DISCLAIMER : PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS
Iaf7400333sekuyah
MARKET REVIEW
WATCH LIST STOCK
IHSG
4,862.06
P
admin
GLOBAL HIGHLIGHT
Last +/- (%) WORLD INDEX HANGSENG 21,746.26 -230.07 -1.05% NIKKEI 14,033.45 -424.06 -2.93% S&P/ASX200 5,435.77 -45.60 -0.83% FTSE 6,796.44 -2.12 -0.03% DOW JONES 16,518.54 117.52 0.72% EIDO 27.79 0.18 0.65% COMMODITY Gold 1,289.90 1.00 0.08% Oil (WTI) 100.88 0.11 0.11% Coal 72.91 0.02 0.02% CPO (RM) 2,631.00 -1.0 -0.03% CURRENCY USD/IDR 11,570 55 0.47% UP A R A M I T R A
FOKUS PAGI
Kamis, 8 Mei 2014
www.paramitra.com
Change 27,60
Change % 0.57%
Foreign Net (Rp/Bill) 0.339
Day Range 4,829.56 - 4,868.09 Value (Rp/Bill) 5,654 Average PE 14.0 Year To Date 14.81% 1 Year 1.98% Source: Bloomberg Source : IDX
Ticker
Rating
Price Target Support Resist.
BBNI
BoW
4,820
4,975
4,770
4,850
TLKM
BoW
2,350
2,370
2,320
2,370
UNVR
BoW
30,225
30,850
29,700
30,500
LSIP
BoW
2,415
2,525
2,370
2,450
KAEF
Buy
900
945
900
920
ITMG
BoW
25,000
25,850
24,750
25,250
ASII
BoW
7,500
7,750
7,400
7,575
PGAS
Hold
5,350
5,475
5,200
5,400
SMGR
Buy
14,275
14,750
14,100
14,525
BBTN
BoW
1,095
1,170
1,070
1,130
WIKA
Buy
2,285
2,400
2,250
2,320
Pada hari kamis (08/05/2014) Indeks harga saham
gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dengan
kecenderungan menguat terbatas pada kisaran
4,800-4,890. Dow Jones Industrial Average menguat 117,52
poin atau 0,7% ke level 16.518,54. Kenaikan bursa AS
terjadi seiring adanya statement Janet Yellen di hadapan
kongres yang mengatakan bahwa program pembelian
asset bank sentral berada di jalur untuk berakhir jika
ekonomi AS stabil. Sementara itu, rilis data produktivitas
bisnis di Amerika turun sebesar 1,7%. Data cadagan
minyak AS secara tak terduga berkurang sebesar 1,8 juta
barel. Dari perkembangan konflik Rusia-Ukraina,
Presiden Rusia membuat tawaran damai atas krisis di
Ukraina. Dari dalam negeri, hari ini BI akan
mengumumkan tingkat suku bunga. Meski beberapa
data ekonomi Indonesia seperti Trade Balance yang
positif
dan
inflasi
yang
menurun,
BI
perlu
memperhatikan tentang likuiditas perbankan dan
pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Selain itu,
Yellen juga sudah berstatement bahwa tahun 2016 akan
mulai menaikan tingkat suku bunga The Fed sebesar
75bps.
