• Tidak ada hasil yang ditemukan

Askep ICU Dgn AMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Askep ICU Dgn AMI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN

DENGAN

ACUT MIOCARD INFARK ( AMI )

ACUT MIOCARD INFARK ( AMI )

DI RUANG ICU RSDK SEMARANG

DI RUANG ICU RSDK SEMARANG

II.. PPEENNGGKKAAJJIIAANN

Pengkajian dilakukan hari kamis, tanggal 7 Juli 2005 jam 8.00 WIB Pengkajian dilakukan hari kamis, tanggal 7 Juli 2005 jam 8.00 WIB

A.

A. IDIDENENTITITATAS PASS PASIEIENN  Nama

 Nama : : Tn. STn. S U

Ummuurr : : 550 0 ttaahhuunn P

Peekkeerrjjaaaann : K: Kaabbaag g PPeerruussddaa S

Sttaattuuss : : KKaawwiinn A

Allaammaatt : : PPuussppoowwaarrnno o TTeennggaah h VVIIIII I / / 66, , SSaallaammaann,, Semarang

Semarang  No Re

 No Registergister : : 51151154275427 Dia

Diagnognosa sa MeMedisdis : : AMAMII Tanggal

Tanggal masuk masuk : : 5 5 Juli Juli 20052005

B.

B. RIRIWAWAYAYAT KEST KESEHEHATATANAN 1

1.. KKeelluuhhaan n UUttaammaa  Nyeri d

 Nyeri dada kiriada kiri 2.

2. RiRiwwayayat Pat Peenynyakakit Sit Sekekararanangg ±

± 3 jam sebelum masuk RS, klien tiba – 3 jam sebelum masuk RS, klien tiba – tiba merasakatiba merasakan nyeri dadan nyeri dada kiri dan ny

kiri dan nyeri ulu hateri ulu hati, muali, mual, munta, muntah cair 2x h cair 2x @ 100 ml@ 100 ml, warna, warna  putih, keringat dingin, lalu

 putih, keringat dingin, lalu oleh keluarganyoleh keluarganya a klien dibawa ke klien dibawa ke UGDUGD RSDK.

RSDK. 3.

3. RiRiwwayayat at PePenynyakakit it DDahahululuu

Riwayat hipertensi sejak tahun 2003, rajin kontrol sebulan sekali ke Riwayat hipertensi sejak tahun 2003, rajin kontrol sebulan sekali ke dokter.

dokter.

Pernah opname di ruang B1 syaraf RSDK selama 15 hari dengan Pernah opname di ruang B1 syaraf RSDK selama 15 hari dengan stroke

stroke

Riwayat penyakit jantung, DM, TBC tidak ada. Riwayat penyakit jantung, DM, TBC tidak ada. 4.

4. RiRiwawayayat t PePenynyakakit it KeKeluluarargaga

Ayah klien menderita penyakit hipertensi, namun sudah meninggal. Ayah klien menderita penyakit hipertensi, namun sudah meninggal.

(2)

Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit DM, TBC,  jantung

C. PENGKAJIAN PRIMER  1. Airway

Jalan nafas bersih, tidak ada sumbatan jalan nafas, tidak ada sekret 2. Breathing

RR 24 x/menit, irama teratur, dalaaam, suara nafas vesikuler, tidak  ada tarikan otot intercosta, tidak ada nafas cuping hidung, tidak ada wheezing maupun ronkhi, reflek batuk ada, terpasang O2 3 Liter / menit dengan nasal kanul.

3. Circulation

Tekanan darah 156/90 mmHg, nadi 96 x/menit, teratur, kuat, suhu 36,2 0 C, akral hangat, tidak gelisah, tidak ada sianosis, kulit tidak   pucat, capillary refill < 3 detik, terdapat nyeri dada kiri dan nyeri ulu

hati, nyeri menetap, seperti ditusuk-tusuk.

