43 3.1 Metode Penelitian
Menurut Sugiyono (2009 : 2) metode penelitian diartikan :
“ Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu
yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan ”
Dapat dijelaskan bahwa metode penelitian adalah suatu teknik atau cara
mencari, memperoleh, mengumpulkan, mencatat data, baik primer maupun sekunder
yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah dengan menganalisis faktor-faktor
yang berhubungan dengan pokok permasalahan sehingga menghasilkan suatu
kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan.
Metode pada penelitian ini adalah Metode Kuantitatif, Sugiyono (2009 : 8) menjelaskan :
“ metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan “
Sedangkan secara khusus metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, Sugiyono (2009 : 6) menjelaskan :
“ Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya ( perlakuan tidak seperti eksperimen) “
Dapat disimpulkan bahwa metode survey merupakan salah satu cara ilmiah
untuk mendapatkan data baik dengan mengedarkan kuesioner, test dan wawancara
terstruktur.
3.1.1 Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan suatu penyelidikan yang bersifat sistematis,
terkontrol, empiris, dan kritis yang menjadi sasaran dalam mengungkap suatu
fenomena atau hubungan fenomena dengan maksud meningkatkan, memodifikasi,
dan mengembangkan pengetahuan yang dapat diverifikasi. Dengan demikian, yang
menjadi objek pada penelitian ini adalah Tekanan Anggaran Waktu, Perilaku
Disfungsional, Kualitas Audit di beberapa Kantor Akuntan Publik yang berlokasi di
Kota Bandung.
3.1.2 Desain Penelitian
Menurut Nazir (2003) dalam Prolentina (2011) menyatakan bahwa:
“ Desain Penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan
dan pelaksanaan penelitian ”.
Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai
semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian. Adapun tahap-tahap yang akan
dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan permasalahan sebagai indikasi dari fenomena penelitian,
selanjutnya dapat ditetapkan judul yang akan diteliti.
2. Mengidentifikasi masalah yang terjadi.
3. Menetapkan rumusan masalah
4. Melakukan studi literatur untuk memperoleh referensi teori-teori mengenai
Tekanan Anggaran Waktu, Perilaku Disfungsional dan Kualitas Audit.
5.
Menetapkan sumber data, teknik penentuan sampel dan teknik pengumpulan data.6. Membuat hipotesis yang didasarkan pada teori yang dikembangkan.
7. Mengidentifikasi, memberi nama variabel dan membuat definisi operasional
dari masing-masing variabel.
8. Menyusun desain penelitian dan melakukan analisis statistik untuk
menganalisis data – data yang telah diperoleh serta menguji kebenaran
hipotesis, baik secara manual maupun menggunakan komputerisasi.
9. Membuat kesimpulan terhadap hasil uji hipotesis.
3.2 Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel
Variabel-variabel dalam penelitian harus didefinisikan secara jelas sehingga
tidak menimbulkan pengertian yang ambigu. Definisi variabel juga memberikan batas
sejauh mana penelitian yang dilakukan.
3.2.1 Definisi Variabel
Sugiyono ( 2009 : 38 ) merumuskan bahwa variabel penelitian merupakan
segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan.
Sehubungan dengan judul skripsi yaitu Hubungan Tekanan Anggaran Waktu
dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit, maka
penulis mengelompokkan variabel-variabel yang tercakup pada judul tersebut
menjadi dua variabel, antara lain:
1. Variabel Bebas atau Independen (X)
Variabel Bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab
perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam hal ini yang
menjadi variabel bebas antara lain : Tekanan Anggaran Waktu (X1), Perilaku
Disfungsional (X2)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadikan
akibat karena adanya variabel bebas. Dalam kaitannya dengan masalah yang
akan diteliti maka yang menjadi variabel dependen (Y) adalah Kualitas Audit.
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Terdapat dua operasional variabel, yaitu variabel X (Tekanan Anggaran
Waktu dan Perilaku Disfungsional) sebagai variabel bebas atau independent variable
dan variabel Y (Kualitas Audit) sebagai varibel terikat atau dependent variable, yang
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
No. Variabel Dimensi Indikator Skala
1. Tekanan Anggaran Waktu (X1)
Definisi :
Time budget pressure adalah keadaan dimana auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun, atau terdapat pembatasan waktu dalam anggaran yang sangat ketat. Herningsih (2001) dalam Burmansyah (2008) 1. Auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun 2. Auditor dituntut untuk menyelesaikan tugas audit tepat pada waktunya. 1. Dengan mengurangi biaya audit 2. Memaksa auditor untuk menyelesaikan tugas secepatnya. Ordinal
2. Perilaku Disfungsional (X2)
Definisi :
Perilaku audit disfungsional adalah setiap tindakan yang dilakukan auditor dalam pelaksanaan pekerjaan audit yang dapat mengurangi atau menurunkan kualitas audit secara langsung maupun tidak langsung. Kelley dan Margheim (1990); Otley dan Pierce (1996b) dalam Siti Marfuah (2011)
