• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS V SDN 1 TANJUNG RATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS V SDN 1 TANJUNG RATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1202

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA

ISLAM SISWA KELAS V SDN 1 TANJUNG RATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Eka Setyawati

Prodi Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar PAI khususnya pada materi Bulan Ramadhan yang Indah melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik Kelas V SDN 1 Tanjung Ratu Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang muncul di dalam kelas. Metode ini dilakukan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Keempat tahap tersebut difokuskan pada pembelajaran diskusi sebagai praktik dari keterampilan pemecahan masalah melalui problem based learning.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning pada mata pelajaran PAI tema Bulan Ramadhan yang Indah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Tanjung Ratu.

Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata pada hasil test, dimana hasil pretest pada pra siklus yaitu 57 mengalami peningkatan pada saat postest siklus I menjadi 69 dan meningkat pada siklus II menjadi 75 dengan presentase nilai ketuntasan yang semula 42% meningkat menjadi 67% dan 83% setelah diadakan 2 kali pertemuan. Dengan demikian penerapan model problem based learning dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75% dan rata-rata hasil belajar peserta didik telah mencapai KKM mata pelajaran tersebut yaitu 70.

Kata Kunci : Hasil belajar, Problem Based Learning, PAI

(2)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1203 PENDAHULUAN

Pada dasarnya pendidikan sangat penting artinya karena mencakup segala usaha dan perbuatan dari seseorang untuk mengalihkan pengalamannya kepada orang lain melalui fungsi hidup dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. Proses pendidkan merupakan proses pergaulan atau interaksi manusia antara pendidik dan peserta didik dapat menunjang terhadap pengembangan manusia seutuhnya yang berorientasikan pada nilai-nilai yang berkaitan dengan usaha-usaha pembangunan manusia.(Jasiah, 2009)

Melalui pendidikan, seseorang akan memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan itu penting bagi setiap orang karena hanya dengan pendidikan seseorang akan memperoleh bahkan menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan (termasuk ilmu Pendidikan Agama Islam ) maupun keahlian yang dapat digunakan dalam kehidupannya sehari- hari. Sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU No. 20 Tahun 2003).

Dalam proses pembelajaran guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar, bertindak sebagai fasilitor yang berusaha mencipatakan kondisi belajar mengajar yang efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai.

(3)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1204

Guru sebagai pelaku pendidikan yang terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar, haruslah berupaya agar tujuan pengajaran dapat tercapai.. Selain itu guru dituntut untuk berupaya agar siswa dalam belajar dapat mencapai ketuntasan. Untuk itu guru PAI ditekankan untuk lebih memiliki kemampuan dalam melakukan pendekatan, menentukan metode serta mampu memberikan motivasi terhadap siswa, sehingga minat dan aktivitas siswa dalam belajar tetap bersemangat secara aktif dan pada gilirannya akan dapat mewujudka hasil belajar yang optimal.

Hasil observasi awal menunjukkan di SDN 1 Tanjung Ratu Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah, terungkap masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru ketika proses penjelasan. Siswa cenderung pasif ketika proses pembelajaran berlangsung, siswa mengantuk dan bosan saat guru menjelaskan materi, serta hasil nilai siswa masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diharapkan yaitu 70.

Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai ketuntasan siswa yang masih rendah, yaitu 5 anak atau 42% siswa yang tuntas, dari 12 anak dan sisanya belum tuntas.

Berdasarkan kondisi tersebut peserta didik membutuhkan inovasi model pembelajaran baru untuk merangsang daya tarik siswa untuk meningkatkan hasil belajar PAI maka digunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

Problem Based Learning merupakan suatu model pengajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik. Masalah autentik dapat diartikan sebagai suatu masalah yang sering ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui model pembelajaran ini, dapat melatih kemampuan berpikir siswa terhadap materi secara individu maupun melalui bantuan orang lain dan mampu mengaktifkan siswa pada saat pembelajaran berlangsung untuk memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru di kelas. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam.

Bertitik tolak dari permasalahan diatas, penulis mencoba untuk melakukan tindakan, yaitu menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dalam rangka meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa Kelas V SDN 1 Tanjung Ratu tahun pelajaran 2022/2023.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Research Action). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses

(4)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1205

sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah jenis penelitian yang memaparkan baik proses maupun hasil, yang melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelasnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Arikunto & Dkk, 2021, pp. 1–2).

Menurut Hamid Darmadi, pendekatan penelitian merupakan metode atau cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu.

Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti pada PTK ini adalah pendekatan kualitatif, sebab dengan pendekatan kualitatif peneliti dapat menguraikan data yang diperoleh.

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tanjung Ratu kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023. PTK ini dilaksanakan melalui 2 siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Tanjung Ratu, yang berjumlah 12 orang, 3 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda.

Teknik pengumpulan data hasil penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tekhnik sebagai berikut : tes, dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa yang berupa butir soal. Observasi, dipergunakan untuk mengumpulkan data implementasi model pembelajran problem based learning dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Dokumentasi, digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar kondisi awal siswa yaitu berupa daftar nilai/laporan penilaian, pengolahan dan analisis hasil belajar siswa.