D. PENGKAJIAN SEKUNDER  1. Keadaan umum

Kien tampak lemah 2. Kesadaran

Kompos mentis, GCS 15 ( E4M6V5 ) 3. Tanda-tanda vital TD : 156 / 90 mmHg HR : 96 x / menit RR : 24 x / menit Suhu : 36,2oC SaO2 : 100% 4. BB : 55 kg ; TB : 165 cm 5. Kepala

Bentuk mesochepal, rambut hitam dan ada sedikit uban, lurus, tidak  mudah dicabut, kulit kepala bersih, tidak ada ketombe

(3)

6. Mata

Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, diameter  kurang lebih 3mm, reflek cahaya mata kanan dan kiri positif,  penglihatan baik 

7. Telinga

Simetris antara telinga kanan dan telinga kiri, tidak ada discharge, tidak ada serumen, pendengaran baik 

8. Hidung

Tidak terdapat secret, bersih, tidak hiperemis, tidak ada septum deviasi, terpasang O23 Liter / menit dengan nasal kanul.

9. Leher  

Tidak ada kaku kuduk, tidak ada pembesaran kelenjar limpha dan tiroid, tidak ada peningkatan JVP, JVP = R – 2 cmH2O

10. Dada

Paru - paru

I : Bentuk simetris, gerakan dada simetris, tidak ada tarikan otot intercosta

Pa : Stem fremitus kanan = kiri Pe : Sonor seluruh lapang paru

Au : Suara dasar vesikuler, tidak ada wheezing maupun ronkhi Jantung

I : Ictus cordis tidak tampak  

Pa : Ictus cordis teraba di SIC V± 2 LMCS

Pe : Pekak, konfigurasi jantung dalam batas normal

Au : Bj S1-S2 murni, tidak ada gallop, bising maupun murmur  Abdomen

I : Datar  

Au : Bising usus (+), 20 x/menit

Pa : tidak ada pembesaran hepar dan lien Pe : Timpani

(4)

Ekstremitas atas dan bawah tidak ada edema, tidak ada sianosis, akral hangat, tonus otot baik, nilai kekuatan otot 5, pergerakan terbatas, terpasang infus Asering 20 tetes / menit dan Heparin 1000 U / jam ( 2 ml / jam ) di tangan kiri.

12. Genitalia

Bersih, tidak ada hemoroid.

E. KEBUTUHAN SEHARI – HARI 1. Makanan dan cairan

Klien selama dirawat di ICU makan dengan diit cair 1700 kkal, selalu menghabikan 1 porsi makanan yang dihidangkan sesuai diitnya. Saat ini klien sudah tidak mual, tidak muntah, tidak ada anoreksia. Minum 3 –4 gelas / hari, @ 250 ml, terpasang infus Asering 20 tetes / menit dan Heparin 1000 U / jam ( 2 ml / jam ). 2. Eliminasi

Pola BAB di rumah maupun di ICU tidak ada perubahan, BAB setiap hari, konsistensi lembek.

Pola BAK di rumah maupun di ICU tidak ada perubahan, ± 4 – 5 kali / hari, @ 300 ml

3. Kenyamanan

Terdapat nyeri dada sebelah kiri dan nyeri ulu hati. Nyeri bertambah  berat bila melakukan aktifitas, skala nyeri 5

4. Oksigenasi

Tidak ada dispnea, wheezing maupun ronkhi, terpasang O23 L / m dengan nasal kanul.

