• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. global semakin terasa meningkat. Hampir semua perusahaan di seluruh dunia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. global semakin terasa meningkat. Hampir semua perusahaan di seluruh dunia"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Saat ini adalah merupakan suatu era dimana persaingan bisnis diantara perusahaan perusahaan baik di tingkat nasional, regional, maupun di tingkat global semakin terasa meningkat. Hampir semua perusahaan di seluruh dunia cenderung berlomba-lomba berupaya keras demi perkembangan masa depannya, berbagai perusahaan mencari jalan dan kemudian memasuki sistem perekonomian global. Mereka berjuang untuk mengembangkan usahanya, banyak di antaranya yang sukses namun banyak pula yang gagal dan mengalami kematian.1

Pengembangan usaha suatu perusahaan mempunyai konsekuensi logis untuk mendapatkan dana yang lebih besar guna membiayai aktvitas perusahaan. Untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan perusahaan mempunyai beberapa alternatif seperti mencari pinjaman dari bank-bank komersial atau sumber pinjaman lainnya, mencari partner usaha (dalam sistem ini disebut partner yang menyediakan dana tersebut dinamakan straregic pertner), melakukan merger (penggabungan perusahaan), menjual perusahaan tersebut atau mengurangi sebagian aktivitas perusahaan, menggunakan laba yang diperolehnya untuk pendanaan aktivitas yang ada.2

Salah satu pendanaan perusahaan yang disebutkan diatas yakni dengan menjual sebagian dari kepemilikan perusahaan tersebut kepada pihak lain untuk

1

Asril Sitompul, Due Diligence Dan Tanggung Jawab Lembaga-Lembaga Penunjang Pada Proses Penawaran Umum, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1999), hal 13.

2

(2)

melakukan investasi biasa disebut dengan equity financing. Jenis pendanaan dengan penyertaan (equity financing) ini dilakukan dengan menjual sekuritas (efek) perusahaan. Penjualan sekuritas ini dapat dilakukan dengan penawaran umum kepada masyarakat (public offering) ataupun dengan melakukan penjualan kepada pihak tertentu secara terbatas (private placement).3

Penawaran umum, atau yang secara lebih populer dikenal dengan “go public” atau IPO (initial public offering), adalah gejala yang mulai dikenal di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan, dan kemudian memasuki masa populernya di tahun awal sembilan puluhan. Keterkenakalan istilah ini ditandai dengan begitu banyaknya orang yang harus antri untuk mendapatkan formulir pembelian saham ketika suatu penawaran umum dilakukan.4

1. Memperoleh Sumber Pendanaan Baru

Dengan menjadi perusahaan publik, banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh perusahaan, diantaranya :

Dana untuk pengembangan, baik untuk penambahan modal kerja maupun untuk ekspansi usaha, adalah faktor yang sering menjadi kendala banyak perusahaan. Dengan menjadi perusahaan publik, kendala pendanaan tersebut akan lebih mudah diselesaikan, yaitu :

a. Perolehan dana melalui hasil penjualan saham kepada publik. Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh dana dalam jumlah yang besar dan diterima sekaligus dengan cost of fund yang relatif lebih kecil dibandingkan perolehan dana melalui perbankan. Selain itu di masa 3

Ibid, hal 17.

4

Lihat Jasso Winarto (editor), Pasar Modal Indonesia : Restropeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ, cetakan I, (Jakart: Pustaka Sinar Harapan, 1997), hal 20.

(3)

mendatang, dengan telah menjadi perusahaan publik, perusahaan juga dapat melakukan secondary offering, tanpa batas.

b. Mempermudah akses kepada perbankan. Dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, kalangan perbankan akan dapat lebih mengenal dan dapat percaya kepada perusahaan. Hal tersebut tidak berlebihan mengingat setiap saat perbankan dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan melalui berbagai keterbukaan informasi yang diumumkan perusahaan melalui Bursa. Dengan kondisi demikian, tidak hanya proses pemberian pinjaman baru akan lebih mudah dibandingkan pemberian pinjaman kepada perusahaan yang belum dikenal, namun tingkat bunga yang dikenakan juga mungkin akan lebih rendah meningkat credit risk perusahaan terbuka relatif lebih kecil dibandingkan credit risk pada perusahaan tertutup;

