1
Hanik Maslacha M. E Winarno
Sri Purnami
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
E-mail: [email protected]
Abstract: Preliminary research conducted through a needs analysis questionnaire to 1 teacher of physical education, sports and health eighth grade and 32 eighth grade students found that students read books terhada physical education, sports, and health is low. The purpose of this study was to develop a product that is a big ball game instructional media are arranged in the form of interactive multimedia using software microsoft office powerpoint 2010.The result of the development of interactive multimedia products big ball games the first semester of eighth grade obtained the following data: (1) the results of the expert evaluation of a large ball games 83.13% (quite valid), (2) the results of evaluation of physical education learning experts 92.93% (very valid) , (3) the results of the expert evaluation of instructional media 75% (quite valid), (4) the test results of small groups with variable ease of 84, 16% (quite valid), the attractiveness of the variable 83.05% (quite valid), variable clarity 82.03 % (quite valid), (5) the results of testing large groups with ease variable 83.4% (quite valid), the attractiveness of the variable 82.5% (quite valid), variable clarity of 80.25% (quite valid). From these results the interactive multimedia product a great ball game fit for use as a medium of teaching physical education classes in the first semester eighth grade junior high school 20 Malang.
Keywords: Learning Media, Big Ball Game
Abstrak: Penelitian awal dilakukan melalui penyebaran angket analisis kebutuhan kepada 1 orang guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan kelas VIII serta 32 siswa kelas VIII diperoleh bahwa minat baca siswa terhada buku pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk yaitu media pembelajaran permainan bola besar yang disusun dalam bentuk multimedia interaktif menggunakan software microsoft office powerpoint 2010. Hasil pengembangan produk multimedia interaktif permainan bola besar kelas VIII semester I diperoleh data sebagai berikut: (1) hasil evaluasi ahli permainan bola besar 83,13% (cukup valid), (2) hasil evaluasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani 92,93% (sangat valid), (3) hasil evaluasi ahli media pembelajaran 75% (cukup valid), (4) hasil uji coba kelompok kecil dengan variabel kemudahan 84, 16% (cukup valid), variabel kemenarikan 83,05% (cukup valid), variabel kejelasan 82,03% (cukup valid), (5) hasil uji coba kelompok besar dengan variabel kemudahan 83,4% (cukup valid), variabel kemenarikan 82,5% (cukup valid), variabel kejelasan 80,25% (cukup valid). Dari hasil tersebut maka produk multimedia interaktif permainan bola besar layak digunakan sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani kelas VIII semester I di SMP Negeri 20 Malang.
Proses pembelajaran di sekolah erat kaitanya dengan penyampaian informasi atau komunikasi. Penyampaian informasi dan komunikasi akan lebih mudah dan dapat dipahami oleh peserta didik melalui berbagai cara salah satunya adalah penggunaan media. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi, (Dwiyogo 2007:1). Media yang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah adalah media pembelajaran. Menururt Santyasa dalam makalahnya yang berjudul Landasan Konseptual Media Pembelajaran (2007:3)
menjelaskan bahwa “media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media merupakan perantara penyampaian pesan sedangkan media pembelajaran merupakan perantara penyampaian pesan dari sumber belajar kepada siswa.
Penyampaian pesan di sekolah dilakukan guru dalam berbagai mata pelajaran termasuk pendidikan jasmani. Widijoto (2009:1) menyatakan konsep pendidikan jasmani sebagai berikut. Pendidikan jasmani diartikan sebagai suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain secara sistematik untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, yang akan baik pelaksanaannya apabila didukung dengan pengetahuan tentang cara melakukannya, perilaku hidup sehat, aktif, akan mengembangkan sikap jujur, disiplin, percaya diri, tangguh, pengendalian emosi, kerjasama dan saling menolong.
Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan jasmani tidak hanya mengembangkan aspek psikomotorik namun juga mengembangkan aspek kognitif dan afektif dari peserta didik. Aspek kognitif mencakup pengetahuan tentang fakta, konsep, dan penalaran serta pemecahan masalah. Ruang lingkup pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada jenjang SMP menurut Permendikbud No. 68 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah meliputi keterampilan bola besar, bola kecil, atletik, beladiri, konsep kebugaran jasmani, senam lantai, aktivitas gerak ritmik, renang, dan tindakan P3K, serta gaya hidup sehat.
Dari permasalahan yang ada maka dibutuhkan pengembangan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran permainan bola besar. Pada umumnya pembelajaran pendidikan jasmani hanya dilakukan di lapangan dan terlalu sering menggunakan media berupa buku akan membuat siswa menjadi bosan. Untuk menumbuhkan minat belajar siswa khususnya pada mata pelajaran pendidikan jasmani perlu adanya pengembangan media pembelajaran berupa multimedia. Priyanto (2009:3) dalam jurnalnya yang
berjudul “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer”
menjelaskan multimedia merupakan suatu gabungan antara teks, gambar, grafis, animasi, audio, dan video, serta cara penyampaian interaktif yang dapat membuat suatu pengalaman belajar siswa seperti dalam kehidupan nyata di sekitarnya. Dengan menggunakan multimedia dalam menyampaikan materi pembelajaran akan memungkinkan peserta didik belajar dengan lebih efektif, efisien dan interaktif.
