KONSERVASI TANAH DAN AIR
KONSERVASI TANAH DAN AIR
DEN
Disusun oleh :
Disusun oleh :
kelompok 4
kelompok 4
•
•
Tengku
T
engku imam
imam saputra
saputra
D1A009044
D1A009044
••
Chiho
Chih
o abe
abe T
T.
.
D1A00904
D1A009042
2
••
Pasro Siman
Pasro
Simanjuntak
juntak
D1A009052
D1A009052
••
Ratih siti
Ratih
siti qhomariah
qhomariah
D1A009054
D1A009054
••
Riri Nurani
Riri
Nurani
D1A009036
D1A009036
•PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
•
• Konservasi tanah (pengawetan tanah) adalahKonservasi tanah (pengawetan tanah) adalah
penempatan setiap bidang tanah dengan cara penempatan setiap bidang tanah dengan cara penggunaan sesuai dengan kemampuannya dan penggunaan sesuai dengan kemampuannya dan memperlakukan sesuai persyaratan yang
memperlakukan sesuai persyaratan yang
diperlukan supaya tidak terjadi kerusakan lahan. diperlukan supaya tidak terjadi kerusakan lahan.
•
• konservasi air yaitu penggunaan dan Pemanfaatnkonservasi air yaitu penggunaan dan Pemanfaatn
air yang jatuh ke tanah secara efisien dan air yang jatuh ke tanah secara efisien dan
pengaturan waktu pengaliran, sehingga tidak pengaturan waktu pengaliran, sehingga tidak terjadi banjir di musim hujan dan kekeringan di terjadi banjir di musim hujan dan kekeringan di musim
Lahan kering adalah tanah yang dapat digunakan Lahan kering adalah tanah yang dapat digunakan
untuk usaha pertanian dengan menggunakan air untuk usaha pertanian dengan menggunakan air secara terbatas dan biasanya hanya
secara terbatas dan biasanya hanya mengharapkan dari adanya hujan. mengharapkan dari adanya hujan.
. Erosi dapat mempercepat rusaknya sifat fisik dan . Erosi dapat mempercepat rusaknya sifat fisik dan
kimia tanah. Akibatnya tanah menjadi tandus dan kimia tanah. Akibatnya tanah menjadi tandus dan kritis.
kritis.
Secara ekoniomis dampak ini ditunjukkan dengan Secara ekoniomis dampak ini ditunjukkan dengan
menurunnya produktifitas lahan dan ketersediaan menurunnya produktifitas lahan dan ketersediaan air.
Dasar pendekatan konservasi tanah
Dasar pendekatan konservasi tanah
dan air
dan air
-
-
Mempertahankan dan
Mempertahankan
dan menjaga
menjaga kkeadaan
eadaan
tanah agar tahan terhadap erosi.
tanah agar tahan terhadap erosi.
-
-
Melindungi tanah
Melindungi
tanah dari
dari curahan
curahan air
air hujan
hujan
dengan tanaman atau sisa-sisa tanaman
dengan tanaman atau sisa-sisa tanaman
-
-
Memperlambat aliran
Memperlambat
aliran air
air limpasan
limpasan
permukaan tanah sehingga tidak merusak
permukaan tanah sehingga tidak merusak
lahan.
lahan.
Metode konservasi tanah dan air
Metode konservasi tanah dan air
metode vegetative
metode vegetative
•
• Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miringMetode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring
dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah dengan menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah (Seloliman, 1997).
(Seloliman, 1997).
•
• Metode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis denganMetode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis dengan
menanam berbagai jenis tanaman seperti
menanam berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah,tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran
tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan mulsa.
tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan mulsa.
–
– TTanaman penutup tanah anaman penutup tanah ini selain ini selain untuk mencegah atauuntuk mencegah atau
mengendalikan bahaya erosi mengendalikan bahaya erosi
–
– berfungsi memperbaiki struktur tanah,berfungsi memperbaiki struktur tanah, –
– menambahkan bahan organik tanah,menambahkan bahan organik tanah, –
– mencegah proses pencucian unsur haramencegah proses pencucian unsur hara –
METODE VEGETATIF
METODE VEGETATIF
Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air
termasuk antara lain: termasuk antara lain:
•
• penanaman penutup lahan penanaman penutup lahan (cover crop(cover crop) berfungsi) berfungsi
untuk menahan air hujan agar tidak langsung untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai permukaan tanah,
mengenai permukaan tanah,
•
• menambah kesuburan tanah (sebagai pupukmenambah kesuburan tanah (sebagai pupuk
hijau), hijau),
•
• mengurangi pengikisan tanah oleh mengurangi pengikisan tanah oleh air danair dan
mempertahankan tingkat produktivitas tanah mempertahankan tingkat produktivitas tanah (Seloliman, 1997).
Usaha-usaha yang dilakukan untuk pengawetan
Usaha-usaha yang dilakukan untuk pengawetan
tanah dan air
tanah dan air menggunakan metode vegetatif
menggunakan metode vegetatif
•
•
Penanaman tanaman secara berjalur (strip
Penanaman tanaman secara berjalur (strip
cropping).
cropping).
•
•
Pergiliran tanaman dengan tanaman
Per
giliran tanaman dengan tanaman pupuk
pupuk
hijau.
hijau.
•
•
Penanaman rumput/makanan ternak.
Penanaman rumput/makanan ternak.
••
Penanaman tanaman tahunan.
Penanaman tanaman tahunan.
••
Penggunaan sisa-sisa tanaman untuk penutup
Penggunaan sisa-sisa tanaman untuk penutup
tanah.
tanah.
•
•
Keuntungannya adalah mudah tersedia di
Keuntungannya adalah mudah tersedia di
areal pertanian
areal pertanian
•
•
fungsinya untuk melindungi permukaan tanah
fungsinya untuk melindungi permukaan tanah
dari pukulan air hujan (rain drops), sehingga
dari pukulan air hujan (rain drops), sehingga
energi kinetis air hujan yang mengakibatkan
energi kinetis air hujan yang mengakibatkan
erosi
percikan
(splah
erosion)
dapat
erosi
percikan
(splah
erosion)
dapat
dipatahkan sebelum membentur permukaan
dipatahkan sebelum membentur permukaan
tanah dan dapat memperlambat aliran
tanah dan dapat memperlambat aliran
permukaan berarti dapat melindungi tanah
permukaan berarti dapat melindungi tanah
dari bahaya erosi permukaan (sheet erosion).
dari bahaya erosi permukaan (sheet erosion).
2.1 Metode vegetative dengan penanaman tanaman 2.1 Metode vegetative dengan penanaman tanaman
penutup tanah penutup tanah..
•
• Pengelolaan tanah secara vegetatif dapatPengelolaan tanah secara vegetatif dapat
menjamin keberlangsungan keberadaan tanah menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat memelihara dan air karena memiliki sifat memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah, perakaran dengan memperbesar granulasi tanah, penutupan lahan oleh seresah dan tajuk yang penutupan lahan oleh seresah dan tajuk yang akan mengurangi
akan mengurangi evaporasi evaporasi dan dan dapatdapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah mengakibatkan peningkatan porositas tanah sehingga memperbesar jumlah
sehingga memperbesar jumlah infiltrasi infiltrasi dandan mencegah terjadinya erosi.
Aplikasi
Aplikasi Metode V
Metode Vegetatif :
egetatif :
a)
a) Sis
Siste
tem P
m Per
erta
tana
naman L
man Lor
oron
ong :S
g :Sis
iste
tem
m
pertanaman lorong adalah suatu sistem
pertanaman lorong adalah suatu sistem
dimana tanaman pangan ditanam pada
dimana tanaman pangan ditanam pada
lorong diantara barisan tanaman pagar.
lorong diantara barisan tanaman pagar.
b)
b) Sis
Sisttem
em P
Pert
ertan
anama
aman S
n Stri
trip R
p Rump
umput :
ut :
Konservas
Konservasi lahan
i lahan kritis dengan
kritis dengan sist
sistem
em
pertanaman strip rumput hampir sama
pertanaman strip rumput hampir sama
dengan pertanaman lorong tetapi tanaman
dengan pertanaman lorong tetapi tanaman
pagarn
Aplikasi Metode Vegetatif :
Aplikasi Metode Vegetatif :
c)
c) T
Tanam
anaman P
an Penu
enutup T
tup Tanah
anah :T
:Tanam
anaman i
an ini
ni
merupakan tanaman yang ditanam tersendiri
merupakan tanaman yang ditanam tersendiri
atau bersamaan dengan tanaman
atau bersamaan dengan tanaman pok
pokok.
ok.
Peranan tanaman penutup tanah adalah mengurangi Peranan tanaman penutup tanah adalah mengurangi
kekuatan
kekuatan disperasi disperasi air hujan, mengurangi jumlah sertaair hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar kecepatan aliran permukaan dan memperbesar
infiltrasi
infiltrasi air ke dalam tanah sehingga mengurangiair ke dalam tanah sehingga mengurangi erosi.
Syar
Syarat-sy
at-syarat dari
arat dari tanaman
tanaman penutup
penutup
tanah
tanah
1. Dapat berkembang dan daunnya banyak. 1. Dapat berkembang dan daunnya banyak. 2. Tahan terhadap pangkasan.
2. Tahan terhadap pangkasan.
3. Mudah diperbanyak dengan menggunakan biji. 3. Mudah diperbanyak dengan menggunakan biji. 4. Mampu
4. Mampu menekmenekan tanaman pengganggu.an tanaman pengganggu. 5. Akarnya dapat mengikat tanah, bukan
5. Akarnya dapat mengikat tanah, bukan merupakan saingan tanaman pokok. merupakan saingan tanaman pokok. 6. T
6. Tahan ahan terhadap pterhadap penyakit dan enyakit dan kekkekeringan.eringan. 7. Tidak berduri dan bersulur yang membelit. 7. Tidak berduri dan bersulur yang membelit.
contoh tanman penutup tanah yakni
contoh tanman penutup tanah yakni
Arachis pinto
Arachis pintoi
i
Arachis
Arachis pintoi pintoi adalah tanaman yang bentuknya mirip kacangadalah tanaman yang bentuknya mirip kacang tanah. Tanaman ini memiliki kegunaan pokok yaitu:
tanah. Tanaman ini memiliki kegunaan pokok yaitu:
•
•
Menahan erosi tanah
Menahan erosi tanah
••
Menghambat penyebaran peny
Menghambat penyebaran penyakit melalui
akit melalui air
air
••
Sebagai tempat berlindung musuh air tanah
Sebagai tempat berlindung musuh air tanah
••
Madu dan serbuk bunga merupakan makanan
Madu dan serbuk bunga merupakan makanan
untuk beberapa macam MA
untuk beberapa macam MA
•
•
Sumber nitrogen untuk
Sumber nitrogen untuk tanman poko
tanman poko
•Aplikasi Metode Vegetatif :
Aplikasi Metode Vegetatif :
d
d)) M
Mu
ullssa
a
–
– Mulsa adalah bahan-bahan (sisa panen, plastikMulsa adalah bahan-bahan (sisa panen, plastik
dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk menutup permukaan tanah. Bermanfaat untuk menutup permukaan tanah. Bermanfaat untuk mengurangi penguapan serta melindungi tanah mengurangi penguapan serta melindungi tanah dari pukulan langsung butir-butir air hujan yang dari pukulan langsung butir-butir air hujan yang akan mengurangi kepadatan tanah. Mulsa dapat akan mengurangi kepadatan tanah. Mulsa dapat berupa sisa tanaman, lembaran plastik dan batu. berupa sisa tanaman, lembaran plastik dan batu.
Aplikasi Metode Vegetatif :
Aplikasi Metode Vegetatif :
e)
e) P
Peng
engelo
elompo
mpokkan
an T
Tanam
anaman d
an dalam
alam Sua
Suatu
tu
Bentang alam (
Bentang alam (
landscapelandscape))
Pengelompokan T
Pengelompokan Tanaman daanaman dalam Suatu lam Suatu BentangBentang alam (
alam (landscapelandscape) mengikuti kebutuhan air yang) mengikuti kebutuhan air yang sama sehingga irigasi dapat dikelompokkan
sama sehingga irigasi dapat dikelompokkan sesuai
sesuai kebutuhan tanaman. kebutuhan tanaman. TTeknik eknik konservasikonservasi lahan kritis seperti ini dilakukan dengan cara lahan kritis seperti ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tanaman yang memiliki mengelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan air yang sama dalam satu
Aplikasi Metode Vegetatif :
Aplikasi Metode Vegetatif :
f)
f) PPenenyeyesuasuaian ian JenJenis Tis Tanaanaman man DenDenggan Kan Kararaktakterieriststikik Wilayah
Wilayah
–
– TTeknik konsereknik konservasi ini vasi ini dilakukan dengan caradilakukan dengan cara
mengembangkan kemampuan dalam menentukan mengembangkan kemampuan dalam menentukan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan
tingkat kekeringan yang dapat terjadi dimasing-masing tingkat kekeringan yang dapat terjadi dimasing-masing daerah.
daerah.
g)
g) PPenenenentuatuan Pn Pola Tola Tanaanam Ym Yang Tang Tepepatat
–
– Baik untuk areal yang datar maupun berlerengBaik untuk areal yang datar maupun berlereng
penentuan pola tanam disesuaikan dengan kondisi penentuan pola tanam disesuaikan dengan kondisi curah hujan setempat untuk mengurangi devisit
curah hujan setempat untuk mengurangi devisit airair
pada musim kemarau. pada musim kemarau.
•
• Selain dengan penanaman tanaman penutup tanahSelain dengan penanaman tanaman penutup tanah
(cover crop), cara vegetatif lainnya adalah: (cover crop), cara vegetatif lainnya adalah:
1. T
1. Tanaman dengan lajur anaman dengan lajur berselang-selberselang-seling, ing, pada kelerengan 6pada kelerengan 6 – – 10 % dengan10 % dengan tujuan:
tujuan:
•
• Membagi lereng agar menjadi lebih pendek.Membagi lereng agar menjadi lebih pendek.
•
• Dapat menghambat atau mengurangi laju aliran permukaan.Dapat menghambat atau mengurangi laju aliran permukaan.
•
• Menahan partikel-partikMenahan partikel-partikel el tanah yang terbawa oleh tanah yang terbawa oleh aliran permukaan.aliran permukaan. Tipe-tipe tanaman lajur berseling adalah:
Tipe-tipe tanaman lajur berseling adalah:
•
• Countur strip cropping, adalah penanaman berselang berdasarkan garisCountur strip cropping, adalah penanaman berselang berdasarkan garis kontur.
kontur.
• Field strip cropping,
• Field strip cropping, digunakan untuk kelerengan yang tidak digunakan untuk kelerengan yang tidak bergelombangbergelombang dengan jalur dapat melewati garis kontur, tetapi tanaman tidak melewati dengan jalur dapat melewati garis kontur, tetapi tanaman tidak melewati garis kontur.
garis kontur.
• Wind strip
• Wind strip cropping,cropping, digunakan pada lahan digunakan pada lahan yang datar atau kelerengyang datar atau kelerengan yangan yang tidak tajam dengan jalur tanaman tegak lurus
tidak tajam dengan jalur tanaman tegak lurus arah angin, sehinggaarah angin, sehingga kadang-kadang arah alur
kadang-kadang arah alur searah dengan kelerengan.searah dengan kelerengan.
• Buffer strip cropping,
• Buffer strip cropping, adalah lajur tanaman yang diselingi adalah lajur tanaman yang diselingi dengan lajurdengan lajur rumput atau legume sebagai
Selain dengan penanaman tanaman penutup tanah (cover Selain dengan penanaman tanaman penutup tanah (cover
crop), cara vegetatif lainnya adalah: crop), cara vegetatif lainnya adalah:
2. Menanam
2. Menanam secar
secara kon
a kontur (Countur
tur (Countur planting),
planting),
dilakukan pada kelerengan 15
dilakukan pada kelerengan 15
– –18 % dengan
18 % dengan
tujuan
tujuan untuk memperbesar kesempat
untuk memperbesar kesempatan
an
meresapn
meresapnya air sehing
ya air sehingga run
ga run off berkurang.
off berkurang.
3. Pergiliran tanaman (crop rotation).
3. Pergiliran tanaman (crop rotation).
4. Reboisasi atau penghijauan.
4. Reboisasi atau penghijauan.
5. Penanaman saluran pembuang d
5. Penanaman saluran pembuang dengan
engan
rumput dengan tujuan untuk melindungi
rumput dengan tujuan untuk melindungi
saluran pembuang agar tidak rusak.
saluran pembuang agar tidak rusak.
2.2 Metode vegetatif dengan pergiliran tanaman 2.2 Metode vegetatif dengan pergiliran tanaman
penghijauan atau penghutanan penghijauan atau penghutanan
•
• Pergiliran Pergiliran tanaman tanaman adalahadalah
Mengusahakan/menanam berbagai jenis Mengusahakan/menanam berbagai jenis tanaman secara bergilir dalam urutan waktu tanaman secara bergilir dalam urutan waktu tertentu pada sebidang lahan, misalnya pergiliran tertentu pada sebidang lahan, misalnya pergiliran antara tanaman pangan dengan tanaman antara tanaman pangan dengan tanaman penutup tanah atau pupuk hijau.
penutup tanah atau pupuk hijau.
