruan dalan

penerapar peraturan

perundangundangan p€rpajakan daerah ;

b. nenbatalkan atau

mengurangkan ketetapan pajak yang

tidak

benar ;

c. rengprangkan atau

oenghagruskarr sanksi admirristrasi berupa bunga,denda dan kenaikan pajak yang terutang dalan

hal sanksi

tersebut tlikenakan karena kekhilafan

wajib

Pajak atau bukan karena kesalaharmya.

IX

DA}'I

22

(18)

t8

(2)

perm*hr:nan peubetulan,

penhatelan,

pengura$aag

kctetap;:.n dan pengh*pusan steu

p€ngurangarl

ssnksi

sd'oinistrasi ates

SKPD, SlKRDffi, SCOtCf,

dan S?pO

seb*tg*imana dineksud pada

ayat (li

P:r:;;:*

ini har*.:

rlisaary_raikan

secara tertulis

*lch

ttn"lii: fl;r

j*!"

kt:;:ada }lr:pet

i

Kep*la D,*erah,

&tr{u }}erjatratr

selr*nl,"Et_}ambetnya

30 { tigtr priluh ) hrs.ri scj*L tangsal diteri$a

SKt{t, SXF{IXB, SKfTCIKST

*{.au SlT*

dengar-r nenberiken aJ;isatt vang

jclss.

i 3

i

Bup:i ja;i;* t

3 { i

Kepal t

jea i i:ulan a

$ae r

ah atau sejah srrrat

Fe

jatrat

permohr-xranpat ins

s*bag*icrana

dirua.ksud psda

ayat {2} pasal ini iliterima,

sudah harus *eeberikan'keputusan.

(a} Apabila Bupati

sebagaimana

Kepala setelah lexat

dimaksud Daerah pada

xaktu atam pejabat ayat 3 ( tiga ) (3)

Fasal buian

tidak ini,

rnemtrerikan

keputusan, permhonan

penbetulan,

penbatalanr. pengurangan ketetapan

daJl

penghapusan

a,tau

pengurnngrm sanksi aduinis_

trasi

diaqggrrp dikabulkan.

BAB XI

KEBERATAT.{ DAN E${DI}.IS

Pasal

24

(f

)

-qtajit

pajat

9*put oengajukan

keberatan lranya kepada Bupati Kepala Daerah

atau Fejabat

atas sesuatu :

legalitas.org

(19)

a.

SKPD ;

b.

S(PDKB ;

c.

SKPDI(BT ;

d.

SKPDLB .

e- $(PDiI.

ri

(2)

Permtronan keberatan sebagainana

dinaksud

pada

ayat (1) Pasal ini harus

disanpaikan

secara tertul'is dalan Batrasa

Indonesia

paling

laoa

3 (tiga)

bulan

sejak tanggal

SI(PI)' SKPDKB, SKPXBTT SKPDIS

da:

SI(PDI

diterina

oleh

wajib Pajak, kecuali apabiit

Wajib

Pajak

dapat menunjukan bahra jangka war.r*r

itu tidak

dapat

dipenuhi karena

keadaan

diluar

kekuasaannya.

Bupati Kepala Daerah atau Pejabat

dalan

jangka waktu

pal

ing lasa 12 (drra

belas)

bulan

sejak

tanggai

surat permtnnan

keberatan sebagaimana dimaksud pada

ayat (2) Pasal ini diterima, sudah

nenberikan Keputusan-

Apabila setelah

lewat waktu 12

(

dua

belas

)

bulan sebagaimana dinaksud pada

ayat (3)

Bupati

Kepala

Daeiirh

atau Pejabat tidak

renberikan

Keputusan,

perrchonan keberatan

diangS;sp

di

kabulkan.

(5)

Pengajuan keberatan sebagainana diraksud

ayat (1)

Pasal

ini tidak

nenurda kewajiban bayar pajak.

(3)

(1)

pada Een-

(20)

(1)

2A

Pasal

25

Wajib Pajak dapat

nengajukan

banding

kepada

Radan peqyelesaian- Sengketa pajak

dal; jaick"

waktu 3 ( tiga ) bulan seteiah aii.rinaG

Keputusan keberatan.

Pengajuan

banding

sebagainana

dinaksud

pada

ayat (1) Pasal ini llrlnk

nenunda kera:iUan

menbayar.

