Modul 7
Modul 7
TEORI DAN PRAKTIK
MANAJEMEN PROYEK
Peringatan Hak Cipta
¾
Beberapa informasi, dokumen dan peranti
l
k
di
b t d l
t
i i i
lunak yang disebut dalam presentasi ini
adalah milik pengarang atau perusahaannya
i
i
d
bi
j di
iliki
masing-masing dan bisa jadi memiliki
perjanjian hak cipta dan lisensi. Presentasi
i i tid k
kili t
b
h b
d
ini tidak mewakili atau berhubungan dengan
sumber yang disebutkan. Mereka disebutkan
di i i h
t k k
ti
didik
Tujuan Pembelajaran
¾
Menjelaskan konsep, prinsip, dan proses dalam
j
p p
p
p
perencanaan dan manajemen proyek TIK;
¾
Mendiskusikan isu-isu dan tantangan dalam
perencanaan dan manajemen proyek TIK dalam
perencanaan dan manajemen proyek TIK dalam
konteks negara berkembang; dan
¾
Menggambarkan pendekatan serta alat
manajemen proyek TIK.
PM e-Materials
¾
Modul ini diperkaya dengan open
content resources dari ICT Project
content resources dari ICT Project
Management Practitioner Network yang
ada di
http://ictpmpractitioner ning com
Modul 7
Modul 7
TEORI DAN PRAKTIK
MANAJEMEN PROYEK
-SESI 1: MANAJEMEN PROYEK DAN TIKP
Penulis:
Maria Macapagal & John Macasio
Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman Anda:
¾
Apa itu Proyek? Proyek TIK?
¾
U t k A
Ad P
k?
¾
Untuk Apa Ada Proyek?
¾
Apa yang membuat proyek sukses?
Proyek
¾
Diarahkan untuk memenuhi layanan dan kebutuhan
strategis pemerintahan
strategis pemerintahan
¾
Memiliki dukungan kepemilikan
¾
Memiliki tanggal mulai dan tanggal berakhir yang
¾
Memiliki tanggal mulai dan tanggal berakhir yang
spesifik
¾
Ruang lingkup yang terdefinisi dan terdokumentasi
¾
Ruang lingkup yang terdefinisi dan terdokumentasi
¾
Memiliki anggaran yang terbatas
¾
Hasil akhir yang spesifik
deliverable
¾
Hasil akhir yang spesifik -- deliverable
¾
Batasan kualitas
¾
Dialokasikan sumber daya
Proyek TIK
¾
Diarahkan untuk memenuhi
layanan dan kebutuhan strategis
¾
Menggunakan solusi berbasis
TIK yang memenuhi layanan
layanan dan kebutuhan strategis
pemerintahan
¾
Memiliki dukungan kepemilikan
TIK yang memenuhi layanan
serta kebutuhan strategis
pemerintah yang telah
ditetapkan
¾
Memiliki tanggal mulai dan
tanggal berakhir yang spesifik
¾
Ruang lingkup yang terdefinisi
ditetapkan
¾
Menggunakan proses dan
metodologi yang didukung
¾
Ruang lingkup yang terdefinisi
dan terdokumentas
¾
Memiliki anggaran yang terbatas
¾
H
il khi
ifik
oleh TI
¾
Hasil akhir yang spesifik
--deliverable
¾
Batasan kualitas
Proyek/Proyek TIK untuk?
¾
Alasan – respon atas kebutuhan mendesak
¾
S l
d
t j
i
it
d
t j
¾
Selaras dengan tujuan, prioritas dan tujuan
pemerintah nasional
¾
Meningkatkan layanan
¾
Meningkatkan layanan
¾
G2G – Government to Government
¾
G2B
Go ernment to B siness
¾
G2B – Government to Business
¾
G2C – Government to Citizens
¾
M
b iki k
lit
hid
k t
TIK untuk Pembangunan
(1) Tujuan dan prioritas nasional &internasional:
Contoh: MDG dan pengentasan kemiskinan
Contoh: MDG dan pengentasan kemiskinan
(2) Program dan Strategi:
(3) Proyek:
( )
g
g
TIK untuk Pembangunan
(TIKP)
(3) Proyek:
Manajemen proyek
TIK yang baik
Pelajaran yang Diambil dari Proyek TIKP
¾
Partisipasi
¾
K
ilik
l k l d
b
k
it
¾
Kepemilikan lokal dan pembangunan kapasitas
¾
Percampuran teknologi
¾
K
i
l i
k h ld
¾
Kemitraan multi-stakeholder
¾
Penyelarasan dengan strategi pengentasan
kemiskinan
kemiskinan
¾
Keberlanjutan finansial dan sosial
¾
P
ti b
Ri ik
¾
Pertimbangan Risiko
¾
Lingkungan yang kompetitif
¾
K
ilik
d
k
i
i
i
tit
i
l
¾
Kepemilikan dan kepemimpinan institusional
Apa itu Manajemen Proyek?
