• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEK MINUMAN SUSU FERMENTASI TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI SECARA IN VITRO.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEK MINUMAN SUSU FERMENTASI TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI SECARA IN VITRO."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

EFEK MINUMAN SUSU FERMENTASI TERHADAP

KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI

SECARA IN VITRO

SKRIPSI

UNIVERSITAS ANDALAS

Oleh :

MUFTIHAT ISRAR

1010342021

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS ANDALAS

(2)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG Skripsi, APRIL 2014

MUFTIHAT ISRAR, 1010342021

EFEK MINUMAN SUSU FERMENTASI TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN EMAIL GIGI SECARA IN VITRO

ix + 64 Halaman + 5 Gambar + 6 Tabel + 4 Lampiran

ABSTRAK

Susu fermentasi merupakan salah satu produk susu yang memiliki pH asam. Minuman dengan pH asam jika berkontak langsung dengan email gigi dapat menyebabkan demineralisasi, sehingga menurunkan kekerasan permukaan email gigi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek minuman susu fermentasi terhadap kekerasan permukaan email gigi secara in vitro.

Metode penelitian adalah eksperimental dengan pretest dan posttest design. Sampel berupa gigi premolar satu permanen rahang atas yang sudah diekstraksi dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok I perendaman dalam susu fermentasi A dengan bakteri starter Lactobacillus casei Shirota, dan kelompok II perendaman dalam susu fermentasi B dengan bakteri starter Lactobacillus

bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Sebelum perendaman, kedua

minuman diukur pH-nya menggunakan pH meter digital. Perendaman dilakukan selama 25 jam dalam inkubator 37ºC. Kekerasan permukaan email diukur dengan alat Vickers Microhardness Tester.

Hasil penelitian menunjukkan pH kedua jenis minuman susu fermentasi berada di bawah pH kritis 5,5, terjadi penurunan yang tidak signifikan pada nilai rata-rata kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan sesudah perendaman, dan tidak terdapat perbedaaan yang signifikan pengaruh antara kedua jenis minuman susu fermentasi terhadap kekerasan permukaan email gigi.

Kesimpulan penelitian ini adalah minuman susu fermentasi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kekerasan permukaan email gigi yang tidak signifikan karena memiliki kandungan mineral seperti kalsium, posfat, dan fluor.

(3)

FACULTY OF DENTISTRY

ANDALAS UNIVERSITY PADANG Script, APRIL 2014

MUFTIHAT ISRAR, 1010342021

EFFECT OF FERMENTED MILK BEVERAGES ON ENAMEL SURFACE HARDNESS IN VITRO

ix + 64 Pages + 5 Pictures + 6 Tables + 4 Attachment

ABSTRACT

Milk fermented is one of the dairy product which is has low pH that will cause demineralization if there was direct contact exposure to enamel. Demineralization will affect enamel by decreasing enamel surface hardness. The aim of this study is to test the in vitro milk fermented effect on enamel surface hardness.

The method that used in this study is using experimental approach to pretest and posttest design. Extracted human first premolar permanent teeth were divided into two treatment groups, first group immersion in fermented milk A that contain

Lactobacilluscasei Shirota and second group immersion in fermented milk B that contain Lactobacillusbulgaricus and Streptococcusthermophilus. Before samples immersion, the pH of the two fermented milks were measure by pH meter digital. Samples immersed in the fermented milk for a total 25 hours under 37ºC temperature. Enamel surface hardness was measure by Vickers Hardness Tester.

The result of this study showed that pH value of each beverage were under critical pH 5,5, decreasing of enamel surface hardness happened although there were no significant difference between before and after immersion, and there were no significant difference between the two milk fermented beverages effect on enamel surface hardness.

This study revealed that fermented milk beverages can affect enamel by decreasing enamel surface hardness values which are not significant because fermented milk contains high mineral such as calcium, phosphor, and fluoride.

(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup sehat

semakin meningkat. Selain itu, kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi

makanan sebagai sumber zat gizi serta untuk menjaga kesehatan juga semakin

meningkat baik di negara maju maupun di negara berkembang termasuk

Indonesia. Hal ini berpengaruh pada pola makan dan pemilihan makanan serta

minuman yang sehat dan memiliki fungsi fisiologis tertentu bagi tubuh, sehingga

dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal (Winarti, 2005). Salah satu

minuman yang bermanfaat dan memiliki fungsi fisiologis bagi tubuh adalah

produk susu berupa susu fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan terutama

sistem pencernaan manusia (Widodo, 2002).

