1. Latar Belakang :
2. Maksud dan Tujuan : 1. Maksud Dan Tujuan Proyek. a.
b.
2. Maksud Dan Tujuan Perencanaan.
3. Sasaran :
4. Lokasi Kegiatan :
5. Sumber Pendanaan :
6. Nama dan Organisasi : Pejabat Pembuat
Komitmen : Proyek/Satuan Kerja : __________
Perencanaan Teknis Pembuatan Liftt dan Eskalator Gedung DPRD Kota Bontang dimaksudkan untuk memenuhi kenyamanan dan kebutuhan pengguna gedung, yaitu para anggota dewan, dan Sekretariat Dewan. Tujuan dari KAK ini adalah agar hasil/keluaran yang diharapkan dari konsultan merupakan perencanaan yang matang yang mendukung pelaksanaan fisik pembuatan liftt dan eskalator yang ditambahkan pada gedung yang sudah beroperasi, di mana penambahan ke struktur utama gedung tersebut diharapkan tetap memperhatikan kaidah-kaidah keamanan, keselamatan dan kenyamatan pengguna, properti dan gedung itu sendiri.
Untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kenyamanan pengguna gedung DPRD Kota Bontang.
Gedung DPRD Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang.
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Kas Daerah/APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2011.
Nama Pejabat Pembuat Komitmen : __________
Kegiatan Perencanaan Teknis Pembuatan Liftt dan Eskalator Gedung DPRD Kota Bontang ini untuk mengakomodir kebutuhan pengguna gedung DPRD Kota Bontang dan untuk memudahkan transportasi dalam gedung bagi orang dan barang secara vertikal.
BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Uraian Pendahuluan
Pekerjaan perancangan ini akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencana yang penunjukannya dilakukan melalui proses seleksi umum. Kerangka Acuan Kerja (selanjutnya disebut KAK) ini disusun sebagai acuan bagi para Konsultan Perencana dalam rangka mengikuti proses pengadaan jasa.
Menyediakan fasilitas gedung yang lebih mendukung kenyamanan di dalamnya berupa liftt dan eskalator, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja pengguna gedung dalam beraktifitas sehari-hari.
Memudahkan pergerakan barang secara vertikal guna memenuhi kebutuhan pengguna gedung.
7. Data Dasar : Data Fisik. 1. 2. 3. Data Lapangan : a. b. c. 4.
5. Rencana yang akan dibangun. a.
b.
8. Standar Teknis : Kriteria Umum.
1. 2. a. b. c. d. e. f. g. h. i.
SNI 03-6248-2000, Konstruksi Eskalator.
SNI 03-6573-2000, Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal Dalam Gedung (Lift).
SNI 03-7017.1-2004, Pemeriksaan dan Pengujian Lift Traksi pada Bangunan Gedung, Pemeriksaan dan Pengujian serah terima. SNI 03-7017.2-2004, Pemeriksaan dan Pengujian Lift Traksi pada Bangunan Gedung, Pemeriksaan dan Pengujian Berkala.
Standar Nasional Indonesia, Pedoman Teknik, dan rekomendasi dari instansi yang berwenang :
SNI 05-2189-1999, Istilah dan Definisi.
SNI 03-2190-1999, Syarat-syarat umum Konstruksi Lift Penumpang yang dijalankan dengan Motor Traksi.
SNI 03-2190.1-2000, Syarat-syarat umum Konstruksi Lift Hidrolis. SNI 03-2190.2-2000, Syarat-syarat umum konstruksi lift Pelayanan (Dumb waiter).
SNI 03-6247.1-2000, Syarat-syarat umum konstruksi lift penumpang.
Data Tanah Lokasi Gedung DPRD Kota Bontang.
Aksesibilitas : Akses menuju Gedung relatif baik, dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi tetapi belum bisa dijangkau kendaraan umum.
