• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

59

4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Kecamatan Japah Kabupaten Blora.Total jumlah siswa di kelas 4 SD Negeri Ngrambitan adalah 23 siswa, dimana jumlah siswa laki-laki sebanyak 14siswasedangkan untuk jumlah siswa perempuannya terdapatsebanyak 9siswi.

4.2. Hasil Penelitian 4.2.1. Kondisi Pra Siklus

Kondisi sebelum tindakan adalah kondisi dimana pembelajaran IPA dengan materi perubahan kenampakan bumi pada siswa kelas 4 SD Negeri Ngrambitan belum menggunakanatau belum diterapkannyamodel Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL), guru masih menggunakan metode ceramah. Pada kondisi sebelum tindakan ini, diketahui bahwa keaktifan siswa sebesar 60,15% dari seluruh siswa, sedangkan hasil pembelajaran IPA pada materi perubahan kenampakan bumi masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan kelas atau KKM ( ≥ 65), di mana dari total siswa yaitu 23 siswa, terdapat 10 siswa (43,5%) yang dinyatakan belum tuntas dalam pembelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, dan sebanyak 13 siswa (56,5%) yang dinyatakan tuntas atau telah memenuhi KKM dalam pembelajaran IPA di kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Kecamatan Japah Kabupaten Blora pada Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016. Pada kondisi awal Nilai rata-rata kelas sebesar 62,5.

Berdasarkan batasan ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu ≥ 65, maka siswa yang tuntas dan yang belum tuntas belajarnya pada pelajaran IPA sebelum tindakan disajikan dalam tabel berikut ini:

(2)

Tabel 4.1

Ketuntasan Belajar IPA Siswa Kelas 4SD Negeri Ngrambitan Pra Siklus atau Sebeleum Tindakan

No Perolehan Nilai Sebelum Tindakan Keterangan

Jumlah (%)

1 < 65 10 43,5 Belum tuntas

2 ≥ 65 13 56,5 Tuntas

Total 23 100

Berdasarkan data dari tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang belum tuntas hasil belajarnya atau belum tuntas terdapat sebanyak10 siswa (43,5%) dari total jumlah siswa, dan siswa yang telah tuntas hasil belajarnya sebanyak13 siswa (56,5%) dari total jumlah siswa.Data hasil belajar IPA dari siswa kelas 4 SD Negeri Ngrambitan secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 1. Berdasarkan pada kondisi tersebut maka dibutuhkan suatu tindakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di kelas 4 SD Negeri Ngrambitan, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016.

4.2.2 Pelaksanaan Siklus I a. Pertemuan I

1. Perencanaan

Sebelum melaksanakan tindakan, maka perludidesain sebuah perencanaan yang nantinya diimplementasikan dalam tindakan. Terkait dengan penelitian ini, maka pada pertemuan I siklus I perencanaan dipilah dalam beberapa tahapan, yaitu:

a) Melakukan diskusi dengan guru kelas, terkait dengan permasalahan pembelajaran di kelas pada pelajaran IPA, dan pengajuan solusi bersama yaitu pengajuan penerapan model pembelajaran yang perlu diterapkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

b) Mendesain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terkait dengan modelpembelajaran yang hendak diterapkan yaitu model Project Based

(3)

Learning (PjBL), menyiapkan media pembelajaran danalat peraga yang akan digunakan terkait dengan materi pembelajaran yang akan diberikan, termasuk merancang lembar observasi pembelajaran, serta lembar keaktifan siswa.

c) Mendiskusikan pada guru kelas tentang RPP, media dan alat peraga maupun lembar observasi yang akan digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL).

2. Pelaksanaan Tindakan

Pada kegiatan pendahuluan, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: mengajak siswa untuk berdoa menurut agama dan keyakinannya, melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa, melakukan apersepsi melalui pertanyaan mengenai kenampakan bumi. Setelah siswa menjawab pertanyaan apersepsi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari itu, dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL).

Guru menyampaikan secara garis besar materi pelajaran dengan SK memahami perubahan kenampakan bumi dan benda langit dan KD mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi. Setelah pemaparan garis besar materi dengan berbantuan media powerpoint kemudian guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa sesuai dengan langkah-langkah model Project Based Learning (PjBL). Kemudian guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kelompok dibagi secara heterogen. Kelompok dibentuk menjadi 5 kelompok, karena jumlah siswa adalah 23 orang, maka terdapattiga kelompok yang beranggotakan lima siswa, sementara dua yang lain masing-masing beranggotakan empat siswa. Selanjutnya, guru memberi nama pada masing-masing kelompok.Setelah pemberian nama kelompok guru membagikan lembar kerja kelompok dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan dalam

(4)

kelompok yakni kegiatan membuat mading atau poster dengan tema perubahan kenampakan bumidengan sub tema faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kenampakan bumi.Siswa diberi waktu untuk berdiskusi dan menyelesaikan project yang diberikan guru, setelah waktu berdiskusi selesai setiap kelompok diminta untuk menunjukan project yang telah dibuat. Setelah semua kelompok selesai menunjukkan hasil dari projectnya, guru memberi kesempatan pada siswa untuk menhgajukkan pertanyaan.

Pada kegiatan akhir, guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan dan memberikan penguatan. Setelah memberikan penguatan, guru mengakhiri pelajaran, dengan memberikan tugas untuk dikerjakan secara individual, mengucapkan salam penutup dan mengakhiri pelajaran.

3. Observasi

Selama proses pembelajaran berlangsung, juga dilakukan pengamatan, baik pengamatan terhadap guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, serta melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi berlangsung.

a) Observasi Terhadap Guru

Pengamatan yang dilakukan terhadap guru berupa aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dalam pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi sub tema faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kenampakan bumi pada pertemuan pertama. Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru pada siklus I pertemuan I disajikan dalam tabel berikut ini:

(5)

Tabel 4. 2

Hasil Observasi Guru Dalam Menerapkan Model Project Based Learning (PjBL) Siklus I Pertemuan 1

No. Aspek yang diamati Skor

YA TIDAK

1. Guru mempersiapkan ruang, alat, dan media pembelajaran. √ 2. Guru menyiapkan siswa untuk duduk rapi di tempat

masing-masing. √

3. Guru memeriksa kesiapan siswa mengikuti pelajaran dengan

menyuruh siswa mengeluarkan alat tulisnya. √

4. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. √

5. Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam

kepada siswa dan mengabsen siswa. √

6. Guru menyampaikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa

mengenai perubahan kenampakan bumi dan benda langit. √

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. √

8. Guru memotivasi siswa supaya aktif dalam pembelajaran. √

9.

Guru memberi penjelasan mengenai materi pokok yakni perubahan kenampakan bumi dan benda langit dengan bantuan media powerpoint.

10. Guru memberikan beberapa contoh soal untuk mengetahui

pemahaman siswa terhadap materi yang telah dijelaskan. √

11. Guru membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. √

12. Guru memberi penjelasan mengenai kegiatan kelompok yang

akan dilakukan √

13. Guru membagikan alat dan bahan yang akan digunakan siswa

untuk memmbuat project.

14.

Guru memberi project kepada siswa yakni siswa diminta membuat mading/ poster mengenai perubahan bumi dan benda langit.

15. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan project yang

diberikan √

16. Guru membimbing siswa dalam melakukan presentasi hasil dari

project yang telah dikerjakan

17. Guru membimbing siswa untuk melakukan evaluasi dengan

kegiatan diskusi bersama. √

18.

Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan

19. Guru memberi penjelasan tentang materi yang belum dipahami

siswa √

20. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi yang telah

dipelajari. √

21. Guru memberikan motivasi kepada siswa. √

22. Guru melakukan tindak lanjut (memberikan tugas rumah atau

meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya). √

Total Skor 15

(6)

Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa penilaian terhadap kemampuan guru dalam mengajar mendapat nilai sebesar 68.Nilai observasi tersebut diperoleh dari rumus jumlah skor yang diperoleh dibagi jumlah skor maksimal kemudian dikalikan 100%.Dari hasil perhitungan pada lembar observasi diperoleh skor 15, kemudian skor tersebut dibagi dengan jumlah skor maksimal yang dihitung dari jumlah aspek yang diamati sebanyak 22 dikalikan 1 (kategori maksimal) maka diperoleh hasil 22. Sesuai dengan rumus yang digunakan maka jumlah skor perolehan sebesar 15 dibagi dengan jumlah skor maksimal yakni 22 dikalikan 100% sehingga diperoleh hasil 68%.

Pada tabel 4.2 dapat diketahui pemberian tiap-tiap skor pada pertemuan I siklus I. Pada siklus I pertemuan I, masih terdapat beberapa langkah pembelajaran yang terlewatkan oleh guru seperti penyampaian tujuan dan pemberian motivasi, guru belum memberikan bimbingan saat siswa melakukan kegiatan presentasi serta guru tidak melakukan kegiatan evaluasi untuk membahas kegiatan kelompok. Belum terlaksananya seluruh rencana pembelajaran yang telah disusun dikarenakan guru belum terbiasa dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran. Setelah dihitung dan diperoleh nilai observasi maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada pertemuan I siklus I masih diperlukan perbaikan.Hal tersebut dikarenakan guru masih merasa canggung saat menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Hasil observasi guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I pertemuan 1 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 2.

b) Observasi Terhadap Keaktifan Siswa

Saat pembelajaran berlangsung, juga dilakukan pengamatan terhadap siswa, dalam hal ini yang diamati adalah kesiapan siswa, respon siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menerapkan modelProject Based Learning (PjBL). Aktivitassiswa yang diamati adalah tingkah laku siswa pada siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2.Observasi

(7)

terhadapkeaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran pada dua pertemuan ini, masing-masing disajikan berikut ini.

Tabel 4.3

Hasil Observasi Keaktifan Siswa Mengikuti Pelajaran Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Siklus I Pertemuan 1

No Aspek yang diamati Jumlah

Siswa Prosentase

1. Siswa mengeluarkan alat tulisnya. 15 65.22

2. Siswa menjawab salam dari guru dan mendengarkan absen

dari guru. 20 86.96

3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang

disampaikan oleh guru 18 78.26

4. Siswa mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru

melaui media powerpoint. 20 86.96

5. Siswa menjawab pertanyaan dari guru 6 26.09

6. Siswa bergabung dalam kelompok sesuai arahan dari guru 15 65.22 7. Siswa mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru

mengenai kegiatan kelompok yang akan dilakukan. 10 43.48

8. Siswa bersama anggota kelompoknya berdiskusi untuk

untuk menyelesaikan project yang diberikan. 16 69.57

9. Siswa mempresentasikan hasil project yang telah

dikerjakan. 19 82.61

10. Siswa melakukan diskusi kelas dalam membahas kegiatan

yang telah dilakukan. 12 52.17

11. Siswa mengajukan pertanyaan dan mengemukakan

pendapat terkait kegiatan kegiatan yang telah dilakukan. 8 34.78

12. Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 17 73.91

Rata-Rata 63.77

Tabel 4.3 menunjukkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran pada siklus I pertemuan I. Berdasarkan hasil perhitungan pada lembar observasi, nilai observasi terhadap rata-rata keaktifan siswa yang diperoleh adalah sebesar 63,77% dari seluruh siswa. Dari tabel 4.3, dapat diketahui bahwa keaktifan terendah terdapat pada aspek siswa menjawab pertanyaan dari guru yakni sebesar 26.09%. Hal tersebut dikarenakan, siswa belum terbiasa dengan pembelajaran PjBL berbantuan powerpoint, siswa masih terbiasa dengan pola pembelajaran konvensional yang mengkondisikan siswa menjadi pendengar. Oleh karena itu, untuk mengatasi kondisi tersebut, guru perlu memotivasi siswa baik dengan pujian atau dengan memberi penghargaan berupa poin

(8)

belajar bagi siswa. Aspek lainnya yang mendapat skor rendah adalah pada aspek siswa mengajukkan pertanyaan dan mengemukakan pendapat yakni dengan skor 34.78% dari seluruh siswa. Aspek tersebut, bila dicermati memiliki kesamaan yakni tentang bagaimana siswa berani menanggapi guru. Oleh karena itu, guru perlu memberi motivasi dan membimbing siswa sehingga siswa terbiasa dengan kondisi belajar yang mengharuskan siswa untuk berpendapat. Hasil observasi siswa dalam mengikuti model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I pertemuan 1 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 3.

4. Refleksi

Refleksi merupakan evaluasi untuk menilai keseluruhan proses pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL). Adapun yang dapat direfleksikan dari kegiatan pembelajaran ini beberapa hal yakni(1) secara keseluruhan pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan PjBL sudah berjalan dengan baik,namun masih terdapat beberapa langkah pembelajaran yang terlewatkan oleh guru guru seperti guru belum menyampaikan tujuan pembelajaran dan belum memberi motivasi pada siswa, guru juga tidak memberikan bimbingan pada saat siswa melakukan kegiatan presentasi; (2)kendala yang dialami guru tersebut berdampak pada keaktifan siswa, pada saat guru menjelaskan materi masih banyak siswa yang terlihat sibuk sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan guru, saat diberi kesempatan untuk bertanya, hanya beberapa siswa saja yang berani bertanya sedangkan siswa lainnya cenderung diam, selain itu seluruh anggota kelompok belum terlibat aktif saat mengerjakan tugas kelompok. Refleksi pada kondisi tersebut menjadi masukan untuk dilakukan perbaikan pada siklus I pertemuan yang ke II.

(9)

b. Pertemuan II 1. Perencanaan

Sebelum melaksanakan tindakan pada siklus I pertemuan ke II, maka perlu didesain sebuah perencanaan yang nantinya diimplementasikan dalam tindakan, maka perencanaan dipilah dalam beberapa tahapan, yaitu:

a) Melakukan diskusidan merancang solusi dengan guru kelas, terkait dengan kendala yang dihadapi pada siklus I pertemuan I.

b) Mendesain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terkait dengan model pembelajaran yang hendak diterapkan yaitu model Project Based Learning (PjBL), menyiapkan media-media pembelajaran danalat peraga yang akan digunakan terkait dengan materi pembelajaran yang akan diberikan, termasuk merancang lembar observasi pembelajaran, serta lembar keaktifan siswa.

c) Mendiskusikan pada guru kelas tentang RPP, media dan alat peraga maupun lembar observasi yang akan digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL).

2. Pelaksanaan Tindakan

Pertemuan II dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pertemuan I dengan kegiatan awal guru mengawali pembelajaran dengan salam, absensi, dan meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. Guru melakukan apersepsi dengan menunjukkan beberapa gambar perubahan kenampakan bumi melalui powerpoint kemudian menanyakan apa yang terjadi pada gambar tersebut, kemudian dilanjutkan dengan memberikan informasi mengenai materi yang akan dipelajari dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan inti, guru menjelaskan mengenai berbagai dampak dari perubahan kenampakan bumi melalui powerpoint. Sebagai tindakan untuk melibatkan aktifitas siswa, guru melakukan tanya jawab terkait materi ajar.Selanjutnya untuk menyiapkan kegiatan kelompok, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan setiap kelompok

(10)

terdiri dari 4-5 siswa. Guru membentuk kelompok secara heterogen. Adapun jumlah kelompok yang dibentuk sebanyak 5 kelompok, dengan tigakelompok beranggotakan lima siswa dan duakelompok yang lain masing-masing beranggotakan empat siswa. Kemudian, guru memberi nama pada masing-masing kelompok, selanjutnyaguru membagikan lembar kerja kelompok dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan dalam kelompok yakni kegiatan membuat mading atau poster dengan tema dampak perubahan kenampakan bumi dengan sub tema menyebutkan solusi dari dampak perubahan kenampakan bumi.Siswa diberi waktu untuk berdiskusi dan menyelesaikan project yang diberikan guru, setelah waktu berdiskusi selesai setiap kelompok diminta untuk menunjukan project yang telah dibuat. Setelah semua kelompok selesai menunjukkan hasil dari projectnya, guru membimbing siswa untuk melakukan pembahasan terhadap kegiatan yang telah dilakukan serta memberi penjelasan terhadap materi yang dirasa kurang dipahami siswa.

Kegiatan akhir pada pertemuan II siklus I meliputi pembahasan kegiatan hasil dari pembelajaran, dilanjutkan dengan pemberian penguatan yang dilakukan oleh guru. Pemberian penguatan dilakukan dengan menanyakan beberapa soal yang terkait dengan materi ajar. Setelah itu, guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan dan dilanjutkan dengan pemberian tindak lanjut, mengucapkan salam penutup dan mengakhiri pelajaran.

3. Observasi

Selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan pengamatan terhadap guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, serta melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi berlangsung.

a) Observasi Terhadap Guru

Pengamatan yang dilakukan terhadap guru berupa aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning

(11)

(PjBL) dalam pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi. Hasil pengamatan dari kedua pertemuan tersebut disajikan berikut ini:

Tabel 4.4

Hasil Observasi Guru Dalam Menerapkan Model Project Based Learning (PjBL) Siklus I Pertemuan 2

No. Aspek yang diamati Skor

YA TIDAK 1. Guru mempersiapkan ruang, alat, dan media pembelajaran. √

2. Guru menyiapkan siswa untuk duduk rapi di tempat masing-masing. √ 3. Guru memeriksa kesiapan siswa mengikuti pelajaran dengan menyuruh

siswa mengeluarkan alat tulisnya. √

4. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. √ 5. Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada

siswa dan mengabsen siswa. √

6. Guru menyampaikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa mengenai perubahan kenampakan bumi dan benda langit. √

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. √ 8. Guru memotivasi siswa supaya aktif dalam pembelajaran. √

9. Guru memberi penjelasan mengenai materi pokok yakni perubahan

kenampakan bumi dan benda langit dengan bantuan media powerpoint. √ 10. Guru memberikan beberapa contoh soal untuk mengetahui pemahaman

siswa terhadap materi yang telah dijelaskan. √ 11. Guru membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. √ 12. Guru memberi penjelasan mengenai kegiatan kelompok yang akan

dilakukan √

13. Guru membagikan alat dan bahan yang akan digunakan siswa untuk

memmbuat project.

14. Guru memberi project kepada siswa yakni siswa diminta membuat

mading/ poster mengenai perubahan bumi dan benda langit. √ 15. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan project yang diberikan √ 16. Guru membimbing siswa dalam melakukan presentasi hasil dari project

yang telah dikerjakan √

17. Guru membimbing siswa untuk melakukan evaluasi dengan kegiatan

diskusi bersama. √

18.

Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan

19. Guru memberi penjelasan tentang materi yang belum dipahami siswa √ 20. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi yang telah

dipelajari. √

21. Guru memberikan motivasi kepada siswa. √ 22. Guru melakukan tindak lanjut (memberikan tugas rumah atau meminta

siswa untuk mempelajari materi selanjutnya). √

Total Skor 19

(12)

Hasil observasi terhadap guru yang disajikan pada tabel 4.4 di atas. Pada pertemuan 2 diketahui bahwa pembelajaran sudah berjalan dengan baik, hanya ada 3 langkah yang terlewatkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada peningkatan terhadap guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan model model Project Based Learning (PjBL), dengan demikian kekurangan pada pertemuan I siklus I telah teratasi meskipun ada beberapa yang masih perlu diberikan perbaikan seperti pemberian motivasi pada siswa dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukkan pertanyaan. Hal tersebut akan menjadi refleksi untuk dilakukan perbaikan. Nilai observasi terhadap guru pada pertemuan 2 siklus I yang diperoleh yaitu 86%. Adapun rumus perhitungan yang digunakan pada pertemuan 2 siklus I sama seperti pada pertemuan 1 siklus I yakni jumlah skor yang diperoleh dibagi jumlah skor maksimal dan dibagi 100%. Jumlah skor yang diperoleh pada pertemuan 2 siklus I adalah 19 kemudian dibagi dengan jumlah skor maksimal yakni 22 dan dibagi 100% sehingga diperoleh nilai observasi sebesar 86%. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan pembelajaran yang dilakukan oleh guru telah terlaksana dengan baik.Hasil observasi guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I pertemuan 2 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 4.

b) Observasi Terhadap Keaktifan Siswa

Pada siklus I pertemuan kedua juga diamatiaktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi. Hasil pengamatan terhadap siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut disajikan pada tabel berikut ini:

(13)

Tabel 4.5

Hasil Observasi Keatifan Siswa Mengikuti Pelajaran Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Siklus I Pertemuan 2

No Aspek yang diamati Jumlah Siswa Prosentase

1. Siswa mengeluarkan alat tulisnya. 17 73.91

2. Siswa menjawab salam dari guru dan mendengarkan

absen dari guru. 19 82.61

3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang

disampaikan oleh guru 18 78.26

4. Siswa mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru

melaui media powerpoint. 20 86.96

5. Siswa menjawab pertanyaan dari guru 10 43.48

6. Siswa bergabung dalam kelompok sesuai arahan dari

guru 16 69.57

7.

Siswa mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru mengenai kegiatan kelompok yang akan dilakukan.

15 65.22

8. Siswa bersama anggota kelompoknya berdiskusi untuk

untuk menyelesaikan project yang diberikan. 17 73.91

9. Siswa mempresentasikan hasil project yang telah

dikerjakan. 18 78.26

10. Siswa melakukan diskusi kelas dalam membahas

kegiatan yang telah dilakukan. 14 60.87

11.

Siswa mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat terkait kegiatan kegiatan yang telah dilakukan.