Mempermudah akses perusahaan untuk masuk ke pasar uang melalui penerbitan surat hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Umumnya pembeli surat hutang tentunya akan lebih menyukai jika perusahaan yang menerbitkan surat hutang tersebut sudah menjadi perusahaan publik. Dengan menjadi perusahaan publik, citra dan nama perusahaan dengan status Tbk (Terbuka) akan lebih dikenal di komunitas keuangan. Kondisi demikian umumnya tidak hanya akan sangat membantu mempermudah penerbitan surat hutang dengan tingkat bunga yang lebih bersaing karena tingkat kepercayaan pasar terhadap bond issuer yang

(4)

sudah go public lebih tinggi dibandingkan bond issuer yang belum go public

2. Memberikan Competitive Advantage untuk Pengembangan Usaha

Dengan menjadi perusahaan publik, perusahaan akan memperoleh banyak

competitive advantages untuk pengembangan usaha di masa yang akan datang, yaitu antara lain :

a. Melalui penjualan saham kepada publik perusahaan berkesempatan untuk mengajak para partner kerjanya seperti pemasok (supplier) atau pembeli (buyer) untuk turut menjadi pemegang saham perusahaan. Dengan demikian, hubungan yang akan terjadi tidak hanya sebatas hubungan bisnis tetapi berkembang menjadi hubungan yang lebih tinggi tingkat kualitas dan loyalitasnya. Hal tersebut disebabkan karena mereka sebagai salah satu pemegang saham akan memberikan komitmen yang lebih tinggi untuk turut serta membantu pengembangan perusahaan di masa depan ;

b. Dengan menjadi perusahaan publik, perusahaan dituntut oleh banyak pihak untuk dapat selalu meningkatkan kualitas kerja operasionalnya, seperti dalam hal pelayanan kepada pelanggan ataupun kepada para stakeholder lainnya, sistem pelaporan, dan aspek pengawasan. Dengan demikian akan tercipta suatu kondisi yang senantiasa memacu perusahaan dan seluruh karyawannya untuk dapat selalu memberikan hasil yang terbaik kepada para stakeholdernya. Bila kondisi ini tercapai, maka perusahaan dari waktu ke waktu akan lebih baik dalam

(5)

menyajikan produknya sehingga akan membuka peluang untuk pengembangan operasi selanjutnya. Banyak perusahaan yang mampu mempertahankan kelangsungan usahanya dalam waktu yang sangat panjang dengan menjadi perusahaan publik.

3. Melakukan merger atau akuisisi perusahaan lain dengan pembiayaan melalui penerbitan saham baru.

Pengembangan usaha melalui merger atau akuisisi merupakan salah satu cara yang cukup banyak diminati untuk mempercepat pengembangan skala usaha perusahaan. Saham perusahaan publik yang diperdagangkan di bursa, pembiayaan untuk merger atau akuisisi dapat lebih mudah dilakukan yaitu melalui penerbitan saham baru sebagai alat pembiayaan merger atau akuisisi tersebut.

4. Peningkatan Kemampuan Going Concern

Kemampuan going concern bagi perusahaan adalah kemampuan untuk tetap dapat bertahan dalam kondisi apapun termasuk dalam kondisi yang dapat yang dapat mengakibatkan bangkrutnya perusahaan, seperti terjadinya kegagalan pembayaran hutang kepada pihak ketiga, perpecahan di antara para pemegang saham pendiri, atau bahkan karena ada perubahan dinamika pasar yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk tetap dapat bertahan di bidang usahanya.

Dengan menjadi perusahaan publik, kemampuan perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan perusahaan tertutup seperti pada beberapa contoh berikut ini :

(6)

a. Bagi perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh keluarga, hingga suatu tahap pengembangan tertentu sering terjadi perbedaan cara pandang di antara pendiri yang dapat menimbulkan perpecahan di antara mereka. Dengan menjadi perusahaan publik, hal tersebut dapat diselesaikan tanpa mengakibatkan perusahaan harus dilikuidasi terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi mudah karena dengan menjadi perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, setiap saat pihak pendiri dapat menjual seluruh atau sebagian porsi kepemilikannya kepada pihak lain melalui Bursa. Selain itu, basis harga penawarannya juga dapat dengan mudah diperoleh karena harga pasar saham setiap saat dapat diperoleh di Bursa.

