• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah IVA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah IVA"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang Kanke

Kanker r servikserviks s atau atau kankkanker er leher leher rahim rahim atau atau disebdisebut ut juga juga kankkanker er mulutmulut rahim merupakan salah satu penyakit keganasan di bidang kebidanan dan penyakit rahim merupakan salah satu penyakit keganasan di bidang kebidanan dan penyakit kandungan yang masih menempati posisi tertinggi sebagai penyakit kanker yang kandungan yang masih menempati posisi tertinggi sebagai penyakit kanker yang menyerang kaum perempuan. Kanker serviks adalah kanker leher rahim / kanker  menyerang kaum perempuan. Kanker serviks adalah kanker leher rahim / kanker  mulut rahim yang

mulut rahim yang di sebabkan oleh di sebabkan oleh virus Human Papiloma Vivirus Human Papiloma Virus (HPV). rus (HPV). HanyHanyaa  beberapa

 beberapa saja saja dari dari ratusan ratusan varian varian HPV HPV yang yang dapat dapat menyebabkan menyebabkan kanker.kanker. Penularan virus HPV yang dapat menyebabkan Kanker leher rahim ini dapat Penularan virus HPV yang dapat menyebabkan Kanker leher rahim ini dapat men

menulaular r melamelalui lui seoseoranrang g penpenderderita ita kepkepada ada oraorang ng lailain n dan dan menmenginginfeksfeksi i oraorangng tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks. tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks. Gejala yang mungkin timbul (mumnya pada stadium lanjut) adalah perdarahan Gejala yang mungkin timbul (mumnya pada stadium lanjut) adalah perdarahan di

di luluar ar mamasa sa hahaidid! ! jujumlmlah ah dadarah rah hahaid id titidadak k nonormrmalal! ! peperdrdararahahan an papada da mamasasa menopause (setelah berhenti haid)

menopause (setelah berhenti haid),, keputihan yang ber"ampur darah atau nanahkeputihan yang ber"ampur darah atau nanah serta berbau

serta berbau,,  perdarahan  perdarahan sesudah sesudah senggamasenggama,, rasa nyeri dan sakit di panggulrasa nyeri dan sakit di panggul ,, gangguan buang air ke"il sampai tidak bisa buang air ke"il.

gangguan buang air ke"il sampai tidak bisa buang air ke"il. #e

#erdrdasaasarkrkan an hahasil sil susurvrvey ey kekesehsehatatan an ololeheh WWoord rd Health Health OrgOrganitaanitationtion ($H%)! dilaporkan kejadian kanker serviks sebesar &''.''' kasus

($H%)! dilaporkan kejadian kanker serviks sebesar &''.''' kasus  baru di unia. baru di unia. Keja

Kejadiadian n kankanker ker servservik ik di di ndndoneonesia! sia! dildilapoaporkan rkan sebsebesar esar *'+*'+*, *, kaskasus us kankanker ker  serv

serviks iks barbaru u setisetiap ap harharinyinya. a. KejaKejadiadian n kankanker ker servservik ik di di #al#alii dilapdilaporkan orkan telahtelah menyerang sebesar &&-.''' anita usia subur pada tahun

menyerang sebesar &&-.''' anita usia subur pada tahun *'' atau ,-/''.'''*'' atau ,-/''.'''  penduduk $0.

 penduduk $0. #erdasarkan #erdasarkan 1%G2 1%G2 (*'') 1ngka (*'') 1ngka iniini mengalami peningkatanmengalami peningkatan sebesar '!345 sejak tahun *''3.

sebesar '!345 sejak tahun *''3. i

i nndodonenesia sia beberdrdasasarkarkan an dadata ta yayang ng didipeperoroleh leh kakanknker er leleheher r rahrahimim menempati urutan kedua dari k anker pada anita. 1ngka estimasi insiden rate menempati urutan kedua dari k anker pada anita. 1ngka estimasi insiden rate kanker leher rahim di kota 0olok terbilang "ukup banyak.

kanker leher rahim di kota 0olok terbilang "ukup banyak. Kota 0olok memiliki , Kota 0olok memiliki ,  puskesmas

 puskesmas yang yang aktif! aktif! dimana dimana target target inas inas KesehatanKesehatan KotaKota 0olok untuk lima 0olok untuk lima tahuntahun seb

sebanyanyak ak 4.34.363 63 ananita ita yanyang g tingtinggal gal didiilayilayah ah KotKota a 0ol0olokok mengikumengikutiti  pemeriksaan pemeriksaan deteksi dini V1! dan target satu tahunnya sebanyak .46& anita. 0ementara deteksi dini V1! dan target satu tahunnya sebanyak .46& anita. 0ementara pada pada

 

(2)

tah

tahun un *'*'' ' hanyhanya a 3,5 anita saja 3,5 anita saja yanyang g sudsudah ah melmelakukakukan an pempemerikeriksaasaan n dindini! i! dandan  pada

 pada tahuntahun *' *' mengalammengalami peningkai peningkatan menjadi -3* (45) antan menjadi -3* (45) anita. #erdaita. #erdasarkansarkan lu

luaas s iilalayayahh!!  jumlah jumlah sasasasararan! n! dadan n peperbrbanandidingangan n pepersersentantase se sasasarsaran an yayang ng tetelalahh melakuk

melakukan pemeriksan pemeriksaan V1 taaan V1 tahun *', di hun *', di puskespuskesmas 2an #alimo adalah mas 2an #alimo adalah sebesar sebesar  *7!& 5.

*7!& 5.

0e

0elailain n kakaititan an anantartara a HPHPV V dadan n pepenynyakakit it kakanknkerer! ! adada a bubuktkti i yayang ng terterusus  berkembang baha

 berkembang baha penderita HPV penderita HPV yang melakukan yang melakukan hubungan melalui ahubungan melalui anal dapatnal dapat lebih berisiko tinggi karena lesi anal pra kanker serta kanker sel pipih (s8uamous lebih berisiko tinggi karena lesi anal pra kanker serta kanker sel pipih (s8uamous "ell "an"er). #erdasarkan penelitian pada pria homoseksual! sekitar 7'5 yang "ell "an"er). #erdasarkan penelitian pada pria homoseksual! sekitar 7'5 yang tidak menderira HV (negative) membaa virus HPV! sementara hampir 4&5 tidak menderira HV (negative) membaa virus HPV! sementara hampir 4&5 ya

yang ng memendnderierita ta HV HV popositsitif if HPHPVV. . 9e9ebibih h lalanjnjutut! ! prpria+ia+prpria ia tetersersebubut t teterbrbukuktiti membaa jenis papilloma virus yang sama (misalnya jenis 7 dan 3) yang membaa jenis papilloma virus yang sama (misalnya jenis 7 dan 3) yang men

menyebyebabkabkan an kankanker ker lehleher er rahrahim. im. 1k1khirhirnynya! a! perperempempuan uan dendengan gan infinfeksi eksi aktaktif if  dapat menyebarkan virus tersebut kepada bayi yang dilahirkan (tranmisi verti"al). dapat menyebarkan virus tersebut kepada bayi yang dilahirkan (tranmisi verti"al). Pada saat melahirkan yang dapat menyebabkan virus papilloma pada bayi baru Pada saat melahirkan yang dapat menyebabkan virus papilloma pada bayi baru lahir dan kemungkinan terjadi laryngeal papilomatosis.

lahir dan kemungkinan terjadi laryngeal papilomatosis. 0aat

0aat iniini! ! tidtidak ak ada ada penpengobgobatan atan untuntuk uk infinfekseksi i HPVHPV. . 0et0etelaelah h terterinfinfekseksi!i! sese

seseoraorang ng sangsangat at munmungkigkin n teriterinfeknfeksi si seuseumumur r hidhidupnupnyaya. . alalam am banbanyak yak kasukasus!s! infeksi aktif dikendalikan oleh system kekebalan tubuh dan menjadi tidak aktif  infeksi aktif dikendalikan oleh system kekebalan tubuh dan menjadi tidak aktif  selama beberapa aktu. 2amun demikian! tidak mungkin memprediksi apakah selama beberapa aktu. 2amun demikian! tidak mungkin memprediksi apakah atau

atau kapkapan an virvirus us terstersebuebut t akaakan n aktaktif if kemkembalibali. . 0eb0ebuah uah penpenelitelitian ian terkterkini ini yanyangg diikuti oleh lebih dari 7'' mahasisi untuk menguji adanya HPV selama 7 bulan. diikuti oleh lebih dari 7'' mahasisi untuk menguji adanya HPV selama 7 bulan. 0etelah - tahun berlalu! infeksi HPV baru mun"ul pada lebih dari ,'5 perempuan 0etelah - tahun berlalu! infeksi HPV baru mun"ul pada lebih dari ,'5 perempuan tersebut. 0ebagian besar infeksi berlangsung sekitar 3 bulan kemudian tidak aktif. tersebut. 0ebagian besar infeksi berlangsung sekitar 3 bulan kemudian tidak aktif. :etapi setelah * tahun! sekitar '5 perempuan tersebut masih membaa virus :etapi setelah * tahun! sekitar '5 perempuan tersebut masih membaa virus tersebut dalam vagina dan leher rahim. alam penelitian tersebut! infeksi yang tersebut dalam vagina dan leher rahim. alam penelitian tersebut! infeksi yang  berlanjut sebagian besar biasanya terkait dengan jenis HPV yang ganas dan terkait  berlanjut sebagian besar biasanya terkait dengan jenis HPV yang ganas dan terkait

dengan kanker. dengan kanker.