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.EKGtanggal 7 Juli 2005

Hasil : ST elevasi dan Q patologis 2. Laboratorium darah

a. Tanggal 5 Juli 2005 jam 14.40 CKMB : 78 U / l ( normal : 0 – 10 )

(5)

Pemeriksaan Hasil Satuan Harga Normal Hb 12,10 gr% 12 – 15 Ht 36,7 % 40-54 Eritrosit 4,17 Juta/ mmk 4,5 – 6,5 MCH 29,6 Pg 27 – 32 MCV 88,9 Fl 76– 96 MCHC 33,1 g/dl 29 -36 Lekosit 14,1 Ribu / mmk 4 - 11 Trombosit 276 Ribu / mmk 150 – 400 Glukosa sewaktu 107 Mg / dl 80-110 Urea 29 Mg/ dl 15-39 Kreatinin 1,13 Mg / dl 0,6 – 1,3  Natrium 138 mmol / L 136 - 145 Kalium 4,2 mmol / L 3,5 – 5,1 Klorida 106 mmol / L 96 - 107

c. Tanggal 5 juli 2005 jam 19.37

Waktu tromboplastin : > 150 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 ) APPT kontrol : 15,6 dtk 

d. Tanggal 6 Juli 2005 jam 00.37

Waktu tromboplastin : 53 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 ) APPT kontrol : 31,3 dtk 

e. Tanggal 6 Juli 2005 jam 09.05

Pemeriksaan Hasil Satuan Harga Normal

Waktu tromboplastin 83,4 Dtk 23,4 – 36,8 APPT kontrol 36,4 Dtk   Glukosa sewaktu 111 Mg / dl 80 – 110 Urea 25 Mg /dl 15– 39 Creatinin 1,1 Mg / dl 0,6 – 1,3 Asam urat 4,2 Mg / dl 2,6 – 7,2 Kolestrol 202 Mg / dl 50 – 200 Trigliserid 118 Mg / dl 30 – 150 HDL 36 Mg/ dl 35 –60 LDL 114 Mg / dl 62 – 136 CKMB 79 U /l 0-10

f. Tanggal 6 Juli 2005 jam 19.23

Waktu tromboplastin : 32,8 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 ) APPT kontrol : 28,5 dtk 

(6)

g. Tanggal 7 Juli 2005 jam 07.09

Waktu tromboplastin : 52,8 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 ) APPT kontrol : 28,5 dtk 

G. TERAPI

- Diit cair 1700 kkal

- O2nasal kanul 3 Liter / menit - infus Asering 20 tetes/menit

- Heparin 1000 U / jam ( 2 ml / jam ) - ISDN 10 mg / 8 jam

Laxadin 3 x 1 sendok makan ( kalau perlu ) ASA 160 gr / 24 jam

Ticlopidin 250 mg / 24 jam Diazepam 5 mg / 24 jam Captopril 12,5 gram / 8 jam Plavix 1 x 1 tablet

ANALISA DATA

No Data Fokus Etiologi Masalah

1. Ds:

Klien mengeluh nyeri dada kiri seperti ditekan dan nyeri ulu hati dengan skala nyeri 5 (rentang 0–  10 )

Do:

- Ekspresi wajah tegang - Klien tampak meringis

(7)

kesakitan menahan sakit - TD : 156 / 90 mmHg - Nadi : 96 x/menit 2. Ds : Klien mengatakan  badannya terasa lemes

dan mudah capek  Do:

- EKG : ST elevasi dan Q patologis

- Klien tampak lemah - TD : 156 / 90 mmHg - Nadi : 96 x/menit Penurunan kontraktilitas miokard Resiko penurunan curah jantung 3. Ds:

Klien mengatakan dada kiri terasa sakit dan  badannya terasa lemah

Do:

- Klien tampak lemah - TD : 156 / 90 mmHg - Nadi : 96 x/menit - Klien bedrest

- ADL dibantu keluarga dan perawat

Ketidakseimbangan antara suplai oksigen miokard dan kebutuhan tubuh

Intoleransi aktifitas

4 Ds : -Do :

- Adanya pemberian obat anti koagulan ( ticlopidin 250 mg / 24 jam dan heparin 1000 U / jam )

- Adanya pemantauan nilai PTTK tiap jam 07.00 dan 19.00

Pemberian obat antikoagulan

(8)