Dengan menjadi perusahaan publik, berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi perusahaan untuk bertahan dan berkembang tidak lagi semata hanya menjadi persoalan pendiri perusahaan tetapi juga menjadi permasalahan banyak pihak yang menjadi pemegang saham perusahaan. Banyak pihak yang akan turut memikirkan solusi-solusi terbaik agar dapat terus berkembang.

b. Dalam hal terjadi kegagalan pembayaran hutang kepada pihak ketiga sehingga diperlukan suatu restruturasi tertentu, dengan menjadi perusahaan publik, maka proses restrukturasi dapat menjadi lebih mudah. Hal tersebut dimungkinkan karena dengan menjadi perusahaan terbuka sahamnya diperdagangkan di Bursa, akan tersedia jalan keluar bagi kreditur yaitu melalui konversi hutang menjadi saham di mana

(7)

saham tersebut selanjutnya dapat dijual kepada publik melalui mekanisme perdagangan saham di Bursa.

5. Meningkatkan Citra Perusahaan

Dengan go public suatu perusahaan akan selalu mendapat perhatian media dan komunitas keuangan. Hal ini berarti bahwa perusahaan tersebut mendapat publikasi secara cuma-cuma, sehingga dapat meningkatkan citranya. Peningkatan citra tersebut tentunya akan memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha di masa depan. Hal ini sangat dirasakan oleh banyak perusahaan yang berskala kecil menengah karena dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, citra mereka menjadi setara dengan banyak perusahaan besar yang telah memiliki skala bisnis yang besar dan pengalaman historis yang lama.

6. Meningkatkan Nilai Perusahaan

Dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, setiap saat dapat diperoleh valuasi terhadap nilai perusahaan. Setiap peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan umumnya akan mempunyai dampak terhadap harga saham di Bursa, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.5

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan maskapai penerbangan milik negara Republik Indonesia dan penyedia layanan angkutan negara niaga untuk penumpang kargo, serta jasa lainnya yang terkait dengan transportasi udara di Indonesia. Perseroan memiliki sejarah operasional yang panjang di Indonesia

5

Erry Firmansyah, Panduan Go Public,

(8)

dan dalam sejarahnya telah menjadi maskapai penerbangan pembawa bendera negara yang melayani perjalanan penerbangan internasional dan domestik.6

Dalam 5 tahun ke depan, Garuda Indonesia akan menjalankan rencana kerja perusahaan yang disebut dengan Quantum Leap dalam merangka menjadi perusahaan penerbangan terkemuka di dunia. Untuk mewujudkan hal itu, langkah yang dilakukan perusahaan adalah dengan melakukan penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering). IPO Garuda Indonesia tidak menjual saham dari pemilik saham, namun dilakukan dengan menerbitkan saham baru. Dengan menjadi perusahaan publik, Garuda Indonesia akan dinilai sebagai institusi profesional karena kirnejanya dapat diawasi langsung oleh masyarakat.7

Dalam 45 tahun terakhir ini, Garuda Indonesia berhasil tumbuh dengan amat signifikan, yang tadinya rugi Rp 600 miliar lebih, pada tahun 2009 lalu mereka mampu meraup laba hingga Rp 1 triliun. Laba tersebut terus tumbuh dalam tahun 2010 dan ditergetkan naik pada tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Kinerja yang baik ini menjadi bukti kemampuan seluruh manajemen Garuda Indonesia.8

Berdasakan hal diatas penulisan skripsi ini akan membahas proses go public

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dari sudut pandang hukum dengan judul Tinjauan Hukum Terhadap Proses Go Public Perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Pasar Modal Indonesia . Secara hukum pembahasan akan mengkaji proses go public dengan berdasarkan UU No. 8 Tahun 1995 Pasar Modal dan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bapepam.

