LOGO
NAMA PERGURUAN TINGGI, FAKULTAS, PRODI
Kode
Dokumen
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Manajemen Region Wallaceae T=? P=? 1 5 Oktober 2018
OTORISASI Pengembang RPS Koordinator RMK Ketua PRODI
1. Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc.
2. Prof. Dr. Ir. Samuel Arung Paembonan, M.Sc.
3. Dr. Ir. Roland A. Barkey 4. Dr. Alif, S.Hut, M.Si.
Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc. Prof. Dr. Supratman, S.Hut., MP.
Capaian
Pembelajaran (CP)
1. CPL-PRODI yang dibebankan pada MK CPL3
CPL4
Menguasai filosofi keilmuan, mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni baru, kreatif, original dan teruji pada bidang tata kelola kehutanan.
Mampu mensisntesis pengetahuan di bidang kehutanan dan mewujudkannya dengan tindakan (co-production science) melalaui pendekatan inter, multi dantransdisipliner
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK 1. Mahasiswa mampu menilai bagaimana biogeologi Region Wallacea yang mencakup model geotektonik, area endemisme, unit biogeografi alam, keanakaragaman hayati, prinsip konservasi sumberdaya hayati, serta status konservasi habitat, species terancam dan isu-isu konservasi di region wallacea
2. Mahasiswa mampu mensintesis berbagai praktek manajemen daalam pemenfaatan berkelanjutan keanekeragaman hayati beserta ekosistemnya, sosial ekonomi dan kebijakan serta masyarakat sipil, resolusi konplik pada wilayah-wilayah hotspot keanekaragaman hayati, perubahan iklim dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati, penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk identifikasi perubahan lahan dan perencanaan pengelolaan keanekaragaman hayati, serta pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai ekosistem dalam region wallacea.
CPL Sub-CPMK
CPL-3 Sub-CPMK1. Mahasiswa mampu menjelaskan biogeologi Wallacea (CPMK1)
Sub-CPMK2. Mahasiswa mampu menjelaskan keanakaragaman hayati, biogegrafi dan prinsip konservasi sumberdaya hayati di region Wallacea (CPMK1)
Sub-CPMK3. Mahasiswa mampu menjelaskan status konservasi habitat dan species terancam serta isu-isu konservasi di region wallacea (CMPK1)
CPL-4 Sub-CPMK4. Mahasiswa mampu menjelaskan pemanfaatan berkelanjutan keanekeragaman hayati beserta ekosistemnya di region wallacea (CPMK2)
2
Sub-CPMK5. Mahasiswa mampu menjelaskan evaluasi pentignya pendekatan pengelolaan hutan secara khusus berdasarkan kekhasan ekologi dalam region wallacea (CPMK2)Sub-CPMK6. Mahasiswa mampu menjelaskan sosial ekonomi dan kebijakan serta masyarakat sipil; posisi ilmu dan penerapan aspeksosial politik dalam pengelolaan region wallacea (CPMK2)
Sub-CPMK7. Mahasiswa mampu menjelaskan resolusi konflik pada wilayah-wilayah hotspot di region wallacea (CPMK2)
Sub-CPMK8. Mahasiswa mampu menjelaskan perubahan iklim dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati pada region wallacea (CPMK2)
Sub-CPMK9. Mahasiswa mampu menjelaskan penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi untuk manajemen region wallacea (CPMK2)
Sub-CPMK10. Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai ekosistem dalam region wallacea (CPMK2)
Sub-CPMK11. Mahasiswa mampu mengembangkan pendekatan inter, multi, atau transdisipliner dalam manajemen region wallacea (CPMK2)
Deskripsi Singkat MK
Mata kuliah ini membahas tentang pengantar Biogeologi Region Wallacea: model geotektonik, area endemisme, dan unit biogeografi alam; Keanakaragaman hayati, biogeografi dan prinsip konservasi sumberdaya hayati di region wallacea; Status konservasi habitat dan species terancam serta isu-isu konservasi di region wallacea; Pemenfaatan berkelanjutan keanekeragaman hayati beserta ekosistemnya di region wallacea; Sosial ekonomi dan kebijakan serta masyarakat sipil di region wallacea; Resolusi konplik pada wilayah-wilayah hotspot keanekaragaman hayati region wallcea; Perubahan iklim dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati pada region wallacea; Penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk identifikasi perubahan lahan dan perencanaan pengelolaan keanekaragaman hayati; Pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai ekosistem dalam region wallacea;
Bahan Kajian / Materi
Pembelajaran
1. Pengantar Biogeologi Regioan Wallacea
2.
Biogeografi dan konservasi sumberdaya hayati serta pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati di region wallacea
3.
Sosial ekonomi dan kebijakan serta masyarakat sipil di region wallacea
4.
Resolusi konplik pada wilayah-wilayah hotspot keanekaragaman hayati region wallcea
5.
Perubahan iklim dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati pada region wallacea
6.
Teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk perencanaan pengelolaan kehati region wallacea
7.
Pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai ekosistem dalam region wallacea
Pustaka Utama :
1. Burung Indonesia. 2014. Profil ekosistem wallacea. BirdLife International. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor, Samdhana Institute, Wildlife Conservation Society—Indonesia Program, Hametin Associates (Timor-Leste)
2. Hall, Robert. 2012. Sundaland and Wallacea: geology, plate tectonics and palaeogeography.Biotic Evolution and Environmental Change in Southeast Asia, eds D. J. Gower et al. Published by Cambridge University Press
3. Michaux, Bernard. 2010. Biogeology of Wallacea: geotectonic models, areas of endemism, and natural biogeographical units. The Linnean Society of London, Biological Journal of the Linnean Society, 2010, 101, 193–212.
3
Pendukung :1. Artikel yang terbit di Jurnal Ilmu Kehutanan Wallacea http://jurnal.balithutmakassar.org/index.php/wallacea 2. Artikel yang terbit di Land Use Policy https://www.journals.elsevier.com/land-use-policy
3. Artikel yang terbit di Forest Ecology and Managementhttps://www.journals.elsevier.com/forest-ecology-and-management/
Dosen Pengampu Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Samuel Arung Paembonan, M.Sc., Dr. Ir. Roland A. Barkey, Dr. Alif, S.Hut, M.Si. Matakuliah syarat Tidak ada
Mg Ke-
Sub-CPMK (Kemampuan akhir tiap
tahapan belajar) Penilaian Bantuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa, [ Estimasi Waktu] Materi Pembelajaran [ Pustaka ] Bobot Penilaian (%) Indikator Kriteria & Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Mahasiswa mampu menjelaskan biogeologi Wallacea: Kejelasan dalam mendeskripsikan biogeologi wallacea, Penjelasan atas deskripsi biogeologi wallacea berdasarkan studi kasus tinjauan pustaka dan
hubungannya konservasi sumberdaya alam Non tes dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1
- Ruang lingkup perkuliahan
- Model geotektonik di wilayah wallacea. - Area endemisme dan
unit biogeografi alam (Rubrik-1)
5
2 Mahasiswa mampu menjelaskan
keanakaragaman hayati, biogegrafi dan prinsip konservasi sumberdaya hayati di region wallacea Kejelasan dalam mendeskripsikan keanakaragaman hayati, biogegrafi dan konservasi sumberdaya alam di region wallacea Kejelasan deskripsi keanakaragaman hayati, biogegrafi dan konservasi sumberdaya alam di region wallacea
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1 - Hubungan sejarah geologi dan keanekaragaman hayati wallacea - Prinsip konservasi sumberdaya hayati di region wallacea (Rubrik-2) 10
4
3 Mahasiswa mampumenjelaskan status konservasi habitat dan species terancam serta isu-isu konservasi di region wallacea
Kejelasan dalam mendeskripsikan
status habitat dan species terancam serta isu konservasi di region wallacea
Kejelasan deskripsi
status habitat dan species terancam serta isu konservasi di region wallacea
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1
- Status konservasi habitat penting di wilayah Wallacea - Species endemic dan
species yang terancam di region wallacea - Isu-isu konservasi di region wallacea (Rubrik-3) 5 4 Mahasiswa mampu menjelaskan pemanfaatan berkelanjutan keanekeragaman hayati beserta ekosistemnya di region wallacea Kejelasan dalam mendeskripsikan pemanfaatan berkelanjutan keanekeragaman hayati beserta ekosistemnya di region wallacea Kejelasan deskripsi pemanfaatan berkelanjutan keanekeragaman hayati beserta ekosistemnya di region wallacea
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1 - Strategi pemaanfaatan kehati berkelanjutan - Pelibatan masyarakat lokal dalam pemanfaatan kehati berkelanjutan (Rubrik-4) 10 5 Mahasiswa mampu menjelaskan evaluasi pentignya pendekatan pengelolaan hutan secara khusus berdasarkan kekhasan ekologi dalam region wallacea Kejelasan dalam mendeskripsikan evaluasi pentignya pendekatan pengelolaan hutan secara khusus berdasarkan kekhasan ekologi dalam region wallacea Kejelasan deskripsi evaluasi pentignya pendekatan pengelolaan hutan secara khusus berdasarkan kekhasan ekologi dalam region wallacea Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1 - Prinsif pengelolaan hutan berbasis ekosistem - Pendekatan pengelolaan hutan berbasis kekhasan ekologi di region waallacea (Rubrik-5) 10
5
6 Mahasiswa mampumenjelaskan
sosial ekonomi dan kebijakan serta
masyarakat sipil; posisi ilmu dan penerapan aspeksosial politik dalam pengelolaan region wallacea
Kejelasan dalam mendeskripsikan
sosial ekonomi dan kebijakan serta masyarakat sipil;
posisi ilmu dan penerapan
aspeksosial politik dalam pengelolaan region wallacea
Kejelasan deskripsi
sosial ekonomi dan kebijakan serta masyarakat sipil;
posisi ilmu dan penerapan
aspeksosial politik dalam pengelolaan region wallacea Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1 - Gambaran social ekonomi masyarakat di region wallacea - Kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan masyarakat di region wallacea
- Aspek sosial politik dalam pengelolaan region wallacea (Rubrik-6) 5 7 Mahasiswa mampu menjelaskan resolusi konflik pada wilayah-wilayah hotspot di region wallacea. Kejelasan dalam mendeskripsikan resolusi komplik pada wilayah-wilayah hotspot di region wallacea. Kejelasan deskripsi resolusi komplik pada wilayah-wilayah hotspot di region wallacea.
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1
- Teori konflik - Aktor, kepentingan
dan relasi kuasa dalam membedah konflik yang laten dan manifest - Rresolusi komplik pada wilayah-wilayah hotspot kehati wallcea; (Rubrik-7) 10 8 Mahasiswa mampu menjelaskan perubahan iklim dan dampaknya terhadap
keanekaragaman hayati pada region wallacea
Kejelasan dalam mendeskripsikan
perubahan iklim dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati pada region wallacea
Kejelasan deskripsi
perubahan iklim dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati pada region wallacea
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1
- Perubahan iklim yang terjadi di region wallacea
- Dampak perubahan iklim pada kehati wallaceae
(Rubrik-8)
6
9 Mahasiswa mampumenjelaskan
penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi untuk manajemen region wallacea Kejelasan dalam mendeskripsikan penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk menajemen wislayah wallacea Kejelasan deskripsi penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk menajemen wislayah wallacea
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (1x3x50’). BM (1x3x60’) PT (1x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1
- Prinsif penggunaan remote sensing dan GIS
- Remote sensing dan GIS untuk identifikasi perubahan lahan - Perencanaan pengelolaan kehari wallacea berbasis remote sensing dan GIS
(Rubrik-9)
5
10-12 Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai
ekosistem dalam region wallacea. Kejelasan dalam mendeskripsikan pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai ekosistem dalam region wallacea Kejelasan deskripsi pendekatan dan model rehabilitasi habitat terdegradasi pada berbagai ekosistem dalam region wallacea
Non test dan Tes lisan
Kuliah TM (2x3x50’). BM (2x3x60’) PT (2x3x60’). Acuan tugas pada Rencana Tugas 1 - Prinsi] dan teknik/model rehabiliasi lahan - Rehabilitasi berbagai ekosistem terdegradasi di regiona wallacea (Rubrik-10) 10 13-16 Mahasiswa mampu mengembangkan pendekatan inter, multi, atau transdisipliner dalam manajemen region wallacea Kejelasan dan ketepatan melakukan pendekatan inter, multi, atau transdisipliner dalam manajemen wallacea berdasarkan prinsip dan kriteria pengelolaan sumberdaya hayati Kejelasan hubungan keterlibatan multi atau transdisipliner dalam manajemen wialayah wallacea Non tes dan tes
Bentuk Pembelajaran: Seminar Seminar (4x3x100’) Metode Pembelajaran: Seminar BM (4x3x70’)
Acuan tugas pada Rencana Tugas 13 – 15 - Pendekatan-pendekatan dalam membangun ekowisata (Rubrik-11) 25
7
dan sosial ekonomiserta budaya
masyarakat setempat
Catatan :
1. Capaian Pembelajaran Lulusan PRODI (CPL-PRODI) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan PRODI yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
2. CPL yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-PRODI) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
3. CP Mata kuliah (CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
4. Sub-CP Mata kuliah (Sub-CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian CPMK yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-CPMK tsb., dan totalnya 100%.