STUDI PET
STUDI PETROLEUM
ROLEUM SYSTEM
SYSTEM HYDROCARB
HYDROCARBON
ON
DI CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN
DI CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN
Wandy Gunawan Wandy Gunawan11
1301116 1301116
1
1Student at the Dept. Of Petroleum Geology Engineering, STT Migas, BalikpapanStudent at the Dept. Of Petroleum Geology Engineering, STT Migas, Balikpapan
ABSTRACT ABSTRACT
Cekungan Barito terletak bagian tenggara Kalimantan Selatan. Cekungan Barito Cekungan Barito terletak bagian tenggara Kalimantan Selatan. Cekungan Barito disebelah barat dibatasi oleh dataran sunda, sebelah timur Pegunungan Meratus, sebelah utara disebelah barat dibatasi oleh dataran sunda, sebelah timur Pegunungan Meratus, sebelah utara dibatasi oleh Cekungan Kutai. Sedimen tersier dibawah cekungan ini relatif tipis. Cekungan dibatasi oleh Cekungan Kutai. Sedimen tersier dibawah cekungan ini relatif tipis. Cekungan ini khas asimetris. Dari sebelah barat dekat paparan sunda terdapat Cekungan Barito dengan ini khas asimetris. Dari sebelah barat dekat paparan sunda terdapat Cekungan Barito dengan kemiringan relatif datar, ke arah timur menjadi cekungan yang dalam yang dibatasi oleh kemiringan relatif datar, ke arah timur menjadi cekungan yang dalam yang dibatasi oleh sesar-sesar naik ke arah barat dari punggungan Meratus yang merupakan bongkah naik yang sesar naik ke arah barat dari punggungan Meratus yang merupakan bongkah naik yang memperlihatkan indikasi hidrokarbon. Secara umum stratigrafi Cekungan Barito meliputi memperlihatkan indikasi hidrokarbon. Secara umum stratigrafi Cekungan Barito meliputi Formasi Tanjung, Formasi Dahor, Formasi Warukin, dan Formasi Berai
Formasi Tanjung, Formasi Dahor, Formasi Warukin, dan Formasi Berai
I.
I. INTRODUCTIONINTRODUCTION
Cekungan Barito memiliki batuan induk Cekungan Barito memiliki batuan induk yang kaya dan matang, reservoir yang baik, yang kaya dan matang, reservoir yang baik, batuan
batuan tudung tudung yang yang baik, baik, serta serta memilikimemiliki banyak
banyak perangkap perangkap akibat akibat adanya adanya kejadiankejadian tektonik. Studi geokimia terkini tektonik. Studi geokimia terkini menyimpulkan bahwa batuan induk menyimpulkan bahwa batuan induk Cekungan Barito telah menghasilkan dan Cekungan Barito telah menghasilkan dan mengeluarkan hidrokarbon dalam jumlah mengeluarkan hidrokarbon dalam jumlah besar.
besar. Namun, Namun, tercatat tercatat bahwa bahwa eksplorasieksplorasi pada
pada cekungan cekungan ini ini memiliki memiliki hasil hasil yangyang mengecewakan. Hasil yang tidak sesuai ini mengecewakan. Hasil yang tidak sesuai ini
menimbulkan pertanyaan mengapa menimbulkan pertanyaan mengapa cekungan dengan pertoleum system yang cekungan dengan pertoleum system yang baik
baik dan dan memiliki memiliki tatanan tatanan geologi geologi yangyang serupa dengan cekungan di dekatnya serupa dengan cekungan di dekatnya namun hanya menghasilkan migas dalam namun hanya menghasilkan migas dalam jumlah
jumlah sedikit. sedikit. Mason Mason et et al al (1993) (1993) dalamdalam Satyana (1995) menyebut peristiwa ini Satyana (1995) menyebut peristiwa ini sebagai Barito Dilemma (Satyana, 1995). sebagai Barito Dilemma (Satyana, 1995).
A.
A. GEOLOGI REGIONALGEOLOGI REGIONAL
Daerah penelitian terletak bagian timur Daerah penelitian terletak bagian timur laut dari cekungan Barito Kalimantan laut dari cekungan Barito Kalimantan Selatan, hingga saat ini merupakan Selatan, hingga saat ini merupakan satu-satunya daerah penghasil hidrokarbon di satunya daerah penghasil hidrokarbon di kawasan kalimantan tengah dan selatan. kawasan kalimantan tengah dan selatan. Cekungan barito memiliki luasan ± 75.000 Cekungan barito memiliki luasan ± 75.000 km
km22 dengan ketebalan batuan sedimen dengan ketebalan batuan sedimen tersier ± 2.000
tersier ± 2.000 – – 5.000 m. Cekungan Barito 5.000 m. Cekungan Barito di bagian selatan berbatasan dengan laut di bagian selatan berbatasan dengan laut jawa,
jawa, di di bagian bagian barat barat dengan dengan perisaiperisai Kalimantan, di bagian utara dengan
Kalimantan, di bagian utara dengan “Barito“Barito Kutai
Kutai Croos Croos High”High” dan bagian timurdan bagian timur berbatasan
berbatasan dengan dengan Pegunungan Pegunungan MeratusMeratus seperti yang terlihat pada Figure 1.
seperti yang terlihat pada Figure 1.
