• Tidak ada hasil yang ditemukan

antologi cerpen insyallah

N/A
N/A
Kang Rudi

Academic year: 2023

Membagikan "antologi cerpen insyallah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Ada Cinta di Kelas IPA

Oleh: Kang Rudi 87 Bel istirahat telah berbunyi, nyaring dan bahkan memekakan telingan terutama untuk yang mengajar di kelas lantai 3. Aku masih saja kaget dengan bunyi bell yang menurutku agak keterlaluan. Sejenak aku mengela nafas sebelum mengakhiri pertemuan. Kelas begitu hening menunggu apa yang akan aku ucapkan.

“Baik anak-anakku, sampai jumpa pertemuan berikutnya, selamat siang!” ujarku

“Seluruh siswa menjawab, terdengar serempak.

Aku pastikan semua siswa dan siswi keluar dari ruangan, sementara aku rapikan buku-buku dan beberapa portofolio siswa. Kulihat jam di tangan menunjukan angka 10.15 menit. Tampak seorang siswi masih berdiri di depan lorong. Menatap ke arahku dengan tatapan penuh sejuta tanya.

“Ada apa Cinta?” tanyaku

“Aku sedang bingung.”

“Ada yang bisa aku bantu?”

“Tak tau”.

Aku hanya mengela nafas, sambil menatap cinta dengan penuh tanya. Akhirnya ia bicara, masalah yang ia hadapi sepulah dari Bandung. Ternyata ayah Cinta menyuruh pindah sekolah ke Bandung, sementara ibunya tidak memberikan kepastian, tetap tinggal di Pangandaran, atau ikut ayahnya ke Bandung, semua diserahkan kepada Cinta, Cinta bebas memilih. Aku tahu, cinta begitu betah tinggal bersama ibu dan neneknya. Ia sampai susah payah ikut bimbingan belajar supaya bisa masuk kelas IPA. Karena ibunya begitu terobsesi supaya cinta bisa menjadi dokter.

Aku memang tak banyak punya andil dalam hal ini, aku sendiri hanya seorang guru yang hanya bisa memantau cinta saat di sekolah. Meski beberapa kali, ibunya cinta datang ke sekolah untuk menitipkan cinta padaku. Tapi itu hanya sebatas tanggungjawab pendidikan, sementara yang lainnya itu tanggungjawab keluarganya. Ibunya cinta bekerja di sebuah kantor asuransi, harus pergi pagi dan pulang sore, sementara neneknya cinta mengisi hari-harinya dengan berjualan soto khas Ciamis. Kalau menurutku itu soto paling enak di daerah Pangandaran. Karena memang disitu tidak ada lagi yang jualan soto.

“aku harus bagaimana pak?” tanya cinta

“yah, terserah cinta, lebih nyaman tinggal dimana kira-kira”?

“tinggal bersama ibu lebih nyaman, tapi kadang suka kesepian kalau ibu lagi kerja.”

“terus”?

“kalau tinggal sama ayah, lebih terjamin secara materi, tapi aku takut sama mama titiku.”

“ya sudah, kasih ayah alas an sampai cinta lulus SMA dulu disini.” Saranku.

Cinta hanya menghela nafas, tampak matanya berkaca-kaca. Aku yakin ada alasan lain kenapa cinta tidak mau ikut ayahnya ke Bandung. Beberapa kali aku sempat lihat cinta sama Arya, teman sekelas dari desa sebelah, tapi sampai saat ini cinta belum mengakui kalau ia punya hubungan special dengan arya.

“Pagi pak”.

“Ekh Ayra, sudah lama berdiri disana?”

“he he he ., baru saja pak”

“ada apa arya”

“saya mau ajak cinta ke kantin pak.” Itu juga kalau diizinkan sama bapak.”

“boleh, silakan.”

Terlihat raut kurang enak di wajah cinta, sepertinya ia ingin aku menahannya, tapi aku tidak bisa. Apa hak ku melarang-larang dan membatasi pergaulan mereka. Aku tau arya, selain anak kesayangan kepala desa, ia juga anak paling berpengaruh di SMA Harapan. Guru BK dan wali kelas sudah sedari dulu mengetahui hal itu, tapi belum ada solusi tepat untuk membawa Arya kearah

(2)

yang lebih baik. Cinta belum juga beranjak dari tempat duduknya, ia terlihat masing ingin bersamaku dan bercerita banyak. Tapi arya terus membujuknya supaya jajan ke kantin.

“Aku belum laper ayra.”

“temani aku ngobrol.” Pinta arya

“cari orang lain saja kalau sekedar ngorrol.” Jawab cinta

“jadi kamu nolak?” Arya tampak kesal

“Iya,”! jawab Cinta tegas.

“OK, Fine.” Arya lalu pergi sambil menatap tajam ke arahku.

