Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

17 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

EKSPRESI TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA (TNF-α) PADA POLIP HIDUNG

Tesis

Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Magister dalam Bidang IlmuTelinga Hidung Tenggorok

Kepala dan Leher

Oleh:

Erika Madonna Surbakti

PROGRAM STUDI MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK

DEPARTEMEN TELINGA HIDUNG TENGGOROK KEPALA DAN LEHER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Salam sejahtera, Saya panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasih setia, penyertaan dan karuniaNya Saya dapat menyelesaikan tulisan karya ilmiah dalam bentuk tesis yang berjudul Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung.

Tulisan ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Kedokteran Klinik Ilmu Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.

Saya sangat menyadari bahwa tulisan ini mungkin masih jauh dari sempurna baik isi maupun bahasannya, dengan semua keterbatasan tersebut, saya berharap mendapat masukan yang bermanfaat demi kebaikan kita semua.

Dengan berakhirnya masa pendidikan Magister Saya, maka pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah Saya menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

Yang terhormat Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara, yang

telah memberikan kesempatan kepada Saya untuk mengikuti Program Magister Kedokteran Klinik Ilmu Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan

Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.

Yang terhormat Bapak Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan kesempatan kepada Saya untuk mengikuti Magister Kedokteran Klinik Ilmu Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. .

Yang terhormat Bapak Direktur Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan, yang telah mengizinkan dan memberikan kesempatan kepada Saya untuk belajar dan bekerja di lingkungan Rumah Sakit ini.

(5)

Malik Medan yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan, petunjuk, pengarahan serta nasehat baik sebagai Kepala Departemen dan sebagai

guru selama saya mengikuti pendidikan di Departemen T.H.T.K.L FK USU/ RSUP H. Adam Malik Medan.

Yang terhormat, Dr. dr. Tengku Siti Hajar Haryuna, Sp. T.H.T.K.L sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis di Departemen T.H.T.K.L FK USU/ RSUP H. Adam Malik Medan, atas bimbingan dan dorongan semangat yang diberikan sehingga menimbulkan rasa percaya diri, baik dalam bidang keahlian maupun pengetahuan umum lainnya.

Yang terhormat Prof. Dr. dr. Delfitri Munir, Sp. T.H.T.K.L(K) sebagai ketua pembimbing Tesis Saya dan kepada dr. Andrina Y. M. Rambe, Sp. T.H.T.K.L sebagai anggota pembimbing tesis. Di tengah kesibukan beliau dengan penuh kesabaran telah banyak memberikan saran, petunjuk, perhatian, bimbingan serta dorongan sehingga Saya dapat menyelesaikan tesis Magister ini. Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas waktu dan bimbingan yang telah diberikan selama penelitian dan dalam penulisan tesis ini.

Yang terhormat penguji Tesis Magister Saya dr. M. Pahala Hanafi

Harahap, Sp. T.H.T.K.L dan dr. Ida Sjailandrawati, Sp.T.H.T.K.L, atas koreksi dan saran selama penyusunan Tesis Magister ini.

(6)

Tengku Siti Hajar Haryuna, Sp.T.H.T.K.L, dr. Aliandri, Sp.T.H.T.K.L, dr. Ashri Yudhistira, M.Ked (ORL-HNS), Sp. T.H.T.K.L, dr. Devira Zahara,

M.Ked (ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L, dr. M. Pahala Hanafi, Sp.T.H.T.K.L, Dr. dr. H. R. Yusa Herwanto, M.Ked (ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L, dr. Ferryan Sofyan, M. Kes, Sp.T.H.T.K.L, dr. Ramlan Sitompul, Sp.T.H.T.K.L, dr. Indri Adriztina, M.Ked (ORL-HNS), Sp. T.H.T.K.L, dan dr. Yuliani M Lubis, Sp.T.H.T.K.L yang telah banyak memberikan bimbingan dalam ilmu dan pengetahuan dibidang T.H.T.K.L, baik secara teori maupun keterampilan yang kiranya sangat bermanfaat bagi saya di kemudian hari.

Yang terhormat Guru Saya di RS Haji Medan dan Guru Saya di RSUD dr.Pirngadi Medan yang banyak membantu Saya dalam proses penelitian Tesis ini.