15 65.22

12. Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 19 82.61

Rata-Rata 71.74

Pada siklus I pertemuan 2, nilai observasi sebesar 71,74%, hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari pertemuan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan terhadap keatifan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL). Pada pertemuan 2 siklus I skor terendah terdapat pada aspek siswa menjawab pertanyaan dari guru yakni sebesar 43.48% namun konndisi tersebut sudah jauh lebik baik jika dibandingkan pada pertemuan I yakni pada aspek tersebut skor yang diperoleh hanya sebesar 26.09% dari seluruh siswa. Hal ini menunjukkan upaya yang dilakukan oleh guru telah berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam terlibat aktif selama pembelajaran, meskipun peningkatannya masih sedikit namun secara keseluruhan dari aspek yang dinilai sudah menunjukkan

(14)

keaktifan siswa. Meskipun sudah tergolong baik, namun masih terdapat kendala seperti kegiatan diskusi ataupun kegiatan kelompok yang dilakukan masih didominasi oleh siswa yang pandai. Sementara mereka yang pasif, hanya ikut bergabung dalam kelompok dan menjadi pendengar dalam kelompoknya, dalam hal ini guru perlu membimbing setiap kelompok dan menekankan bahwa setiap anggota dalam kelompok harus berpartisipasi aktif. Adapun kendala-kendala tersebut akan akan dievaluasi dan dirancang solusi sehingga pembelajaran pada siklus II dapat semakin baik. Hasil observasi siswa dalam mengikuti model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I pertemuan 2 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 5.

4. Evaluasi Hasil Belajar Siklus I

Berikut ini disajikan hasil belajar siklus I setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL)dalam pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I, dilakukan evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah mengikuti pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan modelProject Based Learning (PjBL). Hasilnya diperoleh ada 4 siswa (17,4%) yang dinyatakan belum tuntas belajarnya dan 19 siswa (82,6%) siswa dinyatakan telah tuntas belajarnya atau telah memenuhi KKM. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh setelah diberikan tindakan dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dalam pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi adalah 76,5. Hasilnya disajikan dalam tabel berikut ini:

(15)

Tabel 4.6

Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan pada Siklus I

No Interval Nilai Siklus I Keterangan

Jumlah (%) 1 45 – 54 1 4,4 Belum Tuntas 2 55 – 64 3 13,0 Belum Tuntas 3 65 – 74 6 26,1 Tuntas 4 75 – 84 9 39,1 Tuntas 5 85 – 94 3 13,0 Tuntas 6 ≥ 95 1 4,4 Tuntas Jumlah 23 100 Nilai rata-rata 78,5 Nilai tertinggi 95 Nilai terendah 50

Berdasarkan hasil pada tabel 4.6 di atas, diketahui bahwa setelah diberikan tindakan pada siklus I dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, terjadi peningkatan jumlah ketuntasan belajar, dibandingkan dengan sebelum diberikan tindakan. Mengacu pada hasil melalui tabel di atas, diketahui bahwa siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 45 – 54 terdapat 1 siswa atau sebanyak 4,4%, kemudian siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 55 - 64 berjumlah 3 siswa atau sebanyak 13,0%, kemudian siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 65 – 74 yaitu berjumlah 6 siswa atau sebanyak 26,1%, kemudian siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 75 - 84 berjumlah 9 siswa atau sebanyak 26,1%, sementara itu yang memperoleh nilai pada interval nilai 85 - 94 berjumlah 3 siswa atau sebanyak 13,0%, dan yang memperoleh ≥ 95 sebanyak 1 siswa (4,4%). Adapun perhitungan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SDN Ngrambitan dalam mengikuti model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 6.

Berdasarkan KKM yang ditetapkan sekolah, maka jumlah dan persentase siswa yang tuntas belajar pada pelajaran IPA menggunakan

(16)

model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I, disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4. 7

Ketuntasan Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrampitan Siklus I

No Perolehan Nilai Siklus I Keterangan

Jumlah (%)

1 < 65 4 17,4 Belum tuntas

2 ≥ 65 19 82,6 Tuntas

Total 23 100

Berdasarkan pada tabel 4.7 di atas, maka dapat diketahui bahwa siswa yang belum tuntas belajar setelah diberikan tindakan dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi pada siklus I dengan perolehan nilai < 65 adalah 4 siswa atau secara prosentase sebanyak 17,4% dan siswa yang tuntas belajar IPA pada materi perubahan kenampakan bumi pada siklus I dengan perolehan nilai ≥ 65 adalah sebanyak 19 siswa atau secara prosentase sebanyak 82,6%. Berikut digambarkan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I.

Diagram 4.1 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Siklus I

(17)

5. Refleksi

Kegiatan refleksi yang dilakukan pada pertemuan 2 siklus I dilakukan dengan menilai keseluruhan proses pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang sudah terlaksana pada siklus I. Adapun yang dapat direfleksikan dari kegiatan pembelajaran ini adalah beberapa hal yakni secara keseluruhan pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan PjBL sudah berjalan dengan baik (mengalami kemajuan dibandingkan dari Siklus I pertemuan I) namun masih terdapat beberapa kendala seperti beberapa langkah pembelajaran yang masih terlewatkan oleh guru, saat kegiatan kelompok masih terdapat siswa yang pasif. Refleksi pada dua hal ini, akan menjadi masukkan untuk dilakukan perbaikan pada siklus II, pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

4.2.3 Pelaksanaan Siklus II a. Pertemuan I

1. Perencanaan

Sebelum melaksanakan tindakan pada siklus II pertemuan I maka perlu diperhatikan refleksi yang merupakan masukan untuk menjadi perbaikan pada pelaksanaan tindakan pada siklus II pertemuan I. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah sebagai berikut:

a) Merencanakan proses pembelajaran dengan memperhatikan keaktifan seluruh siswa. Agar hal tersebut terjadi, dalam pelaksanaan tindakan nanti, guru mengatur agar siswa yang pasif digabungkan bersama dengan yang aktif, dan menukar peran, dimana siswa yang aktif di dorong untuk lebih banyak memberikan bantuan dan siswa yang pasif diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat.

b) Mengatur waktu, agar siswa dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik serta menyiapkan media, alat, dan bahan yang diperlukan selama proses pembelajaran.

(18)

2. Pelaksanaan Tindakan

Pada kegiatan pendahuluan, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: mengecek kerapian siswa, mengecek kelengkapan siswa dalam menyiapkan sumber belajar dan alat belajar, mengajak siswa untuk berdoa menurut agama dan keyakinannya, melakukan presensi untuk mengecek kehadiran siswa, melakukan apersepsi melalui pertanyaan terkait dengan perubahan kenampakan bumi yang dipengaruhi benda langit. Setelah siswa menjawab pertanyaan apersepsi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari itu, menjelaskan langkah-langkah pembelajaran model Project Based Learning (PjBL), guru memberi motivasi pada siswa dengan mengajak siswa untuk tepuk sehat.

Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran langkah berikut yang dilakukan dalam proses pembelajaran adalah menyampaikan secara garis besar materi pelajaran tentang perubahan kenampakan bumi. Guru menjelaskan materi ajar dengan bantuan powerpoint, hal tersebut dilakukan supaya siswa dapat fokus dalam pemberian materi. Selanjutnya, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok secara heterogen. Kelompok dibentuk menjadi lima kelompok; karena jumlah siswa adalah 23 orang, maka ada tiga kelompok yang beranggotakan lima siswa, sementara dua kelompok yang lain masing-masing beranggotakan empat siswa.