Source: Bloomberg SoS : Sell On Strength; BoW : Buy On Weakness; Spec Buy : Speculative Buy
DAILY NEWS
SECTORAL PERFORMANCE
Last (Rp) +/- ( % ) AGRI 2,447.02 43.38 1.80% MINING 1,484.64 10.60 0.72% BASIC-IND 511.77 -2.30 -0.45% MISC-IND 1,307.82 15.83 1.22% CONSUMER 2,016.98 6.59 0.33% PROPERTY 428.26 5.03 1.19% INFRASTRUC 1,036.18 6.84 0.66% FINANCE 652.89 7.42 1.15% TRADE 862.82 -7.28 -0.84% MANUFACTUR 1,267.22 4.67 0.37%INCO: Kenaikan harga nikel belum signifikan terhadap laba INCO
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba bersih kuartal I-2014 sebesar US$ 17,96 juta, turun 43% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 31,51 juta. Sementara pendapatan perseroan juga merosot 17,53% menjadi US$ 213,11 juta dari US$ 258,41 juta. Laba bersih memang menurun, tetapi lebih baik jika dibandingkan dengan Q4/2013 di mana terdapat kerugian sebesar US$ 4,36 juta. Produksi nikel perseroan mencapai 19.604 metrik ton selama Januari-Maret 2014, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 18.514 metrik ton. Harga nikel saat ini sudah mencapai US$ 18.500 per metrik ton. Sehingga perseroan optimis dapat mendulang kenaikan pendapatan di kuartal kedua tahun ini. Laba bersih Vale pada tiga
bulan pertama tahun ini memang menurun, disebabkan harga jual nikel per metrik ton pada akhir Maret lalu sebesar US$ 10.972, menurun dibandingkan periode sama tahun lalu seharga US$ 13.673 per metrik ton. Jika kebijakan pemerintah terkait larangan ekspor mineral mentah diberlakukan secara konsisten, maka tren kenaikan harga nikel akan terus berlanjut. Selain itu, sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia atas insiden invasi ke Ukraina juga diyakini ikut berkontribusi positif terhadap naiknya harga nikel. Perseroan menargetkan produksi nikel tahun ini tumbuh 5% dari tahun lalu atau sebesar 79.600 ton. Anggaran belanja permodalan (capital expenditure/capex) yang dianggarkan sebesar US$ 100 juta untuk 2014, dan sepanjang kuartal satu baru digunakan sebesar US$ 15 juta. Target produksi nikel untuk kuartal kedua tahun ini masih sama dengan kuartal satu, yaitu sekitar 19.600 ton. Perseroan akan fokus pada penghematan biaya dengan mengoptimalkan operasional, serta proses renegoisasi kontrak karya yang masih berlangsung dan ditargetkan akan selelsai sebelum pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun ini berakhir. (Investor daily)
META: META agresif untuk diversifikasi bisnisnya
PT Nusantara Infrastucture Tbk (META) berhasil meraup laba bersih senilai Rp104,78 miliar pada kuartal I/2014 atau meningkat 296% dari periode yang sama pada tahun lalu. Kenaikan laba bersih perusahaan didorong oleh bisnis perusahaan yang terus tumbuh secara konsisten khususnya di sektor pengelolaan jalan tol dan kontribusi dari anak-anak usahanya. Kenaikan tariff tol turut berpengaruh terhadap pendapatan dan penjualan perusahaan, ditambah mulai masuknya pendapatan dari penjualan air bersih pada anak perseroan terbatas. Bertambahnya jumlah anak usaha yang menggarap sektor bisnis yang berbeda pada 2013 turut berkontribusi cukup besar dalam peningkatan laba bersih META. Pada 2006 sampai 2012, emiten tersebut hanya fokus di Jalan tol. Pada 2013 dan awal 2014-an secara perlahan emiten ini memperluas sektor bisnisnya ke pengelolaan air bersih, pembangkit energi terbarukan, jasa pelabuhan dan pengelola menara telekomunikasi. CPIN: CPIN membukukan pendapatan sebesar Rp 6,7 Triliun. (Bisnis Indonesia)
SMGR: SMGR membutuhkan pinjaman
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) akan memperoleh fasilitas pinjaman dengan plafon maksimal Rp1,9 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) untuk membiayai proyek pembangunan pabrik Indarung VI, Padang, Sumatra Barat. Produsen semen pelat merah itu akan melakukan penandatanganan perjanjian kredit pada Jumat (9/5/2014). Penarikan pinjaman baru akan ditarik semester II/2015 mendatang karena manajemen akan maksimalkan kas internal terlebih dahulu. Pinjaman itu ekuivalen dengan tingkat suku bunga sekitar 9%-9,5% dengan 3 tahun grace period atau masa konstruksi hanya bayar bunga serta 5 tahun angsuran pokok dan bunga saat mulai masa komersial. Investasi pabrik Indarung VI yang akan dikelola oleh anak usaha, yakni PT Semen Padang, itu mencapai Rp3,25 triliun. Dari total investasi itu, Semen Indonesia memproyeksikan porsi dana eksternal mencapai 60%, sedangkan 40% berasal dari kas internal. (Bisnis Indonesia)