Sekumpulan prinsip, praktik, dan teknik yang
digunakan untuk
1
memimpin
tim proyek dan
2
mengatur jadwal
proyek,
biaya
, dan
risiko
untuk memberikan kepuasan bagi
konsumen.
(Chapman, 1997)
Apa yang Diatur?
i
lingkup
waktu
isu
risiko
waktu
integrasi
k
j
rencana kerja
kualitas
biaya
pengadaan
kualitas
deliverable
komunikasi
stakeholder
Manajemen Proyek
¾
Ruang Lingkup – Mencakup semua pekerjaan yang perlu diselesaikan untuk
menyukseskan proyek. Sejumlah perangkat dan teknik seperti definisi
y
p y
j
p
g
p
kebutuhan proyek, identifikasi stakeholder utama, identifikasi pendorong proyek,
pengembangan konsep operasional, dan identifikasi external interfaces.
(Mathur)
¾
Waktu – adalah durasi proyek dan waktu perkiraan penyelesaian pekerjaan.
Perangkat untuk membantu pengaturan waktu diantaranya adalah Gantt charts
h d l
schedulers.
¾
Biaya – adalah dana yang dialokasikan dan yang akan dikeluarkan untuk
k
i t
k j
d
l
k M
j
k h
t
d
kegiatan, pekerjaan, dan layanan proyek. Manajer proyek harus mengatur dana
dengan baik.
¾
Integrasi
adalah koordinasi rencana proyek untuk menyusun dokumen yang
¾
Integrasi – adalah koordinasi rencana proyek untuk menyusun dokumen yang
konsisten dan koheren. Juga mencakup identifikasi trade-off diantara tujuan dan
Manajemen Proyek
¾
Kualitas – adalah standar, bentuk, fokus pengguna dan kehandalan dari
kinerja proyek yang direncanakan.
j p
y
y
g
¾
Sumber Daya Manusia – adalah orang (individu, tim, profesional yang
dikontrak) yang akan terlibat dalam proyek.
¾
Komunikasi – adalah pesan yang perlu disampaikan untuk mengatur
perubahan dan harapan.
¾
Risiko – istilah kolektif untuk ketidakpastian yang berupa ancaman,
keterbatasan, dan halangan untuk mencapai tujuan dan sasaran proyek.
Risiko dapat bersifat internal atau eksternal. Manajer perlu memastikan
Risiko dapat bersifat internal atau eksternal. Manajer perlu memastikan
risiko diminimalisir, diredakan atau diangkat demi kemaslahatan proses
proyek.
¾
Pengadaan – adalah proses mendapatkan barang dan jasa, infrastruktur
dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh proyek untuk mencapai tujuan,
sasaran, dan deliverable.
Fase-Fase Manajemen Proyek
Vektor-Vektor Manajemen
Orang
Proses
Orang
Proses
Kinerja
Kinerja
Optimum
Teknologi
Praktik Terbaik Manajemen Proyek (MP)
¾
Menentukan apa yang harus diselesaikan terkait dengan
waktu biaya teknis dan parameter kualitas kinerja;
waktu, biaya, teknis, dan parameter kualitas kinerja;
¾
Membuat rencana, mengimplementasikan rencana dan
memastikan kemajuannya tetap sesuai dengan tujuan;
j
y
g
j
¾
Menggunakan teknik-teknik dan perangkat manajemen
proyek yang tepat untuk merencanakan, mengawasi, dan
j
k
j
menjaga kemajuan;
¾
Merekrut tenaga ahli di manajemen proyek yang
bertanggung jawab untuk penyelesaian yang sukses
bertanggung jawab untuk penyelesaian yang sukses.