B.
B. GEOLOGI RESERVOIRGEOLOGI RESERVOIR Sejarah yang eksplorasi hidrokarbon Sejarah yang eksplorasi hidrokarbon yang dilakukan di cekungan Barito dimulai yang dilakukan di cekungan Barito dimulai pada
pada tahun tahun 1938 1938 . . Kegiatan Kegiatan pemboranpemboran dilakukan dan dihasilkan oleh batuan beku dilakukan dan dihasilkan oleh batuan beku Pre-Tersier hasil rekahan dan batuan Pre-Tersier hasil rekahan dan batuan sedimen klastik formasi Tanjung berumur sedimen klastik formasi Tanjung berumur Eosen. Lapangan yang diproduktifkan oleh Eosen. Lapangan yang diproduktifkan oleh Pertamina
Pertamina EP EP Tanjung Tanjung mempunyai mempunyai zonazona produktif di
produktif di formasi Tanjung formasi Tanjung dan 1 dan 1 LapisanLapisan pada zona
pada zona rekahan rekahan batuan beku batuan beku Pre-Tersier.Pre-Tersier. Lapangan produksi dimulai pada tahun Lapangan produksi dimulai pada tahun 1960 dan sampai 2007 telah dilakukan 1960 dan sampai 2007 telah dilakukan pengeboran
pengeboran 145 145 sumur dengan sumur dengan perincian 83perincian 83 sumur sumur produksi , 38 sumur injeksi sumur sumur produksi , 38 sumur injeksi dan 20 sumur suspended.
dan 20 sumur suspended.
Area pengembangan lapangan Petamina Area pengembangan lapangan Petamina EP terletak di sebelah timur zona patahan EP terletak di sebelah timur zona patahan
besar
besar (( thrust fault thrust fault ) , secara regional) , secara regional dikontrol oleh patahan normal berarah dikontrol oleh patahan normal berarah relatif barat laut-tenggara seperti yang relatif barat laut-tenggara seperti yang terlihat pada Figure 2.
terlihat pada Figure 2.
II.
II. REGIONAL STRATIGRAFIREGIONAL STRATIGRAFI
Pembagian stratigrafi regional pada Pembagian stratigrafi regional pada cekungan Barito menurut Sapiie, dkk cekungan Barito menurut Sapiie, dkk (2004) yang terlihat pada Figure 3 dalam (2004) yang terlihat pada Figure 3 dalam
Hydrocarbon
Hydrocarbon Prospect Prospect and and Potencial Potencial ofof Barito Basin, South Kali
Barito Basin, South Kalimantanmantan meliputi :meliputi : a)
a) Formasi TanjungFormasi Tanjung
Stratigrafi cekungan Barito pada Stratigrafi cekungan Barito pada lapangan Pertamina EP dimulai lapangan Pertamina EP dimulai dengan pengendapan formasi dengan pengendapan formasi Tanjung membentuk strata Tersier Tanjung membentuk strata Tersier paling
paling bawah bawah pada pada umur umur antaraantara Eosen dan Oligosen. Formasi Eosen dan Oligosen. Formasi Tanjung tidak selaras dengan Tanjung tidak selaras dengan Formasi Berai. Secara litologi , Formasi Berai. Secara litologi , Formasi Tanjung dibagi atas 3 Formasi Tanjung dibagi atas 3 anggota
anggota ( bawah ( bawah ke atas ) ke atas ) ::
Anggota batupasir konglomeratAnggota batupasir konglomerat –
– serpih serpih ( ( Bawah Bawah ))
Anggota Anggota batupasir batupasir ( Tengah( Tengah ))
Anggota serpihAnggota serpih – – batugamping batugamping ( Atas)
( Atas) b)
b) Formasi BeraiFormasi Berai
Formasi Berai didominasi oleh Formasi Berai didominasi oleh batu karbonat d
batu karbonat dengan sedikit batuanengan sedikit batuan napal yang merupakan akhir dari napal yang merupakan akhir dari fasa transgresi yang langsung sejak fasa transgresi yang langsung sejak
Eosen tengah dan mencapai puncak Eosen tengah dan mencapai puncak pada
pada Miosen Miosen Awal. Awal. Pada Pada bagianbagian atas dan bawah pada formasi Berai atas dan bawah pada formasi Berai merupakan ketidakselarasan dari merupakan ketidakselarasan dari formasi Tanjung dan Formasi formasi Tanjung dan Formasi Warukin.
Warukin. c)
c) Formasi WarukinFormasi Warukin
Formasi Warukin dideskripsikan Formasi Warukin dideskripsikan sebagai sikuen dari batupasir, sebagai sikuen dari batupasir, batulanau,
batulanau, serpih, serpih, dan dan batubarabatubara berumur
berumur Miosen Miosen TengahTengah – – Akhir Akhir yaitu hasil endapan delta dengan yaitu hasil endapan delta dengan arah progradasi menyebar. arah progradasi menyebar. Pengangkatan telah terjadi pada Pengangkatan telah terjadi pada bagian
bagian timur timur dan dan barat. barat. KehadiranKehadiran batubara
batubara yang yang tebal tebal merupakanmerupakan penciri formasi Warukin.
penciri formasi Warukin. d)
d) Formasi Dahor Formasi Dahor
Secara umum formasi Dahor Secara umum formasi Dahor merupakan sebagian bongkah merupakan sebagian bongkah konglomerat, batupasir konglomerat, batupasir tebal,batulanau, dan interkalasi tebal,batulanau, dan interkalasi batulempung
batulempung dengan dengan bongkahbongkah fragmen
fragmen batuan batuan tua tua ( Ro( Rotinsulu tinsulu etet at, 1993 dalam sapiie, 2004 ).
at, 1993 dalam sapiie, 2004 ).