BBTN: BTN mulai fokus terhadap perumahan non subsidi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan akan mengawali transformasi pada tahun ini dengan fokus pada percepatan pembiayaan perumahan, tidak hanya kategori kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi. Porsi dari total kredit BTN sebesar 45 persen untuk subsidi dan sebesar 55 persen untuk KPR bersubsidi. BTN akan bertransformasi terkait percepatan pembiayaan perumahan non subsidi.. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat ini Bank BTN tidak hanya terkonsentrasi pada pembiayaan rumah subsidi. Untuk dapat mendukung peningkatan kontribusi KPR nonsubsidi, Bank BTN akan meningkatkan kerjasama dengan sejumlah perusahaan bermodal besar. Hingga akhir Kuartal I-2014 market share Bank BTN untuk kredit perumahan mencapai 24 persen. CAR (rasio kecukupan modal) BTN sebesar 15,74 persen, sehingga masih dapat meng-cover kebutuhan-kebutuhan perusahaan. (Ipot News)
BWPT: Penambahan lahan dan umur tanaman menunjang prospek BWPT kedepan
PT BW Plantation Tbk menargetkan produksi kelapa sawit (CPO) tahun ini bisa mencapai kenaikan hingga 25 persen dengan mulai beroperasinya pabrik kelapa sawit (PKS) yang keempat di Kalimantan Timur. Target kenaikan produksi CPO sebesar 25% tahun ini cukup realistis mengingat ada penambahan areal seluas hampir 8.000 hektare yang mulai berproduksi tahun ini. Produksi CPO perseroan masih berpotensi akan semakin meningkat karena dari sisi usia lahan yang berproduksi sekarang ini relatif masih sangat muda, yakni sekitar tujuh tahunan. Sedangkan puncak produksi tanaman kelapa sawit itu pada usia sekitar 18 tahun. Dari sisi produksi pada kuartal I-2014 TBS yang di kebun inti ada peningkatan kurang lebih 8,5% atau totalnya sekitar 158 ribu ton dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 138 ribu ton. Kemudian dari sisi capaian produksi CPO di kuartal pertama itu mencapai 32 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 30 ribu ton atau ada kenaikan sekitar 5%. Dengan beroperasinya pabrik keempat di Kalimantan Timur ini, kapasitas BWPT tahun ini diprediksi meningkat menjadi 210 ribu ton per dibandingkan dengan akhir tahun 2013 lalu itu masih di 150 ribu ton. Penggunaan capital expenditure (capex) pada kuartal pertama tahun ini juga masih di bawah 20 persen saja atau di bawah Rp150 miliar. Pemakaian terbesar adalah pembayaran untuk penyelesaian pabrik yang keempat, penanaman baru, serta adanya biaya perawatan untuk tanaman yang belum menghasilkan. (Ipot News)
KLBF: KLBF memgembangkan konsep bisnisnya
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tak hanya mengincar pertumbuhan secara organik. Perseroan juga membidik pertumbuhan anorganik dengan jalan akuisisi. KLBF kini sedang berdiskusi serius dengan beberapa perusahaan. Kedepan KLBF fokus terhadap konsep bisnisnya karena dari segi produk, Produk kalbe sudah dianggap memenuhi kebutuhan konsumen. Target yang dibidik adalah perusahaan makanan dan minuman kesehatan. KLBF menganggarkan Rp 500 miliar di luar dana belanja modal untuk akuisisi dalam negeri. Harapannya di akhir tahun, ada satu perusahaan yang bisa diakuisisi. KLBF masih mencari partner strategis untuk joint venture dalam pemasaran dan produksi produk seperti yang dilakukan di Myanmar dan Vietnam. Untuk akuisisi di kawasan regional, KLBF menyiapkan dana sekitar Rp 200 miliar. (Kontan)
Date
Event
Forecast
Previous
Monday, May 5 Eurogroup meetings (Euro)ISM non Manufacturing PMI (U.S) 54.3 53.1
Tuesday, May 6 Retail Sales m/m (Euro) -0.2% 0.4%
Trade Balance (U.S) -40.1B -42.3B
Monetary Policy Meetings Minutes (Japan)
Wednesday, May 7 Prelim Nonfarm Productivity q/q (U.S) -0.9% 1.8%
Prelim Unit Labor Costs q/q (U.S) 2.3% -0.1%
Crude Oil Inventories (U.S) 1.7M
Thursday, May 8 BI Rate (Indonesia) 7.5% 7.5%
Trade Balance (China) 15.2B 7.7B
Minimum Bid Rate (Euro) 0.25% 0.25%
Unemployement Claims (U.S) 328K 344K
CPI (China) 2.1% 2.4%
Friday, May 9 German Trade Balance (Euro) 16.9B 15.7B
New Loans (China) 840B 1050B
Jolts Jobs Openings (U.S) 4.21M 4.17M