¾
Memastikan kesesuaian antara tujuan dan prioritas
pembangunan nasional dengan tujuan proyek dan
MP dan Penggunaan Teknologi
Menggunakan teknologi untuk
mendukung manajemen proyek
¾
ALAT BANTU UNTUK DOKUMENTASI
¾
ALAT BANTU UNTUK PERENCANAAN KERJA
¾
ALAT BANTU UNTUK KOMUNIKASI
¾
ALAT BANTU UNTUK KOLABORASI
Latihan
¾
Sebutkan deskripsi pekerjaan manajer proyek
¾
Apakah kualitas dan kemampuan yang harus
p
p
y
g
dimiliki seorang manajer proyek?
¾
Sebutkan mandat Project Management Office
(PMO)
Manajer Proyek
¾
Tanggung Jawab Proses
¾
Tanggung Jawab Orang
¾
Tanggung Jawab Orang
Modul 7
Modul 7
TEORI DAN PRAKTIK
MANAJEMEN PROYEK
-SESI 2:
STAKEHOLDER MANAJEMEN PROYEK TIK
Tanggung Jawab Proses
¾
Mendefinisikan proyek dan menyusun rencana kerja
¾
Mengawasi pelaksanaan dari rencana kerja
keseluruhan, bahwa pekerjaan telah ditugaskan dan
diselesaikan tepat waktu, mengikuti spesifikasi
kualitas dan sesuai anggaran.
¾
M
id
tifik
i
ik ti d
hk
i
¾
Mengidentifikasi, mengikuti, dan memecahkan isu
proyek.
¾
Mengkomunikasikan informasi proyek secara
¾
Mengkomunikasikan informasi proyek secara
proaktif ke semua stakeholder.
¾
Mengidentifikasi mengawasi dan mengurangi
¾
Mengidentifikasi, mengawasi, dan mengurangi
risiko proyek.
Tanggung Jawab Proses
¾
Memastikan solusi dan deliverable proyek di setiap
fase proyek memenuhi kualitas yang dapat diterima
fase proyek, memenuhi kualitas yang dapat diterima.
¾
Mengatur ruang lingkup proyek secara proaktif
d
tik
b h
h
di
t j i
dengan memastikan bahwa hanya yang disetujui
yang akan dihasilkan, dan perubahan akan disetujui
melalui manajemen ruang lingkup.
melalui manajemen ruang lingkup.
¾
Menentukan metrik dan mengumpulkan data yang
memberikan pandangan yang tepat akan kemajuan
memberikan pandangan yang tepat akan kemajuan
proyek, dan apakah hasil produknya dapat diterima
berdasarkan spesifikasi, waktu, dan biaya yang
Tanggung Jawab Orang
¾
Memimpin identifikasi dan elaborasi proses proyek,
dan memastikan orang-orang mengikuti instruksi
pekerjaan.
¾
Memimpin tim untuk mau mengikuti instruksi Anda.
Kepemimpinan adalah tentang mengkomunikasikan
visi dan membuat tim mau menerimanya dan
visi dan membuat tim mau menerimanya dan
berusaha keras untuk memenuhinya bersama
dengan anda.
¾
Tetapkan ekspektasi yang masuk akal, menantang,
dan jelas bagi anggota dan jaga tanggung jawab
dan jelas bagi anggota dan jaga tanggung jawab
mereka untuk memenuhi ekspektasi serta berikan
kesempatan mereka untuk mendapatkan peluang.
Tanggung Jawab Orang
¾
Memfasilitasi pembangunan tim sehingga anggota
¾
Memfasilitasi pembangunan tim, sehingga
anggota-anggota dapat bekerja sama dengan baik,
termotivasi untuk bekerja keras demi proyek dan
termotivasi untuk bekerja keras demi proyek dan
anggota lainnya.
¾
Berkomunikasi secara proaktif dan jelas, baik secara
p
j
,
lisan maupun tulisan.
¾
Memiliki kemampuan mendengar yang baik dan aktif.
