• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 351 BAB IV

PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

Tugas Pembantuan Yang Diterima A. Dasar Hukum

1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

2. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.02/2009 tentang Penunjukkan, Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Serta Pengesahan dan Pelaksana DIPA Tahun 2009;

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

B. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

Penyelenggaraan asas tugas pembantuan merupakan implementasi dari sistem dan prosedur penugasan Pemeriontah kepada daerah dan atau desa, dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa, serta pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pembangunan yang disertai dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkan kepada pemberi penugasan.

Instansi pemberi tugas pembantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2011, adalah :

1. Kementerian Pertanian

2. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 3. Kementerian Sosial

4. Kementerian Kelautan dan Perikanan 5. Kementerian Pekerjaan Umum

6. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

C. Satuan Kerja Yang Melaksanakan

Maksud pemberian tugas pembantuan adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan umum. Adapun tujuan pemberian tugas pembantuan tersebut, untuk memperlancar pelaksanaan tugas dan penyelesaian permasalahan, membantu penyelenggaraan pemerintahan, serta pengembangan pembangunan bagi daerah dan desa. Urusan pemerintahan yang dapat ditugaspembantuankan dari Pemerintah kepada daerah dan atau desa, dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa, serta

(2)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 352

pemerintah kabupaten/kota kepada desa, merupakan urusan pemerintahan di luar enam urusan yang bersifat mutlak, yang berdasarkan peraturan perundang-undangan

ditetapkan sebagai urusan Pemerintah, yaitu politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional, serta agama.

Adapun organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat yang melaksanakan tugas pembantuan yang diberikan Pemerintah pada tahun anggaran 2011, yaitu :

1. Dinas Perkebunan

2. Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan 3. Badan Ketahanan Pangan

4. Dinas Peternakan

5. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 6. Dinas Sosial

7. Dinas Perikanan dan Kelautan

8. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam 9. Dinas Bina Marga

10. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

D. Program dan kegiatan yang diterima serta pelaksanaannya. 1. Dinas Perkebunan

a. Dasar Hukum.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/Pmk.02/2009 tgl 07 Juli 2009 tentang Penunjukkan, Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran serta Pengesahan dan Pelaksanaan DIPA Tahun 2010.

b. Program dan Kegiatan

1) Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan

a) Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.639.831.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 5.585.537.100,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya peremajaan 250 Ha tanaman kakao (gernas) di Kabupaten Sukabumi dan Ciamis; terlaksananya rehabilitasi 150 Ha tanaman teh di Kabupaten Bandung Barat; terlaksananya intensifikasi 600 Ha tanaman kakao di Kabupaten Sukabumi dan Ciamis; terlaksananya perluasan 25 Ha tanaman lada di Kota Banjar; terwujudnya pemberdayaan perkebunan tanaman rempah penyegar; terfasilitasinya pembangunan dan pemeliharaan 7 Ha kebun sumber benih tanaman rempah penyegar.

b) Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.7.371.699.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 6.969.311.500,-. Hasil pelaksanaan

(3)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 353 kegiatan adalah terlaksananya perluasan 290 Ha tanaman tebu rakyat di Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Indramayu; terfasilitasinya pemberdayaan 24 kelompok tani tebu di 4 kabupaten; terfasilitasinya kegiatan perlombaan dan penghargaan perkebunan; terfasilitasinya pembangunan dan pemeliharaan 4 Ha kebun sumber bahan tanaman semusim.

c) Kegiatan Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.043.133.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 932.509.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya peremanjaan 37 Ha tanaman karet di Kabupaten Bandung, pengembangan 132 Ha tanaman kemiri sunan di Kabupaten Sumedang dan Majalengka, pengutuhan 92 Ha tanaman jarak pagar dan penyediaan kompor biji jarak di Kabupaten Cirebon; terfasilitasinya pemurnian, penilaian dan penetapan sumber benih tanaman tahunan di Kabupaten Majalengka, Sumedang, Garut, Ciamis dan Cianjur.

d) Kegiatan Dukungan Perlindungan Perkebunan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 380.642.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 378.645.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pengendalian 50 Ha tanaman perkebunan di Kabupaten Bandung Barat, penanganan gangguan usaha perkebunan (mitigasi dan adaptasi perubahan iklim) di Kabupaten Karawang; terfasilitasinya pengamat hama dan penyakit dalam menyajikan informasi penyebaran dan intensitas serang OPT di 20 kabupaten/kota.

e) Kegiatan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Perkebunan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.833.067.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.807.866.800,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terevaluasinya pelaksanaan kegiatan penyediaan data dan informasi yang berkualitas di 15 kabupaten/kota; terlaksananya pengelolaan administrasi keuangan dan aset yang berkualitas di 12 kabupaten.

2) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil.

a) Kegiatan Pengembangan Mutu dan Standarisasi Pertanian, dengan alolasi anggaran sebesar Rp. 2.000.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.925.950.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya penerapan sistem jaminan mutu hasil tanaman kopi di Kabupaten Bandung, Ciamis, Purwakarta, dan Sumedang; terlaksananya penerapan sistem jaminan mutu hasil tanaman kakao permentasi di Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.

(4)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 354 b) Kegiatan Pengembangan Pengolahan, dengan alokasi anggaran

sebesar Rp. 1.650.000.000,-, realisasi realisasi sebesar Rp. 1.626.605.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terfasilitasinya pengembangan agroindustri minyak akar wangi di Kabupaten Garut, minyak pala di Kabupaten Purwakarta, minyak nilam di Kabupaten Kuningan, dan kelapa di Kota Banjar; serta terpenuhinnya laporan kegiatan administrasi dan pembinaan.

c. Permasalahan dan Solusi 1) Permasalahan

Dana tugas pembantuan yang dialokasikan ke kabupaten/kota belum dilengkapi dengan dana overhead untuk pengelolaan kegiatan dan pengawalan secara optimal, dan tidak semua kabupaten/kota penerima tugas pembantuan mampu mengalokasikan dana APBD untuk operasionalisasi dana integrasi.

2) Solusi

Dibuat surat dari Dirjen pengelola kegiatan dimaksud kepada gubernur dan bupati untuk dialokasikan dana integrasi.

2. Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan a. Dasar Hukum

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/OT.140/12/2010 Tanggal 29 Desember 2010 perihal Penugasan Kepada Gubernur Dalam Pengelolaan Kegiatan dan Tanggung Jawab Tugas Pembantuan Provinsi TA. 2011 .

b. Program dan Kegiatan

1) Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian. a) Kegiatan Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian, dengan

alokasi anggaran sebesar Rp. 48.546.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 45.432.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya

pengembangan pengelolaan lahan dan air melalui upaya pemberdayaan lahan pertanian, pengelolaan air irigasi pertanian dan perluasan areal pertanian, yaitu berupa konservasi 160.000 Ha DAS Hulu, sebagai adaptasi terhadap iklim; terbangunnya 6.500 unit rumah kompos; pengembangan 2000 paket System of Rice Intensification; tersedianya 200.000 persil data bidang tanah petani yang disertifikasi; dan tersedianya 12.500 km jalan untuk jalan usaha tani dan jalan produksi serta data bidang tanah petani yang layak disertifikasi. b) Permasalahan dan Solusi

(1) Permasalahan

Dalam melaksanakan program pengembangan prasarana dan sarana pertanian, permasalahan yang ada antara lain UU

(5)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 355 No.41/2009, Perda No.27/2010 dan PP No.1/2011 belum terimplementasikan secara utuh, sehingga masih banyak alih fungsi lahan di kabupaten/kota; kondisi jaringan irigasi pada umumnya kurang baik; terjadi konflik dalam pemanfaatan sumber air; petani masih beranggapan bahwa operasionalisasi dan pemeliharaan jaringan irigasi menjadi tanggung jawab pemerintah; modal usaha petani masih sangat terbatas; penerapan teknologi usahatani belum menyeluruh, terutama dikalangan petani pemula.