(7)

Yang terhormat staf pengajar Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, dr. Lidya Imelda

Laksmi, M. Ked (PA), Sp. PA, sebagai pembimbing ahli yang telah banyak memberikan ilmu dan bantuan kepada saya dalam melakukan penelitian ini.

Yang mulia dan tercinta Ayahanda Sastra Surbakti dan Ibunda Herni Rosni Tarigan, terima kasih yang tak terhingga serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas kasih sayang yang telah diberikan dan dilimpahkan kepada ananda sejak dalam kandungan, dilahirkan, dibesarkan dan diberi pendidikan yang baik serta diberikan suri tauladan yang baik hingga menjadi landasan yang kokoh dalam menjalani kehidupan ini, dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dengan umur panjang, kesehatan dan kesejahteraan Engkau kiranya memberkati kedua orang tuaku.

Yang terhormat kedua mertua saya (Alm) Hesron Sembiring dan Sri Murni Sitepu yang telah memberikan dorongan semangat kepada saya sehingga pendidikan ini dapat selesai.

Kepada suamiku terkasih Frans Hendra Sembiring, ST, MSM serta

buah hati yang sangat kusayang Karen Natania Elleora Sembiring dan Kenzo Nathaniel Elmer Sembiring, tiada kata yang lebih indah yang dapat

ibunda ucapkan selain ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya atas pengorbanan tiada tara, cinta dan kasih sayang, kesabaran, ketabahan, pengertian dan dorongan semangat yang tiada henti-hentinya dan doa kepada ibunda sehingga dengan penyertaan Tuhan akhirnya kita sampai pada saat yang berbahagia ini.

Kepada abangda, Suranta Eka Putra Surbakti, ST dan Ronny Edy Saputra, ST dan adinda dr. Herry Maha Putra Surbakti serta kakak dan adik ipar, penulis mengucapkan terima kasih atas limpahan kasih sayang dan tak henti-hentinya memberikan dorongan serta doa kepada penulis.

(8)

Richa Syafni Putri Wulandari, terima kasih untuk dorongan, bantuan, saran dan kebersamaan kita selama ini yang tetap membuat Saya

bersemangat dalam menjalani pendidikan ini.

Yang tercinta teman-teman sejawat PPDS Ilmu T.H.T.K.L yang telah bersama-sama, baik dalam suka maupun dalam duka, saling membantu sehingga terjalin persaudaraan yang erat, dengan harapan teman-teman lebih giat lagi sehingga dapat menyelesaikan studi ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati kita semua.

Kepada seluruh kerabat dan handai taulan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Akhirnya izinkanlah Saya mohon maaf yang setulus-tulusnya atas segala kesalahan dan kekurangan Saya selama mengikuti pendidikan ini, semoga segala bantuan, dorongan, petunjuk yang diberikan kepada Saya selama mengikuti pendidikan kiranya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan, Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin.

Medan, April 2016 Penulis

(9)

ABSTRAK

Latar belakang: Polip hidung adalah proses inflamasi yang melibatkan mukosa hidung dan sinus paranasal. Polip merupakan massa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih keabu-abuan, terjadi akibat inflamasi mukosa. Berdasarkan histopatologi sekitar 85-90% adalah polip eosinofilik ditandai dengan infiltrasi eosinofil yang dominan. Tumor Necrosis Factor (TNF-α) merupakan sitokin pro -inflamasi yang memiliki peranan penting dalam patogenesis polip hidung. TNF-α meningkatkan sekresi dari VCAM-1 dan RANTES pada fibroblas hidung yang meregulasi infiltrasi eosinofil, lebih lanjut akan mempercepat akumulasi eosinofil pada polip hidung.

Tujuan: Mengetahui ekspresi TNF-α pada penderita polip hidung. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain studi case caries yang dilakukan terhadap 33 kasus polip hidung yang diperoleh secara non probability consecutive sampling. Pemeriksaan imunohistokimia dilakukan untuk menilai ekspresi TNF-α pada polip hidung.

Hasil: Dari 33 kasus polip hidung, dijumpai ekspresi positif (overexpression) TNF-α (84,8%). Dari seluruh kelompok positif, usia

terbanyak ≥40 (60,7%), laki-laki dijumpai lebih banyak dari perempuan (67,9%), tipe histopatologi polip terbanyak adalah tipe 1 (Allergic polyp) (64,3%), sedangkan stadium polip terbanyak adalah stadium 3 (50%). Kesimpulan : Ekspresi TNF-α dijumpai positif (overexpression) pada polip hidung, di mana dijumpai terbanyak pada laki-laki, kelompok umur ≥40 tahun, polip hidung tipe alergi dan polip stadium 3.

(10)

ABSTRACT

Background: Nasal polyps is an inflammatory process involving the mucosa of the nose and paranasal sinuses. It is a soft mass that contains a lot of fluid in the nasal cavity, grayish-white color, which is caused by inflammation of the mucosa. Nasal polyps about 85-90% by histopathology are eosinophilic polyps characterized by dominant infiltration of eosinophils. Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) is a pro-inflammatory cytokine that has an essential role in the pathogenesis of nasal polyps. TNF-α enhance the secretion of VCAM-1 and RANTES in nasal fibroblasts which regulates the eosinophil infiltration, further will accelerate the accumulation of eosinophils in nasal polyps.

Purpose: To assess expression of TNF-α in nasal polyps.

Methods: This research was a descriptive case series study design, performed on 33 cases of nasal polyps obtained by non-probability consecutive sampling. Immunohistochemistry examination was performed to assess the expression of TNF-α in nasal polyps.

Results: From 33 cases of nasal polyps, we found positive expression (overexpression) of TNF-α (84.8%). From all the positive groups, the

largest age group is ≥40 years (60,7%), men found more common than

women (67,9%), most histopathological type of polyp is type 1 (Allergic polyp) (64,3%) and most polyp stage is stage 3 (50%).

Conclusion: Expression of Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) is positive (overexpression) in nasal polyp, which is found mostly in the age

group ≥40 years, men, allergic type nasal polyps and nasal polyps stage γ.

(11)
(12)

2.3.8.1 Anamnesis ... 13

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 19

(13)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN……… γ5 6.1 Kesimpulan……… γ5 6.β Saran……….. γ5

DAFTAR PUSTAKA ... ……. γ6 PERSONALIA PENELITIAN ... 41

(14)

DAFTAR SINGKATAN

COX : Cyclooxigenase

EG 2+ : Eosinofil (activated)

GM-CSF : Granulocyte Monocyte Colony Stimulating Factor

IL : Interleukin

IFN : Interferon

KOM : Kompleks Ostiomeatal

MHC : Major Histocompatibility Complex

MMP : Matrix Metalloproteinase

NK : Natural Killer (cell)

RANTES : Regulated on Activation Normal T-Cell Expressed and

Secreted

ROI : Reactive Oxygen Intermediates

TIMP : Tissue Inhibitor of Metalloproteinase

TNF : Tumor Necrosis Factor

(15)

DAFTAR GAMBAR

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Theories behind the formation of nasal polyps ... 11

Tabel 2.2 Stadium Polip menurut Mackay & Lund ... 14

Tabel 4.1.1 Distribusi frekuensi penderita polip hidung berdasarkan

ekspresi TNF-α ... 26

Tabel 4.1.2 Distribusi frekuensi usia penderita polip hidung berdasarkan ekspresi TNF-α ... 27

Tabel 4.1.3 Distribusi frekuensi jenis kelamin penderita polip hidung

berdasarkan ekspresi TNF-α ... 27

Tabel 4.1.4 Distribusi frekuensi tipe histopstologi polip hidung

berdasarkanekspresi TNF-α ... 28

Tabel 4.1.5 Distribusi frekuensi stadium polip hidung berdasarkan

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Status Penelitian………... 43

Lampiran β Lembar Penjelasan Subjek Penelitian………... 44

Lampiran γ Lembar Persetujuan Setelah Penjelasan……….. 46

Lampiran 4 Persetujuan Komisi Etik Tentang Pelaksanaan Penelitian Bidang Kesehatan……… 47

Lampiran 5 Data Penelitian... 48

Lampiran 6 Tabel Statistik deskriptif... 50

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...