Tata cara PENGAJUAN
Pmk no : 9/pmk.03/2013
Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak atas suatu:
A. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar; B. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
C. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar; d. Surat Ketetapan Pajak Nihil; atau
e. pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) untuk Tahun Pajak 2007 dan sebelumnya, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia;
b. mengemukakan jumlah pajak yang terutang atau jumlah pajak yang
dipotong atau dipungut atau jumlah
rugi menurut penghitungan Wajib Pajak dengan disertai alasan-alasan yang
c. 1 (satu) keberatan diajukan hanya
d. diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal:
1). surat ketetapan pajak diterbitkan; atau
e. Surat Keberatan ditandatangani oleh Wajib Pajak, dan dalam hal Surat Keberatan
ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak, Surat Keberatan tersebut harus dilampiri dengan
f. Wajib Pajak tidak mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36
4) data konkret dalam Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
terhadap Wajib Pajak yang dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang
perpajakan atau tindak pidana lainnya yang dapat menimbulkan kerugian pada
pendapatan negara, yang dapat
5) bukti transaksi atau data perpajakan yang
Dalam hal Surat Keberatan yang disampaikan oleh Wajib Pajak tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, atau huruf e, Wajib Pajak dapat melakukan perbaikan atas Surat Keberatan
tersebut dan menyampaikan kembali sebelum jangka waktu 3 (tiga) bulan sebagaimana
Dalam hal Surat Keberatan yang disampaikan oleh Wajib Pajak tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, atau huruf e, Wajib Pajak dapat melakukan perbaikan atas Surat Keberatan
tersebut dan menyampaikan kembali sebelum jangka waktu 3 (tiga) bulan sebagaimana
Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud a. tidak menunda kewajiban membayar pajak
sebagaimana tercantum dalam Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar dan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a dan huruf b; dan
Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) untuk Tahun Pajak 2008 dan sesudahnya, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
b. mengemukakan jumlah pajak yang terutang atau jumlah pajak yang dipotong atau
dipungut atau jumlah rugi menurut
penghitungan Wajib Pajak dengan disertai alasan-alasan yang menjadi dasar
c. 1 (satu) keberatan diajukan hanya untuk 1 (satu) surat ketetapan pajak, untuk 1 (satu) pemotongan pajak, atau untuk 1 (satu)
e. diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal:
Surat Keberatan ditandatangani oleh Wajib Pajak, dan dalam hal Surat Keberatan ditandatangani
oleh bukan Wajib Pajak, Surat Keberatan
tersebut harus dilampiri dengan surat kuasa
Dalam hal Surat Keberatan yang disampaikan oleh Wajib Pajak tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, atau huruf f, Wajib
Pajak dapat melakukan perbaikan atas Surat
Keberatan tersebut dan menyampaikan kembali sebelum jangka waktu 3 (tiga) bulan
Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan
Keadaan di luar kekuasaan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d dan Pasal 4 ayat (1) huruf e meliputi:
a. bencana alam; b. kebakaran;
d. diterbitkan Surat Keputusan Pembetulan
secara jabatan yang mengakibatkan jumlah pajak yang masih harus dibayar yang tertera dalam surat ketetapan pajak berubah, kecuali Surat Keputusan Pembetulan yang diterbitkan akibat hasil Persetujuan Bersama; atau
Dalam hal terdapat penerbitan Surat Keputusan Pembetulan secara jabatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf d dan Wajib Pajak belum mengajukan keberatan atas surat
ketetapan pajak, Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak tersebut dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal Surat Keputusan Pembetulan
Surat Keberatan yang tidak memenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) atau Pasal 4 ayat (1) tidak
Surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) bukan merupakan Surat Keputusan Keberatan sehingga tidak dapat
Wajib Pajak menyampaikan Surat Keberatan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak
a. secara langsung;
b. melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
Pemberian keterangan oleh Direktur Jenderal
Pajak atas permintaan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menambah jangka waktu pengajuan keberatan yang harus dipatuhi oleh Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d dan Pasal 4 ayat (1)
PENCABUTAN PENGAJUAN KEBERATAN
Pencabutan pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui
PENYELESAIAN KEBERATAN
Dalam proses penyelesaian keberatan, Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk:
a. meminjam buku, catatan, data, dan informasi dalam bentuk hardcopy dan/atau softcopy
kepada Wajib Pajak terkait dengan materi yang disengketakan melalui penyampaian
b. meminta Wajib Pajak untuk memberikan keterangan terkait dengan materi yang
c. meminta keterangan atau bukti terkait dengan materi yang disengketakan kepada pihak
d. meninjau tempat Wajib Pajak, termasuk tempat lain yang diperlukan;
e. melakukan pembahasan dan klarifikasi atas hal-hal yang diperlukan dengan memanggil Wajib Pajak melalui penyampaian surat
panggilan dengan menggunakan format sesuai contoh sebagaimana tercantum dalam
f. melakukan pemeriksaan untuk tujuan lain
dalam rangka keberatan untuk mendapatkan data dan/atau informasi yang objektif yang dapat dijadikan dasar dalam
a. surat permintaan peminjaman yang kedua; dan/atau
a. surat permintaan peminjaman tambahan; dan/atau
a. dokumen yang terkait dengan penghitungan peredaran usaha atau penghasilan bruto
dalam rangka penghitungan penghasilan neto secara jabatan; dan
a. pemberitahuan daftar hasil penelitian keberatan; dan
Dalam hal Wajib Pajak tidak menggunakan hak untuk hadir sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. Dalam hal Wajib Pajak tidak menggunakan
b. proses keberatan tetap diselesaikan tanpa menunggu kehadiran Wajib Pajak.
Surat Keputusan Keberatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (6) disampaikan kepada Wajib Pajak:
a. secara langsung dengan bukti tanda terima; b. melalui pos dengan bukti pengiriman surat;
atau
Sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% (lima puluh persen) sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) atau ayat (2) tidak dikenakan dalam hal:
b. pengajuan keberatan Wajib Pajak tidak dipertimbangkan karena tidak memenuhi persyaratan pengajuan keberatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1); atau