• Tidak ada hasil yang ditemukan

: 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ": 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL NOMOR 713/KEP/BSN/12/2020

TENTANG

RENCANA STRATEGIS KOMITE NASIONAL INDONESIA UNTUK INTERNATIONAL ELECTROTECHNICAL COMMISSIONTAHUN 2020-2024

KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL,

\(lenimbang

:

a. bahwa untuk mendukung pelaksanaan program

komite nasional Indonesia untuk International

Electrotechnical

Commission,

perlu

menetapkan

Rencana Strategis Komite Nasional Indonesia tahun 2020-2024;

b. bahwa berdasarkan

pertimbangan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan

Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional tentang Rencana Strategis Komite Nasional Indonesia untuk International Electrotechnical Commission 2020-2024;

VIengingat

: 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang

Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 216, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5584);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2018 tentang

Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian

Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5225);

3. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2018 tentang

Badan Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 10);

(2)

BADAN STANDARDtSASt NASIONAL Menetapkan KESATU KEDUA KETIGA

-2-4. Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 4

Tahun 2018 tentang Pedoman Pengelolaan Komite

Teknis Perumusan Standar Nasional Indonesia (Berita

Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 579};

5. Peraturan Badan Standardisasi Nasional Nomor 10

Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan

Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2020 Nomor 1037);

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL TENTANG RENCANA STRATEGIS KOMITE NASIONAL INDONESIA UNTUK INTERNATIONAL ELECTROTECHNICAL COMMISSION 2020-2024.

Menetapkan Rencana Strategis Komite Nasional Indonesia

untuk International Electrotechnical Commission

2020-2024 yang merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2020 sampai

dengan tahun 2024.

Rencana Strategis Badan Standardisasi Nasional Tahun

2020-2024 sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU tercantum daJam Lampiran yang merupakan bagian tidak

terpisahkan dari Peraturan Badan ini.

Keputusan Kepala Badan ini mulai berlaku pada tanggal

ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada taiTj .Desember 2020

KEP^

vlDARDlSASI NASIONAL,

/NOO

(3)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

lampiran

KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL

NOMOR TENTANG

713/KEP/BSN/12/2020

RENCANA STRATEGIS KOMITE NASIONAL INDONESIA UNTUK INTERNATIONAL ELECTROTBCHNICAL

RENCANA

STRATEGIS

KOMNAS

lEC

TAHUN

2020-2024

(4)

, BADAN

STANDARDISASI

NASIONAL

Kata

Pengantar

Komite Nasional Indonesia untuk Internatlonal Electrotechnical Commission

(Komnas lEG) merupakan suatu wadah yang dibentuk untuk mengoordinasikan kegiatan lEC di Indonesia, agar Indonesia dapat berperan secara aktif di forum lEC.

Organisasi Komnas lEC dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama antara instansi

yang memitiki tugas dan kewenangan di bidang elektroteknlka, yang meliputi

keamanan dan kinerjanya.

Pada tahun 2019, Komnas lEC bertekad meningkatkan partisipasi aktifnya dl

dalam forum lEC sehingga dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya bagi

kepentingan nasional di bidang elektroteknlka, sesuai dengan kemampuan industri dan kepentingan nasional maupun regional dalam implementasi ASEAN Economic Community (AEC). Sehubungan dengan ha! tersebut, Komnas lEC menyusun Rencana Strategis (Renstra) Komnas lEC untuk periods 5 tahun ke depan, untuk tahun 2020 - 2024.

Melalui Renstra tersebut diharapkan akan diperoleh gambaran arah kebljakan

dan sasaran pencapaian Indonesia dalam kegiatan lEC sehingga partisipasi Indonesia di dalam Organisasi lEC tersebut dapat lebih efektif dan efisien. Renstra tersebut diharapkan juga menjadi acuan bagi pelaksanaan kegiatan lEG oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Komnas lEG, yang dituangkan secara lebih rind dalam program dan kegiatan di masing-masing elemen.

Jakarta,30 Desember 2020 Kepala Badan Standardisasi Nasional

selaku Ketua Komite Nasional I EC

(5)

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL Daffcar hi Kata Penaantar Daftar Isi it

Baoian 1 Visi dan Tuiuan Strateois 1

Bagian 2 Rencana Keria 2020 - 2024,

Baaian 3 Implementasi Rencana Keria 2020 - 2024, 10

(6)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

RENCANA STRATEGIS KOMNAS lEC TAHUN 2020-2024

VISI DAN TUJUAN STRATEGIS

PENOAHULUAN

Organisasi International Electrotechnical Commission (lEC) yang dibentuk pada

tahun 1906 merupakan badan internasional yang diberi mandat untuk mengembangkan standar elektroteknika dalam rangka perlindungan konsumen dan menjamin praktik yang adil (fa/r) dalam perdagangan produk elektroteknika.

lEC melayani pasar dunia dan masyarakat melalui kegiatan standardisasi dan penitaian kesesuaian untuk bidang ketenagaiistrikan, elektronika, serta teknologi komunikasi dan informasi, yang dikenal sebagai Electrotechnology.

lEC mempromosikan perdagangan dunia dan pertumbuhan ekonomi serta mendorong pengembangan produk, sistem dan layanan yang aman, efisien dan

ramah lingkungan.

Standar lEC dipublikasikan agar dapat digunakan sebagai panduan atau referensi bagi negara anggota lEC dalam mengembangkan dan merevisi standar atau regulasi

nasionai di bidang elektroteknika, dalam rangka melakukan harmonisasi ditingkat

internasional. Penerapan standar lEC bersifat voluntary, namun apabila terjadi

perselisihan {dispute) dalam perdagangan internasional make Standar lEC diacu sebagai rujukan oleh World Trade Organization (WTO).

(7)

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

Sesuai dengan iEC Statutes and Rules of Procedures Article 4, Membership.

keanggotaan IEC suatu negara diwakili oieh National Committee (Komite Nasional),

yang dalam keanggotaanya melibatkan para pemangku kepentingan dari

unsur-unsur pemerintah, industri, asosiasi. konsumen dan akademisi. Sampai September

2019, anggota IEC yang terdaftar adalah 62 Full Member dan 24 Associate Member.

Indonesia telah menjadi anggota (EC dengan status Full Member

se\ak tahun 1954.

Komnas IEC yang dibentuk pada tanggal 25 September 2008 melalul SK Kepala BSN No. 93/KEP/BSN/09/2008 merupakan suatu wadah untuk mengoordinasikan kebijakan dan kegiatan IEC di Indonesia, dalam rangka incmfasilitasi perdagangan diinia dengan

menghilangkan hambatan teknis perdagangan. yang mengarah ke pasar baru dnn pertunibuimn

ekonomi, agar Indonesia dapat berperan secara aktif di forum IEC dan dapat mengambil

manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional di bidang elektroteknika. Ketua

Komnas IEC adalah Kepala BSN yang keanggotaannya terdirl dari Kementerian

teknis/Regulator, Lembaga Pemerintah non Kementerian (LPNK). Asosiasi dan industri

bidang elektroteknika, Akademisi dan Masyarakat Standardisasi (Mastan).

Elemen-elemen yang terdapat dalam struktur organisasi Komnas IEC adalah:

1. Komite Nasional merupakan forum tertinggi dalam Komnas IEC. Fungsi Komite Nasional adalah menetapkan kebijakan yang bersifat makro dalam pengembangan penanganan Komnas IEC serta penetapan posisi Indonesia dalam sidang IEC. 2. Fungsi utama Kelompok Kerja Komnas IEC adalah menyusun rencana kerja tahunan

dan mengevaluasi hasilnya, membahas hai-hal teknis penting dalam kaitannya dengan IEC, dan melakukan verifikasi rancangan posisi Indonesia untuk sidang IEC, sebelum dibahas dan diletapkan Komnas IEC.

3. Kelompok Kerja Pengelola Penilaian Kesesuaian (KK PPK) mempunyai fungsi utama untuk mengkoordlnasikan penanganan kewajiban Indonesia terkait pengembangan kebijakan sistem penilaian kesesuaian yang dilakukan oleh forum Confonnity Assessment Board (CAB) IEC, termasuk forum Iritermitionai Eleciroiechnical Commission for Electrical Equipment (lECEE), IEC System For Certification To Sfa/7dards For Electrical Equipment For Explosive Atmospheres (lECEx), dan IEC System for IEC Quality Assessment System For Electronic Components (lECQ) di

(8)

^ BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

4. Kelompok Kerja Pengelola Pengembangan Standar dan Strategi Pasar

(KK PPS dan

SP)

mempunyai tugas ulama untuk mengkoordinasikan penanganan pengembangan

standar elektroteknika dalam forum internasional maupun nasional melalui Panitia Teknis dan National Mirror Committee (NMC) yang ada.

5. Task Force dibentuk secara ad hoc untuk melaksanakan fungsi pembahasan isu

ktiusus untuk mendukung arahan kebijakan Komnas lEC.

6. Komite Teknis dibentuk untuk merumuskan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan

NMC dibentuk dengan fungsi melakukan pembahasan teknis project atau pekerjaan

teknis terkait pengembangan standar internasional dan menyusun rancangan posisi Indonesia maupun mempersiapkan bahan (data) dalam rangka pembahasan posisi Indonesia.

7. Sekretariat adalah unit di Badan Standardisasi Nasional yang bertugas untuk

mengkoordinasikan serta memfasilitasi kegiatan Komnas lEC di Indonesia.

