• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

9

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Media sosial

Media sosial merupakan alat atau sarana untuk bertukar informasi dengan menggunakan teknologi internet. Media sosial menurut Van Dijk dalam Nasrullah (2016:11) adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.

Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual (Nasrullah, (2016:11). Selaras dengan definis media sosial yang di kemukakan oleh Nasrullah, dapat disimpulkan bahwasanya dengan media sosial, penggunanya dapat saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan siapa saja dan dimana saja, tanpa ada aspek geografis yang membatasi. Dengan media sosial, siapapun bisa terhubung dengan para pengguna media diseluruh dunia.

2.2 Instagram

Boyd dan Ellison (2008 : 11) mendefinisikan situs jejaring sosial sebagai layanan berbasis web yang memungkinkan perorangan untuk membangun profil umum atau semi-umum dalam satu sistem yang terbatas, menampilkan pengguna lainnya yang berkaitan mereka, dan menlihat-lihat dan mengamati daftar koneksi yang mereka miliki maupun daftar yang dibuat oelh pengguna lainnya dalam sistem tersebut. Situs jejaring sosial dianggap sebagai ekstensi diri di dunia maya dan hubungan yang di dalamnya juga merupakan ekstensi dari hubungan-hubungan yang benar ada. Hal ini, didukukng dalam penelitian yang dilakukan Lampe

et.al (dalam Puntoadi, 2011 : 2) yang menemukan bahwa alasan penggunaan situs

jejaring sosial adalah untuk mencari orang-orang yang mereka kenal dan berinteraksi dengan teman-teman tersebut dan bukan untuk mencari teman baru.

(2)

10 Instagram adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk membagi-bagikan foto dan video. Instagram sendiri masih merupakan bagian dari facebook yang memungkinkan teman facebook kita mem-follow akun instagram kita. Makin populernya instagram sebagai aplikasi yang digunakan untuk membagi foto membuat banyak pengguna yang terjun ke bisnis online turut mempromosikan produk-produknya lewat Instagram (M Nisrina, 2015 : 137)

Instagram merupakan salah satu media jejaring soal yang dapat dimafaatkan sebagai media pemasaran langsung. Melalui Instagramlah produk barang/jasa ditawarkan dengan meng-upload foto atau video singkat, sehingga para calon konsumen dapat melihat jenis-jenis barang/jasa yang ditawarkan.

Instagram memiliki fitur-fitur yang berbeda dengan jejaring sosial lainnya, diantara sekian banyak fitur yang ada di Instagram, ada beberapa fitur yang digunakan oleh @kulinerdisolo dalam menjalankan komunikasi pemasarannya, fitur tersebut adalah:

a. Take Photo dan video atau posting adalah tools untuk mengambil gambar atau video dari galeri handphone kita maupun langsung.

b. Comment adalah memberi tanggapan atas kiriman kita atau kita memberi tanggapan atas kiriman orang lain.

c. Caption, membuat judul atau caption foto lebih bersifat untuk memperkuat karakter atau pesan yang ingin disampaikan pada foto tersebut.

d. Hastag adalah label (tag) berupa suatu kata yang diberi awalan symbol bertanda pagar (#) yang berfungsi untuk mengelompokkan foto dalam satu label. Agar lebih mudah dicari dan ditemukan.

e. Tag adalah mencantumkan atau menandai teman atau akun lain dalam sebuah postingan atau kiriman.

f. Mention adalah sebuah fitur yang memungkinkan untuk memanggil pengguna lain untuk saling menyapa atau memanggil.

Fitur instagram diatas belum mencakup semua fitur dari instagram. Fitur diatas adalah fitur yang paling sering digunakan Kuliner di Solo, hal itu agar peneliti lebih terfokus pada fitur-fitur yang menonjol atau sering digunakan dalam mengunggah konten ke dalam jaringan instagram yang berisikan tentang berbagai macam insormasi, atau juga konten-konten yang digunakan untuk berinteraksi antar

(3)

11 sesama pengguna instagram itu sendiri. Hadirnya instagram sebagai media atau juga perantara antara komunikator dengan komunikan, konsep pertukaran informasi bisa lebih kuat. Media yang digunakan untuk menyampaikan pesan sudah ditentukan dengan tujuan agar fokus.

Hadirnya fitur-fitur tersebut mempermudah peneliti untuk mengkategorikan data yang dibutuhkan. Sehingga dapat menghindari data-data yang tidak berkaitan dengan tujuan dari penelitian ini.dalam hal ini peneliti memberikan pembahasan lebih terhadap penggunaan fitur foto, caption, comment, like, tag, hastag, mentions dan

direct massage. Fitur-fitur instagram lainnya bukan berarti tidak mendapat

pembahasan, fitur-fitur yang disebutkan mendapat pembahasan lebih banyak karena peneliti menganggap fitur-fitur tersebut memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan interaksi. Dalam hal ini interaksi yang memiliki pertukaran informasi.

2.3 Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran merupakan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan suatu produk, jasa, ide dengan menggunakan bauran pemasaran (promosi mix) yaitu : iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales

promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (publik relation and publikity) serta

pemasaran langsung (direct marketing) (Purba, dkk, 2006 : 126-127).

Komunikasi pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009:172) merupakan sarana dimana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen tentang produk dan merk yang dijual.

Komunikasi pemasaran dapat didefinisikan sebagai kegiatan pemasaran dengan menggunakanteknik-teknik komunikasi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak agar tujuan perusahaan tercapai, yaitu terjadinya peningkatan pendapat atas penggunaan jasa atau pembelian prosuk yang ditawarkan (Kennedy dan Soemanagara, 2006 : 5).

Dalam memasarkan produk barang/jasa kita harus memiliki media komunikasi yang akan dijadikan sebagai media promosi produk yang ditawarkan. Melalui pemasaran online seperti jaringan sosial inilah yang menjadi alternatif media promosi yang tidak memerlukan biaya banyak, cukup bagaimana cara kita untuk menarik perhatian para calon konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Komunikasi

(4)

12 dalam kegiatan pemasaran bersifat komplek, pemasar akan menggunakan berbagai bentuk komunikasi melalui strategi komunikasi yang tepat dengan proses perencanaan yang matang untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumennya.

2.4 Marketing Mix

Dalam pemanfaatan komunikasi pemasaran yang pada umumnya digunakan oleh produsen adalah dengan menerapkan bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P, yaitu: Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (promosi) (Hermawan, 2012 : 33). Untuk lebih rinci bauran pemasaran 4p akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Product (produk)

Suatu perusahaan ada karena menghasilkan produk untuk ditawarkan kepada konsumen yang akan dipertukarkan, umumnya dengan uang. Produk pada dasarnya adalah segala hal yang dapat dipakai atau digunakan (Morissan, 2010 : 75)

2. Price (harga)

Harga suatu produk ditentukan tidak saja berdasarkan biaya produksi, namun juga faktor-faktor lain, seperti tingkat permintaan terhadap produk yang bersangkutan, tingkat persaingan, serta persepsi konsumen terhadap produk, aktivitas mental yang dilakukan, dan bahkan upaya tingkah laku mendukung produk itu (Morissan, 2010 : 78)

3. Place (tempat)

Salah satu keputusan terpenting dalam pemasaran adalah menentukan bagaimana cara suatu produk dapat tersedia di pasaran. Strategi distribusi yang dibuat hendaknya terlebih dahulu mempertimbangkan tujuan komunikasi serta efek pemilihan saluran terdahap progam komunikasi pemasaran terpadu (Morissan, 2010 : 80-81)

4. Promotion (promosi)

Promosi sebagai koordinasi dari seluruh upaya yang dimulai pihak penjualan untuk membangun berbagai saluran informasi dan persuasi untuk menjual barang dan jasa atau memperkenalkansuatu gagasan (Morissan, 2010 : 16). Tujuan promosi

(5)

13 adalah untuk memodifikasi tingkah laku konsumen, menginformasikan produk kepada konsumen, membujuk dan menginformasikan produk kepapa konsumen, membujuk dan mengingatkan konsumen tentang produk agar tidak beralih ke produk lain.

2.5 Strategi Promosi

Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “kepemimpinan” (leadership). Strategi adalah keseluruhan tindakan-tindakan yang ditempuh oleh sebuah organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya (Winardi, 1989: 46).

Untuk mencapai strategi promosi suatu organisasi perlu memiliki cita-cita atau gambaran masa depan yang diinginkan, sehingga suatu organisasi perlu memikirkan kegiatan apa yang dilakukan dalam beberapa tahun kedepan untuk mencapai apa yang dicita-citakan tersebut. Dalam menjalin masa depan organisasi perlu menyepakati arah, sasaran dan program jangka panjangnya. Apabila organisasi menjadi semakin besar dengan kegiatan yang semakin beragam, maka akan sulit untuk dikelola dengan baik tanpa memiliki rencana stratejik sebagai arahan jangka panjang.

Tujuan strategi adalah kunci dari arahan perubahan masa depan. Artinya bahwa ia mengarahkan apa yang hendak dikejar diwaktu yang akan datang, yaitu dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun. Arahan itu harus jelas dan tegas bagi keseluruhan organisasi. Sering juga dikatakan bahwa tujuan strategi merupakan

planning umbrella (payung perencanaan) dalam mengintegritaskan usaha dari semua

unit kerja dan personil kedalam suatu kegiatan menyeluruh dan menyatu dari suatu organisasi.