(2) Solusi

Sosialisasi undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan gubernur tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan; penguatan kelembagaan (capacity building)

pengelola irigasi (kpi) pertanian; meningkatkan kapasitas produksi; mengembangkan pendekatan partisipatif; meningkatkan kemandirian masyarakat; membangun kreativitas petani; menyelarasan techno-farming dan eco-farming; mengoptimalkan fungsi irigasi; desentralisasi kewenangan pengelolaan irigasi; integrasi program untuk konservasi lingkungan berkelanjutan; bimbingan teknis dan pelatihan kelembagaan P3A/GP3A; fasilitasi kemitraan; peningkatan daya guna lahan; evaluasi kinerja usahatani; peningkatan peran masyarakat serta petani dalam pengelolaan irigasi; dan membangun komitmen antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam pengelolaan lahan pertanian dan irigasi.

2) Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman pangan untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan.

a) Kegiatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.613.430.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 590.776.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan berupa perluasan penerapan budidaya tanaman pangan didukung oleh sistem penyediaan sarana produksi dan benih, serta pengamanan produksi yang efisien dengan total luas lahan perbanyakan benih seluas 49 Ha, sehingga menghasilkan benih dasar padi (BS-BD), perbanyakan benih padi Varietas Unggul Baru (BS-BD) pada lahan di BPB Padi Cihea; perbanyakan benih/bibit jagung, kedelai, kacang tanah komposit, dan kacang hijau (BS-BD dan BD-BP) di BPB Palawija; tersusunnya road map tentang kebutuhan dan ketersediaan benih, kebijakan sistem subsidi benih, serta rancangan revitalisasi perbenihan.

(6)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 356 b) Permasalahan dan Solusi

(1) Permasalahan

keterbatasan produksi benih hal ini disebabkan pada saat tanam untuk produksi benih (varietas unggul baru) terkena serangan organisme pengganggu tanaman dan bencana alam, seperti banjir dan kekeringan; alokasi anggaran kurang memadai dan penyalurannya tidak tepat waktu.

(2) Solusi

Harus ada program dan kegiatan yang tepat sasaran dan tepat waktu, sesuai dengan masa tanam.

3) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian.

a) Kegiatan Pengembangan Pemasaran Domestik, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.700.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.1.323.426.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah optimalisasi sarana dan kelembagaan pasar domestik berupa Sub Terminal Agribisnis (STA) di Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis, serta pengembangan usaha dan sarana pemasaran tanaman hias di kabupaten Sumedang.

b) Kegiatan Pengembangan Usaha dan Investasi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 700.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 574.121.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pengembangan kemitraan dan kewirausahaan pada kelompok tani dalam menerapkan program pasca panen sesuai GHP dan standar mutu; serta pengembangan dan pengadaan sarana prasarana usaha pengeringan dan pergudangan jagung di Kabupaten Indramayu dan Ciamis.

c) Kegiatan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian, dengan alokasi

anggaran sebesar Rp. 2.300.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.119.995.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah peningkatan

kemampuan dalam usaha pengolahan hasil pertanian yang bernilai tambah dan berdaya saing, terdiri dari 1 kelompok unit usaha pengolahan hasil tanaman pangan dan 21 kelompok unit usaha pengolahan hasil hortikultura di Kabupaten Kuningan, Karawang, Purwakarta, Tasikmalaya, Cianjur dan Subang.

d) Permasalahan dan Solusi (1) Permasalahan

Kurangnya sarana dan prasarana kelembagaan pasar di tingkat sentra produksi, sehingga petani dan pelaku usaha belum optimal mengembangkan usahanya; penerapan SOP pasca panen (gh) masih rendah; terbatasnya sarana dan permodalan petani/pelaku

(7)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 357 olahan menyebabkan rendahnya diversifikasi produk segar ke produk olahan.

