• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identitas dan Multikuturalisme dalam Fil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Identitas dan Multikuturalisme dalam Fil"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Identitas dan Multikuturalisme dalam Film The Infidel

Abd Aziz

Mahasiswa Pascasarjana Media dan Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Email: [email protected]

Blog: www.abdaziz.info

Abstrak

Film The Infidel ini merupana film komedi Ingris tahun 2010, yang disutradarai oleh Josh Appignanesi dan ditulis oleh David Baddiel dengan bintang film Omid Djalili. Film tersebut mengisahkan tentang warga anak Yahudi bernama Mahmud Nasir yang diadopsi oleh keluarga Islam dan dalam perkembangannya mengalami krisis identitas, karena merasa asing diatara keluarga Islam dan Yahudi, ketiga ia mengetahui dari sertifikat yang ditemukan dirumahnya bahwa yang bersangkutan sebenarnya Yahudi.

Tulisan berjudul “Identitas dan Multikuturalisme dalam Film The Infidel” ini

untuk mengekplorasi tentang nilai identitas dan multikultural yang terkandung dalam film, melalui dengan teori komunikasi adaptasi lintas kultural (cross-cultural adaptation) dan teori identitas diri (self-disclosure), sehingga akan diperoleh pemahaman konprehensif tentang bagaimana pola komunikasi dibangun oleh para personel dengan etnik yang berbeda dalam rangka menanamkan nilai-nilai multikuralisme. Hasilnya, diketahui bahwa, Film The Infidel ini merupakan film yang mengandung nilai keberagamaan dari sisi etnik, dan agama, dan menggugah kesadaran akan pentingnya identitas, dan bagaimana identitas harus ditunjukkan kepada publik. Sikap terbuka akan identitas diri merupakan yang niscaya, sebab dengan keterbukaan akan mewujud dalam toleransi dan menghargai perbedaan. Nilai mutikuluralisme yang coba digambarkan dalam film ini adalah ketiga pemeran utama yakni Mahmud yang berasal dari Yahudi dan menjadi Muslim saat diadop ketika masih bayi, dan ia berupaya mencoba mengetahui secara langsung orang tuanya yang Yahudi.

Kata Kunci; Identitas, Multikuturalisme, Film The Infidel

PENDAHULUAN

The Infidel adalah film komedi Inggris 2010 yang disutradarai oleh Josh Appignanesi dan ditulis oleh David Baddiel dengan bintang film Omid Djalili, Richard Schiff, Yigal Naor dan Matt Lucas. Film ini mengisahkan seorang Muslim Inggris yang mengalami krisis identitas ketika ia mengetahui dirinya merupakan seorang anak dari keluarga Yahudi dan kemudian diadopsi oleh keluarga Muslim.

(2)

tetapi mereka membutuhkan restu dari ayah tirinya yang taat, Arshad Al-Masri, dan Mahmud setuju dengan keinginan anaknya itu.

Pada suatu ketika, Mahmud, saat membersihkan rumah ibunya yang baru saja meninggal, disanalah ia menemukan sertifikat adopsi. Mahmud mempelajari sertifikat itu dan mengetahui bahwa dia benar-benar diadopsi oleh orang tua Muslimnya ketika dia berumur dua minggu, sedangkan orang tua kandungnya adalah orang Yahudi, dan nama aslinya adalah Solomon "Solly" Shimshillewitz. Temuan akan jati diri yang sebenarna itu, tentu membuat Mahmud sangat kejutan, apalagi selama ini ia terkesan anti-Semit yang dibuktikan dengan pola hubungannya dengan tetangganya Yahudi Amerika, yakni Leonard "Lenny" Goldberg.

Namun, sejak ia menemukan sertifikat adopsi itu, Mahmud akhirnya banyak bercerita tentang dirinya, dan etnisnya, serta nama aslinya. Hingga dalam pertemuan diantara keduanya , dan ketika Lenny menyebutkan adanya kesamaan dengan nama, Isaac "Izzy" Shimshillewitz, seorang pria lokal, yang diduga sebagai ayah biologis Mahmud. Ia berupaya melacak ayahnya ke rumah tua Yahudi dan mengunjungi, tetapi seorang rabi1 menolak dia masuk, dan mengatakan itu akan menjadi kejutan bagi Izzy, seorang pria Yahudi, untuk melihat putranya, seorang Muslim, dan menyarankan dia untuk belajar untuk bertindak lebih seperti orang Yahudi jika ia ingin melihat ayah sebelum dia meninggal.

Tetangga yang sekaligus temannya, Lenny setuju untuk mengajarkan Mahmud apa yang dia ketahui tentang menjadi seorang Yahudi, seperti menari seperti Topol dan belajar bahasa Yiddish2 dasar, tetapi seringnya perjalanan ke rumah Lenny menimbulkan kecurigaan keluarga Mahmud, terutama ketika kippah3 Mahmud terlihat selama reli Muslim. Mahmud secara terbuka membakar

1

). Rabi atau Rabbi dalam Yudaisme, berarti "guru", atau arti harafiahnya "yang agung". Kata "Rabi" berasal dari akar kata bahasa Ibrani Rav, yang dalam bahasa Ibrani alkitabiah berarti "besar" atau "terkemuka, (dalam pengetahuan)". Peranan Rabi dalam masyarakat Yahudi mempunyai banyak sisi, dari dulu sampai sekarang. Di zaman dahulu, Rabbi merupakan gelar seseorang yang terpelajar, yaitu guru yang menguasai keseluruhan 613 mitzvot (hukum agama) Yahudi, atau orang yang ditunjuk sebagai pemimpin agama di komunitasnya. Saat ini rabi-rabi masih bertanggungjawab untuk mengajarkan ajaran agama Yahudi secara umum, dan Halakha (aturan-aturan agama) secara khusus; dan umumnya berhak menentukan penerapan hukum Yahudi. Lihat: (Wikepedia, t.thn.)

2

). Bahasa Yiddi (Jiddisch) adalah sebuah bahasa Germanik yang dipertuturkan oleh 4 juta jiwa, terutama oleh umat Yahudi Eropa Timur atau disebut pula kaum Ashkenazim. Nama Yiddi kemungkinan merupakan singkatan dari yidish-taytsh atau "bahasa Jerman-Yahudi". Secara tipologis bahasa Yiddi adalah sebuah bahasa Germanik dan berkerabat dengan bahasa Jerman, bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Meskipun begitu, bahasa ini ditulis menggunakan huruf Ibrani. Kosakatanya sebagian besar juga Germanik meski bahasa ini banyak mengandung kata-kata serapan dari bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Slavia. Lihat wikepedia, pada laman: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yiddi

3

(3)

kippah dengan putus asa sebagai simbol kebenciannya terhadap orang Yahudi. Mahmud kemudian menghadiri Bar Mitzvah dengan Lenny dan secara tidak sengaja menceritakan lelucon yang sangat kasar kepada penonton dalam bahasa Yiddish yang rusak, hanya disambut dengan tawa dari para hadirin. Mahmud dan Lenny berusaha menemui Izzy, tetapi sang rabi masih menolak untuk membiarkan Mahmud berada di dalam ketika ia tidak dapat mengatakan Sh'ma Yahudi-nya atau menamai Lima Kitab Musa dalam bahasa Ibrani.

Dalam film itu selanjutnya dikisahkan, bahwa Mahmud dan Lenny bertengkar sengit dan Mahmud pergi, berjanji untuk segera memberi tahu keluarganya tentang kebenaran, tetapi ketika dia tiba di rumah, dia melihat bahwa Arshad, Uzma dan teman-teman mereka sudah ada di sana. Arshad, terkesan dengan pengabdian Mahmud kepada Islam setelah melihatnya membakar kippah di TV, memberikan restunya kepada Rashid dan Uzma, tetapi polisi tiba, bersama dengan media dan kerumunan orang Yahudi yang marah dan Muslim yang mendukung, untuk menangkap Mahmud untuk membakar kippah. Dalam keputusasaan, dia berteriak di depan semua orang bahwa dia adalah orang Yahudi, membebaskannya dari kejahatan. Arshad yang jijik pergi bersama Uzma dan teman-temannya.

