BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian dan Pengembangan
Penelitian ini adalah jenis Penelitian dan Pengembangan atau biasa disebut Research and Development (R&D). Sukmadinata (2012: 164) menjelaskan bahwa Penelitian dan Pengembangan adalah suatu proses untuk mengembangkan suatu produk baru maupun meyempurnakan produk yang telah ada sebelumnya. Siklus yang ada dalam Penelitian dan Pengembangan menggambarkan suatu kebutuhan pemecahan suatu masalah dengan menggunakan suatu produk tertentu. Penelitian dan pengembangan ini disesuaikan kemampuan peneliti dan disesuaikan dengan program S1 yang memiliki keterbatasan dalam beberapa aspek. Tahapan pengembangan yang dilakukan juga terbatas sampai pada tahapan tertentu.
Pengembangan ini memiliki tujuan utama untuk menghasilkan sebuah bahan ajar web yang diharapkan dapat meningkatkan literasi sains siswa. Standar literasi sains yang digunakan yaitu standar yang telah ditetapkan oleh PISA (Program for International Student Assessment). Bahan ajar yang dikembangkan memiliki karakteristik tertentu dengan harapan dapat meningkatkan literasi sains siswa.
Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan yang telah dikembangkan oleh Sukmadinata dan kawan-kawan (2012: 183-189). Model penelitian dan pengembangan yang dikembangkannya merupakan hasil modifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan yang dikembangkan Borg dan Gall. Langkah penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Sukmadinata dan kawan-kawan terdiri atas tiga tahap, yaitu: 1) studi pendahuluan, 2) uji coba terbatas, dan 3) uji produk dan sosialisasi produk. Penelitian ini mengikuti langkah-langkah tersebut yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peneliti yaitu hanya dilakukan sampai tahapan uji coba terbatas draf bahan ajar. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, waktu dan biaya pelaksanaan penelitian. Draf bahan ajar yang berhasil 35
disusun telah diuji coba tingkat efektifitasnya terhadap peningkatan level literasi sains siswa kelompok eksperimen.
Rangkaian tahapan pengembangan melalui tahapan untuk menguji coba efektifitas rancangan bahan ajar. Draf bahan ajar yang telah disempurnakan perlu diuji coba dalam sebuah penelitian eksperimental untuk mengetahui implementasi maupun hasil yang diharapankan. Dalam penelitian ini digunakan dua pendekatan desain penelitian yaitu sebagai berikut.
1. One GroupPretest-Postest Design
Desain penelitian ini digunakan pada saat uji coba rancangan produk. Berikut disajikan desain penelitian dengan menggunaan satu kelompok eksperimen.
Keterangan :
E = Kelas eksperimen menggunakan bahan ajar web X = Perlakuan menggunakan bahan ajar web
01 = Tes awal atau prates
02 = Tes akhir atau pascates
(Sukmadinata, 2012: 208) 2. Pretest-Postest Control Goup Design
Desain penelitian ini digunakan pada saat uji coba draf produk. Berikut disajikan desain penelitian dengan menggunakan kelas kontrol.
Keterangan :
E1 = Kelas eksperimen menggunakan bahan ajar web
E2 = Kelas kontrol menggunakan bahan ajar konvensional
X1 = Perlakuan menggunakan bahan ajar web
X2 = Perlakuan menggunakan bahan ajar konvensional
01 = Tes awal atau prates
02 = Tes akhir atau pascates
(Sukmadinata, 2012: 209) E1 01 X1 02
E2 01 X2 02
B. Tempat dan Waktu Penelitian dan Pengembangan
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Sumedang yang berlokasi di Kabupaten Sumedang. Dasar pemilihan sekolah tersebut didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang memungkinkan untuk diterapkannya bahan ajar berbasis web dalam pembelajaran. Salah satu alasan utama dipilihnya sekolah tersebut yaitu sebagian besar siswa memiliki perangkat notebook serta perangkat smartphone sehingga memungkinkan pengembangan bahan ajar berbasis web di sekolah tersebut. Pihak sekolah juga menyediakan jaringan wifi yang dapat digunakan oleh siswa dengan mudah.