Setelah pemberian nama kelompok, selanjutnya guru memberikan project yakni membuat madding atau poster terkait dengan materi kenampakan benda langit sub tema pengaruh kenampakan matahari dan berbagai jenis rasi bintang.Selanjutnya siswa berdisuksi dan membuat project yang diberikan oleh guru. Guru membimbing siswa selama menyelesaikan tugasnya.Setelah project yang diberikan selesai dibuat, selanjutnya masing-masing kelompok menunjukakan projectnya.Guru membimbing siswa dalam kegiatan presentasi. Setelah kegiatan presentasi selesai dilakukan, guru membimbing siswa untuk melakukan

(19)

evaluasi dan memberikan penjelasan terkait materi ajar yang dirasa kurang dipahami siswa. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan.

Setelah meluruskan pemahaman siswa, guru mengakhiri pelajaran, mengingatkan siswa untuk lebih giat belajar IPA, memotivasi siswa bahwa pelajaran IPA sesungguhnya adalah pelajaran yang menyenangkan, memberikan evaluasi individu untuk dikerjakan oleh tiap-tiap siswa. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam dan doa penutup.

3. Observasi

Seperti pada siklus I pertemua I dan II, dalam siklus II pertemuan ke I ini pun selama proses pembelajaran berlangsung juga dilakukan pengamatan, baik pengamatan terhadap aktivitas guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, maupun aktivitas siswa yaitu respon siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL).

a) Observasi Terhadap Guru

Observasi terhadap guru dilakukan dengan mengamatikegiatan guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan benda bumi. Pengamatan terhadap guru dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua. Penilaian terhadap guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi sub tema pengaruh dari kenampakan matahari dan menyebutkan berbagai jenis rasi-rasi bintang pada pertemuan pertama siklus II. Perolehan skor pada pertemuan I siklus II mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya, di mana pada siklus sebelumnya masih terdapat langkah pembelajaran yang terlewatkan namun pada pertemuan I siklus II seluruh langkah pembelajaran telah terlaksana. Adapun perthitungan yang digunakan pada pertemuan 1 siklus II sama dengan rumus yang digunakan pada

(20)

siklus I, yakni jumlah skor yang diperoleh dibagi jumlah skor maksimal kemudian dikalikan 100%. Jumlah skor yang diperoleh adalah 22 dan jumlah skor maksimal adalah 22. Nilai observasi yang diberikan pada pertemuan I siklus II adalah 100%, artinya guru telah berhasil menerapkan seluruh langkah-langkah pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL). Hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa pada siklus II ini, disajikan berikut ini:

Tabel 4. 8

Hasil Observasi Guru Menerapkan Model Project Based Learning (PjBL) Pada Siklus II Pertemuan I

No. Aspek yang diamati Skor

YA TIDAK 1. Guru mempersiapkan ruang, alat, dan media pembelajaran. √

2. Guru menyiapkan siswa untuk duduk rapi di tempat masing-masing. √ 3. Guru memeriksa kesiapan siswa mengikuti pelajaran dengan menyuruh

siswa mengeluarkan alat tulisnya. √

4. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. √ 5. Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa

dan mengabsen siswa. √

6. Guru menyampaikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa mengenai

perubahan kenampakan bumi dan benda langit. √ 7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. √ 8. Guru memotivasi siswa supaya aktif dalam pembelajaran. √ 9. Guru memberi penjelasan mengenai materi pokok yakni perubahan

kenampakan bumi dan benda langit dengan bantuan media powerpoint. √ 10. Guru memberikan beberapa contoh soal untuk mengetahui pemahaman

siswa terhadap materi yang telah dijelaskan. √ 11. Guru membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. √ 12. Guru memberi penjelasan mengenai kegiatan kelompok yang akan

dilakukan √

13. Guru membagikan alat dan bahan yang akan digunakan siswa untuk

memmbuat project.

14. Guru memberi project kepada siswa yakni siswa diminta membuat mading/ poster mengenai perubahan bumi dan benda langit. √ 15. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan project yang diberikan √ 16. Guru membimbing siswa dalam melakukan presentasi hasil dari project

yang telah dikerjakan √

17. Guru membimbing siswa untuk melakukan evaluasi dengan kegiatan diskusi

bersama. √

18. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan

dan mengemukakan pendapat terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan √ 19. Guru memberi penjelasan tentang materi yang belum dipahami siswa √ 20. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi yang telah dipelajari. √ 21. Guru memberikan motivasi kepada siswa. √ 22. Guru melakukan tindak lanjut (memberikan tugas rumah atau meminta

siswa untuk mempelajari materi selanjutnya). √

Total Skor 22

(21)

Berdasarkan data dari hasil tabel 4.8, maka dapatdiketahui bahwa secara keseluruhan tahap Project Based Learning (PjBL) sudah terlaksana dengan baik, guru sudah terbiasa dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Hasil observasi guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada siklus II pertemuan 1 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 7.

b) Observasi Terhadap Keaktifan Siswa

Berikut ini akan disajikan hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) di kelas 4 SD Negeri Ngrambitan. Serupa dengan aktivitas siswa pada siklus I, maka pada siklus II ini untuk mengetahui tingkah laku siswa, digunakan juga rumus yang digunakan untuk menghitung aktivitas siswa pada siklus I. Berikut akan dipaparkan hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa pada siklus II pertemuan 1 dalam mengikuti pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi menggunakan model Project Based Learning (PjBL). Hasil pengamatan tersebut akan disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4. 9

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Mengikuti Pelajaran Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Pada Siklus II Pertemuan 1

No Aspek yang diamati Jumlah Siswa Prosentase

1. Siswa mengeluarkan alat tulisnya. 18 78.26

2. Siswa menjawab salam dari guru dan mendengarkan absen dari guru. 18 78.26 3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru 19 82.61 4. Siswa mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru melaui media

powerpoint. 22 95.65

5. Siswa menjawab pertanyaan dari guru 15 65.22

6. Siswa bergabung dalam kelompok sesuai arahan dari guru 18 78.26

7. Siswa mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru mengenai

kegiatan kelompok yang akan dilakukan. 17 73.91

8. Siswa bersama anggota kelompoknya berdiskusi untuk untuk

menyelesaikan project yang diberikan. 19 82.61

9. Siswa mempresentasikan hasil project yang telah dikerjakan. 20 86.96 10. Siswa melakukan diskusi kelas dalam membahas kegiatan yang telah

dilakukan. 18 78.26

11. Siswa mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat terkait

kegiatan kegiatan yang telah dilakukan. 17 73.91

12. Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 20 86.96

(22)

Berdasarkan pada hasil data dari tabel 4.9 seperti di atas, dapat diketahui skor perolehan terhadap keaktifan siswa. Nilai observasi terhadap keaktifan siswa pada siklus II pertemuan 1 adalah 80% dari seluruh siswa. Kendala yang dialami pada siklus I sudah mulai teratasi, pada kegiatan diskusi sebagian siswa sudah mulai terlihat aktif meskipun ada beberapa siswa yang masih pasif. Hasil observasi siswa saat mengikuti pelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada siklus II pertemuan 1 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 8.

4. Refleksi

Refleksi merupakan keseluruhan evaluasi yang perlu dilakukan setelah pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pada hasil dari pengamtan baik terhadap guru dalam menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan siswa dalam mengikuti pelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, dikatakan telah berhasil dilaksanakan. Hal ini dapat diukur dengan perolehan kategori pada siklus II baik kemampuan guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dan tingkah laku siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL).

b. Pertemuan II 1. Perencanaan

Sebelum melaksanakan tindakan pada siklus II, perlu diperhatikan refleksi yang merupakan masukan untuk menjadi perbaikan pada pertemuan sebelumnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah sebagai berikut:

a) Merencanakan proses pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Memperhatikan keaktifan seluruh siswa dalam kegiatan diskusi, dengan mengatur pembagian anggota kelompok.