Keluarga Mahmud meninggalkannya karena ketidakjujurannya, salah satu rekan kerjanya yang mengundurkan diri, dan dia mulai minum. Dia hendak bunuh diri, tetapi diselamatkan oleh Lenny, yang melihat pengumumannya di berita. Mahmud pergi ke rumah jompo dan menuntut untuk menemui ayahnya, tetapi mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal. Mahmud diizinkan masuk ke dalam kamar Izzy di mana ia menemukan video pengumumannya di mesin video Izzy, yang dikirim Lenny kepada Izzy. Satu-satunya hiburan bagi Mahmud adalah stiker pada video dengan nama "Solly" di atasnya, menunjukkan bahwa bahkan setelah bertahun-tahun, Izzy masih ingat putranya yang telah lama hilang. Mahmud muncul di acara keagamaan berikutnya Arshad dan menyampaikan pidato atas nama dirinya, warga Yahudi dan Muslim. Mahmud juga mengatakan kepada kerumunan penemuan lain yang ia buat: Arshad sebenarnya adalah Gary Page, yang mementaskan kematiannya sendiri setelah kejatuhannya dari ketenaran setelah pernyataan rasis, muncul kembali belakangan dengan identitas baru sebagai seorang ulama Muslim yang taat. Arshad melarikan diri dari rapat umum, mengenakan pakaian Gary Page yang kuno. Rashid dan Uzma, mengenakan pakaian India, menikah dalam pernikahan Gaya Bollywood, dihadiri oleh Muslim dan Yahudi. Sedangkan Lenny telah bekerja dengan perusahaan taksi yang kebanyakan beragama Islam tempat Mahmud bekerja.

METODE KAJIAN

Metode kajian tentang film The Infidel ini adalah mengekplorasi nilai-nilai multikulturalisme yang terkandung dalam film tersebut. Kajian ini dilakukan dengan menganalisa bagaimana pola tokoh pemeran utama yakni Mahmud Nasir dalam mengungkapkan identitas dirinya (self-disclosure)4 setelah yang

4

). Self-Disclosure merupakan salah satu teori komunikasi yang dipopulerkan oleh Michael Roloff dan teori ini menjelaskan, tentang pengungkapan diri itu sendiri, keputusan untuk

(4)

bersangkutan mengetahui bahwa sebenarnya ia merupakan anak dari seorang Yahudi yang memiliki tradisi, dan budaya sama sekali jauh berbeda dengan tradisi Islam, yakni agama yang dianut oleh orang tua angkatnya?.Sementara disatu sisi ia hidup di lingkungan keluarga Muslim dengan fanatisme keagamaan yang sangat kuat?

Tulisan ini juga akan mengkaji pola dan efek komunikasi ketika sang tokoh utama dalam film tersebut pada akhirnya mengakui akan identitas dirinya, bahwa ia sebenarnya merupakan keturunan Yahudi, akan tetapi beragama Islam. Isi cerita dalam film ini akan dianalisi dengan teori komunikasi adaptasi lintas kultural (cross-cultural adaptation) dan teori identitas diri (self-disclosure), sehingga akan diperoleh pemahaman konprehensif tentang bagaimana pola komunikasi dibangun oleh para personel dengan etnik yang berbeda dalam rangka menanamkan nilai-nilai multikuralisme.

PEMBAHASAN

Kehidupan Mahmud Nasir pemeran utama dalam film The Infidel yang menceritakan bahwa waktu sekolah, orang mengira dia berasal dari Pakistan, ia diperlakukan secara rasis karena menjadi Pakistan dan juga Yahudi dan ketika ia muncul di televisi, ia mendapat surat penggemar dari India yang mengatakan bahwa dia komedian India terbaik, telah menyebabkan yang bersangkutan mengalami pergumulan identitas yang membingungkan. Kehidupannya yang seolah tidak menentu, antara Islam yang Yahudi mengharuskan Mahmud Nasir mengalami apa yang disebut dengan adaptasi lintas-kultural (cross-cultural adaptation)5, antara Islam yang merupakan keyakinan ayah tirinya, dan Yahudi yang merupakan asal muasal dirinya dilahirkan.

Menurut Young Yun Kim (2016), ada tiga kerangka kondisi terkait adaptasi lintas kulturan ini; (1) orang asing memiliki sosialisasi primer di satu kultur atau subkultur dan pindah ke kultur (atau subkultur) yang baru atau berbeda; (2), mereka bergantung pada lingkungan baru untuk memenuhi kebutuhan personal dan sosial; (3), mereka secara teratur melakukan komunikasi dengan langsung dengan lingkungan tersebut.

Teori ini didasarkan pada premis bahwa seseorang adalah sistem terbuka yang berkembang bersama lingkungan sosiokultural. Kelenturan atau kemampuan untuk belajar dan berubah melalui pertukaran komunikasi dengan lingkungan adalah salah satu karakter paling penting dari pikiran manusia dan basis bagi kemampuan adaptasi orang ke kondisi lingkungan, dan adaptasi lintas kulturan dalam teori Kim ini adalah tendensi alami manusia untuk berjuang mendapatkan

(2016), Ensiklopedia Teori Komunikasi Jilid 2, Jakarta, Penerbit Kencana, Cet. Ke-1, hlm. 1.047 – 1.049.

5

(5)

kembali keseimbangan internal di hadapan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan6.

Mahmud Nasir dalam film The Infidel ini merupakan orang asing yang memiliki sosialisasi primer di satu kultul, yakni dari keluarga Yahudi yang kemudian pindah ke kultur Islam, ketiga orang tuannya mengizinkan keluarga Muslim mengadopsi yang bersangkutan saat masih bayi. Kondisi lingkungan dan keluarga yang Mahmud itulah yang kemudian menjadi Mahmud sebagai seorang Muslim dari kalangan Yahudi. Ini tentu tidak lepas adanya kebergantungan Mahmud saat ia dibesarkan dan dididik oleh orang tua angkatnya dari keluarga Muslim apalagi secara teratur ia melakukan komunikasi dengan langsung dengan lingkungan tersebut.

Lingkungan dan Identitas Diri

Lingkungan berbeda, yakni antara Muslim dan Yahudi tentang akan menghasil cara pandang dan nilai-nilai tradisi yang berbeda pula. Mahmud yang dibesarkan di lingkungan Muslim setelah menjadi anak pungut dan diajarkan dengan nilai dan tradisi ke-Islam-an, pada akhirnya tumbuh menjadi anak dewasa berspektif Muslim dan bertradisi –budaya Muslim pula, sehingga menjadi wajar jika pada kemudian hari timbul persepsi bahwa Yahudi adalah lain dibanding Muslim. Dan disinilah proses adaptasi kultural terjadi pada diri Mahmud.

Menurut Kim (2016: 293), dengan menempatkan adaptasi pada titik pertemuan antara orang dan lingkungan, sebenarnya teori adaptasi lintas kutural ini adalah pada proses yang terjadi di dalam dan melalui aktivitas komunikasi. Dalam gagasan ini ditekankan bahwa komunikasi adalah sarana wajib yang apabila tanpa sarana tersebut tidak akan bisa dilakukan, dan akan terus terjadi selama menghadapi lingkungan baru. Konsep berbasis sistemik pada lingkungan baru Mahmud ini mengangkat status ontologis dari adaptasi lintas kultural ke level fenomena panhuman yang harus dilakukan bukan sekadar unit riser analitik spesifik (seperti variable bebas dan terikat) tetapi sebagai keseluruhan proses evolusi yang dijalani invidu dalam relasi dengan lingkungan yang belum akrab dengan.