Penambahan sarana liftt dan eskalator di dalam bangunan pada titik-titik tertentu dalam bangunan dengan memperhatikan faktor-faktor keselamatan, keamanan, kenyamanan dan estetika.
Detil-detil lainnya yang dibutuhkan namun belum masuk KAK ini, yang nantinya ditentukan oleh Pemberi Tugas pada saat proses DED.
Perencanaan Pembuatan Liftt dan Eskalator Gedung DPRD Kota Bontang ini harus sesuai dengan ketentuan- ketentuan dan persyaratan instalasi elevator dan eskalator yang berlaku, baik segi arsitektural, konstruksi, mekanikal / elektrikal. Standar dan peraturan yang digunakan adalah edisi terakhir yang masih berlaku yang berkaitan langsung/tidak langsung dengan transportasi dalam gedung antara lain :
Peraturan Daerah DKI Jakarta yang berkaitan dengan jenis instalasi transportasi dalam gedung yang dirancang atau yang berpengaruh terhadap pengoperasian jenis instalasi yang dirancang.
Data Penunjang
Lokasi Proyek : Kawasan Pemerintahan Kelurahan Bontang Lestari kota Bontang.
Data Fisik : adalah gedung yang sudah dipergunakan selama kurang lebih 2 (dua) tahun setinggi 3 (tiga) lantai.
As built drawing pelaksanaan pembangunan Gedung DPRD Kota Bontang.
Perhitungan struktur bangunan hasil perencanaan Gedung DPRD Kota Bontang.
3. 4. 9. Referensi Hukum : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 10 / KPTS / 2000 Tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
Keputusan Mentari Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332 / KPTS / M / 2002 Tentang pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
Undang-Undang RI No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.
Undang – undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.
Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 Bangunan Gedung. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 468 / KPTS /1998 Tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
Peraturan Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Angkut dari Departemen Tenaga Kerja, edisi terakhir.
Standar dan Peraturan Internasional lain yang diijinkan oleh Instansi Berwenang (Standar, peraturan dan acuan internasional lain yang setara yang tidak bertentangan dengan peraturan di Indonesia).
Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 152 Tahun 2004 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 207 Tahun 2005 tentang Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah Secara Elektronik.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor 22/SE/M/2007 tanggal 12 desember 2007 tentang Pedomana Besaran Biaya Personil dalam Penyusunan Harga Perkiran Sendiri (HPS) / Rencana Anggaran Biaya (RAB) Paket Pekerjaan Konsultansi di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.
Surat Edaran bersama antara BAPPENAS dan Departemen Keuangan Nomor 1203/D.II/03/2000–SE-38/A/2000 tanggal 17 Maret 2000 tentang Petunjuk Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk jasa konsultansi (biaya langsung personil/remuneration) dan biaya langsung non personil (direct reimbursable cost).
Keputusan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Nomor 52/SK.DPN/X/2010 tentang Ketentuan Pedoman Standar Minimal Tahun 2010 Biaya Langsung Personil (Remuneration/ Billing Rate) dan Biaya Langsung Non Personil (Direct Reimbursible Cost) untuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Kegiatan Jasa Konsultansi.
10. Lingkup Kegiatan : 1.
a. Pengumpulan Data Lapangan. 1.
2.
b. Prarencana Arsitektur dan Sipil- Struktur Bangunan Gedung : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 2. a. Pengembangan Prarencana. 1. 2. 3.
b. Pembuatan Gambar Kerja. 1.
2. 3.
c. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) A/S/ME. 1.
2.
d. Penyusunan Laporan Akhir Perencanaan. 1.
2. 3.
a. Membantu menyiapkan Dokumen Pelelangan. b.
4. a.
11. Keluaran-Keluaran : 1.
a. - Laporan Pendahuluan
Buku Laporan : 5 Eksp
Laporan data lapangan : 5 Eksp
Konsep Pra disain : 5 Eksp
Perencanaan Arsitektur - Sipil.