6

Prospektus Awal PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta, 2011, hal. 150. 7

Info Garuda Indonesia, Advertorial Kompas, Kompas, Senin 7 Februari 2011. 8

(9)

B.Perumusan Masalah

Berdasarkan judul skripsi “Tinjauan Hukum Terhadap Proses Go Public

Perusahaan PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk. Di Pasar Modal Indonesia”, maka perlu dirumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini, agar sistematika penulisan dan pembahasan dalam skripsi ini lebih teratur serta untuk menghindari kesimpangsiuran pengertian oleh para pembaca skripsi ini, yaitu sebagai berikut :

1. Bagaimanakah pengaturan pasar modal di Indonesia?

2. Bagaimanakah mekanisme go public perusahaan dalam pasar modal Indonesia?

3. Bagaimanakah analisis hukum terhadap proses go public perusahaan PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk dalam pasar modal Indonesia?

C.Tujuan dan Manfaat Penulisan

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka dapat disimpulkan yang menjadi tujuan dalam penulisan skripsi ini adalah :

1. Untuk mengetahui dan menganalisa ketentuan-ketentuan pasar modal di Indonesia.

2. Untuk Mengetahuhi dan menganalisa mekanisme go public perusahaan dalam pasar modal indonesia.

3. Untuk Mengetahuhi dan menganalisa aspek hukum proses go public

perusahaan PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk.

Ada 2 manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini, yaitu bersifat teoritis dan bersifat praktis :

(10)

a. Bersifat Teoritis

Mengharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menyumbangkan pemikiran di bidang Hukum Bisnis, yang akan mengembangkan disiplin khususnya dalam bidang Hukum Pasar Modal mengenai proses go public perusahaan di pasar modal. Lebih khusus lagi memberikan masukan terhadap kalangan akademisi dan praktisi dalam merangka memberikan gambaran proses hukum go public PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk.

b. Bersifat Praktis

Mengharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat di manfaatkan oleh pengambil kebijakan dan para pelaku bisnis khususnya perusahaan yang akan melakukan go public di pasar modal.

D.Keaslian Penulisan

Sepanjang yang telah ditelusuri dan diketahui di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara bahwa penulisan tentang Tinjauan Hukum Terhadap Proses Go Public Perusahaan PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk Di Pasar Modal Indonesia belum pernah ditulis sebelumnya. Dengan demikian, dilihat dari permasalahan serta tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini, maka dapat dikatakan bahwa skripsi ini adalah merupakan karya penulis yang asli dan sesuai dengan azas-azas keilmuan yang jujur, rasional, serta terbuka. Semua ini merupakan implikasi etis dari proses menemukan kebenaran ilmiah. Sehingga penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.

(11)

E.Tinjauan Kepustakaan

Dalam tinjauan kepustakaan dicoba untuk mengemukakan beberapa ketentuan dan batasan yang akan menjadi sorotan dalam mengadakan studi kepustakaan. Hal ini akan berguna bagi penulis untuk membantu melihat ruang lingkup skripsi agar berada dalam topik yang diangkat dari permasalahan yang telah disebutkan di atas.

Penawaran umum atau sering pula disebut Go Public adalah kegiatan penawaran saham atau Efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.9

Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dan modal Proses go public, secara sederhana dikatakan sebagai kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual saham atau Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Oleh karena penawaran umum sebuah aktivitas dari sebuah perusahaan maka setidaknya ada tahapan-tahapan yang mesti dikerjakan oleh perusahaan yang akan melakukan penawaran umum ini. Terlebih lagi penawaran umum tersebut mencakup penjualan saham di pasar perdana, penjahatan saham, pencatatan di bursa efek.

9

Tjiptono Darmadji dan Hendry M. Fakhruddin, Pasar Modal Di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab, (Jakarta : Salemba Empat, 2001), hal. 40.

(12)

dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.10

Perseroan didirikan dengan nama Garuda Indonesian Airways N.V yang berkedudukan di Jakarta Pusat berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 137 tanggal 31 Maret 1950 dengan No. J.A. disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia Serikat dalam keputusannya tertanggal 31 Maret 1950 dengan No. J.A. 5/12/10, telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri di Jakarta di bawah No. 327 pada tanggal 24 April 1950, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Serikat No. 30 tanggal 12 Mei 1950, tambahan No. 136. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 9 Tahun 1969 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 1969 (Lembaran Negara tahun 1969 No. 16) tentang Bentuk-bentuk usaha Negara menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1969 No. 40), Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1969 tentang Perusahaan Perseroan (Persero) (Lembaran Negara tahun 1969 No. 21), Peraturan Pemerintah No. 67 tahun 1971 (Lembaran Negara tahun 1971 No. 87) tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara (P.N) Perhubungan Udara “Garuda Indonesian Airways” menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), juncto Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia, tertanggal 4 Januari 1975 No.KEP-2/MK/IV/1/1975 tentang Penetapan Modal Perseroan (Persero) “PT Garuda Indonesian Airways”, dilakukan penyesuaian terhadap bentuk hukum Perusahaan Negara (P.N) Perhubungan Udara “Garuda Indonesian Airways” menjadi Perusahaan Perseroan

10

(13)

(Persero), dimana dengan dilakukannya penyesuaian tersebut, Perusahaan Negara “Garuda Indonesian Airways” dinyatakan bubar pada saat pendirian Perusahaan Perseroan (Persero).11

Pasar Modal (capital market) adalah perdagangan instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang, baik dalam bentuk modal sendiri (stocks) maupun hutang (bonds), baik yang diterbitkan oleh pemerintah (public authorities) maupun oleh perusahaan swasta (private sectors). Pasar Modal merupakan konsep yang lebih sempit dari keuangan (financial market) karena pasar keuangan memperdagangkan semua bentuk hutang dan modal sendiri, baik dana jangka pendek maupun dana jangka panjang, baik yang bersifat negotiable maupun yang

non negotiable.12

Selain itu, pengertian pasar modal dapat ditinjau dari dua sisi yaitu dari sisi perusahaan dan pemodal. Dari sisi perusahaan, pasar modal merupakan salah satu alternatif bagi perusahaan yang memerlukan tambahan dana agar kebutuhan dananya dapat terpenuhi. Sedangkan dari sisi pemodal, pasar modal merupakan salah satu pilihan investasi untuk memperoleh tambahan ekonomi. Berbeda dengan perusahaan yang memanfaatkan pasar modal dengan penuh pertimbangan dan perhitungan yang profesional, keputusan pemodal untuk bergabung dengan suatu perusahaan umumnya hanya berdasarkan instituisi dan harapan. Hal ini disebabkan karena umumnya pengetahuan pemodal tentang pasar modal sangat minim. Berdasarkan pengertian tersebut, dalam pasar modal terdapat dua kepentingan yang berbeda yaitu kepentingan perusahaan dan pemodal atau

11

Prosepektus Awal PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Jakarta, 2011, hal 90. 12

Marzuki Usman, Singgih Riphat, Syahrir Ika, Pengetahuan Dasar Pasar Modal,

(14)

investor, karena itu harus ada keseimbangan diantara dua kepentingan tersebut agar tidak terjadi conflict of interest. Untuk itu diperlukan campur tangan pihak ketiga yaitu pemerintah, berupa peraturan perundang-undangan yang mampu menciptakan pasar modal yang tertib, terbuka dan efisien serta melindungi kepentingan emiten, investor dan pihak lain yang terlibat dalam pasar modal.13

Apabila ditinjau dari definisi-definisi tersebut maka pengertian pasar modal sama dengan pengertian bursa efek, walaupun sebenarnya terdapat perbedaan antara pasar modal (stock market) dan bursa efek (stock exchange), seperti Marzuki Usmam yang mendefinisikan pasar modal atau stock market sebagai “the place through which buying and the selling of stock for the purpose of profit for both buyers and sellers of the security take place”. Sedangkan bursa efek atau Berdasarkan keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1976 dicabut oleh Keputusan Presiden Nomor 60 Tahun 1988, pasar modal adalah bursa efek seperti yang dimaksud oleh Undang-undang Nomor 15 Tahun 1952, yaitu bursa-bursa perdagangan uang dan efek termasuk pelelangan efek. Dalam Keputusan Presiden Nomor 60 Tahun 1988, pasar modal dipahami sebagai bursa yang merupakan sarana mempertemukan dan peminta dana jangka panjang (lebih dari satu tahun) dalam bentuk efek. Menurut Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1990 Tanggal 10 November 1990 tentang Pasar Modal, bursa efek adalah tempat pertemuan termasuk suatu sistim tanpa tempat pertemuan yang diorganisasikan.