(2\

Pasal

26

Apabila pengajuan

keberatan sebagainana dioatsud

dalan

pasal

25

peraturan Daerah

i;i a;;

-U"rriirrg sebagainana dinaksud dara.n

pasal

26 peraturan d,erarr

ini

dikabulkan sebagian atau

seluruhnya, t i"Uif,*,

penbayaran

pajak dikenbalikan

dengan aiianuarr

imba-lan bunga sebesar-2

ts (

Aua persen

)

sebulan

untuk paling

lano

24

(dua puluh

enpatl

Uufan.--

BAB

XII

PETWEilBALIA}I KEI.TBIIIAN PEMBAYAMN PAJdT(

Pasal

27

{1) wajib pajak_ dapat nengajukan

permhonan pengenbal

ian

kelebilran peabayaran paJat tepaOa

Bupati Kelnla Daerah atau pejaUat

""ilr"

tertul is

dengan

neny*rtkan

sekuraigkurangnia:

a.

Nana d6rr

alarat fajib pajat ; -s-J b.

Masa

pajah

;

c.

Besarnya kelebitran penbaSiraran

Fajak

;

d.

Alasan yang

jelas.

legalitas.org

(21)

(2) Bupati Kepala Daerah atau pejsbat

dalau

jangka waktu

paling lnaa fZ t$ua-U"i"sl

bulan

sejak diterinanya pernohonan p""g""Uufi""

kelebihan peebavaran pajak

sebagaid;JJG,rc"a pada avat (l) pasar ini rrrrus--LGit*

Kelrutusan.

(3)

pada

Aprabila jangka waktu

sebagainana diqaksud

ayat (2) pasal ini

dira.npaui

Bupati

iepata Daerah atau

pejabat tirtak

nenberikan-X"lori,r"_r, pernohonan pengenbal

ian kelebitran p""Ur1r*, pajak

dianggap

dikabulkan dan Sfpof.g-L.o"

diterbitkan dalam raktu paling l"ra 1

(satu)

bulan.

(a) Apabila w"ji? pajak

mempunyai

utang

pajak

lainrgra kelebihan penbayaran

pajak uudg"i*rn

git"F"d pada

"y"t izl p"""r ini iitrgs,-e diperhittrngk'n

untuk

neiunasi terlebih lEutu

utang

pajek dinaksud.

(5)

kngembalian-

takukan

dalam,-waktu

kelebihan paiing

penbayaran

lara pajak -2-(

dua di_)

bulan sejak diterbitkinnya

SKpDLg dengnn

nenerbitkan Surat perintah

l{eubayar Xelebinan

pajak

(sna,rce)

-

(6) Apabi pengenbalian kelebitran

penbayaran

pajak dilakukan setelah lerat yaktu Z i*""1

!"I"1 sejak diterbitkannya

SKPDI.B

, n *ri

Kepala

Daerah atau

Fejabat oesberikan

i;6i_,

bunga sebesar 2

% (

dua persen

) sebutan--"i""

keterlanbatan

pembayaran ketebihan psjak.

(22)

22

Pasal

28

Apgbil*

kelebihan pembayaran

pajak

diperhitunekan dengan

utang pejak lainrlya,

sebagairarn

diraLsd

dalan pasal 28 ayat (4)

Peraturan Daerah

ini,

penbagraranryra

dilakukan dengan cafs

perirdah

bukuan

dsrr bukti

penindahbukuan

juea

berlaku sebagai

bukti

perbayaran.

BAB

XIII

KEDALUT'ARSA

Pasal

29

(1)

Hak untuk nelakukan penagihan pajakrkedalurarsa setelah

relaqaui

jangka waktu

5 (liqa)

tabun

terhitung sejak saat

terutangnya

pajak,

keeuali apabila

Sajib

Paja"k

nelakukan tindak

pidana

di

bidang Perpajakan Daerah.

(2)

Kedalurarsa penagihan

pajak

sebagaioama dinaksud 1Nda

ayat {1}

Pasat

ini

tertangguh

apabila

:

a. Diterbitkan $urat

Teguran dan Surat Paksa

atau

;

b. ada

pengalruan utang

pajak dari wajib

pajak

baik

langsung maupun

tidak

langsung-

BAB XIV

KETENTUAI{ Pl DA}.IA

Pasal

30

(1) Wajib Pajak yang karena

kealpaannya

tidak

menya"upaikan SPTPD

atau mengisi

dengan

tidak

benar atau tidak lengkep atau rela4rirkan

legalitas.org

(23)

keterangan yang

tidak

benar

sehingga

nerugikart keuangan Daerah

dapat

dipidana dengan pidana

kurungan paling lana 1 (satu)

tatrun dan atau denda-paling banyak

2 (dua) kali jwelah

pajak

yang terutang. {

{2) wajib Pajak yang dengan sengaia tidak

meiyanpa.ii<an SPIPD atau

nengisi

dengan

lifat benar

atau

tidak iengkap atau

mla'mpirkan keterangan yang

tidak

benar sehingga' 'nerugikan keuangan claerah dapat dipidana dengan pidana penjara patrine

!a*a 2 (

du1

) tahun

dan, at-au

i.ttd. pit itts banyak 4

{empat

)

kBl

i

jumlah

pajak yang terutang.