(23)

b) Mengatur waktu, agar siswa dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik serta menyiapkan media, alat, dan bahan yang diperlukan selama proses pembelajaran.

2. Pelaksanaan Tindakan

Setalah pertemuan I pada siklus II telah dilaksanakan dan telah didiskusikan mengenai hasilnya, maka rancangan RPP pertemuan siklus II dikaji ulang untuk melihat aspek-aspek yang belum sesuai agar dapat diperbaiki. Setelah proses perencanaan dilakukan, maka pertemuan II pada siklus II siap dilakukan. Pada kegiatan awal, guru mengucapkan salam, absensi, dan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu siswa. Setelah itu, guru melakukan apersepsi dengan membahas pelajaran yang lalu. Kegiatan selanjutnya pada pertemuan II, guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dan menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa dengan mengajak siswa untuk melakukan yel-yel.

Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran langkah berikut yang dilakukan dalam proses pembelajaran adalah menyampaikan secara garis besar materi pelajaran tentang perubahan kenampakan bulan melalui powerpoint. Selanjutnya, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok secara heterogen. Kelompok dibentuk menjadi lima kelompok; karena jumlah siswa adalah 23 orang, maka ada tiga kelompok yang beranggotakan lima siswa, sementara dua kelompok yang lain masing-masing beranggotakan empat siswa. Selanjutnya guru memberikan project kepada siswa yakni siswa diminta membuat mading/ poster yang menunjukkan perubahan kenampakan bulan serta pengaruhnya terhadap bumi.Selanjutnya siswa berdisuksi dan membuat project yang diberikan oleh guru. Guru memberikan bimbingan pada siswa saat siswa menyelesaikan tugasnya. Setelah project yang diberikan selesai dibuat, selanjutnya masing-masing kelompok menunjukakan projectnya. Guru membimbing siswa dalam kegiatan presentasi. Setelah kegiatan presentasi selesai dilakukan, guru membimbing siswa untuk melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan terkait materi ajar yang dirasa

(24)

kurang dipahami siswa. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukkan pertanyaan.

Pada kegiatan akhir, guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan lisan yang diberikan oleh guru kepada siswa sebagai tindakan penguatan. Setelah itu, guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan dari materi ajar yang telah dipelajari. Sebagai kegiatan yag mengakhiri pembelajaran, guru mengucapkan terimakasih atas kerjasama siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan mengakhiri pelajaran.

3. Observasi

Seperti pada siklus I, selama proses pembelajaran berlangsung, juga dilakukan pengamatan, baik pengamatan terhadap aktivitas guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, maupun aktivitas siswa yaitu respon siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL).

a) ObservasiTerhadap Guru

Observasi terhadap guru dilakukan dengan mengamatikegiatan guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan benda bumi. Berikut ini akan disajikan pengamatan terhadap guru pada siklus II pertemuan 2 dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada materi perubahan kenampakan bulan. Mengacu pada hasil perhitungan pengamatan terhadap guru pada siklus II pertemuan 2 dalam pelajaran IPA pada materi perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), maka pada tabel di atas dapat diketahui bahwa seluruh langkah-langkah pembelajaran yang disusun telah terlaksana. Pada pertemuan 2 siklus II, rumus yang digunakan untuk menghitung nilai observasi sama dengan pertemuan sebelumnya yakni jumlah skor yang diperoleh dibagi jumlah skor maksimal kemudian dikalikan 100%. Jumlah skor seluruhnya yang diperoleh adalah 22

(25)

dengan nilai observasi 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru telah berhasil dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Hasil observasi guru dalam menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada siklus II pertemuan 2 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 9. Berikut hasil observasi terhadap guru disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.10

Hasil Observasi Guru Menerapkan Model Project Based Learning (PjBL) Pada Siklus II Pertemuan 2

No. Aspek yang diamati Skor

YA TIDAK 1. Guru mempersiapkan ruang, alat, dan media pembelajaran. √

2. Guru menyiapkan siswa untuk duduk rapi di tempat masing-masing. √ 3. Guru memeriksa kesiapan siswa mengikuti pelajaran dengan menyuruh

siswa mengeluarkan alat tulisnya. √

4. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. √ 5. Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam kepada

siswa dan mengabsen siswa. √

6. Guru menyampaikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa

mengenai perubahan kenampakan bumi dan benda langit. √ 7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. √ 8. Guru memotivasi siswa supaya aktif dalam pembelajaran. √ 9. Guru memberi penjelasan mengenai materi pokok yakni perubahan

kenampakan bumi dan benda langit dengan bantuan media powerpoint. √ 10. Guru memberikan beberapa contoh soal untuk mengetahui pemahaman

siswa terhadap materi yang telah dijelaskan. √ 11. Guru membagi kelas ke dalam beberapa kelompok. √ 12. Guru memberi penjelasan mengenai kegiatan kelompok yang akan

dilakukan √

13. Guru membagikan alat dan bahan yang akan digunakan siswa untuk

memmbuat project.

14. Guru memberi project kepada siswa yakni siswa diminta membuat

mading/ poster mengenai perubahan bumi dan benda langit. √ 15. Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan project yang diberikan √ 16. Guru membimbing siswa dalam melakukan presentasi hasil dari project

yang telah dikerjakan √

17. Guru membimbing siswa untuk melakukan evaluasi dengan kegiatan

diskusi bersama. √

18.

Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan

pertanyaan dan mengemukakan pendapat terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan

√ 19. Guru memberi penjelasan tentang materi yang belum dipahami siswa √ 20. Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan materi yang telah

dipelajari. √

21. Guru memberikan motivasi kepada siswa. √ 22. Guru melakukan tindak lanjut (memberikan tugas rumah atau meminta

siswa untuk mempelajari materi selanjutnya). √

Total Skor 22

(26)

b) Observasi Terhadap Keaktifan Siswa

Berikut ini akan disajikan hasil pengamatan terhadap siswa dalam mengikuti pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) di kelas 4 SD Negeri Ngrambitan. Serupa dengan aktivitas siswa pada siklus I, maka pada siklus II ini untuk mengetahui tingkah laku siswa, digunakan juga rumus yang digunakan untuk menghitung aktivitas siswa pada siklus I. Hasil pengamatan terhadap siswa pada siklus II pertemuan 2, akan disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.11

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Mengikuti Pelajaran Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Pada Siklus II Pertemuan 2

No Aspek yang diamati Jumlah

Siswa Prosentase

1. Siswa mengeluarkan alat tulisnya. 20 86.96

2. Siswa menjawab salam dari guru dan mendengarkan

absen dari guru. 18 78.26

3. Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang

disampaikan oleh guru 20 86.96

4. Siswa mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru

melaui media powerpoint. 23 100.00

5. Siswa menjawab pertanyaan dari guru 18 78.26

6. Siswa bergabung dalam kelompok sesuai arahan dari

guru 20 86.96

7. Siswa mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh

guru mengenai kegiatan kelompok yang akan dilakukan. 18 78.26 8. Siswa bersama anggota kelompoknya berdiskusi untuk

untuk menyelesaikan project yang diberikan. 20 86.96

9. Siswa mempresentasikan hasil project yang telah

dikerjakan. 23 100.00

10. Siswa melakukan diskusi kelas dalam membahas

kegiatan yang telah dilakukan. 20 86.96

11. Siswa mengajukan pertanyaan dan mengemukakan

pendapat terkait kegiatan kegiatan yang telah dilakukan. 19 82.61 12. Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 23 100.00

Rata-Rata 87,68

Hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa pada siklus II pertemuan 2 dalam mengikuti pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, menunjukkan hasil yang baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai observasi 87,68% dari seluruh siswa..