Aku hanya tersenyum, ini cinta anak SMA. Aku juga pernah mengalaminya, gejolak cinta, rasa ingin tau dan penasaran selalu mengitari ingataanku. Tapi karena aku bukan orang berada, jadi masa remajaku dulu ku habiskan di kegiatan organisasi dan ekspoitasi diri.

“Pak, tunggu” aku belum selesai bicara”

“Apa lagi, cinta.”

“Masih banyak hal yang ingin aku bicarakan’

“Nanti sore saja sepulang sekolah.”

Cinta terlihat cemberut, meski ia sempat menganggukan kepala tanda setuju, tapi terlihat rona kecewa di wajahnya. Aku tinggalkan cinta yang masih duduk penuh kebimbangan. Lorong kelas yang panjang dihiasi majalah dinding dan kalifrafi hasil kreasi siswa menemani langkah demi langkah.

“Pak, maaf pak.”

“Iyah Arya.”

“Bapak suka ya sama Cinta?”

“Jangan ngawur kamu.”

“Tapi kayaknya Cinta nyaman kalau sama Bapak.”

“Itu kan Cinta, kalau saya kan hanya sekedar.”

“Oke oke, tapi gimana kalau memang Cinta suka sama bapak.’

“Itu hak cInta, tapi saya tetap akan anggap Cinta hanya anak didik saya.”

Agak kesal memang, tapi daripada berkepanjangan, aku langsung tinggalkan Arya yang masih tak puas dengan jawabanku. Memang dalam hati kecilku juga sering ada rasa yang berbeda ketika sedang bersama Cinta, tapi aku cukup tahu diri, Cinta hanyalan anak muridku, tak pantas kalau ada benih benih yang nantinya akan membuat suasana menjadi tak karuan,

Lorong kelas yang panjang telah ku lalui. Beberapa langkah lagi aku sampai di ruang guru.

Sebelum keluar dari lorong, aku tertarik dengan lukisan di kanvas paling pojok, gambar kupu-kupu yang hinggap di atas bunga mawar. Gradasi warnanya tepat, lukisannya juga bagus, aku perhatikan lebih dekat, ternyata itu lukisan siswa kelas X IPA 6. Dari warna yang dominan aku sudah bisa menebak kalau ini adalah ungkapan kekecewaan pada seseorang.

Lebakgedong, 1 Maret 2022

(3)

Jawablah pertanyaan dibawah ini!

1. Buatlah sinopsis cerita di atas!

……….

……….

……….

……….

……….

……….

……….

……….

……….

2. Apakah kelebihan cerita di atas?

……….

……….

……….

………

……….

3. Apakah kekurangan cerita di atas?

……….

……….

……….

………

……….

4. Adakah unsur kemustahilan cerita dengan kehidupan sehari-hari?

……….

……….

……….

………

5. Apakah hal menarik yang terdapat dalam cerita di atas

……….

……….

……….

……….…

Nama:

1. ……….

2. ……….

3. ………..

4. ….………

5. ………

6. ……….

(4)

Cinta dalam Lingkaran

Oleh: Kang Rudi 87 Tiga tahun bukan waktu yang lama jika dilalui dengan orang terkasih. Itu bukan hisapan jempol semata. Setelah aku mengabdi di tanah kelahiran, akhirnya aku coba peruntungan dengan merantau. Laksana busur panah melasat dari jangkarnya. Aku tinggalkan kampung halaman tanpa rasa ragu sedikitpun. Sebuah yayasan pendidikan islam menjadi tempatku bernaung. Dan mengajar di tingkat SMA.

Aroma humus berbaur wangi angin menyambut pagi yang begitu cerah. Kicauan burung bersahutan ditemani sinar menatari pagi. Rumah dinas yang ditempati masih sepi, sepertinya para penghuninya masih terlelap atau mungkin sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor.

“Mau teh atau kopi?”

“teh saja.”

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu cara untuk menraik perhatian orang tua calon siswa yaitu dengan cara memberikan citra yang bermutu dan juga memberikan fasilitas yang bagus agar orang tua calon siswa

Penelitian yang dilakukan oleh Musliadi 8 , dalam Tesisnya yang berjudul “Analisis Pengaruh Dana Otonomi Khusus, Pendapatan Daerah, dan Belanja Modal Terhadap

penjajah Belanda selama 350 tahun. Pada mulanya kota-kota di Indonesia terbentuk  akibat faktor-faktor, yaitu sebagai pusat pemerintahan kolonial, sebagai pusat niaga.. dan

Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat). Para penganut aliran teori ini

Nilai tersebut signifikan pada alpha (α) 10% sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor politik (POL) yang memisahkan kategori kepala daerah incumbent dan non

tata letak yng berorientasi pada produk disusun dikeliling produk atau kelompok produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah... dua jenis tata letak

Bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah individu melalui kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok.Winkel (2004:565) berpendapat bahwa

Dalam rangka mengoptimalkan tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan daerah bidang perencanaan pembangunan daerah dan