Agar kegiatan promosi dapat efektif perusahaan harus benar-benar memperhatikan langkah-langkah kegiatan promosi dengan cermat. Menurut Uyung Sulaksana (2003:50-51), terdapat delapan perencanaan tahapan kegiatan komunikasi yang utama yaitu:

a. Mengidentifikasi audiens sasaran

Promosi harus dimulai dengan audiens sasaran yang jelas. Audiens itu mungkin pembeli potensial produk perusahaan, pemakai sekarang, orang yang memutuskan, atau orang yang mempengaruhi. Audiens dapat berupa individu, kelompok, publik tertentu, atau publik umum. Identifikasi

(6)

14 audiens dapat dilakukan dengan membaginya kedalam segmen-segmen (segmentasi). Terdapat pembagian konsumen dalam berbagai segmen, yaitu:

Geografis : pembagian konsumen berdasarkan wilayah, baik itu ibu kota maupun daerah berkembang.

Demografis : pembagian konsumen berdasarkan data-data kependudukan misalnya usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan, pendidikan, pekerjaan dan agama.

Psikologis : Pembagian konsumen berdasarkan hal-hal kejiwaan seperti kebutuhan, kepribadian, persepsi, pembelajaran, sikap dan gaya hidup (Soemanagara, 2006:72)

b. Menentukan tujuan komunikasi

Setelah audiens sasaran teridentifikasi, komunikator pemasaran harus memutuskan respon audiens yang diharapkan. Komunikator pemasaran harus mengetahui bagaimana menindahkan audiens sasaran ketingkat kesiapan membeli yang lebih tinggi (Kotler dan Susanto, 2001:784). c. Merancang pesan

Perusahaan atau organisasi perlu mengembangkan pesan yang efektif. Pesan itu harus memperoleh perhatian, menarik minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilakn tindakan. Dalam memutuskan pesan sendiri membutuhkan pemecahan empat masalah yaitu: apa yang dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakan secara logis (struktur pesan) dan siapa yang harus mengatakannya (sumber pesan) (Kotler dan Susanto, 2001: 784).

d. Memilih saluran komunikasi

Saluran komunikasi terdiri dari dua jenis utama, personal dan non

personal. Saluran komunikasi personal melibatkan dua orang atau lebih

yang langsung berkomunikasi satu sama lain. Mereka dapat berkomunikasi dari muka ke muka, satu orang terhadap audiens, lewat telepon, atau melalui surat. Sedangkan saluran komunikasi non personal menyampaikan pesan tanpa melalui kontak personal atau interaksi. Saluran ini meliputi media, suasana (atmosphere) dan peristiwa (event) (Kotler dan Susanto, 2001: 789).

(7)

15 Perusahaan harus pandai memperhitungkan anggaran, jangan sampai anggaran yang berlebihan tidak menghasilkan tujuan. Anggaran disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Pengeluaran untuk promosi bervariasi tergantung pada produk yang akan ditawarkan (Uyung Sulaksana, 2003:164).

f. Memutuskan mengenai bauran promosi

Bauran promosi dapat dibagi menjadi empat elemen yaitu advertising,

public relation, personal selling, dan sales promotion (Kotler dan Susanto,

2001: 774).

g. Mengukur hasil promosi

Pengukuran efektivitas sangat penting dilakukan bagi manager. Tanpa dilakukan pengukuran efektivitas akan sulit diketahui apakah tujuan perusahaan atau organisasi dapat dicapai atau tidak (Kotler dan Susanto, 2001: 778)

h. Mengatur dan mengelola komunikasi pemasaran terpadu

Setelah dilakukan pengukuran efektivitas, perusahaan harus mempertimbangkan jenis-jenis media baru yang lengkap.

Pelaksanaan langkah-langkah promosi dapat membantu tercapainya tujuan komunikasi. Satu kegiatan pemasaran belum tentu sama tujuannya dengan kegiatan komunikasi yang lainnya. Tujuan promosi secara umum adalah untuk mencapai tiga tahap perubahan yaitu:

a. Perubahan Pengetahuan

Dalam tahap ini perusahaan memberikan pengetahuan kepada konsumen tentang keberadaan produk, bentuk produk, untuk apa produk itu diciptakan dan ditujukan kepada siapa.

b. Perubahan Sikap

Tahap perubahan sikap tentunya mengarah pada keinginan untuk mencoba produk. Pada tahap ini ditentukan oleh tiga komponen: cognition (pengetahuan), affection (perasaan) dan conation (perilaku).

c. Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku di maksudkan agar konsumen tidak beralih pada produk lain, dan terbiasa menggunakannya (Sulaksana, 2003:119).

(8)

16 2.6 Penelitian Terdahulu

Pada penelitian ini, peneliti telah melakukan tinjuan pustaka dari beberapa penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini yang diharapkan mampu mendukung peneliti untuk kelancaran penelitian.

No Nama Peniliti Judul Penelitian Persamaan Penelitian Perbedaan Penelitian 1. Akhmad Rifqi Septiawan, Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2015. Strategi Komunikasi Pemasaran Buku Dalam Meningkatkan Penjualan Melalui Media Sosial Instagram (studi deskriptif kualitatif pada Founder @Tausiahku_) Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama mengulas tentang pemanfaatan media sosial. Persamaan lainnya adalah metode penelitian dan pendekatan yang peneliti dan saudara Rifqi adalah sama-sama menggunakan metode kualitatif.

Perbedaan peelitian yang dilakukan oleh peneliti dan suadara Rifqi adalah subjek penelitian. Subjek penelitian yang dilakukan saudara Rifqi adalah Founder @Tausiahku_

sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah founder dan beberapa followers aktif @kulinerdisolo. Peneliti fokus meneliti penggunaan instagram sebagai media informasi sedangkan Rifqi meneliti tentang strategi pemasaran di instagram. 2. Fitria Listie Suryani, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2015. Instagram dan Fashion Remaja (Studi Kasus Peran Sosial Media Instagram Terhadap Trend Fashion Remaja Dalam Akun @Ootdindo Tahun 2014) Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan metode penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang instagram. Persamaan lainnya adalah metode penelitian dan pendekatan yang Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan saudara Fitria adalah Subjek penelitian yang dilakukan saudara Fitria adalah

founder dan co-founder @ootdindo

sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah founder

(9)

17 peneliti dan saudara Fitria sama-sama menggunakan metode kualitatif. danbeberapa followers aktif @kulinerdisolo. 3. Mu’arifatul Ainy, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam, Fkultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2015. Kontruksi Busana Muslimah Zaskia Adya Mecca di Instagram (analisis semiotik model roland barthes) Dalam penelitian ini sama-sama mengulas tentang pemanfaatan media sosial dan sama-sama meneliti tentang media

instagram.

Perbedaan mendasar terletak pada metode dan pendekatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik model Roland Barthes sedangkan peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatis. Peneliti fokus meneliti penggunaan instagram sebagai media informasi wisata kuliner sedangkan Ainy meneliti tentang konstruksi busana muslimah Zaskia Adya Mecca di instagram.

(10)

18 2.7 Kerangka Pikir

Dalam penelitian ini peneliti akan mencoba menemukan bagaimana penggunaan instagram sebagai media informasi Kota Solo. Berikut adalah kerangka berpikir dalam penelitian ini :

Instagram @kulinerdisolo Fitur-fitur Instagram 1. Post 2. Caption 3. Comment 4. Hastag 5. Tag 6. Mention Gambar 3.1 Kerangka pikir

Pilihan Strategi Promosi Menurut Uyung Sulaksana

(2003:50-51) 1. Mengidentifikasi audiens sasaran 2. Menentukan tujuan komunikasi 3. Merancang pesan 4. Memilih saluran komunikasi 5. Mengalokasikan total anggaran promosi 6. Memutuskan mengenai bauran promosi

7. Mengukur hasil promosi 8. Mengatur dan mengelola

komunikasi pemasaran terpadu Marketing Mix 1. Product 2. Price 3. Place 4. Promotion

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Secara simultan atau bersama-sama, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja dan motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap etos kerja Guru Pengawai

5 Antara yang berikut, yang manakah berkaitan dengan perniagaan dalam negeri.. I Menggunakan sistem ukuran dan timbangan yang sama II Membuat pembayaran secara tunai

Dalam simulasi Wind Tunnel ini dilakukan studi tentang pengaruh parameter kecepatan aliran freestream, tinggi elemen kekasaran, dan kerapatan elemen kekasaran terhadap

0ubung singkat adalah ter#adinya hubungan penghantar bertegangan atau penghantar tidak  bertegangan se"ara langsung tidak melalui media (resistor<beban yang semestinya

Penelitian ini menggunakan iklan Pond’s karena; (1) iklan ini awalnya menayangkan tentang pemutih untuk wajah, tapi kemudian ber- kembang menjadi pemutih untuk kulit tubuh pe-

5. KLRCA hendaklah memberitahu pihak-pihak mengenai penerimaan award olehnya daripada tribunal timbang tara. Award ini hendaklah disifatkan telah diterima oleh pihak-pihak sebaik

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan oleh penulis, untuk itu penulis tertarik mengadakan penelitian tentang PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR ASET, & CURRENT RATIO

dengan baik. Penelitian ini hanya mengontrol faktor tingkat pendidikan, lama hipertensi, dan aktivitas merokok saja sehingga hasil yang diperoleh belum dapat menggambarkan