III.
III. REGIONAL TECTONICREGIONAL TECTONIC
Berdasarkan konsep tektonik Berdasarkan konsep tektonik lempeng, hampir semua kepulauan di lempeng, hampir semua kepulauan di Indonesia terletak pada zona Indonesia terletak pada zona subduksi, yaitu tumbukan antara subduksi, yaitu tumbukan antara Paparan Sunda dengan lempeng Paparan Sunda dengan lempeng benua.
benua. Dalam Dalam konteks konteks ini, ini, PulauPulau Kalimantan sendiri merupakan Kalimantan sendiri merupakan
daerah tektonik yang stabil dimana daerah tektonik yang stabil dimana merupakan bagian dari Lempeng merupakan bagian dari Lempeng Mikro Sunda yang mempunyai Mikro Sunda yang mempunyai karakteristik dan tatanan structure karakteristik dan tatanan structure yang cukup berbeda dengan yang cukup berbeda dengan pulau- pulau lainnya di Indon
pulau lainnya di Indonesia.esia.
Lempeng Mikro Sunda Lempeng Mikro Sunda merupakan pecahan atau fragmental merupakan pecahan atau fragmental Lempeng Eurasia yang terpisah ke Lempeng Eurasia yang terpisah ke bagian
bagian tenggara tenggara akibat akibat tumbukantumbukan dengan kerak Benua Asia. Dengan dengan kerak Benua Asia. Dengan demikian perkembangan dan pola demikian perkembangan dan pola tektonik yang berkembang pada tektonik yang berkembang pada Cekungan Barito di Kalimantan ini Cekungan Barito di Kalimantan ini mengikuti pola tektonik pada mengikuti pola tektonik pada Lempeng Mikro. Pada dasarnya pola Lempeng Mikro. Pada dasarnya pola tektonik yang terjadi pada Lempeng tektonik yang terjadi pada Lempeng Mikro Sunda merupakan proses Mikro Sunda merupakan proses pemisahan
pemisahan akibat akibat tekanan tekanan yangyang terjadi pada lempeng itu sendiri. terjadi pada lempeng itu sendiri. Faktor eksternal yang ikut berperan Faktor eksternal yang ikut berperan dalam perkembangan tatanan dalam perkembangan tatanan tektonik di Pulau Kalimantan adalah tektonik di Pulau Kalimantan adalah interaksi antara Lempeng Sunda interaksi antara Lempeng Sunda dengan Lempeng Pasifik di sebelah dengan Lempeng Pasifik di sebelah timur, Lempeng Hindia Australia di timur, Lempeng Hindia Australia di selatan, dan Lempeng Laut Cina selatan, dan Lempeng Laut Cina Selatan.
Selatan.
Berdasarkan teori-teori yang Berdasarkan teori-teori yang telah berkembang saat ini, telah berkembang saat ini, unsur-unsur tektonik yang berkembang di unsur tektonik yang berkembang di Pulau Kalimantan dapat Pulau Kalimantan dapat dikelompokkan menjadi beberapa dikelompokkan menjadi beberapa satuan tektonik, yaitu Blok satuan tektonik, yaitu Blok
Schwaner, Blok Patenoister, Graben Schwaner, Blok Patenoister, Graben Meratus, dan Tinggian Kuching. Meratus, dan Tinggian Kuching.
a)
a) Block SchwanerBlock Schwaner
Blok ini oleh Van
Blok ini oleh Van
Bemmelen dianggap sebagai Bemmelen dianggap sebagai bagian dari daratan Sunda yang bagian dari daratan Sunda yang mengalami pengangkatan sejak mengalami pengangkatan sejak Zaman Kapur Akhir, dimana Zaman Kapur Akhir, dimana batuannya
batuannya terdiri terdiri dari dari batuanbatuan beku dan
beku dan malihan berumur Pra-malihan berumur Pra-Tersier. Bagian utara dari blok Tersier. Bagian utara dari blok ini mengalami gerak penurunan ini mengalami gerak penurunan pada
pada Paleogen Paleogen dan dan tertutup otertutup olehleh sedimen Tersier yang tidak sedimen Tersier yang tidak terlipat. Bagian ini dikenal terlipat. Bagian ini dikenal sebagai Pelataran Barito sebagai Pelataran Barito
(Barito Platform). (Barito Platform).
