Abstrak—Museum 10 Nopember merupakan salah satu ikon wisata Surabaya yang memiliki julukan sebagai kota pahlawan. Museum ini menjadi tetengger perjuangan Arek Suroboyo menghapus penjajahan Belanda pada 10 November 1945. Penurunan angka kunjungan ke museum secara nasional dipicu penurunan jumlah wisatawan ke 87 museum di Indonesia, terhitung dari tahun 2006 s.d 2009. Melihat fenomena penurunan angka kunjungan ke museum ini, Jero Wacik sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia mencanangkan Tahun Kunjung Museum 2010 (Visit Museum Year 2010). Tahun Kunjung Museum 2010 ini merupakan perpanjangan tangan dari program Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) yang resmi dimulai pada 2010 dan berakhir pada 2014. Pelestarian situs-situs kepahlawanan dan semangat perjuangan menjadi tanggung jawab yang diemban generasi penerus dan pemerintah kota Surabaya. Untuk tercapainya target yang diinginkan diperlukan adanya Kampanye yang tersistem dan terintegrasi serta mampu merepresentasikan visi & misi, nilai, serta target Museum, hal ini tertera dalam Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan UPTD Museum 10 Nopember, Selama ini Museum 10 Nopember kurang mempromosikan dengan luas ke masyarakat yang mana pengunjung yang mendatangi Museum hanya sebatas anak sekolah dan memerlukan perluasan pasar khususnya anak muda.
Kata Kunci- Remember History I. PENDAHULUAN
Saat ini pilihan destinasi wisata kota – kota besar semakin bervariasi dari pusat perbelanjaan dan hiburan malam yang semakin menjamur dan semakin hari jumlahnya meningkat hal ini membuat warga kota lupa bila memiliki tujuan wisata bernuansa edukasi seperti museum. Posisi museum sebagai pelesir sejarah pada masa sekarang pun terganti oleh hiburan elektronik untuk anak yang disediakan pengelola pusat perbelanjaan. Padahal, secara normatif telah diketahui bahwa museum menjadi wadah untuk menjaga keberlanjutan sejarah serta menjadi wujud keutuhan rajutan nasionalisme dan kebangsaan.
Berdasarkan dari pengertian museum menurut International Council of Museum (ICOM) adalah Sebuah lembaga yang bersifat tetap,tidak mencari keuntungan,melayani masyarakat dan pengembangannya,terbuka untuk umum dan untuk tujuan
– tujuan studi dan kesenangan, barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya. Sebagai objek wisata, museum merupakan media pembinaan pendidikan kesenian dan ilmu pengetahuan. Museum juga termasuk dalam suaka alam dan suaka budaya yang menjadi cerminan sejarah, manusia, alam, dan kebudayaan. Tak ketinggalan, museum menjadi sarana untuk bertakwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
Berdasarkan pengamatan penulis dan hasil survey kepada pengunjung Museum Sepuluh Nopember, promosi yang dilakukan oleh museum sepuluh nopember adalah mengadakan museum keliling di sekolah – sekolah yang tidak hanya terdapat di Surabaya saja. dan menggratiskan biaya masuk ke museum sepuluh nopember ke sekolah yang kurang mampu promosi hanya disasar pada sekolah TK dan SD sehingga kenaikannya didominasi oleh anak sekolah TK dan SD sehingga angka kunjungan dari siswa – siswi SMP – SMA hingga khalayak umum masih sangat diharapkan karena museum sepuluh nopember merupakan salah satu museum bersejarah dan salah satu tempat untuk menambah wawasan dan juga museum menerbitkan buku panduan museum yang menjelaskan perjalanan museum sepuluh nopember sampai koleksi yang ada, brosur juga dipakai sebagai media promosi tetapi pendistribusiannya masih kurang luas hanya dapat diambil di kantor UPTD Museum Sepuluh Nopember.
II. PEMBAHASAN A. Kajian Kampanye
Berikut pengertian Kampanye menurut para ahli :
1)Menurut pakar komunikasi, kampanye adalah keinginan seseorang untuk mempengaruhi opini individu dan publik, kepercayaan, tingkah laku, minat serta keinginan audiensi dengan daya tarik komunikator yang sekaligus komunikatif.