(27)

Berdasarkan hasil ini, maka dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan kekatifan siswa setelah dilakukan perbaikan-perbaikan, dimana skor yang diperoleh meningkat sejak pertemuan 1 pada siklus II, diikuti pada pertemuan 2. Hasil perolehan ini dengan demikian memberikan kesimpulan bahwa observasi terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi menggunakan model Project Based Learning (PjBL) berada pada kategori baik sekali. Hasil tersebut jug telah melebihi indikator keberhasilan yang ditentukan yakni 85% dari keseluruhan siswa aktif. Hasil observasi siswa saat mengikuti pelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada siklus II pertemuan 2 secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 10.

4. Evaluasi Hasil Belajar Siklus II

Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh setelah siswa diberikan pelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi. Hasil belajar juga merupakan evaluasi, apakah model pembelajaran yang diterapkan dalam hal ini model Project Based Learning (PjBL) telah berhasil atau tidak berhasil dalam meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi pada siswa kelas 4 SD Negeri Ngrambitan. Hasil belajar siklus II disajikan berikut ini:

Tabel 4.12

Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Pada Siklus II

No Interval Nilai Siklus II Keterangan

Jumlah (%) 1 70 – 76 5 21,74 Tuntas 2 77 – 83 4 17,40 Tuntas 3 84 – 90 8 34,78 Tuntas 4 91 – 97 6 26,08 Tuntas Jumlah 23 100 Nilai rata-rata 90,7 Nilai tertinggi 95 Nilai terendah 70

(28)

Setelah diberikan tindakan pada siklus II, dengan mengacu pada perbaikan-perbaikan berdasarkan masukan dari refleksi pada siklus I, maka dapat diketahui bahwa siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 70 – 76 sejumlah 5 siswa atau secara presentase sebanyak 21,74%, kemudian siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 77 – 83 terdapat 4 siswa (17,40%), kemudian siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 84 – 90 sebanyak 8 siswa atau secara presentase sebanyak 34,78% dan siswa yang memperoleh nilai pada interval nilai 91 – 97 adalah 6 siswa (26,08%). Terjadi juga peningkatan perolehan nilai terendah, dimana nilai terendah menjadi 70, dan terjadi juga peningkatan nilai tertinggi yaitu 95. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan menjadi 90,7. Adapun perhitungan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SDN Ngrambitan dalam mengikuti model Project Based Learning (PjBL) pada siklus I secara terperinci dapat dilihat dalam lampiran 11.

Berikut ini adalah ketuntasan belajar siswa kelas 4 SD Negeri Ngrambitan pada mata pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi setelah diberi tindakan pada siklus II. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.13

Ketuntasan Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Pada Siklus II

No Perolehan Nilai Siklus II Keterangan

Jumlah (%)

1 < 65 - - Belum tuntas

2 ≥ 65 23 100 Tuntas

Total 23 100

Untuk menggambarkan ketuntasan belajar siswa pada siklus II, berikut ditunjukkan melalui diagram 4.2.

(29)

Diagram 4.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Siklus II

Berpatokan pada KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 65, maka berdasarkan hasil evaluasi belajar pada siklus II, di mana hasil tersebut disajikan pada tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada lagi siswa yang belum tuntas belajarnya pada mata pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi setelah menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi. Hasil ini juga memberikan indikasi bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dikatakan telah berhasil.

5. Refleksi

Refleksi merupakan keseluruhan evaluasi yang perlu dilakukan setelah pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pada hasil dari pengamtan baik terhadap guru dalam menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan siswa dalam mengikuti pelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, dikatakan telah berhasil dilaksanakan. Hal ini dapat diukur dengan perolehan kategori pada siklus II baik kemampuan guru dalam menerapkan

(30)

model Project Based Learning (PjBL) dan keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), serta hasil belajar yang meningkat dari tes evaluasi siklus II.

4.2.4 Perbandingan Keaktifan Belajar dan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi pada siklus II ini, perlu dilakukan perbandingan terhadap hasil keatifan siswa dan hasil belajar yang telah diperoleh sebelum dan sesudah menerapkan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi pada siklus I. Hasil perbandingan tersebut disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.14

Perbandingan Keaktifan Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Pada Siklus I dengan Siklus II

No Siklus Nilai Keaktifan

1 Pra Siklus 60,15

2 Siklus I Pertemuan 1 63,77

Pertemuan 2 71,74

3 Siklus II Pertemuan 1 80

Pertemuan 2 87,68

Berdasarkan tabel 4.14 maka dapat diketahui peningkatan terhadap keaktifan siswa dari siklus I hingga siklus II. Pada kondisi pra siklus diketahui bahwa rata-rata keaktifan siswa sebesar 60,15%. Kondisi tersebut meningkat setelah diberikan tindakan. Pada pertemuan 1 siklus I nilai keaktifan siswa sebesar 63,77%. Kemudian pada pertemuan 2 siklus I terjadi peningkatan menjadi 71,74%. Peningkatan juga terlihat pada siklus II, setelah dilakukan refleksi dan evaluasi maka dapat dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap kekurangan yang terjadi pada siklus I. Pada pertemuan 1 siklus II diperoleh nilai aktivasi siswa sebesar 80% dan meningkat pada pertemuan 2 siklus II yakni menjadi 87,68%. Hal tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan baik dari siklus I hingga siklus II.

(31)

Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa, berikut disajikan perbandingan hasil belajar siswa pada kondisi pra siklus, siklus I, dan siklus II.

Tabel 4.15

Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4SD Negeri Ngrambitan pada Pra Siklus, Siklus I dengan Siklus II

No Kategori

Pra Siklus Siklus I Siklus II

Jumlah siswa (%) Jumlah siswa (%) Jumlah siswa (%) 1 Belum tuntas 10 43,5 4 17,4 - - 2 Tuntas 13 56,5 19 82,6 23 100

Perbandingan ketuntasan belajar siswa pada pra siklus, siklus I dengan siklus II menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dalam pelajaran IPA pada tabel di atas dapat diuraikan sebagai berikut: sebelum diberikan tindakan terdapat 10 siswa (43,5%) yang nilainya di bawah KKM (KKM ) atau dinyatakan belum tuntas, sedangkan 13 siswa (56,5%) lainnya dinyatakan tuntas. Setelah diberi tindakan pada siklus I, masih ada 4 siswa (17,4%) yang belum tuntas. Setelah ada perbaikan-perbaikan, dan diberikan lagi tindakan pada siklus II, tidak ada lagi siswa yang belum tuntas belajarnya. Siswa yang tuntas pada siklus I setelah diberikan tindakan dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi, diketahui ada sebanyak 19 siswa (82,6%). Jumlah ini mengalami peningkatan pada siklus II, yaitu menjadi 23 siswa atau sebanyak 100%. Dengan deemikian dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, penggunaan model Project Based Learning (PjBL) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi telah berhasil diterapkan atau dilaksanakan. Berikut digambarkan perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa pada pra siklus, siklus I, dan siklus II melalui diagram.