b)
b) Block PatenoisterBlock Patenoister
Blok ini dianggap suatu Blok ini dianggap suatu daerah tektonik yang mantap, daerah tektonik yang mantap, terdiri dari pelataran terdiri dari pelataran patenoister
patenoister yang yang terletak terletak didi lepas pantai Kalimantan lepas pantai Kalimantan Tenggara dan sebagian daerah Tenggara dan sebagian daerah di daratan Kalimantan. Blok ini di daratan Kalimantan. Blok ini
hanya sebagian yang
hanya sebagian yang
mengalami pengangkatan. mengalami pengangkatan. c)
c) Graben MeraturGraben Meratur
Daerah ini terletak diantara Daerah ini terletak diantara Blok Schwaner dan Blok Blok Schwaner dan Blok Patenoister, yang merupakan Patenoister, yang merupakan daerah dengan pengendapan daerah dengan pengendapan yang cukup tebal. Daerah ini yang cukup tebal. Daerah ini mengalami perlipatan dan mengalami perlipatan dan
tersesarkan serta terangkat tersesarkan serta terangkat dengan kuat. Daerah ini dikenal dengan kuat. Daerah ini dikenal sebagai bagian dari Cekungan sebagai bagian dari Cekungan Kutai.
Kutai. d)
d) Tinggian KuchingTinggian Kuching
Tinggian Kuching atau Tinggian Kuching atau Kuching high terbentuk akibat Kuching high terbentuk akibat dari pengangkatan yang terjadi dari pengangkatan yang terjadi pada
pada busur busur kepulauan kepulauan dengandengan daerah perairan dangkal di daerah perairan dangkal di sekitarnya, yang merupakan sekitarnya, yang merupakan bagian yang tinggi p
bagian yang tinggi pada Zamanada Zaman Paleogen di Kalimantan Utara. Paleogen di Kalimantan Utara. Daerah ini terpisah dari Daerah ini terpisah dari Kalimantan Baratlaut yang Kalimantan Baratlaut yang mengalami suatu penurunan mengalami suatu penurunan dengan cepat. Tinggian dengan cepat. Tinggian Kuching merupakan sumber Kuching merupakan sumber (source) untuk pengendapan di (source) untuk pengendapan di daerah baratlaut dan tenggara daerah baratlaut dan tenggara selama Neogen.
selama Neogen.
Pada cekungan barito, jika Pada cekungan barito, jika diurutkan sejarah structure ditandai diurutkan sejarah structure ditandai oleh perbedaan yang jelas pada oleh perbedaan yang jelas pada zaman Paleogen dan Neogen. zaman Paleogen dan Neogen. Pemekaran basement adalah awal Pemekaran basement adalah awal mula pembentukan structure mula pembentukan structure cekungan pada kala Paleo
cekungan pada kala Paleo – – Eosen. Eosen. Kondisi ini terus terjadi hingga kala Kondisi ini terus terjadi hingga kala Oligosen
Oligosen – – Miocene dengan terjadi Miocene dengan terjadi subsidence secara lokal dan regional subsidence secara lokal dan regional serta proses peregangan lithosfer serta proses peregangan lithosfer yang mempengaruhi cekungan pada yang mempengaruhi cekungan pada
pertengahan miocene,
pertengahan miocene, structure structure yangyang terjadi berubah menjadi pengkerutan. terjadi berubah menjadi pengkerutan. Pengangkatan secara regional dan Pengangkatan secara regional dan patahan
patahan yang yang bersifat bersifat kompresionalkompresional muncul pada kala miocene tengah muncul pada kala miocene tengah hingga plio-plistosen. Proses inversi hingga plio-plistosen. Proses inversi dan pengaktifan kembali sesar tua dan pengaktifan kembali sesar tua secara extensional menghasilkan secara extensional menghasilkan kenampakan yang sekarang terbentuk kenampakan yang sekarang terbentuk pada cekungan barito ,
pada cekungan barito , pada Figure 4pada Figure 4 memperlihatkan proses tektonik memperlihatkan proses tektonik cekungan barito.
cekungan barito.
Sejarah pembentukan Cekungan Sejarah pembentukan Cekungan Barito dibentuk mulai dari adanya Barito dibentuk mulai dari adanya proses
proses rifting rifting ( ( pemekaran pemekaran )) yang membentuk basement yang yang membentuk basement yang merupakan pencampuran basement merupakan pencampuran basement continental sebelah barat dan batuan continental sebelah barat dan batuan zona akresi pada masa Mesozoikum zona akresi pada masa Mesozoikum dan awal Paleogen disebelah timur. dan awal Paleogen disebelah timur. Distribusi tipe batuan di bawah Distribusi tipe batuan di bawah permukaan
permukaan tidak tidak jelas jelas terlihat. terlihat. HalHal
tersebut dapat dimaklumi,
tersebut dapat dimaklumi,
bagaimanapun
bagaimanapun basement basement lebih lebih jelasjelas menunjukkan tipe batuan Meratus menunjukkan tipe batuan Meratus dibandingkan batuan kirstalin-asam di dibandingkan batuan kirstalin-asam di Barito platform. Ini membawa pada Barito platform. Ini membawa pada hal-hal yang diperkirakan terjadi hal-hal yang diperkirakan terjadi kontak pada batuan tersebut yang kontak pada batuan tersebut yang mungkin disebabkan oleh patahan mungkin disebabkan oleh patahan (Gaffney-Cline, 1971).
(Gaffney-Cline, 1971).