0aat ini program ;aminan Kesehatan 2asional (;K2) yang dilaksanakan oleh 0aat ini program ;aminan Kesehatan 2asional (;K2) yang dilaksanakan oleh #a

#adadan n PePenynyelelenenggggarara a ;a;amiminanan n 0o0osisial al (#(#P;P;0) 0) KeKesesehahatatan n tetelalah h memenjnjamaminin  pemeriksaan deteksi

 pemeriksaan deteksi dini dini kanker lkanker leher eher rahim rahim berupa berupa pemeriksapemeriksaan an VV11!! pap  pap smear smear !!  bahkan krioter

 bahkan krioterapi. 2amun deteksi dini kanker serviapi. 2amun deteksi dini kanker serviks dengan metoda ks dengan metoda V1 memangV1 memang

* *

(3)

tah

tahun un *'*'' ' hanyhanya a 3,5 anita saja 3,5 anita saja yanyang g sudsudah ah melmelakukakukan an pempemerikeriksaasaan n dindini! i! dandan  pada

 pada tahuntahun *' *' mengalammengalami peningkai peningkatan menjadi -3* (45) antan menjadi -3* (45) anita. #erdaita. #erdasarkansarkan lu

luaas s iilalayayahh!!  jumlah jumlah sasasasararan! n! dadan n peperbrbanandidingangan n pepersersentantase se sasasarsaran an yayang ng tetelalahh melakuk

melakukan pemeriksan pemeriksaan V1 taaan V1 tahun *', di hun *', di puskespuskesmas 2an #alimo adalah mas 2an #alimo adalah sebesar sebesar  *7!& 5.

*7!& 5.

0e

0elailain n kakaititan an anantartara a HPHPV V dadan n pepenynyakakit it kakanknkerer! ! adada a bubuktkti i yayang ng terterusus  berkembang baha

 berkembang baha penderita HPV penderita HPV yang melakukan yang melakukan hubungan melalui ahubungan melalui anal dapatnal dapat lebih berisiko tinggi karena lesi anal pra kanker serta kanker sel pipih (s8uamous lebih berisiko tinggi karena lesi anal pra kanker serta kanker sel pipih (s8uamous "ell "an"er). #erdasarkan penelitian pada pria homoseksual! sekitar 7'5 yang "ell "an"er). #erdasarkan penelitian pada pria homoseksual! sekitar 7'5 yang tidak menderira HV (negative) membaa virus HPV! sementara hampir 4&5 tidak menderira HV (negative) membaa virus HPV! sementara hampir 4&5 ya

yang ng memendnderierita ta HV HV popositsitif if HPHPVV. . 9e9ebibih h lalanjnjutut! ! prpria+ia+prpria ia tetersersebubut t teterbrbukuktiti membaa jenis papilloma virus yang sama (misalnya jenis 7 dan 3) yang membaa jenis papilloma virus yang sama (misalnya jenis 7 dan 3) yang men

menyebyebabkabkan an kankanker ker lehleher er rahrahim. im. 1k1khirhirnynya! a! perperempempuan uan dendengan gan infinfeksi eksi aktaktif if  dapat menyebarkan virus tersebut kepada bayi yang dilahirkan (tranmisi verti"al). dapat menyebarkan virus tersebut kepada bayi yang dilahirkan (tranmisi verti"al). Pada saat melahirkan yang dapat menyebabkan virus papilloma pada bayi baru Pada saat melahirkan yang dapat menyebabkan virus papilloma pada bayi baru lahir dan kemungkinan terjadi laryngeal papilomatosis.

lahir dan kemungkinan terjadi laryngeal papilomatosis. 0aat

0aat iniini! ! tidtidak ak ada ada penpengobgobatan atan untuntuk uk infinfekseksi i HPVHPV. . 0et0etelaelah h terterinfinfekseksi!i! sese

seseoraorang ng sangsangat at munmungkigkin n teriterinfeknfeksi si seuseumumur r hidhidupnupnyaya. . alalam am banbanyak yak kasukasus!s! infeksi aktif dikendalikan oleh system kekebalan tubuh dan menjadi tidak aktif  infeksi aktif dikendalikan oleh system kekebalan tubuh dan menjadi tidak aktif  selama beberapa aktu. 2amun demikian! tidak mungkin memprediksi apakah selama beberapa aktu. 2amun demikian! tidak mungkin memprediksi apakah atau

atau kapkapan an virvirus us terstersebuebut t akaakan n aktaktif if kemkembalibali. . 0eb0ebuah uah penpenelitelitian ian terkterkini ini yanyangg diikuti oleh lebih dari 7'' mahasisi untuk menguji adanya HPV selama 7 bulan. diikuti oleh lebih dari 7'' mahasisi untuk menguji adanya HPV selama 7 bulan. 0etelah - tahun berlalu! infeksi HPV baru mun"ul pada lebih dari ,'5 perempuan 0etelah - tahun berlalu! infeksi HPV baru mun"ul pada lebih dari ,'5 perempuan tersebut. 0ebagian besar infeksi berlangsung sekitar 3 bulan kemudian tidak aktif. tersebut. 0ebagian besar infeksi berlangsung sekitar 3 bulan kemudian tidak aktif. :etapi setelah * tahun! sekitar '5 perempuan tersebut masih membaa virus :etapi setelah * tahun! sekitar '5 perempuan tersebut masih membaa virus tersebut dalam vagina dan leher rahim. alam penelitian tersebut! infeksi yang tersebut dalam vagina dan leher rahim. alam penelitian tersebut! infeksi yang  berlanjut sebagian besar biasanya terkait dengan jenis HPV yang ganas dan terkait  berlanjut sebagian besar biasanya terkait dengan jenis HPV yang ganas dan terkait

dengan kanker. dengan kanker.

0aat ini program ;aminan Kesehatan 2asional (;K2) yang dilaksanakan oleh 0aat ini program ;aminan Kesehatan 2asional (;K2) yang dilaksanakan oleh #a

#adadan n PePenynyelelenenggggarara a ;a;amiminanan n 0o0osisial al (#(#P;P;0) 0) KeKesesehahatatan n tetelalah h memenjnjamaminin  pemeriksaan deteksi

 pemeriksaan deteksi dini dini kanker lkanker leher eher rahim rahim berupa berupa pemeriksapemeriksaan an VV11!! pap  pap smear smear !!  bahkan krioter

 bahkan krioterapi. 2amun deteksi dini kanker serviapi. 2amun deteksi dini kanker serviks dengan metoda ks dengan metoda V1 memangV1 memang

* *

(4)

 belum

 belum semua semua puskesmaspuskesmas didi kabupaten maupun kota di ndonesia yangkabupaten maupun kota di ndonesia yang merealisasikannya.

merealisasikannya. 0alah satu kota yang telah mereal0alah satu kota yang telah merealisasikannya adaisasikannya adalah Kota sollah Kota solok.ok. #erdas

#erdasarkan data arkan data diatas maka diatas maka penelipeneliti ti ingin melakukan penelitian tentangingin melakukan penelitian tentang rendahnya "akupan anita usia subur yang melakukan pemeriksaan V1

rendahnya "akupan anita usia subur yang melakukan pemeriksaan V1 sebagaisebagai deteksi dini kanker serviks

deteksi dini kanker serviks di Kota 0olok khususnya ilayah kerja Pdi Kota 0olok khususnya ilayah kerja Puskesmas :anahuskesmas :anah Garam Garam.. 1.2 1.2 TuTujuanjuan aa ::uujjuuaan n mmuumm 

 <eng<engetaetahuhui i tetentntanang g memenenejemjemen en PuPuskskesmesmasas *

* <eng<engetaetahuhui tei tentntanang peg pelaylayananan uan umumum di m di PuPuskskesmesmasas

-- <eng<engetaetahuhui tei tentntanang prg progogramram=p=prorogrgram dam di Pui Puskeskesmsmasas

 b

 b :ujuan Khu:ujuan Khusussus

 nntuk tuk memengengetatahuhui i didistrstribibususi i frfrekekueuensnsi i tintingkgkat at pepengngetaetahuhuan an aaninitata ten

tentang tang kankkankerer serviksserviks dan pemeriksaadan pemeriksaan n V1 sebelum dan V1 sebelum dan sesudasesudahh diberikan

diberikan intervensi.intervensi. *

* ntntuk menuk mengetgetahuahui disti distriburibusi fresi frekuekuensi sinsi sikap akap anitnita terhaa terhadap kadap kanker nker  sseervrviikkss ddaann  pemeriksaan  pemeriksaan V1 V1 sebelum sebelum dan dan sesudah sesudah diberikandiberikan intervensi.

intervensi.

-- nnttuuk k mmeennggeettaahhuui i ddiissttrriibbuussi i ffrreekkuueennssi i ttiinnddaakkaan n aanniitta a uunnttuuk k  me

melalakukukkanan  pemeriksaan pemeriksaan V1 V1 sesebbeellum um ddaan n sesessuuddaah h ddibibeeririkkaann intervensi.

intervensi. ,

, nntuk tuk memengengetahtahui ui pepengngararuh uh pependndidiidikakan n kekesehsehataatan n teterhrhadadap ap tintingkgkatat  pengetahuan

 pengetahuan aaninitata tetentntanang g kakanknker er serservikviks s dadan n pepememerikriksasaan an didinini V1 setelah dilakukan

V1 setelah dilakukan intervensiintervensi &

& nntutuk k memengngetetahahui ui pepengngararuh uh pependndididikikan an kekesesehahatatan n teterhrhadadap ap sisikakapp an

anita ita terterhadhadapap kakanknkerer seservirviks ks dadan n pempemerieriksaksaan an didini ni VV1 1 setsetelelahah dilakukan

dilakukan intervensiintervensi

1.3

1.3 MaManfanfaatat 

 <e<enininngkgkatatkkan an kkememamampupuan an mmananajajememen en pprorogrgram am pepen"n"egegahahan an ddanan  pemberantasan

 pemberantasan penyakit penyakit dalam dalam upaya upaya peningkatan peningkatan derjat derjat kesehatankesehatan anita usia

anita usia subur.subur.

(5)

-* apat menyusun ren"ana usulan kegiatan program pen"egahan dan  pemberansan penyakit tahun berikutnya.

1.4 Ruang Lngku!

>uang lingkup dalam pembahasan masalah ini adalah mengenai gambaran manajemen program Pen"egahan dan Pemberantasan Penyakit (P*P) tentang >endahnya Kepedulian masyarakat untuk melakukan Pemeriksaan va di $ilayah Kerja :anah Garam.

BAB II

TIN"AUAN PU#TA$A

(6)

1 $anker #er%k  1 Defn&

Kanker serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari metaplasia epitel di daerah skuamomuskular jun"tion yaitu daerah peralihan mukosa vagina dan mukosa kanalis servikalis. Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi  pada serviks atau atau leher rahim! suatu daerah pada organ reproduksi anita yang merupakan pintu masuk kearah rahim! letaknya antara rahim (uterus) dan liang senggama atau vagina. Kanker leher rahim biasanya menyerang anita  berusia -&+&& tahun.

2 'akt(r)fakt(r r&k( kanker le*er ra*+

Penelitian epidemiologi telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang  berperan nyata terhadap pertumbuhan ?2 (?ervi"al ntraepithelia 2eoplasia)! suatu pertanda aal kanker leher rahim seperti terlihat pada tabel *.. #aik jenis maupun pola kegiatan seksual! khususnya pada remaja! merupakan faktor+faktor  utama yang menentukan apakah seseorang terinfeksi oleh HPV atau tidak. 1kibat  perilaku yang santai terhadap seksualitas diantara remaja dalam banyak budaya!  jumlah pasangan seksual yang dimiliki remaja sebelum usia *' bisa sangat  banyak! dan masing+masing pasangan mereka mungkin juga mempunyai banyak   pasangan. 0ehingga pola kegiatan seksual tersebut meningkatkan risiko terpapar 

nfeksi <enular 0eksual (<0)! khususnya HPV.

Tael 2.1. 'akt(r)fakt(r R&k( $anker Le*er Ra*+

'A$T-R

(7)

Kegiatan 0eksual (sia @*' tahun) #anyak pasangan seksual

Paparan terhadap <0

bu ata saudara perempuan yang mengidap kanker leher rahim :es pap sebelumnya yang abnormal

<erokok 

Penurunan kekebalan tubuh A  HV/10

 Penggunaan kortikosteroid kronis (asthma dan lupus)

Sumber : Buku Panduan Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Payudara untuk   Fasilitas dengan Sumber aya !erbatas

Baktor risiko lain adalah adanya hubungan darah keluarga (ibu atau saudara  perempuan) yang menderita kanker leher rahim. <agnusson! 0parren and Gyllensten (444) membandingkan mun"ulnya displasia dan ?0 (?arsinoma n 0itu) pada keluarga perempuan yang menderita penyakit kanker dan dalam kontrol usia. <ereka menemukan adanya kluster yang signifikan dalam keluarga  biologis! bukan adopsi. Pada ibu biologis dibandingkan dengan kasus kontrol! risiko relatifnya adalah !3 sementara pada adopsi risiko relatifnya tidak jauh  berbeda dengan kontrol (!). Pada saudara perempuan biologis! risiko relatifnya  bahkan lebih tinggi (!4)! dibandingkan ! pada saudara perempuan nonbiologis. ata tersebut memberikan bukti epidemiologi yang kuat mengenai kaitan antara timbulnya kanker leher rahim dan penyebab aalnya.

Penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HV juga menjadi faktor risiko yang penting karena dapat membuat sel+sel yang berada disaluran genital baah (vulva! vagina dan serviks/leher rahim) lebih mudah terinfeksi oleh tipe HPV yang mendorong timbulnya kanker. Kondisi yang tidak  umum lainnya yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh termasuk kondisi yang membutuhkan pengobatan kortikosteroid kronis! seperti asthma atau lupus.

Para perempuan juga dapat meningkatkan risiko terkena ?2 bila menerapkan beberapa perilaku yang diketahui dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Perilaku tersebut antara lain penggunaan obat+obat rekreasional!

(8)

alkohol dan rokok. Perilaku yang disebutkan terkahir terutama penting karena alaupun sudah ada penurunan jumlah pria yang merokok! jumlah perempuan yang merokok telah meningkat se"ara dramatis beberapa tahun terakhirnya khususnya pada remaja putri. 2ikotin dan hasil sampingan dari rokok dianggap dapat meningkatkan risiko relatif perempuan terkena kanker leher rahim dengan  berpusat pada mukosa leher rahim dan mengurangi daya kekebalan sel+sel langerhans untuk melindungi jaringan ikat pada leher rahim dari faktor onkogenik  yang bersifat invasif! seperti infeksi HPV.

3 Penega*an $anker Le*er Ra*+

0ebagaimana telah disebutkan diatas! HPV adalah infeksi menular seksual yang paling banyak terjadi di dunia. $alaupun kondom dan praktik+praktik seks yang aman melindungi dari berbagai <0! termasuk HV/10! alat+alat tersebut masih kurang efektif dalam men"egah penularan HPV. Hal ini karena virus  papiloma tinggal di sel+sel kulit (pipih/s8uamous) yang menutupi daerah pubis (vulva atau penis) serta sel+sel sebelah dalam sepanjang vagina dan leher rahim  pada perempuan! serta uretra dan anus pada kedua jenis kelamin. Kondom tidak 

menutupi seluruh batang penis! dan juga tidak membatasi kontak dengan kulit  pubis. %leh karena itu! pada saat senggama bahkan dengan memakai kondom! sel+ sel kulit yang mengandung HPV bisa bersentuhan dengan vulva atau vagina! sehingga memungkinkan virus dapat men"apai leher rahim. 0elain itu! friksi yang terjadi ketika berhubungan seksual diper"aya dapat menyebabkan sobeknya dinding vagina dalam ukuran mikroskopis yang semakin memungkinkan terjadinya penularan. 9ebih dari itu! bahkan sel+sel mati yang terlepas saat  berhubungan dapat mengandung HPV dan tetap dapat menular sampai beberapa

hari (>oben! 9oy and 0"hiller 446).

a Pen"egahan Primer 

<enurut sumber! "ara yang paling efektif untuk men"egah kanker leher  rahim dan kanker genital lain dapat berupa vaksin. :iap orang perlu diberikan

(9)

imunisasi sejak usia dini sebelum mereka aktif se"ara seksual. <anfaat dari vaksin tersebut terutama nyata di 2egara yang sedang berkembang! dimana  pelayanan kesehatan untuk perempuan sangat sedikit. :etapi! pemberian vaksin tidak mudah karena respon kekebalan tubuh seseorang tampaknya tergantung  pada tipe/jenis HPV. 0ebagai "ontoh! seseorang yang dilindungi dari 7 tetap  berisiko terinfeksi tipe lain yang dapat menyebabkan kanker! seperti tipe 3 atau --. 9ebih lanjut! tampaknya ada beberapa sub+tipe atau varian pada tipe 7! dan mungkin juga pada tipe+tipe lainnya. :erakhir! seperti telah disebutkan! tipe HPV yang terkait dengan penyakit kanker berbeda+beda berdasarkan ilayah geografis. engan meningkatnya perjalanan internasional! berbagai tipe karsinogen akan segera menyebar ke seluruh dunia. %leh karena itu! sebuah vaksin yang mengandung "ampuran beberapa tipe harus di"iptakan (Groopman 444! 0teart et al. 447).

:erlepas dari masalah tersebut! saat ini sedang dilakukan pengujian keamanan dari dua vaksin yang dapat melindungi perempuan dari virus papiloma yang terkait dengan kanker leher rahim. 2amun! vaksin tersebut diperkirakan baru tersedia beberapa tahun lagi! dan butuh beberapa tahun lagi sebelum akhirnya dapat terjangkau di negara+negara yang sedang berkembang.

#lumenthal (*''*) membahas kompleksitas penerapan program vaksinasi dan perlunya melanjutkan program pen"egahan sekunder sementara aktu! dan menekankan perbedaan antara sebuah vaksin dan sebuah program vaksinasi. <emang benar baha suatu vaksin tidak akan efektif ke"uali ada program yang  berhasil yang dapat menjamin ketersediaan! akses dan penerimaan/akseptabilitas.

:erakhir! ada pula beberapa upaya untuk menghasilkan vaksin penyembuhan akan meningkatkan system kekebalan tubuh seseorang yang telah terinfeksi dan menyebabkan kanker menge"il atau bahkan menghilang. Vaksin seperti ini ditargetkan untuk menonaktifkan protein C7 dan C6! yaitu protein viral yang menghambat kerja protein yang mengatur pertumbuhan sel (>b dan p&-) (<assimi dan #anks 446).

ji "oba klinis telah dilakukan pada penelitian efektifitas kedua vaksin baik  vaksin penyembuhan maupun vaksin profilaksis untuk HPV. 0"hre"kenberger dan

(10)

Kaufman (*'',) menyimpulkan baha alaupun vaksin profilaksis untuk HPV yang berhasil telah sampai pada uji "oba klinis yang lebih besar! vaksin  penyembuhan HPV! alaupun terjadi induksi sel :! kurang berhasil karena kemampuan tumor dalam membuat kekebalan untuk melaan vaksin tersebut. 1kibatnya! ajuvan (komponen yang meningkatkan respons kekebalan tubuh) bagi modulasi kekebalan tubuh sistemik dan lo"al diajibkan agar terapi/pengobatan dapat efektif.

>oden! 9ing dan $u (*'',) menunjukan kemajuan pengembangan vaksin  pen"egahan. Vaksin pen"egahan menargetkan protein yang terhubung dengan

kapsul virus dan memaksa produksi antibody penetralisir. $alaupun vaksin  pengobatan menghadapi banyak tantangan! berbagai bentuk vaksin sedang diuji "oba untuk menargetkan HPV+7 C7 dan C6 dan masing+masing memiliki kelebihan dan kekurangan. alam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Koutsky et al. (*''*)! partikel yang menyerupai virus HPV+7 digunakan sebagai vaksin dan menghasilkan ''5 keampuhan pada 673 perempuan. :etapi! penulis hanya menilai satu sub tipe dari HPV dan mungkin diperlukan banyak vaksinasi untuk  meningkatkan kekebalan tubuh. :erakhir! vaksin yang saat ini diuji membutuhkan  pendingin! yang kadang bisa menjadi hambatan untuk mendapatkan akses di

negara+negara sedang berkembang.

0ampai sebuah vaksin pelindung tersedia dan mudah didapat se"ara luas!  pen"egahan primer harus memfokuskan untuk terus merubah praktik seksual dan  perilaku lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi! dan program+  program pen"egahan sekunder harus terus menapis dan menangani perempuan yang menderita pra+kanker dan kanker. 0ama seperti perang melaan HV/10! konseling untuk mengurangi risiko yang terkait dengan faktor risiko yang telah disebutkan diatas (:abel *.) harus diterapkan di semua sistem pelayanan kesehatan! khususnya fasilitas yang menangani remaja. Pesan+pesan tersebut harus memperingatkan para remaja baha praktek+praktek yang dibuat untuk  meminimalkan risiko terpapar HV/10 dan <0 lainnya (mis.! penggunaan kondom pria dan perempuan) tidak efektif dalam men"egah penularan HPV. 0elain itu! berbagai upaya keras untuk mengurangi minat remaja! khususnya

(11)

remaja putri! untuk men"oba merokok dan melakukan aktivitas seksual harus disebarluaskan se"ara terus menerus.

 b Pen"egahan 0ekunder 

0eperti telah dibahas sebelumnya! alaupun saat ini pen"egahan infeksi HPV sulit dilakukan! pada perempuan yang telah terinfeksi ada kebutuhan untuk  segera A

• <engidentifikasi mereka yang mengalami lesi pra+kanker aal dan mudah

diobati! dan

• <emberikan pengobatan berbiaya rendah bagi mereka sebelum lesi

 berkembang menjadi kanker 

*.* <etode eteksi ini Kanker 0erviks

*.*. <etode Papsmear   efinisi

Pap smear berasal dari kata papani"olaou! yaitu seorang ahli dokter Dunani  bernama George 2. Papani"olaou! yang meran"ang metode mearnai pulasan sampel sel+sel untuk diperiksa. okter ini yang meran"ang metode tes Pap smear  sekitar &' tahun yang lalu pada tahun 4,-. asar pemeriksaan ini adalah mempelajari sel+sel yang terlepas dari selaput lendir leher rahim. Papsmear mudah dilakukan dan tidak menimbulkan rasa sakit

:ingkat Keberhasilan Papsmear dalam mendeteksi dini kanker rahim yaitu 7&+4& 5. Pap 0mear hanya bisa dilakukan oleh ahli patologi atau si+toteknisi yang mampu melihat sel+sel kanker leat mikroskop setelah objek glass berisi sel+ sel epitel leher rehim dikirim ke laboratorium oleh yang memeriksa baik dokter!  bidan maupun tenaga yang sudah terlatih.

* 0asaran

Pap 0mear dapat dilakukan pada $0 yang sudah menikah atau yang sudah melakukan senggama. 0asarannya ditujukan kepada $0 dan anita dengan faktor risiko.

(12)

- $aktu pelaksanaan Pap 0mear 

Pap 0mear dilakukan sekali setahun. #ila tiga kali hasil pemeriksaan normal! pemeriksaan dapat dijarangkan! misalnya setiap dua tahun. Pada  perempuan kelompok risiko tinggi! pemeriksaan harus dilakukan sekali setahun atau sesuai petunjuk dokter (0mart! *''). Pap 0mear dapat dilakukan setiap saat! ke"uali pada masa haid. ua hari sebelum pemeriksaan Pap 0mear sebaiknya tidak menggunakan obat+obatan yang dimasukan ke dalam vagina serta diketahui oleh suami.

$aktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil dari dilakukannya metode  papsmear berkisar antara , hari sampai * minggu tergantung jarak tempat dilakukannya pemeriksaan papsmear dan dari laboratorium pemeriksaan spe"imen lendir mulut rahim. ntuk mengetahui apakah hasilnya positif atau negatif maka diperlukan tenaga khusus laboratorium yang dapat memba"a hasil mikroskop. ;adi selama rentan aktu itulah anita pasangan usia subur mengalami ke"emasan terhadap hasil dari pemeriksaan pap smear.

, #iaya Papsmear 

#iaya yang dikeluarkan dalam pemeriksaan papsmear berkisar antara >p.&'.'''!'' sampai >p.&'.'''!''. <engingat biaya untuk transportasi

 pengiriman bahan ke laboratoium dan pengiriman kembali spe"imen ke tempat  pemeriksaan! serta biaya jasa laboratorium.

& <anfaat Pap smear 

Pemeriksaan pap smear  berguna sebagai pemeriksaan penyaring (skrining) dan pela"ak adanya perubahan sel kearah keganasan se"ara dini sehingga kelainan  prakanker dapat terdeteksi serta pengobatannya menjadi lebih murah dan mudah.

 Pap smear  mampu mendeteksi lesi precursor  pada stadium aal sehingga lesi dapat ditemukan saat terapi masih mungkin bersifat kuratif.

<anfaat pap smear  se"ara rin"i dapat dijabarkan sebagai berikutA  iagnosa dini keganasan

(13)

 Pap smear   berguna dalam mendeteksi dini kanker serviks! kanker korpus endometrium! keganasan tuba falopi! dan mungkin keganasan ovarium.

* Peraatan ikutan dari keganasan

 Pap smear  berguna sebagai peraatan ikutan setelah operasi dan setelah mendapat kemoterapi dan radiasi

- nterpetasi hormonal anita

 Pap smear  bertujuan untuk mengikuti siklus menstruasi dengan ovulasi atau tanpa ovulasi! menentukan maturitas kehamilan! dan menentukan kemungkinan keguguran pada hamil muda.

, <enentukan proses peradangan

 Pap smear   berguna untuk menentukan proses peradangan pada berbagai infeksi bakteri dan jamur.

*.*.* <etode V1 . Pengertian

V1 adalah salah satu deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan asam asetat - + & 5 se"ara inspekulo dan dilihat dengan pengamatan mata langsung (mata telanjang). Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit! mudah ! murah dan informasi hasilnya langsung.

0erviks (epitel) abnormal jika diolesi dengan asam asetat -+& 5 akan  berarna putih (epitel putih). alam aktu +* menit setelah diolesi asam asetat efek akan menghilang sehingga pada hasil ditemukan pada serviks normal tidak  ada lesi putih.

<etode V1 tergolong sederhana! nyaman dan praktis. engan mengoleskan asam "uka (asam asetat) pada leher rahim dan melihat reaksi  perubahan yang terjadi! prakanker dapat dideteksi. #iaya yang dikeluarkan pun  juga relatif murah. 0elain prosedurnya tidak rumit! pendeteksian dini ini tidak 

memerlukan persiapan khusus dan juga tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien. 9etak kepraktisan penggunaan metode ini yakni dapat dilakukan di mana saja! dan tidak memerlukan sarana khusus.

:ingkat Keberhasilan metode V1 dalam mendeteksi dini kanker servik  yaitu 7'+4*5. 0ensitivitas V1 bahkan lebih tinggi dari pada Pap 0mear. alam

(14)

aktu 7' detik kalau ada kelainan di serviks akan timbul plak putih yang bisa di"urigai sebagai lesi kanker.

*. Keunggulan :est V1

a. Hasil segera diketahui saat itu juga

 b. Cfektif karena tidak membutuhkan banyak aktu dalam

 pemeriksaan! aman karena pemeriksaan V1 tidak memiliki efek  samping bagi ibu yang memeriksa! dan praktis

". :eknik pemeriksaan sederhana! karena hanya memerlukan alat+alat kesehatan yang sederhana! dan dapat dilakukan dimana saja

d. #utuh bahan dan alat yang sederhana dan murah e. 0ensivitas dan spesifikasitas "ukup tinggi

f. apat dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih

-. 0asaran

Pemeriksaan V1 pada $0 yaitu anita yang berusia antara & sampai ,4 tahun. anita yang sudah pernah melakukan senggama atau sudah menikah  juga menjadi sasaran pemeriksaan V1. Penderita kanker servik berumur antara

-' = 7' tahun! terbanyak antara ,& = &' tahun! frekensinya masih meningkat sampai kira = kira golongan umur 7' tahun dan selanjutnya frekensi ini sedikit menurun kembali. Hal tersebut menjadikan alasan $0 menjadi sasaran deteksi dini kanker serviks.

,. $aktu pelaksanaan pemeriksaan V1

ntuk masyarakat luas! diprogramkan pemeriksaannya  kali dalam  tahun! ke"uali ada ke"urigaan lain. Pemeriksaan V1 dapat dilakukan setiap saat! tidak dalam kedaan haid! dua hari sebelum pemeriksaan V1 sebaiknya tidak  menggunakan obat+obatan yang dimasukan ke dalam vagina serta diketahui oleh suami.

$aktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan dari metode V1 adalah +& menit. 0etelah adanya perubahan arna putih dari mulut rahim

(15)

-maka ada ke"urigaan terdapat sel+sel yang memi"u kanker rahim. Hasil dari  pemeriksaan V1 dapat diba"a oleh

dokter! #idan maupun petugas kesehatan yang terlatih saat itu juga! sehingga mengurangi ke"emasan yang dialami anita pasangan usia subur. ;ika hasil yang di dapat V1 (E) maka akan langsung diobati! jika pemeriksaan dilakukan di >umah 0akit maka akan langsung dilakukan kryoterapi! serta diberikannya obat antibiotik serta analgesik! jika pemeriksaan di praktek sasta maka akan langsung diberikan antibiotik dan analgesik serta rujukan ke >umah 0akit untuk melakukan kryoterapi.

& #iaya :est V1

#iaya yang dikeluarkan dalam pemeriksaan V1 sangat bervariasi mulai dari >p.&'''!'' sampai harga tertinggi >p &'.'''!'' atau tergantung dari tempat  pemeriksaan. #iaya yang dikeluarkan oleh pasien untuk pemeriksaan ini

digunakan untuk mengganti jasa

 pelayanan pemreiksaan V1! namun tidak jarang pula ada yang memungut biaya sebagai pengganti penggunaan alat dan bahan untuk pemeriksaan V1.

7 Prosedur dalam pemeriksaan V1 Peralatan dan bahan lain A

V1 dapat dilakukan di klinik manapun yang mempunyai sarana berikut iniA

a <eja periksa

<eja periksa harus membuat petugas dapat memasukkan spekulum dan melihat serviks.

 b 0umber "ahaya/lampu

?ahaya dari jendela biasanya tidak "ukup untuk melihat serviks! maka gunakan sumber "ahaya! seperti lampu leher angsa atau senter! jika tersedia. ?ahaya harus "ukup kuat agar petugas dapat melihat ujung vagina dimana serviks berada. Pemeriksaan tidak dapat dilakukan jika tidak  "ukup "ahaya untuk melihat seluruh serviks. Penting juga untuk menjaga

(16)

agar sumber "ahaya tidak terlalu panas. 9ampu yang terlalu panas bisa membuat ibu/pasien dan petugas tidak nyaman. 0enter berkualitas tinggi dapat memberi "ukup "ahaya tanpa menghasilkan banyak panas. 0elain itu! senter tidak memerlukan sumber listrik! dapat dibaa+baa dan ditempatkan ddalam posisi apapun agar serviks dapat dengan jelas.

" #ivalved spe"ulum

#ivalve spe"ulum lebih dianjurkan karena lebih efektif dalam memperlihatkan serviks! tetapi baik ?us"o atau Graves dapat diatur dan dibiarkan terbuka saat serviks sedang diperiksa. Hal ini membuat tangan  petugas bebas mengoles serviks! mengatur sumber "ahaya dan memanipulasi serviks dan spekulum agar dapat melihat serviks sepenuhnya. 0pe"ulum 0imms tidak dianjurkan karena hanya mempunyai satu bilah (blade) dan harus dipegang oleh seorang asisten.

0elain itu! jika krioterapi akan diberikan bersama dengan tes V1!  pearalatan yang diperlukan untuk krioterapi harus siap dan tersedia.

d >ak atau adah peralatan

#ahan+bahan yang diperlukan untuk tes V1 harus tersedia ditempat A " Kapas lidi untuk s#ab

Kapas lidi digunakan untuk menghilangkan mukosa dan "iaran keputihan dari serviks dan untuk mengoleskan asam asetat ke serviks. Kapas lidi terebut harus tertutup rata dengan kapas sehingga dapat mengoleskan asem asetat se"ara merata dan tidak membuat le"et atau melukai serviks. Kapas lidi tidak harus steril. #ahan katun #all  yang dibentuk seperti bola dan dioleskan pada serviks juga dapat diterima.

* 0arung tangan periksa yang baru atau sarung tangan bedah yang telah di esinfeksi :ingkat :inggi (::)

0arung tangan periksa harus baru. ;ika sarung tangan bedah digunakan! harus sudah di dekontaminasi! dibersihkan dan di :: setiap kali selesai digunakan. 0arung tangan steril tidak diperlukan. Gunakan sepasang sarung tangan baru untuk setiap ibu.

- 0patula dari kayu dan atau kondom

0patula kayu digunakan untuk mendorong dinding lateral dari vagina jika menonjol melalui bilas spe"ulum. Gunakan spatula baru untuk tiap  perempuan. ?ara lain! kondom dengan ujung yang dipotong dapat

(17)

dipasang pada bilas+bilas spe"ulum untuk men"egah agar dinding vagina tidak menekan ke"elah diantara bilas spe"ulum dan menghalangi  pandangan arah ke serviks.

, 9arutkan "airan asam asetat (-+&5) ("uka putih dapat digunakan )

1sam asetat adalah bahan utama "uka. ianjurkan asam asetat -+&5. i sebagian 2egara! tidak tersedia "uka.0ering kali yang dijual dipasar adalah mengganti "uka sebenarnya adalah asam asetat. ;ika asam asetat tidak  tersedia! ahli farmasi atau pemasok kimia setempat dapat mengen"erkan larutan asam asetat dengan rumus dibaah ini A

:otal bagian (:# )air F 5 konsentrasi 5 9arutan

& 9arutan klorin '!&5 untuk dekontanminasi peralatan dan sarung tangan 9arutan klorin '!&5 digunakan untuk mendekontaminasi spe"ulum dan sarung tangan bedah tiap kali selesai dipakai. 0etelah dekontaminasi! spe"ulum baki atau adah peralatan dan sarung tangan harus di"u"i dengan air sabun! bilas sampai bersih! di :: atau sterilisasi.

7 Bormulir "atatan untuk men"atat penemuan

:indakan umum A

ntuk melakukan V1! petugas mengoleskan larutan asam asetat pada serviks. 9arutan tersebut menunjukkan perubahan pada sel+sel yang menutupi serviks dengan menghasilkan reaksi aceto#hite. Pertama+tama petugas melakukan menggunakan spekulum untuk meriksa serviks. 9alu serviks dibersihkan untuk  menghilangkan "aiaran keputihan (disrcharge)! kemudaian asam asetat dioleskan se"ara merata pada serviks! setelah minimal  menit! serviks diperiksa untuk  melihat apakah terjadi perubahan aceto#hite. Hasil tes (positif atau negatif) harus dibahas bersama ibu! dan pengobatan harus diberikan setelah konseling jika diperlukan dan tersedia.

$la&fka& *a&l

(18)

:emuan assesmen harus di"atat sesuai kategori yang telah baku sebagaimana terangkum dalam tabel *.*.

Tael 2.2. kla&fka& I/A &e&ua 0engan te+uan kln& K910BK10 V1 :C<12 K920

Hasil tes positif Plak putih yang tebal atau epitel a"etohite Hasil tes negative Permukaan polos dan halus! berarna merah

 jambuektropion!polip!servisitis!inflamasi!kist a nabotian

Kanker <asa mirip kembang kola tau ulkus

BAB III

HA#IL $EIATAN

3.1 a+aran U+u+ Pu&ke&+a& Tana* ara+

3.1.1 Pr(fl Pu&ke&+a& Tana* ara+

Puskesmas :anah Garam berdiri tahun 46&! terletak di kelurahan V 0uku! ke"amatan 9ubuk 0ikarah. >en"ana pembangunan aal Puskesmas :anah Garam adalah di Kelurahan :anah Garam! namun adanya tanah hibah dari masyarakat kelurahan V 0uku! maka dibangunlah Puskesmas di Kelurahan V 0uku! tetapi nama tetap Puskesmas :anah Garam. Puskesmas :anah Garam dibangun dengan luas tanah '' m*.

(19)

:opografi kota 0olok! yaitu sungai #atang 9embang! sungai #atang Gaan dan sungai #atang 1ir #inguang. 0uhu udara berkisar *7! ? sampai

*3!4 ?. ilihat dari jenis tanah *!67 tanah di kota 0olok merupakan tanah saah

dan sisanya 63!*,5 berupa tanah kering.

Hasil registrasi penduduk Kota 0olok tahun *''3 ter"etat sebanyak &4.6*  jia! terdiri atas *3.434 laki+laki dan -'.6- perempuan! dengan  se$ ratio sebesar 

'!47. ni berarti setiap .''' perempuan berbanding 47' laki+laki. engan luas ilayah &.67, km*! kepadatan penduduk Kota 0olok adalah sebanyak .'*7

 jia/km*. Ke"amatan :anjung Harapan adalah ke"amatan dengan kepadatan

 penduduk tertinggi yaitu sebesar .**- jia/km*.

#atas ilayah Puskesmas :anah Garam adalah tara Ke"amatan 2agari :anjuang #ingkuang! 1ripan dan Kun"ir Kabupaten 0olok.

:ingkat pendidikan yang paling besar adalah universitas 4!735! 09:1 --!7,5! 09:P 3!4,5 dan tamat 0/< &!635. <asih ada 7!735 penduduk  tidak/belum tamat 0.

0ementara iyu! penduduk kota 0olok dihuni oleh suku <inang! ;aa #atak! tetapi yang lebih dominan adalah suku <inang. pa"ara+upa"ara keagamaan di kota 0olok masih ada! seperti a"ara tolak bala! adat dalam kematian! dan upa"ara adat perkainan 0olok.

3.1.2 Peta laa* $erja Pu&ke&+a& Tana* ara+

(20)

a+ar 3.1 Peta laa* $erja Pu&ke&+a& Tana* ara+

3.1.3 /& 0an M& Pu&ke&+a& a. /&

:erujudnya Puskesmas :anah Garam yang informatif dengan  pelayanan pada masyarakat se"ara profesional dan bermutu dibidang  pelayanan kesehatan dasar dalam rangka menuju Puskesmas terbaik di

ndonesia tahun *'*'.

. M&

. <emperlan"ar kegiatan proses pelayanan kesehatan dasar yang  bermutu bagi perorangan ( Pri%ate &oods) serta pelayanan

kesehatan masyarakat ( Public &oods).

*. <eningkatkan efektivitas dan efisiensi proses layanan kesehatan dasar di Puskesmas melalui perbaikan yang berkesinambungan. -. <emastikan akurasi data pasien dan pelanggan melalui sistem

 pendokumentasian yang divalidasi dan abdating data.

,. <enghasilkan produk+produk layanan kesehatan dasar yang  berinovasi.

(21)

&. <enyosialisasikan tentang kegiatan layanan kesehatan prima dan kepuasan pelanggan.

7. <eningkatkan pemberdayaan potensi sumber daya organisasi.

6. <eren"anakan dan melaksanakan setiap program dengan  bersumber pada e%idence base (data berdasarkan fakta).

1.1.4 #arana 0an Pra&arana &erta $ea0aan Tenaga 1. 'a&lta& Pu&ke&+a&

a. Gedung Puskesmas

0atu buah gedung Puskesmas :anah Garam yang terletak di Kelurahan V 0uku! Ke"amatan 9ubuk 0ikarah Kota 0olok.

ata sarana dan prasarana kesehatan di Puskesmas :anah Garam tahun *'& A + >ekam <edik   + Poli mum + Poli Gigi + G *, jam + 9aboratorium Klinik  + Barmasi + Klinik Gii + Klinik 0anitasi + Klinik :#! V?:! dan <0 + Poli bu + Poli 1nak   + Poli K# + Poli munisasi + Klinik PKP>  

+ Klinik :umbuh Kembang + >aatan bu dan 1nak  + >aatan easa

 b. Puskesmas Pembantu dan Poskeskel

Puskesmas :anah Garam mempunyai lima Puskesmas Pembantu dan tiga Poskeskel! yaitu A

) Pustu Payo

*) Pustu #andar Pandung -) Pustu Gurun #agan ,) Pustu 0aah Piai &) Pustu #an"ah

7) Poskeskel :anah Garam 6) Poskeskel Gurun #agan 3) Poskeskel 0inapa Piliang ". :ransportasi Puskesmas :anah Garam

:ransportasi Puskesmas :anah Garam berupa A

(22)

) Kendaraan roda , A * unit *) Kendaraan roda * A * unit d. Keadaan :enaga Puskesmas

Tael 3.1  #DM Pu&ke&+a& Tana* ara+

N- "ENI# TENAA "UMLAH $ETERANAN

 0* Kesehatan <asyarakat 

* okter mum &

- okter Gigi 

, 0arjana Kesehatan <asyarakat &

& 0 Keperaatan *

7 okter 0pesialis 1nak 

6 - #idan -* 3 - Kesling * 4 -Gii & ' - 9abor *  - Gigi  * -1pikes  - - >efraksi  , - Bisiotherapi * & - 1tem  7  Kebidanan & 6 Peraat 0PK * 3 Peraat Gigi  4 1sisten 1poteker -*' 1nalis 9abor  * 0<B * ** -Peraat --*- 0opir &

*, Petugas ;aga <alam &

*& Kebersihan &

*7 >adiologi 

"UMLAH 125

2. #arana Pen0ukung 0 Luar Pu&ke&+a& a. 0arana Pendidikan

0arjana pendidikan yang ada di ilayah kerja Puskesmas :anah Garam adalah P1! , taman kanak+kanak! * 09# 1utis! - 0ekolah asar! - 09:P/<:s2! , 0</0<K! dan  1kper.

 b. 0arana Kesehatan

(23)

Tael 3.2  Data #arana 0an Pra&arana $e&e*atan 0 laa* $erja Pu&ke&+a& Tana* ara+

N( "ENI# #ARANA "UMLAH

 Poliklinik 0asta 

* #idan Praktek 0asta '

- okter Prakter 0asta

-, 1potik 

3. #a&aran

a. Data $e!en0u0ukan

;umlah penduduk A *.4,* orang ;umlah #ulin A ,& orang ;umlah #uteki A -47 orang

;umlah #ayi A ,.-3- orang

;umlah 1nak #alita A .*'7 orang

;umlah P0 A -.7*3 orang

;umlah #umil A ,&3 orang ;umlah $0 A &., orang ;umlah 1nak >emaja 0ekolah A -.,,, orang . Peran &erta Ma&arakat

;umlah Posyandu A *& buah ;umlah Kader Posyandu A 4* orang

;umlah :%G1 A - kelurahan

;umlah Posyandu 9ansia A ' buah ;umlah Kelompok ana 0ehat A + buah

;umlah KK A + buah

;umlah KK <iskin A 7,, KK  

3.2 a+aran U+u+ Pr(gra+)!r(gra+ $e&e*atan Ma&arakat 0 Pu&ke&+a& Tana* ara+

alam pelaksanaan program pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas :anah Garam terdapat * program Puskesmas yaitu program ajib dan program  pengembangan! dimana pen"apaian target pada masing+masing program ajib di

tahun *'& adalah A

1. Pr(+(& $e&e*atan Kegiatan A

1. Promosi kesehatan di dalam gedung Puskesmas :anah Garam. *. Promosi kesehatan di luar gedung! berupa A

a. saha Kesehatan 0ekolah

-

0krining murid kelas  0/09:P/09:1

-

Pembinaan sekolah sehat

(24)

-

Pelatihan dokter ke"il/kader kesehatan/PKP> 

 b. Pembinaan kelurahan model PH#0 dan K:> (kaasan tanpa rokok)

". Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan) d. Penyuluhan Posyandu

e. Pelaksanaan kegiatan kelurahan siaga f. 0aka #akti Husada

Tael 3.3  Ha&l $egatan Penulu*an Pr(+(& $e&e*atan "anuar)De&e+er 2617

 2o. Kegiatan Pen"apaian

 Penyuluhan di dalam gedung 3 kali * K0 A

-

Pembinaan K0 serta

 pelatihan dokter ke"il

-

0krining sisa baru masuk 

*6 kali

(''5)  kali dalam setahun

- Penyuluhan di Posyandu -7 kali

, Penyuluhan Keliling ' kali

& Penyuluhan di Kantor ?amat 9ubuk 0ikarah

* Kali

2. $IA 0an $B

$egatan Pr(gra+ $e&e*atan Iu  a. Kelas bu Hamil

. Pelayanan 12?

. Kunjungan #umil >esti 0. Kunjungan 2ifas

e. Pemantauan 0tiker P,K/12? #erkualitas f. %topsi verbal

g. Pembinaan #P;0 *. Pembinaan G0

$egatan Pr(gra+ $e&e*atan Anak  a. :K 

. Kelas bu #alita

. Kunjungan rumah balita bermasalah 0. 9#

$egatan $eluarga Berenana 8$B9 a. Pelayanan dan konseling

. Penanganan komplikasi ringan

(25)

*-Tael 3.4  Ha&l $egatan Pr(gra+ $IA "anuar)De&e+er 2617

N( Pr(gra+ $egatan Pena!aan

8:9 Target #e!t 8:9 Target 2617 8:9  bu K 45 6&5 ''5 K, 735 65 4&5

Persalinan oleh tenaga

kesehatan 65

76!&5

4'5

Kunjungan 2ifas &75 76!&5 4'5 eteksi resiko tinggi ibu

hamil oleh tenaga kesehatan

-&5

7'5

3'5

eteksi resiko tinggi ibu

hamil oleh masyarakat 5

7'5

3'5

Kematian ibu hamil atau

 bersalin atau nifas +

+

+

* 1nak ;umlah K2  7,!-5 76!&5 4'5

;umlah K2 9engkap 7*!*5 76!&5 4'5

:K , kali/tahun 7'5 76!&5 4'5

Pelayanan bayi 7!5 7&5 365

:K * kali/tahun 7'5 7-5 3&5

Dankes anak balita 6'!65 7*5 3-5

;umlah kematian neonatus + + +

;umlah kematian bayi + + +

;umlah kematian balita  + +

Tael 3.7  Ha&l $egatan PU# $B "anuar)De&e+er 2617

N( $egatan Pena!aan Target

#e!t 8:9

Target 2617 8:9

 ;umlahP0 + + -76'

* PesertaK# #aru 7!-5 + +

- Peserta K# 1ktif 6'!65 &*!&5 6'5

, % 6!,5 + +

& K#paska salin '!-5 + +

7 P0Gakin + + +

6 K# aktif gakin **!5 &*!&5 6'5

(26)

3. Perakan ; Ma&arakat Kegiatan A

a. Penimbangan masal dan pemberian vitamin 1 (bulan Bebruari dan 1gustus)

. Pengukuran status gii murid :K/P1 . Pengukuran status gii sisa 09:P dan 09:1

0. Pemantauan status gii sekolah yang mendapat P<:+10

e. Kunjungan rumah balita gii kurang dan gii buruk serta #umil KCK 

f. Pemantauan Posyandu g. Pemberian P<: pemulihan *. :B?