(2) Solusi

Penambahan modal bagi pelaku usaha yang bermitra dengan STA atau pasar, dengan cara substitusi dana APBD Provinsi Tahun Anggaran 2011; peningkatan penanganan pasca panen melalui bimbingan teknis, penambahan sarana dan prasarana, permodalan, peningkatan SDM pelaku olahan komoditas hortikultura dan tanaman pangan.

3. Badan Ketahanan Pangan a. Dasar hukum :

Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2011 Nomor 0460/018-11.4.01/12/2011 tanggal

20 Desember 2010 dari Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian RI.

b. Program dan Kegiatan

1) Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat a) Kegiatan Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Daerah

Rawan Pangan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 11.268.500.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 9.396.613.400,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya dokumen NBM dan peta kerawanan pangan; terbinanya 14 Desa Inti di Kabupaten Garut, Purwakarta, Tasikmalaya, Sumedang, Kuningan, Ciamis, dan Majalengka, masing-masing 2 desa serta terbinanya 42 Desa Replikasi di Kabupaten Garut, Purwakarta, Tasikmalaya, Sumedang, Kuningan, Ciamis, dan Majalengka, masing-masing 6 Desa.

b) Permasalahan dan Solusi (1) Permasalahan

Belum optimalnya peran dan fungsi Tim Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) kabupaten/kota, sehingga belum dapat dianalisis daerah rawan pangan yang memerlukan penanganan dini, yang mengakibatkan tidak dapat dicairkannya dana bansos untuk penanganan daerah rawan pangan (PDRP).

(2) Solusi

Meningkatkan peran dan fungsi SKPG kabupaten/kota melalui sinergitas program/kegiatan bidang ketahanan pangan antar tingkat pemerintahan.

(8)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 358 4. Dinas Peternakan

a. Dasar Hukum

1) Surat Pengesahan DIPA Tahun Anggaran 2011 oleh Menteri Pertanian RI Nomor: 0445/018-07.4.01/12/2011 tanggal 20 Desember 2011

2) Surat Pengesahan DIPA Tahun Anggaran 2011 oleh Menteri Pertanian RI Nomor: 0445/018-06.4.01/12/2011 tanggal 20 Desember 2011

3) Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 910/Kep.55-Keu/2011 tanggal 03 Januari 2011 perihal pengelola Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan pada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2011

b. Program dan Kegiatan

1) Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

a) Kegiatan Peningkatan Produksi Ternak dengan Pendayagunaan Sumber Daya Lokal, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 10.481.432.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 9.563.848.200,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pengembangan ULIB di Kabupaten Subang, Ciamis, Purwakarta, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bekasi, Karawang, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Bandung, Bandung Barat, Kota Tasikmalaya, Banjar dan Cirebon; pengembangan Alat dan Mesin Perah di Kabupaten Bandung Barat, Bandung, dan Sumedang; pengembangan Unggas Perdesaan di Kabupaten Bandung Barat, Bekasi, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Indramayu, Bandung, dan Karawang; pengembangan ternak puyuh dan kelinci di Kabupaten Cianjur, Karawang, Bandung; pengembangan budidaya sapi perah di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cianjur, Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Sumedang; pengembangan budidaya kambing PE di 4 Kabupaten Cianjur, Bandung, Sumedang dan Indramayu; pengadaan kendaraan roda dua untuk inseminator; tersedianya pakan ternak ayam dan itik, peralatan kandang, pembuatan kandang, bahan sinkronisasi, obat-obatan ternak hasil penjaringan peralatan ternak, alat pengolah data semen beku, penjaringan ternak ayam dan itik, serta perencanaan dan pengawasan pembangunan kandang di BPPTU Jatiwangi.

b) Kegiatan Peningkatan Produksi Pakan Ternak dengan Pendayagunaan Sumber Daya Lokal, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.600.000.000,-, realisasi anggaran Rp. 3.599.800.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pengembangan lumbung pakan di Kabupaten Bandung dan Majalengka; penguatan pabrik pakan skala kecil di Kabupaten Sumedang; Usaha Pengolahan Jasa Alsin (UPJA) pengolah pakan di Kabupaten Cianjur, Karawang, Kuningan dan

(9)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 359 Purwakarta; pengembangan Alsin dan integrasi tanaman ternak di Kabupaten Kuningan; pengembangan integrasi tanaman sapi di Kabupaten Kuningan dan Majalengka; penyediaan pakan dilokasi integrasi di Kabupaten Sumedang; pengembangan integrasi pakan unggas di Kabupaten Bekasi dan Purwakarta; pengembangan pakan skala kecil di Kabupaten Cirebon dan Sumedang; pengembangan pakan ternak di Kabupaten Karawang; pengembangan ternak di lahan kehutanan di Kabupaten Purwakarta dan Cianjur.

c) Kegiatan Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Benih dan Bibit dengan

Mengoptimalkan Sumber Daya Lokal, dengan alokasi anggaran Rp. 30.098.500.000,-, realisasi angggaran Rp. 28.055.370.450,-. Hasil

pelaksanaan kegiatan adalah pengadaan 2 unit mikrochip; penyelamatan betina produktif di Kabupaten Subang, Sumedang, Bekasi, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Kuningan dan Tasikmalaya; insentif betina bunting di Kabupaten Subang, Bogor, Sumedang, Bekasi, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Kuningan dan Tasikmalaya; pengembangan pembibitan ternak sapi potong di Kabupaten Subang, Ciamis, Karawang dan Cirebon; pengembangan pembibitan ternak kerbau di Kabupaten Cirebon, Tasikmalaya dan Purwakarta; penyediaan alat ukur dan alat pengujian semen beku, komputer/laptop, prasarana di Kampung PO Kadang Jepit, papan rekording, container, container depo dan container HC 35, alat pengolah data pakan, N2 Cair, kendaraan bak terbuka pengangkut HMT, transfer pedet dan N2 Cair, kendaraan truk angkutan HMT, kendaraan roda 2, kendaraan double cabin, traktor pengolahan lahan, kendaraan box pengangkut susu, alat-alat laboratorium, pakan konsentrat, bahan kimia untuk memproses semen beku, soil fertility kit, milkcan, AC, sound system, alat dokumentasi, eartag dan alat ib, kajian materi penetapan galur domba, kajian materi penetapan galur ayam pelung,dan alat peternakan; pembangunan ruang pelatihan di BBPT Sapi Potong Ciamis dan gudang HMT di BPPIP Sapi Perah Bunikasih; penjaringan bibit ternak sapi potong; penyusunan pola

breeding domba, sapi perah, sapi potong; perencanaan dan

pengawasan pembangunan ruang pelatihan; pengiriman SDG dan visualisasi yang akan disertakan pada expo dan kontes peternakan PENAS; penguatan HPT di BPPIB Sapi Perah Bunikasih; workshop

kelompok dalam rangka insentif dan penyelamatan sapi/kerbau betina produktif, serta pengembangan perbibitan dalam menunjang PSDSK. d) Kegiatan Penjaminan Pangan Asal Hewan Yang Aman dan Halal serta

Pemenuhan Persyaratan Produk Hewan Non Pangan, dengan alokasi

(10)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 360 Rp. 1.062.782.800,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah penataan kios daging di Kota Tasikmalaya dan Tempat Pengumpulan Susu (TPS) di Kabupaten Bandung, serta perbaikan RPH di Kota Banjar.

2) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian.

a) Kegiatan Pengembangan Pemasaran Domestik, dengan alokasi anggaran Rp. 125.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 118.585.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan berupa dokumen hasil studi kelayakan revitalisasi pasar ternak di Kabupaten Ciamis.

b) Kegiatan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian, dengan alokasi

anggaran sebesar Rp. 2.850.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.693.707.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya

peralatan pengolahan susu untuk 3 (tiga) kelompok di Kabupaten Kuningan dan Bogor; tersedianya sarana dan peralatan pengolahan susu untuk 3 (tiga) kelompok di Kabupaten Tasikmalaya; tersedianya peralatan pengolahan pakan ternak untuk 2 (dua) kelompok di Kabupaten Kuningan dan Cianjur; tersedianya peralatan pengolahan daging ayam di Kota Bogor; tersedianya peralatan pengolahan daging untuk 3 (tiga) kelompok di Kabupaten Bogor.

5. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi a. Dasar Hukum.

1) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Tahun Anggaran 2011 Nomor : 0182/026-06.4.01/12/2011

2) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi Tahun Anggaran 2011 Nomor : 0182/026-07.4.01/12/2011

3) Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tahun Anggaran 2011 Nomor : 0182/026-13.4.01/12/2011.

b. Program dan Kegiatan

1) Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi.

a) Kegiatan Fasilitasi Kepindahan dan Penempatan Transmigran, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.353.595.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 4.831.069.320,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya perpindahan 447 KK ke kawasan transmigrasi di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Maluku Utara.

(11)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 361 b) Kegiatan Pengembangan Peranserta Masyarakat Dalam Pembangunan

Transmigrasi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 374.250.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 316.184.650,-.Hasil pelaksanaan kegiatan adalah meningkatnya minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi sebanyak 65.809 KK.

c) Kegiatan Dukungan Teknis dan Manajemen Ditjen P2KT, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 386.028.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 240.711.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran dalam rangka pemindahan dan penempatan transmigran.

2) Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi.

Kegiatan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Bidang P2MKT, dengan alokasi nanggaran sebesar Rp. 282.920.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 253.776.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran.

3) Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas.

a. Kegiatan Pengembangan Standarisasi Kompetensi Kerja dan Program Pelatihan Bina Latas, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 437.550.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 424.812.600,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya 160 tenaga kerja yang terampil dalam bidang mekanik listrik industri, operator mesin bubut, las SMAW, komputer, sepeda motor, mebeler dan admninistrasi perkantoran.

b. Permasalahan dan Solusi (1) Permasalahan

Terbatasnya alokasi dana untuk penyuluhan, tidak tersedinya tempat untuk pelatihan, banyak calon transmigran yang berusia lanjut dan bukan petani, alokasi dana tersedia pada akhir tahun, pemberangkatan transmigran terkendala dengan jadwal pemberangkatan yang tidak pasti, rendahnya kompetensi tenaga kerja lokal menyebabkan peluang kerja yang strategis tidak dapat dicapai, dan kurangnya tenaga instruktur teknis.

(2) Solusi

Peningkatan kualitas calon transmigran, mengembalikan fungsi asrama transito sebagai tempat pelatihan calon transmigran di kabupaten/kota, penyiapan petugas kabupaten/kota setahun lebih awal dari pelaksanaan pengiriman calon transmigran, STP/SPP

(12)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 362 terbit lebih awal, dan disediakan alokasi anggaran untuk perekrutan dan pelatihan tenaga instruktur.

6. Dinas Sosial a. Dasar Hukum

Departemen Keuangan RI Nomor 0032/027-03.4/12/2011 (Ditjen Pemberdayaan Sosial Depsos RI), Nomor 0032/027-04.4/12/2011 (Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Depsos RI), dan Nomor 0032/027-05.4/12/2011 (Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos RI) tanggal 20 Desember 2010 tentang Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran Tahun 2011 pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

b. Program dan Kegiatan

1) Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial.

Kegiatan Pelestarian dan Pendayagunaan Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 700.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 659.595.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pemugaran TMP Kabupaten Garut dan Bandung; bantuan perbaikan 7 (tujuh) unit rumah bersejarah di Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut dan Karawang; serta pembinaan generasi muda dengan pengenalan Ziarah wisata, pelaksanaan saresehan dan HKSN.

2) Program Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial.

a) Kegiatan Penyelenggaraan Pencarian Penyelamatan Musibah Bencana Alam dan Bencana Lainnya dengan alokasi anggaran sebesar Rp.1.787.580.000,- dan realisasi anggaran Rp.0,- (nihil, dana on call). b) Kegiatan Penyempurnaan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Sosial

(Pemberdayaan Sosial Korban Bencana Sosial) dengan anggaran sebesar Rp.377.000.000,- dan realisasi anggaran Rp.0,- (nihil).

3) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial.

a) Kegiatan Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.104.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp.100.877.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya peralatan keterampilan Loka Bina Karya (LBK) di Kabupaten Kuningan. b) Permasalahan dan Solusi

(1) Permasalahan

Belum tersedianya institusi yang secara khusus menangani masalah kesejahteraan sosial di kabupaten/kota, terbatasnya anggaran, dan terdapatnya kesalahan kode rekening.

(13)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 363 (2) Solusi

Menghimbau pemerintah kabupaten/kota untuk membentuk lembaga/instansi yang khusus menangani pembangunan kesejahteraan sosial, penyediaan anggaran dan mengembalikan dana yang tidak terserap.

7. Dinas Perikanan dan Kelautan a. Dasar Hukum.

Surat Pengesahan Menteri Keuangan RI Nomor 0208/032-03.4.01/12/2011 tentang Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2011.

b. Program dan Kegiatan

1) Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap.

a) Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kapal Perikanan, Alat Penangkapan Ikan, dan Pengawakan Kapal Perikanan, dengan alokasi

anggaran sebesar Rp. 15.000.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 10.823.530.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pengadaan

Bantuan 8 unit Kapal Perikanan 30 GT untuk kelompok Nelayan di Kabupaten Indramayu, Cirebon, Garut dan Ciamis.

b) Kegiatan Pengembangan Pembangunan dan Pengelolaan Pelabuhan Perikanan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 10.500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 8.815.086.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pembangunan Lanjutan PPI Cikidang Kabupaten Ciamis, diantaranya pembangunan breakwater Sisi Timur dan Sisi Barat PPI Cikidang, Pembangunan PPI Eretan Kulon dan Eretan Wetan Kabupaten Indramayu.

c) Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Ikan (SDI), dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 360.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.339.770.400,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersalurkannya bantuan fish apartement untuk Nelayan di Kabupaten Indramayu.

2) Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya.

a) Kegiatan Pengembangan Sistem Perbenihan Ikan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.219.289.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.1.988.862.700,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya 110.000 ekor benih Ikan Nila dan 1 Ton induk Ikan Mas di Wanayasa; tersedianya 600 paket induk Ikan Lele di Cijengkol; tersedianya 3 Unit Perbenihan Rakyat (UPR) Ikan Lele, Ikan Nila dan Ikan Mas.

b) Kegiatan Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.793.497.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp.729.461.289,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya 3 unit pompa sedot 8

(14)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 364 inchi di UPTD BPPPU Maleber, 2 buah Genset 5 KVA, 20 buah Fibre

Glass, 2 buah Handpump dan 3 unit pompa celup; terbangunnya

142,00 m kirmir pematang kolam, 80 m3 saluran pembuang air;serta tersedianya peta potensi sumberdaya perikanan budidaya untuk pengembangan kawasan minapolitan.

3) Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan.

a) Kegiatan Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 226.250.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 214.900.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya 1 unit mobil operasional pemasaran hasil perikanan dan terpasangnya ornamen pelengkap sarana pemasaran bergerak (logo, tulisan dan coolbox).

b) Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Produk Hasil Perikanan Non Konsumsi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 493.179.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 464.784.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terbangunnya 1 unit gedung bursa ikan hias di Ciherang; tersedianya 5 unit pompa air celup hi-blow dan instalasi, 5 unit media filter air, elektrik, instalasi, dan 1 unit komponen filterasi; serta terlaksananya perbaikan jalan masuk gedung bursa ikan hias. c) Kegiatan Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas

Teknis Lainnya Ditjen P2HP, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 50.820.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 42.504.900,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya dokumen perencanaan dan pelaporan.

8. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Program Pengelolaan Sumber Daya Air.

a) Kegiatan Pembinaan dan Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 67.192.320.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 65.190.097.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pendaftaran dan seleksi, survey dan investigasi, operasi rutin, serta rehabilitasi jaringan irigasi.

b) Kegiatan Pembinaan dan Pelaksanaan Irigasi, Rawa, Tambak, Air Baku dan Air Tanah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.712.361.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.679.645.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya penguatan kelembagaan.

9. Dinas Bina Marga

Program Penyelenggaraan Jalan, kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemeliharaan dan rehabilitasi jalan dan jembatan nasional di Jawa Barat, dengan alokasi

(15)

LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 365 anggaran sebesar Rp. 99.944.779.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 99.925.428.000,-, terbagi kedalam:

a) Kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 36.680.012.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 36.679.719.000,-, dan

realisasi Fisik 100%.

b) Kegiatan Pemeliharaan Rutin Jembatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 725.500.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 725.013.000,-, dan realisasi

fisik 100 %.

c) Kegiatan Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 17.477.199.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 17.474.826.000,-, dan realisasi fisik 100 %.

d) Kegiatan Pemeliharaan Berkala Jembatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.140.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 7.138.073.000,-, dan

realisasi fisik 100 %.

e) Kegiatan Kegiatan Peningkatan Struktur Jalan/Rekontruksi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 31.845.500.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 31.842.576.000,-, dan realisasi fisik 100 %.

f) Kegiatan Pengawasan Supervisi Konstruksi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.625.293.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 3.625.191.000,-, dan

realisasi fisik 100 %.

g) Kegiatan Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Perkantoran, dengan

alokasi anggaran sebesar Rp. 2.451.275.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.440.030.000,-, dan realisasi fisik 100 %.

10. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

a. Program Kesejahteraan, Kepurbakalaan dan Permuseuman.

1) Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Peninggalan Kepurbakalaan, dengan

alokasi anggaran sebesar Rp. 1.221.820.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 609.811.600,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya 2 (dua)

buah dokumen perencanaan revitalisasi Keraton dan Museum Kasepuhan serta revitalisasi Astana Sunan Gunungjati.

2) Kegiatan Pengembangan Permuseuman, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.314.353.600,-. Hasil

kegiatan terlaksananya revitalisasi Museum Sri Baduga di Bandung. b. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Kegiatan Pengembangan Destinasi Pariwisata, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4.674.286.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 4.318.023.400,-. Hasil

pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pembangunan Gedung Informasi dan Cinderamata di Citepus, Karanghawu, dan Cipanas di Kabupaten Sukabumi; serta tersedianya dokumen Perencanaan Pembangunan Penataan Pantai Cimaja.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Dari hasil wawancara juga dapat diketahui bahwa pekerja mengingkan alat pemotongan kulit sendal yang lebih mudah untuk digunakan dan dapat mengurangi rasa sakit

Dari hasil tersebut maka didapatkan hasil analisis gains skor sebesar 0,53 untuk kelas eksperimen dan 0,2 untuk kelas kontrol, maka dapat dikatakan bahwa terdapat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan BPJS kesehatan terhadap masyarakat sudah cukup baik dan memuaskan bagi kalangan masyarakat pelanggang BPJS sesuai dengan

adalah plot-3 dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena atau. plot-3 dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh

ABSTRAK Skripsi ini berjudul Aktifitas Dakwah Jamaah Tabligh Di Palembang Investigasi Terhadap Program Khuruj Jamaah Tabligh Di Masjid Al-Burhan Palembang , rumusan masalah

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai ilmiah pada submateri koagulasi koloid dengan konstruksi LKS pola 5M bermuatan nilai dan mengetahui kualitas LKS

Fenogram yang menunjukkan hubungan fenetik antara genus Pouteria yang dibangun berdasarkan primer OPB-17 .....