BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.
A. LatLatar Bar Belaelakankang Mag Masalsalahah
Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Dalam hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Dalam ko
konsnstittitususi i InIndodonenesisia, a, ananak ak memeiliiliki ki peperan ran ststratrategegis is yayang ng secsecara ara tetegagass dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas pelindungan dari kekerasan dan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas pelindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu, kepentingan baik bagi anak patut dihayati diskriminasi. Oleh karena itu, kepentingan baik bagi anak patut dihayati seb
sebagaagai i kepkepententingingan an terterbaibaik k bagbagi i kelkelangangsunsungan gan hidhidup up umaumat t manmanusiusia.a. Kon
Konseksekuenuensi si dardari i ketketententuan uan pasapasal l 28 28 !nd!ndangang"!n"!ndandang g DasaDasar r #eg#egaraara $epub
$epublik lik IndonIndonesia esia %%ahuahun n &'() perlu &'() perlu ditinditindaklandaklanjuti juti dengdengan an membmembuatuat kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk melindungi anak.
kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk melindungi anak. An
Anak ak ppererlu lu mmenenddapapat at peperlrlininddunungagan n ddarari i dadampmpak ak nnegegatati* i* perkembangan"perkembangan
perkembangan"perkembangan yang yang cepat, cepat, arus arus globalisasi globalisasi di di bidangbidang komu
komunikasi dan nikasi dan in*ormin*ormasi, asi, kemajukemajuan an ilmu ilmu pengpengetahuaetahuan n dan dan teknoteknologi,logi, ser
serta ta peperurubabahahan n gaygaya a dadan n cacara ra hihidudup p sebsebagagai ai ororanang g tutua a yayang ng tetelalahh membawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupan masyarakat membawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupan masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak. +enyimpangan yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak. +enyimpangan tingkah laku atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anak, tingkah laku atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anak, antara lain disebabkan oleh *aktor diluar diri anak tersebut. Kenakalan antara lain disebabkan oleh *aktor diluar diri anak tersebut. Kenakalan se
setitiap ap ananak ak sesetitiap ap tatahhuun n seselalalu lu memeniningngkakat, t, apapababilila a ddicicerermmatatii perkembangan
perkembangan tindak tindak pidana pidana yang yang dilakukan dilakukan anak anak selama selama ini, ini, baik baik daridari kualitas maupun modus operandi yang dilakukan, kadang"kadang tindakan kualitas maupun modus operandi yang dilakukan, kadang"kadang tindakan pelanggaran yang dilakukan anak dirasakan telah meresahkan s
pelanggaran yang dilakukan anak dirasakan telah meresahkan s emua pihak emua pihak khu
khusussusnynya a parpara a oraorang ng tuatua. . enenomeomena na menmeningingkatkatnya nya perperilakilaku u tintindak dak kekerasan yang dilakukan anak seolah"olah tidak berbanding lurus dengan kekerasan yang dilakukan anak seolah"olah tidak berbanding lurus dengan u
usisia a pepelalakku. u. OlOleh eh kakarerena na ititu u bbererbbagagai ai upupayaya a ppenencecegagahhan an ddanan penanggulangan kenakalan anak, p
penanggulangan kenakalan anak, perlu segera dilakukan.erlu segera dilakukan.
-alah satu upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan anak -alah satu upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan anak saat
saat ini ini adaadalah lah melmelalui alui penpenyelyelengenggaragaraan an sistsistem em perperadiadilan lan pidpidana ana anaanak.k. %
menjatuhkan sanksi pidana bagi anak yang telah melakukan tindak pidana, tetapi lebih di*okuskan pada dasar pemikiran bahwa penjatuhan sanksi tersebut sebagai sarana mendukung mewujudkan kesejahteraan anak pelaku tindak pidana.
-ecara internasional, maksud penyelenggaraan sistem peradilan pidana anak adalah mengutamakan pada tujuan untuk kesejahteraan anak.
al ini sebagaimana ditegaskan dalam peraturan +erserikatan angsa" angsa dalam United Nation Standard Minimum Rules For the Administration of Juvenile Justice (SMRJJ) atau The Beijing Rules, bahwa
tujuan peradilan anak (Aims of Juvenile Justice) sebagai berikut /
0%he 1uenile 1ustice -ystem shall emphasi3e well"being o* the juenile and shall ensure that any reaction o* juenile o**enders shall always be in proportion to the circumstances o* both the o**ender and o**ence4. 5-istem +eradilan +idana bagi Anak 6 $emaja akan menguntungkan kesejahteraan remaja dan akan memastikan bahwa reaksi apapun atas pelanggaran"pelanggaran hukum berusia remaja akan selalu sepadan dengan keadaan"keadaan baik pada pelanggar" pelanggar hukumnya maupun pelanggaran hukumnya7.
!ndang"!ndang #omor %ahun &''9 tentang +engadilan anak dimaksudkan untuk melindungi dan mengayomi anak yang berhadapan dengan hukum agar anak dapat menyongsong masa depannya yang masih panjang serta memberi kesempatan kepada anak agar melalui pembinaan
akan diperoleh jati dirinya untuk menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, dan berguna bagi diri sendiri , keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. #amun, dalam pelaksanaannya anak diposisikan sebagai objek dan perlakuan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum cenderung merugikan anak. -elain itu, undang"undang tersebut sudah tidak sesuai dengan kebutuhan hukum dalam masyarakat dan belum secara komperhensi* memberikan perlindungan khusus kepada anak yang berhadapan dengan hukum. Dengan demikian, perlu adanya perubahan paradigma dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum antara lain didasarkan pada peran dan tugas masyarakat, pemerintah, dan
lembaga negara lainnya yang berkewajiban dan bertanggungjawab untuk meningkatkan kesejahteraan anak serta memberikan perlindungan khusus kepada anak yang berhadapan dengan hukum.
Kemudian lahirlah !ndang"!ndang $epublik Indonesia #omor && %ahun 2:&2 tentang -istem +eradilan +idana Anak, sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat dan pemerintah akan peraturan yang memberikan perlindungan bagi anak khususnya anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam undang"undang yang baru ini terdapat banyak perubahan" perubahan yang paling mencolok adalah diterapkannya proses Diersi dalam menyelesaikan perkara anak, serta pendekatan Keadilan $estorati* yang melibatkan seluruh Sta!e "older terutama masyarakat dalam membantu proses pemulihan keadaan menjadi lebih baik. Diharapkan dengan lahirnya undang"undang yang baru ini, akan memberikan landasan hukum yang berkeadilan bagi semua pihak, terutama anak yang berhadapan dengan hukum, yang dalam perkembangannya masih membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta bimbingan dari orang disekitarnya untuk menjadi pribadi yang lebih cerdas, mandiri, berakhlak mulia, bertanggungjawab, serta berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan demikian selaku penulis tertarik untuk menulis sebuah tulisan yang berjudul 0ungsi !ndang"!ndang -istem +eradilan +idana Anak terhadap Anak +elaku Kejahatan terhadap -esama Anak -elama +roses dalam +enyidikan yang -esuai dengan Asas Kepentingan %erbaik aik Anak +elaku4.
B. Rumusan Masalah
&. Apa itu Diersi dan Keadilan $estorati* ;
2. Apa itu pengertian dari 0Anak yang berhadapan dengan hukum4 ; . -iapa itu Anak yang dimaksud sesuai dengan !ndang"!ndang tentang
-istem +eradilan +idana Anak ;
(. agaimana cara +enyidik memeriksa perkara terhadap anak pelaku ; C. Pembatasan Masalah
+ada kesempatan kali ini penulis akan membahas sebatas mengenai proses penyidikan apabila terjadi kasus kekerasan yang dilakukan oleh
D. Manfaat dan Tuuan
asil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan in*ormasi kepada masyarakat supaya lebih mengetahui proses penyidikan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak. asil penulisan ini juga diharapkan dapat dibaca oleh penyidik anak supaya lebih memerhatikan kepentingan terbaik bagi si anak.
BAB II PEMBAHA!AN ". D#$ers# dan %ead#lan Rest&rat#f
-istem +eradilan +idana Anak merupakan segala unsur sistem peradilan pidana yang terkait di dalam penanganan kasus"kasus A. +olisi, Kejaksaan dan +engadilan serta +embimbing Kemasyarakatan atau alai +emasyarakatan, Adokat atau pemberi bantuan, <embaga +embinaan Khusus Anak 5<+KA7, <embaga +enempatan Anak -ementara 5<+A-7 dan <embaga +enyelenggaraan Kesejahteraan -osial 5<+K-7sebagai institusi atau lembaga yang menagani A mulai dari anak bersentuhan dengan sistem peradilan, menentukan apakah anak akan dibebaskan atau diproses ke pengadilan anak hingga tahapan ketika anak akan ditempatkan dalam pilihan"pilihan, mulai dari dibebaskan sampai dimasukkan dalam institusi penghukuman dalam koridor keadilan restorati*. al itu selaras dengan /
a. Deklarasi + tahun 2::: tentang +rinsip"prinsip pokok tentang +enggunaan +rogram"+rogram Keadilan $estorati* dalam permasalahan" permasalahan +idana 5United Nations #eclaration on The Basic $rinci%les on the Use of Restoratif Justice $rogrammes in &riminal Matters7
b. Deklarasi =ina tentang %indak +idana dan Keadilan 5 'ienna #eclaration on &rime and Justice Meeting the challanges of the T*ent+,First &entur+ 7 butir 29"28 tentang Keadilan $estorati*
c. Kongres + ke">I di angkok tahun 2::) tentang +encegahan Kejahatan dan +eradilan +idana 5 -leventh United Nations &ongress on &rime $revention and &riminal Justice7pada butir 2 /?+ersekutuan -trategis dalam +encegahan tindak pidana dan peradilan pidana 5S+nergies and Res%onses Strategic Alliances in &rime $revention and &riminal Justice7?
-elanjutnya diatur dalam !! && tahun 2:&2 dan +@$A ( tahun 2:&( enurut !! -++A Diersi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, yang bertujuan untuk/
a. encapai perdamaian antara korban dan AnakB
b. enyelesaikan perkara Anak di luar proses peradilanB c. menghindarkan Anak dari perampasan kemerdekaanB
d. mendorong masyarakat untuk berpartisipasiB dan
e. menanamkan rasa tanggung jawab kepada Anak.
enurut +@$A ( tahun 2:&( usyawarah Diersi adalah musyawarah antara pihak yang melibatkan Anak dan orang tua6wali, korban dan6atau orang tua6walinya, +embimbing Kemasyarakatan, +ekerja -osial +ro*esional, perawakilan dan pihak"pihak yang terlibat lainnya untuk mencapai kesepakatan diersi melalui pendekatan keadilan restorati*. -edangkan asilitator adalah hakim yang ditunjuk oleh Ketua +engadilan untuk menangani perkara anak yang bersangkutan. Diersi adalah pengalihan proses pada sistem penyelesaian perkara anak yang panjang dan sangat kaku. ediasi atau dialog atau musyawarah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam diersi untuk mencapai keadilan restorati*.
+enghukuman bagi pelaku %indak +idana Anak tidak kemudian mencapai keadilan bagi korban, mengingat dari sisi lain masih meninggalkan permasalahan tersendiri yang tidak terselesaikan meskipun pelaku telah dihukum. elihat prinsip prinsip tentang perlindungan anak
terutama prinsip mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak maka diperlukan proses penyelesaian perkara anak diluar mekanisme pidana atau biasa disebut diersi. Institusi penghukuman bukanlah jalan untuk menyelesaikan permasalahan anak karena justru di dalamnya rawan terjadi pelanggaran"pelanggaran terhadap hak anak.
Oleh karena itu dibutuhkan suatu acara dan prosedur di dalam sistem yang dapat mengakomodasi penyelesaian perkara yang salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan keadilan restorati*, melalui suatu pembaharuan hukum yang tidak sekedar mengubah undang" undang semata tetapi juga memod*ikasi sistem peradilan pidana yang ada, sehingga semua tujuan yang di kehendaki oleh hukumpun tercapai. -alah satu bentuk mekanisme restorati* justice tersebut adalah dialog yang dikalangan masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan sebutan ?mus'a(arah untuk mufakat4. -ehingga diersi khususnya melalui konsep restorati* justice menjadi suatu pertimbangan yang sangat penting
dalam menyelesaikan perkara pidana yang dilakukan oleh anak. 1ika kesepakan diersi tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak berdasarkan laporan dari +embimbing Kemasyarakatan alai +emasyarakatan, maka akim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai dengan sesuai dengan ukum Acara +eradilan +idana Anak. akim dalam menjatuhkan putusannya wajib mempertimbangkan pelaksanaan sebagian kesepakatan diersi.
Dalam +@$A ( tahun 2:&( dijelaskan bahwa Diersi diberlakukan terhadap anak yang telah berumur &2 5dua belas7 tahun tetapi belum berumur &8 5delapan belas7 tahun atau telah berumur &2 5dua belas7 tahun meskipun pernah kawin tetapi belum berumur &8 5delapan belas7 tahun, yang diduga melakukan tindak pidana 5pasal 27. +@$A ini juga mengatur tahapan musyawarah diersi, dimana *asilitor yang ditunjuk Ketua +engadilan wajib memberikan kesempatan kepada /
a. Anak untuk didengar keterangan perihal dakwaan
b. Orang tua6=ali untuk menyampaikan hal"hal yang berkaitan dengan perbuatan anak dan bentuk penyelesaian yang diharapkan c. Korban6Anak Korban6Orang tua6=ali untuk memberikan tanggapan dan bentuk penyelesaian yang diharapkan.
ila dipandang perlu, *asilitator diersi dapat memanggil perwakilan masyarakat maupun pihak lain untuk memberikan in*ormasi untuk mendukung penyelesaian dan6atau dapat melakukan pertemuan terpisah 5Kaukus7. Kaukus adalah pertemuan terpisah antara asilitator Diersi dengan salah satu pihak yang diketahui oleh pihak lainnya.
). Anak 'ang Berhada*an dengan Hukum
enurut !ndang"!ndang #omor && %ahun 2:&2 pasal & angka 2 Anak yang erhadapan dengan ukum adalah anak yang berkon*lik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana.
Dalam +asal & angka dijelaskan Anak yang erkon*lik dengan ukum yang selanjutnya disebut Anak adalah anak yang telah berumur &2
5dua belas7 tahun, tetapi belum berumur &8 5delapan belas7 tahun yang diduga melakukan tindak pidana.
Kemudian menurut pasal & angka (, Anak yang enjadi Korban %indak +idana yang selanjutnya disebut Anak Korban adalah anak yang belum berumur &8 5delapan belas7 tahun yang mengalami penderitaan *isik, mental, dan6atau kerugian ekonomi yang disebabkan oleh tindak pidana.
Dan menurut pasal & angka ) Anak yang enjadi -aksi %indak +idana yang selanjutnya disebut Anak -aksi adalah anak yang belum berumur &8 5delapan belas7 tahun yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan tentang suatu perkara pidana yang didengar, dilihat, dan6atau
dialaminya sendiri.
+. Pengert#an Anak Menurut Undang,Undang
Dalam !ndan"!ndang #omor %ahun &''9 tentang +engadilan Anak terdapat de*inisi anak, anak nakal, dan anak didik pemasyarakatan.
Anak adalah orang yang dalam perkara Anak #akal telah mencapai umur 8 5delapan7 tahun tetapi belum mencapai umur &8 5delapan belas7 tahun dan belum pernah kawin.
Anak #akal adalah /
a. Anak yang melakukan tindak pidana B atau
b. Anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang"undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup dan berlangsung dalam masyarakat yang bersangkutan.
enurut !ndang"!ndang #omor && %ahun 2:&2 tentang -istem +eradilan +idana Anak mengatur bahwa kategori anak adalah seseorang yang berumur antara &2 tahun sampai dengan &8 tahun.
-. Cara Pen'#d#k Memer#ksa Perkara %eahatan &leh Anak Pelaku
Anak yang belum berumur 8 tahun dapat pula melakukan tindak pidana, untuk itu terhadap anak tersebut dapat dilakukan penyidikan
dengan memperhatikan ketentuan +asal ) !ndang"!ndang +erlindungan Anak yang menyatakan bahwa / 0Dalam hal anak belum mencapai umur 8
5delapan7 tahun melakukan atau diduga melakukan tindak pidana, maka terhadap anak tersebut dapat dilakukan pemeriksaan oleh +enyidik4.
+enyidiakan seperti apa yang dimaksud dalam pasal tersebut, karena ketentuan lainnya secara tegas menentukan bahwa anak yang dapat diajukan ke siding +engadilan Anak adalah yang telah mencapai umur 8 tahun namun belum merumur &8 tahun.
Dalam pejelasan undang"undang ditegaskan, bahwa penyidikan tersebut tujuannya untuk mengungkap apakah anak yang belum berumur 8 tahun ini melakukan tindak pidana seorang diri 5sendirian7 atau ada unsur keikut sertaan 5deelneming7 dewasa. Apabila terungkap melakukan tindak pidana dengan kawannya atau orang lain yang berumur 8 tahun keatas,
maka kawan"kawannya tersebut yang akan dilakukan penyidikan lebih lanjut.
Dalam hasil penyidikan dalam hal penyidik berpendapat bahwa anak tersebut dapat dibina oleh orang tua, atau orang tua asuhnya, maka penyidik menyerahkan kembali anak tersebut kepada orang tua, wali, atau orang tua asuhnya. #amun apabila penyidik berpendapat bahwa anak tersebut tidak dapat lagi dibina oleh orang tua, wali atau orang tua asuhnya maka penyidik menyerahkan anak tersebut kepada Departemen -osial setelah mendengar pertimbangan dari pembimbing kemasyarakatan.
enurut !ndang"!ndang #omor && %ahun 2:&2 tentang -istem +eradilan +idana Anak. +enyidikan dapat dilakukan dengan cara /
+asal 2C 5&7 +enyidikan terhadap perkara Anak dilakukan oleh +enyidik yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian #egara $epublik Indonesia atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Kepala Kepolisian #egara $epublik Indonesia. 527 +emeriksaan terhadap Anak Korban atau Anak -aksi dilakukan oleh +enyidik sebagaimana dimaksud pada ayat 5&7. 57 -yarat untuk dapat ditetapkan sebagai +enyidik sebagaimana dimaksud pada ayat 5&7 meliputi/ a. telah berpengalaman sebagai penyidikB b.
mempunyai minat, perhatian, dedikasi, dan memahami masalah AnakB dan c. telah mengikuti pelatihan teknis tentang peradilan Anak. 5(7 Dalam hal belum terdapat +enyidik yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 57, tugas penyidikan dilaksanakan oleh penyidik yang
melakukan tugas penyidikan tindak pidana yang dilakukan oleh orang dewasa.
+asal 29 5&7 Dalam melakukan penyidikan terhadap perkara Anak, +enyidik wajib meminta pertimbangan atau saran dari +embimbing Kemasyarakatan setelah tindak pidana dilaporkan atau diadukan. 527 Dalam hal dianggap perlu, +enyidik dapat meminta pertimbangan atau saran dari ahli pendidikan, psikolog, psikiater, tokoh agama, +ekerja -osial +ro*esional atau %enaga Kesejahteraan -osial, dan tenaga ahli lainnya. 57 Dalam hal melakukan pemeriksaan terhadap Anak Korban dan Anak -aksi, +enyidik wajib meminta laporan sosial dari +ekerja -osial +ro*esional atau %enaga Kesejahteraan -osial setelah tindak pidana dilaporkan atau diadukan.
+asal 28 asil +enelitian Kemasyarakatan wajib diserahkan oleh apas kepada +enyidik dalam waktu paling lama 2( 5tiga kali dua puluh empat7 jam setelah permintaan penyidik diterima.
+asal 2' 5&7 +enyidik wajib mengupayakan Diersi dalam waktu paling lama 9 5tujuh7 hari setelah penyidikan dimulai. 527 +roses Diersi sebagaimana dimaksud pada ayat 5&7 dilaksanakan paling lama : 5tiga puluh7 hari setelah dimulainya Diersi. 57 Dalam hal proses Diersi berhasil mencapai kesepakatan, +enyidik menyampaikan berita acara Diersi beserta Kesepakatan Diersi kepada ketua pengadilan negeri untuk dibuat penetapan. 5(7 Dalam hal Diersi gagal, +enyidik wajib melanjutkan penyidikan dan melimpahkan perkara ke +enuntut !mum dengan melampirkan berita acara Diersi dan laporan penelitian kemasyarakatan.
BAB III PENUTUP ". %es#m*ulan
Dengan adanya !ndang"!ndang #omor && %ahun 2:&2 tentang -istem +eradilan +idana Anak, proses penyidikan terhadap anak yang melakukan tindak pidana kejahatan lebih menekankan kepada kepentingan terbaik bagi si anak sehingga anak akan kooperati* selama proses penyidikan.
). !aran
Diharapkan +enyidik +olri selaku pihak yang berwenang dalam melakukan penyidikan lebih memperhatikan metode penyidikan yang sesuai dengan !ndang"!ndang #omo && %ahun 2:&2 tentang -istem +eradilan +idana Anak. Karena selama ini banyak keluhan masyarakat yang mengatakan kurangnya pengtahuan dan praktek penyidikan yang kurang sesuai dengan !ndang"!ndang ini.
DATAR PU!TA%A
!ndang"!ndang #omor && %ahun 2:&2 tentang -istem +eradilan +idana Anak !ndang"!ndang #omor %ahun &''9 tentang +engadilan Anak
+ramukti, Angger -inggit, -.. dan +rimaharsya, uadi, -.. 2:&). Sistem ,,,,,,,,,,,,, $eradilan $idana Ana!. Eogyakarta / +ustaka Eustisia
+ro*. Dr. -oetedjo, =agiati, -.., -. dan elani, -.., . 2:&. "u!um ,,,,,,,,,,,,, $idana Ana!. andung / +%. $e*ika Aditama