1. Menghentikan satu atau beberapa langkah.
2. Lebih singkat dari waktu aktual 1. Mengabaikan satu atau beberapa prosedur yang disyaratkan 2. Auditor melaporkan waktu audit yang lebih singkat dari waktu aktual yang dipergunakan untuk audit Ordinal
3. Kualitas Audit (Y)
Definisi :
sebagai gabungan probabilitas seorang auditor untuk dapat menemukan dan melaporkan
penyelewengan yang terjadi dalam sistem akuntansi klien (De Angelo (1981) dalam Simajuntak (2008) 1. Kompetensi 2. Independensi 1. Memiliki kemampuan teknologi, memahami dan melaksanakan prosedur audit yang benar, memahami dan menggunakan metode penyampelan yang benar 2. a. Independensi sikap mental (kejujuran) dalam mempertimbang kan fakta dan pertimbangan yang objektif. b. independensi penampilan yaitu kesan Ordinal
3. Profesional masyarakat bahwa auditor bertindak bebas. 3. a. memiliki keahlian lebih dan pelatihan teknis yang cukup b. sikap mental (independensi, perikatan) c. mahir dan professional dalam audit dan menyusun laporannya.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi menurut Sugiyono (2009: 80) adalah :
“ wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek / subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulan “
Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa populasi bukan sekedar jumlah
yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi karakter atau sifat
Populasi dalam penelitian ini adalah Supervisi dan Auditor Junior yang
bekerja pada 4 (empat) Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung, diantaranya sebagai
berikut :
Tabel 3.2
Nama Kantor Akuntan Publik
No. Nama KAP Alamat
1 KAP Af. Rachman & Rekan Jl. Pasir Luyu Raya No. 36 - Bandung
2 KAP Drs. Bambang Budi Tresno
Pascal Hyper Square Blok B - 61 Lantai 3 - Bandung
3 KAP Abubakar Usman & Rekan Jl. Abdulrahman Saleh No. 40 Bandung
4
KAP Achmad, Rasyid, Hisbullah &
Jarry Jl. Rajamantri 1 No. 2 Bandung 40264
5 KAP Arifin, Halid & rekan Jl. Buah Batu No. 87 Bandung 40264
6 KAP Djoemarna, Wahyudin & Rekan Jl. Dr. Abdul Rivai No. 2 C Bandung
7 KAP Ekamasni Bustaman & Rekan Jl. Wastukencana No. 5 Bandung 40117
8 KAP Erwan, Sugandhi & Jajat Marjat Jl. Pasir luyu Timur No. 125 Bandung
9 KAP Drs. Gunawan Sudrajat Jl. Golf Timur III No. 1 Bandung
10
KAP Prof.DR.H.TB.Hasanuddin
M.Sc. & Rekan Jl. Soekarno Hatta MTC Blok f No. 29
11
KAP DR.H.E.R.Suhardjadinata,
Ak.,MM Jl. Venus Raya No. Bandung 40286
12 KAP Heliantono & Rekan Jl. Sangkuriang No. B1 Bandung
13 KAP Hendrawinata Gani & Hidayat Jl. Peta Kopo Plaza Blok A-14 Bandung
14 KAP Jojo Sunarjo, Ruchiat & Arifin Jl. R.E.Martanita No. 86 Bandung 40114
15 KAP Drs.Joseph Munthe. Ms.Ak Jl. Terusan Jakarta No. 20 Bandung
17 KAP Dra.Koesbandijah Jl. PH.Mustafa No. 58 Bandung 40124
18 KAP DR. La Midjan & Rekan Jl. IR. H. Djuanda No. 207 Bandung
19 KAP Drs.Moch. Zainuddin
Holis Pesona Taman Burung Blok C7 - Bandung
20 KAP Dr.Moh.Mansur SE.MM.Ak Jl.Turangga No. 23 Bandung
21 KAP Peddy HF.Dasuki Jl. Venus Barat Kav. 9-11
22 KAP Roebiandini & Rekan Jl. Raden Patah No. 7 Bandung 40132
23 KAP Drs.Ronald Haryanto Jl. Sukahaji No. 36 A Bandung 40132
24
KAP Drs.Sehat, Bukit, Kataren &
Rekan Jl. Cikutra No. 148 Bandung 40225
25 KAP Sanusi, Supardi & Soegiharto Jl. Cikawao No. 40 Bandung 40261
26 KAP Sugiono Poulus Jl. Taman Holis Blik B 3 No. 8 Bandung
27 KAP Dra. Yati Ruhiyati Jl. Ujung Berung Indah Berseri 1 Blok 9
Sumber : IAI Jabar
3.3.2 Sampel
Sampel, menurut Sugiyono (2009: 81) adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Dalam penelitian ini, penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan
teknik nonprobability sampling. Menurut Sugiyono (2009: 84), nonprobability
sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi kesempatan atau peluang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun yang menjadi
pertimbangan pemilihan sampel adalah sebagai berikut :
1. KAP yang telah berizin usaha lebih dari 10 tahun.
KAP yang telah berdiri dan memiliki izin usaha yang lebih dari 10 tahun
dianggap lebih memiliki system audit laporan keuangan yang lebih baik.
2. KAP yang bersedia dijadikan tempat penelitian.
Pengambilan data dari KAP yang bersedia menjadi tempat penelitian untuk
kemudahan akses penelitian.
3. Supervisi dan Auditor Junior pada KAP yang bersedia menjadi responden.
Untuk mengetahui informasi dan analisis terkini tekanan anggaran waktu dan
perilaku disfungsional pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Bandung
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber,
dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting
alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah
dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan, dan lain-lain
(Sugiyono, 2009: 137).
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka teknik pengumpulan data
yang dilakukan penulis dalam penyusunan skripsi adalah
Merupakan data yang penulis kumpulkan langsung dari responden dengan dua
cara yakni: Kuesioner (angket), merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya;
2. Data Sekunder
Merupakan data yang dikumpulkan oleh penulis melalui penelitian
kepustakaan yaitu dengan mempelajari buku-buku, literatur-literatur yang
berhubungan dengan pencarian data melalui internet.
3.5 Metode Analisis yang Digunakan
Instrumen yang digunakan dalam penelitian perlu diuji untuk validitas dan
reliabilitasnya. Uji validitas menyatakan bahwa instrumen yang digunakan untuk
mendapatkan data dalam penelitian dapat digunakan atau tidak. Sedangkan uji
reliabilitas menyatakan bahwa apabila instrumen yang digunakan beberapa kali untuk
mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Uji validitas
instrumen dalam penelitian ini menggunakan metode pengujian validitas isi dengan
analisis item, yaitu dengan mengkorelasikan antara skor butir dengan instrumen
dengan skor total.
3.5.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2009:267) validitas adalah :
” merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti “
Artinya adalah data “ yang tidak berbeda “ antara data yang dilaporkan oleh
peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.
Tabel 3.3
Standar Penilaian Untuk Validitas
Validity
Good 0,50
Acceptable 0,30
Marginal 0,20
Poor 0,10
Sumber: Barker et al, 2002:70 dalam Prolentina 2011
Semua item pernyataan dalam kuesioner harus diuji keabsahannya untuk
menentukan valid tidaknya suatu item. Uji validitas dilakukan untuk mengukur
pernyataan yang ada dalam kuesioner. Validitas suatu data tercapai jika pernyataan
tersebut mampu mengungkapkan apa yang akan diungkapkan. Uji validitas dilakukan
dengan mengkorelasikan masing-masing pernyataan dengan jumlah skor untuk
masing-masing variabel.
Untuk menghitung korelasi pada uji validitas menggunakan korelasi item total
yang penulis kutip dari Ety Rochaety (2007: 47) dengan rumus sebagai berikut:
= ∑ − ∑ ∑
Keterangan : r = Korelasi
X = Skor setiap item
Y = Skor total dikurangi item tersebut n = Ukuran sampel
3.5.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Alpha
Cronbach (α) yang penulis kutip dari Ety Rochaety (2007: 54) dengan rumus sebagai berikut:
= = = − 1 1 − ∑
Dimana:
α = Koefisien reliabilitas Alpha Cronbach
= Varians skor keseluruhan
= Varians masing-masing item
Adapun kriteria untuk menilai reliabilitas instrumen adalah apabila suatu
konstruk atau variable dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha lebih
3.6 Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis 3.6.1 Analisis Data
Sesuai dengan metode penelitian yang telah dirumuskan, penelitian ini
menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis). Dalam penelitian ini, analisis jalur (path
analysis) digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat, dengan tujuan menerangkan akibat langsung dan akibat tidak langsung seperangkat variabel, sebagai
variabel penyebab terhadap variabel lainnya yang merupakan variabel akibat.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur
(path analysis) karena peneliti ingin memastikan apakah ada tekanan anggaran waktu
dan perilaku disfungsional terhadap kualitas audit.