13

Sri Redzeki Hartono,Prospek Pasar Modal Di Indonesia Dan Perlindungan Hukum Pemegang Saham, Makalah Disampaikan Pada Seminar Nasional Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia Pasca Deregulasi, Paket Desember 1990 (Pakdes 90), Fakultas Hukum UGM-BAPEPAM, Yogyakarta, 22 Januari 2004.

(15)

stock exchange dipahami sebagai “the organization that provide a market for the trading of bonds and stocks”14

Pasar modal memliki dua fungsi yang dibutuhkan oleh suatu negara yakni fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam menjalankan fungsi ekonomi, pasar modal, menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana (lenders) kepada pihak yang memerlukan dana (borrowers).

Lenders berharap akan memperoleh imbalan dengan menyerahkan kelebihan dana yang dimilikinya kepada borrowers. Sedangkan borrowers akan menggunakan

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal membedakan antara pasar modal dengan bursa efek. Berdasarkan pasal 1 angka 5, bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistim dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. Sedangkan menurut pasal 1 angka 13, pasar modal merupakan suatu kegiatan yang berkenaan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945, pasar modal di Indonesia dikembangkan dengan tujuan untuk menunjang pelaksaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pasar modal mempunyai peran strategis yaitu sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha untuk membangun usahanya serta merupakan sarana investasi bagi masyarakat.

14

(16)

dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari perusahaan. Bagi negara, mekanisme ini akan mendorong peningkatan produksi yang akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat. Dalam menjalankan fungsi keuangan, pasar modal menyediakan dana yang diperlukan oleh borrowers, sementara lenders menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil.15

Dalam era globalisasi saat ini, sebagian besar negara-negara di dunia menaruh perhatian yang besar terhadap pasar modal karena pasar modal memiliki peran strategis bagi penguatan ketahanan ekonomi suatu negara. Pada dasarnya, pasar modal memiliki empat peranan strategis bagi perekonomian suatu negara, yaitu :16

a. Sebagai sumber penghimpun dana.

Pasar modal berfungsi sebagai alternatif sumber penghimpun dana selain sistim perbankan. Umumnya, di negara berkembang, pasar modal belum berkembang dengan baik. Sebaliknya, perbankan sudah lama dikenal sehingga menjadi lembaga yang dominan dalam menghimpun dana masyarakat.

b. Sebagai alternatif investasi para pemodal.

Jika suatu negara tidak memiliki alternatif investasi lain maka para pemodal hanya menginvestasikan dananya pada perbankan atau real assets. Bila investasi tersebut tidak menguntungkan sedangkan bursa efek negara lain menjanjikan keuntungan maka hal ini merupakan salah satu faktor

15

Ibid, hal 13. 16

(17)

yang menyebabkan investor melarikan modalnya ke luar negeri (capital flight).

c. Pasar modal akan mendorong perkembangan investasi.

Melalui pasar modal suatu perusahaan akan mendapatkan dana dengan biaya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan meminjam dana pada bank.

d. Pasar modal akan mendorong perkembangan investasi.

Pembangunan membutuhkan investasi dan pasar modal merupakan salah satu lembaga keuangan memiliki peranan yang besar dalam memobilisasi dana investasi tersebut.

Berdasarkan beberapa fungsi yang dimiliki oleh pasar modal, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi pasar modal merupakan daya tarik bagi para pihak, baik pihak yang memerlukan dana (borrowers) yaitu pemerintah dan perusahaan serta pihak yang meminjamkan dana (lenders).

F. Metode Penelitian

Dalam setiap usaha penulisan haruslah menggunakan metode penulisan yang sesuai dengan bidang yang diteliti. Adapun penelitian yang digunakan oleh penulis dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan skripsi ini disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat didalamnya. Dengan demikian, penelitian

(18)

yang dilaksanakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang menganalisa hukum positif yang tertulis.17

b. Bahan Hukum/Data

Dalam penyusunan skripsi ini, data dan sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier.