Tingkat konsumsi susu dan produk susu masyarakat Indonesia mengalami

peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, konsumsi susu dan produk

susu di Indonesia hanya 11,95 L per kapita per tahun, dan pada tahun 2011

mengalami peningkatan menjadi 12,85 L per kapita per tahun. Meskipun

demikian, tingkat konsumsi susu dan produk susu tergolong yang paling rendah

dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya seperti Malaysia (50,9 liter

perkapita pertahun), India (47,1 liter), Singapura (44,5 liter), Thailand (33,7 liter),

Vietnam (14,3 liter), dan Filipina (13,7 liter) per kapita per tahun (Fadjar dalam

(5)

Susu fermentasi dibuat dari susu sapi. Oleh karena itu, susu sapi dan susu

fermentasi memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang hampir sama, seperti

protein, kalsium, posfat. Namun, beberapa hal yang membedakan susu fermentasi

dengan susu sapi yaitu berupa pH asam, kandungan gula, dan bakteri penghasil

asam laktat (Lodi, 2010). Pada sebagian orang yang memiliki lactose intolerance

dan protein intolerance, tidak dapat mengonsumsi susu sapi (Widodo, 2002).

Sehingga, minuman susu fermentasi dapat menjadi alternatif untuk memperoleh

manfaat dan nutrisi yang sama dari susu.

Secara komersial di Indonesia, produk susu fermentasi yang dikenal di

pasaran adalah yogurt, yakult, dadih, susu acidophilus, dan kefir (Chairunnisa,

2006). Perbedaan pada jenis minuman susu fermentasi terletak pada jenis bakteri

dan jumlah kultur bakteri starter penghasil asam laktat yang digunakan pada

proses fermentasi. Beberapa jenis bakteri yang sering digunakan untuk pembuatan

susu fermentasi adalah jenis bakteri Lactobacillus, Bifidobacterium, dan

Streptococcus (Maharani, 2012). Penggunaan berbagai jenis kultur bakteri dalam

satu minuman akan mempercepat fermentasi dan pH minuman akan lebih rendah

serta kadar asam laktat yang lebih tinggi daripada penggunaan kultur tunggal

(Agustina dkk, 2013).

Penggunaan bakteri starter pada proses fermentasi akan merombak laktosa

menjadi asam laktat, disamping membentuk komponen flavor yang selanjutnya

mengakibatkan pH susu menurun sehingga bersifat asam (Chairunnisa, 2006).

Sifat asam pada minuman susu fermentasi dengan pH<5,5 dapat menyebabkan

(6)

kritis terjadinya demineralisasi (larutnya hidroksiapatit) pada email gigi (Prasetyo,

2005).

Email merupakan jaringan terkeras pada tubuh manusia (Harshnanur, 1995).

Kekerasan email dipengaruhi oleh proses demineralisasi dan remineralisasi pada

jaringan keras gigi. Proses demineralisasi dapat menyebabkan penurunan

kekerasan gigi yang berakibat penurunan fungsi pengunyahan. Demineralisasi

dapat menyebabkan email gigi menjadi rapuh, sehingga rentan terhadap keausan

dan karies (Baum 1997 dalam Fitriana 2012).

Bentuk dari proses demineralisasi yaitu erosi dan karies gigi. Erosi gigi

memiliki kesamaan dengan karies gigi, dimana sama-sama diakibatkan oleh

demineralisasi yang disebabkan asam. Perbedaannya, erosi disebabkan oleh asam

tanpa melibatkan bakteri, sedangkan pada karies gigi proses demineralisasi terjadi

karena adanya keterlibatan mikroorganisme bakteri penghasil asam (Fejerskov et

al., 2008).

Penelitian mengenai dampak minuman susu dan produk susu terhadap

kekerasan email gigi sudah pernah diteliti. Berdasarkan penelitian Sawssan

Al-Khowaiter (2009) yang melakukan penelitian tentang potensial erosi berbagai

produk susu yang terdiri atas tiga kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok

susu, kelompok laban, kelompok yogurt. Masing-masing kelompok dibagi

menjadi sub kelompok yang kemudian dilihat pengaruhnya terhadap gigi desidui

dan gigi permanen secara in vitro dengan perendaman sampel selama 45 menit.