Setidaknya dalam teori adatasi kulturan ini membahas dua pertanyaan mendasar, yakni (1) bagaimana proses adaptasi lintas kulturan berkembang dari waktu ke waktu) , dan (2), apa faktor utama yang membantu menjelaskan perbedaan kecepatan individu dalam melakukan perubahan adaptif7?

Pertanyaan pertama yang berkaitan dengan perkembangan adaptasi lintas kulturan (cross-cultural adaptation) sebagaimana yang dialami pemeran utama film The Infidel itu, dari waktu ke waktu dijawab dalam bentuk model proses, sebuah teori proses evolusi orang untuk semakin menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Teori ini menjelaskan, bahwa proses evolusioner tersebut niscaya mengiringi tekanan pada jiwa individu, sejenis konflik identitas yang berakar pada keinginan untuk mempertahankan pikiran yang sudah akrab disatu sisi, dengan keharusan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan disisi lain. Pengalaman

6

). Ibid, hlm. 292-293

7

(6)

stres menimbulkan keadaan disekuilibrium yang sering tampak dalam bentuk rendahnya keyakinan, kebingunan, kecemasan, sinisme, permusuhan, penghindaran atau penarikan diri. Dan gejala ini tampak saat Mahmud mengetahui dalam sertifikat yang ditemukan di rumah tuanya itu, bahwa ia merupakan anak pungut.

Namun demikian, tidak ada sistem terbuka yang dapat menstabilkan diri selama-lamnya. Kesadaran diri dalam keadaan stres berfungsi sebagai kekuatan dasar yang mendorong orang asing untuk mengatasi ketidaknyamanan dan melakukan tindakan adaptasi melalui pengembangan kebiasaan baru secara aktif. Hal ini dimungkinkan ketika yang bersangkutan melakukan langkah lebih lanjut, berusaha menghadapi tantangan dengan bertindak di dalam dan merespon terhadao lingkungan baru, maka stres dalam hal ini menjadi intrik untuk (re-) organisasi8 diri dan pembaruan diri.

Dengan demikian, maka apa yang muncul dari pengalaman kumulatif jangka panjang dan sukses dalam pengelolaan dialektika adaptasi-stres adalah pertumbuhan psikologis yang halus dan meningkatkan kompleksitas dalam sistem makna individu, dan proses ini akan berlalu setelah individu berhasil mengatasi problem berkat kekuatan kreatif dari refleksitas pikiran manusia tersebut.

1 Salah satu adegan dalam film The Infidel, yakni ketiha pemeran utama Mahmud berupaya untuk memakai songkok khas Yahudi

Karakter tokoh utama Mahmud Nasir dalam film The Infidel ini digambarkan sebagai seorang imigran Muslim Pakistan yang tinggal di London dengan keluarga Pakistannya, dan menikahi dengan seorang wanita Pakistan, memiliki dua anak, bernama Rashid dan Nabi, serta penampilannya yang berbeda dengan orang kulit putih, meskipun dia juga memiliki kulit putih, itu karena wajahnya terlihat sangat mirip orang Timur, menjadikan ia menjadi invidu tersendiri dengan komunitas masyarakat lainnya di sekitar lingkungannya. Sebagai imigran Pakistan, Mahmud digambarkan sebagai pria pendek dan berat dan memiliki ciri khas besar mata. Selain itu, ia memiliki kepala botak dan memiliki hidung runcing yang besar. Namun, sebagai orang Pakistan Muslim

8

(7)

imigran, cara berpakaian Mahmud dalam kegiatan rutinnya jarang digambarkan sebagai seorang pria yang memakai gamez dan taqiyah. Cara berpakaian Mahmud adalah biasanya digambarkan sebagai lelaki yang memakai kaos atau polo shirt dengan jeans dan nude jaket. Di dalam keluarganya, Mahmud dikenal sebagai seorang Muslim yang tidak dikehendaki karena ia tidak berdoa dan puasa di setiap bulan Ramadhan apalagi ia juga minum alkohol.

Kondisi Mahmud yang seperti itu yang menurut teori Kim dalam teori adaptasi lintas kultural sebagai proses adaptasi dengan mengikuti pola yang menyeimbangkan integrasi psikologis dengan disintegrasi psikologis, kemajuan dan kemunduran.

Dinamika stres-adaptasi-pertumbuhan terus menerus berkelanjutan seiring dengan munculnya tantangan-tantangan baru dalam lingkungan baru, dengan gerakan maju dan mundur dalam proses adaptasi dan pertumbuhan. Dalam proses ini, perubahan besar dan tiba-tiba mengindikasikan beratnya kesulitan yang dialami individu dalam lingkungan baru yang mungkin terjadi selama fase awal pertemuan dengan kultur baru. Selama perubahan periode internal yang panjang fluktuasi stres dan adaptasi menjadi berkurang atau lebih ringan, menimbulkan tren yang lebih tenang9.

Namun demikian, langkah mundur dalam analisis teori adaptasi lintas kultural, Young Yun Kim pada tokoh Mahmud dalam film The Infidel itu merupakan etape pertama yang harus dilalui. Sebab Mahmud ternyata berupaya melakukan percepatan dalam proses adaptasi, yakni dengan melakukan komunikasi intra personal dan komunikasi sosial.

Komunikasi intra personal yang dilakukan Mahmud ditunjukkan dalam sebuah adegam, ketika ia menemui teman Yahudinya bernama Leny dan disana tokoh utama pemeran film ini menjelaskan tentang identitas dirinya yang sebenarya setelah menemukan bukti sertifikat bahwa ia merupakan anak seorang Yahudi. Disinilah Muhmud berupaya mengunkap identitas dirinya yang selama ini belum banyak diketahui orang10.

Keputusan untuk mengungkapkan diri ini yang dilakukan dalam keputusan sadar yang dalam pandangan Michael Rolof sebagai upaya untuk mencapai tujuan sosial individual, seperti ekspresi diri, pengembangan relasi, validitas sosial dan kontrol sosial yang pada akhirnya akan menimbulkan imbalan sosial dan bisa melanjutkan relasi sosial11.

Melalui pengungkapan diri kepada teman Yahudinya ini, Mahmud pada akhirnya bisa masuk pada komunitas yang lebih luas, kendatipun ia harus melalui beberapa proses rumit, seperti belajar bahasa ibu Yahudi, menggunakan pakaian yang biasa digunakan orang Yahudi, hingga akhirnya belajar berbagai jenis tradisi

9

). Ibid, hlm. 293-294

10

). Dalam teori Self-Disclosure yang dikemukakan oleh Michael Rolof disebutkan bahwa pengungkapan diri merupakan ekspresi atau pernyataan informasi sosial yang bersifat diskriptif, afektif, atau evaluatif. Informasi personal mengandung konten yang tidak diketahui umum dan dipilih secara selektif oleh indovidu. Lihat Stephen W. Littlejohn et.all, Cet-2, hlm 1.047.

11

(8)

yang selama berbeda dengan tradisi yang diketahuiya di keluarga Muslim dimana ia dibesarkan oleh keluarga angkatnya.

Nilai Multikulturalisme

Keputusan Mahmud untuk mengungkap identitas dirinya bahwa ia sebenarnya keturunan Yahudi akan tetapi beragama Islam, tidak saja menunjukkan identitas sejati dirinya, akan tetapi juga membuka akses yang lebih untuk diterima masyarakat dalam etnik yang berbeda.

Di dalam film The Infidel ini, tepatnya di menit durasi 34.42 hingga 38.41, terdapat adegan yang menggambarkan dialog antara dua orang (Mahmud dan Lenny). Di awal kisah, diceritakan keduanya sering terlibat konflik, mulai permasalahan di tengah jalan karena Lenny selaku sopir taksi dianggap berhenti seenaknya yang berimbas pada diangkutnya mobil Mahmud oleh petugas setelah dilaporkan oleh Lenny yang ternyata tinggal tidak jauh dari rumah almarhum ibunya. Tak berhenti sampai di situ, keduanya terlibat perdebatan karena taksi Lenny terparkir sembarangan dan diminta untuk dipindahkan karena mau ditempati oleh mobil Mahmud.

Memang, pada saat itu, keduanya belum saling mengenal. Tapi, Mahmud membuka identitasnya di depan Lenny meski tak langsung dipercayainya. Bahkan selama berdebat, Mahmud membiarkan menyelipkan etnisnya dan nama aslinya, dan Lenny menyebutkan kesamaan dengan nama, Isaac "Izzy" Shimshillewitz, seorang pria lokal, yang mungkin ayah biologis Mahmud. Beberapa hari kemudian, Mahmud kembali mendatangi Lenny untuk saling mengenal hingga diminta untuk mengajarkan kepada Mahmud apa yang dia ketahui tentang menjadi seorang Yahudi, seperti menari Topol dan belajar bahasa Yiddish dasar.

Berikut dialog yang mengandung nilai multikulturalisme:

Lenny: Dodi, saya kira kami sudah datang dari kematian? Mahmud: Boleh saya masuk?. Terima kasih

Mahmud: Lihat, aku tidak tahu nama kamu?

Lenny: Leonard, teman saya memanggil Lenny. Minum? Mahmud: Tidak saya tidak minum

Lenny: Baik, sebenarnya saya juga mau mencoba merasakannya. Mahmud: Jadi saya pikir yahudi.

Lenny: Ya?

Mahmud: Ceritakan tentang mereka

(9)

sampah dari sampah halal, teman-teman seksmu. Yang diwariskan ke mantan istri saya akhir-akhir ini. Siapa, omong-omong, jika kamu bertanya-tanya alasannya mengapa saya datang ke negara sialan ini pertama kali dan mengapa saya tahu banyak tentang Yahudi.

Mahmud: Knish?

Lenny: Roti yang halal dan bawang goreng. Dan kemudian kamu punya sifat Yahudi Israel. Kamu tahu, Yahudi tanpa kecemasan, tanpa rasa bersalah, yang sebenarnya bukan Yahudi sama sekali dan kemudian, tentu saja, Yahudimu untuk Yesus. Untuk apa ini semua?

Lenny: Apa kamu? Kamu? Pergi ke bar mitzvah bersamamu, Osama bin liner, Ali bango, kapten muslim?

Mahmud: Tidak tidak tidak. Ayolah. Saya bisa, saya bisa berbaur. Lenny: Kamu ingin jadi Yahudi? Telapak tangan naik, bahu, lalu mata doggy sedih

Petikan dialog antara Mahmud dan temannya Leny dalam komukasi intra personel diatas, menunjukkan bahwa Mahmud berupaya membuda diri tentang siapa dirinya dan sebenarnya, bahkan mencoba mencari akses yang lebih luas untuk masuk dalam etinis yang berbeda guna mengetahu keberadaan ayah kandungnya.

Pola komunikasi Mahmud dan Leny yang terbangun dengan baik ini adalah apa yang disebut dengan Yong Yin Kim dalam teori adaptasi lintas kultural dengan kesuksesan adaptasi orang asing akan tercapai ketika sistem komunikasi personal mereka saling bertemu secara memadai dengan sitem orang asli setempat, yakni Leny yang juga orang Yahudi dan kenal dengan keluarga asalnya sebagai Yahudi.

Dengan demikian, lanjut Kim, kapasitas orang untuk menerima dan memproses informasi dengan efaktif dan tepat dan untuk merancang dan melaksanakan rencana mental dalam mengawali atau merespon pesan disebut kompetensi komunikasi host.