- Lab tanggal 7 juli 2005 jam 07.09 :  Waktu tromboplastin : 52,8 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 )  APPT kontrol : 28,5 dtk  5 Ds :

Klien mengatakan takut mati

Do :

- klien tampak tegang - klien gelisah

- TD : 156 / 90 mmHg - Nadi : 96 x/menit

Adanya krisis situasi Cemas

Diagnosa keperawatan yang muncul;

1. Nyeri behubungan dengan iskemia otot jantung

2. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan kontraktilitas miokard

3. Resiko perdarahan berhubungan dengan pemberian obat anti koagulan

4. intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen miokard dengan kebutuhan tubuh

(9)

NURSING CARE PLAN NO DP TUJUAN –KRITERIA HASIL INTERVENSI 1. Nyeri hilang / berkurang

setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24  jam dengan kriteria hasil :

- Pasien mengatakan nyeri hilang / berkurang - Ekspresi wajah rilex - Skala nyeri 0-3

- TTV dalam batas normal :

 TD : 120/ 80 mmHg

  Nadi : 60 – 100 x/menit

- Pertahankan tirah baring dan posisi yang nyaman

- Kaji tingkat nyeri klien ( kwalitas, durasi, skala )

- Ajarkan tehnik relaksasi dengan tarik  nafas panjang dan mengeluarkannya  pelan-pelan melalui mulut

- Monitor TTV tiap jam

- Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman dengan membatasi pengunjung - Kolaborasi medis untuk pemberian

(10)

 RR : 16 – 24 x/menit

 Suhu : 36-37 oC

- Kolaborasi pemberian )ksigen

2. Tidak terjadi penurunan curah jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24  jam dengan kriteria hasil :

- EKG : NSR 

- TD : 120/ 80 mmHg - Nadi : 60 – 100 x/menit - RR : 16 – 24 x/menit - Urin : 0,5 – 1 cc/ jam - Tidak ada sianosis - Akral hangat

- Kaji ulang TTV tiap jam

- Kaji ulang adanya sianosis, akral dingin - Anjurkan klien untuk istirahat

- Batasi aktifitas klien

- Berikan makanan sesuai diitnya

- Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi - Kolaborasi pemberian oksigen

3. Tidak terjadi perdarahan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24  jam dengan kriteria hasil :

- Tidak ada tanda–tanda  perdarahan : hematemesis,

melena, dll

- Tanda – tanda vital dalam  batas normal  TD : 120/ 80 mmHg   Nadi : 60 – 100 x/menit  RR : 16 – 24 x/menit  Suhu : 36-37 oC - Hasil lab :PTTK, trombosit,Hb dalam batas normal

 PTTK : 23,4 – 36,8 dtk 

 Hb : 12 –15 gr%

 Trombosit : 150 – 400 ribu/mmk 

- Observasi tanda-tanda perdarahan - Monitor TTV tiap jam

- Observasi PTTK secara teratur sesuai  program

- Berikan anti perdarahan sesuai advis

(11)

mendemonstrasikan

 peningkatan toleransi aktifitas setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam dengan kriteria hasil :

-TTV dalam batas normal

 TD : 120/ 80 mmHg   Nadi : 60 – 100 x/menit  RR : 16 – 24 x/menit  Suhu : 36-37 oC - akral hangat - melaporkan tidak   adanya nyeri dada / nyeri dada terkontrol

tekanan darah, sebelum, selama dan sesudah aktifitas

- batasi aktifitas saat nyeri

- berikan aktifitas senggang yang tidak   berat

- anjurkan klien menghindari tekanan abdomen ( mengejan ) saat defekasi

- kaji ulang tanda/ gejala yang menunjukkan tidak toleransi terhadap aktifitas

- evaluasi EKG setiap hari

- kolaborasi : rujuk ke program rehabilitasi  jantung

5 Klien mengatajkan tidak   cemas lagi / cemas  berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam dengan kriteria hasil :