Analisis data dilakukan pada setiap aspek kegiatan penelitian. Ada dua data yang dapat dilakukan oleh peneliti, yakni data kuantitatif dan kualitatif.

Data kuantitif berupa nilai hasil belajar siswa. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis statistik deskriptif, misalnya mencari nilai ketuntasan siswa individu dan persentasi ketuntasan belajar klasikal. Kemudian nilai yang telah dicapai siswa diterjemahkan menjadi penentuan ketuntasan siswa dengan patokan nilai 70 ke atas dinyatakan tuntas dan nilai 70 ke bawah dinyatakan tidak tuntas. Penentuan presentase ketuntasan klasikal siswa dengan patokan 75% ke atas dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Data kualitatif berupa informasi tentang ekspresi siswa berkaitan tentang tingkat pemahaman terhadap suatu mata pelajaran, aktifitas siswa, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar yang dapat dianalisis secara kualitatif.

(5)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1206

Menurut Kemmis & Taggart (1988) Penelitian Tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri, tetapi dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.

Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus melalui tahapan:

perencanaan (planing), tindakan dan pengamatan (action and observation), dan refleksi (reflection).

HASIL PENELITIAN

Sekolah telah menetapkan untuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk pelajaran PAI yaitu 70. Artinya siswa secara individu dinyatakan tuntas belajarnya apabila telah mencapai nilai 70 atau lebih. Secara klasikal dikatakan tuntas apabila telah mencapai 75%. Nilai hasil belajar siswa pada tahap siklus I diambil dari nilai tes evaluasi pada akhir siklus.

Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan oleh peneliti yang bertindak sebagai guru pada hari Jumat tanggal 16 September 2022. Berikut adalah hasil penelitian siklus I pada materi Bulan Ramadhan yang Indah.

Berdasarkan hasil nilai postest siklus 1, menunjukkan bahwa 33%

peserta didik yang belum tuntas atau belum mencapai KKM dan 67% peserta didik yang sudah tuntas atau telah mencapai KKM. Hal ini menunjukkan bahwa hasil postest dalam siklus I tersebut belum memenuhi kriteria indikator keberhasilan dimana ketuntasan hasil belajar peserta didik yang diharapkan dapat mencapai persentase 75% dengan nilai KKM 70, sehingga penelitian ini dilanjutkan pada siklus II.

Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar siswa dan nilai tes akhir siklus I ternyata pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning masih kurang optimal. Hal ini ditunjukkan dari masih adanya beberapa siswa yang masih pasif, tidak memperhatikan ketika guru memberikan intruksi kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal berikut ini: Sarana prasarana sekolah yang kurang memadai, kemampuan guru pada saat pembelajaran berlangsung menggunakan PBL masih kurang, guru dalam hal bertanya kepada siswa dan meminta siswa sebagai suka relawan masih kurang merata, sehingga belum semua siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran.

Karena masih adanya beberapa kekurangan dalam proses pembelajaran pada tahap siklus I ini, berdampak pada kurangnya tingkat pemahaman siswa.

Hal ini bisa dilihat dari data hasil belajar siswa pada siklus I yang menunjukkan bahwa indikator ketuntasan belajar siswa secara klasikal belum tercapai.

Dari hasil observasi dan evaluasi pada siklus I ini, selanjutnya peneliti melakukan refleksi dengan mengevaluasi kegiatan yang ada pada siklus I, mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang ditemukan di kelas

(6)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1207

dengan melakukan tindakan pada siklus selanjutnya. Peneliti sebagai guru harus meningkatkan cara pembelajaran dengan memotivasi siswa sehingga siswa bisa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta dapat mencapai indikator keberhasilan, peneliti juga berupaya supaya suasana di dalam kelas menjadi lebih menyenangkan.

Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan peneliti didapatkan beberapa solusi untuk digunakan sebagai rumusan dalam upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran pada siklus II dengan belajar menggunakan model Problem Based Learning dalam pokok materi tentang Bulan Ramadhan yang Indah.

Upaya-upaya tersebut antara lain sebagai berikut: menyusun kembali skenario pembelajaran (RPP) dan soal tes untuk siklus II, sebaran pertanyaan dan permintaan sebagai sukarelawan kepada siswa akan diusahakan lebih merata, sehingga semua siswa bisa ikut aktif dalam proses pembelajaran, memotifasi siswa yang masih malu atau takut untuk bertanya dan menjawab.

Pelaksanaan pembelajaran siklus II dilaksanakan oleh peneliti yang bertindak sebagai guru pada hari senin tanggal 19 September 2022. Berikut adalah hasil penelitian siklus II pada materi Bulan Ramadhan yang Indah dengan menggunakan Model Problem Based Learning.

Berdasarkan hasil nilai tes belajar siswa pada siklus II dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 75. Dari 12 orang siswa di kelas V terdapat 10 orang siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar secara individu yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70. Sedangkan 2 siswa lainnya masih belum tuntas.

Dikatakan siswa sudah mencapai ketuntasan secara klasikal apabila nilai persentase ketuntasannya diatas 75%. Pada pembelajaran siklus II ini siswa yang belum tuntas secara klasikal sebanyak 17%, sedangkan siswa yang sudah tuntas belajar secara klasikal sebanyak 83%. Setelah dilakukan evaluasi diakhir pembelajaran pada siklus II, hasilnya sudah memenuhi harapan yang diinginkan oleh peneliti, untuk itu Penelitian ini sudah selesai.

Berdasarkan hasil nilai tes akhir siklus II ternyata pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Based Learning mengalami peningkatan dari Siklus I dan II . Hal ini ditunjukkan dari antusias menjawab dan bertanya sangat baik sedangkan kerjasama kelompok dalam pemecahan masalah juga meningkat. walaupun masih adanya sebagian kecil siswa yang masih pasif dalam kelompok, tidak memperhatikan ketika guru memberikan intruksi dan kurang konsentrasi dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran PAI melalui penerapan Model Problem Based Learning, peneliti memberikan tes pada setiap siklus. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Based

(7)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1208

Learning mengalami peningkatan. Pada pembelajaran pra siklus siswa yang belum tuntas secara klasikal sebanyak 58%, sedangkan siswa yang sudah tuntas belajar secara klasikal sebanyak 42%. Pada pembelajaran siklus I siswa yang belum tuntas secara klasikal sebanyak 33%, sedangkan siswa yang sudah tuntas belajar secara klasikal sebanyak 67%. Setelah dilakukan evaluasi diakhir pembelajaran pada siklus I, ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning pada siklus I sudah mengalami peningkatan.

Pada pembelajaran siklus II ini siswa yang belum tuntas secara klasikal sebanyak 17%, sedangkan siswa yang sudah tuntas belajar secara klasikal sebanyak 83%. Setelah dilakukan evaluasi diakhir pembelajaran pada siklus II, hasilnya sudah memenuhi harapan yang diinginkan oleh peneliti, untuk itu penelitian ini sudah selesai. Berdasarkan pembahasan di atas menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi PAI khususnya materi bulan ramadhan yang indah di Kelas V SDN 1 Tanjung Ratu Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah.

KESIMPULAN

Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai orientasi pembelajarannya. Masalah-masalah yang diberikan berhubungan dengan kehidupan nyata sebagai bahan untuk belajar dan memahami konsep tertentu. Melalui masalah-masalah ini para peserta didik dapat menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dan berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukannya. Dengan demikian Problem Based Learning menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik dalam upaya penyelesaian masalah serta memperoleh pengetahuan.

Berdasarkan deskripsi data dan analisis hasil penelitian berbagai kondisi serta aktifitas yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Penerapan Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mapel Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas V SDN 1 Tanjung Ratu”, maka pada akhir penulisan ini peneliti dapat memberikan kesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa di SDN 1 Tanjung Ratu. Hal ini dibuktikan dari hasil pengolahan data hasil belajar siswa setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, dari 12 siswa yang tuntas sebanyak 8 siswa (67%) dan yang belum tuntas sebanyak 4 siswa (33%). Sedangkan pada siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 10 siswa (83%) dan yang belum tuntas sebanyak 2 siswa (17%). Jadi, setelah diadakan siklus II, hasil belajar siswa meningkat sebesar 16%.

(8)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1209 DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. (2012). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta

Dimyati & Mudjiono, (2013). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. (2011). Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara Hamdani, (2011). Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Pustaka Setia Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, (2020), Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti, Jakarta : Balitbang.

Majid, Abdul. dkk, (2005). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, Bandung: Remaja Rosdakarya

Mayasari, D. (2020). Program Perencanaan Pembelajaran Matematika.

Deepublish Publisher.

Patoni, Achmad. (2004). Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta Pusat, Bina Ilmu

Shoimin, Aris. (2014). Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Suprijono, Agus. (2013). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Trianto, (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif berorientasi kontruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaanpraktik mengajar, mahasiswa mendapat kesempatan mengajar mata pelajaran Pembuatan hiasan, pembuatan pola , pembuatan busana costum made dan Dasar

Suatu RP akan berisi tiga hal yaitu tujuan pembelajaran (TP) yang ingin dicapai, strategi dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai TP, dan

Interactive use of performance measurement systems and the organization’s customers-focused strategy: the mediating role of organizational learning, Problems and Perspectives

Perzinaan adalah sebuah tindakan hubungan intim selayaknya pasangan suami istri yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum menikah atau sudah menikah

Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode perbandingan dengan cara melakukan pengujian laboratorium pada benda uji Marshall yang dibuat

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik simpulan bahwa hanya ada 1 bank yang masuk kategori keuangan yang sehat dan tidak

Analisa teknikal memfokuskan dalam melihat arah pergerakan dengan mempertimbangkan indikator-indikator pasar yang berbeda dengan analisa fundamental, sehingga rekomendasi yang

Jika terdapat bukti bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian kumulatif yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini,