1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang masalah
Zaman revolusi industri 4.0 yang berkembang pesat di awal ke-21 ini bergantung pada teknologi canggih dan serba digital yang harus di ikuti oleh manusia zaman sekarang. Sedangkan masih ada beberapa aspek kehidupan yang sulit mengejar untuk menggunakan teknologi dan mungkin butuh bertahun tahun lama nya.terutama di bidang pendidikan yang selama ini selalu memakai cara konvensional untuk proses pembelajaran dan sekarang di tuntut untuk serba bisa dalam kemampuan menggunakan teknologi.
Aspek pendidikan menjadi pilar untuk membangun dan menciptakan generasi penerus yang akan mengembangkan dan memajukan tanah air.dan pendidikan akan menjadi awal mula untuk aspek aspek kehidupan lain di masa mendatang.jika generasi penerus tidak dipersiapkan dengan matang di dunia pendidikan, di masa depan kemajuan di suatu bangsa tidak akan berlanjut. Terutama di indonesia, ketimpangan dalam aspek pendidikan antara proses pembelajaran dengan peserta didik di sekolah. Proses pembelajaran yang monoton dan berulang- ulang setiap hari tidak banyak membuat perkembangan pada psikologi dan keterampilan siswa nya. Terlebih yang selalu di ajarkan di sekolah hanya teori semata yang akan di ingat ketika proses pembelajaran berlangsung saja.tidak akan di ulang setelah proses pembelajaran selesai.
Proses pembelajaran di zaman sekarang juga membutuh praktek langsung supaya bisa selalu mengingat apa yang telah di pelajari. Dalam proses belajar, kita juga di tuntut dalam berpikir kritis terhadap suatu kasus yang sedang terjadi di masa
sekarang dan berfikir kreatif dan menunjang inovasi pembelajaran masa kini.
Berpikir kritis membuat kita bisa menentukan seberapa baik atau buruk nya suatu gagasan gagasan dan kasus yang sedang kita pelajari.sedangkan berpikir kreatif membuat kita memperluas imajinasi dalam mengembangkan suatu proses pembelajaran.
Pengembangan pendidikan tinggi sendiri telah di amanatkan melalui peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 22 tahun 2020 tentang rencana strategis kementerian pendidikan dan kebudayaan tahun 2020-2024. Terdapat 3 sasaran pengembangan yaitu : 1) meningkatnya kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan tinggi; 2) meningkatnya kualitas dosen dan tenaga kependidikan; 3) terwujudnya tata kelola ditjen pendidikan tinggi yang berkualitas. Perguruan tinggi di harapkan dapat memanifestasikan ketiga sasaran ini melalui peningkatan kapasitas dan kualitas proses dan pengelolaan pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.(KEMENDIKBUD, 2020)
Urgensi dari model pembelajaran berbasis proyek yang biasa dikenal dengan Project Based Learning (PjBL) adalah untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dikeluarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan melalui keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 3/M/2021 yang merupakan ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret. Indikator Kenerja Utama (IKU) nomor 7 yaitu “kelas yang kolaboratif dan partisipatif” dalam kriteria metode pembelajaran dan untuk mewujudkan kriteria evaluasi nilai akhir dengan bobot 50%
harus berdasarkan presentasi
akhir Project Based Learning (PjBL). (KEMENDIKBUD, 2020) Merujuk pada hal tersebut, salah satu metode dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif seseorang adalah dengan menerapkan Project Based Learning (PjBL).
Model pembelajaran ini sudah banyak di terapkan di perguruan tinggi termasuk diantaranya di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Jambi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab, mengatakan bahwasanya prodi ini telah menerapkan Project Based Learning (PjBL) lebih kurang dua tahun terakhir ini. Keterkaitan metode ini dengan perkuliahan di PBA masihlah dirasa kurang untuk memenuhi tuntutan IKU perguruan tinggi.
Untuk itu, banyak hal yang telah dilakukan prodi di tahun ini termasuk diantaranya memberikan arahan kepada dosen-dosen di lingkungan prodi untuk menerapkan metode Project Based Learning (PjBL), sehingga persentasi mata kuliah yang menerapkan PjBL meningkat dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, dengan diterapkannya PjBL ini, berimbas pada pemenuhan indikator kinerja utama (IKU) nomor 7 yang berisi “kelas yang kolaboratif dan partisipatif” yang juga berkaitan dengan relevansi pekerjaan mahasiswa nantinya.
Implementasi PjBL yang dilakukan selama dua tahun terakhir ini, menjadi salah satu alasan penulis untuk mengkaji persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penerapan PjBL di lingkungan prodi yang sudah di terapkan dan sesuai dengan keputusan kementerian pendidikan dan kebudayaan.
1.2 Batasan masalah
Batasan masalah pada penelitian ini adalah mengkaji tentang persepsi dosen dan mahasiswa terhadap pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) di Universitas Jambi.
1.3 Rumusan Masalah
1.3.1 Bagaimana persepsi Dosen Pendidikan Bahasa Arab terhadap pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) di universitas jambi ?
1.3.2 Bagaimana persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab terhadap pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) di universitas jambi ?
1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1 Untuk mengetahui persepsi Dosen Pendidikan Bahasa Arab terhadap pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) di universitas jambi
1.4.2 Untuk mengetahui persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab terhadap pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) di universitas jambi.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang di harapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.5.1 Manfaat teoritis
1.5.1.1 Mengetahui gambaran mengenai persepsi Dosen Pendidikan Bahasa Arab mengenai Project Based Learning (PjBL) di univeristas jambi.
1.5.1.2 Mengetahui gambaran mengenai persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab mengenai Project Based Learning (PjBL) di univeristas jambi.
1.5.2 Manfaat praktis
1.5.2.1 Memperluas wawasan peneliti dan pembaca mengenai Project Based Learning (PjBL)
1.5.2.2 Menjadi gambaran bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Project Based Learning (PjBL)