(7)

digunakan memperlihatkan adanya penurunan kekerasan email gigi, kecuali pada

minuman plain milk dan strawberry milk yang dapat meningkatkan kekerasan

email gigi.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti ingin meneliti lebih lanjut mengenai

efek minuman susu fermentasi yang dikenal di Indonesia dan tersedia di pasaran

yaitu minuman susu fermentasi A dengan bakteri starter Lactobacillus casei

Shirota (LcS), dan minuman susu fermentasi B berupa yogurt dengan bakteri

starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kemudian

dilihat efek susu fermentasi tersebut terhadap perbedaan kekerasan permukaan

email gigi sebelum dan setelah dilakukan perendaman. Lama perendaman

disetarakan dengan lama terpaparnya email gigi oleh minuman ringan dalam

setahun yaitu selama 25 jam (van Fraunhover, 2004).

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana efek minuman susu fermentasi terhadap kekerasan permukaan

email gigi secara in vitro?

2. Apakah minuman susu fermentasi A atau susu fermentasi B yang paling

berpengaruh pada kekerasan permukaan email gigi secara in vitro?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui efek minuman susu fermentasi terhadap kekerasan

(8)

1.3.2Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui pH minuman susu fermentasi yang akan diteliti.

2. Untuk mengetahui kekerasan permukaan email gigi sebelum

perendaman dalam susu fermentasi.

3. Untuk mengetahui kekerasan permukaan email gigi setelah

perendaman dalam susu fermentasi.

4. Untuk mengetahui perubahan kekerasan email gigi sebelum dan

setelah perendaman dalam susu fermentasi.

5. Untuk mengetahui perbandingan antara kedua jenis susu fermentasi

yang paling berpengaruh terhadap kekerasan permukaan email gigi

setelah perendaman.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti, menambah pengetahuan peneliti mengenai pengaruh

minuman susu fermentasi terhadap kekerasan permukaan email gigi.

2. Bagi masyarakat, memberi pengetahuan atau sebagai sumber informasi

kepada pembaca mengenai dampak minuman susu fermentasi terhadap

kekerasan permukaan email gigi.

3. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai data untuk penelitian lebih lanjut

mengenai pengaruh minuman susu fermentasi terhadap kekerasan email

(9)

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini mengenai pengaruh minuman susu fermentasi terhadap

kekerasan email gigi secara in vitro, sehingga dapat diketahui perubahan

kekerasan email gigi sebelum dan sesudah perendaman. Sampel yang digunakan

adalah gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi untuk keperluan

ortodontik. Susu fermentasi yang digunakan adalah susu fermentasi dengan susu

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan penelitian ini adalah minuman bersoda mempunyai efek terhadap terjadinya penglepasan kalsium dari permukaan email.. Kata Kunci : penglepasan kalsium, pH

Gambaran morfologi permukaan email gigi pada bagian oklusal, bukal dan servikal dari 4 sampel yang direndam dalam minuman berkarbonasi selama 5 menit dan diberi

Nilai Kekerasan permukaan resin komposit yang dilakukan perendaman menggunakan minuman berkarbonasi mengalami penurunan lebih banyak daripada yang dilakukan perendaman

Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan tingkat preferensi sebagai berikut : frekuensi konsumsi minuman susu fermentasi banyak dilakukan setiap minggu dengan

terbesar terjadi pada perendaman tuak sedang (50 detik) sedangkan pada perendaman tuak berat (250 detik) terdapat penurunan kekerasan email gigi namun tidak sebesar

Hasil uji statistik Paired Sampel T-test untuk mengetahui penurunan kekerasan permukaan email gigi pada kelompok I dengan perlakuan berupa aplikasi bahan pemutih

Penambahan susu bubuk full cream 12% dalam bahan baku ekstrak jagung manis menghasilkan karakteristik produk minuman fermentasi yang dikehendaki, meliputi rata-rata

Universitas YARSI vii ABSTRAK Nama : Suha Tamara Hanum Fakultas : Kedokteran Gigi Judul Skripsi : Kekerasan Email Gigi Permanen Setelah Perendaman Susu Sapi dan Susu Kambing dengan