•
• Agroforestri adalah salah satu sistem pengelolaanAgroforestri adalah salah satu sistem pengelolaan
lahan yang mungkin dapat ditawarkan untuk lahan yang mungkin dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah yang timbul akibat adanya mengatasi masalah yang timbul akibat adanya alih fungsi lahan tersebut dan sekaligus untuk alih fungsi lahan tersebut dan sekaligus untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan
•
• Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untukAgroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk
mencegah perluasan tanah terdegradasi, mencegah perluasan tanah terdegradasi,
melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan
mutu pertanian serta menyempurnakan
intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. Sistem ini intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. Sistem ini telah dipraktekan oleh petani di berbagai tempat telah dipraktekan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia selama
di Indonesia selama berberabad-abad (Michon danabad-abad (Michon dan de Foresta, 1995),
de Foresta, 1995),
•
• Menurut De Foresta dan Michon Menurut De Foresta dan Michon (1997),(1997),
agroforestri dapat dikelompokkan menjadi dua agroforestri dapat dikelompokkan menjadi dua sistem, yaitu sistem
sistem, yaitu sistem agroforestri sederhanaagroforestri sederhana dandan sistem
•
• Sistem agroforestri sederhana adalah suatuSistem agroforestri sederhana adalah suatu
sistem pert
sistem pertanian dimana anian dimana pepohonan ditanampepohonan ditanam
secara tumpang-sari dengan satu atau lebih jenis secara tumpang-sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim.
tanaman semusim.
•
• Sistem agroforestri kompleks, adalah suatuSistem agroforestri kompleks, adalah suatu
sistem pertanian menetap yang melibatkan sistem pertanian menetap yang melibatkan bany
banyak jenis tanaman pohon ak jenis tanaman pohon (berbasis pohon)(berbasis pohon) baik sengaja ditanam maupun yang tumbuh baik sengaja ditanam maupun yang tumbuh secara alami pada sebidang lahan dan dikelola secara alami pada sebidang lahan dan dikelola petani mengikuti pola tanam dan ekosistem petani mengikuti pola tanam dan ekosistem menyerupai hutan. Di dalam sistem ini, selain menyerupai hutan. Di dalam sistem ini, selain terdapat beraneka jenis pohon, juga tanaman terdapat beraneka jenis pohon, juga tanaman perdu, tanaman memanjat (liana), tanaman perdu, tanaman memanjat (liana), tanaman
musiman dan rerumputan dalam jumlah besar. musiman dan rerumputan dalam jumlah besar.
•
•
Agroforestri mempunyai banyak bentuk,
Agrofores
tri mempunyai banyak bentuk, bila
bila
ditinjau dari segi ruang dan waktu.
ditinjau dari segi ruang dan waktu.
–
– Ditinjau dari segi ruang agroforestri mencakupDitinjau dari segi ruang agroforestri mencakup
dua dimensi yaitu vertical dan horizontal. Pada dua dimensi yaitu vertical dan horizontal. Pada dimensi vertikal, peran agroforestri terutama dimensi vertikal, peran agroforestri terutama
berhubungan erat dengan pengaruhnya terhadap berhubungan erat dengan pengaruhnya terhadap ketersediaan hara, penggunaan dan penyelamatan ketersediaan hara, penggunaan dan penyelamatan (capture) sumber daya alam.
(capture) sumber daya alam.
–
– Bila ditinjau dari segi waktu, dua komponenBila ditinjau dari segi waktu, dua komponen
agroforestri yang berbeda dapat ditanam agroforestri yang berbeda dapat ditanam bersamaan atau bergiliran.
Pola Kombinasi tanaman kehut
Pola Kombinasi tanaman kehutanan
anan dan
dan
pertanian sistem agroforestri harus
pertanian sistem agroforestri harus
memperhatikan ketersediaan hara dalam
memperhatikan ketersediaan hara dalam
tanah terutama dari segi pemilihan jenis dan
tanah terutama dari segi pemilihan jenis dan
pergilir
pergiliran tanaman
an tanaman pertanian.
pertanian.
Agar tanah tidak
Agar tanah tidak terkur
terkuras unsur
as unsur hara maka perlu
hara maka perlu
dibuat pergiliran tanaman pertanian yang
dibuat pergiliran tanaman pertanian yang
dikombinasikan dengan tanaman kehutanan.
dikombinasikan dengan tanaman kehutanan.
KESIMPULAN
KESIMPULAN
•
• Metode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritisMetode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis
dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah, tanaman
tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras,penguat teras, penanaman dalam
penanaman dalam strip, pergilirstrip, pergiliran tanaman, sertaan tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan mulsa.
penggunaan pupuk organik dan mulsa.
•
• Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan airMetode vegetatif untuk konservasi tanah dan air
berfungsi untuk menahan air hujan
berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak langsungagar tidak langsung mengenai permukaan tanah,
mengenai permukaan tanah, menambah kesuburmenambah kesuburanan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah (sebagai pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air
tanah oleh air dan mempertahankan tingkdan mempertahankan tingkatat produktiv
•
•