Pada Paleogen akhir hingga Pada Paleogen akhir hingga Eosen tengah diendapkan formasi Eosen tengah diendapkan formasi
Tanjung Pengendapan Formasi
Tanjung Pengendapan Formasi
Tanjung yang terdiri dari beberapa Tanjung yang terdiri dari beberapa facies, dimulai dalam lingkungan facies, dimulai dalam lingkungan fluviatil (Facies Konglomerat dan fluviatil (Facies Konglomerat dan Facies Batupasir Bawah), kemudian Facies Batupasir Bawah), kemudian berubah
berubah menjadi menjadi dataran dataran banjir banjir yangyang sebagian berawa (Facies Batulempung sebagian berawa (Facies Batulempung Bawah), kemudian berubah menjadi Bawah), kemudian berubah menjadi lingkungan fluviatil dengan saluran lingkungan fluviatil dengan saluran sekunder (Facies Batupasir Atas), dan sekunder (Facies Batupasir Atas), dan terakhir menjadi lingkungan Laguna terakhir menjadi lingkungan Laguna (Facies Batulempung Atas).
(Facies Batulempung Atas).
Setelah terjadi penurunan ( Setelah terjadi penurunan ( subsidence ) akibat pemekaran yang subsidence ) akibat pemekaran yang mempengaruhi cekungan mulai dari mempengaruhi cekungan mulai dari Eosen tengah sampai awal
Eosen tengah sampai awal – – tengah tengah miocene, selama itu pula sedimen dari miocene, selama itu pula sedimen dari formasi Tanjung, Upper Tanjung dan formasi Tanjung, Upper Tanjung dan Berai diendapkan.
Berai diendapkan.
Pada pertengahan miocene Pada pertengahan miocene lempeng laut cina selatan mengalami lempeng laut cina selatan mengalami
collision
collision dengan Kalimantan Utara dengan Kalimantan Utara mengakibatkan Tinggian Kuching. Di mengakibatkan Tinggian Kuching. Di saat yang bersamaan, tumbukan ke saat yang bersamaan, tumbukan ke timur Sulawesi mengakhiri pemekaran timur Sulawesi mengakhiri pemekaran selat Makasar dan pengangkatan selat Makasar dan pengangkatan Pegunungan Proto-Meratus. Kedua Pegunungan Proto-Meratus. Kedua masa tektonik memulai proses masa tektonik memulai proses structure inversi di cekungan Barito structure inversi di cekungan Barito disertai dengan diendapkannya formasi disertai dengan diendapkannya formasi warukin.
warukin. Pengangkatan Pengangkatan Daratan tinggDaratan tinggii Kuching memberikan kontribusi Kuching memberikan kontribusi sedimen ke cekungan yang lebih sedimen ke cekungan yang lebih
rendah, kemudian terjadi rendah, kemudian terjadi pengangkatan
pengangkatan Proto-Meratus Proto-Meratus yangyang terjadi pada kala plio-pistosen yang terjadi pada kala plio-pistosen yang memisahkan Cekungan Barito memisahkan Cekungan Barito terhadap laut terbuka di daerah timur terhadap laut terbuka di daerah timur sehingga terjadi perubahan sehingga terjadi perubahan karakteristik sedimen dari proses karakteristik sedimen dari proses transgresi menjadi regresi berupa transgresi menjadi regresi berupa endapan formasi dahor.
endapan formasi dahor.
IV.
IV. PETROLEUM PLAYPETROLEUM PLAY
Pada area Tanjung raya hidrokarbon Pada area Tanjung raya hidrokarbon terbentuk dari source rock lower Tanjung terbentuk dari source rock lower Tanjung dan lower Warukin. Hidrokarbon terjebak dan lower Warukin. Hidrokarbon terjebak pada
pada struktural struktural trap trap yang yang mengandungmengandung lower Tanjung dan Upper Warukin sand. lower Tanjung dan Upper Warukin sand.
Source RockSource Rock
Batun induk yang terdapat pada Batun induk yang terdapat pada lapangan Pertamina EP dari perkiraan lapangan Pertamina EP dari perkiraan litologi ialah sebagai berikut :
litologi ialah sebagai berikut :
Formasi penelitian Tanjung padaFormasi penelitian Tanjung pada lapisan serpih peralik dan serpih lapisan serpih peralik dan serpih neritik
neritik
Formasi Berai pada lapisan serpihFormasi Berai pada lapisan serpih paralik
paralik
Formasi Warukin pada lapisanFormasi Warukin pada lapisan serpih paralik
serpih paralik
Kemungkinan ketiga formasi Kemungkinan ketiga formasi diatas dengan endapan-endapan diatas dengan endapan-endapan serpih dan napal yang diendapkan serpih dan napal yang diendapkan pada
pada lingkungan lingkungan peralik peralik dan dan neritikneritik tersebut dapat berperan sebagai tersebut dapat berperan sebagai
batuan induk
batuan induk pembentuk hidrokpembentuk hidrokarbonarbon berdasarkan
berdasarkan analisa analisa dengan dengan MetodaMetoda Lopatin.
Lopatin.