Dwiyogo (2010: 229) dalam
mengatakan bahwa “ pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi
pesan) dan penerima pesan”.
Sedangkan Santyasa (2007:3)
menjelaskan “media pembelajaran
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai
tujuan belajar”.
Riyana dalam makalahnya
yang berjudul “Konsep dan Aplikasi Media Pembelajaran” (2008:25) menjelaskan “media pembelajaran merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan
adalah pesan pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai ialah proses
pembelajaran”. Pengertian lain
mengenai media pembelajaran dalam artikel yang berjudul
“Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis,
dan Pemilihan Media Pembelajaran”
Erwin (2011:1) mendefinisikan
“apabila media itu membawa pesan -pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media
pembelajaran”.
Dari beberapa pengertian mengenai media pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan perantara penyampaian pesan dari sumber belajar kepada siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Dalam suatu artikel yang
berjudul “Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, dan Pemilihan Media
karya wisata, kunjungan ke museum atau kebun binatang.
Sedangkan menurut Dwiyogo (2010:230) manfaat media pembelajaran diantanya adalah: (1) Media pembelajaran menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disampaikan. (2) Mengatasi perbedaan pengalaman belajar berdasarkan latar belakang ekonomi dari anak didik. (3) Membantu memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain. (4) Dapat menumbuhkan kemampuan berusaha sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan. (5) Dapat mengatasi sifat pasif anak didik. (6) Dapat menimbulkan kegairaan belajar. (7) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. (8) Memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan dan minat.
Manfaat media pembelajaran dalam makalah yang berjudul
“Konsep dan Aplikasi Media Pembelajaran” Riyana (2008:29-30) adalah sebagai berikut: (1) Membuat konkrit konsep-konsep yang abstrak. Konsep-konsep yang dirasakan masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada siswa bisa dikonkritkan atau disederhanakan melalui penggunaan media pembelajaran. Misalnya untuk menjelaskan sistem peredaran darah pada manusia, arus listrik, berhembusnya angin, bisa menggunakan media gambar atau bagan sederhana. (2) Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar. Misalnya guru menjelaskan dengan menggunakan gambar atau program televisi tentang binatang-binatang buas seperti harimau dan beruang, atau hewan-hewan lainnya. (3) Menampilakan objek yang terlalu besar atau terlalu kecil. (4)
Memperlihatkan gerakan yang telalu cepat atau terlalu lambat.
Dari beberapa penjelasan mengenai manfaat media pembelajaran dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran bermanfaat untuk mempermudah penyampaian informasi atau pesan pembelajaran kepada siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Pemahaman konsep permainan bola besar dapat disampaikan kepada siswa menggunakan media pembelajaran berupa multimedia berbasis komputer dengan format pptx. Sehingga siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda melalui multimedia interaktif. Dwiyogo (2007:91) menjelaskan “istilah multimedia berawal dari kata teater, bukan komputer. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium seringkali disebut
pertunjukan multimedia”. Sedangkan
dalam jurnal yang berjudul
“Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer”
Priyanto (2009:3) medefinisikan
bahwa “multimedia merupakan suatu gabungan antara teks, gambar, grafis, animasi, audio, serta cara penyampaian interaktif yang dapat membuat suatu pengalaman belajar bagi siswa seperti dalam kehidupan
nyata di sekitarnya”.
Dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa penggunaan multimedia dibantu dengan komputer agar penyampaian pesan menjadi lebih optimal dan interaktif karena dalam multimedia terdapat beberapa media seperti gambar, teks, suara atau video yang dapat lebih mudah dipahami oleh siswa. Priyanto (2009:3) menjelaskan
“multimedia pembelajaran berbasis
terdiri dari gabungan antara teks, gambar, grafis, sound, animasi, movie, audio dan video yang dibuat dengan program aplikasi komputer dan diakses/ditayangkan melalui
bantuan komputer”.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran adalah gabungan dari beberapa komponen media seperti teks, gambar, animasi, suara, musik atau video yang berisi pesan atau informasi berupa materi pembelajaran dan disampaikan kepada siswa.