¾
Memberikan umpan balik kinerja berkualitas baik
untuk anggota tim
Karakteristik Perilaku
¾
Sikap – Sikap terbuka dan positif “saya bisa” yang
mendorong komunikasi, motivasi, dan
menumbuhkan kerja sama
menumbuhkan kerja sama.
¾
Common Sense – Kemampuan untuk menemukan
solusi yang bijak efektif langsung berisiko kecil
solusi yang bijak, efektif, langsung, berisiko kecil,
paling tidak kompleks. Contoh: 90% tepat waktu
lebih baik daripada 100% tapi terlalu terlambat!
Karakteristik Perilaku
¾
Berpikiran terbuka – Terbuka pada ide-ide,
praktik dan metode baru, dan memberikan
bobot yang seimbang terhadap berbagai
disiplin ilmu yang terlibat di proyek.
¾
Integritas– Komitmen terhadap dan
¾
Integritas Komitmen terhadap dan
memperlihatkan praktik-praktik etis
Karakteristik Perilaku
¾
Adaptabilitas – Bersikap fleksibel ketika
dibutuhkan dan menghindari pola pikir yang
kaku. Perilaku untuk beradaptasi dengan
kebutuhan proyek, kebutuhan sponsor,
lingkungan, dan anggota-anggota yang
bekerja didalamnya – untuk memastikan
hasil yang sukses.
Karakteristik Perilaku
¾
Inventiveness – Kemampuan menemukan
strategi dan solusi inovatif dari dirinya atau
dengan menyemangati anggota tim proyek,
serta mengidentifikasi berbagai cara untuk
bekerja dengan sumber daya berbeda untuk
mencapai tujuan proyek.
Karakteristik Perilaku
¾
P
bil i ik
bij k K
d
¾
Pengambil risiko yang bijak– Kemauan dan
kemampuan untuk mengidentifikasi dan
mengerti risiko tetapi tidak mengambil
mengerti risiko, tetapi tidak mengambil
pendekatan berisiko secara tidak bijaksana
atau sembrono
atau sembrono.
¾
Fairness – Bersikap adil dan terbuka dengan
menghormati nilai-nilai kemanusiaan
menghormati nilai nilai kemanusiaan.
¾
Komitmen–Komitmen untuk kesuksesan
proyek kepuasan pengguna dan kerjasama
proyek, kepuasan pengguna dan kerjasama
tim. Sebuah orientasi yang kuat menuju
pencapaian tujuan.
Project Management Office (PMO)
¾
Departemen atau kelompok yang menetapkan dan
menjaga standar proses, terkait dengan
manajemen
proyek
di dalam organisasi PMO berusaha
proyek
, di dalam organisasi. PMO berusaha
menstandarisasi dan mengenalkan ekonomi
pengulangan dalam pelaksanaan proyek. PMO
p
g
g
p
p
y
adalah sumber pedoman,
dokumentasi
dan
metrik
Fungsi PMO
¾
Ad i i t
i
b
d
b
d
¾
Administrasi sumber daya bersama dan
terkoordinasi sepanjang proyek
¾
Identifikasi dan pengembangan metodologi praktik
¾
Identifikasi dan pengembangan metodologi, praktik
terbaik, dan standar manajemen proyek
¾
Clearinghouse bagi manajemen kebijakan,
g
g
j
j
prosedur, template proyek dan dokumentasi
bersama lainnya
¾
Manajemen konfigurasi terpusat untuk semua
¾
Manajemen konfigurasi terpusat untuk semua
proyek yang dikelola
¾
Repositori dan manajemen terpusat terhadap risiko
¾
Repositori dan manajemen terpusat terhadap risiko
bersama dan risiko unik untuk seluruh proyek
Fungsi PMO
¾
Kantor pusat untuk operasi dan manajemen perangkat
proyek, seperti perangkat lunak manajemen proyek di
seluruh organisasi
¾
Pusat koordinasi untuk manajemen komunikasi
seluruh proyek
¾
S b
i l tf
bi bi
b
i
j
¾
Sebagai platform pembimbingan bagi para manajer
proyek
¾
Pusat pengawasan jadwal dan anggaran seluruh
¾
Pusat pengawasan jadwal dan anggaran seluruh
proyek di level organisasi
¾
Koordinasi standar mutu proyek secara umum antara
Area Keahlian Tim Proyek
Manajemen
Proyek
Peraturan dan
Standar serta
Keterampilan
Berhubungan
Pengetahuan
Area Aplikasi
dengan
Manusia
M
h
i
Pengetahuan
Memahami
Lingkungan
Proyek
Pengetahuan
dan Keahlian
Manajemen
Umum
Stakeholder Proyek
¾
Tim Manajemen Proyek – Anggota tim proyek yang
terlibat langsung dalam kegiatan manajemen proyek
terlibat langsung dalam kegiatan manajemen proyek.
¾
Sponsor - orang atau kelompok yang menyediakan
sumber daya keuangan, baik berupa uang atau bukan,
untuk proyek.
¾
Influencer - orang atau kelompok yang, meski tidak
terkait langsung pada pengadaan atau penggunaan
g
g p
p
g
p
gg
keluaran proyek, namun dapat secara positif atau
negatif memengaruhi jalannya proyek karena posisi
k di
i
i
di
k
Stakeholder Proyek
¾
Project end-user - dalam konsep rekayasa perangkat
l
k d l h “ b
k i k l
k
(
lunak adalah “abstraksi kelompok orang (target
pengguna atau pengguna yang diharapkan) yang pada
akhirnya mengoperasikan sebuah perangkat lunak
akhirnya mengoperasikan sebuah perangkat lunak.
Mereka dapat juga disebut ‘pembeli’ atau ‘pemilik’ dari
produk.
p
¾
Champion proyek – penasihat proyek atau orang
¾
Champion proyek penasihat proyek atau orang
Latihan
Skenario Kasus:
Skenario Kasus:
Latihan
Stakeholder
potensial
Peran
potensial
Masalah/
kebutuhan
Harapan/
keinginan
Kelemahan/
batasan
Kontribusi
potensial
Konsekuensi
terhadap
(influencer,
sponsor,
pengguna,
champion)
g
(positif
maupun
negatif)
konsep
proyek
Modul 7
Modul 7
TEORI DAN PRAKTIK
MANAJEMEN PROYEK
-SESI 3: PROSES-PROSES UTAMA MANAJEMEN
PROYEK DAN DELIVERABLE PENTING
Tahapan Manajemen Proyek
¾
INISIASI
¾
PERENCANAAN
¾
PERENCANAAN
¾
PELAKSANAAN/EKSEKUSI
¾
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
¾
PENUTUPAN DAN EVALUASI
Urutan Tahapan Manajemen Proyek
1 INISIASI (Mulai) 2 PERENCANAAN 3 EKSEKUSI 4 PENGENDALIAN (Mulai) PERENCANAAN EKSEKUSI PENGENDALIAN5 6 EKSEKUSI 7 PENGENDALIAN PERENCANAAN ULANG 8 PENUTUPAN (Selesai)
Proses Manajemen Proyek menurut Fase
AREA PENGETAHUAN
PROSES MANAJEMEN PROYEK MENURUT FASE INISIASI PERENCANAAN
EKSEKUSI
IMPLEMENTASI PENUTUPAN INISIASI PERENCANAAN IMPLEMENTASI PENUTUPAN
Ruang Lingkup Inisiasi
Perencanaan Ruang Lingkup Penentuan Ruang Lingkup
Verifikasi Ruang Lingkup Pengendalian Perubahan
Ruang Lingkup Waktu Penentuan Aktivitas
Urutan Aktivitas
Pengendalian Jadwal Estimasi Durasi Aktivitas
Pengembangan Jadwal Perencanaan Sumber Daya
Biaya Perkiraan Biaya Penganggaran Biaya
Pengendalian Biaya Penganggaran Biaya
Integrasi Perkembangan Rencana Proyek
Eksekusi Rencana Proyek Pengendalian Perubahan
Keseluruhan Kualitas Perencanaan Kualitas Penjaminan Kualitas
Pengendalian Kualitas
SDM Perencanaan Organisasi Akuisisi Staf Pengembangan Tim Komunikasi Perencanaan Komunikasi Penyebaran Informasi
Pelaporan Kinerja
Penutupan Administratif
Risiko Identifikasi Risiko Kuantifikasi Risiko Pengembangan Respon Risiko
Pengendalian Respon Risiko
Standar Referensi MP
#
Milestone
Martin
Tate/ PMI
Microsoft
Rational /
UML
Burdman
PRINCE2
Lainnya
1
Visi/Ruang
Lingkup
Disetujui
Inisiasi
Envisioning
Inception /
Analisis
Perencanaan
dan Strategi
Memulai
Proyek dan
Menginisiasi
Proyek
Konsep-tualisasi,
Penelitian
y
2
Rencana
Proyek
Disetujui
Peren-canaan
Peren-canaan
Elaborasi /
Desain
Prototipe
Desain dan
Spesifikasi
Perencanaan
dan
Pengarahan
Desain
Disetujui
Spesifikasi
g
Proyek
Ruang Lingkup
Pemba-
Pengaturan
B t
3
Ruang Lingkup
Selesai/
Penggunaan
Awal
Eksekusi
Pengem-bangan
Pemba
ngunan
dan
Pengujian
Produksi
Batas
Tahapan dan
Pengendalian
Tahapan
Pengem-bangan
Latihan
Studi Kasus:
Stud
asus
Modul 7
Modul 7
TEORI DAN PRAKTIK
MANAJEMEN PROYEK
-SESI 4:
STANDAR REFERENSI PRAKTIK TERBAIK
Standar MP Internasional
- Logical Framework Approach (LFA)
- Prince2 (GOC UK)
- Prince2 (GOC UK)
- PMBoK Guide (PMI)
- Microsoft Framework (MSF)
- Microsoft Framework (MSF)
- Rational UML
Logical Framework Approach
Logical Framework Approach (LFA) dikembangkan oleh
USAID dan digunakan oleh banyak organisasi donor
USAID dan digunakan oleh banyak organisasi donor,
¾
Komite Bantuan Pembangunan OECD,
¾
Negara-negara Nordik seperti Departemen Luar
¾
Negara-negara Nordik, seperti Departemen Luar
Negeri Norwegia dan NORAD,
¾
Kanada menggunakannya bukan hanya dalam hal
gg
y
y
bantuan pembangunan, tapi juga untuk investasi
publik domestik
¾
Organisasi PBB
¾
Organisasi PBB,
¾
Kerjasama teknis GTZ dan program-program AusAID,
serta Komisi Eropa.
Logical Framework Approach
LFA “adalah alat bantu analitikal, presentasional, dan
manajemen yang dapat membantu perencana dan manajer:
manajemen yang dapat membantu perencana dan manajer:
¾
menganalisa situasi yang ada selama penyiapan kegiatan;
¾
menyusun hirarki logis dari sarana untuk mencapai tujuan;
¾
menyusun hirarki logis dari sarana untuk mencapai tujuan;
¾
mengidentifikasi potensi risiko untuk mencapai tujuan dan
hasil berkelanjutan;
hasil berkelanjutan;
¾
mengetahui bagaimana keluaran dan hasil dapat dipantau
dan dievaluasi dengan baik;
dan dievaluasi dengan baik;
¾
jika diinginkan, menampilkan rangkuman kegiatan dalam
format baku, dan mengawasi serta meninjau kegiatan
,
g
j
g
Logical Framework Approach
Fase Analisis
Fase Perencanaan
Analisis stakeholder – identifikasi dan
k
kt i
i t k h ld
t
t
i l
Pengembangan matriks Logical
Framework – Pendefinisian struktur
karakterisasi stakeholder utama potensial;
penilaian kapasitas mereka
proyek, pengujian risiko dan logika
internal, penyusunan indikator kesuksesan
yang dapat diukur
Analisis masalah – identifikasi
permasalahan inti, batasan dan peluang;
menentukan hubungan sebab dan akibat.
Penjadwalan kegiatan – penentuan
urutan dan dependensi kegiatan;
perkiraan durasi dan pembagian tanggung
g
p
p
g
gg
g
jawab
Analisis tujuan – pengembangan solusi
dari masalah yang teridentifikasi;
Penjadwalan sumber daya – dari jadwal
kegiatan, mengembangkan jadwal
dari masalah yang teridentifikasi;
identifikasi cara mengakhiri hubungan
kegiatan, mengembangkan jadwal
masukan dan anggaran
Logframe Matrix
Logframe matrix memiliki empat kolom dan
biasanya empat sampai lima baris
Indikator
Rangkuman Narasi
Indikator
Obyektif
yang Dapat
Diverifikasi
Sumber
Verifikasi
(MOV)
Asumsi Penting
Diverifikasi
(OVI)
(
)
Tujuan
Sasaran
Keluaran
Akti it
M
k
Aktivitas
Masukan
Latihan
Level
Logika Intervensi
Indikator yang dapat
diverifikasi secara obyektif
Sumber
Verifikasi
Asumsi Penting
1
Tujuan
keselu-ruhan
Pemberdayaan masyarakat untuk memfasilitasi transisi ke arah hidup yang lebih makmur dan berkelanjutan di masyarakat.• Memperbaiki dan meningkatkan tingkat
partisipasi dalam pengaturan dan pembangunan masyarakat • Partisipasi dalam formulasi
• Catatan dan studi pemerintah pusat dan daerah • Surat kabar dan
situs web
Pemerintah pusat dan daerah terus mendukung usaha telecentre kebijakan • Dilakukan pengukuran keberlanjutan telecentre
2
Sasaran
Perbaikan kondisimasyarakat:
• Peningkatan signifikan pada pendapatan pria dan wanita • Meningkatkan produktivitas • Laporan pendapatan • Laporan dari Dukungan yang konsisten t h d Penghidupan Lapangan kerja Kesehatan Pendidikan Sosial • Meningkatkan produktivitas • Pertumbuhan transaksi bisnis • Mengurangi tingkat kematian
ibu dan bayi
• Mengurangi kasus penyakit umum • Laporan dari lembaga lapangan kerja dan pertanian • Arsip klinik, kesehatan dan terhadap pengembangan, pemeliharaan, dan operasi Telecentre Sosial umum
Latihan
3 Hasil Meningkatkan akses ke informasi • Jumlah penduduk yang menggunakan • Catatan kehadiran dan Ad i d
Level
Logika Intervensi
Indikator yang dapat
diverifikasi secara obyektif
Sumber
Verifikasi
Asumsi Penting
3 Hasil Meningkatkan akses ke informasi para penduduk desa di bidang: Penghidupan
Lapangan kerja Kesehatan Pendidikan Sosial
• Jumlah penduduk yang menggunakan
telecentre
• Jumlah petani dan nelayan yang mendapat keahlian dan pengetahuan baru dalam memperbaiki metode bertani dan melaut
• Jumlah penduduk yang memperoleh
• Catatan kehadiran dan partisipasi serta buku log
• Survei dan wawancara • Arsip dari lembaga
pemerintah daerah • eRegistry program
• Adanya penerimaan dan
kepercayaan sosial dalam penggunaan TIK
• Penduduk mau berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan
I f i i t h d Sosial
Layanan pemerintah
Jumlah penduduk yang memperoleh pekerjaan
• Jumlah bisnis yang berkembang atau didirikan
• Jumlah penduduk yang mendapatkan pengetahuan kesehatan
• Jumlah guru dan pelajar yang
eRegistry program
telehealth • Informasi pemerintah dan
informasi daerah relevan dan diperbaharui
• Champion lokal tetap konsisten mendukung selama proyek menggunakan telecentre
• Jumlah pria dan wanita menurut umur
4 Kegiatan 1.Melakukan studi dasar di masyarakat 2.Merancang dan melakukan proyek
telecentre
3.Mengelola dan mengembangkan k t ti i tif
Masukan: • Bantuan Teknis
• Perangkat – perangkat keras dan piranti lunak
•Biaya lump sum •Reimbursable
Pemerintah pusat dan daerah menjaga pendanaan tiap proyek
masyarakat yang partisipatif
4.Layanan pemerintah terintegrasi dalam masyarakat
5.Memasang teknologi yang tepat di masyarakat
6.Mengembangkan konten untuk
piranti lunak
• Dana Pemerintah Staf yang memenuhi
kualifikasi mau bekerja di daerah terpencil