1) Perhitungan Koefisien Jalur
a. Persamaan Jalur Sub Struktur Pertama
Pada substruktur yang pertama variabel tekanan anggaran waktu berperan
sebagai variabel independen (eksogenus variabel) dan perilaku disfungsional auditor
sebagai variabel dependen (endogenus variabel). Selanjutnya untuk menguji
pengaruh tekanan anggaran waktu terhadap perilaku disfungsional hasil ditempuh
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
• Menghitung Koefisien Jalur
Karena variabel independen hanya satu variabel (tekanan anggaran waktu),
maka nilai koefisien korelasi sekaligus menjadi koefisien jalur.
Koefisien determinasi diperoleh dari mangkuadratkan nilai koefisien jalur,
jadi koefisien determinasi tekanan anggaran waktu terhadap perilaku disfungsional
auditor.
b. Persamaan Jalur Sub Struktur Kedua
Pada analisis jalur, variabel tekanan anggaran waktu dan perilaku
disfungsional auditor berfungsi sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan
kualitas audit sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Selanjutnya untuk
menguji pengaruh tekanan anggaran waktu dan perilaku disfungsional auditor
terhadap kualitas audit.
Analisis data merupakan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang
mudah dibaca, dipahami, dan diinterpretasikan. Data yang akan dianalisis merupakan
data hasil penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan, kemudian peneliti
melakukan analisis untuk menarik kesimpulan.
Untuk menganalisis data digunakan metode statistik, karena merupakan
metode analisis data yang efisien dan efektif dalam suatu penelitian. Metode statistik
yang digunakan adalah metode yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.
Untuk menilai X1, X2, Y, maka analisis yang digunakan berdasarkan rata-rata
(mean) dari masing-masing variabel. Nilai rata-rata ini didapat dengan menjumlahkan
data keseluruhan dalam setiap variabel, kemudian dibagi dengan jumlah responden.
=∑ Rumus 3.3 Dimana: = Mean (rata-rata) Σ = Epsilon (jumlah) = Nilai X ke i sampai ke n = Jumlah individu
Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata-rata (mean) ini didapat dengan menjumlahkan data
seluruh individu dalam kelompok itu, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang
ada pada kelompok tersebut.
Untuk variabel tekanan anggaran waktu (X1) rumusnya adalah:
: =∑
Untuk variabel perilaku disfungsional (X2) rumusnya adalah:
: =∑
Untuk variabel kualitas audit (Y) rumusnya adalah:
: =∑
Setelah didapat rata-rata dari masing-masing variabel, kemudian
dibandingkan dengan kriteria yang penulis tentukan berdasarkan nilai terendah dan
tertinggi dari hasil kuesioner. Nilai terendah dan tertinggi itu masing-masing diambil
(satu) dan nilai tertinggi yaitu 5 (lima) dengan menggunakan Skala Likert. Teknik
Skala Likert dipergunakan dalam melakukan pengukuran atas jawaban dari pernyataan yang diajukan kepada responden penelitian dengan cara memberikan skor
pada setiap item jawaban.
Dalam penelitian ini skor untuk setiap jawaban dari pernyataan yang diajukan
kepada responden, penelitian ini akan mengacu pada pernyataan Sugiyono
(2008:133) yaitu:
“Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.”
Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor,
misalnya:
1. Setuju/selalu/sangat positif diberi skor 5
2. Setuju/sering/positif diberi skor 4
3. Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor 3
4. Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor 2
5. Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor 1
Berdasarkan pernyataan Sugiyono tersebut, maka pernyataan positif akan
dinilai dengan mekanisme sebagai berikut:
• Sangat setuju diberi nilai 5
• Setuju diberi nilai 4
• Tidak setuju diberi nilai 2
• Sangat tidak setuju diberi nilai 1
Dan untuk pernyataan negatif akan dinilai dengan mekanisme sebagai berikut:
• Sangat tidak setuju diberi nilai 5
• Tidak setuju diberi nilai 4
• Ragu-ragu diberi nilai 3
• Setuju diberi nilai 2
• Sangat setuju diberi nilai 1
Untuk variabel X1 diperoleh nilai terendahnya (1x5) = 5, dan nilai
tertingginya (5x5) = 25, kelas interval sebesar 4 {(25-5)/5} maka kriteria untuk
melihat tekanan anggaran waktu (X1) adalah sebagai berikut:
• Skor 5 – 9 dirancang untuk kriteria “Sangat Tinggi”
• Skor 9,1 – 13,1 dirancang untuk kriteria “Tinggi”
• Skor 13,2 – 17,2 dirancang untuk kriteria “Sedang”
• Skor 17,3 – 21,3 dirancang untuk kriteria “Rendah”
• Skor 21,4 – 25 dirancang untuk kriteria “Sangat Rendah”
Untuk variabel X2 diperoleh nilai terendahnya (1x3) = 3, dan nilai
tertingginya (3x5) = 15, kelas interval sebesar 2,4 {(15-3)/5} maka kriteria untuk
melihat perilaku disfungsional auditor (X2) adalah sebagai berikut:
• Skor 3 – 5,4 dirancang untuk kriteria “Sangat Tinggi”
• Skor 8 – 10,4 dirancang untuk kriteria “Sedang”
• Skor 10,5 – 12,9 dirancang untuk kriteria “Rendah”
• Skor 13 – 15 dirancang untuk kriteria “Sangat Rendah”
Sedangkan untuk variabel Y diperoleh nilai terendahnya adalah (1x9) = 9, dan
nilai tertingginya adalah (5x9) = 45, kelas interval sebesar 7,2 {(45-9)/5} maka
kriteria untuk melihat kualitas audit (Y) adalah sebagai berikut:
• Skor 9 – 16,2 dirancang untuk kriteria “ Tidak berkualitas ”
• Skor 16,3 – 23,5 dirancang untuk kriteria “ Kurang Berkualitas ”
• Skor 23,6 – 30,8 dirancang untuk kriteria “ Cukup Berkualitas ”
• Skor 30,9 – 38,1 dirancang untuk kriteria “ Berkualitas ”
• Skor 38,2 – 45 dirancang untuk kriteria “ Sangat Berkualitas ”
Setelah adanya analisis data antara data lapangan dan data kepustakaan,
kemudian diadakan perhitungan dari hasil kuesioner agar hasil analisis dapat teruji
dan dapat diandalkan.
3.6.2 Rancangan Pengujian Hipotesis
a) Persamaan Jalur Sub Struktur Pertama
Selanjutnya untuk membuktikan apakah tekanan anggaran waktu memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap perilaku disfungsional auditor, maka dilakukan
pengujian dengan hipotesis statistik sebagai berikut.
a. Ho : ρ = 0 , artinya tekanan anggaran waktu tidak berhubungan dengan
Ha : ρ≠ 0 , artinya tekanan anggaran waktu berhubungan dengan perilaku
disfungsional auditor
b. H0 : ρ = 0 , artinya tekanan anggaran waktu tidak berpengaruh terhadap
kualitas audit.
Ha : ρ ≠ 0 , artinya tekanan anggaran waktu berpengaruh terhadap
kualitas audit.
c. H0 : ρ = 0 , artinya perilaku disfungsional tidak berpengaruh terhadap
kualitas audit.
Ha : ρ ≠ 0 , artinya perilaku disfungsional berpengaruh terhadap kualitas
audit.
b) Persamaan Jalur Sub Struktur Kedua
Dalam penelitian ini yang akan diuji adalah seberapa besar pengaruh tekanan
anggaran waktu terhadap perilaku disfungsional auditor dan implikasinya pada
kualitas audit. Dengan memperhatikan karakteristik variabel yang akan diuji, maka
uji statistik yang akan digunakan adalah melalui perhitungan analisis regresi dan
korelasi. Adapun langkah-langkah dalam analisisnya adalah sebagai berikut:
1. Pengujian Secara Bersama-sama
Melakukan uji F untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independen
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen
secara bersama-sama dapat berperan atas variabel dependen. Kriteria pengujian
ditetapkan dengan membandingkan nilai t atau F hitung dengan t atau F tabel dengan
menggunakan tabel harga kritis t tabel dan F tabel dengan tingkat signifikansi yang
telah ditentukan sebesar 0,05 (α = 0,05). Adapun kaidah keputusan atau kriteria pengujian yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
• t hitung atau F hitung > t tabel atau F tabel, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara tekanan anggaran waktu, perilaku disfungsional auditor
terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik dengan kata lain Ho
ditolak dan Ha diterima.
