CAMPUR KODE DALAM PERISTIWA KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMA NEGERI 1 KABANGKA. Herawati A1D
Teks penuh
Dokumen terkait
5 Menara karya A.Fuadi (1) campur kode berwujud kata terdiri dari kata dasar (bentuk kata benda dan kata sifat) dan kata berimbuhan (bentuk kata benda) (2) campur kode berwujud
Menurut Suandi (2015: 143-146), faktor yang mendasari atau menyebabkan terjadinya penggunaan penyisipan beberapa unsur kata dalam berkomunikasi atau campur kode adalah: (1)
Diskusi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode dan alih kode bahasa guru yang terdapat di SD Negeri 118080 Sidonok yaitu bahasa Mandailing dan bahasa
Sementara itu, Aslinda dan Syafyahya (2007: 87) mengemukakan bahwa ciri yang menonjol dalam peristiwa campur kode ialah terjadi pada ragam kesantaian atau situasi
Tuturan “diberesin” (166) dalam situasi 6 merupakan peristiwa campur kode “berwujud kata” karena kata “diberesin” merupakan satuan bahasa yang dapat berdiri
Situasi yang melatar belakangi peristiwa ini adalah karena situasi informal atau santai.Penulis melakukan campur kode pada lirik lagu di atas dengan menyisipkan kata
Pada data (37) tersebut ter- lihat bahwa si penulis status atau siswa SMA menggunakan campur kode bahasa Jawa, yaitu kata “ben sok” yang berarti “biar nanti” untuk lebih
Diskusi Hasil Penelitian Diskusi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode dan alih kode bahasa guru yang terdapat di SD Negeri 118080 Sidonok yaitu bahasa Mandailing dan