• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

73

PENERAPAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DAN TASK

TECHNOLOGY FIT (TTF) DALAM MENGUKUR TINGKAT

PENERIMAAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKADEMIK

(SIAKAD) DI STTIKOM INSAN UNGGUL CILEGON

Penny Hendriyati

Program Studi S1 Sistem Informasi

Sekolah Tinggi Teknologi Ilmu Komputer Insan Unggul Jalan SA Tirtayasa No. 146 Cilegon Banten 42414

email: [email protected]

Abstrak

Pemanfaatan teknologi sistem informasi sebagai alat bantu dalam organisasi modern telah meluas penggunaannya, begitu juga dengan organisasi yang bergerak dibidang jasa seperti bisnis pendidikan. STTIKOM Insan Unggul Cilegon dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya telah menggunakan sistem informasi, dengan harapan pemanfaatan sistem informasi secara maksimal akan dapat memberikan nilai tambah kepada organisasi dalam menghadapi persaingan antar sesama organisasi yang bergerak pada bidang jasa khususnya pendidikan. Kualitas jasa sistem informasi yang dirasakan oleh pemakai merupakan kunci kesuksesan sistem informasi. Tingkat penerimaan pengguna sistem informasi dapat diukur dengan beberapa aspek yaitu kemudahan, kemanfaatan, karakteristik tugas dan karakteristik teknologi.

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat kegunaan SIAKAD dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) dan untuk mengetahui kemampuan dari SIAKAD dalam membantu menyelesaikan tugas pengguna di STTIKOM Insan Unggul. Untuk mencapai tujuan diatas telah dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 197 orang, sebagai sumber data primer dan data sekunder diperoleh dari laporan dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang diperoleh diproses/diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan komputer yaitu program SPSS (Statistical Package for Social Science).

Hasil analisis dilihat dari persepsi responden bahwa tingkat penerimaan pengguna terhadap penerapan teknologi SIAKAD dalam memberikan kemudahan dan menciptakan kualitas kerja berdasarkan metode TTF yang meliputi variabel karakteristik persepsi responden menunjukan 4,5 % dan karakteristik teknologi 20 % yang artinya penerimaan pengguna terhadap penerapan teknologi sangat positif. Adapun variabel yang memiliki tingkat presentasi yang rendah terhadap penggunaan SIAKAD adalah variabel kemudahan dengan presentase 4,2 %. Kata Kunci:

(2)

74 1. Pendahuluan

Pada era informasi saat ini, kebutuhan akan sistem informasi berbasis Komputer semakin penting sejalan dengan arus globalisasi dan perdagangan bebas yang terjadi di seluruh dunia. Hal ini dapat dipahami karena keberadaan teknologi informasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan informasi dengan cepat, tepat, relevan dan akurat sehingga dapat digunakan oleh pengguna teknologi dalam membantu menyelesaikan pekerjaan. Pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat secara luas juga mengalami peningkatan yang sangat besar. Berbagai kepentingan menjadi dasar pertimbangan, dari mulai hanya sebagai life-style atau pelengkap sampai dengan menjadi perangkat dan sarana yang menempati posisi yang vital. Hal ini bukan saja terjadi pada masing - masing individu masyarakat tetapi juga terjadi pada organisasi secara luas. Pemanfaatan Teknologi Informasi tidak hanya pada organisasi sektor bisnis, tetapi juga pada sektor publik. Salah satu instansi sektor publik yang memanfaatkan teknologi sistem informasi adalah lembaga perguruan tinggi. Bagi lembaga perguruan tinggi teknologi sistem informasi telah menjadi kebutuhan untuk menunjang proses pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas bagi manajemen pendidikan di perguruan tinggi. Jurnal manajemen sistem informasi Alpar dan Kim (1990 hal 55 - 56) memberikan bukti empiris bahwa investasi dibidang teknologi informasi dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja individual dan produktivitas perusahaan.

SIAKAD Insan Unggul sebuah aplikasi berbasis web yang diimplementasikan sebagai layanan yang diberikan oleh pihak kampus dengan tujuan untuk menstandarkan dan mengotomasasi proses-proses pendukung proses pendidikan sehingga proses pendidikan antar departemen saling terintegrasi. sebagai contoh pengisian form - form dan langkah-langkah pengesahannya, dan meningkatkan kepuasan pengguna melalui kemudahan bekerja dan efisiensi. Penerapan SIAKAD Insan unggul diharapkan dapat membantu mempercepat pelayanan kepada pengguna untuk mendapatkan informasi terkait dengan aktivitas yang terjadi dikampus STTIKOM Insan Unggul. Pada awalnya penerapan SIAKAD untuk memenuhi kebutuhan dari bagian akademik dalam hal pengelolaan sistem registrasi mahasiswa, sistem penjadwalan perkuliahan, pengelolaan kartu rencana studi mahasiswa, monitoring perkuliahan, pengorganisasian nilai mahasiswa. Beberapa informasi juga disediakan bagi para pengambil keputusan yang dapat dipakai sebagai kontrol terhadap berbagai proses akademik.

(3)

75

Penerapan SIAKAD ini tentu saja diharapkan memberi manfaat bagi STTIKOM Insan Unggul, para individu sebagai karyawan, mahasiswa maupun dosen. Serta manfaat yang diharapkan dengan diterapkan SIAKAD Insan Unggul antara lain prosesnya bisa dilakukan secara beruntun hal ini tentu saja dapat meningkatkan efisiensi, compliance, serta transparansi. Adanya otomatisasi pengisian form-form secara elektronik dalam proses akademik sehingga mampu untuk mempersingkat waktu dalam proses pengisian form untuk menunjang proses perkuliahan, pemvalidasian data yang terintegrasi sehingga mengurangi kesalahan pengisian data, model penyimpanan record dilakukan secara electronic dengan tujuan untuk mengurangi penyimpanan secara manual sehinga mengurangi penggunaan kertas (paperless), memberi kemudahan dalam nge- trace record, dan memberikan kemudahan dalam pemberitahuan (notification) terkait dengan proses yang dilakukan.

Peneliti sekaligus pengguna SIAKAD insan unggul, seringkali menemukan kendala dalam penggunaan SIAKAD insan unggul ini. Kendala yang sering peneliti temukan antara lain dalam pengisian beberapa form penunjang proses pendidikan, yang sangat rumit sehingga membutuhkan ketelitian lebih untuk menghindari kesalahan dan membutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya.

Contoh pengisian form untuk pembuatan kartu hasil studi (KHS), proses pengisiannya form sangat rumit karena dalam proses pengisian form tersebut tidak bisa dilakukan secara bersamaan harus dilakukan pengisian satu persatu item yang akan dibuat lalu disimpan, dengan proses berulang seperti itu sebanyak item yang harus dilakukan, tentu saja proses pengisian form untuk penilaian membutuhkan waktu yang lama untuk satu kali proses pembuatan kartu hasil studi.