• t hitung atau F hitung < t tabel atau F tabel, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tekanan anggaran waktu, perilaku disfungsional auditor
terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik dengan kata lain Ho
diterima dan Ha ditolak.
Untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel X terhadap Y maka
digunakan koefisien determinasi (KD) yang merupakan koefisien korelasi yang
biasanya dinyatakan dengan persentase (%).
= × 100%
Dimana:
= Koefisien Determinasi = Korelasi Rank Spearman
• Hipotesis
Ho : ρ = 0 , artinya tekanan anggaran waktu dan perilaku disfungsional
auditor secara simultan tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
Ha : ρ ≠ 0 , artinya tekanan anggaran waktu dan perilaku disfungsional
auditor secara simultan berpengaruh terhadap kualitas audit.
2. Pengujian Koefisien Jalur Secara Parsial
Kriteria pengujian ditetapkan dengan membandingkan nilai t atau F hitung
dengan t atau F tabel dengan menggunakan tabel harga kritis t tabel dan F tabel
dengan tingkat signifikansi yang telah ditentukan sebesar 0,05 (α = 0,05). Adapun kaidah keputusan atau kriteria pengujian yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
• t hitung atau F hitung > t tabel atau F tabel, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara tekanan anggaran waktu, perilaku disfungsional auditor
terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik dengan kata lain Ho
ditolak dan Ha diterima.
• t hitung atau F hitung < t tabel atau F tabel, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tekanan anggaran waktu, perilaku disfungsional auditor
terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik dengan kata lain Ho
diterima dan Ha ditolak.
H0 : ρ = 0 , artinya tekanan anggaran waktu secara parsial tidak berpengaruh
terhadap kualitas audit
Ha : ρ≠ 0 , artinya tekanan anggaran waktu secara parsial tidak berpengaruh
terhadap kualitas audit
H0 : ρ = 0 , artinya perilaku disfungsional auditor secara parsial tidak
berpengaruh terhadap kualitas audit
Ha : ρ ≠ 0 , artinya perilaku disfungsional auditor secara parsial tidak
berpengaruh terhadap kualitas audit
1) Pemilihan Tes Statistik dan Perhitungan Nilai Tes Statistik
Teknik statistik yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis ini adalah
statistik nonparametrik karena sangat cocok dengan data-data yang berbentuk ordinal.
Tes statistik yang peneliti gunakan adalah Spearman Rank. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Sugiyono (2008:356):
“Korelasi Spearman Rank digunakan mencari hubungan atau untuk menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal, dan sumber data antar variabel tidak harus sama.”
Adapun persamaan yang dikutip oleh Sugiyono (2008:357) sebagai berikut:
= 1 − 6 ∑ !− 1 ρ = koefisien korelasi Spearman Rank
Selanjutnya untuk menguji tingkat signifikansi nilai ρ tersebut maka pengujian tingkat signifikansinya adalah menggunakan rumus:
" = #1 −− 2
2) Taraf Signifikan
Sebelum pengujian dilakukan maka terlebih dahulu harus ditentukan taraf
signifikansinya. Hal ini dilakukan untuk membuat suatu rencana pengujian agar
diketahui batas-batas untuk menentukan pilihan antara hipotesis nol (Ho) dan
hipotesis alternatif (Ha). Taraf signifikansi yang dipilih dan ditetapkan dalam
penelitian adalah 0,05. (α = 0,05) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Angka ini dipilih karena dapat mewakili hubungan variabel yang diteliti dan merupakan
suatu taraf signifikansi yang sering digunakan dalam penelitian di bidang Ilmu Sosial.
3) Penetapan Kriteria Pengujian
Untuk melakukan uji terhadap hipotesis, maka harus ada kriteria pengujian
yang ditetapkan.
4) Interpretasi Koefisien Korelasi
Dari hasil perhitungan koefisien korelasi maka selanjutnya hasil tersebut
dapat diinterpretasikan berdasarkan tabel di bawah ini untuk melihat seberapa kuat
tingkat hubungan yang dimiliki antar variabel.
Tabel 3.4
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,000 – 0,199 Sangat rendah 0,200 – 0,399 Rendah 0,400 – 0,599 Sedang 0,600 – 0,799 Kuat 0,800 – 1,000 Sangat kuat Sumber: Sugiyono (2008:250)