• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEANEKARAGAMAN MIKROFUNGI TANAH DI TAMAN WISATA ALAM BAUMATA DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEANEKARAGAMAN MIKROFUNGI TANAH DI TAMAN WISATA ALAM BAUMATA DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Mikrofungi Tahap Pertama yang di isolasi dari TWA Baumata.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis keanekaragaman jenis burung diurnal di Taman Wisata Alam Pulau Menipo masuk dalam kategori tinggi, ditunjukan dengan nilai

Salah satu hal yang belum diperhatikan dalam pengembangan tempat wisata yang sering disebut dengan Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike di Desa Lae Hole II

2.198 523,6 74,8 Sangat Baik 4 Perilaku terhadap keberadaan Hutan TWA Bipolo 816 196,61 49,15 Netral Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, di peroleh skor perhitungan

KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Strategi Pengembangan Wisata mangrove Taman Wisata Alam Menipo adalah meningkatkan kerja sama pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk: 1 meningkatkan pengetahuan wirausaha ternak ayambagi masyarakat peternak di Desa Baumata Utara NTT sehingga peternak dapat menganalisis

Strategi pengembangan yang Grow agresif merupakan strategi yang fokus pada strategi SO Strength-Oppurtunities yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu meningkatkan

Hasil penelitian menunjukan bahwa, penggunaan faktor produksi luas lahan X1, benih X2, pupuk organik X3, pupuk anorganik X4, pestisida X5, dan tenaga kerja X6 secara serempak

Isolasi dan identifikasi Trichoderma spp. dari rhizosfer tanaman jati di Taman Wisata Alam, Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten