Tubruk Pick Up, Bapak dan
Anak Tewas Mengenaskan
PURWOREJO, FP – Kecelakaan yang mengakibatkan bapak dan anak meninggal ditempat lokasi terjadi di jalan Daendeles, tepatnya di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Selasa (2/5) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario nopol B 6049 FQD yang dikendarai Damam Riyadi (31) warga Desa Bamurejo, Kecamatan Grabag yang berboncengan dengan anaknya, Denis Dwi Pratama melaju dari arah barat ke timur.
Tiba dilokasi kejadian, Damam Riyadi berusaha membetulkan posisi anaknya yang miring karena ngantuk sehingga laju kendaraan agak oleng. Secara bersamaan melaju dari arah berlawanan mobil pick up nopol R 1806 DH yang dikemudikan Nur Harjanto (39) warga Desa Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta.
Karena jarak terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan. Akibat kerasnya benturan, sepeda motor dan Denis Dwi Pratama tertancap di bagian depan mobil pick up. Sementara Damam Riyadi terpental hingga beberapa meter.
Akibat tabrakan tersebut Damam Riyadi dan Denis Dwi Pratama tewas di tempat kejadian. Damam Riyadi mengalami luka pecah kepala, wajah sobek, lutut kanan kiri patah, tangan kanan patah, serta kaki kanan sobek.
Sedang Denis Dwi Pratama mengalami luka pecah kepala. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo. “Kejadian ini sudah ditangani Unit Laka Lantas Polres Purworejo, ” kata petugas jaga Unit Laka.
Tiga Korban Laka Maut Tol
Palikanci Dimakamkan Satu
Liang
PURWOREJO, FP – Hari ini Senin (1/5) sekitar pukul 11.00 WIB tiga korban kecelakaan di jalan tol Palikanci, Cirebon, Ita Meigavitri (40) Anton (45) dan Alfian Fatih Junianto (4) dimakamkan di tempat pemakaman umum, Gunung Tugel Kutoarjo. Karena masih satu keluarga, ketiganya akan dimakamkan satu liang.
Suasana haru masih mewarnai rumah duka di Kelurahan Senepo, Kecamatan Kutoarjo. Sejak kemarin sejumlah kerabat dan warga terus berdatang ke rumah duka untuk mengucapkan bela sungkawa. Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut tetangga almarhum, Achmad Sulaiman (40), keluarga almarhum merupakan mualaf, dan dikenal sangat dekat dengan tetangganya. “Keluarganya sangat relegius, tiap selapanan rutin menggelar pengajian, “katanya.
Atas musibah tersebut warga sekitar merasa kehilangan sosok keluarga yang dermawan dan rendah hati. “Kami sangat kehilangan dan berduka sekali, “tuturnya.
Menurut Surti (52) warga Kecamatan Pituruh yang datang dengan rombongan jamaah pengajian, almarhum orang yang sangat baik dengan siapa saja, bahkan sebelum meninggal almarhum sempat mengutarakan niatnya untuk menampung anak yatim dan orang jompo. “Orangnya sangat baik dan peduli dengan nasib orang kurang mampu, ” kata Surti.
Dari informasi warga sekitar, Anton merupakan suami kedua Ita M e i g a v i t r i . D e n g a n s u a m i pertamanya Ita dikarunia tiga P u t r i y a n g k i n i m o n d o k d i Yogyakarta. Semenatara dengan Anton dikarunia satu putra, Alfian Fatih Junianto yang ikut meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Ita Meigavitri menjadi mualaf setelah berpisah dengan suami pertamanya. Setelah menjadi mualaf Ita menekuni ilmu agama hingga akhirnya menjadi penceramah dan sering mengisi ceramah-ceramah diberbagai daerah.
Kepergiannya ke Kerawang juga dalam rangka akan mengisi ceramah didaerah itu, namun takdir berkehendak lain. Sebelum sampai tujuan Ita dan keluarganya meninggal karena, kecelakaan.
Seperti diketahui, Ita Meigavitri yang berprofesi sebagai penasehat hukum sekaligus Ustazah kondang dan suaminya, Anton serta anaknya, Alfian Fatih Junianto merupakan korban kecelakaan yang terjadi di jalan Tol Palikanci Km. 190.500 A Cirebon Minggu (30/4) sekitar pukul 10.15 WIB.
Waktu itu Ita Meigavitri, dalam perjalanan menuju Karawang untuk m e n g i s i p e n g a j i a n . M e r e k a mengemudi Toyota Innova nopol AA 9427 JL. Ikut dalam perjalanan itu, Siti Mujiah (40) warga Kebumen, Neti (29) warga
Purworejo, dan Cinta warga Purworejo.
Diduga karena ngantuk, kendaraan yang ditumpangi Ita dan keluarganya menabrak bus yang sedang mangalami gangguan mesin. Akibat kejadian itu, Ita Meigavitri, Anton, Alfian Fatih Junianto meninggal dunia. Sementara Siti Mujiah, Neti dan Cinta menderita luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
ROMA
Roma adalah sebuah kota dengan kekayaan sejarah di setiap sudutnya, yang memperlihatkan kehebatan kota ini di bidang seni, arsitektur dan teknik, dan sebagai pemilik salah satu sistem politik paling kuat yang pernah ada.
Sejarah panjang
Tak salah bila orang-orang mengatakan bahwa hidup saya menyenangkan. Hari-hari saya di Roma dimulai dengan berjalan pagi, sekedar mengikuti langkah kaki, menyusuri jalanan yang kosong sambil memotret. Saya suka sekali saat-saat seperti ini, ketika toko-toko masih tutup, pasar masih kosong dan jalanan hanya diisi kendaraan antar-jemput sekolah, petugas pembersih jalan dan para pedagang yang sedang bersiap membuka toko mereka.
Truk menurunkan barang dagangan ke toko-toko, sementara sang pemilik menaikkan rolling door hingga ke plafon. Para pekerja kantoran singgah untuk membeli kopi sekaligus menikmati keindahan fasad bangunan di sekitarnya.
Pons Fabricius, jembatan Romawi tertua di Roma
Roma memang kota yang ramah bagi pejalan kaki, dan salah satu tempat favorit saya di pagi hari adalah Jewish Ghetto atau Perkampungan Yahudi, kawasan berusia 500 tahun yang dibangun di atas Circus Flaminius, bekas pusat kegiatan politik yang
dulunya memiliki belasan kuil. Ke mana pun saya berjalan, saya bisa melihat peninggalan kekaisaran Roma hingga detail-detailnya, seperti pilar bekas kuil yang disatukan dengan tembok sebagai hiasan atau relief pada batu nisan marmer. Melewati kawasan yang kini sebagian besar menjadi pedestrian, saya tiba di Portico d’Ottavia, fasad kuil dengan bagian atas berbentuk segitiga yang ditopang oleh pilar-pilar setinggi 10 meter. Bangunan berusia 1700 tahun ini dulunya adalah gerbang monumental yang mengarah ke kompleks kuil, dan kini menjadi pintu masuk ke situs arkeologi. Saya melewati deretan pilar di koridor sepanjang 50 meter, dan cahaya matahari yang sedari tadi menghangatkan bahu saya menghilang, terhalang oleh Teater
Marcellus, bangunan tiga lantai berlapis marmer travertine
peninggalan abad pertama SM, yang fasadnya mirip Colosseum. Fungsinya pun sama dengan Colosseum, yakni sebagai tempat hiburan. Namun, yang ditampilkan di sini adalah pertunjukan teater, komedi, drama dan tragedi.
The Church of the Most Holy Name of Mary dan Column of Trajan.
Bunyi klakson mobil membawa pikiran saya kembali ke abad 21. Saya berjalan menanjak di sebuah kawasan modern menuju keramaian Via del Teatro di Marcello, salah satu jalanan kontemporer di kota Roma. Menuruni jalanan berkelok, saya tiba di San Nicola in Carcere, sebuah gereja dengan arsitektur Baroque yang diapit pilar-pilar kuno. Pilar-pilar tersebut
kini menyatu dengan dinding eksterior gereja. San Nicola sebenarnya dibangun tahun 1178. Akan tetapi, gereja ini berdiri di atas fondasi tiga kuil era Republik. Artinya, saat saya memasuki ruang bawah tanah gereja, saya menjejakkan kaki di antara kuil-kuil berusia 2.300 tahun yang menjadi fondasinya. Setiap kali berjalan di sini, saya merinding membayangkan saya berjalan di atas jejak kaki para pedagang, saudagar dan penjelajah Romawi.
Sungai mengalir membelah kota
Roma adalah kota dengan tujuh bukit dan sebuah sungai yang mengalir di antaranya. Sungai bernama Tiber ini merupakan jalur utama penghubung Roma dengan kawasan Mediterania dan kekaisarannya, sehingga menjadi sumber kehidupan Kota Roma. Di masa lalu, pinggiran sungai dipenuhi deretan gudang yang setiap hari memuat barang-barang untuk dikirim ke Roma, kota metropolitan pertama di dunia dengan penduduk satu juta jiwa. Setelah kemunduran Kekaisaran Roma dan memasuki abad pertengahan, kehidupan di kota ini semakin bergantung pada Sungai Tiber. Bangunan-bangunan tempat tinggal pun bermunculan di sepanjang tepi sungai, kebanyakan digunakan oleh nelayan, pabrik terapung dan kapal.
Circus Maximus, taman arkeologikal yang baru dibuka. Dulu, situs ini mampu menampung 200.000 penonton
Kini, meski keagungan Sungai Tiber telah sirna oleh pembangunan muraglioni, tembok masif yang melindungi kota dari banjir, sungai ini dan jembatannya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari warga Roma. Sejak adanya Lungotevere, jalan raya yang membentang di kedua sisi tembok
muraglioni, rumah dan jalan di sepanjang kota ini telah
berganti dengan lalu lintas mobil, bus dan sepeda motor, yang dihubungkan oleh ponti atau jembatan.
Saya bergerak menuju Isola Tiberina atau Pulau Tiber, pulau kecil berbentuk perahu di sebelah selatan sungai. Dahulu, Pulau Tiber dikenal dengan nama Insula Inter-Duos-Pontes, yang berarti pulau di antara dua jembatan. Pulau ini menghubungkan pusat Roma dan Trastevere melalui dua jembatan batu, yakni Pons Fabricius dan Pons Cestius. Saya menyeberang ke pulau lewat Pons Fabricius. Sampai sekarang, pulau ini masih sama seperti ratusan tahun lalu. Sebuah rumah sakit dan kompleks gereja berdiri di situs kuil kuno Aesculapius, dewa penyembuhan Yunani. Saat menyusuri pulau, saya terpesona melihat ukiran pada batu dengan detail dari desain aslinya yang bertahan hingga kini.
Pulau Tiberina, dikelilingi oleh tumbuhan dan pohon, serta dibasuh air dari
Sungai Tiber
Di tengah sungai ada sebuah jembatan patah bernama Ponte Motto, atau dulunya Pons Aemilius. Di tepi sungai, saya melihat sebuah pelengkung kecil dari batu vulkanik yang tersembunyi di antara tetumbuhan dan grafiti. Yang saya lihat ini adalah Cloaca Maxima, salah satu sistem drainase paling tua di dunia. Pada dasarnya Cloaca Maxima adalah sebuah kanal dari abad ke-6 SM yang mengubah lembah sungai yang subur menjadi Forum Romawi dan pusat kerajaan. Saya takjub membayangkan di tempat inilah kejayaan Roma bermula.
Menjelajahi lanskap khas Romawi
Kembali ke Pons Fabricius, saya menyeberang menuju tempat yang dulu disebut Forum Boarium, pusat perdagangan paling tua di Roma dan pasar ternak purba di sudut Via Luigi Petroselli dan Via di Vico Jugario. Persimpangan yang ramai menyambut para pekerja yang datang ke kota dan wisatawan yang ingin mengunjungi situs-situs arkeologi.
Di hadapan saya ada Sant’Omobono, area terbuka yang dipenuhi reruntuhan batu vulkanik
dan sisa-sisa kuil dari abad ketujuh SM sampai abad kedua Masehi. Di sebelah kanan dan selatan saya ada dua kuil yang masih terawat baik, yakni Hercules, kuil bundar yang indah, dan Portunus, kuil persegi panjang dari akhir abad kedua SM.
P e m a n d a n g a n T h e a t e r M a r c e l l u s d a r i B u k i t Capitoline
Setelah itu saya melintasi Via di Vico Jugario, yang dulu merupakan jalur untuk membawa barang dagangan dari tepi sungai, melalui forum holitorium (pasar sayur) ke Forum Romawi, yang menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan. Di atas saya terdapat tebing Bukit Capitoline, pusat pemerintahan Roma. Lalu saya berbelok ke kanan dan menikmati tersesat di jalanan kuno Velabrum, jalanan indah yang diapit dua bukit bersejarah, Capitoline dan Palatine.
Circus Maximus
Dari Velabrum saya berjalan ke Arch of Janus, sebuah bangunan besar dengan pelengkung di keempat sisinya, yang berfungsi sebagai tempat berdagang. Lalu saya berjalan melewati plaza Alda Fendi Foundation yang baru dipugar. Proyek kolaborasi Fendi dan arsitek Jean Nouvel ini memberi sentuhan seni kontemporer pada bangunan paling kuno di Roma.
Zaman memang berubah, namun Roma tetaplah Roma, kata saya dalam hati saat tiba di lapangan yang agak kosong. Lembah yang tertutup rumput di antara bukit Palatine dan kebun mawar Aventine ini tak lain adalah Circus Maximus, tempat olahraga terbesar di Roma. Selama empat abad, lintasan oval sepanjang 500 meter dengan kapasitas lebih dari 200.000 penonton ini dipakai untuk balap kereta kuda, perburuan binatang dan parade ritual. Kini, Circus Maximus menjadi ruang terbuka untuk acara santai, olahraga dan konser rock setiap musim panas. Saya kemudian bergerak ke ujung timur, menuju sebuah tempat wisata abad pertengahan, dan menemukan jejak-jejak masa lalu Circus di sebuah tempat tertutup, yang dapat dikunjungi pada akhir pekan. Menjelajahi situs ini dan melihat sisa-sisa bangku penonton, toko, toilet dan gerbang kemenangan, saya benar-benar bisa merasakan kebesaran dan nilai sejarahnya.
Taman mawar bersejarah di Bukit Aventine
Dari menara abad pertengahan saya menuju Viale di Parco del Celio. Bukit yang rimbun ini dihiasi reruntuhan bangunan kuno, termasuk sebuah bangunan dengan tujuh pelengkung. Pelengkung ini adalah pintu masuk ke situs arkeologi Case Romane, bangunan berkubah dari era kekaisaran, yang pernah digunakan untuk menyimpan jasad martir abad keempat Masehi, Yohanes dan Paulus. Pembagian ruangnya mencakup ruang makan, ruang tamu, ruang penyimpanan serta sebuah antikuarium. Yesus dan para martirnya ditampilkan pada lukisan dinding yang tersembunyi di lantai atas, dan di bawah tangga, tempat para martir dimakamkan. Pada bagian belakang terdapat museum kecil dan inovatif, dengan dinding batu bata yang menampilkan detail kekaisaran. Situs-situs tersembunyi inilah yang menjadikan Roma sebuah kota yang kaya akan sejarah dan misteri.
Perjalanan saya berakhir di sebuah lapangan yang dikelilingi pohon pinus Romawi. Pohon indah berbentuk payung ini menaungi Celimontana, sebuah taman yang rimbun dengan air mancur serta jalanan mendaki, dan termasuk salah satu dari tujuh bukit di era Roma kuno.
Tindak Lanjuti Keluhan Warga
Transmigrasi,
Kepala
Disperinaker Kunjungi Tolihe
PURWOREJO, FP – Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diperinakertrans) Kabupaten Purworejo Drs Sutrisno,MSi melakukan kunjungan kerja selama empat hari (18 – 21 April 2017) ke UPT Tolihe, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Turut mendampingi, Kendrasmoko,Kabag Pemerintahan Pemkab Purworejo, Woro Sri Widiatmi, Kasi Transmigrasi, dan Hasanti, Pelaksana.
Woro Sri Widiatmi mengatakan, kunjungan tersebut selain untuk monitoring keberadaan warga transmigrasi asal Kabupaten Purworejo di Kendari Selatan juga menindak lanjuti adanya keluhan dari warga trans didaerah itu.
Dikatakan, warga transmigrasi yang berada didaerah itu angkatan tahun 2012. Pada awalnya yang diberangkatkan sebanyak 11 kepala keluarga, namun karena ada persoalan, kini tinggal enam keluarga saja.
Persoalan yang dihadapi, lokasi penempatan dipindah tanpa ada pemberitahuan dari pemerintah setempat. Awalnya mereka akan ditempatkan di Tolihe, namun karena ada konfilk mereka dipindah ke Palanggan.
“Lahan yang disediakan ternyata sudah dimiliki oleh sebuah PT sehingga mereka dipindah ke lahan lain, ” kata Woro, Jumat (28/4).
Karena, ada konfilk tersebut, lanjut Woro, transmigran yang awalnya dijanjikan akan mendapat lahan seluas 1,5 hektar tidak bisa terealisasi di lahan yang baru. “Merekan hanya mendapat 1/4 hektar saja, sisanya tidak jelas, “ucapnya.
Menurutnya, terkait konfilk tersebut, UPT Tolihe sedang mengupayakan mediasi dengan pemilik PT. “Atas persoalan tersebut, pemkab Konawe Selatan berjanji akan membantu, dan kini tengah diupayakan mediasi, “ujar Woro.
Dijelaskan, karena pemberangkatan tranmigrasi tahun 2012 merupakan program nasional, maka pihaknya sudah melaporkan persoalan tersebut ke Dirjen PKP 2 Trans.
Menurut Woro, dari pengakuan warga trans didaerah itu, mereka sebenarnya sudah betah didaerah itu, namun karena terjadi konflik warga menjadi kurang nyaman.
Disamping itu pihaknya juga sangat menyayangkan para transmigran yang pulang karena tidak betah namun tidak melapor ke dinas. “Kami hanya menyiapkan SDM saja, soal lahan itu kewenangan pemerintah setempat. Jadi kalau ada yang pulang semestinya lapor ke dinas sehingga segera bisa dicarikan solusinya, “tutur Woro.
Bawa Kabur Sepeda Motor,
Warga Brengkelan Ditangkap
Polisi
PURWOREJO, FP – Y (35) warga Kampung Brengkelan, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo tak bisa berkutik saat ditangkap polisi. Yuliana ditangkap polisi lantaran diduga sudah membawa kabur sepeda motor milik Lily Kristiana (35)
warga Desa Kalinongko, Kecamatan Loano. K
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi, SH mengatakan, bermula saat tersangka meminjam sepeda motor Yamaha Mio milik Korban di Rumah Sakit Umum Tjirto Wardoyo.
Karena korban dan tersangka sudah kenal baik korbanpun merelakan sepeda motornya dipakai oleh tersangka, dalam beberapa hari. “Tersangka juga menggunakan sepeda motor korban juga untuk membantu korban menjaga keluarganya yang dirawat di RSU, “kata Kasat Reskrim.
Namun naas, hari Senin (20/03) tersangka meminta ijin keluar dan menggunakan sepeda motor milik korban namun tidak kembali lagi. Lily Kristina sempat menghubungi dan mencarinya namun tersangka tidak ditemukan. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke ke polisi.
Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat, dan hanya dalam tiga hari tersangka bersama Tomy Priyanto (29) warga Pelutan Kecamatan Gebang ditangkap satuan Reskrim di dua tempat berbeda di wilayah Kecamatan Kutoarjo, Senin (17/4). “Tersangka melakukan penipuan atau penggelapan sepeda motor milik korban sementara Tomy kita tangkap sehubungan telah menerima gadai dari sepeda motor yang di gelapkan oleh terdangka, “kata Kasat Reskrim.
Dijelaskan, dalam perkara tersebut tersangka diduga melakukan tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagai mana dimaksud dalam pasal 378 Kuhp dan atau 372 KUHP dengan ancamana hukuman kurungan 4 tahun penjara.