Media pembelajaran ada berbagi macam jenis sesuai dengan fungsi dan cara penyusunannya. Microsoft PowerPoint adalah salah satu program presentasi yang cukup mudah dioperasikan. Kegunaan program Microsoft PowerPoint adalah pembuatan lembar presentasi, mengatur layout presentasi, menggabungkan dokumen presentasi, dan pembuatan pelajaran berupa pertunjukan. Menurut Saputro (2009:135) menjelaskan bahwa
“Microsoft PowerPoint adalah
aplikasi keperluan presentasi, khususnya untuk presentasi bisnis dan perkantoran. Namun,
PowerPoint juga dapat digunakan
untuk membuat sebuah film animasi
sederhana”.
Microsoft PowerPoint 2010 merupakan program aplikasi di bawah Microsoft Ofice 2010. Microsoft PowerPoint 2010 memiliki berbagai kelebihan dan kemudahan diantaranya adalah kita dapat memasukkan teks, gambar, video, suara serta membuat animasi sederhana. Dengan berbagai kelebihan dan kemudahan untuk mengoprasikan Microsoft PowerPoint 2010, maka kita dapat membuat tampilan presentasi yang menarik dan variatif. Dengan kelebihan
Microsoft PowerPoint 2010 maka
memungkinkan untuk membuat suatu multimedia interaktif berbasis
komputer dalam menyusun media pembelajaran permainan bola besar untuk siswa kelas VIII semester I sehingga dapat mempermudah siswa dalam belajar atau memahami materi tersebut.
“Pembelajaran merupakan
suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai
sumber untuk belajar”, Riyana
(2008:19). Pembelajaran yang dilakukan di sekolah dapat dilakukan
dengan mudah dengan
memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah multimedia interaktif. Dengan menggunakan multimedia interaktif guru dapat memasukkan materi pembelajaran dengan kriteria menurut Yulaelawati (2007:36) sebagai berikut: (1) Menuju kemandirian peserta didik. (2) Mengandung makna yang mendalam. (3) Menyiratkan saran menuju kualitas kehidupan yang lebih baik. (4) Mengandung urutan atau sistematika berdasarkan kepentingan, sebab akibat, makna tunggal, makna majemuk. (5) Autentik. (6) Menarik. (7) Bermanfaat bagi kehidupan peserta didik. (8) Dapat dipelajari. (9) Layak dipelajari.
kepada pembelajar dalam belajar. (2) Warna, musik, grafis dan animasi dapat menambahkan kesan realisme dan menuntut latihan, kegiatan laboratorium, simulasi dan sebagainya. (3) Respon pribadi yang cepat dalam kegiatan-kegiatan belajar siswa akan menghasilkan penguatan yang tinggi. (4) Kemampuan memori memungkinkan penampilan pembelajaran yang telah lampau direkam dapat dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya di kemudian hari. (5) Kesabaran, kebiasaan pribadi yang dapat diprogram melengkapi suasana sikap yang lebih positif, terutama berguna sekali untuk pembelajaran yang lamban. (6) Kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan, pemberian perintah secara individual dapat dipersiapkan bagi semua pembelajar, terutama untuk para pembelajar yang dikhususkan, dan kemajuan belajar merekapun dapat diawasi terus.
Melalui pengamatan atau observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran pendidikan jasmani pada tanggal 20 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 24 Oktober 2014 diperoleh temuan bahwa: (1) peserta didik cukup antusias dalam pembelajaran permainan bola besar seperti permainan sepakbola, permainan bolavoli dan bolabasket. Namun pada saat pembelajaran permainan bola besar seperti permainan sepakbola, permainan bolavoli dan bolabasket: (a) peserta didik kesulitan untuk menyebutkan jenis-jenis teknik dasar pada pembelajaran permainan bola besar seperti permainan sepakbola, permainan bolavoli, atau bolabasket, (b) peserta didik kesulitan ketika menjelaskan pengertian suatu teknik dasar yang ada dalam suatu cabang olahraga, (c) peserta didik kesulitan memahami konsep dari variasi dan
kombinasi latihan teknik dasar permainan bola besar seperti permainan sepakbola, permainan bolavoli, atau bolabasket.
Selain itu frekuensi membaca peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang yaitu, 80,64% peserta didik menjawab jumlah buku pendidikan jasmani yang dibaca pada semester I sebanyak satu buku. 80,64% peserta didik menjawab selama satu minggu siswa hanya membaca satu kali buku pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan kelas VIII semester I, serta 12,9% peserta didik menjawab tidak pernah membaca buku pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan kelas VIII semester I. 70,96% peserta didik sering memperoleh sumber belajar berbentuk buku ajar pendidikan jasmani. 77,41% peserta didik menjawab bahwa guru pendidikan jasmani yang mengajar pendidikan jasmani kelas VIII sering menggunakan buku ajar ketika mengajar pada semester I. 61,29% peserta didik mengatakan bahwa buku pendidikan jasmani yang digunakan saat ini sudah cukup lengkap, hal ini sesuai dengan pendapat pendidik yang mengatakan bahwa materi yang disajikan dalam buku ajar pendidikan jasmani sudah tepat untuk kelas VIII semester I.
sehingga untuk mempraktikkannya siswa menjadi kesulitan.