Bahan hukum primer, yaitu bahan hukum yang terdiri dari peraturan perundang-undangan dibidang hukum ekonomi yang mengikat, antara lain Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Undang-undang 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Bahan hukum sekunder, yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer, yakni hasil karya para ahli hukum berupa buku-buku, pendapat-pendapat pakar hukum, rancangan undang-undang, dan hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan pembahasan skripsi ini.

Bahan hukum tersier atau bahan penunjang, yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan bermakna terhadap bahan hukum primer dan/atau bahan hukum sekunder yakni, karena hukum dan kamus besar bahasa Indonesia.

c. Tehnik Pengumpulan Data/Bahan Hukum

Dalam melakukan penulisan ini, penelitian yang dilakukan oleh penulisan kepustakaan (library research) yang merupakan pengumpulan data-data yang dilakukan melalui literatur atau dari sumber bacaan berupa buku-buku, peraturan

17

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, (Jakarta : PT. Radja Grafindo Persada, 2007), hal 33.

(19)

perundang-undangan dan bahan bacaan lain yang terkait dengan penulisan skripsi ini.

d. Analisis Data/Bahan Hukum

Penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam skripsi ini termasuk ke dalam penelitian hukum normatif. Pengolahan data pada hakekatnya merupakan kegiatan untuk melakukan analisa terhadap permasalahan yang akan dibahas. Analisis data dilakukan dengan :18

1. Mengumpulkan bahan-bahan yang relevan dengan permasakahan yang diteliti, 2. Memilih kaidah-kaidah yang sesuai dengan penelitian,

3. Mensistematisasikan kaidah-kaidah hukum, azas atau doktrin,

4. Menjelaskan hubungan-hubungan antara berbagai konsep, pasal, dan doktrin yang ada,

5. Menarik kesimpulan dengan deduktif kwalitatif.

G.Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penulisan dan pejabaran penulisan, penelitian ini akan dibagi menjadi lima bab dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, keaslian penulisan, tinjauan kepustakaan, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

18

Amaruddin, Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta : PT. Radja Grafindo Persada, 2004), hal 45.

(20)

BAB II : KETENTUAN-KETENTUAN PASAR MODAL DI INDONESIA

Bab ini berisikan tentang ketentuan pelaksanaan go public yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, ketentuan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal dan hal-hal yang dilarang dalam kegiatan pasar modal.

BAB III : MEKANISME GO PUBLIC PERUSAHAAN DALAM

PASAR MODAL INDONESIA

Bab ini berisikan tentang ketentuan-ketentuan pernyataan pendaftaran dalam pasar modal, ketentuan-ketentuan pencatatan saham dalam pasar modal, dan ketentuan-ketentuan tender offer

dalam pasar modal.

BAB IV : ASPEK HUKUM PROSES GO PUBLIC PERUSAHAAN PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DALAM PASAR MODAL INDONESIA

Bab ini berisikan tentang prospektus PT. Garuda Indonesia (PERSERO)

Tbk dalam rangka go public, proses perusahaan go public oleh PT. Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk, penawaran pada pasar perdana PT. Garuda Indonesia, dan mekanisme pencatatan saham di BEI.

(21)

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini adalah merupakan bab terakhir dari penulisan skripsi ini, dimana bab V ini berisikan kesimpulan dan saran-saran dari penulis.

Referensi

Dokumen terkait

Memberi tahapan dalam berdakwah juga pernah dilakukan Nabi Muhammad saw ketika mengutus salah satu sahabatnya yang bernama Mu’āż bin Jabāl untuk berdakwa di negeri

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 60,6% responden merasa tidak puas terhadap pekerjaannya, sebesar 50,7% responden menyatakan kepemimpinan dalam kategori baik,

Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Treponema pallidum yang bersifat kronis dan sistemik ditandai dengan lesi primer diikuti dengan erupsi sekunder pada kulit

Hasil penelitian juga menunjukkan 25% siswa SMP kelas IX di Kecamatan Selong paham akan SMK sebagai pendidian dunia kerja. Sehingga memerlukan perhatian yang

dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi

yang berjudul “ Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Dalam Membentuk. Kepribadian Peserta Didik (Studi Kasus di SDI Sunan Giri

Kondisi lingkungan yang kurang sesuai disiasati oleh petani dengan menanam kultivar lokal berumur dalam yang toleran dengan lingkungan pada musim yang sesuai selama 6-7

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual