• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Analisis Pertumbuhan; Kelulushidupan dan Produksi Biomass Larva Udang Vannamei dengan Pemberian Pakan Artemia sp. Produk Lokal yang Diperkaya Chaetoceros calcitrans dan Skeletonema coctatum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. Analisis Pertumbuhan; Kelulushidupan dan Produksi Biomass Larva Udang Vannamei dengan Pemberian Pakan Artemia sp. Produk Lokal yang Diperkaya Chaetoceros calcitrans dan Skeletonema coctatum"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel   1.   Analisa  proksimat  Artemia  sp.  produk  lokal  setelah  diberi  pakan  C.calcitrans dan S.costatum
Grafik 1.   Pertumbuhan  larva  udang  vannamei  dengan  pemberian  pakan  Artemia  sp
Grafik  2.  Biomass  larva  udang  vannamei  dengan  pemberian  pakan  Artemia  sp.  produk lokal  dengan  pengkaya  C

Referensi

Dokumen terkait

lokal perlu diteliti disertai dengan data analisa kandungan nutrisi dari diatome yang akan diberikan sebagai pakan Artemia sp..

Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang vaname adalah menerapkan manajemen pemberian pakan

Ringkasan Nutrisi dalam pakan merupak- an faktor utama yang diperlukan dalam per- tumbuhan dan meningkatkan tingkat kelu- lushidupan. Transfer nutrisi diperlukan un- tuk

Penelitian bertujuan untuk membandingkan tingkat sintasan, laju pertumbuhan panjang dan bobot larva ikan gabus (Channa striata) setelah diberi pakan Artemia yang

Sasaran utama untuk memenuhi tersedianya pakan alami adalah dengan memproduksinya, sehingga dapat menunjang kelangsungan hidup larva selama budidaya, mempunyai nilai

Faktor yang mempengaruhi feeding regime antara lain strategi pemberian pakan terhadap larva udang windu, dimana dilihat dari syarat pakan sebagai makanan dan

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek pemanfaatan cacing lur (Nereis sp.) dalam pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelulusan hidup post larva udang windu

Porsi populasi pakan alami terhadap kebutuhan harian larva udang windu fase zoea (Tabel 1) pada perlakuan A yakni 1.500 sel/ekor larva dan B yakni 2.500 sel/ekor