(10)

Dari pola komunikasi yang baik dan tepat yang dilakukan Mahmud inilah, sang pemeran utama ini pada akhirnya bisa ditemua semua kalangan, kendatipun dalam prosesnya sempat mengalami gangguan, seperti dalam adekan saat hendak memakai kipah, ia terlebih dahulu harus dicaci olah Yahudi, ketika pada sebuah pertemuan keagamaan di komunitas Islam diketahui, dan kipas tersebut harus dibakar dan pada akhirnya menuai protes oleh komunitas Yahudi.

Akan tetapi penegasan akan identitas diri Mahmud bahwa dirinya seorang Yahudi yang beragama Islam, membuat semuanya berakhir, dan tidak ada yang mempersoalkannya.

KESIMPULAN

Film The Infidel ini merupakan film yang mengandung nilai keberagamaan dari sisi etnik, dan agama, dan menggugah kesadaran akan pentingnya identitas, dan bagaimana identitas harus ditunjukkan kepada publik. Bahwa identitas merupakan sesuatu yang cair dan dapat berubah-ubah, tapi dalam film yang menunjukkan betapa identitas penting untuk ditujukkan kepada publik agar orang lain bisa memahami diri kita, sesuai dengan identitas yang kita tunjukkan.

Sikap terbuka akan identitas diri merupakan yang niscaya, sebab dengan keterbukaan akan mewujud dalam toleransi dan menghargai perbedaan. Nilai mutikuluralisme yang coba digambarkan dalam film ini adalah ketiga pemeran utama yakni Mahmud yang berasal dari Yahudi dan menjadi Muslim saat diadop ketika masih bayi, dan ia berupaya mencoba mengetahui secara langsung orang tuanya yang Yahudi.

Daftar Pustaka

1) Stephen W. Littlejohn et.all, (2016), Ensiklopedia Teori Komunikasi Jilid 1, Jakarta, Penerbit Kencana, Cet. Ke-1.

2) _ _ _________________________, Ensiklopedia Teori Komunikasi Jilid 2, Jakarta, Penerbit Kencana, Cet. Ke-1.

3) Jhon Naisbitt, et.all (2004) Hight Tech Hing Touch, Pencarian Makna di Tengah Perkembangan Pesat Teknologi, Bandung, Mizan

4) F Budi Hardiman (2004), Filsafat Modern dari Machiavelli sampai Nietzche, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama,

5) Azyumardi Azra (2017), Relijiusitas Masyarakat Urban (1), Jakarta, Republika.co.id

6) Azyumardi Azra (2017), Relijiusitas Masyarakat Urban (2), Jakarta, Republika.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan

Proses mapping dimensi currency diawali dengan pembuatan view DIM_CURRENCY_VIEW yang merupakan gabungan atau ringkasan dari tabel- tabel transaksional yang

Sehinga diharapkan Pendidikan jasmani dan olahraga merupakan laboratorium bagi pengalaman manusia, oleh sebab itu guru pendidikan jasmani harus mencoba mengajarkan pendidikan

Dislipidemia, #hususn-a penin#a$an #adar LDL 2er#orelasi denan penin#a$an #ejadian a$eros#lerosis.. Pada pasien7pasien -an a/aln-a memili#i $e#anan darah normal,

P Bagi mereka yang belum mengenal Kristus: Semoga Allah Bapa menerangi dan membimbing mereka yang belum mengenal Kristus, agar mereka dapat mencari dan menemukan Yesus

Kelompok ini memiliki masalah yang sama dengan kelompok 1 dan 2 hanya saja memiliki rata-rata yang sedang dan tinggi dari setiap masalah kesejahteraan sosial yang ada yaitu

Pdt/FMS Sebelum saudari Ayu Indah Puspita Permatasari Pattikawa, mengucapkan pengakuan dan janjinya kepada Tuhan, mari berdoa: Ya Allah yang Mahakuasa dan kekal,

Dari masalah yang telah diidentifikasi maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu: Bagaimana prospek pengembangan pembangkit listrik tenaga hibrid atau sistem