Rangkaian penelitian dan pengembangan berlangsung di SMAN 3 Sumedang dalam rentang waktu 01 April sampai dengan 06 Juni 2015. Sekolah tersebut berlokasi di pusat Kota Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merupakan salah satu sekolah favorit. Selain itu, akses ke sekolah tersebut juga cukup terjangkau dengan menggunakan berbagai macam kendaraan umum maupun pribadi.
Penelitian ini melibatkan kelas sepuluh SMA Negeri 3 Sumedang. Dengan pertimbangan bahwa materi ajar mengenai ekologi dalam kurikulum 2013 SMAN 3 Sumedang untuk mata pelajaran biologi terpusat di kelas sepuluh semester II. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran biologi di sekolah tersebut juga mendukung diterapkannya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.
C. Subyek Penelitian
Penelitian ini melibatkan populasi dan sampel sebagai subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MIA SMA Negeri 3 Sumedang yang berjumlah 6 kelas. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA3, kelas X MIA5 dan kelas X MIA6. Dasar pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu atas dasar rekomendasi guru mata pelajaran di sekolah tersebut. Masing-masing kelas memiliki peranan yang berbeda yaitu: kelas X MIA3 berperan dalam uji coba rancangan website, kelas X MIA
5 berperan sebagai kelas eksperimen dalam uji coba draf bahan ajar, kelas X MIA6 berperan sebagai kelas kontrol dalam uji coba draf bahan ajar.
Penentuan kelas diperoleh dari masukan guru mata pengajar Biologi sekolah yang bersangkutan berdasarkan karakteristik umum siswanya. Kelas yang dijadikan sebagai subjek penelitian dinilai cukup berbakat dalam hal kognitif dan keterampilan menggunakan komputer dan juga sebagian besar siswa memiliki perangkat komputer maupun smartphone. Namun, siswa tersebut masih dianggap belum berhasil memaksimalkan fungsi perangkat komputer serta diduga belum berhasil menerapkan pengetahuan sains dalam keseharian. Permasalahan tersebut sesuai dengan tujuan penelitian ini, yakni meningkatkan literasi sains siswa yang menitik beratkan pada aspek konten sains, proses sain dan konteks sains.
Selama penelitian, siswa kelas eksperimen mengikuti pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar yang dikembangkan dan siswa kelas kontrol mengikuti pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar konvensional. Peneliti berperan sebagai guru pengajar, dibantu oleh guru mata pelajaran biologi dan seorang observer sebagai perekam dokumentasi. Lembar observasi dan angket, turut melengkapi sumber data selain hasil tes literasi sains dengan menggunakan soal tes pilihan ganda.
D. Variabel Penelitian
Rangkaian prosedur penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan memiliki tujuan utama untuk menghasilkan bahan ajar dengan karakteriistik tertentu yang diharapkan dapat meningkatkan literasi sains siswa. Bahan ajar berbasis web yang dikembangkan mengalami proses modifikasi untuk mempengaruhi suatu hal. Produk hasil pengembangan harus diuji coba dalam suatu penelitian yang melibatkan variabel-variabel penelitian. Dalam hal ini, produk yang dimaksud adalah bahan ajar berbasis web yang memuat materi ekologi serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran dengan harapan dapat meningkatkan literasi sains siswa.
Sampai pada tahapan uji coba draf produk pada uji coba putaran II yaitu dengan cara menggunakan bahan ajar yang dikembangkan dapat dipahami
bahwa variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat sebagai berikut:
1. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu bahan ajar berbasis web yang memuat materi ekologi.
2. Variabel terikatnya berupa level literasi lingkungan siswa pada konsep ekologi.
E. Instrumen Penelitian
Setiap tahapan pengembangan membutuhkan dokumen-dokumen yang digunakan untuk membantu peneliti mengembangkan bahan ajar berbasis website. Selain itu, dalam tahapan penelitian juga membutuhkan instrumen yang dirancang untuk membantu proses pengumpulan data.
Instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengukur tingkat literasi sains siswa mengacu pada kriteria soal tes yang dikembangkan oleh PISA. Penelitian ini menggunakan soal tes pilihan ganda yang dibuat oleh peneliti. Selain tes pilihan ganda sebagai instrumen penelitian utama, dilengkapi pula dengan seperangkat perekam data lainnya, yaitu angket dan lembar observasi. Instrumen yang digunakan tersebut dalam pelaksanannya didesain sebagaimana tampak pada Tabel berikut:
Tabel 3.1 Rancangan Instrumen
No Instrumen Bentuk Kegiatan Subyek
1
Soal Tes Pilihan Ganda Berbasis Literasi Sains
Validasi Soal Pilihan
Ganda Siswa Kelas XI
Prates (tes awal) Siswa Kelas X Pascates (tes akhir) Siswa Kelas X
2 Angket Validasi dan Respon
Validasi Materi Ekologi Dosen ahli materi Validasi Media Website Dosen ahli media Penilaian Guru Mata
Pelajaran biologi
Guru mata pelajaran biologi
Respon Siswa Siswa Kelas X Kelas Eksperimen
No Instrumen Bentuk Kegiatan Subyek
3 Lembar Observasi
Lembar observasi kelas kontrol (on task-off task)
Siswa Kelas X kelas kontrol
Lembar observasi aktifitas prosedural penggunaan bahan ajar berbasis web
Siswa Kelas X kelas eksperimen
1. Soal Tes Pilihan Ganda Berbasis Literasi Sains
Soal yang dibuat mengacu pada kriteria soal tes yang dikembangkan oleh PISA untuk mengukur tingkat literasi sains siswa. Soal pilihan ganda mencakup keseluruhan aspek literasi sains, yaitu; aspek konten sains, proses sains dan konteks sains terbatas pada konsep ekologi. Validasi soal dilakukan dengan cara menguji coba soal tersebut di kelas XI, didapatkan soal yang valid sebanyak 40 butir soal. Tiap-tiap aspek memiliki persentase sebagai berikut.
a. Aspek konten sains sebesar 35 % (14 butir soal) b. Aspek proses sains sebesar 43 % (17 butir soal) c. Aspek konteks sains sebesar 22 % (9 butir soal)
Soal yang disusun digunakan untuk mengukur peningkatan literasi sains siswa dengan cara memberikan tes sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar berbasis web yang dikembangkan dalam pembelajaran.
2. Lembar Observasi
Penelitian ini menggunakan dua macam lembar observasi yang berbeda. Hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengumpulan data yang diperlukan sesuai dengan tahapan pengembangan. Lembar observasi yang digunakan yaitu sebagai berikut.
a. Lembar observasi prosedural penggunaan bahan ajar berbasis web yang dikembangkan. Lembar observasi ini digunakan di kelas eksperimen. b. Lembar observasi terpusat sistem on task dan off task untuk
3. Angket Validasi dan Respon
Sugiyono (2012:142) menyatakan bahwa angket atau kuisioner merupakan salah satu instrument penelitian untuk mengumpulkan data melalui seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang perlu dijawab oleh responden. Penelitian ini menggunakan angket untuk mengumpulkan data respon maupun penilaian responden yang terdiri dari:
a. Angket penilaian ahli materi digunakan untuk memvalidasi materi yang disajikan dalam bahan ajar yang dikembangkan.
b. Angket penilaian ahli media digunakan untuk memvalidasi media website dan konten multimedia yang disajikan dalam bahan ajar yang dikembangkan.
c. Angket respon siswa digunakan untuk mengukur pendapat maupun persepsi siswa mengenai bahan ajar berbasis web yang sedang dikembangkan.
d. Angket guru mata pelajaran biologi untuk menilai media website, konten multimedia dan cakupan materi yang disajikan dalam bahan ajar yang dikembangkan.
Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model skala Lickert (Sukmadinata, 2012:226) yang mengharuskan responden untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan dengan skala 1 sampai 4 dengan rincian, skala 1 (sangat tidak setuju), skala 2 (tidak setuju), skala 3 (setuju) dan skala 4 (sangat setuju).
F. Prosedur Penelitian 1. Studi Pendahuluan
a. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan tahapan untuk mengkaji semua konsep-konsep atau teori-teori yang dibutuhkan untuk mengembangkan bahan ajar web dengan orientasi literasi sains dalam mata pelajaran biologi. Pada tahapan ini difokuskan mengkaji konsep dan teori-teori bahan ajar, bahan ajar berbasis web, teori literasi sains serta mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu yang berkenaan dengan
pengembangan bahan ajar berbasis web yang berorientasi literasi sains.
b. Survey Lapangan
Survai lapangan dilaksanakan untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan perencanaan dan penyusunan bahan ajar berbasis web untuk meningkatkan literasi sains siswa. Pengumpulan data dalam pengembangan ini dilakukan dengan beberapa metode, yaitu: observasi dan dokumentasi kondisi sekolah dan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas X MIA di sekolah bersangkutan.
c. Penyusunan Rancangan Bahan Ajar
Informasi yang didapatkan dari hasil survai lapangan dan mengacu pada kesimpulan dari studi kepustakaan mengenai teori-teori atau konsep yang berkenaan dengan produk, maka pengembang dapat memulai tahapan penyusunan draf produk bahan ajar berbasis web. Penyusunan draft produk awal melalui beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut:
1) Menganalisis kurikulum 2013 yang menjadi dasar pengembangan bahan ajar. Analisis kurikulum diperlukan untuk menelaah kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pembelajaran. 2) Hasil analisis kurikulum selanjutnya digunakan untuk menganalisis
kebutuhan media pembelajaran yang akan digunakan.
3) Menganalisis indikator literasi sains dari ketiga dimensi literasi sains, yaitu aspek proses, aspek konten dan aspek konteks.
4) Menganalisis tahapan-tahapan pembelajaran berbasis literasi sains yang dikembangkan oleh Ilka Parchmann dari universitas Oldenburg melalui proyek Chemie im Kontext yang didanai oleh German Federal Ministry of Education. Analisis pembelajaran ini berfungsi sebagai acuan penyusunan penyajian bahan ajar berbasis web.
5) Menyusun rancangan website dengan mengacu pada hasil observasi dan dokumentasi siswa sekolah yang menjadi subyek penelitian dengan menggunakan localhost (server offline) sebelum bahan ajar diunggah ke server online. Adapun tahapan penyusunan rancangan website yaitu sebagai berikut.
a) Menyusun outline bahan ajar sesuai dengan hasil analisis kurikulum.
b) Menginstall XAMPP di komputer, yaitu sebuah paket software server offline.
c) Menginstall CMS (Content Magement System) WordPress di localhost.
d) Menginstall template WordPress sesuai dengan rancangan. e) Mencari media pembelajaran interaktif sesuai dengan hasil
analisis kebutuhan media.
f) Membuat posting dalam WordPress kemudian ditautkan antara satu postingan dengan postingan lainnya.
6) Hasil rancangan website atau draft produk awal yang telah disusun selanjutnya direview oleh dosen pembimbing, ahli materi dan ahli media.
7) Rancangan website yang telah direview, selanjutnya diperbaiki sesuai dengan hasil analisis dan review tahapan-tahapan sebelumnya.
8) Penyusunan instrumen tes dan validasi instrumen tes tulis pilihan ganda berbasis literasi sains kepada kelas XI.
9) Merevisi tes tulis pilihan ganda yang telah diujicobakan untuk mengukur level literasi sains siswa.
10)Menyewa domain dan hosting online kemudian mengunggah rancangan website ke server online.
11)Rancangan website yang telah diunggah ke server online selanjutnya diujicoba secara terbatas. Uji coba ini dilakukan dalam pembelajaran di kelas dengan bantuan komputer maupun smartphone yang terhubung ke internet.
12)Sebelum proses pembelajaran, peneliti memberikan pre test. Selama proses pembelajaran dan penggunaan website obsever mencatat aktifitas siswa.
13)Setelah proses pembelajaran, peneliti memberikan post test dan mengumpulkan data respon siswa dengan menggunakan angket. 14)Hasil uji coba kemudian dianalisis untuk memperbaiki rancangan
website untuk menghasilkan draft produk.
2. Uji Coba Terbatas Draf Bahan Ajar
Setelah rancangan website selesai diperbaiki, langkah selanjutnya yaitu menguji draf bahan ajar yang telah diperbaiki berdasarkan hasil uji coba sebelumnya. Uji coba pada tahap ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bahan ajar, penggunaan bahan ajar dan respon siswa terhadap bahan ajar yang digunakan untuk menyempurnakan draf produk yang sedang dikembangkan. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Menguji coba draf produk dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan bantuan komputer maupun smartphone yang terhubung ke internet. Uji coba tahap ini menggunakan 2 kelas sebagai subyek penelitian yang terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Uji coba draf terdiri dari langkah-langkah berikut.
1) Mengukur level literasi sains awal siswa semua kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan pre test.
2) Implementasi atau menggunakan bahan ajar berbasis web di kelas eksperimen yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran dikelas. 3) Mencatat aktifitas siswa dalam pembelajaran di kelas kontrol dan
eksperimen dengan instrumen yang berbeda.
4) Mengukur level literasi sains siswa semua kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan post test.
b. Menganalisis data yang telah didapatkan untuk mengetahui efektifitas bahan ajar terhadap peningkatan literasi sains siswa, efektifitas bahan ajar dalam pembelajaran, dan respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan.
c. Menyempurnakan draf produk berdasarkan hasil analisis data hasil uji coba terbatas yang telah dilaksanakan.
d. Menarik kesimpulan mengenai efektifitas bahan ajar terhadap peningkatan literasi sains siswa, penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran dan respon siswa terhadap bahan ajar yang sedang dikembangkan.
e. Menyusun laporan penelitian yang merupakan hasil akhir penelitian. Penulisan laporan mengikuti aturan penulisan skripsi yang berlaku di almamater peneliti.
3. Uji Produk dan Penggunaan Bahan Ajar
Penelitian ini dihentikan sampai tahapan penyempurnaan draf produk akhir yang telah disempurnakan dan diuji efektifitasnya dalam sebuah penelitian. Penyesuaian ini dilakukan karena peneliti memiliki keterbatasan kemampuan, waktu dan biaya.
Secara garis besar prosedur penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar melalui tahapan-tahapan tertentu. Bahan ajar yang telah dikembangkan diuji coba dalam sebuah penelitian eksperimen melalui implementasi bahan ajar yang dikembangkan dalam proses pembelajaran di kelas. Hasil uji coba selanjutnya dianalisis untuk menyempurnakan bahan ajar. Proses penyempurnaan dilakukan terhadap beberapa komponen sebagai berikut:
a. Perbaikan tampilan dan desain tata letak website dari hasil validasi ahli media, penilaian guru biologi dan respon siswa.
b. Perbaikan penyajian multimedia pembelajaran dari hasil validasi ahli media, penilaian guru biologi dan respon siswa.
c. Perbaikan penyajian materi ekologi dari hasil validasi ahli materi, penilaian guru biologi, respon siswa dan hasil tes tertulis.
Adapun secara garis besar langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dapat digambarkan pada gambar prosedur penelitian sebagai berikut:
Gambar 3.1
Bagan Prosedur Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Web
Penyusunan Laporan Draf website yang
Telah Disempurnakan Analisis Data Hasil
Uji Coba
Pretest Kelas Eksperimen Uji Coba Draf
Produk Posttest Kelas Eksperimen Pengambilan data Respon Siswa Pretest Kelas Kontrol Pembelajaran Kelas Kontrol Posttest Kelas Kontrol
Draft Bahan Ajar Berbasis Web Perbaikan Rancangan
Bahan Ajar
Posttest
Pretest
Uji Coba Rancangan Website
Pembuatan Soal Tes Literasi Sains
Validasi Ahli Isi dan AhliMedia Penyusunan Rancangan Website
Analisis Pembelajaran Literasi Sains Analisis Indikator Literasi Sains Analisis Materi Ekologi Analisis Kurikulum Studi Pendahuluan
Validasi Soal Tes Literasi Sains
G. Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Teknik pengumpulan data utama dalam penelitian ini dilakukan melalui soal tes pilihan ganda, angket, serta lembar observasi. Data primer berupa tes tertulis pilihan ganda berbasis literasi sains yang menghasilkan data kuantitatif, dimana hasilnya menggambarkan secara menyeluruh perolehan siswa atas komponen-komponen literasi sains. Selain itu juga dapat menggambarkan peningkatan level literasi sains siswa sesudah menggunakan bahan ajar yang dikembangkan.
Data pendukung lainnya yaitu angket, bermanfaat merekam pertanyaan maupun pernyataan siswa yang mendeskripsikan penilaian responden terhadap bahan ajar yang dikembangkan dari berbagai sisi. Data kualitatif dari angket ini dapat membantu peneliti memperbaiki atau menyempurnakan bahan ajar yang dikembangkan. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktifitas siswa pada saat menggunakan bahan ajar yang dikembangkan. Setiap aktifitas yang dilakukan menggambarkan efektifitas penyajian bahan ajar maupun desain website. Secara keseluruhan teknik pengumpulan data dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2
Teknik Pengumpulan Data Sumber
Data Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data Keterangan Seorang Ahli Deskripsi kecukupan penyajian materi ekologi Angket penilaian Dilakukan sebelum rancangan produk diuji cobakan Deskripsi kecukupan
desain website dan penyajian multimedia pembelajaran Angket penilaian Dilakukan sebelum rancangan produk diuji cobakan
Guru Mata Pelajaran
Biologi
Deskripsi kecukupan penyajian materi dan multimedia pembelajaran Angket penilaian Dilakukan sesudah rancangan produk diuji cobakan Siwa Penguasaan konsep ekologi dan kemampuan literasi sains Tes Pilihan Ganda Dilakukan pada awal dan akhir pembelajaran Deskripsi penilaian
siswa terhadap bahan ajar
Angket penilaian
Dilakukan pada akhir
pembelajaran
Deskripsi kinerja siswa Lembar Observasi
Dilakukan selama proses
pembelajaran berlangsung
H. Teknik Analisis Data Penelitian
1. Analisis Soal Tes Pilihan Ganda Uji Coba Instrumen
Sebelum instrumen tes digunakan, terlebih dahulu diuji cobakan. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang terpenuhi atau tidaknya syarat-syarat instrument sebagai alat pengumpul data yang valid. Adapun kriteria yang harus diuji cobakan terhadap instrumen soal tes tertulis dalam penelitian adalah sebagai berikut :
a. Uji Validitas
Arikunto (2009 : 64) menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keadaan atau kesahihan suatu alat ukur. Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur berdasarkan asa ketepatan. Untuk menghitung validitas suatu butir soal digunakan dengan rumus korelasi Product Moment :
2 2
2
2
Y Y N X X N Y X XY N rxy (Sudijono, 2007: 206)rxy = angka indeks korelasi “r” Product Moment
N = jumlah subjek penelitian (Number of Cases) XY
= jumlah perkalian skor X dan skor Y X
= jumlah seluruh skor X Y
= jumlah seluruh skor Y
Setelah koefisien product moment (rxy) diketahui selanjutnya
harga ini diinterpretasikan dengan rtabelproduct moment dengan N=35
taraf signifikasi 0,05. Harga df yang didapat yaitu df=N-2, jadi r tabelnya 0,361, dengan ketentuan soal itu valid jika harga rxy>r tabel.
Selain menggunakan rumus diatas, validasi soal juga dapat dilakukan dengan metode otomatis dengan menggunakan program ANATES V.4 dengan cara memasukkan setiap data yang didapatkan kemudian pengolahan data mengikuti instruksi yang tersedia dalam program tersebut.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas suatu tes merupakan derajat ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Pengujian reliabilitas tes ditentukan dengan metode belah dua untuk mengetahui relibilitas seluruh tes harus menggunakan rumus Sperman-Brown sebagai berikut:
1/21/2
2 / 21 / 1 111
2
r
Xr
r
(Arikunto, 2009 : 93) r11 = reliabilitas instrumenr1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua
belahan instrument
Berdasarkan besarnya korelasi, validitas setiap soal dapat dikategorikan sebagai berikut :
0.21 – 0.40 = derajat reliabilitas rendah 0.41 – 0.60 = derajat reliabilitas sedang 0.60 – 0.80 = derajat reliabilitas tinggi
0.80 – 1.00 = derajat reliabilitas sangat tinggi (Subana et al, 2005 : 132) c. Analisis Butir Soal
1) Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran atau indeks kesukaran (difficulty index) adalah bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal (Arikunto, 2009: 207). Soal dikatakan memiliki indeks kesukaran baik jika soal tersebut tidak terlalu mudah atau terlalu sukar. Untuk mengetahui soal yang diujikan sukar atau mudah, perlu dilihat tingkat kesukarannya dengan rumus:
% 100 X NB NA BB BA TK
TK = Indeks tingkat kesukaran satu butir soal tertulis BA = Jumlah jawaban benar pada kelompok atas BB = Jumlah jawaban benar pada kelompok bawah NA = Jumlah siswa pada kelompok atas
NB = Jumlah siswa pada kelompok bawah
Makin besar TK, makin mudah butir soal tersebut, kriteria tingkat kesukaran sebagai berikut :
0%-15% = Sangat sukar 16%-30% = Sukar 31%-70% = Sedang 71%-85% = Mudah
86%-100% = Sangat mudah, sebaiknya dibuang.
(Karno To, 1996 : 11)
2) Daya Pembeda
Daya pembeda berfungsi untuk membedakan antara soal yang mempunyai kriteria baik, buruk dan sangat buruk. Dalam menghitung daya pembeda dapat digunakan rumus :
DP = BA – BB X 100% NA
DP = Indeks daya pembeda satu butir soal tertulis BA = Jumlah jawaban benar pada kelompok atas BB = Jumlah jawaban benar pada kelompok bawah NA = Jumlah siswa pada salah satu kelompok A atau B Dengan kriteria :
<0% = Sangat buruk, harus dibuang 10%-19% = Buruk, sebaiknya dibuang
20%-29% = Agak baik, kemungkinan perlu direvisi 30%-49% = Baik
>50% = Sangat baik
(Karno To, 1996 : 10)
Soal yang memenuhi kriteria baik berdasarkan hasil uji instrumen soal tes tertulis yang telah dilaksanakan, kemudian soal divalidasi oleh seorang ahli atau pembimbing maupun guru pamong biologi. Soal yang telah divalidasi selanjutnya dapat digunakan untuk mengukur tingkat literasi sains siswa melalui uji pre testdan post test.
2. Analisis Data Hasil Penelitian
Tahap ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil uji coba tes soal pilihan ganda, angket dan lembar observasi untuk mengetahui suatu temuan maupun kesimpulan. Tahap-tahap untuk menganalisis data suatu hasil uji coba yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Analisis Instrumen Kelayakan Bahan Ajar Berbasis Web
Validasi rancangan bahan ajar dinilai oleh ahli, guru dan pengguna. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa nilai persentase dari angket. sedangkan data kualitatif adalah tanggapan atau saran yang diberikan oleh validator atau pengguna terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Data penilaian yang
diperoleh melalui angket berupa skala Lickert skala 4. Tingkat kriteria validasi kelayakan yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini disajikan dalam Tabel di bawah ini.