2. Landasan Teori

2.1 Technology Acceptance Model

Technology Acceptance Model (TAM) Model ini telah banyak dipergunakan dalam

penelitian sistem informasi untuk mengetahui reaksi pengguna terhadap sistem informasi (Landry et.al.2006). Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Davis pada tahun (1986). Teori ini dikembangkan dari Theory of Reasoned Action atau TRA oleh Ajzen dan Fishbein (1980:60)

Technology Acceptance Model (TAM) adalah teori sistem informasi yang membuat model

tentang bagaimana pengguna mau menerima dan menggunakan teknologi. Model ini mengusulkan bahwa ketika pengguna ditawarkan untuk menggunakan suatu sistem yang baru,

(4)

76

sejumlah faktor mempengaruhi keputusan mereka tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan sistem tersebut, khususnya dalam hal usefulness (pengguna yakin dengan menggunakan sistem ini akan meningkatkan kinerjanya), ease of use (dimana pengguna yakin bahwa menggunakan sistem ini akan membebaskannya dari kesulitan, dalam artian bahwa sistem ini mudah dalam penggunaannya).

Gambar 1. Model pengukuran dengan Technology Acceptance Model

2.2 Task Technology Fit (TTF)

Inti dari model ini adalah sebuah konstruk formal yang dikenal sebagai Task Technology

Fit (TTF) yang merupakan kesesuaian dari kapabilitas teknologi untuk kebutuhan tugas dalam

pekerjaan yaitu kemampuan teknologi informasi untuk memberikan dukungan terhadap pekerjaan (Goodhue & Thompson 1995, disitasi oleh Dishaw et al., 2002). Model TTF ini memiliki 4 konstruk kunci yaitu, Task Characteristics, Technology Charateristics, yang bersama-sama mempengaruhi konstruk ketiga TTF yang balik mempengaruhi variabel outcome yaitu performance atau Utilization. Model TTF ini menempatkan bahwa teknologi informasi hanya akan digunakan jika fungsi dan manfaatnya tersedia untuk mendukung aktivitas pengguna.

Karakteristik Tugas Karakteristik Teknologi Pemanfaatan Dampak Kinerja Task Technology Fit Perceived Usefulnes Perceived Ease of Use Behavioral Intention to Use Actual System Use

(5)

77

Gambar 2. Task Technology Fit

Karakteristik-karakteristik dari individual (Individual Characteristics) (pelatihan, pengalaman komputer, motivasi) akan mempengaruhi kemudahan dan kualitas menggunakan teknologinya. Kesesuaian tugas teknologi (task-technology fit) atau TTF adalah seberapa besar suatu teknologi membantu seorang individual dalam melakukan kumpulan dari tugas-tugasnya (Jogiyanto 2007).

Pemakaian (utilization) adalah suatu perilaku menggunakan teknologi dalam menyelesaikan tugas-tugas (Jogiyanto 2007), pengukuran-pengukuran seperti frekuensi penggunaan banyak digunakan untuk mengukur kontruk pemakaian (utilization).

Pengaruh TTF ke pemakaian (utilization) terlihat lewat kepercayaan dari konsekuensi-konsekiensi harapan pemakaian (expected consequences of utilization). Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemakaian (utilization) adalah perasaan mengarah ke penggunaan (affect toward

using), norma-norma social (social norms), kebiasaan (habit) dan kondisi-kondisi fasilitas (facilitating conditions).

Umpan balik (feedback) merupakan aspek yang penting dari model. Umpan balik akan muncul jika teknologi sudah digunakan dan efek-efek kinerja sudah dirasakan.

2.3 Human Organization Technology (HOT) Fit Model

Yusof et al. (2006) memberikan suatu kerangka baru yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi sistem informasi yang disebut Human Organization Technology (HOT) Fit Model yang menempatkan komponen penting dalam sistem informasi yaitu manusia, organisasi dan teknologi dan kesesuaian hubungan diantaranya untuk memastikan keefektivan evaluasi dan mengetahui dampak potensial sistem informasi.

Menurut model ini ada beberapa faktor yang berhubungan pada ketiga komponen keberhasilan sistem yang saling mempengaruhi satu sama lain yang dapat diukur dan dianalisis

(6)

78

menggunakan sejumlah ukuran tertentu dari 3 komponen tersebut seperti kemudahan penggunaan, kemanfaatan, pelatihan, kepuasaan pengguna, perencanaan, strategi dan manajemen (Yusof et al. 2006).

Gambar 3. Model pengukuran HOT FIT Model

2.4 Kerangka Pemikiran

Berdasarkan telaah pustaka diatas, dapat diketahui bahwa TAM berfokus pada sikap terhadap pemakai teknologi informasi, dimana pemakai mengembangkannya berdasarkan persepsi manfaat dan kemudahan dalam pemakaian teknologi informasi. Hubungan antara penggunaan sistem dan tujuan perilaku yang digambarkan dalam TAM menunjukkan secara tidak langsung bentuk-bentuk tujuan individu untuk melakukan tindakan yang positif. Hubungan antara perasaan kegunaan dan tujuan perilaku didasarkan pada ide bahwa dalam penyusunan organisasi, orang-orang membentuk tujuan-tujuan terhadap perilakunya yang diyakini akan meningkatkan kinerjanya.

Peran penting teknologi yang berpengaruh terhadap kinerja pada tingkat individual digambarkan pada model Task Technology Fit (TTF). Inti dari model ini adalah agar teknologi informasi memberikan dampak positif terhadap kinerja individual maka teknologi tersebut harus dimanfaatkan dan teknologi tersebut harus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Human

(7)

79

Gambar 4. Kerangka Pemikiran

Rumusan Masalah

a. Bagaimanakah tingkat kemudahan dan kemanfaatan pengguna terhadap SIAKAD Insan Unggul berpengaruh terhadap perilaku pengguna SIAKAD Insan Unggul berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM)?

b. Bagaimanakah penerimaan user terhadap penerapan teknologi SIAKAD dalam memberikan kemudahan dan menciptakan kualitas untuk mempengaruhi kemudahan tugas pengguna SIAKAD?

Approach (Pendekatan) Menggunakan metode

- TAM - TTF

Measurement (Pengukuran) Disebarkan kuesioner untuk dapat mengumpulkan data primer, dengan probability sampling, untuk pengukuran datanya dengan skala likert

Hasil yang diinginkan

a. Untuk mengetahui tingkat kegunaan SIAKAD dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)

b. Untuk mengetahui kemampuan dari SIAKAD dalam membantu menyelesaikan tugas pengguna.

Alternatif Metode

PIECES, HOT-FIT Model, EUCS.

Pendekatan Yang Dipilih

Mengukur dan mengevaluasi tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna SIAKAD Insan Unggul dengan menggunakan TAM & TTF.

(8)

80 2.5 Pengembangan Hipotesis Penelitian

Goodhue dan Thompson (1995) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap pemakai apakah teknologi tersebut mempunyai dampak yang lebih baik atau lebih buruk. Kinerja yang lebih baik tersebut tercapai karena dapat memenuhi kebutuhan individu dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya. Penelitian yang dilakukan oleh D Lone dan Mc Lean (1992) menunjukkan adanya pengaruh pemanfaatan dan perilaku pemakai terhadap kinerja individual. Penelitian Iqbaria (1997) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi memberikan hubungan yang signifikan terhadap kinerja individual.

Penelitian yang memfokuskan pada pemanfaatan teknologi pada umumnya menggunakan variabel sikap dan keyakinan pemakai sistem untuk memprediksi pemanfaatan sistem informasi (Davis, et al 1989; Doll dan Torkzadeh, 1998(dalam Kurniawan 2008); Swanson, et al (1991); Thompson, (1991). Kim, Suh dan Lee (1998) (dalam Meiranto 2003) mengungkapkan bahwa keefektifan kinerja akan dipengaruhi oleh kapasitas pemrosesan informasi yang diperlukan, dimana kepuasan pemakai akan meningkat bila terdapat keselarasan dalam pemanfaatan teknologi.

Doll dan Torkzadeh (1998) (dalam Kurniawan 2008). menggunakan pengukuran kepuasan sebagai satu bentuk evaluasi sistem informasi dimana menekankan pada kepuasan (satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi. Penilaian kepuasan tersebut dilihat dari 4 buah perspektif yaitu, karakteristik Tugas (Task Characteristics), Karakteristik Teknology

(Technology Characteristics), Dampak Kerja (Performance Impact), Pemanfaatan (Utilization). Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model evaluasi kesuksesan sistem

informasi dilihat dari penggunaan sistem. Model ini akan memberikan gambaran bahwa ada sejumlah faktor yang mempengaruhi keputusan pengguna dalam menggunakan sistem yang baru yakni kebermanfaatan dan kemudahan. Kebermanfaatan menunjukan keyakinan pengguna pada kontribusi sistem informasi terhadap kinerja pengguna sistem informasi. Sedangkan kemudahan menunjukan tingkat dimana pengguna menyakini bahwa penggunaan sistem informasi adalah mudah dan tidak memerlukan usaha keras. Konsep ini mencakup kejelasan tujuan penggunaan sistem informasi dan kemudahan penggunaan sistem untuk tujuan sesuai dengan keinginan pengguna (Davis, 1989). Apabila sistem informasi mudah digunakan, maka pengguna akan cenderung untuk menggunakan sistem informasi tersebut yang akan dapat meningkatkan kinerja

(9)

81

individual. Sebaliknya, jika sistem informasi tidak mudah digunakan, pengguna akan cenderung tidak akan memanfaatkan sistem informasi, yang akan dapat menurunkan kinerja individual.

Berdasarkan dari uraian literatur diatas, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : Ho1 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul tidak dipengaruhi oleh

faktor kemudahan.

Ha1 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dipengaruhi oleh faktor kemudahan.

Ho2 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul tidak dipengaruhi oleh faktor kemanfaatan.

Ha2 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dipengaruhi oleh faktor kemanfaatan.

Ho3 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul tidak dipengaruhi oleh faktor karakteristik tugas.

Ha3 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dipengaruhi oleh faktor karakteristik tugas.

Ho4 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul tidak dipengaruhi oleh faktor karakteristik teknologi.

Ha4 : Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dipengaruhi oleh faktor karakteristik teknologi.

3 Analisa Kebutuhan

Pendidikan adalah investasi masa depan, karena itu pertimbangkan investasi masa depan secara rasional dan tepat sasaran. Melalui pendidikan generasi muda akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk mengambil bagian dalam kemajuan dunia.

STTIKOM Insan Unggul pada saat ini terus berusaha meningkatkan kualitasnya dalam upaya menciptakan kampus yang berkualitas dengan memanfaatkan dan mengoperasikan sistem informasi yang berbasis komputer. Salah satu bentuk pelayanan kepada dosen, karyawan dan mahasiswa adalah melalui SIAKAD. Adapun proses analisa kebutuhan dalam penelitian ini diawali dengan pembuatan konstruk pernyataan yang akan diaplikasikan pada kuesioner yang akan disebarkan pada responden penelitian ini. Kebutuhan akan data primer dalam bentuk

(10)

82

jawaban-jawaban kuesioner oleh responden adalah hal yang mutlak untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan pengguna SIAKAD.

Penelitian ini akan membahas Penerapan technology acceptance model (TAM) dan task

technology fit (TTF) dalam mengukur tingkat penerimaan pengguna SIAKAD. Rancangan

penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menekankan fenomena dilihat serta dialami pada saat penelitian dilaksanakan, dengan pendekatan analisa data menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. pengujian hipotesis, dan merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel. Tipe hubungan antar dua variabel atau lebih, dapat berupa hubungan korelasional, komparatif atau sebab akibat. Meskipun masih terdapat kelemahan dengan munculnya kendala dari sistem tersebut namun Kemampuan, syarat ataupun kriteria yang dimiliki oleh sistem informasi haruslah memenuhi keinginan pengguna dari sistem tersebut.

3.1. Metode Pemilihan Sampel 3.1.1 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna SIAKAD dilingkungan STTIKOM Insan Unggul. Dalam penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penulis menggunakan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability

sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberi peluang atau kesempatan yang sama

bagi unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan teknik cluster sampling, yaitu dengan membagi populasi atas kelompok berdasarkan area atau cluster, untuk kemudian dipilih menjadi sampel.

3.1.2 Teknik Pengambilan Sampel

Ada 3 cluster dalam penelitian ini yang dibedakan berdasarkan status populasi yaitu Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa pengguna SIAKAD. Adapun masing - masing cluster tersebut jumlah populasi sebagai berikut :

Tabel 1. Cluster Sampel

Cluster Jumlah

Dosen 35 Orang

Karyawan 5 Orang

Mahasiswa 350 Orang

(11)

83

Berhubung jumlah populasi dalam penelitian ini telah diketahui maka teknik untuk pengambilan sampel menggunakan metode slovin, dengan rumus sebagai berikut :

Dimana :

n = Jumlah sampel N = Jumlah Populasi

e = Batas toleransi kesalahan (ditetapkan 5% dengan tingkat kepercayaan 95%).

Berdasarkan hasil perhitungan penentuan jumlah sampel tersebut maka penulis tetapkan untuk sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 197 responden.

Sedangkan untuk menentukan berapa yang menjadi sampel dalam tiap cluster digunakan perhitungan dengan rumus sebagai sebagai berikut :

Populasi Cluster

X Jumlah Sampel Jumlah Populasi

Jadi proporsi sampel untuk masing-masing cluster adalah :

Tabel 2. Proporsi Sampel

Cluster Populasi Sampel

Dosen 35 Orang 18 Orang

Karyawan 5 Orang 3 Orang

Mahasiswa 350 Orang 176 Orang

Jumlah Total 390 Orang 197 Orang

3.1.3 Metode Pengumpulan Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan dari sumber pertama dengan menyebar kuesioner. Kuesioner ini bersifat tertutup yaitu sudah diberikan alternatif jawaban yang di isi oleh 197 orang yang terdiri dari Dosen, Karyawan dan Mahasiswa yang menggunakan SIAKAD.

(12)

84

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan data primer yang dihimpun langsung dari tempat penelitian dan data sekunder yang digunakan untuk melengkapi data primer yang diperoleh dari responden, data sekunder diperoleh dari beberapa referensi seperti buku-buku, peraturan-peraturan, laporan hasil penelitian, dokumen dan arsip yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulannya dilakukan melalui beberapa langkah yakni Kerangka kuesioner dalam penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 3. Kerangka kuesioner

Variabel Keterangan

Ease of Use Dimensi yang mengukur tingkat penerimaan pengguna dari sisi kemudahan penggunaan atau user friendly dalam menggunakan sistem seperti proses memasukkan data, mengolah data dan mencari informasi yang dibutuhkan

Perceived Usefull Dimensi yang mengukur tingkat penerimaan pengguna dari sisi manfaat sistem dalam membantu menyajikan atau menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.

Task Characteristics Perspektif yang mengevaluasi kinerja IT berdasarkan cara pandang pengguna bisnis untuk membantu menyelesaikan tugasnya

Technology Characteristics

Perspektif yang mengevaluasi kinerja IT dalam membantu penyelesaian tugas berdasarkan pandangan dari pengguna (User).

Performance Impact Perspektif yang mengevaluasi kinerja IT berdasarkan cara pandang pengguna bisnis dan lebih jauh lagi adalah pelanggan dari unit bisnis yang ada.

Utilization Perspektif yang menilai kinerja IT berdasarkan cara pandang dari departemen itu sendiri, yaitu: pelaksanaan,

(13)

85

para praktisi dan profesional yang ada. Pada perspektif terakhir ini akan menyiapkan infrastruktur organisasi yang memungkinkan tujuan-tujuan dalam tiga perspektif lainnya dapat dicapai.

3.2 Perancangan Penelitian

Dalam perancangan penelitian ini meliputi variabel penelitian, skala pengukuran, uji validitas, uji reliabilitas dan uji regresi.

3.2.1 Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri 2 variabel dari dimensi yang mengukur tingkat kegunaan penerimaan user terhadap teknologi SIAKAD Insan Unggul dalam

Technology Acceptance Model (TAM) (X1 – X2) dan 2 variabel dari dimensi yang mengukur

tingkat kemampuan SIAKAD Insan unggul dalam menyelesaikan tugas pengguna dengan metode Task Technology Fit (TTF) (Y1 – Y2).

3.2.2 Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini digunakan skala pengukuran untuk kuesioner yang disebarkan ke responden dengan skala pengukuran skala Likert dimana dalam skala Likert ini menggunakan nilai 1 – 5. Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009:132).

Skala pengukuran ini mendefiniskan tingkat kepercayaan responden dari setiap pernyataan yang diajukan dalam kuesioner tersebut.

(14)

86 3.2.3 Uji Validitas

Hasil dari penelitian yang didapat dari kuesioner akan dilakukan uji validitas untuk melihat valid atau tidak instrumen kuesioner yang digunakan. Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi skor masing – masing instrumen dengan skor total instrumen (Sudaryono: 2011:177-178).

Teknik yang digunakan untuk mengukur korelasi antar masing – masing instrumen bisa menggunakan rumus korelasi product moment atau lebih dikenal dengan korelasi pearson yang dikemukan oleh Pearson. Adapun rumus korelasi pearson sebagai berikut :

Dasar pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung yang dihasilkan dengan r tabel product momen pada tingkat signifikasi 5%, dasar pengambilan keputusan dengan dengan kaidah sebagai berikut :

a. Jika r hitung > r tabel, maka instrument atau item pernyataan berkorelasi signifikan terhadap skor total ( maka instrumen dinyatakan valid).

b. Jika r hitung < r tabel, maka instrumen atau item pernyataan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total ( maka instrumen dinyatakan tidak valid).

Variabel yang telah di uji validitas dan terbukti tidak valid akan dikeluarkan dari data penelitian.

(15)

87

Uji reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan alat ukur yang sama pula. (siregar, 2010:173).

Uji reliabilitas berguna untuk mengukur apakah instrumen kuesioner yang digunakan benar-benar dapat dipercaya (reliabel) atau tidak. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan menggunakan model jawaban berskala maka teknik yang digunakan untuk uji reliabilitas untuk melihat konsistensi alat ukur yang digunakan yaitu teknik Cronbrach Alpha. Rumus koefisien reliabilitas teknik Cronbrach Alpha sebagai berikut :

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan teknik Cronbrach’ Alpha, apabila koefisien reliabilitas (r11) > 0.6 Atau bisa juga dengan cara dibandingkan dengan r tabel product momen, dengan nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (degree of freedom) df = n - 2. Dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Jika nilai koefisien reliabilitas (r hitung) > nilai r tabel, maka variabel penelitian ini reliabel.

b. jika nilai koefisien reliabilitas (r hitung) < nilai r tabel maka variabel penelitian ini tidak reliabel.

3.2.5 Analisis Regresi

Dalam penelitian memerlukan beberapa analisis yang harus di lakukan salah satunya adalah analisis regresi. Didalam analisis regresi terdapat analisis korelasi antara variabel independen (X) yang juga sering disebut faktor-faktor penyebab, dengan variabel dependen (Y). Selanjutnya dengan persamaan regresi yang didapat kita bisa membuat peramalan apa yang akan terjadi dengan Y apabila terjadi perubahan pada X, sebaliknya jika kita menginginkan nilai tertentu, kita dapat mengestimasi seberapa besar faktor-faktor X akan diubah untuk mewujudkan tujuan kita. Jadi yang dimaksud dengan analisis regresi adalah suatu analisis yang mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun dalam penelitian ini menggunakan

(16)

88

analisis regresi ganda dikarenakan jumlah variabel independennya minimal dua (Sudaryono, 2011: 224-233). Salah satu yang khas dari analisis regresi adalah adanya persamaan yang dihasilkan persamaan tersebut berguna untuk memprediksi atau meramalkan seberapa jauh pengaruh satu variabel atau beberapa variabel bebas (independent) terhadap variabel bergantung (dependent).karena digunakan untuk memprediksi, variabel bebas juga sering disebut variabel prediktor, Dengan persamaan sebagai berikut :

Y = a + b1x1 +b2x2+...+bnXn Dimana : Y = Variabel dependent X1 = Variabel Independent 1 X2 = Variabel Independent 2 3.3 Teknik Analisis

Berhubung jenis penelitian dalam penulisan ini adalah deskriptif kuantitatif, maka teknik analisis data meliputi pengolahan data dan penyajian data. Dimana penulis dalam menganalisa data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk pengolahan maupun menganalisa data, yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk mengenaralisasi hanya mengelompokkan. Untuk dapat dijadikan landasan untuk menjawab rumusan masalah maka data yang diterima perlu dilakukan pengolahan data dan analisa data hal ini dikarenakan data yang diterima masih merupakan data mentah.

3.3.1 Teknik Pengolahan Data

Untuk teknik pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Editing Data

Dalam tahapan editing data ini, data yang diterima dari responden akan dilakukan pemilahan tujuan dari pemilahan data ini untuk memperbaiki kualitas data. Dalam tahapan ini perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :

a. Kelengkapan data

Semua pernyataan yang diajukan dalam kuesioner harus terjawab semua sehingga tidak ada yang kosong.

(17)

89

Tulisan responden dalam kuesioner harus dapat dibaca. c. Konsistensi data

Perlu diperhatikan konsistensi jawaban yang diberikan oleh responden.

d. Keseragaman satuan yang digunakan dalam data dengan tujuan untuk menghindari kesalahan – kesalahan dalam pengolahan dan analisis data.

e. Kesesuaian jawaban.

Jawaban responden harus sesuai dengan pernyataan dan persoalan yang diajukan. 2. Coding Data

Pemberian kode atas jawaban-jawaban kuesioner yang diterima dari responden dengan tujuan untuk memudahkan dalam menganalisis data. Tahapan ini dilakukan setelah selesai tahap editing data.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pengkodean untuk jawaban pertanyaan tertutup, sebagai contoh untuk pengkodean untuk jawaban pernyataan tertutup sebagai berikut.

Pernyataan Jawaban Kode

Setujukah Anda tentang pengiriman wakil Indonesia dalam Pemilihan Miss Universe tahun 2006

a. Ya b. tidak

1 0

Gambar 1. Contoh coding data untuk jawaban pernyataan tertutup 3. Tabulasi Data

Dalam tahapan ini data diolah dengan cara memasukkan data ke dalam tabel. Atau dapat juga dikatakan bahwa dalam tahapan ini penyajian data yang dimasukkan kedalam tabel atau daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan juga evaluasi. Hasil dalam tahapan ini dapat dijadikan gambaran bagaimana hasil penelitian, karena data yang diperoleh sudah dirangkum dan tersusun dalam tabel -tabel yang lebih mudah untuk dipahami, setelah itu dibuatkan penjelasan atas data yang diperoleh. Tabulasi data dapat dilakukan melalui tabulasi langsung untuk jumlah data yang diterima dari responden dan variablenya sedikti. Sedangkan untuk lembar kode untuk variabel dan responden dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk penelitian ini penulis menggunakan tabulasi data dengan tabulasi lembar kode dengan jenis tabel frekuensi maupun tabel silang.

(18)

90 4. Analisis Data

Seperti yang telah dijelaskan diatas berhubung jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, maka teknik analisis data yang digunakan adalah metode statistik dengan maksud sehingga data yang diperoleh mempunyai arti.

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan : a. Distribusi frekuensi.

Distribusi frekuensi dalam penelitian ini akan melalui beberapa tahapan antara lain : • menyusun data-data yang diperoleh dari semua responden dengan urutan yang masih

belum disusun.

• Menyusun data-data tersebut secara berurutan sesuai dengan distribusi frekuensi datanya. Dengan kata lain mengelompokkan data dan menghitung keseluruhan data dalam kelompok tersebut.

• Setelah data tersusun sesuai dengan distribusi frekuensinya maka langkah selanjutnya adalah data disajikan dalam model distribusi relatif (persentase). Baik untuk mendapatkan frekuensi mutlak dan frekuensi relatif maupun frekuensi kumulatif. b. Ukuran pemusatan (tendensi sentral)

Ukuran pemusatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan modus (nilai tertinggi atau yang sering muncul dari distribusi frekuensi yang telah dilakukan), median (nilai tengah dari distribusi frekuensi data) dan juga mean (nilai rata-rata dari distribusi frekuensi).

3.3.2 Teknik Penyajian Data

Hasil analisis data dari penelitian ini akan dibuatkan dalam bentuk formal maupun non formal. Dalam bentuk formal akan disajikan data dengan menggunakan tabel, grapik, sedangkan untuk penyajian data dalam bentuk non formal dengan menggunakan penjelasan secara kata – kata.

3.4 Jadwal Penelitian

Lokasi penelitian ini adalah di STTIKOM Insan Unggul Cilegon, Adapun waktu pengumpulan data dalam penelitian ini adalah bulan Mei s/d Agustus 2014.

(19)

91 4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Sistem Informasi Akademik Insan Unggul (SIAKAD)

Sistem Informasi Akademik Insan Unggul (SIAKAD) yang saat ini digunakan di STTIKOM Insan Unggul terdiri dari Modul Dosen, Modul Akademik, Finance Dan Mahasiswa. 4.1.1 Modul Dosen

Modul ini diakses oleh dosen STTIKOM Insan Unggul untuk melakukan: a. Melihat daftar mata kuliah yang diajar per semester

b. Input/update nilai untuk semua mahasiswa per mata kuliah yang diajar c. Update prosentase/bobot penilaian.

d. Melihat histori mata kuliah yang sudah diajar dan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut.

Gambar 2. Login Pada SIAKAD 4.3 Deskripsi Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini ada 4 variabel yang digunakan yaitu variabel kemudahan SIAKAD, variabel kemanfaatan SIAKAD, variabel karakteristik tugas (Task Characteristics) dan variabel karakteristik teknologi (Technology Characteristics). Variabel kemudahaan SIAKAD ada 4 item pernyataan, variabel kemanfaatan SIAKAD ada 4 pernyataan, variabel karakteristik tugas ada 4

(20)

92

pernyataan dan karakteristik teknologi ada 4 pernyataan. Analisis pada penelitian ini menggunakan program SPSS 17.00 untuk mendeskripsikan persepsi responden atas item-item pernyataan yang diajaukan. Adapun kecenderungan jawaban responden terhadap jawaban masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

a. Kemudahan Sistem Informasi Akademik Insan Unggul (SIAKAD)

Kemudahan dalam penggunaan sistem informasi berhubungan dengan perilaku menggunakan sistem informasi tersebut untuk menyelesaikan tugas. Dalam hal ini pemanfaatan SIAKAD oleh Dosen, Karyawan dan Mahasiswa STTIKOM Insan Unggul sebagai responden untuk menyelesaikan tugas proses perkuliahan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data yang disajikan pada tabel berikut ini

Tabel 5. Distribusi pendapat responden mengenai SIAKAD Insan Unggul dapat diakses dengan mudah dari luar kampus (rumah/warnet)

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 12 6.2 6.2 6.2

Ragu-ragu 2 1.0 1.0 7.3

Setuju 76 39.4 39.4 46.6

Sangat Setuju 103 53.4 53.4 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

(21)

93

Variabel ini memiliki fokus perhatian untuk mengetahui manfaat dengan digunakannya SIAKAD Insan Unggul berikut disajikan hasil pendapat responden dibawah ini :

Tabel 6. Distribusi pendapat responden mengenai penggunaan SIAKAD Insan Unggul meningkatkan efektifitas responden dalam mengerjakan tugas

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 1 .5 .5 .5

Ragu-ragu 3 1.6 1.6 2.1

Setuju 88 45.6 45.6 47.7

Sangat Setuju 101 52.3 52.3 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014) Tabel 7. Distribusi pendapat responden mengenai penggunaan SIAKAD Insan

Unggul untuk meminimalkan hilangnya informasi dalam mengerjakan tugas

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 4 2.1 2.1 2.1

(22)

94

Setuju 89 46.1 46.1 83.4

Sangat Setuju 32 16.6 16.6 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 8. Distribusi pendapat responden mengenai SIAKAD Insan Unggul yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Setuju 10 5.2 5.2 5.2

Ragu-ragu 4 2.1 2.1 7.3

Setuju 80 41.5 41.5 48.7

Sangat Setuju 99 51.3 51.3 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 9. Distribusi pendapat responden mengenai penggunaan SIAKAD Insan Unggul dapat menghemat biaya responden dalam mencari informasi seputar

akademik

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(23)

95

Ragu-ragu 2 1.0 1.0 7.3

Setuju 77 39.9 39.9 47.2

Sangat Setuju 102 52.8 52.8 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

c. Karakteristik Tugas Sistem Informasi Insan Unggul (SIAKAD)

Variabel ini digunakan dalam kaitannya untuk mengetahui sejauhmana sistem informasi dapat membantu responden dalam mengerjakan tugasnya.

Tabel 10. Distribusi pendapat responden mengenai kemudahan penggunaan SIAKAD Insan Unggul memperlancar pekerjaan/tugas perkuliahan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Ragu-ragu 4 2.1 2.1 2.1 Setuju 168 87.0 87.0 89.1 Sangat Setuju 21 10.9 10.9 100.0 Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 11. Distribusi pendapat responden mengenai penghematan waktu yang dapat responden peroleh dalam mencari informasi proses perkuliahan melalui

(24)

96

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Ragu-ragu 16 8.3 8.3 8.3 Setuju 147 76.2 76.2 84.5 Sangat Setuju 30 15.5 15.5 100.0 Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014) Tabel 12. Distribusi pendapat responden mengenai penghematan biaya dalam

mencari informasi seputar proses perkuliahan jika melalui SIAKAD Insan Unggul

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Ragu-ragu 7 3.6 3.6 3.6 Setuju 167 86.5 86.5 90.2 Sangat Setuju 19 9.8 9.8 100.0 Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 13. Distribusi pendapat responden mengenai produktifitas responden akan meningkat dengan menggunakan SIAKAD Insan Unggul dalam

melaksanakan tugas

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(25)

97

Valid Ragu-ragu 7 3.6 3.6 3.6

Setuju 168 87.0 87.0 90.7

Sangat Setuju 18 9.3 9.3 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

d. Karakteristik Teknologi Sistem Informasi Insan Unggul (SIAKAD)

Tabel 14 Distribusi pendapat responden mengenai tampilan layar antar muka yang dimiliki SIAKAD Insan Unggul yang dianggap cukup lengkap dan sesuai

dengan kebutuhan responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Ragu-ragu 9 4.7 4.7 4.7 Setuju 158 81.9 81.9 86.5 Sangat Setuju 26 13.5 13.5 100.0 Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014) Tabel 15. Distribusi pendapat responden mengenai laporan yang tercetak dalam

SIAKAD Insan Unggul memiliki informasi yang berguna mengenai studi mahasiswa

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(26)

98

Valid Ragu-ragu 17 8.8 8.8 8.8

Setuju 142 73.6 73.6 82.4

Sangat Setuju 34 17.6 17.6 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 16.Distribusi pendapat responden mengenai SIAKAD Insan Unggul yang menyajikan laporan apa adanya

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Ragu-ragu 15 7.8 7.8 7.8 Setuju 163 84.5 84.5 92.2 Sangat Setuju 15 7.8 7.8 100.0 Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 17. Distribusi pendapat responden mengenai model otorisasi login pada SIAKAD Insan Unggul untuk keamanan account responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(27)

99

Setuju 165 85.5 85.5 93.3

Sangat Setuju 13 6.7 6.7 100.0

Total 193 100.0 100.0

Sumber : data diolah (2014)

4.4 Uji Kualitas Data 4.4.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Menurut Ghozali (2006) untuk mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pernyataan dengan total skor konstruk atau variabel.

Uji signifikasi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel dimana r hitung harus > r tabel. Hasil perhitungan jika r hitung > r tabel dan bernilai positif maka butir atau pernyataan tersebut dinyatakan valid. Berikut adalah hasil uji validitas data seperti yang ditunjukan pada tabel 18

Tabel 18. Hasil Uji Validitas Variabel Kemudahan Untuk Menentukan r Hitung

P 1 P 2 P 3 P 4

Total Score P 1 Pearson Correlation 1 .302** .992** 1.000** .964**

(28)

100 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 193 193 193 193 193 P 2 Pearson Correlation .302** 1 .310** .302** .541** Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 193 193 193 193 193 P 3 Pearson Correlation .992** .310** 1 .992** .964** Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 193 193 193 193 193 P 4 Pearson Correlation 1.000** .302** .992** 1 .964** Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 193 193 193 193 193 Total Score Pearson Correlation .964** .541** .964** .964** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 193 193 193 193 193

Sumber : data diolah (2014)

4.4.2 Uji Reliabilitas

Kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan variabel penelitian dapat dievaluasi melalui uji reliabilitas dan validitas. Uji tersebut masing-masing untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan variabel. Untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach alpha > 0 dan < 1. Berikut adalah hasil uji reliabilitas yang ditunjukan pada tabel 19.

(29)

101

Tabel 19. Cronbach Alpha Pada Variabel Kemudahan

Cronbach's Alpha N of Items

.833 5

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 20.Korelasi Antar Pernyataan Pada Variabel Kemudahan

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P 1 29.58 21.599 .951 .769 P 2 30.19 25.528 .434 .851 P 3 29.58 21.599 .951 .769 P 4 29.58 21.599 .951 .769 Total Score 16.99 7.323 1.000 .887

Sumber : data diolah (2014) Tabel 21. Cronbach Alpha Pada Variabel

Kemanfaatan

Cronbach's Alpha N of Items

.742 5

(30)

102

Tabel 22. Cronbach Alpha Pada Variabel Task Characteristics

Cronbach's Alpha N of Items

.762 5

Sumber : data diolah (2014)

Dari tabel 22 dapat dijelaskan bahwa nilai Cronbach Alpha Pada variabel task

charateristics adalah sebesar 0,762 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0 maka dinyatakan

reliabel atau konsisten.

Tabel 23. Korelasi Antar Pernyataan Pada Variabel Task Characteristics

Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P 1 28.47 3.719 .409 .763 P 2 28.49 3.334 .467 .742 P 3 28.50 3.345 .691 .703 P 4 28.50 3.397 .662 .711 Total Score 16.28 1.098 1.000 .587

Sumber : data diolah (2014)

Tabel 24. Cronbach Alpha Pada Variabel Technology Characteristics

(31)

103

Cronbach's Alpha N of Items

.779 5

Sumber : data diolah (2014)

4.4.3 Uji Regresi Berganda Pada Variabel Dependen - Kegunaan

Penelitian memerlukan beberapa analisis yang harus dilakukan salah satunya adalah analisis regresi. Di dalam analisis regresi terdapat analisis korelasi antara variabel independen (X) yang juga sering disebut faktor-faktor penyebab, dengan variabel dependen (Y). Berikut adalah hasil uji regresi yang dilakukan melalui SPSS :

Tabel 25. Nilai R Square

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .600a .360 .354 .531

a. Predictors: (Constant), Manfaat, Kemudahan

Sumber : data diolah (2014)

Nilai R Square = 0.360 dari tabel di atas menunjukkan bahwa 36 % dari varians manfaat, yang berarti bahwa variabel manfaat menentukan 36% berpengaruh pada kegunaan dan selebihnya 64% merupakan dipengaruhi oleh variabel kemudahan.

Tabel 26. Anova – Uji F

Model

Sum of

(32)

104

1 Regression 30.620 2 15.310 54.338 .000a

Residual 54.380 193 .282

Total 85.000 195

a. Predictors: (Constant), Manfaat, Kemudahan b. Dependent Variable: Kegunaan

Sumber : data diolah (2014)

Hasil pada tabel 26 di atas digunakan untuk uji F, dimaksudkan untuk menguji bahwa variabel independen, yaitu : Kemudahan dan Manfaat secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen Kegunaan.

Uji F ini digunakan untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa berpengaruh (Ho) atau tidak berpengaruhnya (Ho) variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan ketentuan:

• Jika probabilitas (nilai Sig.) > 0.05 atau f Hitung < f Tabel maka Ho tidak ditolak. • Jika probabilitas (nilai Sig.) < 0.05 atau f Hitung > f Tabel maka Ho ditolak.

Pada tabel di atas nilai Sig. adalah 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak yang berarti variabel Kemudahan dan Manfaat secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Kegunaan.

Tabel 27. Hasil Persamaan Regresi – Uji T

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.650 .236 6.980 .000 Kemudahan .042 .015 .216 2.718 .007 Manfaat .102 .019 .430 5.411 .000

(33)

105

Tabel 27. Hasil Persamaan Regresi – Uji T

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.650 .236 6.980 .000 Kemudahan .042 .015 .216 2.718 .007 Manfaat .102 .019 .430 5.411 .000

a. Dependent Variable: Kegunaan

Sumber : data diolah (2014)

Uji t dimaksudkan untuk menguji apakah variabel Kegunaan secara parsial berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap variabel Kemudahan dan Manfaat. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada tabel di atas nilai Sig variabel Manfaat 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak, yang berarti variabel independen Manfaat secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kegunaan Begitu juga sebaliknya.

2. Nilai Sig. variabel Kemudahan 0.007 < 0.05, maka Ho ditolak, yang berarti variabel independen Kemudahan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kegunaan Begitu juga sebaliknya.

Dengan demikian maka persamaan estimasinya adalah :

Kegunaan = 1.650 + 0.042 * Kemudahan + 0.102 * Manfaat

Setelah diadakan Uji Regresi maka dapat menjawab hipotesa tentang Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dipengaruhi oleh faktor kemudahan dan faktor manfaat.

(34)

106

4.4.4 Uji Regresi Berganda Pada Variabel Dependen – Dampak Kerja Tabel 28. Nilai R Square

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .843a .711 .708 .360

a. Predictors: (Constant), Technology Characteristic, Task Characteristic

Nilai R Square = 0.711 dari tabel di atas menunjukkan bahwa 71,1 % dari varians technology

characteristic (karakteristik teknologi), yang berarti bahwa perubahan teknologi menentukan

71,1 % berpengaruh pada dampak kerja dan selebihnya 28,9% merupakan task characteristic (karakteristik tugas).

Tabel 29. Anova – Uji F

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 61.524 2 30.762 236.892 .000a

Residual 25.062 193 .130

Total 86.587 195

a. Predictors: (Constant), Technology Characteristic, Task Characteristic b. Dependent Variable: Dampak Kerja

(35)

107

Hasil pada tabel 29 di atas digunakan untuk uji F, dimaksudkan untuk menguji bahwa variabel independen, yaitu : task characteristic dan technology characteristic secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen Dampak Kerja.

Uji F ini digunakan untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa berpengaruh (Ho) atau tidak berpengaruhnya (Ho) variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan ketentuan:

• Jika probabilitas (nilai Sig.) > 0.05 atau f Hitung < f Tabel maka Ho tidak ditolak. • Jika probabilitas (nilai Sig.) < 0.05 atau f Hitung > f Tabel maka Ho ditolak.

Pada tabel di atas nilai Sig. adalah 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak yang berarti variabel task

characteristic dan technology characteristic secara bersama-sama berpengaruh signifikan

terhadap variabel Dampak Kerja.

Tabel 30. Hasil Persamaan Regresi – Uji T

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .133 .186 .714 .476 Task Characteristic .045 .033 .154 1.385 .168 Technology Characteristic .200 .032 .697 6.290 .000

a. Dependent Variable: Dampak Kerja

Sumber : data diolah (2014)

Uji t dimaksudkan untuk menguji apakah variabel Dampak Kerja secara parsial berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap variabel task characteristic dan technology characteristic. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada tabel di atas nilai Sig variabel technology characteristic 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak, yang berarti variabel independen technology characteristic secara parsial

(36)

108

berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Dampak Kerja. Begitu juga sebaliknya.

2. Nilai Sig. variabel task characteristic 0.168 > 0.05, maka Ho tidak ditolak, yang berarti variabel independen task characteristic secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Dampak Kerja. Begitu juga sebaliknya.

Dengan demikian maka persamaan estimasinya adalah :

Utillization= 0.133 + 0.045 * Task Characteristic + 0.200 * Technology Characteristic

Setelah diadakan Uji Regresi maka dapat menjawab hipotesa tentang Tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dipengaruhi oleh Faktor Karakteristik Tugas (Task

Characteristic) dan Faktor Karakteristik Teknologi (Technology Characteristic).

5. Kesimpulan

Dari hasil temuan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Variabel kemudahan dan variabel kemanfatan penggunaan SIAKAD Insan Unggul berpengaruh positif terhadap tingkat penerimaan pengguna SIAKAD Insan Unggul dalam meningkatkan efektivitas pengguna ketika mengerjakan tugasnya dengan menggunakan SIAKAD Insan Unggul. Hal ini menunjukan bahwa variabel manfaat menentukan 36% berpengaruh pada kegunaan dan selebihnya 64% merupakan dipengaruhi oleh variabel kemudahan Sehingga tugas atau pekerjaan yang sebelumnya tidak menggunakan SIAKAD Insan Unggul pengerjaan tugas-tugasnya masih banyak kendala kemudian setelah menggunakan SIAKAD Insan Unggul pengguna menjadi lebih terbantu dalam pengerjaan tugas-tugas tersebut sehingga efektifitas kerjanya menjadi lebih baik.

b. Dilihat dari persepsi responden secara keseluruhan tingkat penerimaan pengguna terhadap penerapan teknologi SIAKAD dalam memberikan kemudahan dan menciptakan kualitas kinerja berdasarkan metode TTF yang meliputi variabel karakteristik tugas (Task Characteristics) dan karakteristik teknologi (Technology

Characteristics) sudah sangat bagus, rata – rata persepsi responden menunjukkan

(37)

109

teknologi sangat positif. Dari persepsi responden secara keseluruhan terlihat variabel yang dominan paling mempengaruhi tingkat penerimaan pengguna (user) adalah variabel yang memiliki persentasi yang paling tinggi yaitu variabel karakteristik teknologi (Technology Characteristics) dengan persentase 20 %. Sedangkan variabel yang memiliki tingkat persentasi yang rendah terhadap penggunaan SIAKAD adalah variabel kemudahan, dengan persentase 4,2 %. Dengan hasil persepsi responden secara keseluruhan yang menunjukkan variabel yang dominan maupun variabel minoritas, maka dapat diketahui upaya apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas SIAKAD dilihat dari variabel minoritas serta bagaimana upaya untuk mempertahankan variabel – variabel lain yang berdasarkan persepsi responden secara keseluruhan sudah memiliki kinerja yang baik.

6. Daftar Pustaka

Akbar, Nasrizal, Vince Ratnawati dan Vina Novita (2010) “Pengaruh Pengetahuan Teknologi Informasi, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Faktor Kesesuaian Tugas-Teknologi Terhadap Kinerja Akuntan Internal”, Jurnal Ekonomi, Universitas Riau, Pekanbaru.

Alees Ilias, Razak, dan Nor Hafizah Abdul Mansor (2010), The Critical Factors In Determining

End-User Computing Satisfaction (EUCS) In Computerised Accounting System (CAS)

Bodnar, George H dan William S. Hopwood (2000), “Sistem Informasi Akuntansi”, Jakarta: Salemba Empat.

Charlesto Sekundara, (2006) Analisis Penerimaan Pengguna Akhir Dengan Menggunakan

Technology Acceptance Model dan End User Computing Satisfaction Terhadap Penerapan

Sistem Core Banking Pada Bank ABC. Thesis Universitas Diponegoro

Dennis, Wixom, Roth, (2012), System Analysis and Design, John Wiley and Sons Inc. Halim, Abdul (1995), “Sistem Informasi Akuntansi”, Yogyakarta: BPFE.

Hui Chiu Chena, Cherng Ying Chioua*, Chun Yuan Yeha, Hui Ling Laia, (2012), A Study of the

Enhancement of Service Quality and Satisfaction by Taiwan MICE Service Project.

(38)

110

Indriani, Mirna dan Reza Adryan (2009), “Jurnal Telaah & Riset Akuntansi”, Universias Syiah Kuala

Jefri Gumilar Pratama, S.Kom, Afriyudi, M.Kom., Ilman Zuhri Yadi, M.M., M.Kom. (2012), Analisa Sistem Informasi Entri Krs Online Pada Universitas Bina Darma Dengan Menggunakan Metode End-User Computing (EUC) Satisfaction

John Baschab and Jon Piot, (2007). The Executive’s Guide to InformationTechnology Second Edition, John Wiley and Sons Inc.

McLeod, Raymond (1996), “Sistem Informasi Manajemen”, Jilid 1. Jakarta: PT. Prenhallindo. McNurlin, B.C and Sparague Jr (2004), Information Systems Management in Practice, 6Th

edition, Upper Sadle River, New Jersey, Pearson Education, Inc.

Nancy C Shawn (2002) Sources of Dissatisfaction in End-User Support: An Empirical Study Petter Gottchlaks, (2005). Strategic Knowledge Management Technology, IGI Publishing.

Prastiti, Yuani (2007), “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Internet Banking di Indonesia”, Tesis S2, Fakultas ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sekundera, Charlesto P.L (2006), “Analisis Penerimaan Pengguna Akhir Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model Dan End User Computing Satisfaction terhadap Penerapan Sistem Core Banking Pada Bank ABC”, Tesis Program Magister Sains Akuntansi Universitas Diponegoro, Semarang.

Steve Clarke, (2008). End User Computing Challenges and Technologies:Emerging Tools and Applications, IGI Publishing

Subhan, Muhammad (2007). “Pengaruh Variabel Perceived usefulness, perceived ease of use, dan Psychological attachment terhadap Pemanfaatan Tekhnologi Informasi”, Tesis S2, Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Urich dan Newcomb (2008), Information Systems Transformation Architecture-Driven Modernization Case  Studies, Morgan Kaufmann OMG Press Titles

Gambar

Gambar 1. Model pengukuran dengan  Technology Acceptance Model
Gambar 3. Model pengukuran HOT FIT Model
Gambar 4. Kerangka Pemikiran   Rumusan Masalah
Tabel 1.  Cluster Sampel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sembada (2012) mengungkapkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan serta faktor sosial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pengguna.

Dari hasil pengolahan data itu dapat juga ditunjukkan bahwa tingkat kemudahan penggunaan teknologi dalam kegiatan akademik melalui SIAKAD dipersepsikan oleh seorang

dari penerimaan komputer dan menggunakan TRA sebagai dasar teoritis untuk model Persepsi akan manfaat (PU) Persepsi kemudahan dalam menggunakan ( PEU) Sikap dalam penggunaan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi keamanan terhadap minat pengguna, dan minat pengguna

Hubungan variabel persepsi kemudahan pengguna sistem (perceived ease of use) terhadap kondisi nyata penggunaan sistem informasi (actual system usage) pada sistem

Dengan demikian hipotesis H2a tidak dapat dibuktikan ditolak 3 persepsi pengguna tentang kemudahan dalam menggunakan TABK PEOU terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang telah diolah menggunakan program SPSS Statistic 22 bahwa variabel persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap sikap penggunaan instagram

H1 : Persepsi kemanfaatan Perceived Ease of Use berpengaruh positif terhadap penerimaan sistem MyUNNES-Keuangan Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Penerimaan Sistem