- klien mengatakan tidak  cemas lagi / cemas  berkurang

- koping klien efektif  TTV dalam batas normal

 TD : 120/ 80 mmHg

  Nadi : 60 – 100 x/menit

 RR : 16 – 24 x/menit

 Suhu : 36-37 oC

- Jelaskan tentang penyakitnya, penyebab,  prosedur pengobatan,dll

- Anjurkan pada klien untuk   mengekspresikan perasaan takutnya

- Dorong penggunaan koping mekanisme yang adaptif 

- Jelaskan pada keluarga untuk ikut memberikan support mental pada klien - Monitor TTV tiap jam

(12)

CATATAN KEPERAWATAN

NO DP

TGL/ JAM

IMPLEMENTASI - RESPON EVALUASI TT 1 7/7/5 8.00 8.05 8.10 - Memonitor TTV Respon : TD : 156/90 mmHg HR : 97 x/menit RR : 20 x/menit Suhu : 36,2 oC

- Mempertahankan tirah baring Respon : klien bedrest

- Mengajarkan tehnik relaksasi dengan tarik nafas panjang dan mengeluarkannya pelan- pelan melalui mulut

Respon : klien mampu melakukan tehnik relaksasai dengan benar  - Mempertahankan O2 nasal kanul 3 Liter/menit Jam 13.30 S : Klien mengatakan nyeri berkurang dengan skala nyeri 4 O : - Ekspresi wajah rileks - Klien tidak   merintih kesakitan - TD : 148/90 mmHg - N : 88 x/menit A: masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi - Observasi TTV tiap

(13)

8.15

8.20

8.25

10.00

Respon : Aliran oksigen lancar 

- Mengkaji adanya nyeri

Respon : Nyeri dada kiri dengan skala nyeri 5

- Memberikan ISDN 10 mg tablet

Respon : obat diminum klien setelah makan

- Menciptakan suasana tenang Respon : pengunjung

 bergantian dan tidak 

 berkunjung saat klien

istirahat / tidur 

 jam

- Ajarkan tehnik  

relaksasi

- Berikan obat sesuai indikasi 2 7/7/5 8.30 9.00 9.15 12.00 12.05

- Mengkaji adanya sianosis, akral dingin

Respon : tidak ada sianosis, akral hangat - Memonitor TTV Respon : TD : 156/124 mmHg HR : 97 x/menit RR : 18 x/menit Suhu : 36,3 oC

- Menganjurkan klien untuk   banyak istirahat

Respon : klien dapat

memahami saran dari

 perawat

-Memberikan klien makanan sesuai diitnya

Respon : klien makan 1 porsi makanan yang dihidangkan sesuai diitnya

-Memberikan obat ASA 160 gr, Diazepam 5 mg, Captopril Jam 13.30 S : klien mengatakan lemes badannya  berkurang O :

- Klien tampak lebih segar  - Klien bedrest - EKG : ST elevasi, Q  patologis - TD : 148/90 mmHg - N : 88 x/menit - Sesak nafas  berkurang - RR 24x/mnt

- Nafas cepat dan

dangkal, irama

teratur 

- TD 140 / 90 mmHg - Nadi 120x/menit

(14)

12,5 mg, Plavix 1 tablet

Respon : obat telah diminum klien A : masalah teratasi sebagian P : lanjutkan intervensi : observasi TTV tiap jam 3 7/7/5 8.00 8.35 8.40 8.45 10.00

- Mengambil darah untuk 

 pemeriksaan laboratorium PTTK 

Respon : sample darah telah diambil

- Mengobservasi tanda-tanda  perdarahan

Respon : tidak ada tanda-tanda perdarahan

- Memberikan obat

antikoagulan ( Ticlopidin 250 mg)

Respon : obat telah diminum klien

- Memberikan heparin 1000 U / jam

Respon : heparin telah diberikan melalui syringe  pump - memonitor TTV Respon : TD : 130/88 mmHg HR : 95 x/menit RR : 19 x/menit Suhu : 36 oC Jam 13.30 S : O : - tidak ada hematemesis, melena,epistaksis - Waktu tromboplastin : 52,8 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 ) - APPT kontrol : 28,5 dtk  - TD 148/90 mmHg - Nadi 88 x / menit RR : 19 x/menit - Suhu : 36oC A: Masalah teratasi sebagian Tidak terjadi  perdarahan P: Lanjutkan intervensi - Monitor adanya tanda-tanda  perdarhan - Observasi TTV tiap  jam 4 7/7/5 8.50

- Menganjurkan klien unutk  membatasi aktifitas dan melakukan aktifitas sesuai kemampuan

Respon : klien kooperatif dan

 jam 13.30 :

S : klien mengatakan

lemes badannya

 berkurang O :

(15)

8.55

9.00

9.05

9.10

12.00

 bersedia memenuhi anjuran  perawat

- Menciptakan suasana yang

tenag dengan membatasi

 pengunjung

Respon : keluarga dapat

memenuhi anjuran dari

 perawat

- Menganjurkan klien untuk  menghindari mengejan saat BAB

Respon : klien dapat

memahami saran dari

 perawat

- Memberikan laxadin 1 sendok teh

Respon : obat telah diminum klien

- Membantu klien BAK  

dengan urinal diatas tempat tidur 

Respon : klien BAK dengan urinal diatas tempat tidur, urin 100 cc, warna kuning transparan

- Membantu klien makan di

atas tempat tidur  

( menyuapi )

Respon : klien menghabiskan

1 porsi makanan yang

disediakan sesuai diitnya

- Klien tampak lebih segar  - Klien bedrest - Terpasang O2 3 L/m - Terpasang infus Asering di tangan kiri - TD 148/90 mmHg - Nadi 88 x / menit A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi

- Bantu klien dalam AKS

- Monitor TTV tiap  jam

5 7/7/05

08.00

- Menjelaskan tentang penyakit AMI, prosedur pengobatan dan perawatan di rumah

Respon : klien memahami

anjuran dan penjelasan

Jam 13.30

S: klien mengatakan sudah tidak cemas lagi

(16)

08.15

08.30

08.45

12.00

 perawat.

- Menganjurkan klien untuk  menerangkan kembali apa yang sudah di jelaskan  perawat.

Respon : klien mampu menjelaskan kembali dengan

 benar dan perawat

memberikan re-inforcement  positif.

- Memberikan diazepam 5 mg

Respon : obat telah diminum klien.

- Mengkaji tingkat kecemasan klien.

Respon : klien sudah tidak  cemas lagi

- Menganjurkan klien untuk  shalat.

Respon : klien dapat menjalankan shalat di tempat tidur 

rileks

Klien nampak tidak  cemas TD 148/90 mmHg  Nadi : 88x/menit A: masalah teratasi P: pertahankan intervensi - berikan support mental 1 7/7/5 07.00 07.05

- Mengkaji adanya nyeri

Respon : Nyeri dada kiri dengan skala nyeri 5

- Mengajarkan tehnik relaksasi dengan tarik nafas panjang dan mengeluarkannya pelan- pelan melalui mulut

Respon : klien mampu melakukan tehnik relaksasai dengan benar 

- Mempertahankan O2 nasal

Jam 13.30

S: Klien mengatakan sudah tidak nyeri lagi O : - Ekspresi wajah rileks - Klien tidak   merintih kesakitan - TD: 120/80 mmHg - N : 80 x /menit

(17)

07.10 07.15 08.00 08.15 10.00 kanul 3 Liter/menit

Respon : Aliran oksigen lancar 

- Mempertahankan tirah baring

Respon : klien bedrest - Memonitor TTV Respon : TD : 130/90 mmHg HR : 84 x /menit RR : 18 x /menit Suhu : 36,1 oC - Memberikan ISDN 10 mg tablet