2)
William Albig mendefinisikan komunikasi dalam berkampanye, “merupakan proses pengoperasian lambang-lambang yang bernama antar individu. “suatu lambang-lambang yang sama-sama dimengerti!”Proses Komunikasi
Proses komunikasi dapat dijelaskan sebagai berikut ini. Sumber (komunikator) bermaksud menyampaikan gagasan (informasi, saran, permintaan, dst.) yang ingin disampikan
KAMPANYE MUSEUM 10 NOPEMBER
SURABAYA DENGAN TARGET AUDIENS
REMAJA USIA 15 – 22 TAHUN
Pandu Dewantara 3407100136
Raditya Eka Rizkiantono,S.sn,MDs
Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
kepada penerima dengan maksud tertentu. Untuk itu dia menterjemahkan gagasan tersebut menjadi simbol-simbol (proses encoding) yang selanjutnya disebut pesan (message). Pesan tersebut disampaikan melalui saluran (channel) tertentu misalnya dengan bertatap muka langsung, telepon, surat. Setelah pesan sampai pada penerima, selanjutnya terjadi proses decoding, yaitu menafsirkan pesan tersebut. Setelah itu terjadilah respon pada penerima pesan. Respon tertuju pada pengirim pesan. Komunikasi sebagai proses dapat divisualisasikan dalam bentuk bagan sebagai berikut.
Skema 1 Bagan proses komunikasi B. Museum 10 Nopember Surabaya
Museum 10 Nopember merupakan museum khusus perjuangan sepuluh Nopember 1945 yang merupakan Unit Pelaksana Tekhnis dalam lingkungan Dinas Pariwisata Kota Surabaya. Museum Sepuluh Nopember 1945 Surabaya mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, perawatan, pengawetan, penyajian, penelitian koleksi dan penerbitan hasilnya serta memberikan Bimbingan Edukatif Kultural dan penyajian rekreatif benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah yang bersifat regional.
Latar Belakang Museum 10 Nopember Surabaya a. Visi
Surabaya sebagai tempat peninggalan sejarah dan edukasi untuk mengingat perjuangan bangsa, dan juga menjadi kota tujuan wisata yang nyaman dan berbudaya.
b. Misi
-‐ Meningkatkan daya tarik wisata melalui pengembangan sarana dan prasarana pariwisata. -‐ Meningkatkan perijinan dan pelayanan pariwisata. -‐ Meningkatkan kunjungan wisata baik domestic
maupun mancanegara.
-‐ Meningkatkan dan mengembangkan budaya lokal. - Menjadikan area Museum 10 Nopember menjadi tempat wisata, penelitian, dan juga sekaligus media pembelajaran bagi generasi bangsa.
Gambar 1 Gerbang Bentar Sumber : Dokumentasi Penulis C. Daftar Objek Museum
Eksterior :
1. Gerbang Bentar 2. Relief
3. Patung Proklamator dan Colonade 4. Lapangan Upacara
5. Koleksi Patung Di Areal Sebelah Barat dan Timur 6. Bidang Patung Pahlawan Tak Dikenal Interior :
1. Koleksi gambar Surabaya Tempo dulu 2. Hall of Fame
3. Ruang Auditorium 4. Ruang diorama elektronik 5. Lukisan
III. KONSEPDESAIN
Skema 2 Keyword
Definisi keyword “Remember The History” adalah kalimat yang menggambarkan sebuah ajakan yang diusung oleh Museum Sepuluh Nopember Surabaya. Dengan konsep keyword “Remember The History” yang mana tujuan dari
pihak museum sendiri adalah mengajak calon pengunjung untuk datang ke museum dan menikmati koleksi museum sembari mengingat dan memaknai perjuangan para pahlawan yang pantang menyerah untuk mengusir sekutu dari tanah Surabaya.
A. Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi yang digunakan dalam perancangan ini antara lain:
1. Perancangan ini harus mampu mengkomunikasikan kampanye baru Museum sepuluh Nopember Surabaya yang dahulu tidak ada kampanye sama sekali sesuai dengan big campaign idea yaitu adalah “Remember History”.
a.Komunikasi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dalam tahap pertama memberikan informasi tentang kampanye dan konten – konten yang ada di Museum seperti koleksi – koleksi bersejarah dan dalam tahap kedua mengajak calon pengunjung untuk mendatangi Museum untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah.
b.Komunikasi harus mampu menampilkan kreativitas baik secara konsep, ide, dan cara pesan disampaikan yang mampu menjelaskan sejarah yang ada di Museum Sepuluh Nopember Surabaya melalui media – media yang ditentukan hal ini dapat menjadi daya tarik baru bagi target audiens.
c.Dalam perancangan ini strategi komunikasi yang dipakai ditekankan dengan tujuan untuk merubah opini (to change the
opinion) tentang positioning Museum Sepuluh Nopember
Surabaya yang baru. Kondisi yang mendukung sukses tidaknya penyampaian pesan, adalah apakah pesan menarik perhatian dan dipahami oleh target audiens.
Gaya bahasa yang akan digunakan dalam Perancangan kampanye ini menggunakan gaya bahasa semiformal yang disesuaikan
B. Strategi Media
-
Iklan cetak majalah
-
Iklan cetak koran
-
Poster
-
Flyer
-
Ambience media
-
Stiker
C. Strategi VisualStrategi visual didasarkan pada karakteristik target audiens dengan visual yang memiliki estetika yang baik dan menyampaikan pesan secara jelas khusunya pada konten – konten bersejarah dari Museum Sepuluh Nopember Surabaya.Karena itulah strategi visual yang digunakan harus mampu mengakomodasi kebutuhan komunikasi yang menarik target audiensnya.
Setelah melakukan serangkaian proses sampai penentuan strategi maka akan dijabarkan proses desain mulai dari sketsa hingga desain terpilih yang terdiri dari media yang digunakan untuk kampanye seperti Print Ad,Ambient media,Poster, ,flyer,billboard,Berikut adalah sketsa – sketsa sebelum menjadi desain terpilih.
D.Layout
Penggunaan layout dengan Emphasis/penekanan dapat menarik perhatian audiens yang melihat,berdasarkan prinsip penekanan (Law of emphasis) apabila semua ditonjolkan maka yang terjadi adalah tidak ada hal yang dapat ditonjolkan (all emphasis is no emphasis).Dengan memberikan gambar yang memberikan focus penekanan pada satu tokoh yang penuh dan beberapa bagian lengang.Konsep “Remember the History” menggunakan eksekusi berupa ilustrasi sebagai konten utama Karena untuk menampilkan nuansa heroik didalam Museum 10 Nopember Surabaya sangat cocok dengan eksekusi ilustrasi agar nuansa perjuangan dapat terasa.
Tipografi
Tipografi yang diaplikasikan dalam kampanye ini mengarah pada keterbacaan yang baik,bentuk huruf yang menarik dan desain huruf tertentu dapat menciptakan gaya,karakteristik yang dibangun dalam kampanye ini selain keterbacaan, pemilihan tipografi juga harus memperhatikan segi estetika dan kesesuaian karakter atau gaya.
Tipografi yang akan digunakan dalam berbagai media kampanye Museum 10 Nopember Surabaya menggunakan font Muro yang bersifat tegas dan jelas keterbacaanya,hal ini sesuai dengan kondisi Museum yang mempunyai unsur perjuangan.
Gambar 2 Font Muro Warna
Gambar 3 Warna yang digunakan
Tone warna yang digunakan menggunakana kombinasi dari warna energetic yang cenderung cerah dan eye catching.
Energetic palette digunakan karena perpaduan warna-warna
yang cerah akan memiliki karakter yang kuat untuk menarik atensi audiens.
E. Logo Kampanye
Bentukan logo yang digunakan mewakili makna remember history berdasarkan hal itu, maka bentukan dari balon kata, serta copywite Remember History yang menjadi pendukung dari logo ini.
Gambar 4 Logo kampanye terpilih F.Alternatif Desain
Print Ad
Print ad ini menunjukkan sebuah puzzle sebuah Hotel Majapahit pada masa sekarang di yang pada bagian atas gedung hotel terdapat tiang bendera yang mana pada print ad diatas ada bagian puzzle yang dihilangkan hal ini dimaksudkan untuk mangajak para calon pengunjung untuk datang ke Museum Sepuluh Nopember Surabaya agar dapat mengetahui cerita yang hilang tersebut.
Alternatif 2
What to say : Mengingat kembali sejarah tokoh bersejarah How To say : Menunjukkan sebuah pertanyaan dari sebuah foto
Tagline : Mungkin kamu harus datang ke Museum
Gambar 5 Alternatif Print Ad Poster
Pada media poster ini akan menggunakan gaya visual propaganda yang menonjolkan beberapa tokoh yang berhubungan dengan pertempuran 10 Nopember seperti Bung Tomo,Tentara Gurkha,arek arek Suroboyo berupa ilustrasi bergaya propaganda disandingkan dengan logo kampanye dan diberi copywritng yang memberi keterangan dari tokoh dan ditulis ajakan untuk datang ke Museum 10 Nopember.Berikut adalah proses desain dari poster :
Gambar 6 Alternatif Poster III.FINAL DESAIN
Gambar 8 Poster
Gambar 9 Billboard
Gambar 10 Ambience media 1
Gambar 11 Ambience media seri Mallaby
Gambar 12 Penempatan Ambience media seri Mallaby
Gambar 14 Flyer
Gambar 15 Stiker IV. KESIMPULANDANSARAN
A. Kesimpulan
Dalam segi konsep perancangan, penulis telah berhasil memenuhi kebutuhan dari Museum 10 Nopember Surabaya dengan membuat kampanye yang dapat memberikan informasi tentang isi dari Museum Sepuluh Nopember Surabaya dengan konsep “Remember History” yang dapat diturunkan ke berbagai media komunikasi yang dapat dilakukan oleh Museum 10 Nopember Surabaya.
Secara hasil akhir visual, mulai dari layout, tipografi dan eksekusi, perancangan kampanye ini berhasil menerapkan konsep Remember History di mana kriteria dari tiap – tiap media komunikasi telah mengacu pada hasil insight target audiens sehingga dapat mencapai tujuan utama yaitu menarik dan efektif
B. Saran
Dalam komunikasinya Museum 10 Nopember Surabaya membutuhkan konsistensi komunkasi yang akan dibangun hingga ke depannya dapat menjadi efektif dan dapat
meningkatkan kesadaran target audiens terhadap Museum 10 Nopember Surabaya.
Dalam penerapan dalam media, masih banyak peluang untuk membuat komunikasi dari Museum 10 Nopember Surabaya dapat lebih menarik dan juga tetap efektif.Peluang beberapa media lain kedepannya merupakan salah satu kunci untuk memasuki benak target audiens lebih dalam lagi.
UCAPANTERIMAKASIH
Saya Pandu Dewantara sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang telah melakukan penelitian pada tugas akhir ini, saya ucapkan terima kasih pada Allah SWT yang Maha Esa, kedua orangtua. Terima kasih kepada Rektorat Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Ketua jurusan desain produk dan para dosen yang pembimbing dan pengajar saat awal kuliah hingga sekarang. Serta teman-teman TA.
DAFTARPUSTAKA
1. Alifhmi,Hifni.(2006).Sinergi integrasi iklan, pemasaran dan promosi.
Jakarta:Quantum bisnis manajemen.
2. Arntson, Amy e.(2006).Graphic design basics fifth edition
3. Eiseman, Leatrice.(2005). Pantone – Guide to Communicating with
Color. Singapore: 4. Grafix Press.
5. Hackley ,Chris.(2006).Advertising and Promotions,London:Sage Publication.
6. Kusrianto. Adi. (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta : Penerbit Andi.
7. Mulyana, Deddy.(2007).Ilmu Komunikasi,Bandung:Penerbit Rosda. 8. Rustan, Surianto.(2008). Layout Dasar dan Penerapannya.Jakarta :
PT Gramedia Pustaka Utama.
9. Shimp, Terence .(2007).Advertising,promotion,and other aspects of
IMC.USA:Thomson Learning.