Dalam rangka mencapai visi misi yang ditetapkan dan mendukung partisipasi Indonesia di dalam forum lEC dapat lebih efektif dan efisien, maka diperlukan Renstra Komnas

lEC.yang memberikan arah kebijakan kegiatan lEC di Indonesia untuk 5 tahun ke depan

(9)

asN

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

VISI DAN MISI KOMNAS lEC PERIODE 2020-2024

"Siandar Nasional Indonesia di bidang elektroteknika yang terpercaya dan handal serta memenuhi aspek keamanan, keselamatan dan berdaya saing"

"Mengembangkan Sistem Standardlsasi dan Penilaian kesesuaian Nasional di

bidang elektroteknika yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, kehandalan, serta interoperabilitas antar unsur kelistrikan, elektronika dan teknologi informasi dalam upaya mendukung daya saing nasional."

Untuk mencapai visi dan misi tersebut, telah ditetapkan 4 tujuan strategis yang akan

dicapai oleh Komnas lEC, yaitu sebagai berikut;

TUJUAN 1: MEMPERKUAT PERAN KOMNAS lEC

Penguatan organisasi merupakan faktor penting yang diperlukan untuk mencapai visi organisasi, Penguatan organisasi dapat dilakukan melalui penataan struktur

organisasi serta penataan tugas dan fungsi setiap elemen organisasi sehingga semua elemen tersebut dapat berfungsi secara maksimal sesuai peranan dalam

mencapai visi yang telah ditetapkan.

Di samping itu organisasi juga memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat,

baik SDM yang menangani kegiatan Komnas (EC secara langsung, maupun SDM yang akan menerima dampak dari kegiatan Komnas lEC tersebut. Dengan modal ini, diharapkan tercipta hubungan yang sinergis dari seluruh SDM yang terlibat dalam penyampaian informasi terkait kegiatan Komnas lEC.

(10)

I BADAN

STANDARDISASl NASIONAL

Komnas lEC dalam melaksanakan tugasnya harus didukung penuh oleh para

pemangku kepentingan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu

perlu ditingkatkan kesadaran dan kepedulian para pemangku kepentingan terhadap

kegiatan Komnas lEC.

Untuk itu, penguatan fungsi Komnas lEC akan dilaksanakan dengan sasaran

strategis sebagai berlkut.

Sasaran Strategis:

1. Terlaksananya penataan organisasi dan pelaksanaan tugas dan fungsi

organisasi khususnya National Mirror Committee (NMC) secara efektif; 2. Tercapainya penguatan SDM di bidang elektroteknika;

3. Terwujudnya partisipasi para pemangku kepentingan: Business, Academia,

Government and Society terhadap kegiatan Komnas lEC.

TUJUAN 2: MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF INDONESIA DALAM FORUM

lEC

Indonesia yang diwakili oleh KOMNAS Indonesia untuk lEC merupakan full-member

lEC. Sehubungan dengan status keanggotaan tersebut, Indonesia memiliki hak

untuk dapat berpartisipasi baik pada level kebijakan maupun teknis, termasuk hak

suara dalam voting council.

Indonesia meialui Komnas untuk lEC dapat mengusulkan wakilnya yang kompeten

dan profesional untuk menjadi kandidat anggota manajemen lEC seperti Council

Board, Standard Management Board, Market Strategy Board dan Conformity

Assessment Board (CAB). Promos! dan kampanye yang intensif perlu dilakukan kedepannya untuk meloloskan penwakilan Indonesia di forum tersebut dan atau di forum internasional lainnya, salah satunya dengan berkorepondensi dan meminta dukungan negara - negara mitra Indonesia.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum lEC pada dasarnya ditujukan agar kepentingan Indonesia dapat terakomodasi dalam penyusunan standar !EC sehingga

(11)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan bebas global yang adil

dan menguntungkan Indonesia di sektor elektroteknika.

Sasaran Strategis:

1. Terwujudnya peran aktif Indonesia dalam perumusan standar lEC minimal di

forum TC/SC/SMB/CAB.

2. Terwujudnya peran aktif Indonesia dalam pemenuhan skema penilaian

kesesuaian dalam forum lEC dan optimalisasi manfaat skema PK lEC di

tingkat nasional

3. Tersusunnya posisi Indonesia dalam penyusunan standar lEC.

TUJUAN 3: MENINGKATKAN PEWIANFAATAN STANDAR lEC UNTUK MEMPERKUAT STANDARDISASI, REGULASI TEKNIS DAN PENILAIAN KESESUAIAN NASIONAL DI BIDANG ELEKTROTEKNIKA

Pada level teknis pengembangan standar lEC, Indonesia berpartisipasi aktif pada

beberapa lEC Technical Committtee (TC)

/ Sub -

Committee (SO)

sesuai dengan

kepentingan dan ketersediaan pakar nasional kompeten yang bersedia berkontribusi

pada lEC/TC/SC tersebut. Hal ini menunjukkan semakin pentingnya peran standar

lEC sehingga mendorong para stakeholder untuk berpartisipasi dalam

pengembangan standar lEC.

Standar lEG dipubtikasikan agar dapat digunakan sebagai panduan atau referensi bagi Negara anggota lEC dalam mengembangkan dan merevisi standar atau regulasi nasional di bidang elektroteknika. Untuk itu partisipasi Indonesia dalam

forum lEC tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional,

khususnya dalam mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan. efisiensi dan ramah lingkungan, serta perdagangan yang adil di bidang elektroteknika. Tujuan ke-3 ini akan dilaksanakan dengan sasaran strategis sebagai berikut.

(12)

BSN

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

Sasaran Strategis:

1. Tersedianya SNi, regulasi teknis, dan pedoman di bidang elektroteknika yang

berbasis standar lEC

2. Tersedianya sistem penilaian kesesuaian yang harmonis dengan sistem

Internasional

3. Tercapalnya penguatan Infrastuktur penilaian kesesuaian.

TUJUAN 4: MEWIPERKUAT POSISl INDONESIA DALAM FORUM NEGOSIASI PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM LINGKUP HARMONISASI STANDAR

DAN AKSES PASAR PRODUK ELEKTROTEKNIKA

Pemanfaatan keanggotaan Indonesia di forum lEC memiliki arti dan peran yang

strategis untuk mendukung posisi Indonesia dalam forum negoisasi perdagangan

Internasional dan regional khususnya dalam Implementasi perjanjian yang mengikat

di level negara baik di forum TBT WTO, ACCSQ dan FTA lainnya. Salah satu

kesepakatan mengikat dalam forum perdagangan regional dan Internasional iaiah

harmonisasi standar nasional dengan standar internasional. Semakin banyak SNI

yang harmonis dengan standar lEC, maka tingkat kepatuhan Indonesia terhadap komitmen perjanjian internasional bernilai baik dan diharapkan akses pasar ekspor produk elektroteknika dari Indonesia ke negara mitra perdagangan regional dan internasional akan semakin mudah. Selain itu, pemanfaatan peran Indonesia di forum lEC juga berdampak pada pemenuhan regulasi teknis di tingkat nasional. Sebagai contoh bahwa regulasi teknis yang ada di Indonesia sebagaian besar diantaranya mengacu / berbasis pada SNI. Untuk memenuhi ketentuan good regulatory practices (GRP) TBT-WTO, maka SNI yang dijadikan basis regulasi teknis tersebut diarahkan untuk harmonis dengan standar internasional yang diakui, dimana

referensi utama yang digunakan untuk sektor elektronlka adalah standar lEC,

Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diharapkan akan memiliki industri strategis

berbasis teknologi sehingga akan. semakin membutuhkan harmonisasi dengan standar internasional untuk menghasilkan produk yang berdaya saing secara global.

(13)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

Sasaran Strategis:

1. Terwujudnya partisipasi aktif Indonesia di forum regional dan internasicnal dl

bidang eiektroteknika dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional

(ASEAN.

APEC SCSC,

PASC.

TBT WTO,

FTAs)

2. Tercapainya harmonisasi Standar, penilaian kesesuaian dan reguiasi teknis

dalam forum kerjasama regional dan Internasional

RENCANA KERJA 2020-2024

Untuk menyiapkan dan mereallsasikan Renstra Komnas lEC tahun 2020-2024.

diperlukan rencana kerja yang selaras dengan upaya pencapaian visi dan misi

Komnas lEC yang telah ditetapkan.

TUJUAN 1: MEMPERKUAT RERAN KOMNAS lEC

1.1 Terlaksananya penataan organlsasi dan pelaksanaan tugas dan fungsi

organlsasi khususnya National Mirror Committee

(NMC)

secara efektlf

Komnas lEC dibentuk melalui Keputusan Kepala BSN yang menguraikan

tentang tugas pokok dan fungsi serta struktur dan keanggotaan..

Seiring dengan perkembangan isu strategis di bidang eiektroteknika dan dalam

rangka penguatan fungsi organisasi Komnas lEC, perlu dirumuskan ketentuan

tentang penanganan Komnas lEC.

(Timeline: 2019 ; Penanggung Jawab: Sekretariat Komnas lEC).

Disamping hal tersebut, untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan

fungsi organisasi Komnas lEC, diperlukan dukungan infrastruktur IT dalam

menangani pekerjaan lEC, terutama dalam penanganan dokumen lEC yang

dilakukan oleh Sekretariat maupun NMC.

(14)

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

1.2 Tercapalnya penguatan SDM di bidang elektroteknika

Penguatan SDM Komnas lEC dapat difokuskan pada pembinaan dan

pengembangan Kesekretariatan, Delegasi Indonesia (Deiri) yang menghadiri

sidang lEC, dan ekspert/pakar untuk memperkuat posisi Indonesia di forum

lEC.

Komnas lEC diharapkan dapat menyediakan dan membina SDM-nya untuk

menangani kegiatan lEC, balk secara kuantitas maupun kualitas, serta dapat

memelihara kesinambungan pelaksanaan kegiatan lEC apablla terjadi rotasi

SDM.

Perlu melaksanakan Capacity Building (Pendidtkan dan pelatihan SDM di

bidang elektroteknika.

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: Komnas

lEC)

Penguatan delegasi Indonesia pada sidang lEC perlu dilakukan agar

penyampaian posisi Indonesia dapat dilaksanakan secara tepat, efektif dan efisien. Penguatan deiri dapat difokuskan antara lain pada pemahaman

mengenai lEC, tahapan perumusan standar lEC, isu-isu strategis di bidang

elektroteknika, dan strategi negosiasi, sehingga diharapkan deiri memiiiki

kompetensi yang diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia di

forum lEC. Di samping hal tersebut. untuk menjaga keseragaman pelaksanaan

tugas deiri maka perlu disusun panduan/prosedur bag! deiri dalam menghadiri

sidang lEC.

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab:

Sekretariat Komnas lEC).

1.3 Terwujudnya partisipasi para pemangku kepentingan: Business, Academia, Government and Society terhadap kegiatan Komnas lEC.

Awareness stakeholder terhadap kegiatan lEC dapat dilaksanakan melalul media elektronik, media cetak, dan melalui kegiatan diseminasi. Website dengan link Komnas lEC merupakan salah satu sarana yang efektif dalam rangka menyebarluaskan hasil kegiatan lEC maupun Komnas lEC kepada

masyarakat luas. Oleh karena itu perlu dilakukan pertemuan khusus terkalt lEC

dengan para pemangku kepentingan dalam bentuk simposium, workshop atau seminar.

(15)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

TUJUAN 2 : MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF INDONESIA DALAM FORUM lEC

2.1 Terwujudnya peran aktif Indonesia dalam perumusan standar lEC minimal

di forum TC/SC/SMB/CAB

Kegiatan pengelolaan keangotaan Indonesia pada lEC di tahun pertama hingga

kedepan difokuskan untuk meningkalkan partisipasi aktif Indonesia dalam kegiatan teknis maupun pengembangan kebijakannya, Melalui forum lEC, Indonesia diharapkan dapat terus menggali dan mengejar perkembangan teknotogi yang tengah berkembang di dunia, memonitor dan mengikuti

perkembangan teknologi terkini sektor elektroteknika

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: KK PPS & SP).

2.2 Terwujudnya peran aktif Indonesia dalam pemenuhan skema penilaian kesesuaian dalam forum lEC dan optimalisasi manfaat skema PK lEC di

tingkat nasional.

Pelaksanaan peran dan partisipasi aktif Indonesia pada lEC dalam 5 (lima)

tahun kedepan difokuskan untuk meningkatkan partisipasi Indonesia di CAB

dalam rangka mendukung pengembangan skema penilaian kesesuaian pada bidang elektroteknika yang mampu mendorong kebijakan peningkatan persentase sertifikat yang dikeluarkan oleh NOB dan CBTL Indonesia, dan juga

Indonesia diharapkan dapat memantau dan mengikuti perkembangan forum lEC dan penerapan standar lEG serta teknologi terkini sektor elektroteknika yang dapat diterapkan dalam skema PK.

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: KK PPK).

2.3 Tersusunnya posisi Indonesia dalam penyusunan standar lEC

Dalam konteks tersebut, peran National Mirror Committee (NMC) lEC memiliki arti dan peran yang sangat strategis. Selama ini, NMC telah berkontribusi aktif

dalam pengiriman posisi dan tanggapan Indonesia dalam setiap penyusunan konsep standar lEC baik dari tahap New Work Project (NP), Draft for Comment

(16)

BSN

, BADAN

STANDARDISASI NAStONAL

11

-(DC), Committee Draft (CD), Committee Draft for Voting (CDV), dan Final Draft

International Standard (FDIS).

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: KK PPS

&

SP).

TUJUAN 3: WIENINGKATKAN PEWIANFAATAN STANDAR lEC UNTUK MEMPERKUAT STANDARDISASI, REGULASI TEKNIS DAN PENILAIAN

KESESUAIAN NASIONAL Dl BIDANG ELEKTROTEKNIKA

3.1 Tersedianya SNl, regulasi teknis, dan pedoman dl bidang elektroteknika

yang berbasis standar lEC

Pelaksanaan peningkatan pemanfaatan standar lEC untuk memperkuat

standardisasi, regulasi teknis dan penilaian kesesuaian nasiona! di bidang

elektroteknika dalam 5

(lima) tahun kedepan difokuskan untuk meningkatkan

persentase SNl hasii adopsi standar lEC, penguatan SNI dan PK, serta

diharapkan mampu mendukung harmonisasi SNi dengan mempertlmbangkan

National Differences dan kesepakatan di forum regional dan internasional.

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: Komnas, Kelompok Kerla

PPK).