Respon : obat diminum klien setelah makan

- Menciptakan suasana tenang

Respon : pengunjung

 bergantian dan tidak 

 berkunjung saat klien

istirahat / tidur  A: masalah teratasi P: Pertahankan intervensi - Observasi TTV tiap  jam - Ajarkan tehnik   relaksasi

- Berikan obat sesuai indikasi 2 7/7/5 07.00 8.00 8.15 - Memonitor TTV Respon : TD : 156/124 mmHg HR : 97 x/menit RR : 18 x/menit Suhu : 36,3 oC

- Mengkaji adanya sianosis, akral dingin

Respon : tidak ada sianosis, akral hangat

-Memberikan klien makanan sesuai diitnya

-Respon : klien makan 1

 porsi makanan yang

dihidangkan sesuai diitnya

Jam 13.30

S: klien mengatakan

 badannya sudah

tidak lemes lagi O : - Klien tampak segar  - Klien bedrest - EKG : ST elevasi, Q patologis - TD : 120/80 mmHg - N : 80 x/menit A : masalah teratasi Tidak terjadi  penurunan curah

(18)

8.30

12.00

-Memberikan obat ASA 160 gr, Diazepam 5 mg, Captopril 12,5 mg, Plavix 1 tablet

Respon : obat telah diminum klien

- Menganjurkan klien untuk   banyak istirahat

Respon : klien dapat

memahami saran dari

 perawat  jantung P: pertahankan intervensi : - observasi TTV tiap  jam 3 7/7/5 7.00 7.05 7.10 8.15 9.00

- Mengambil darah untuk 

 pemeriksaan laboratorium PTTK 

Respon : sample darah telah diambil

- Mengobservasi tanda-tanda  perdarahan

Respon : tidak ada tanda-tanda perdarahan

- Memberikan heparin 1000 U / jam

Respon : heparin telah diberikan melalui syringe  pump

- Memberikan obat

antikoagulan ( Ticlopidin 250 mg)

Respon : obat telah diminum klien - memonitor TTV Respon : TD : 120/80 mmHg HR : 80 x/menit RR : 20 x/menit Jam 13.30 S : O : - tidak ada hematemesis, melena,epistaksis - Waktu tromboplastin : 72,3 dtk ( normal : 23,4 – 36,8 ) - APPT kontrol: 28,9 dtk  - TD 120/80 mmHg - Nadi 80 x / menit RR : 20 x/menit - Suhu : 36oC A: Masalah teratasi Tidak terjadi  perdarahan P: Lanjutkan intervensi - Monitor adanya tanda-tanda  perdarhan - Observasi TTV tiap

(19)

Suhu : 36,6 oC jam 4 7/7/5 07.00 8.00 9.00 10.00

- Menganjurkan klien untuk  menghindari mengejan saat BAB

Respon : klien dapat

memahami saran dari

 perawat

- Membantu klien BAK  

dengan urinal diatas tempat tidur 

Respon : klien BAK dengan urinal diatas tempat tidur, urin 100 cc, warna kuning transparan

- Membantu klien makan di atas tempat tidur (menyuapi)

Respon : klien

menghabiskan 1 porsi

makanan yang disediakan sesuai diitnya

- Menciptakan suasana yang tenang dengan membatasi  pengunjung

Respon : keluarga dapat

memenuhi anjuran dari

 perawat  jam 13.30 : S: klien mengatakan  badannya tidak  lemas lagi O :

- Klien tampak segar  - Klien bedrest - Terpasang O2 3 L/m - Terpasang infus Asering di tangan kiri - TD 120/80 mmHg - Nadi 80 x / menit A: Masalah teratasi P: Pertahankan intervensi

- Bantu klien dalam AKS

- Monitor TTV tiap  jam

Referensi

Dokumen terkait