Pasal :t

Tindak

pidana sebagainana dinaksud dalan pasal 31

tidak dituntut setelah

melanpaui janeka waktu 10

(

sepuluh

) tahun sejak saat terutangnya

pajak

atau

berakhirnYa

l.lasa

Pajak.

BAB XV

-

PENYIDIKA}I

Pasal

32

(1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di

I ingkungBn Pemerintah Daerah

diberi

lrewenang

khuius sebagai Penyidik untuk

nelakukan

penyidikan tindak

pi.dana

di

bidang perpajakan

Aaeiatr

sebagainana

diraksud dalao

l}ndarg-

undang Homr 8 Tahun 1981 tentang

flukua

Acara Pidana"

(24)

(2)

24

Wewenang fienyidik seba,gaiEana

dinnksud

padg

ayat (t)

Pasal

ini

adrtatr --

a. lknerina,

mencari, aengunpulkan dan

reneliti

kctemngan

atau

laporan- berkenaan

d;"g;

tindak

pidana

di bidBng

perpajakan da.;ah

egar keterangan atau

lapcrran tersebut menjadi lcngkap d*n

jelas

;

b.

McneI i t i,mencari,dan nengumpulkan keter&ngan mengenai ors.ng

pribadi atau badan tentilt kebenaran perbuetan yang dilakukan

"J

hubungan dengan

tindak

plAa.,* perpa;e*an daerah tersebut;

c. Meminta

keterangan

dan

bahan

bukti dari

orang

pribadi

atau badan sehubungan Aengan tindak pidana

di

bidang perpajatan ;

d.

l.',fcmeriksa buku-buku,

catatan_catatan

dan

dokumen-dokusen

lain

berkenaan dengan

tindJ

pidana

di

bidang perpajakan daerah ;

e-

Meiakukan penggetedahan rmtuk rendapatkan

ba.han bukti

penbukuan.

pencatatan,

dan

dokunen*dokr_u*en

lain, ,,,,it*

melalarkan

p€nyitaan terhadap bahan

bukti tersebufl

f

.

peiaksanaan Merninta bantuan.

tugas tenaga

penyidikan

ahli dalam tindak pid;;

rangka dibidane perpajakan daerah ;

.,I

legalitas.org

(25)

g.

It'{enyuruh.-

bertrenti, relarang

seseorang

neninggalkan ruarrgan

atau teepat ffi

saat peneriksaan sedang berlangsung dan neaeriksa

identitas orang dan atau

dokumen yana

dibara

sebagaixxrna dioaksuel

pads huruf

e

pasal ini; -

,

h.

Memotret

.seseorang yang

berkaitan dengan

tindak

pidana

perpajaiantaerah

;

i

.

Mernanggi

I

orang untuk didengar keterangarurya dan

diperiksa

sebagai tersangka atau

"ILi

;

j-

Menghentikan penyidikan ,

k-

Ir,{el&kukan

tindakan lain yang perlu

untuk

kalancaran penyidikan

tindak pia*u

OiUiO""e perpajakan daerah

menurut huhre

"*u"i"*,

d i pe r t anggung jawabkan .

(J)

menberitahukan

Penyidik

sebaginana dimaksud.

pada ayat

(1)

- dirulainya penyidikan

dan

menyampaikan

hasil penyidit*;;;- *

kepada

Penuntut Umum,

sesuai aeirlan

kei-entuan yang

diatur dalam 19BI tentang

Hukun U.nO"ng_""Jang acara pidana.Nomor

g

Tahun

BAB XIII

ICTEI.TII,]AI\{ I.4r N_I.AIN

pasal

33

Pelaksanaan

peraturan

Daerah

ini

ditetapkan oleh Bupati Kepala Daerah.

(26)

26,

BAB VII

KETENTUAI{ PENUTUP

. Pasal

34

'i.Peraturan Daerah

ini sulai berlaku sejak

tanegal dirmdangkan.

Agar supaya setiap orang

dapat

nengetahuinya,

cenerintahkan

pengundangan

Seraturan

Daerah

ini dengan

penenpatannya

dala"n Lembaral

$aerah

Kabupaten Daerah Tingkat

II Pati.

"

Ditetapkan

di

Pati

pada

tanggal

16 l,laret 1998 DEII/A}I PERWAKII-qN RAKYAT BI.JPATI KEPAI.A DAERAII TII.G(AT DAERAII KABT]PATEN

DAERATI II

PATI

TI}XGKAT I

I

PATI KETUA,

't-1D.

SOEBOWO

1TD, YT]SIJF IiETNMAD

DISAHKAI.T

Dengan Keputusan Menteri Dalan Negeri Republ

ik

Indonesia

l-lomr :

973.33-700 tanggal 27 Agustus 1998

' Direktorat

Jerxleral

Penerintahan Llnur dan Otonogi Daerah Di

rektur

Pembinaan Daerah

Tm.

DTs. KAUSAR AS

legalitas.org

(27)

Iliunde*gka* datas leabaran baerah Xsbupaten Da*rah Tingkat

II pati

pada tanggal g Oktober 1998

I'Ioqor

: 22 Seri A nb.

g

B{IPA?I KEPAIA DAERNH TIhH(AT

II

PATI TT.

YUS{'F KNTAMAD

(28)

P€HJELASAN

'ERAT,RAH

DAERAH

**rlolJ 3or*" rrNeKAr rr p*rr

l{oH(n 6 TAHUN

1994

'

TENTANG

PAJAK PET{#S{FAATtr{

AIR

BAI{AH TAHAH DA}I

AIR

PER''{UKAAN

I.

PENJELASAN UI'IUT'I

Dalam rangka mendr-rkung

perkembangan

Otonomi Daerah yang nyata' dinarnisn serasi

dan

bertanggungiatrab dan titik berat pada

Daerah

Tingkat If, pembiayaan Pgmerintah

dan

Pembangunan Daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, khususnya yang berasal dari Paiak Oaerahn pengaturannya perlu lcbitt ditingkatkan Iagi. Sejalan dengan

semakin

meningkatnya pelaksanaan

pembangunan darr

pemberian pelayanan kepada masyarakat serta usaha peningkatan pertunbuhan perekonomian daerah, diperlukan penyediaan

sumber*sumber

Pendapatan

Astr

i Daerah yang hasilnya

sannakirt

meningkat pula-

Berdasarkan Pasal 2 aya!- {2} huruf t

Undang*undang

t{omor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak

Pamanfaatan

Air Bawah

Tanah

dan Air Permukaan nerupakan

Jenr.s

Pajak baru bagi Daerah Tingkat II

-

Diharapkan hasiL Pajak Pemanfaatan Air

Bawah

Tanah dan Air Permukaan tersebut akan lebih memperkuat upaya peningkatan peneri:raan

Daerah

Tinskat Il Pati

II.

PENJELASAN PASAL

DEI'II

PASAL.

f Pasal l" s/d Pasal

?

: Cukup jelas.

legalitas.org

(29)

Pasal Pasal

hu

ruf

huruf

Pasal

3

huruf

a

Tidak te,p-*ax'rk' yar€

dikecuali,tfuerr

e+krasai

obyek

Fajrik

Pemanf aat.am &i r,.,rL1alsaf,=

Tanah

dan Ris

,.lFern*.J*

kaan ,acia] ah

pengambilm ai r

yarlg

dilakukan,@}qh

Badan

Usaha Mili.fr

Negara

dan Badan &Ma l{iti.k

Daerah.

Cukup jela*s.

PengPcual'Eas

obyck

pajak ata.s

gengambi-

lan

a&.f

untuk kepenting€n *engairan pertanian rakyat tetap m'&S:rhatikan kelestariann Iing-

kungan daa Seraturan

Perundang

undangan

yang berla,kr*.

Pengecualf..a*

obyek

pajak ataq

pengambi-

l-an

allr untuk

keperluan

daupar rumah

Pasal

3

huruf

d

tangga

dengan

ditetapkan

Keputusan

(30)

huruf

e

s/d Pasal

g4

Eupatl Kapala

Oaerah

dengan memperhatikan

kelestarian

Iingkungan

dan

Peraturan pgrundan$-

undangan yang

berlaku -

'!

Cukup jelas

..S

Cukup jala*.

3

Fasal Fasal

"ii'* -

.1 ; -l?

.+

>,_{,F€,

5 4

legalitas.org

Referensi

Dokumen terkait

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini, harus dilakukan secara teratur dan berturut – turut dengan dikenakan bunga sebesar 2 % (dua

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari

(2) Angsuran pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2%

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan dari

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari

Angsuran pembayaran paiak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2ok (dua persen)

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2 % ( dua persen)