3.2 Tersedianya sistem penilaian kesesuaian yang harmonis dengan sistem

internasional

Indonesia merupakan focal point dalam pengelolaan JSC MRA EEE dan BSN sebagai sekretariat designating body untuk pengelolaan MRA EEE. BSN

sebagai sekretariat designating body, sekallgus lembaga yang melakukan

fungsi pembinaan dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian, juga memiliki

andil untuk memastikan bahwa sistem keberterimaan basil penilaian

kesesuaian dapat diakui secara ASEAN, sehingga mampu memfasiiitasi para

pelaku usaha, khususnya produk kelistrikan.

Penguatan posisi Indonesia khususnya di bidang elektronika dilakukan dengan

berpartisipasi aktif pada forum internasional, peran BSN selaku Sekretariat Designating Body dalam hal ini dengan mendukung tersedianya sistem penilaian kesesuaian yang telah harmonis terhadap sistem internasional di bidang elektronika. Hal tersebut dilakukan guna memastikan penerapan

(17)

I BADAN

STANDARDiSASI NASiONAL

- 12

-Electronic Equipment Regulatory Regime (AHEEERR) untuk mengurangi

hambatan teknis perdagangan peraialan listrik dan elektronik di ASEAN.

ASEAN Hamionized Agreement on Electncal and Electronic Equipment

Regulatory Regime (AHEEERR) untuk mengurangi hambatan teknis

perdagangan perafatan listrik dan elektronik di ASEAN

{Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: KK

PPK).

3.3 Tercapainya penguatan infrastruktur penilatan kesesuatan.

BSN sebagai sekretariat designating body diharapkan dapat mengoptlmalkan

peningkatan kompetensi LPK di bidang kelistrikan serta memberikan

forecasting keberlanjutan dan terus mendorong keberterimaan produk

kelistrikan. Pada Kesepakatan lintas Negara ASEAN. Indonesia diwakili BSN

melalui forum JSC-EEE dalam memberikan nuansa-dalam mendukung sistem

standardisasi dan penilaian kesesuaian Indonesia agar harmonis bersesuaian

dengan standardisasi dan penilaian kesesuaian yang berlaku di Negara

AS^N

lainnya.

Penerima manfaat utama dari diakomodasinya kepentingan Indonesia atas

hasil sidang Joint Sectoral Committee on Electrical Electronic Equipment

(JSC-EEE)

adalah Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK), dimana hasil uji/sertifikasi

yang dilakukan oleh LPK tersebut dlakui di negara ASEAN yang telah

memasukkan-//sf LPK tersebut.

Dampak positifnya, pelaku usaha yang produknya di uji/disertifikasi oleh LPK

yang sudah masuk dalam "listed" negara negara ASEAN dan para pelaku

usaha tersebut bermaksud mengekspor produk elektroniknya ke negara negara

ASEAN, produk tersebut tidak perlu dilakukan pengujian/sertifikasi ulang di

negara tujuan ekspor, sehingga tentu saja ha! ini akan memberikan efektivltas

dalam proses transaksi perdagangan, serta memberikan eflsiensi dengan

mereduksi biaya tinggi dalam transaksi perdagangan. .

(Timeline: 2020-2024; Penanggung Jawab: Komite Nasional, Kelompok

Kerja Komnas lEC, KK PPK).

(18)

I BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

- 13

-TUJUAN 4: MEMPERKUAT POSISI INDONESIA DALAIW FORUM NEGOSIASt

PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM LINGKUP HARMONISASI STANDAR

DAN AKSES PASAR PRODUK ELEKTROTEKNIKA

4.1 Terwujudnya partlsipasi aktif Indonesia di forum regional dan

Internasional di bidang elektroteknika dalam rangka memperjuangkan

kepentingan nasional (ASEAN,

APEC,

lEC APRC,

TBT WTO,

FTAs)

Pelaksanaan partlsipasi aktif Indonesia di forum regional dan internasional di

bidang elektroteknika dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional

(ASEAN, APEC, lEC APRC,

TBT WTO, FTAs) dalam 5

(lima) tahun kedepan

difokuskan untuk mendukung kebijakan terkait pengembangan standar lEC dan

harmonisasi SNI terhadap lEC dengan rutin memantau, megikuti, melakukan

tindak lanjut hasil forum teknis regional maupun internasional untuk bidang

elektroteknika yang relevan dengan kepentingan nasional.

4.2 Tercapainya harmonisasi Standar, penilaian kesesualan dan regulasi

teknis dalam forum kerjasama regional dan Internasional

Dalam rangka mendukung posisi Indonesia dalam forum negosiasi

perdagangan Regional dan Internasional (ASEAN, APEC, lEC APRC. TBT

WTO, FTAs) dalam lingkup harmonisasi standar dan akses pasar produk

elektroteknika, maka diperlukan peran dan partlsipasi aktif Indonesia pads lEC

dalam 5

(lima) tahun kedepan yang difokuskan untuk mendukung harmonisasi

STRACAP berbasis harmonisasi standar lEC yang konsisten dilakukan dalam

forum kerjasama regional dan internasional agar harmonis dengan kebijakan

(19)

, BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

IMPLEMENTASI RENCANA KERJA 2020-2024

Untuk memastikan Rencana Kerja Komnas lEC tahun 2020-2024 dapat

dilaksanakan, perlu dilakukan monitoring terhadap implerhentasi Rencana Kerja

Komnas lEC tahun 2020-2024.

Untuk memudahkan pelaksanaan monitoring tersebut, telah disusun tabel Rencana Kerja Komnas lEC tahun 2020-2024 sebagai berikut.

(20)

- 15

-TABEL RENCANA KERJA KOMITE NASIONAL INDONESIA TAHUN 2020-2024

No Sasaran Strategis Kegiatan

Tujuan 1: Memperkuat Peran Komnas lEC

Teriaksananya penataan organlsasi

dan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi khususnya National Mirror Cominittee (NMC) secara efektif Tercapainya penguatan SOM di bidang elektroteknika Terv/ujudnya partisipasi para pemangku kepentingan; Business. 1.1.1 Perumusan Pedoman Penanganan NMC lEG 1.1.2 Pengualan penanganan dokumen lEC berbasis IT 1.2.1 Capacity Building (pendidikan dan pelatihan SDM) 1.3.1 Komunikasi terkalt

lEC dengan para pemangku

Target Capaian Penanggung Jawab 2020 2021 2022 2023 2024 Kegiatan Sekretariat Komnas lEC Indikator Output Outcome Sekretariat terkait Komnas lEC Sekretan'at terkait Pedoman Penanganan NMC lEC Terpeliharanya seluruh dokumen

lEC secara efektif berbasis IT SDM yang menglkuti Capacity Building Presentase jumiat^ peserta yang berpartisipasi

1 set Pedoman Pelaksanaan Penanganan NMCIEC 1 setjaringan database dokumen lEC berbasis IT Peserta (100 orang) Peserta yang berpartisipasi daiam NMC lEC untuk Indonesia semakin efektif dan efisien

(21)

No Sasaran Strategis Academia, Government and Society terhadap

kegiatan Komnas lEC,

Target Capaian Penanggung Indikator

Kegiatan Jawab Output Outcome

2020 2021 2022 2023 2024 Kegiatan

kepentingan

(workshop, seminar)

Tujuan 2: Meningkatkan Partisipasi Aktif Indonesia Dalam Forum lEC

daiam pertemuan nasional khusus lEC (100%) pertemuan nasional khususlEC

Terwujudnya peran aktif

Indonesia dalam

perumusan standar lEC

minimal di forum TC/SC/SMB/CAB Penguatan dan perluasan National Mirror Committee (NMC) KK PPSdan SP. KK PPK - Meningkatnya jumlah dan anggota NMC + ekspertdibidang conformity assesment Persentase jumlah dan anggota NMC serta ekspert dibidang conformity assesment Peningkatan partisipasi Indonesia dalam forum lEC (Regional dan Internasionai)

Terwujudnya peran aktif 2.2.1 Peningkatan

Indonesia dalam

pemenuhan skema

penilaian kesesuaian

dalam forum lEC dan

optimalisasi manfaat skema PK lEC di tingkat

nasional partisipasi Indonesia di CAB KK PPK Meningkatnya peran dan partisipasi aktif Indonesia dalam

forum lEC terkait

penilaian kesesuaian Persentase kehadtran di forum lEC Penilaian Kesesuaian

(22)

No Sasaran Strategis Tersusunnya Indonesia penyusunan I EC. posisi daiam standar Kegiatan PeningkaJan partisipasi dalam pembahasan draft

standar lEC meialui NMC

Target Capaian Penanggung

Jawab 2020 2021 2022 2023 2024 KegiaUn KK PPS dan SP Indikator Meningkatnya jumlah pembahasan draft

standar lEC oleh NMC Output Presentase jumlah draft standar] EC yang dibahas oleh NMC Outcome Peningkatan pembahasan draft standar lEC oleh NMC

Tujuan 3: Meningkatkan Pemanfaatan Standar lEC Untuk IWemperkuat Standardisasi, Regulasi Teknis dan Penilaian Kesesuaian

Nasional di bidang Efektroteknika

Tersedianya SNI, Harmonisasi SNI dengan

regulasi teknis. dan mempertimbangkan

pedoman di bidang National Differences elektroteknika yang

berbasis standar lEC

KK PPS &SP Meningkatnya

prosentase SNI

hasil adopsi

standar lEC dan

penguatan SNI. Pelaksanaanya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Sistem pengembangan SNI yang seiaras dengan peraturan BSN

3.2 Tersedianya sistem 3.1.1 Bedah SNI

penilaian kesesuaian terhadap lEC.

yang harmonis dengan

sistem internasional KK PPS&SP dan KKPPK Presentase SNI yang mengadopsi Standar! EC (Identik/modifikasi) Rekomendasi hasil tinjauan SNI 5 tahun atau iebih untuk tetap, revisi. atau

(23)

No Sasaran Strategis Kegiatan Target Capaian 2020 2021 2022 2023 2024 Penanggung Jawab. Kegiatan Indikator Tercapainya penguatan Infrastuktur penilaian kesesuaian. 3.1.2 Mereview tercapainya harmonisasi Standar terkait ASEAN Electrical and Electronic Equipment Regulatory Regime (AHEEERR) 3.2.1 Penguatan Infrastruktur LPK (termasuk perluasan ruang llngkup) KK PPS&SP dan KKPPK KK PPK Output Tercapainya jumlah SNI adopsi standar

lEC yang harmonis

dengan phoritas JSCEEE termasuk skema PK. Meningkatnya jumlati LPK yang terakreditasi sesual kebutuhan. Outcome abolisl. SNI yang harmonis dengan prioritas JSCEEE Rekomendasi jumlah LPK yang terakreditasi sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Tujuan 4: Memperkuat posisi Indonesia dalam forum negosiasi perdagangan Internaslonal dalam llngkup harmonisasi standar dan

akses pasar produk elektroteknika

4.1 Terwujudnya partisipasi 4.1.1 Menghadlri sidang

aktif Indonesia di forum teknis vanq relevan

Komnas lEC Presentasi Jumlah forum meningkatnya sidang teknis

(24)

No SaEaran Strategis Kegiatan

Target Capaian Penanggung

Jawab

202D 2021 2022 2023 2024 , Kegiatan

regional dan dengan

Internasional dl bidang pengembangan

elektroteknika dalam standar lEC dan

rangka harmonlsasl SNI

memperjuangkan terhadap lEC kepentingan naslonal

(ASEAN. APEC, lEC APRC, TBTWrO. FTAs)

Tercapainya 4.2.1 Harmonlsasl V

harmonlsasl Standar, STRACAP berbasis

penlialan kesesualan harmonlsasl standar

dan regulasi teknis lEC terus dilakukan di

dalam forum kerjasama forum kerjasama

regional dan regional dan

internasional internasional Komnas lEC fndikator pariisipasi aktif Indonesia di forum regional dan internasional sector elektroteknika Output yang relevan dihadlri Outcome Presentase Meningkatnya jumlah harmonlsasi STRACAP di forum kerjasama regional dan Internasional 100% harmonis

(25)

BADAN

STANDARDISASI NASIONAL

-20- LAMPiRAN

STRUKTUR KOMITE NASIONAL INDONESIA

UNTUK INTERNATIONAL ELECTROTECHNICAL COMMISSION

Komils Nasional : Kelua; BSN

WakH l^lua, Sekreiaris dan Ar)9gola:

K/l sesliai SK yang berlaku

Sekretariat

Kelompok Ke^a: Ketua; BSN

Wakil Ketua. Sekreiaris dan Anggola:

ICL sesuai SK yang berlaku

UD ivomite PPK (PusatSistam Penerapan Slandar. BSN oiTute PPS & SP (Pusat Perumusan Standar. BSN) Panltia Tekni SNI NMC lEC TC ISC

KEP. ANDARDISASI NASIONAL,

Gambar

TABEL  RENCANA  KERJA  KOMITE  NASIONAL  INDONESIA  TAHUN  2020-2024

Referensi

Dokumen terkait

Pada prinsipnya biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya yang mempunyai hubungan langsung dan tidak langsung dengan usaha atau kegiatan untuk

Dalam hal sumberdaya kewenangan, tampak mengemuka tentang kewenangan besar Kepala Desa yang mendominasi arah pelaksanaan kebijakan, sehingga tenaga Pendamping Desa

Tujuan peneliti menganalisis dan menggali informasi mengenai kaitan intensitas menonton media elektronik (tv) terhadap minat membaca masyarakat untuk membuktikan kegelisahan

Dalam keadaan normal mukosa berwarna merah muda dan selalu basah karena diliputi oleh palut lendir (mucous blanket) pada permukaannya. Palut lendir ini

Selanjutnya dari legenda tersebut menginspirasi serta merangsang hasrat penyaji untuk dijadikan sebagai ide dalam bentuk komposisi musik yakni kisah kasih antara sangkuriang

Dengan mengucap puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta sholawat selalu tercurahkan

Jadi, produk hijau juga harus tampil kompetitif tidak hanya sesuai dengan aspek lingkungan, tetapi juga didasarkan pada karakteristik produk yang penting lainnya,

Dari tabel 3 terlihat bahwa kemampuan melek statistis (statistical literacy) guru untuk materi statistika deskriptif (penyajian data, ukuran letak, ukuran