Formasi Tanjung di cekungan Formasi Tanjung di cekungan barito mulai
barito mulai dari tepi dari tepi barat barat di daerahdi daerah kualakurun dan tepi timur cekungan kualakurun dan tepi timur cekungan daerah binuang, menyebar ke arah daerah binuang, menyebar ke arah utara menerus ke arah cekungan kutai utara menerus ke arah cekungan kutai barat
barat menjadi menjadi formasi formasi Haloq Haloq dandan Formasi Batuayau ( Haryanto 2008 ). Formasi Batuayau ( Haryanto 2008 ). Batubara
Batubara di di bagian bagian tengah tengah formasiformasi Tanjung
Tanjung dijumpai dijumpai sebagai sebagai sisipansisipan dengan ketebalan 50 sampai 450 cm. dengan ketebalan 50 sampai 450 cm. Lapisan batubara di bagian barat Lapisan batubara di bagian barat cekungan Barito mempunyai cekungan Barito mempunyai ketebalan 30 cm sampai 300 cm. ketebalan 30 cm sampai 300 cm.
Batubara di dalam formasi Batubara di dalam formasi Tanjung mengandung kerogen Tanjung mengandung kerogen dengan tingkat sangat baik , kerogen dengan tingkat sangat baik , kerogen tersebut termasuk dalam kelompok tersebut termasuk dalam kelompok kerogen gas prone karena batubara kerogen gas prone karena batubara didominasi oleh maseral vitrinit. didominasi oleh maseral vitrinit. Batubara tipe ini termasuk batubara Batubara tipe ini termasuk batubara tipe himic . Kerogen yang terkandung tipe himic . Kerogen yang terkandung didalam batubara pada formasi didalam batubara pada formasi Tanjung termasuk ke dalam kerogen Tanjung termasuk ke dalam kerogen tipe II yang telah matang tipe II yang telah matang menghasilkan
menghasilkan minyak minyak dan dan gas gas dandan pada
pada tepi tepi barat barat dan dan timur timur cekungancekungan Barito terdapat jenis kerogen tipe III Barito terdapat jenis kerogen tipe III yang apabila matang kerogen ini akan yang apabila matang kerogen ini akan menghasilkan gas yang korelasinya menghasilkan gas yang korelasinya terlihat pada Figure 5.
terlihat pada Figure 5.
Batuan reservoir penyimpang Batuan reservoir penyimpang hidrokarbon pada umumnya ialah hidrokarbon pada umumnya ialah batuan
batuan sedimen sedimen yang yang memiliki memiliki pori- pori- pori untuk meny
pori untuk menyimpang hidrokarbon.impang hidrokarbon. Pada lapangan produksi Pertamina Pada lapangan produksi Pertamina EP memiliki 4 batuan yang menjadi EP memiliki 4 batuan yang menjadi reservoir yang dibagi atas A,B,C,D reservoir yang dibagi atas A,B,C,D dimana reservoir A adalah dimana reservoir A adalah konglomerat tebal ± 60 m, porositas konglomerat tebal ± 60 m, porositas 13-20 % dan permeabilitas 10-100 13-20 % dan permeabilitas 10-100 mD ; reservoir B adalah konglomerat mD ; reservoir B adalah konglomerat hampir sama dengan reservoir A hampir sama dengan reservoir A dengan permeabilitas 1-25 mD ; dengan permeabilitas 1-25 mD ; reservoir C
reservoir C adalah batupasir , adalah batupasir , dengandengan tebal maksimal 20 m , porositas tebal maksimal 20 m , porositas 20-25 % dan permeabilitas 200-1000 mD 25 % dan permeabilitas 200-1000 mD ; serta reservoir D adalah batupasir ; serta reservoir D adalah batupasir calcareus, dengan tebal ± 8.3 m, calcareus, dengan tebal ± 8.3 m, porositas 19 % dan permeabilitas porositas 19 % dan permeabilitas 29-
29-397 mD. Daya dorong pada reservoir 397 mD. Daya dorong pada reservoir ini adalah kombinasi solution gas & ini adalah kombinasi solution gas & water drive dengan tekanan reservoir water drive dengan tekanan reservoir awal 1500 psi, tekanan reservoir awal 1500 psi, tekanan reservoir sebelum waterflood 200 - 400 psi, sebelum waterflood 200 - 400 psi, dan tekanan reservoir setelah dan tekanan reservoir setelah waterflood 400-900 psi. Jenis waterflood 400-900 psi. Jenis minyaknya adalah parafinik 40.3º minyaknya adalah parafinik 40.3º API (0.82 SG), Wax content
API (0.82 SG), Wax content 30% WT30% WT (POUR POINT 98º F).
(POUR POINT 98º F).
Cap rockCap rock
Pase postrifting dari transgresi Pase postrifting dari transgresi regional/ subsidence setelah regional/ subsidence setelah pengendapan
pengendapan dari dari sag-fill sag-fill sedimensedimen menghasilikan shallow marine menghasilikan shallow marine
mudstone pada tahao 4 formasi Upper mudstone pada tahao 4 formasi Upper Tanjung. Batuan mudstone marine ini Tanjung. Batuan mudstone marine ini menyediakan sealing yang efektif menyediakan sealing yang efektif bagi
bagi reservoir reservoir Lower Lower Tanjung.Tanjung. Tersusun atas 800 meter dengan Tersusun atas 800 meter dengan dominasi neritic shale dan silty shale. dominasi neritic shale dan silty shale.
Patroleum TrapPatroleum Trap
Hydrocarbon
Hydrocarbon terbentuk,terbentuk, bermigrasi
bermigrasi daridari Lower-middle Lower-middle tanjung coal
tanjung coal s,s, carbonaceous shalescarbonaceous shales,, dan
dan lower warukin carbonaceouslower warukin carbonaceous shales
shales.. Kitchen Kitchen utama terletak pada utama terletak pada depocentre basin sekarang.
depocentre basin sekarang.
Sealing rocks
Sealing rocks dihasilkan dari dihasilkan dari
intra-formational shales
intra-formational shales..Generation,Generation, migration
migration, , dan dan pemerangkapanpemerangkapan
hydrocarbon
hydrocarbon terjadi sejakterjadi sejak middlemiddle early miocene
early miocene (20 Ma). (20 Ma). Barito basin Barito basin
merupakan contoh dari efek interaksi merupakan contoh dari efek interaksi tektonik terhadap tempat tektonik terhadap tempat pembentukan
pembentukan hydrocarbonhydrocarbon (petroleum system
(petroleum system).).
Extensional t
Extensional tectonicsectonics pada pada earlyearly tertiary
tertiary membentuk membentuk rifted basinrifted basin, dan, dan
grabennya
grabennya diisi olehdiisi oleh lacustrinelacustrine tanjung shales
tanjung shales dan dancoalscoals. Lingkungan. Lingkungan
lacustrine
lacustrine inilah inilah yang yang akanakan membentuk
membentuk tanjung source rockstanjung source rocks.. Karena subsidence yang terus Karena subsidence yang terus berlangsung
berlangsung dandan rifted structurerifted structure
makin turun,
makin turun, shale shale diendapkan diendapkan semakin melebar, dan akan semakin melebar, dan akan membentuk
membentuk seal seal untuk untuk reservoir reservoir
yang ada dibawahnya. Kondisi ini yang ada dibawahnya. Kondisi ini
juga
juga yang yang menyebabkan menyebabkan penyebaranpenyebaran pengendapan
pengendapan reservoir reservoir rocks.rocks. Extensional
Extensional faultsfaults merupakan media merupakan media untuk migrasinya
untuk migrasinya hydrocarbonhydrocarbon yang yang terbentuk dibagian terbawah dari terbentuk dibagian terbawah dari graben
graben.. Selama
Selama late miocenelate miocene,, basinbasin mengalami permbalikan akibat mengalami permbalikan akibat naiknya Meratus, membentuk naiknya Meratus, membentuk asymmetric basin
asymmetric basin,, Barito Barito basinbasin mengalami
mengalami dippingdipping kearah NW dankearah NW dan makin ke SE semakin curam. makin ke SE semakin curam. Akibatnya bagian tengah dari Akibatnya bagian tengah dari mengalami
mengalami subsidence subsidence, sehingga, sehingga tanjung source rock
tanjung source rock s s semakinsemakin terkubur, dan menghasilkan terkubur, dan menghasilkan kedalaman yang cukup bagi
kedalaman yang cukup bagi source source rock
rock untuk menjadi untuk menjadi hydrocarbon.hydrocarbon. Hydrocarbon
Hydrocarbon mengisi jebakan mengisi jebakan melalui patahan dan melalui melalui patahan dan melalui permeable
permeable sandssands. . Pada Pada awalawal Pliocene
Pliocene,, Tanjung source rocksTanjung source rocks kehabisan
kehabisan liquid liquid hydrocarbonhydrocarbon,, sehingga membentuk gas dan sehingga membentuk gas dan bermigrasi
bermigrasi mengisi mengisi jebakan jebakan yangyang telah ada.
telah ada. Lower
Lower Warukin Warukin shalesshales pada pada depocentre basin
depocentre basin mencapaimencapai kedalaman dari
kedalaman dari oil windowoil window selamaselama plio-pleistocene
plio-pleistocene. Minyak terbentuk. Minyak terbentuk dan bermigrasi ke
dan bermigrasi ke structural structural trapstraps dibawah warukin sand
dibawah warukin sand
Migration PatwayMigration Patway
Pembentukan minyak bumi yang Pembentukan minyak bumi yang diawali pada Miosen Tengah diawali pada Miosen Tengah dimungkinkan termigrasi ke batuan dimungkinkan termigrasi ke batuan cadangan melalui sesar-sesar yang cadangan melalui sesar-sesar yang terjadi
terjadi
bersamaan d
bersamaan dengan engan pembentukanpembentukan minyak bumi. Pada kala minyak bumi. Pada kala Plio-Pleistosin cekungan Barito Pleistosin cekungan Barito mengalami pengangkatan dan mengalami pengangkatan dan perlipatan
perlipatan terakhir terakhir yang yang paling paling aktifaktif sehingga migrasi melalui sesar-sesar sehingga migrasi melalui sesar-sesar berlangsung
berlangsung intensif intensif dan dan minyakminyak bumi
bumi terperangkap terperangkap pada pada strukturstruktur antiklin yang berasosiasi dengan antiklin yang berasosiasi dengan sesar naik terutama pada formasi sesar naik terutama pada formasi yang paling tinggi (Formasi Kambitin yang paling tinggi (Formasi Kambitin dan Formasi Tanjung). Tektonik di dan Formasi Tanjung). Tektonik di daerah Pertamina EP sangat penting daerah Pertamina EP sangat penting peranannya
peranannya mulai mulai dari dari pembentukanpembentukan hidrokarbon (penurunan yang hidrokarbon (penurunan yang menambah kedalaman penimbunan), menambah kedalaman penimbunan), pengangkatan
pengangkatan dan dan perlipatanperlipatan (pembentukan struktur perangkap (pembentukan struktur perangkap hidrokarbon)
hidrokarbon)
V.
V. CONCLUTIONCONCLUTION
Cekungan Barito yang terbentuk Cekungan Barito yang terbentuk akibat adanya proses tektonik antara akibat adanya proses tektonik antara paparan
paparan sunda sunda dengan dengan lempenglempeng samudra serta proses-proses geologi samudra serta proses-proses geologi lainnya menyebabkan cekungan lainnya menyebabkan cekungan barito ini
barito ini terbentuk. Cekungan baritoterbentuk. Cekungan barito memiliki banyak potensi selain memiliki banyak potensi selain batubara
formasi Warukin serta terdapat formasi Warukin serta terdapat potensi
potensi hidrokarbon hidrokarbon yangyang terakumilasi di formasi Tanjung dan terakumilasi di formasi Tanjung dan Warukin yang dikelola oleh Warukin yang dikelola oleh Pertamina EP Tanjung kab. Tabalong Pertamina EP Tanjung kab. Tabalong Kalimantan Selatan. Dengan 4 Kalimantan Selatan. Dengan 4 macam batuan yang menjadi batuan macam batuan yang menjadi batuan reservoir dengan mekanisme reservoir dengan mekanisme pendorong perpaduan antara solution pendorong perpaduan antara solution
gas dan water drive. Pada source r gas dan water drive. Pada source rockock atau batuan induk formasi Tanjung atau batuan induk formasi Tanjung Cekungan Barito biasanya memiliki Cekungan Barito biasanya memiliki batuan
batuan induk induk yang yang kaya kaya akanakan maretial organic contohnya seperti maretial organic contohnya seperti shale, namun pada formasi Tanjung shale, namun pada formasi Tanjung
terdapat pula batuan sedimen selain terdapat pula batuan sedimen selain shele yakni batubara yang menjadi shele yakni batubara yang menjadi kerogen untuk tipe II dan III pada kerogen untuk tipe II dan III pada formasi tengah Tanjung dan bagian formasi tengah Tanjung dan bagian timur dan barat cekungan Barito yang timur dan barat cekungan Barito yang menghasilkan minyak dan gas.
menghasilkan minyak dan gas.
VI.
VI. REFERENCEREFERENCE
Purnamasari, Rosy . 2008 . Ekstraksi Properti Reservoir dari Attribut Seismik 3-D Purnamasari, Rosy . 2008 . Ekstraksi Properti Reservoir dari Attribut Seismik 3-D dengan Metoda Inversi dan Geostatistik di Lapangan “ X “ . Universitas Indonesia . dengan Metoda Inversi dan Geostatistik di Lapangan “ X “ . Universitas Indonesia . Jakarta
Jakarta
Daniel, Danny , dkk . 2011 . Studi Fasies Formasi Tanjung Pada Prospek X, Cekungan Daniel, Danny , dkk . 2011 . Studi Fasies Formasi Tanjung Pada Prospek X, Cekungan Barito, Kalimantan Selatan . Universitas Padjajaran . Jatinangor . Sumedang
Barito, Kalimantan Selatan . Universitas Padjajaran . Jatinangor . Sumedang
Harun Satyana, Awang . dk . 1994 . Tectonic reversal In East Barito Basin, South Harun Satyana, Awang . dk . 1994 . Tectonic reversal In East Barito Basin, South Kalimantan : Consideration Of The Types Of Inversion Structures And Petroleum Kalimantan : Consideration Of The Types Of Inversion Structures And Petroleum System Significante . 1-18
System Significante . 1-18
Heryanto, Rachmat . 2014 . The Tanjung Formation Coal As A Hydrocarbon Source Heryanto, Rachmat . 2014 . The Tanjung Formation Coal As A Hydrocarbon Source Rock In The Barito Basin . Pusat Survei Geologi . Bandung
Rock In The Barito Basin . Pusat Survei Geologi . Bandung
https://www.scribd.com/doc/149845630/Cekungan-Barito-Kalimantan-Selatan https://www.scribd.com/doc/149845630/Cekungan-Barito-Kalimantan-Selatan
VII.
VII. LAMPIRAN GAMBARLAMPIRAN GAMBAR
Figure 1 Peta Regional Kalimantan Figure 1 Peta Regional Kalimantan
( Figure 2 Peta Struktur Lapangan ) ( Figure 2 Peta Struktur Lapangan )
Figure 3 Regional Stratigrafi Barito Basin ( Satyana 1995) Figure 3 Regional Stratigrafi Barito Basin ( Satyana 1995)
\\ Figure 4 Diagram Stratigrafi dan Tektonik Daerah Penelitian ( Barito Basin ) Figure 4 Diagram Stratigrafi dan Tektonik Daerah Penelitian ( Barito Basin )
Figure 5 Korelasi batubara Formasi Tanjung dengan Minyak Formasi Tanjung memperlihatkan korelasi positif Figure 5 Korelasi batubara Formasi Tanjung dengan Minyak Formasi Tanjung memperlihatkan korelasi positif