Tabel 3.3
Kriteria Kelayakan Bahan Ajar Persentase (%) Kriteria Validasi
76 – 100 Layak, Tidak perlu revisi 56 – 75 Cukup layak, tidak perlu revisi 40 – 55 Kurang layak, perlu revisi
0 – 39 Tidak valid, revisi total b. Analisis Insrumen Tes Tertulis
1) Menentukan Skor Jawaban
Langkah pertama setelah uji coba soal yaitu menentukan skor dari hasil pretest dan postest kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Sebelum hasil tes dianalisis, skor jawaban siswa ditentukan terlebih dahulu dengan kriteria siswa yang menjawab benar diberi skor 1 dan siswa yang menjawab salah diberi skor 0. 2) Menghitung skor mentah
Skor mentah dari hasil tes baik pretest maupun posttest dihitung dengan cara tanpa hukuman yaitu apabila banyaknya angka dihitung dari banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban. Adapun rumusnya sebagai berikut :
Keterangan :
Sk = Skor yang diperoleh siswa B = Jumlah jawaban yang benar
(Arikunto : 227) 3) Menghitung N-gain
Análisis melalui pendekatan statistik dapat dilakukan setelah dilakukan perhitungan untuk menentukan N-gain yang nantinya nilai N-gain tersebut akan dipakai dalam melakukan análisis menggunakan
statistik. Adapun fungsi dari perhitungan N-gain adalah untuk melihat besarnya peningkatan hasil belajar siswa, peneliti menganalisis data hasil tes belajar siswa dengan rumus gain ternormalisasi yaitu membandingkan skor posttest dan skor pretest.
Uji gain dipergunakan untuk memperoleh nilai gain yang netral, hal ini untuk menghilangkan anggapan bahwa nilai gain yang terbesar menunjukan peningkatan hasil belajar yang paling baik. Adapun rumus gain yang digunakan adalah sebagai berikut:
N pretest maksimum pretest posttest gain (Meltzer, 2008) Adapun kriteria nilai N-Gain adalah sebagai berikut :
>0,7 = Tinggi 0,3-0,7 = Sedang <0,3 = Rendah
(Hake,1999)
Nilai pretest dan posttest yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk menghitung N-gain, kemudian yaitu menganalisis data hasil uji coba melalui perhitungan statistik. Perhitungan statistik dapat menggunakan bantuan program komputer, adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut:
a) Uji Prasyarat Analisis (1) Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui normal tidaknya suatu distribusi data. Uji kenormalan dapat dilakukan dengan Kolmogrov Smirnov dan Shapiro-Wilk. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16 for Windows, dengan ketentuan :
Jika nilai Signifikansi/p-value/Sig.<0,05 artinya data tidak normal
Jika nilai Signifikansi/p-value/Sig.>0,05 artinya data normal (Aripin, 2008: 15)
(2) Uji Homogenitas
Pengujian Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah sampel dengan yang lainnya memiliki persamaan atau tidak. Pengujian homogenitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 16 for Windows, dengan ketentuan :
Jika nilai probabilitasnya atau Sig. < 0,05 data tidak homogen Jika nilai probabilitasnya atau Sig. > 0,05 data homogen (3) Uji Hipotesis
Uji hipotesis digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Jika data normal dan homogen maka dilakukan uji Independent Sample Test, dengan ketentuan :
Jika nilai sig p < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika nilai sig p > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
(Ghozali, 2006 : 58) c. Analisis Instrumen Lembar Observasi
Analisis terhadap lembar observasi terhadap aktifitas siswa dalam pembelajaran dihitung dengan menggunakan persentase. Setelah diperoleh persentase kegiatan setiap siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung, selanjutnya menghitung rata-rata persentase kegiatan di dalam kelas dengan cara menjumlahkan seluruh persentase masing-masing siswa kemudian membaginya dengan jumlah siswa.
Lembar observasi dapat dianalisis dengan menggunakan rumus : P = x100%
N F
Keterangan:
P : Persentasi untuk kemungkinan jawaban F : Frekuensi setiap kemungkinan jawaban N : Jumlah frekuensi waktu
100 % : Standar hitung (bilangan tetap)