Pengertian dan fungsi Kompetensi inti yang tertera pada Kompetensi Dasar Dokumen
Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) (2013:5) adalah sebagai berikut. Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi
(organising element) Kompetensi
Dasar.
Kompetensi inti dibagi menjadi empat kelompok yang saling terkait yang berkaitan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi inti 2), ilmu pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi inti 4). Dalam dokumen Komptensi Dasar Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) (2013:7) dijelaskan bahwa. Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (Kompetensi Inti 3) dan penerapan pengetahuan (Kompetensi Inti 4).
Kompetensi inti untuk siswa kelas VIII yang berkaitan dengan
pengetahuan dan penerapan pengetahuan berada pada kompetensi inti 3 dan 4. Kompetensi
inti 3 yaitu “memahami pengetahuan
(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata”. Amri
(2013:73) menjelaskan jenis-jenis materi pelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) Fakta yaitu segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda atau sebagainya. (2) Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti dan sebagainya. (3) Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktifitas dan kronologi suatu sistem.
Pengertian kompetensi dasar yang tertera pada Dokumen Komptensi Dasar Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs)
(2013:7) yaitu, “kompetensi dasar
merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta
didik”. Kompetensi dasar pada
materi pembelajaran permainan bola besar yang akan disusun sebagai landasan pengembangan multimedia permainan bola besar dapat dilihat pada tabel berikut.
point 2010 yang dapat bermanfaat bagi siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang. Penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan bertujuan agar siswa dapat lebih mudah dalam menerima dan mengolah informasi serta dapat membantu siswa untuk belajar lebih interaktif dalam memahami konsep pembelajaran permainan bola besar.
METODE
Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model konseptual. Model konseptual yaitu
“model yang bersifat analitis yaitu memberikan komponen-komponen produk yang akan dikembangkan
serta keterkaitan antar komponen”
(Tim Universitas Negeri Malang, 2010:47). Produk dari penelitian dan pengembangan ini yaitu multimedia interaktif pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk siswa kelas VIII semester I. Ditinjau dari tujuan penelitian yang ada pada bab sebelumnya maka, penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development).
Berdasarkan pada model penelitian dan pengembangan yang merupakan model konseptual dalam penelitian ini, maka langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang digunakan merujuk pada langkah-langkah yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983:775), yang terdiri dari sepuluh tahapan yaitu, (1) penelitian dan pengumpulan data (reaserch and information colection), (2) perencanaan (planning), (3) pengembangan produk (develop preliminary form of product), (4) uji lapangan awal (preliminary field testing), (5) revisi hasil uji coba produk pertama (main product revision), (6) uji coba lapangan (mian field testing), (7) revisi
terhadap produk operasional (operational product revision), (8) uji pelaksanaan lapangan operasional (operational field testing), (9) revisi terhadap produk akhir (final product
revision), (10) diseminasi
(penyebaran) dan implementasi (dissemination and implementation)”.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh
Borg and Gall. “Penelitian dan
pengembangan merupakan penelitian yang berupaya mengembangkan produk tertentu sesuai dengan kebutuhan
masyarakat”, Winarno (2011:76).
Sedangkan menurut Sukmadinata (2010:164) mengatakan bahwa,
”penelitian dan pengembangan
adalah suatu proses atau
langkah-langkah yang untuk
mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat
dipertanggungjawabkan”.
satu orang ahli permainan bola besar pada 11 April 2016, satu orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani pada 13 April 2016, dan satu orang ahli media pembelajaran pada 15 April 2016. (4) Uji coba lapangan dilakukan pada tanggal 26 April 2016 dengan 12 orang siswa kelas VIII sebagai subyek uji coba. (5) Revisi produk operasional dilakukan setelah melakukan uji coba kelompok kecil apabila ditemukan kekurangan dan masukan terhadap produk yang dikembangkan. (6) Uji pelaksanaan lapangan operasional dilakukan pada tanggal 18 Mei 2016 dengan 20 orang siswa kelas VIII sebagai subyek penelitian. (7) Revisi produk akhir dilakukan untuk menyempurnakan produk sesuai dengan perbaikan yang diperlukan.
Uji coba produk bertujuan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan sebagai dasar menetapkan tingkat keefektifan, kelayakan dan daya tarik produk yang akan dihasilkan. Dalam tahap ini akan dikemukakan secara berurutan tahapan dalam uji coba produk diantaranya adalah. (1) Uji coba produk pengembangan melalui 3 tahap yang meliputi, (a) uji perseorangan melalui evaluasi ahli, (b) uji coba kelompok kecil, dan (c) uji coba kelompok besar. Desan uji coba produk pada penelitian dan pengembangan multimedia interaktif permainan bola besar yaitu desain deskriptif (TIM UM, 2010:47) karena pada tahap uji lapangan awal yang melibatkan beberapa ahli untuk mengevaluasi dan memberikan masukan/saran terhadap produk yang dikembangkan agar lebih baik, menarik, dan bermanfaat. (2) Subyek uji coba terdiri dari tiga orang ahli yaitu Drs. Bambang Ratno. A selaku ahli permainan bola besar, Dr. Eko Hariyanto, M. Pd selaku ahli pembelajaran pendidikan jasmani , dan Bapak Eka Pramono Adi, S.I.P, M. Si selaku ahli media
pembelajaran. Subyek uji coba kelompok kecil terdiri dari 12 orang siswa dan subyek uji coba kelompok besar terdiri dari 20 orang siswa. (3) Jenis data pada pengembangan media pembelajaran permainan bola besar melaui multimedia interaktif untuk siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data yang diperoleh merupakan hasil dari penelitian awal berupa analisis kebutuhan dan observasi awal, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Data kualitatif diperoleh dari analisis kebutuhan dan evaluasi yang berupa saran, tanggapan dan masukan untuk rancangan produk yang akan dikembangkan. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil analisis kebutuhan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar yang diolah untuk mengetahui persentase kebutuhan produk yang dikembangkan dalam bentuk angka. (4) Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa pengamatan lapangan/observasi, dan kuisioner.
Kuisioner adalah “sejumlah
pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang segala sesuatu yang akan diteliti” (Winarno, 2011:96). “Di dalam pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat
indra”, Winarno (2011:102).
sistematis yang dilakukan peneliti sebagai pengamat tidak menggunakan suatu instrumen ketika mengamati objek penelitian di lapangan.
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif berupa deskriptif kuantitatif berupa persentase. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi, saran atau masukan dari ahli, dan saran hasil uji coba kelompok kecil atau kelompok besar. Teknik analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Untuk mengolah data yang berupa deskriptif kuantitatif yang diolah menjadi bentuk presentase.
Tingkat validasi data angket penilaian validator dapat ditinjau dari hasil presentase kriteria. Menurut Akbar dan Sriwiyana (2010:153) yaitu sebagai berikut.
Tabel 1 kriteria kualitas produk Presentase Keterangan
86%-100% Sangat valid
70%-85% Cukup valid
60%-69% Kurang valid
0%-50% Tidak valid
Sumber: Akbar dan Sriwiyana (2010:153)
HASIL
Penyajian data keseluruhan dari hasil pengembangan multimedia permainan bola besar untuk siswa kelas VIII semester I diantaranya adalah sajian data yang diperoleh dari analisis kebutuhan (data hasil angket pada siswa dan guru pendidikan jasmani), sajian data yang diperoleh dari evaluasi ahli permainan bola besar, ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan ahli media pembelajaran, uji
coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa instrumen yang disajikan dalam bentuk angket/kuisioner. Pada pengembangan multimedia interaktif permainan bola besar ini teknik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian dari ahli permainan bola besar, ahli pembelajaran pendidikan jasmani, ahli media pembelajaran, dan uji coba adalah teknik persentase.
Data hasil analisis kebutuhan adalah data hasil penyebaran angket pada 32 siswa kelas VIII dan 1 orang guru pendidikan jasmani. Data hasil evaluasi ahli terdiri dari data hasil evaluasi 1 orang ahli permainan bola besar, 1 orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan 1 orang ahli media pembelajaran. Data hasil uji coba kelompok kecil merupakan data hasil penyebaran instrumen validasi kepada siswa kelas VIII dengan jumlah 12 subjek yang diambil secara acak dari 32 orang siswa. Data hasil uji coba kelompok besar merupakan data hasil penyebaran instrumen validasi kepada siswa kelas VIII sebanyak 20 subjek.
Kegiatan tinjauan evaluasi ahli permainan bola besar dilakukan hari Senin 11 April 2016, ahli pembelajaran pendidikan jasmani dilakukan hari Rabu 13 April 2016, dan ahli media pembelajaran dilakukan hari Jumat 15 April 2016.
Evaluasi Ahli Permainan Bola Besar
Evaluasi ahli permainan bola besar dilakukan pada hari senin 11 April 2016 dengan instrumen angket sebanyak 52 pertanyaan, berikut ini data hasil evaluasi ahli permainan bola besar: (1) variabel kesesuaian dengan materi kompetensi inti diperoleh data persentase 100%, (2) variabel kesesuaian kompetensi dasar sepakbola diperoleh data persentase 75%, (3) variabel kemudahan materi pembelajaran sepakbola diperoleh data persentase 81,25%, (4) variabel ketepatan materi pembelajaran sepakbola diperoleh data persentase 92,85%, (5) variabel kesesuaian kompetensi dasar permainan bolavoli diperoleh data persentase 75%, (6) variabel kemudasan materi pembelakaran permainan bolavoli diperoleh data persentase 79,16%, (7) variabel ketepatan materi pembelajaran permainan bolavoli diperoleh data persentase 79,16%, (8) variabel kesesuaian kompetemsi dasar materi pembelajaran permainan bolabasket diperoleh data persentase 75%, (9) variabel kemudahan materi permainan bolabasket diperoleh data persentase 85,71%, variabel ketepatan permainan bolabasket diperoleh data persentase 75%. Data hasil evaluasi dari ahli permainan bola besar dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan diperoleh persentase 83,13% sehingga produk pengembangan media pembelajaran permaninan bola besar yang dikemas dalam bentuk multimedia
interaktif dengan format pptx cukup valid sehinga dapat digunakan dengan revisi kecil sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang.
Saran atau masukan dari ahli permainan bola besar untuk menyempurnakan isi materi pembelajaran yaitu perlu ditambahkan gambar bergerak pada materi teknik dasar passing permainan sepakbola, menghentikan bola, dan materi passing pada permainan bolavoli.
Evaluasi ahli Pembelajaran Pendidikan Jasmani
bola basket diperoleh data persentase 95,83%, (11) variabel kemenarikan jenis media diperoleh data persentase 100%, (12) variabel strategi penggunaan media diperoleh data persentse 100%, (13) variabel sistematika penyusunan materi diperoleh data persentase 75%.
Data hasil evaluasi dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan diperoleh persentase 92,93% sehingga produk pengembangan media pembelajaran permainan bola besar yang dikemas dalam bentuk multimedia interaktif dengan format pptx sangat valid sehinga dapat digunakan sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang.
Saran atau masukan dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani untuk menyempurnakan produk pembelajaran pendidikan jasmani berupa multimedia interaktif permainan bola besar yaitu, (1) alangkah baiknya disertai video atau gambar hidup sehingga demonstrasi gerakan dapat terlihat jelas,( 2) selain teks sebaiknya ada narasi karena prinsip belajar itu mendengar dan melihat.
Evaluasi Ahli Media Pembelajaran
Evaluasi ahli media pembelajaran dilakukan pada hari
Jum’at 15 April 2016 dengan instrumen angket sebanyak 44 pertanyaan, berikut ini data hasil evaluasi ahli media pembelajaran yang secara keseluruhan variabel kemenarikan, kejelasa, dan kesesuaian tampilan media pembelajaran permainan bola besar diperoleh data persentase 75%. Sehingga, data hasil evaluasi dari ahli media pembelajaran dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan diperoleh persentase
75% sehingga produk
pengembangan media pembelajaran permaninan bola besar yang dikemas dalam bentuk multimedia interaktif dengan format pptx cukup valid sehinga dapat digunakan dengan revisi kecil sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang.
Saran atau masukan dari ahli media untuk menyempurnakan produk pembelajaran pendidikan jasmani berupa multimedia interaktif permainan bola besar yaitu, (1) desain visual, sebagai media pembelajaran perlu adanya konsistensi desain visual, halaman-halaman paket perlu konsistensi visual, misal gaya visual antar slide sebaiknya konsisten, jenis font, serta ornamen-ornamen hias diupayakan konsisten, serta layout penataan letak objek, tombol, dan teks, (2) sebagai multimedia sebaiknya optimalkan juga potensi video, banyak teknik keolahragaan yang akan optimal jika dalam format video.
Hasil Uji Coba kelompok Kecil
persentase 82,08% dengan kriteria cukup valid sehingga multimedia permainan bola besar dilihat dari aspek kejelasan dapat digunakan dengan revisi kecil.
Hasil Uji Coba Kelompok Besar
Uji coba kelompok besar dilakukan pada 18 Mei 2016 di SMP Negeri 20 Malang dengan instrumen angket sebanyak 43 pertanyaan. Data hasil uji coba kelompok besar dapat disimpulkan bahwa variabel kemudahan secara keseluruhan diperoleh data persentase 83,4% dengan kriteria cukup valid sehingga multimedia permainan bola besar dilihat dari aspek kemudahan dapat digunakan dengan revisi kecil. Variabel kemenarikan secara keseluruhan diperoleh data persentase 89,37% dengan kriteria valid sehingga multimedia permainan bola besar dilihat dari aspek kemenarikan dapat digunakan tanpa revisi. Variabel kejelasan secara keseluruhan diperoleh data persentase 80,25% dengan kriteria cukup valid sehingga multimedia permainan bola besar dilihat dari aspek kejelasan dapat digunakan dengan revisi kecil.
Produk akhir hasil pengembangan media pembelajaran permainan bola besar untuk siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang dibuat dalam bentuk multimedia interaktif dengan format pptx, jumlah slide bagian awal sebanyak 5 slide (2 slide pembuka, 1 slide menu/home, 1 slide daftar rujukan, dan 1 slide profil). 28 slide materi pembelajaran permainan sepakbola terdiri dari materi passing, menggiring bola, menghentikan bola, dan menyundul bola, variasi latihan
passing, menggiring bola, dan
menyundul bola, kombinasi latihan
passing, menggiring bola, dan
menghentikan bola, serta uji kompetensi permainan sepakbola.
23 slide materi pembelajaran
permainan bolavoli terdiri dari materi pembelajaran passing atas, passing bawah, service atas, service bawah, variasi latihan passing, kombinasi latihan passing, dan uji kompetensi permainan bolavoli. 20 slide materi pembelajaran permainan bola basket dengan materi overheadpass (passing dari atas kepala), shooting satu tangan dan lay up shoot, variasi latihan overheadpass, variasi latihan shooting satu tangan, dan variasi latihan lay up shoot, serta kombinasi latihan overheadpass dan lay up, uji kompetensi permainan bolabasket. Selain itu dalam multimedia interaktif permainan bola besar untuk siswa kelas VIII semester I ini juga dilengkapi dengan video teknik dasar permainan sepakbola, permainan bolavoli, dan permainan bolabasket. Selain file dalam format pptx dalam satu paket produk multimedia interaktif permainan bola besar juga dilengkapi dengan flip book permainan bola besar kelas VIII semester I.
Hasil uji coba kelompok besar diperoleh data persentase dengan variabel kemudahan secara keseluruhan diperoleh hasil 83,4%, variabel kemenarikan secara keseluruhan diperoleh hasil 89,37%, variabel kejelasan secara keseluruhan diperoleh hasil 80,25%.dibandingkan dengan hasil penelitia sebelumnya dilakukan oleh Hidayat (2015:72-73) tentang
“Pengembangan Multimedia Interaktif Permainan sepakbola sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk Siswa Kelas X
SMA Sederajat” diperoleh hasil, 1)
olahraga, dan kesehatan untuk siswa kelas X SMA Sederajat dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran permainan sepakbola. Penelitian oleh Rahman
(2014:42-43) tentang “Pengembangan
Pembelajaran Passing, Dribbling,
dan Shooting Bolabasket
Menggunakan Multimedia Berbasis Flash untuk Siswa Kelas VII SMP
Negeri 3 Malang” diperoleh hasil, 1) uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 79,30% dan termasuk kriteria cukup valid, 2) uji coba kelompok besar diperoleh hasil 79,88% dan termasuk kriteria cukup valid, dengan demikian produk pengembangan multimedia flash untuk siswa kelas VII SMP Negeri 3 Malang dapat digunakan namun ada revisi kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan materi bolabasket untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Penelitian oleh Firmanda (2015:45-46) tentang
“Pengembangan Pembelajaran
Teknik Dasar Passing, Shooting Permainan sepakbola Kelas VII Berbasis Multimedia di SMP Negeri
18 Kota Malang” diperoleh hasil, 1)
uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 81,79% dan kategori sangat baik, 2) uji coba kelompok besar 77,26% dan termasuk kategori baik, sehingga produk multimedia dengan menggunakan program Adobe Flash CS3 di SMP Negeri 18 Kota Malang secara keseluruhan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran di SMP Negeri 18 Kota Malang.
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pengembangan, produk yang dihasilkan berupa multimedia interaktif permainan bola besar
untuk siswa kelas VIII semester I dengan format pptx dengan menggunakan microsoft office
powerpoint 2010. Hasil
pengembangan ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Multimedia interaktif permainan bola besar untuk siswa kelas VIII semester I dibuat dalam bentuk pptx menggunakan software microsoft
office powerpoint 2010. 2)
Multimedia interkatif permainan bola besar berisi materi pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan kelas VIII semester I diantaranya adalah permainan sepakbola, permainan bolavoli, dan permainan bolabasket. 3) Multimedia interaktif permainan bola besar ini merupakan media pembelajaran sebagai pedoman bagi guru dan siswa yang dikemas dalam bentuk video compack disc (VCD) dengan harapan dapat mempermudah pengguna dalam mengoperasikan.
Dari hasil evaluasi ahli permainan bola besar diperoleh hasil 83,05%, hasil evaluasi ahli pembelajaran pendidikan jasmnai diperoleh hasil 92,93%, hasil evaluasi ahli media pembelajaran diperoleh hasi 75%, hasil uji coba kelompok kecil dengan variabel kemudahan diperoleh hasil 83,05%, variabel kemenarikan diperoleh hasil 82,03%, variabel kejelasan diperoleh hasil 83,4%, dan uji coba kelompok besar dengan variabel kemudahan diperoleh hasil 83,4%, variabel kemenarikan diperoleh hasil 82,5%, variabel kejelasan diperoleh hasil 80,25%.
penelitian ini dapat digunakan dengan rentangan persentase antara 70%-85% dengan keterangan cukup valid sehingga produk pengembangan dapat digunakan dengan revisi kecil.
SARAN
Pemanfaatan multimedia interaktif permainan bola besar dijalankan menggunakan komputer atau laptop yang sudah didukung oleh software microsoft office powerpoint 2010.
Dalam penyebarluasan produk pengembangan ini ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberi saran yaitu sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan sasaran yang ingin dituju baik isi maupun kemasan. Sehingga pengembangan multimedia intrktif permainan bola besar ini lebih menarik dan bermanfaat khususnya bagi siswa kelas VIII dan guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Saran-saran peneliti untuk pengembangan penelitian menuju ke arah lebih lanjut adalah sebagai berikut.
a. Untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 20 Malang tetapi pada siswa kelas VIII di sekolah lain.
b. Multimedia interaktif permainan bola besar yang disusun dengan format pptx ini masih dapat dikembangkan menggunakan software multimedia yang lain. sehingga diharapkan dapat lebih variatif dalam melakukan kemasan pada materi permainan bola besar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih maksimal.
c. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lantjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang dikembangkan ini, karena hasil
pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja.
Demikian saran-saran terhadap pemanfaatan, diseminasi, maupun pengembangan produk lebih lanjut terhadap pengembangan media pembelajaran permainan bola besar melalui multimedia interaktif untuk siswa kelas VIII semester I SMP Negeri 20 Malang.
DAFTAR RUJUKAN
Akbar, S & Sriwiyana, H. 2010.
Pengembangan Kurikulum
Dan Pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS). Yogyakarta: Cipta Media.
Amri, S. 2013. Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta. PT. Prestasi Pustakarya.
Borg, W. R, & Gall M. D. 1983.
Educational research: an
introduction fourth edition. New York: Longman.
Dimyati, & Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Dwiyogo, W. 2007. Pengembangan
Kurikulum Penjas &
Olahraga. Malang: Wineka
Media.
Dwiyogo, W. 2010. Dimensi
Teknologi Pembelajaran
Pendidikan Jasmani dan
Olahraga. Malang: Wineka
Media.
Firnanda, F. R. 2015. Pengembangan
Pembelajaran Teknik Dasar Dribbling, Passing, Shooting Sepakbola Kelas VII Berbasis Multimedia di SMP Negeri 18
Kota Malang. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Hidayatullah, M. 2015.
Pengembangan Multimedia
Interaktif Sepakbola sebagai
Media Pembelajaran
Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
untuk Siswa Kelas X SMA
Sederajat. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013). Kurikulum 2013 Kompetensi
Dasar SMP/ MTs. Online,
(http://pendidikan-diy.go.id/file/mendikbud/), diakses pada 18 September 2013.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013). Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Struktur Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Pertama/
Madarasah Tsanawiyah.
Online,
(http://bnsp_Indonesia.org), diakses pada 10 Februari 2015.
Priyanto, D. 2009. Pengembangan
Multimedia Pembelajaran
Berbasis Komputer. Jurnal
pemikiran alternatif kependidikan. Vol. 14. Insania.
Rahman, S. 2014. Pengembangan
Pembelajaran Passing,
Dribbling, dan Shooting
Bolabasket Menggunakan
Multimedia Berbasis Flash
untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Malang. Malang: Universitas Negeri Malang.
Riyana, C. 2008. Konsep dan Aplikasi Media Pembelajaran. Makalah disampaikan pada kegiatan pengabdian masyarakat. Oktober 2008
Rosdiani, D. 2012. Media
Pembelajaran Langsung
dalam Pendidikan Jasmani
dan Kesehatan. Bandung:
Alfa Beta.
Santyasa, I. W. 2007. Landasan
Konseptual Media
Pembelajaran. Makalah
disampaikan dalam
Workshop Media
Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan. Klungkung, 10 Januari 2007.
Saputro, U, dkk. 2009. Pengantar
Teknologi Informasi dan
Komunikasi 3. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sukmadinata, N. S. 2010. Metode
Penelitian Pendidikan.
Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Tim Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan
Karya Ilmiah. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Widijoto, H. 2009. Buku Petunjuk Teknis Praktek Pengalaman
Lapangan. Malang:
Universitas Negeri Malang UPT Program Pengalaman Lapangan.
Wicaksono, M. 2012. Survey Tahun
2011 Tentang Budaya
Membaca Masyarakat
Indonesia. (Online),
survei-
tahun-2011-tentang-budaya.html), diakses pada 17 Desember 2014.
Winarno. 1995. Sistematika
Pengajaran Pendidikan
Jasmani. Jurnal Ilmu
Pendidikan, 22 (1): 87.
Winarno. 2011. Metodologi Penelitian dalam Pendidikan
Jasmani. Malang: Media
Cakrawala Utama Press.