Sementara untuk Tomy Priyanto diduga melakukan tindak pidana pertolongan jahat sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.
Pangdam Tinjau Lokasi TMMD
Kodim Purworejo
PURWOREJO, FP – Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman meninjau lokasi TMMD Reguler 98 tahun 2017 Kodim Purworejo yang dilaksanakan di Desa Wonosido, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo., Selasa (25/4).
Ikut dalam rombongan Pangdam para asisten Kodam, Kasrem 027 Pamungkas dan Kasiter Korem Paungkas.
Sebelumnya bertempat di Makodim Purworejo Pangdam menerima paparan Dandim 0708 Purworejo selaku Komandan Satgas ( Dansatgas) TMMD tentang pelaksanaan dan perkembangan TMMD yg dilaksanakan di Wonosido.
Selesai menerima paparan Dandim, Pangdam menuju lokasi TMMD dengan menggunakan jalan darat.
D i l o k a s i P a n g d a m m e n i n j a u pengerjaan jalan sepanjang 1200 meter, pembangunan RTLH, Jamban serta rehab teras mushola.
Salah satu rumah yang di kunjungi adalah rumah bapak tunut dan Dulatif, Pangdam juga menyempatkan berfoto bersama dengan Dulatif beserta istri yang mendapatkan bantuan RTLH.
“Ini adalah pekerjaan mulia, tetap semangat bekerja untuk rakyat, ” kata Pangdam memberi motivasi kepada Babinsa yg bekerja membangun rumah.
Ibnu Agil dan Indah Permata
Dimas Diajeng SMK Kesehatan
Purworejo 2017
PURWOREJO, FP – Ibnu Agil, siswa kelas X jurusan farmasi dan Indah Permata kelas X Keperawatan 3 keluar sebagai pemenang lomba Dimas Diajeng 2017 yang diselenggarakan oleh SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (21/4).
Lomba Dimas Diajeng digelar di Aula Kampus SMK Kesehatan, jalan Kesatrian Purworejo. Lomba diikuti oleh 14 siswa kelas X SMK Kesehatan Purworejo.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S,Sos melalui Humas S M K K e s e h a t a n P u r w o r e j o , Andriyanto menjelaskan, kegiatan d i l a k s a n a k a n d a l a m r a n g k a peringatan Hari Kartini 2017.
“Kegiatan bertema Semangat Kartini Untuk Pelajar Indonesia, tujuanya agar para pelajar meneladani perjuangan Kartini, ” kata Andrianto.
Dikatakan, tahap seleksi meliputi penilaian busana dan tanya jawab seputar sejarah Kartini. Dari jumlah peserta yang ada kemudian diambil lima besar. “Dari lima finalis itu selanjutnya dipilih dua terbaik, Dimas dan Diajeng”uca Andrianto.
Menurutnya, setelah melalui sejumlah penilaian, terpilih sebagai Dimas SMK Kesehatan 2017 adalah Ibnu Agil siswa kelas X Farmasi dan Indah Permata kelas X Keperawatan 3 sebagai Diajeng SMK Kesehatan 2017.
Pemakaian selendang dan mahkota pemenang dilakukan oleh Waka Kurikulum, Setyawan dan Pembina OSIS Destiari Aditya Rima. “Masing-masing pemenang berhak mendapat tropi bergilir Kepala SMK Kesehatan Purworejo, “kata Andrianto.
Polres
Purworejo
Bekuk
Pencuri Avanza dan Penadah
PURWOREJO, FP – Wah (35) warga Dusun Banjaran RT 02 RW 04, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Purworejo.
Wah ditangkap karena diduga sebagai pelaku pencurian mobil Avanza nopol DA 7424 TW milik Enggar Rosaria (42) warga Perum Cangkrep Indah I Blok No 3 RT 05 RW 06 Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.