Berdasarkan gambar terbangun atau as built drawing atau pengumpulan data dan pengukuran di lapangan.
Perhitungan struktur bangunan yang sudah dibangun dan dipergunakan saat ini.
Skematik Desain (Denah, Tampak, potongan) skala 1:200 (sesuai kebutuhan).
Skematik Layout Tata Letak lift dan eskalator (block plan). Spesifikasi Umum (Sistem dan Material) Bangunan.
Perhitungan Struktural dan pembebanan terhadap bangunan apabila ditambah dengan pemasangan lift dan eskalator.
Prarencana Elektrika - Mekanikal Skematik desain Sistem lift dan eskalator skala 1:200.
Perhitungan kapasitas terpasang peralatan ME.
Spesifikasi Umum (Jenis, Sistem, dan Material) peralatan/ instalasi.
Estimasi Biaya Elektrikal- Mekanikal. Perancangan Detail Engineering Design.
Memberi penjelasan/ memecahkan masalah yang timbul di lapangan.
Output.
Pengembangan Gambar Rancangan Arsitektur skala 1:200. Pengembangan Gambar Rancangan Sipil - Struktur skala 1:200. Pengembangan Sistem and Spesifikasi Umum (termasuk integrasi antar system bangunan A/S/ME).
Gambar Kerja Arsitektur Skala 1:5 s/d 1:100. Gambar kerja Sipil - Konstruksi skala 1:5 s/d 1:100. Gambar Kerja M-E skala 1:5 s/d 1:100.
Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini selanjutnya akan diatur dalam surat perjanjian tersendiri, yang meliputi :
Penyusunan Jenis dan Volume Pekerjaan (BQ). Penyusunan Analisa Harga Satuan.
Laporan Hasil Perencanaan.
Rencana Pekerjaan, Paket Pelaksanaan & Tahapan Pembangunan.
Pelelangan.
Memberi Penjelasan Perencanaan pada Rapat Penjelasan pelelangan.
b. - Laporan Antara
Buku Laporan : 5 Eksp
Pengembangan Pra rencana : 5 Eksp Gambar Kerja Arsitektur Sipil MEP : 5 Eksp Laporan Estimasi Biaya : 5 Eksp CD gambar dan laporan : 5 Buah c. - Laporan Akhir
Buku Laporan Akhir : 5 Eksp
Gambar Arsitektur Sipil dan MEP : 5 Eksp Perhitungan Struktur dan ME : 5 Eksp Rencana Kerja dan Syarat : 5 Eksp Bill of Quantity (BQ) : 5 Eksp Engineering Estimate (EE) : 5 Eksp CD untuk semua dokumen : 5 Buah 2. 3. a. 1. 2. b. 1. 2. 4. a. b. c. 1. 2. 3.
Pemaparan, Asistensi dan Diskusi.
Pada setiap selesainya suatu tahapan Perencanaan akan diadakan suatu pertemuan bersama antara Konsultan Perencana, Pemberi Tugas serta Unsur instansi terkait guna membahas hasil pekerjaan yang telah dicapai dan menambahkan data yang diperlukan bagi tahapan berikutnya. Tahapan pembahasan ini sudah termasuk dalam waktu pelaksanaan yang diajukan oleh KONSULTAN PERENCANA.
Jenis Dan Bentuk Presentasi Laporan/ Produk Kerja. Produk Draft Final.
Dalam proses pekerjaan perencanaan, konsultan wajib menyiapkan masing-masing satu set produk draft lengkap untuk diparaf sebagai bukti persetujuan produk final.
Laporan program kemajuan pekerjaan perencanaan ditetapkan berdasarkan hasil dari persetujuan atas produk draft dengan bobot kemajuan pekerjaan berdasarkan kepada bobot pekerjaan untuk setiap tahap pekerjaan, dan bukan berdasarkan waktu atau man- hour unit yang telah digunakan. Produk Final.
Hasil kerja final berupa penggandaan 5 (lima) set masing-masing Laporan / Dokumen dalam bentuk fotocopy laporan dan gambar dokumen yang telah disahkan oleh Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang.
Semua bentuk dokumen gambar dan RAB disertakan dalam Compact Disc (CD) sebanyak 5 (lima) rangkap.
Bentuk Presentasi Buku Laporan.
Buku laporan antara lain meliputi :
Semua laporan berupa buku/ tulisan disusun dengan ukuran F4 dengan ukuran dan bentuk huruf yang cukup jelas terbaca.
Laporan berupa tabel/ gambar dengan ukuran lebih besar dapat dilipat sesuai ukuran yang ditetapkan.
Laporan survey.
Perhitungan Konstruksi, Perhitungan ME.
Rencana Kerja dan Syarat- syarat (RKS), rencana Anggaran Biaya (RAB).
5. a. b.
1. 2. 12.Peralatan, Material, Personil : Tidak ada.
dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen
13. Peralatan dan Material : 1. dari Penyedia Jasa
Konsultansi 2.
3. 14. Lingkup Kewenangan :
Penyedia Jasa
15. Jangka Waktu : Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Penyelesaian Kegiatan
16. Personil :
Tenaga Ahli Team Leader
Ahli Arsitektur
Ahli Sipil / Struktur
Ahli Elektrikal
Ahli Mekanikal
Asisten Tenaga Ahli Asisten Ahli Arsitektur
Asisten Ahli Sipil / Struktur
Gambar Kerja (Denah/ Layout) : skala 1:50 s/d 1:100. Gambar Kerja (Detail- detail) : skala 1:5 s/d 1:20. Bentuk Presentasi Gambar
Dokumen gambar dibuat dalam 2 ukuran kertas Gambar, yaitu: Gambar Pra Rencana ukuran kertas A3 : Skala Gambar 1:200. Gambar Kerja (Rencana Detail) Ukuran kertas disesuaikan :
Bulan Peralatan untuk survey lapangan dan pengukuran.
Peralatan untuk keperluan kantor selama pelaksanaan kegiatan. Kendaraan yang diperlukan untuk mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi.
Pekerjaan sebagaimana diuraikan dalam lingkup pekerjaan diatas perencana harus diselesaikan seluruhnya dalam waktu 120 (seratus dua puluh) hari kalender atau waktu yang ditetapkan sesuai dengan hasil rapat penjelasan pekerjaan terhitung sejak
penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Jumlah Orang
Posisi Kualifikasi
Pendidikan minimal S1 Sipil atau Arsitektur dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 9 tahun atau S2 dengan disiplin ilmu sama minimal pengalaman 4 tahun dan memiliki SKA ahli muda di bidang sejenis.
1
Pendidikan minimal S1 Arsitektur dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 5 tahun atau S2 dengan disiplin ilmu sama minimal pengalaman 3 tahun dan memiliki SKA.
1
Pendidikan minimal S1 Sipil atau Strukturdengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 5 tahun atau S2 dengan disiplin ilmu sama minimal pengalaman 3 tahun dan memiliki SKA.
1
Pendidikan minimal S1 Elektro dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 8 tahun atau S2 dengan disiplin ilmu sama minimal pengalaman 4 tahun dan memiliki SKA.
1
Pendidikan minimal S1 Teknik Mesin dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 5 tahun atau S2 dengan disiplin ilmu sama minimal pengalaman 3 tahun dan memiliki SKA.
1
Pendidikan minimal S1 bidang disiplin ilmu sejenis dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 3 tahun
2
Pendidikan minimal S1 Sipil atau Struktur dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 3 tahun.
Asisten Ahli Mekanikal
Asisten Ahli Elektrikal
Tenaga Sub Profesional Operator CAD/CAM Surveyor Tenaga Pendukung Administrator Sekretaris Operator Komputer 17. Jadwal Tahapan : Pelaksanaan Kegiatan
18. Laporan Pendahuluan : Laporan Pendahuluan memuat : 1. 2. 3. a. b. c. d. e. f.
19. Laporan Antara : Laporan antara memuat : a.
b. c.
2 2
Pendidikan minimal S1 Elektro dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 3 tahun. Pendidikan minimal S1 Teknik Mesin dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 3 tahun.
berlatar belakang minimal pendidikan D3/S1 dengan pengalaman minimal 10 tahun di bidang gambar teknis dengan komputer.
4
memiliki latar belakang pendidikan D3/S1 dengan pengalaman dibidangnya minimal 6 tahun.
2
Memiliki latar belakang pendidikan D3 dengan pengalaman 3 tahun di proyek.
1
Sekretaris berlatar belakang minimal pendidikan D3 dengan pengalaman minimal 3 tahun.
1 Bulan Ke Survey dan Pengumpulan Data Presentasi Laporan Pendahuluan
Proses dari pra disain menjadi DED dan proses asitensi
Presentasi Laporan Antara
Presentasi laporan Akhir dan penyerahan produk disain Operator komputer berlatar belakang minimal pendidikan SMA dengan pengalaman minimal 3 tahun.
1
3 4
Data Survei dan lapangan.
Beberapa alternatif perencanaan perletakan lift eskalator dan alternatif spesifikasi material.
1 2
Konsep atau Prarencana Arsitektur dan Sipil- Struktur Bangunan Gedung :
Skematik Layout Tata Letak lift eskalator.
Spesifikasi Umum (Sistem dan Material) Bangunan. Pemilihan jenis struktur secara umum.
Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) keseluruhan, yaitu : Penyusunan Jenis dan Volume Pekerjaan (BQ) dan Penyusunan Analisa Harga Satuan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 100 (seratus) hari kerja/bulan sejak SPMK.
Estimasi Biaya Arsitektural dan Sipil - Struktur. Prarencana Elektrika - Mekanikal .
Skematik Desain (Denah, Tampak, potongan) skala sesuai dengan kebutuhan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 45 (empat puluh lima) hari kerja/bulan sejak SPMK.
Pengembangan Prarencana : Pengembangan Gambar Rancangan Arsitektur, Sipil – Struktur, Mekanikal Elektrikal dan sistem integrasinya skala 1:200.
Pembuatan Gambar Kerja: Gambar Kerja Arsitektur, Sipil-Struktur, Mekanikal Elektrikal, Skala 1:5 s/d 1:100.
20. Laporan Akhir : Laporan Akhir memuat : a. b. c. d. e. f. g. 21. Produksi Dalam Negeri :
22. Persyaratan Kerjasama : a. b. c. 23. Pedoman Pengumpulan : Data Lapangan a. b. c. d. 24. Alih Pengetahuan : Bontang, Juni 2011 Kuasa Pengguna Anggaran
Ervina Setianingsih, ST., MT
NIP. 19750223 20003 2 007 Buku laporan akhir perencanaan.
Album Gambar Perencanaan Arsitektur, Sipil, Mekanikal Elektrikal. Perhitungan Struktur dan Mekanikal-Elektrikal.
Rencana Kerja dan Syarat – Syarat (RKS). Bill of Quantity (BQ).
Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dokumen Pengadaan Jasa Pemborongan.
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi :
Ditentukan pihak penyedia jasa sebagai lead firm yang bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan keseluruhan kepada Pemberi Tugas. Ditentukan pola kerjasama kedua belah pihak dan diketahui oleh Pemberi Tugas.
Besaran persentase modal atau pembagian kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan diketahui Pemberi Tugas.
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada Pemberi Tugas.
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut: Tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada.
Tidak mengganggu kondisi masyarakat sosial di lokasi. Menghormati kearifan lokal.