. Pengambilan sampel garam >: untuk survey G1K  j. Kelas gii

k. Pemberian vitamin 1 l. Pemberian tablet Be

+. Pemantauan pertumbuhan balita

Tael 3.5  Ha&l $egatan Ta*unan Perakan ; Ma&arakat

N(. In0kat(r $erja Pena!aan 8:9 Target

2612 2613 2614

 Persentase balita dengan gii buruk '!6 '!7 '!, !45

* Persentase balita dengan gii kurang &!3 ,!7 -!3 7 5 - Persentase balita gii buruk yang

mendapatkan peraatan

'' '' '' ''5

, Persentasi bayi usia '+7 bulan mendapatkan 10 ekslusif 

6,!3 33!6 3,!- 3'5

& ?akupan rumah tangga yang menkonsumsi garam beryodium

4'! 4! '' 4'5

7 Persentase anak umur 7+&4 bulan yang mendapatkan kapsul vitamin 1

33!& 33!6 36!4 3&5

6 Persentase ibu hamil mendapatkan Be 4' :ablet

4& 4&!4 43 3&5

3 Persentase survailan"e gii '' '' '' ''5

4 Persentase balita ditimbang berat  badannya (/0)

76!6 &6!7 &4!& 3&5

' Persentase penyediaan bufferstok <P+10 untuk daerah ben"ana

'' '' '' ''5

(27)

Tael 3.<  Ha&l $egatan Pelaanan ; "anuar)De&e+er Ta*un 2617

N(. In0kat(r $erja Pena!aan

8:9

Target !er Ta*un 2617  Persentase balita dengan gii buruk '!3- !35 * Persentase balita dengan gii kurang -!'6 &5 - Persentase balita gii buruk yang

mendapatkan peraatan

'' ''5

, Persentasi bayi usia '+7 bulan mendapatkan 10 ekslusif 

6,!44 3&5

& ?akupan rumah tangga yang mengonsumsi garam beryodium

4&!&75 4&5

7 Persentase anak umur 7+&4 bulan yang mendapatkan kapsul vitamin 1

3-!35 365

6 Persentase ibu hamil mendapatkan Be 4' :ablet

6,5 345

3 Persentase survailan"e gii ''5 ''5 4 Persentase balita ditimbang berat

 badannya (/0)

&*!35 4'5

4. Pelaanan Penega*an 0an Pengen0alan Penakt

Kegiatan A

Tael 3.<  Pr(gra+ P2M

N( Pr(gra+ $egatan

 munisasi a. Pelayanan imunisasi  b. #10

". :: $0 d. 0eeping

e. Pela"akan KP

* P*< a. 0osialisasi P*P< dan 0urveilans  b. 0urvey dan pemetaan ilayah :#

". Penyegaran kader :#

d. Penyuluhan HV/10! <0 dan :# untuk pemuda

e. P:< f. Posbindu

- :# a. Pela"akan kasus kontak    b. P<%

, >abies Pela"akan kasus

(28)

& # a. 0osialisasi #  b. Pemantauan jentik 

". PC

7 Pneumonia Penemuan dan penanganan kasus 6 Kusta Penemuan dan penanganan kasus 3 HV/10 dan

<0

Penjaringan

Hasil kegiatan A

Tael 3.=  Ha&l $egatan P2M 'eruar)De&e+er 2617 Pr(gra

+ $egatan Pene+uan $a&u& Target

P*<

Penemuan kasus #:1 (E)

triulan  - orang 4 orang

1ngka bebas jentik (1#;) + 4&5

Penemuan kasus pneumonia *3 orang ** orang

Pengobatan diare 73 orang 73* orang

Penanganan kasus # *' orang +

Penemuan kasus kusta + +

Penemuan kasus 0P1 *-6- orang +

>abies A kasus gigitan -7 orang +

Pemberian V1>/01>  & orang + V1 A (yang diperiksa) 33 orang 37 orang

HV/10 A kunjungan *7* +

1BP + */''.''' I jmlh

 pddk @& th

HV (E) * +

Pr(gra+ $egatan Pena!aan Target

munisas i munisasi lengkap 7-!5 7'5 H# ' 66!65 77!75 #?G 66!65 77!75 Polio  66!*5 77!75 P: E H# E Hi#  6&!&&5 77!75 Polio * 76!45 7'5 P: E Hb E Hi# * 7-!5 7'5 Polio - 6!75 7'5 P: E H# E Hi# - 7,!35 7'5 Polio , &3!-5 7'5 ?ampak  7,!,5 7'5 ?ampak (booster) *-!45 7'5 *6

(29)

P: E H# E Hi# (booster) ,4!&5 7'5

7. $e&e*atan Lngkungan Kegiatan A

1. alam gedung a. Klinik sanitasi

 b. Pengaasan limbah medis *. 9uar gedung

a. Kunjungan rumah

 b. Pengaasan kualitas air minum ". nspeksi sanitasi

d. Pengaasan kualitas air 

e. Pengaasan dan pembinaan :: (tempat+tempat umum) A 0! 0<P! 0<1! P:! P1/:K! <asjid/musholla! dan 0alon/pangkas rambut.

f. Pengaasan hygiene sanitasi tempat pengolahan makanan (:P<) A

g. >umah makan/ampere h. <akanan jajanan

i. Penyuluhan kesehatan di sekolah

 j. Pemeliharaan dan pengaasan kualitas lingkungan

Hasil kegiatan A

Tael 3.>  Ha&l $egatan $e&lng Tr?ulan II Ta*un 2617

 2o Program :G V 0K 02P Pen"apaian :arget (5)

 1kses 1ir #ersih '' '' '' '' '' * ;amban Keluarga 76!4 3&!6& '' 3,!7 '' - Pengel. 9imbah

&6!7 &7!4* &6!74 &6!* ''

, Pengel. 0ampah

&6!37 &&!4 &*!&7 &7!&- ''

& >umah 0ehat 74!&& 3'!43 3-.7& 6,!&& 4&

7 :: + + + '' 3'

6 :P< + + + 37!76 3&

3 Klinik0anitasi + + + ! '

5. Pr(gra+ Penge+angan

(30)

paya pengembangan yang dilakukan di Puskesmas :anah Garam adalah sebagai berikut.

Tael 3.16  Pr(gra+ Penge+angan  0 Pu&ke&+a& Tana* ara+ 1 $e&e*atan "?a

a. Penemuan dini dan penanganan kasus jia  b. >ujukan kasus jia

2 $e&e*atan In0ra Mata 0an Telnga a. Penemuan dan penanganan kasus  b. >ujukan

3 P$PR  

a. Pelatihan kader PKP> 

 b. Penyuluhan dan konsultasi remaja ". Penyulluhan dan konsultasi ke sekolah 4 $e&e*atan Lan&a

a. Pelayanan di dalam dan luar gedung  b. Pembinaan kelompok lansia

". 0enam lansia

d. Penyuluhan kesehatan lansia e. eteksi dini kesehatan lansia 7 $e&e*atan g 0an Mulut

a. alam gedung

e. Pelayanan kedaruratan gigi

f. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar  g. Pelayanan medik gigi dasar 

 b. 9uar gedung h. KG0 i. KG<

3.3 '(ku& $ajan Pr(gra+ $e&e*atan Ma&arakat 3.3.1 I0entfka& Ma&ala* $e&e*atan Ma&arakat

Proses identifikasi masalah dilakukan melalui observasi! laporan! dan aan"ara dengan penanggung jaab program di puskesmas. #eberapa masalah di Puskesmas :anah Garam tahun *'&

(31)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 tanah garam VI suku sinapa piliang puskesmas

Dagra+ @aku!an ND ?laa* kerja Pu&ke&+a& Tana* ara+ "anuar) 0e&e+er 2617

(32)

3.3.2 Peneta!an Pr(rta& Ma&ala*

Tael 3.17  Peneta!an Pr(rta& Ma&ala*

N

O

MASALA

H

KRITERI

A

MASALA

H (1)

Penemuan

kasus

BTA (+)

Rendah

MASALA

H (2)

Rendahny

a

Kepedu!a

n

"e#hadap

peme#!ksa

an I$A

MASALA

H (%)

Rendahny

a

Pen&apa!a

n "a#'e"

&akupan

N d!

p*syandu

MASAL

AH ()

Rumah

"anpa

 ,am-an

MASAL

AH (.)

/akupan

!mun!sas!

pen"a0a

en dan

-*s"e#

san'a"

#endah

1 Tingkat Urgensi (U) 3 2 3 2 4 2 Tingkat Keseriuas an (S) 4 4 4 3 4 3 Tingkat Perkemba ngan (G) 3 2 3 2 3   S  3 36 16 36 12 48 -

(33)

3.3.3 Peneta!an Penea Ma&ala*

#erdasarkan Penelitian Prioritas diatas! kami menganggap perlunya modifikasi! analisis! dan upaya peme"ahan mengenai Peran Posyandu dalam paya Pemantauan Perkembangan Gii #alita di $ilayah Kerja Puskesmas :anah Garam :ahun *'&.

#erdasarkan data dan hasil kegiatan program pelayanan Gii di atas di tambah hasil aan"ara dan diskusi dengan pemegang program pelayanan gii dan penanggung jaab program didapatkan beberapa penyebab masalah rendahnya "akupan /0 diilayah kerja tanah garam tahun *'&! yakni A

(34)

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1

Pe+a*a&an Ma&ala*

Berbagai upaya ilakukan untuk meningkatkan renahnya

!akupan pemeriksaan IV" i#ilayah ker$a tanah garam.

"apula upaya langsung yang ilakukan engan melakukan

penyuluhan

kepaa

masyarakat

tentang

pentingnya

pemeriksaan IV"% untuk eteksi ini kanker ser&iks kepaa

masyarakat. hal ini imaksu agar pr'gram pen!egahan an

pemberantasan penyakit ipiskesmas tanah garam apat

ter!apai.

(ari hasil ata yang iapat bah#a masih renahnya

partisipasi masyarakat alam pemeriksaan IV" ari 5114

'rang #anita usia subur% engan target hanya 16) pertahun

maka

iharapkan

aa

818

'rang

yang

melakukan

pemeriksaan IV" *ertahun tapi hasilnya hanya iapatkan 81

'rang sa$a yang melakukan pemeriksaan IV" hal ini $auh ari

stanar. +ika i persenkan 100) maka hasil yang iapat

hanya 10 ) iapat ari 818 'rang an hanya 81 'rang yang

melakukan pemeriksaan IV".

,al ini mungkin apat isebabkan ari renahnya tingkat

peniikan masyarakat% ek'n'mi keluarga yang masih

lemah%an pemikiran bah#a kalau belum ter$aige$ala yang

berarti mereka tiak akan atang ber'bat% an kurangnya

ukungan ari keluarga seperti suaminya.

4.2 Pembahasan dan Penetapan Alternatif Pemecahan

Masalah

 2 Variabel masalah

(35)

--o Baktor  1lternatif Peme"ahanmasalah  penyebab

Penyebab masalah

 <anusia • <asih rendahnya pengetahuan $anita

sia 0ubur ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual tentang  pemeriksaan V1

• :idak adanya kader khusus untuk

mengajak masyakat untuk dilakukan  pemeriksaan V1

• Kurangnya motivasi $anita sia 0ubur 

($0) yang sudah melakukan hubungan seksual untuk pemeriksaan V1

• <emberikan penyuluhan kepada

 pengetahuan $anita sia 0ubur  ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual tentang  pemeriksaan V1

• <enjelaskan kepada $anita sia

0ubur ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual tentang pentingnya pemeriksaan V1

• <embentuk kader khusus untuk 

mengajak masyakat untuk  dilakukan pemeriksaan V1

* <etode • Kurangnya sosialisasi / penyuluhan pada

$anita sia 0ubur ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual tentang  pemeriksaan V1

Kurangnya pelaporan dari praktek dokter  sasta dan bidan sasta yang melakukan  pemeriksaan V1

• <engadakan penyuluhan/

konsultasi tentang pemeriksaan V1

<embuat format pelaporan yang  jelas kepada dokter/bidan praktek 

sasta yang melakukan  pemeriksaan V1

- <oney •

(ana "*B( untuk pembentukan

kaer- petugas IV"

Kurangnya dana yang tersedia

untuk

pembuatan

beberapa

media komunikasi seperti Poster,

brosur, dan pamfet.

<enyediakaan 1P# khusus untuk kader/ petugas yang  bertugas mengajak dan merekrut masyarakat untuk ikut dalam  pemeriksaan V1

<engatur sedemikian hingga  penggunaan dana pertahun yang diberikan oleh pusat untuk media komunikasi yang akan digunakan. isamping itu! dapat juga diatasi dengan "ara men"ari donatur lain

(36)

yang dapat bekerja sama dalam  pemenuhan dana tersebut.

, 0arana • ana 1P# untuk pengadaan sarana dan

 prasarana khusus pemeriksaan V1

• <enyediakan 1P# untuk 

 pengadaan sarana dan prasarana khusus untuk pemeriksaan V1 & 9ingkungan Kurangnya dukungan dari Keluarga

(suami)

<eningkatkan peranan dan dukungan dari keluarga (suami)

3.< Peneta!an Alternatf Pe+ea*an Ma&ala*

1. Man

• >endahnya pengetahuan $anita sia 0ubur ($0) yang sudah

melakukan hubungan seksual mengenai bahaya kanker serviks dan  pemeriksaan V1 sebagai deteksi dini kanker serviks serta masih

rendahnya pemahaman suami tentang pemeriksaan V1.

Kegiatan A Penyuluhan kepada $anita sia 0ubur ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual mengenai kanker  serviks dan pemeriksaan V1 sebagai deteksi dini kanker serviks serta memberikan pemahaman terhadap suami mengenai pemeriksaan V1

:ujuan A <eningkatkan pengetahuan $anita sia 0ubur  ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual serta memberikan pemahaman terhadap suami mengenai pemeriksaan V1

0asaran A $anita sia 0ubur ($0) yang sudah melakukan 0eksual! 0uami

9okasi A Puskesmas. Puskesmas Pembantu! Posyandu Volume Kegiatan A 0ekali setahun

Pelaksanaan A okter! dan petugas yang mendapatkan pelatihan  pemeriksaan V1

2 Method  

(37)

Program khusus dari Puskesmas mengenai kanker serviks dan  pemeriksaan V1 sebagai deteksi dini kanker serviks se"ara berkala

Kegiatan  A

Kegiatan A ;adal khusus untuk pemeriksaan V1 gratis melalui

 program puskesmas keliling se"ara berkala sebagai deteksi dini kanker serviks ' Sa(ari )*+ ,

:ujuan A <eningkatkan angka "angkupan pemeriksaan V1 di ilayah kerja Puskesmas 2an #alimo

0asaran A $anita sia 0ubur ($0) yang sudah berhubungan seksual

9okasi A Puskesmas Keliling Volume Kegiatan A 0ekali setahun

Pelaksana A okter! dan petugas yang mendapatkan pelatihan  pemeriksaan V1

Kegiatan 

Kegiatan A Pembentukaan kader+kader khusus untuk pemeriksaan V1 disetiap ilayah kerja Puskesmas 2an #alimo :ujuan A + <engajak dan menghimbau $anita sia 0ubur ($0)

agar datang pada penyuluhan dan pemeriksaan V1 di  puskesmas.

a <endata dan mengunjungi $anita sia 0ubur ($0) yang tidak datang pada penyuluhan dan pemeriksaan V1

 b <emberikan pengertian pada suami+suami yang tidak  menyetujui untuk dilakukannnya pemeriksaan V1 pada istrinya.

= Plan (f At(n

N( $egatan Tujuan #a&aran L(ka& /(lu+e

kegatan Pelak&anaan

. Penyuluha <eningkatkan $anita sia Puskesmas! 0ekali okter dan

(38)

n kepada $anita sia 0ubur  ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual  pengetahuan $anita sia 0ubur ($0) yang sudah melakukan hubungan seksual serta memberikan  pemahaman terhadap suami mengenai  pemeriksaan V1 0ubur ($0) yang sudah melakukan seksual! suami Puskesmas Pembantu! Posyandu

setahun petugas yang mendapatkan  pelatihan  pemeriksaan V1 *. ;adal khusus untuk  pemeriksaa n V1 gratis melalui  program  puskesmas kelliling se"ara  berkala <eningkatkan angka "akupan  pemeriksaan V1 $anita sia 0ubur ($0) yang sudah  berhubungan seksual Puskesmas Keliling 0ekali setahun okter dan  petugas yang mendapatkan  pelatihan  pemeriksaan V1 -. Pembentuk   an kader+ kader khusus untuk  pemeriksaa n V1 <engajak dan menghimbau $0 agar datang pada  penyuluhan dan  pemeriksaan V1 $0 yang telah  berhubungan seksual Puskesmas keliling dan Posyandu 0ekali setahun Petugas yang  bertanggung  jaab terhadap V1 -6

(39)

BAB I/ PENUTUP 4.1. $e&+!ulan

ari hasil penelitian mengenai rendahnya kunjungan masyarakat ke  puskesmas untuk pemeriksaan V1 untuk deteksi dini kanker serviks diilayah kerja tanah garam tahun *'&.

  (ari hasil ata yang iapat bah#a

masih renahnya partisipasi masyarakat alam pemeriksaan IV"

ari 5114 'rang #anita usia subur% engan target hanya 16)

pertahun maka iharapkan aa 818 'rang yang melakukan

pemeriksaan IV" *ertahun tapi hasilnya hanya iapatkan 81

'rang sa$a yang melakukan pemeriksaan IV" hal ini $auh ari

stanar. +ika i persenkan 100) maka hasil yang iapat hanya

10 ) iapat ari 818 'rang an hanya 81 'rang yang

melakukan pemeriksaan IV"

ari data yang ada rendahnya kunjungan masyarakat ke Puskesmas :anah Garam tahun *'& sekitar 4'5 tidak pernah memeriksakan diri ke puskesmas! hal ini disebakan karena pengetahuan masyarakat yang masih kurang terhadap  pemeriksaan V1! dimana masyarakat hanya mengetahui sedikit saja tentang kanker serviks ini! maka untuk itu akan sering dilakukan penyuluhan ke kelurahan+kelurahan disekitar tanah garam untuk meningkatkan kunjungan untuk  melakukan pemeriksaan V1.

4.2. #aran

 <embentuk jadal khusus untuk pemeriksaan V1 dan membentuk   beberapa orang kader yang akan melakukan monitoring kegiatan

setiap bulan.

* <emaksimalkan kinerja petugas serta membangun koordinasi lintas se"tor / lintas program.

- <emaksimalkan peran bidan desa dalam memberikan penyuluhan tentang pemeriksaan V1 kepada masyarakat.

, <emperluas relasi antara bidan desa dengan praktek sasta/ fasilitas kesehatan di luar puskesmas agar deteksi dini kanker leher rahim yang  berada di ilayah kerjanya tetap terpantau dengan baik 

Referensi

Dokumen terkait

NOMOR URUT PAS FOTO NAMA CALON JENIS KELAMIN (L/P). KAB/KOTA/KECAMATA N

Rumah bekas tempat tinggal Tan Sim Tjong dan Tan Sim Sioe di daerah Citepus di Jalan Sudirman 242 (dulu adalah Groote Postweg) berhasil ditemukan pada tahun 1992.. Saat itu

Dalam kajian yang dijalankan oleh Suratman dan Norhayati (2013), mendapati bahawa nilai bacaan DO pada sesuatu titik persampelan dipengaruhi oleh kepekatan TSS dengan

Administrators are responsible for more sensitive or general roles, including those having to do with managing physical and logical database components, such as data files,

Indeks prestasi akademik adalah hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka atau simbol. Indeks prestasi dapat digunakan sebagai tolak ukur prestasi belajar

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari instansi terkait berupa data pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Timur tahun

 Industri otomotif di India mulai berkembang pesat pada tahun 2012 setelah terjadi urbanisasi, pertumbuhan pembangunan infrastruktur jalan, meningkatnya pendapatan,

Bahan dan alat untuk praktek 2.3 Menerapka n hukum Faraday untuk elektrolisis larutan elektrolit • Huku m Faraday • Jujur • Kerja kera • Toleransi • Rasa ingin tahu