Selain menangkap Wah, polisi juga membekuk EWS (36) warga Dusun Sempon RT 03 TW 11 Kelurahan Keji, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang karena diduga sebagai penadah hasil kejahatan yang dilakukan Wahyudiono.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi, SH mengatakan, kasus pencurian mobil terjadi pada Kamis (9/4) sekitar pukul 08.15 WIB di Garasi rumah Rumbinah warga Dusun Loano Kulon RT 01 RW 04 Desa Loano, Kecamatan Loano, Purworejo.
“Modusnya tersangka masuk
dengan cara memanjat dan mencongkel pintu saat rumah dalam keadaan kosong, “kata Kasat Reskrim.
Melalui serangkaian penyelidikan dan berkat kerja keras anggota Sat Reskrim Polres Purworejo, akhirnya tersangka berhasil ditangkap di Magelang pada Sabtu (15/4) lalu.
Turut diamankan sebagai barang bukti, satu buah obeng besi, satu kaos warna merah, satu celana pendek jeans warna biru, tiga buah anak kunci masing-masing merek HSG VCO dan Armeni, satu buah HP merek Polytron, dan satu mobil Avanza.
363 KUHP, pencurian dengan pemberatan, sementara EWS diduga keras telah melakukan tindak pidana pertolongan kejahatan sebagaiman dimaksud dalam pasal 480 KUHP.
Dinperinaker Purworejo Bakal
Gelar Job Fair 2017
P U R W O R E J O , F P – D i n a s P e r i n d u s t r i a n , T e n a g a K e r j a (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo akan menggelar kegiatan Job Fair 2017. Kegiatan rencananya akan dilaksanakan pada 9 – 10 Mei 2017 di SMK Negeri 1 Purworejo.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Drs, Sutrisno, MSi, melalui Kabid Ketenagaan Kerja, Drs Aris Widyantoro, MM mengatakan, hingga kini sudah ada 25 perusahaan yang siap mengambil bagian dari Job Fair tersebut.
Sementara lowongan pekerjaan yang tersedia tercata sudah 4.121 lowongan baik dalam maupun luar negeri. “Dari jumlah lowongan yang ada, berasal dari 15 perusahaan, sementara 10 perusahaan lainya akan menyusul, ” kata Aris Widyantoro.
Dijelaskan, Job Fair merupakan agenda tahunan Dinperinaker, tujuanya untuk memberi kesempatan kepada lulusan sekolah maupun masyarakat umum yang mencari pekerjaan. “Berdasarkan pengalaman, pencari kerja juga berasal dari daerah sekitar seperti Kebumen, Magelang, Wonosobo dan lainya, “jelasnya.
Dikatakan, dengan adanya Job Fair tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal. “Dari data yang ada, jumlah sisa pencari kerja 2017 sebanyak 3.583 orang, “kata Aris.
Desa Ketiwijayan Jadi Kampung
KB
PURWOREJO, FP – Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Purworejo menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB) yang ke empat dicanangkan oleh Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dindukcapil KB) Purworejo, Sukmo Widi, Selasa (18/4).
Sebelumnya, Desa Pelutan, Kecamatan Gebang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, dan Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi juga sudah menjadi Kampung KB.
Usai pencanangan, Kepala DindukcapilKB, Sukmo Widi beserta rombongan berkeliling kampung menggunakan dokar dan kereta mini.
Pencanangan Kampung KB diisi kegiatan pemasangan implan dan IUD kepada 80 aseptor. Disamping itu juga dilaksanakan pelayanan dokumen kependudukan seperti p e m b u a t a n K T P d a n K a r t u Keluarga.
Dikatakan Sukmo Widi, tujuan dibentuknya Kampung KB sebagai salah satu upaya penanggulangan pertumbuhan penduduk. Dengan adanya Kampung KB diharapkan kesadaran warga terhadap KB semakin meningkat dan berminat mengikuti program KB.
“Kesadaran warga terhadap suatu hal biasanya berawal dari lingkup keluarga dulu dan akan berkembang menjadi kesadaran lingkungan yang lebih luas lagi, “katanya.
Dijelaskan, semenjak dicanangkan kampung KB, peran serta warga yang mengikuti program KB terus meningkat sangat signifikan dibanding tahun lalu. “Peningkatanya mencapai 50 persen dibanding tahun lalu, “jelas Sukmo Widi.