(32)

Diagram 4.3 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngrambitan Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

4.3. Pembahasan

Setelah diberikan tindakan perbaikan pembelajaran pada siklus I dan II yakni dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL), maka dapat diketahui adanya peningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa baik dari siklus I maupun siklus II. Setelah diberikan tindakan maka terjadi peningkatan terhadap keaktifan belajar siswa yakni dari 60,15% pada kondisi pra siklus, nilai keaktifan siswa meningkat menjadi 63,77% pada pertemuan 1 siklus II dan mengalami peningkatan lagi pada pertemuan 2 siklus II yakni menjadi 71,74%. Meskipun nilai keaktifan siswa meningkat namun nilai tersebut masih di bawah indikator keberhasilan yang ditentukan yakni 85%. Setelah dilanjutkan pada pertemuan siklus II diketahui terjadi peningkatan terhadap keaktifan siswa yakni pada pertemuan 1 siklus II sebesar 80% meningkat menjadi 87,68% pada pertemuan 2 siklus II. Peningkatan tersebut telah menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.

Selanjutnya pada hasil belajar siswa, diketahui pada kondisi sebelum diberikan tindakan, dari 23 siswa pada siswa kelas 4SD Negeri Ngrambitan Kecamatan Japah Kabupaten Blora, siswa yang tuntas belajarnya ada13 siswa atau sebanyak 56,5%, dan yang belum tuntas belajarnya ada 10 siswa atau sebanyak 43,5%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi

(33)

tersebut perlu diberi tindakan perbaikan. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, maka dapat diketahui bahwa terdapat 19 siswa atau secara prosentase sebanyak 82,6% dari total siswa yang telah tuntas belajarnya atau telah mencapai KKM (65), dan terdapat pula sebanyak 4 siswa atau secara prosentase sebanyak 17,4% siswa yang belum tuntas atau yang belum tuntas KKM (65), kemudian nilai rata-rata kelas yang didapat adalah 78,5.

Berdasarkan hasil ini diketahui bahwa jumlah siswa yang telah tuntas atau mencukupi KKM (65) sebanyak 19 siswa atau 82,6%, belum memenuhi indikator kinerja yang ditentukan yaitu bahwa 85% dari jumlah total siswa kelas 4 SD Negeri Ngrambitan telah memenuhi atau tuntas KKM (65), sehingga perlu dilaksanakan lagi penelitian tindakan pada siklus berikutnya, yaitu pada Siklus II.Sebelum melanjutkan ke siklus II, dengan catatan-catatan refleksi pada siklus I, peneliti memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi sewaktu melakukan tindakan dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL)pada siklus I. Setelah melaksanakan tindakan pada siklus II, diketahui bahwa 100% atau keseluruhan siswa memenuhi atau tuntas belajarnya secara KKM (65) pada pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi.

Peningkatan-peningkatan ketuntasan belajar baik sebelum tindakan, maupun siklus I dan dilanjutkan pada siklus II adalah sebagai berikut: sebelum tindakan, siswa yang tuntas belajarnya adalah sebanyak 13 siswa (56,5%). Jumlah ketuntasan ini meningkat setelah diberikan tindakan pada siklus I, yaitu menjadi 19 siswa (82,6%) atau terjadi peningkatan dari sebelum tindakan ke siklus I sebanyak 6 siswa. Pada siklus II, terjadi lagi peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar menjadi 23 siswa (100%), atau terjadi peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II yaitu sebanyak 4 siswa.

Hasil penelitian ini memperkuat hasil-hasil penelitian terdahulu dan kajian teori tentang model PjBL (Project Based Learning). Hasil penelitian dari Linawati (2014) dengan judul Peningkatan aktivitas belajar siswa pada sub tema macam-macam sumber energi yang melalui penerapan model Project Bassed Learning menunjukkan adanya peningakatan aktivitas belajar siswa yakni pada siklus I siswa yang cukup aktif 36,36%, siswa yang aktif 41,81% dan siswa yang sangat

(34)

aktif 21,81%. Pada siklus II meningkat menjadi 0% siswa yang cukup aktif, 50,90 % siswa yang aktif dan 49,08 % siswa yang sangat aktif.

Selanjutnya hasil penelitian dari Ni Wayan Widya Yanti (2013) dengan judul “Penerapan model pembelajaran PBL berbantuan powerpoint untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Bhaktiyasa Singaraja tahun pelajaran 2012/2013”. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari 75,90 dengan ketuntasan klasikal 54% pada Siklus I menjadi 81,13 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II.

Secara teoritis, hasil penelitian ini juga mendukung kajian teori tentang model PjBL (Project Based Learning)yang dikemukakan oleh Khamdi (2007) yang mengungkapkan bahwa Project Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang siswa bekerja secara mandiri untuk mengkonstruksi belajar mereka sendiri, dan dapat menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realistik. Dengan menerapkan langkah-langkah model PjBL (Project Based Learning) pada pembelajaran dengan tepat, dan dengan memperhatikan karakateristik siswa, dan hasil belajar siswa kemudian dibagi tugas dan peran siswa sebagai fasilator dan juga penjelas. Penyampaian materi dengan media PowerPoint memudahkan guru dalam menjelaskan materi, seperti dikemukakan oleh Herlanti (Munadi, 2010: 150) bahwa pembelajaran berbantuan PowerPoint mampu mengembangkan materi pembelajaran terutama membaca dan mendengarkan secara mudah, serta dapat mengakomodasi peserta didik sesuai dengan modalitas belajarnya terutama bagi mereka yang memiliki tipe visual, auditif, kiestetik, atau yang lainnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model PjBL (Project Based Learning) dengan berbantuan media PowerPoint dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas 4 SDN Ngrambitan Kabupaten Blora, Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016.

Gambar

Diagram 4.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri  Ngrambitan Siklus II
Diagram 4.3 Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD  Negeri Ngrambitan Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

- Bahwa Hakim tidak mempertimbangkan berdasarkan keterangan Terdakwa setelah Terdakwa menerima HP tersebut dari Wahiri (abang Terdakwa/DPO) Terdakwa yang

Teori Arsitektur: 1) Arsitektur ialah struktur dari elemen-elemennya, yang dikatagorikan dalam aspek Fungsi-bentuk-makna. 2) Aspek Fungsi berupa kegiatan atau kumpulan

Gotik, yang diciptakan oleh PT Nagaswara. 11 Negara melalui aparat penegak hukum, baik secara langsung maupun tidak langsung harus bertanggung jawab dengan adanya kasus

Dengan menggunakan aplikasi mudah alih pengiraan sasaran CGPA (e-KIRA CGPA) yang dibangunkan, pelajar dapat menetapkan matlamat pencapaian akademik di setiap semester

Dari hasil penelitian dan analisis data yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan Kinerja Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Anak Usia Dini Di TK Kecamatan Pontianak

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Samsudewa dan Suryawijaya (2008) bahwa durasi thawing terlalu singkat akan menyebabkan kristal-kristal es belum mencair secara

Sartono (2012) menyatakan kebijakan dividen merupakan kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengambil keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan

Analisis keranjang pasar dengan Algoritma Apriori merupakan salah satu metoda data mining yang bertujuan untuk mencari pola assosiasi berdasarkan pola belanja